Why is it called Ipot, not iPod — and what does a market crash really demand from investors? In Proxemics 004, hosts Mercy Tahitoe and Stephanie Sicilia reunite with an old friend, Jonathan ‘Jonte’ Tenggara, Head of Retail Marketing at Indo Premier Sekuritas (Ipot).
Jonte oversees marketing, branding, PR and customer care across 20 branches nationwide, and he opens with a sharp, contrarian read on the President’s controversial remarks about stock investing — and how they clash with the government’s own push to grow retail investors.
His career is a tour of Indonesian fintech: inspired early, he became a pioneer at Jenius, the country’s first digital bank, built a digital-marketing team from scratch at OCBC, then studied the ecosystem model at Bank Jago alongside Bibit, Stockbit and GoPay.
The leadership talk is the heart of it: a ‘tough love’ philosophy, a habit of interviewing talent at a bar, and the three traits he always hunts for. He shares how he keeps investors calm when the market bleeds red, how he uses AI daily — from learning SEO to drafting emails to venting — and why he warns young professionals against a transactional work mindset.
It closes on ‘Objective’, the dream agency Jonte still hasn’t built, and what’s holding him back. A sharp, wide-ranging listen for young marketers, aspiring leaders, and anyone curious about how Indonesian fintech grew up. Worth the full watch.



YouTube is this exact episode; Spotify and Apple embeds open the series.
Auto-generated captions from the original Indonesian audio — unedited.
[Musik] Today is a special day karena kita enggak cuman kedatangan eh tamu, tapi kita kedatangan teman. eh somebody who's actually very familiar with this eh area, this eh room maybe mungkin in a eh in a certain way ya kan physically kan maksudnya physically physically iya right eh nanti kita ngobrol-ngobrol lebih banyak tapi let me introduce everybody around the room dulu eh gue Mercy. Di sebelah sana ada staff as usual. Huh. Ya kan?
Eh, ada Chris the producer CB ya kan ada di situ. Terus ada juga eh yang bantuin kita hari ini. Ada Frey. Frey di situ. Ee nah jadinya eh tamu kita ini he goes by at least dulu ya Jonte ya kan namanya eh Steel ya Jonte ya.
Tapi gua enggak, gua beda sendiri. Gua selalu manggilnya Jonny ya kan. Anyway, let's give a run of applause buat Jonte atau Jonathan Tenggara. [Tepuk tangan] Asik. Eh, Jonny, welcome to the pod ya kan.
Thanks for stopping by. I know you're busy guy. How's everything, man? How's life? Kita kalau misalkan ngomongin live susah nih, soalnya kerjaan gua sedikit nyakut sama live nih.
Oke. Kalau hari ini mungkin lagi good day. Good day hari ini karena SG hijau. Hijau. Kalau SG-nya lagi merah mungkin enggak jadi good day.
Ini kalau lagi suspended. Lagi suspended itu itu gimana tuh harinya sebenarnya? Lagi enak tuh gue karena enggak bisa ngerjain apapun juga. Enak. Oh.
Jadi lu berharap suspend enggak juga? Enggak. Maksudnya secara workload ya. Jadiin lu enggak bisa ngapa-ngapain. Betul.
Kalau lagi suspended. Yes. Karena there will be no transactions kany much you can't do anything lah. Eh correct me if I'm wrong. Tapi posisi lo itu head of retail marketing Indo Premier Securitas.
Betul. Oke. Emang iPod nyebutnya? Eh sebutannya iPod. iPod.
Iya. Ini sekalian ya. Iya. Karena mungkin namanya Indo Premier Sekuritas aplikasinya menggunakan beberapa bahasa Inggris gitu ya. Oke.
People tuh t mikirnya, "Oh, I di depannya bacanya iPod." Heeh. Sebenarnya enggak. Kita Indonesia banget. Jadi sebutannya emang ipod. ipod.
IP O T T. Iya. Oh, oke oke oke. Terus terus lu ngapain aja lah. Di sana gua dipercayakan untuk run di marketing for retail investors.
Hm. dari urusan branding, terus kalau marketing kan ada customer acquisitions lah, getting new customer lah ya. He. Sama urusan engagement atau customer growth. He.
Nah, itu di tim gue. Oke. Kebetulan tambahannya karena ini retail customer dan retail business, gue juga ada eh customer care karena they are mostly handling retail customer. Oke. Sama ada branches.
Hm. He. Jadi cabang kita kita kantornya tuh ada di saat ini ada selain di Jakarta ada 20 titik lah. 20 titik. Oke.
Di Indonesia. Nah, kota besar mainly probably. Betul. Oke. Nah, basically eh I run with this team.
H eh dari kebutuhan marketing, branding, PR actually included, he getting the names out there, getting new customer, new investor, sampai ensuring they have like a good experience with us. Hm. Oke. Nah, eh masih balik sama yang kemarin lah, suspended and and you heard the comments, right, President, right? I eh sedangkan menurut gua nih, gua gua enggak tahu, maybe you have the data.
Tapi kayak untuk negara sebesar Indonesia itu kan the number of investors, eh retail investors itu kan masih relatively rendah kalau gua enggak salah, right? Masih rendah. meaning, you know, kayak companies like you guys yang lain-lain tuh lagi mencoba ngajak orang untuk berinvestasi, which is one of the indicators negara yang developnya eh invest di eh pasar saham whatever lah. Right? Terus dengan statement yang kemarin ini dari RI1 gitu yang kayaknya I don't know, it seems eh kind of backward in my opinion gitu kan.
kayak gua ngebayangin ya kan kita klien ada juga lah yang financial institutions right dari dulu jadinya kayak ah ini yang mereka coba ajarkan terus lu kayak wipe out in an interview gitu in a comment lah boro-boro interview gitu eh menurut lu seperti itu apa you have a different take on that ini poov gua lah ya he soalnya rada rada contradicting menurut gu h pertama kalau dia enggak percaya di dunia ini engak Ngapain ada Danantara kan? Exactly yang katanya harus mengelola aset sekian ratus triliun. Heh. Right. Harus di quotqu dimainkan lah.
Gede banget. Lebih gede dari Temasek ya. Soalnya angkanya kalau digabungin iya ya. Ada manage itu e aset management. Nah.
Cuman yang menarik gini kayaknya menurut gue dia tuh memang speaking on behalf of the other people yang memang belum bahkan ngerti. Kalau lu enggak ngerti kayak misalkan dia ambil contoh kan kalau salah sebutnya orang-orang di desa ya. Hm. Nah, kalau orang-orang emang belum ngerti dan dia masuk pasal saham mungkin emang to risky. I think he is speaking on behalf of the majority of Indonesian.
H karena kalau gua enggak salah 2 tahun lalu tuh investor kita totalnya ada 10 juta. Sekarang kayaknya 12 jutaan lah ya. Hm. Jadi compare to berapa? R00.000-an h juta ee apa ee penduduk kita R70 juta.
Iya. jauh banget kan gitu mungkin I think I think he was talking more on those people on their behalf maybe ya soalnya kalau enggak contradicting banget sama dia bikin dan antara h gitu kayak terakhir kan tetap diketemuin kan investornya kan h iya i mean eh it seems reckless cara ngomongnya ya iya maksudnya the way you talk about the whole industry man that that you know that you guys are in tuh kayak menurut gua What? Lu kayak everyday orang-orang tuh banks, you know, OJK, whatever, you know, kayak ngajarin orang, eh lu jangan naruh uang, you know, di bawah bantal, man. You need to invest, you know. Beli enggak usah banyak-banyak, dikit-dikit.
And then you know, eh leaders, leader of the country ngomong kayak gitu. Eh, ya it's unfortunate aja. Oke. Lagi ramai itu kan memes eh di sosial media lagi ramai memes soal kayak Sri Mulyani ngomong apa? H kayak dibilang kayak bahkan kalau perlu pasar modal diajarin dari SD.
Iya. I kan important gitu. Iya. Sama ya statement dia itu which is that was wild man. Gua nontonnya.
Hah. And then again karena lagi ngomongin Danantara dan lain-lain terus lu ngeluarin statement that's super weird man kayak eh pretty crazy. Eh, nah tapi gua ngelihat juga eh eh track record lu, right? As of late banks, you know, digital banking, digital banking, financial institutions, even walaupun tidak tertera di LinkedIn, kita juga pernah eh sekejap satu hari kayaknya papasan di DMO, right? The Pioneer of QR.
Iya. Pada saat itu ya kan sama eh temannya Adwi lah teman I don't w continue the thoughts tapi brata roughly waktu itu kan iya anyway is is that like a thing yang lu emang dari dulu kayaknya gua emang sukanya you know financial institutions from banks and sekarang you know eh securitas you know ini funny nih he eh funny dalam arti lu adalah orang yang nanya ke gua, padahal idenya itu dapat dari lu. Oke. Gini, when you were helping demo at the time, he paybqr itu. He you write a piece of article yang bilang bahwa ini eh revolusi keempat yang sedang terjadi.
Correct. Which is the financial eh technology revolution yang dive dari sana ya, Pintech kan. Heeh. Nah, yang membuat gua masuk ke bank, I was never a bank person lah. Dulu dari konsultancy di sini gua tuh ke Telco.
Telco gua pindah ke Dimo sebentar. Heeh. Terus gua pindah masuk ke bank. Heeh. Nah, tapi gua masuk ke bank itu lagi waktu gua apply, I don't even know the name of the brand.
He he. I don't even know the job scope lah. Cuman gua taruh eh gua tahunya ini marketing lah. Heeh. The productnya gua enggak boleh kasih tahu.
Oh, that's pretty weird. Anyway, lanjut. Nah, yang lucunya lagi adalah waktu gua eh mau resign Dimo, gua disuruh ngobrol sama ada salah satu eh bosnya Dimo lah ya, namanya Mario Suntano. Yap, gua inget. Ngobrol aja katanya.
Oke, gua ngobrol. Terus gue bilang soal this opportunity that I got diover ke gue bahwa eh Bank BTPN H lagi membuat some changes in the industry, significant changes. Hm. TPN what do you have? Iyalah perception perception pensiunan gitu kan.
Dan they would like to make a new bank based digital yang dia bahkan enggak berani share ke gue. Nah, waktu gua ngobrol sama ee petinggi demo itu, dia share dia gua nanya gua enggak sebutin brand ya. He. Diabilang, "Wah, kalau lu mau kerja di fintech lagi yang mungkin akan di the market menurut dia yang cukup big itu tebakan dia adalah BTPN." Hm. Nah, gua surprise dong.
Bilang, "Ya udahlah, whatever it is, produknya gua enggak jelas, gua coba aja dulu." Oke. Di forecast soalnya ya bisa disruptive. Betul. Nah, itu yang lu bilang karena gua percaya waktu itu adalah this financial institution industrinya udah lama banget. Hm.
Dan they would like to disturb that industry. H makanya the chance gua walaupun baru sebentar di demo which is itu udah mencoba menjadi fintech kan mereka. Iya dan gua keluar masuk ke tengah-tengah eh itu BTPN sampai akhirnya produknya keluar which is genius. Genius. There was the first digital banking yang fully running digital lah in Indonesia.
Dat betul cabangnya cuman satu. Itu pun dipaksakan karena regulasi gitu ya. Betul. Lu masih punya cabang gitu. Oke.
Adalah satu. Iya. Kalau enggak di don't really. He he. Dan dan sekarang juga interesting sih lu sebagai observer lah.
The they the doing this rebranding, right? Hm. SMBC. SMBC. Yes.
Correct. Eh, thoughts? What do you think? Wah, sebelum dia rebranding itu mereka sempat keluarin campaign I think the unthinkable. Oke.
I think that was the preparation untuk masuk ke sana ya. Karena no matter what mereka kayaknya harus masuk sepenuhnya karena BTPN sendiri bawa apa ya burden eh pensiunan. Kalau mereka mau berkembang dari situ the need to go to retail full. Tapi mereka punya subbrand which is genius. Nah kayaknya tebakan gua kan berarti ini semua akan dimerge jadi namanya SMBC.
MW semuanya I think they betting that SMBC is one of the largest bank in Japan. Betul. Jadi kalau dia pakai nama itu inside of btpn dan geniusnya diblend in masuk as the technology companion. H I think they think it's the solution. H yang gua tahu adalah yang gue ngobrol teman-teman gue ya.
H the name give confidence. It's a big name. H. Tapi yang mereka khawatirkan itu adalah apakah jenius akan masih seperti dulu as fun. The brand-nya kan fun banget dulu dibikinnya.
Betul. yang habis itu memang dibikin illustrations everywhere dibikin memang kayak untuk apal kita enggak boleh sebutin bank dulu kerja di jenis oh ya oh it's not a bank iya it's not a bank it's a life finance dibang ya they trying to create new category gitu h gitu nah kalau misalkan that brand essence hilang pertanyaan adalah apakah produknya inovasinya ke depan masih as fun as this gitu identity-nya juga jadi agak ngeblur nih ya kalau gabung ke dalam korporasi gitu loh image-nya Hm. Iya. Lebih kaku image-nya pasti akan lebih serius gitu. He.
Tapi sampai sekarang masih ada aja tuh inovasi-inovasinya. Ya, I think kayak eh gua gua suka sih. I like what I'm seeing eh bikin travel fair khusus ke Jepang, you know, like doing all these things. Lu kalau pakai genius bisa diapain di Jepang? You know, a lot of content around it juga.
Terus mereka yang travelen ngomongin soal kartu kredit, ngomongin soal welcoming miles tuh kayak apal dari miles-nya dulu gitu. Itu yang lagi ini banget kan e jenius kartu kredit. Iya. Apalagi buat orang-orang yang keturunan Jepang kayak gua ya kan gua e half Japanese sebenarnya tapi banyak orang enggak tahu karena enggak benar. Tapi anyway, eh yeah, it's eh pretty interesting.
Oke. Now that you're in the industry gitu kan ya. Dari Genius gua pindah ke OCBC. Betul. At that time the person who hire me, the request was just one.
Hm. OCBC ini juga lagi mengalami going through digital transformation pretty much at that time ini makanya menarik yang bilang by going through that inilah ya evolution they need to adapt to the new technology karena kalau enggak bahkan enggak cuma di Indonesia technically di luar negeri di Thailand Singapore tuh everybody restart gitu kan nah kalau mereka enggak adapt mereka takutnya kehilangan market share ini tu nah salah satunya itu OCBC yang menarik adalah OCBC itu yang hair gue minta tolong kayak can you help me build this digital capability bukan dari produk aja ya karena dia ada orang lain tapi help me build this digital eh marketing capabilities within the bank yang sesuai dengan target mereka dan aspirasi mereka yang baru he waktu gua mulai timnya nol h ada marknya ya tapi enggak ada yang memang full concentration di digital marketing h no waktu dihire yang menarik dari Genius dan OCPC adalah yang dicari orang nonbank gitu. Oke. Bring fresh perspective. Exactly.
Did we talk? Oh, in a different episode eh kita ngobrol sama Reza, he mentioned the same thing. When he was in tobacco, he mereka nyari orang yang background-nya pharmaceutical which is oke. So, it's a thing. Lucu.
Karena waktu gua ngobrol nih waktu dari Genius aja, the mindset is this. If you hire Marcom dari bank, not to underestimate them ya. Tapi biasa karena it's highly regulated industry, ujungnya billboardnya akan sama. Restricted lah cara berpikirnya. Udah very tus.
Kayak gua pernah diginiin. Kalau lu lihat poster bank zaman lu billboard lah ya. He. Lu ganti logonya, warnanya lu ganti dikit, sisanya lu samain. Lu bahkan enggak bisa nebak itu bank apa.
Heeh. Mas di di the background kenapa akhirnya banyak orang-orang dibilangnya alien kayak gua yang datang dari agency background yang datang dari kayak non banking akhirnya nyemplung tuh di dunia banking. H dari Genius OCBC ya keterusan di financial terus. Oke. Tapi.
Intentionally atau ya setengah-setengah di industri? Honestly enggak intentionally sih. Oke. Karena awalnya Jenis itu dibilangnya gini, gua pengen bikin produk buat banking. Hm.
Tapi I would like the experience to be like Gojek it. H gua enggak kebayang mau bikin kayak gimana tuh. Hm. Nah, the experience was fun sih. Hm.
Dan kebetulan memang mindsetnya Jenis itu kan ejal ya. H. Kayak lu ada squad-squad, lu fokusnya jelas. Exactly. Walaupun lu secara security nyaman karena you know you have BTPC.
Heeh. Kayak lu kerja ee startup atau kerja corporate rasa start up. Betul. H luar biasa ya. Tapi menarik nih lu kan dari finance, perbankan, sekarang kan investasi ya.
Terus kan one of your role tuh promoting, investing gitu kan. Tapi your personal life, are you an investor? I am sekarang. Makanya lu IHS gaya merah lu mempengaruhi hari lu gitu ya. Betul.
Betul. Tapi ini sesuatu yang sudah biasa lu lakukan atau ya karena lu dipod dan lu get through the groove dan lu jadi investor? Actually the first investor itu my wife. Oke. Dia udah beli reksadana waktu dari zaman.
Beli reksadana itu belinya dari bank. Oke, dia udah punya saham duluan daripada gue. Oke, di banking gue belajar buat financial management dan gua tahu tentang cash, deposito dan segala macam tuh yang yang standar lah ya. Dan gua belajar di situ waktu lu jualan ranking produk, lu harus pergi biasanya dari sudut pandang financial management gitu. Di situ gua realize bahwa wah ternyata ada sisi lain nih.
Banking itu enggak cuman cash flow sama tabungan aja nih ke sini sama deposito. Ada yang namanya kredit, gua belajar kredit dikit sama ada sisi lain yang namanya investment. Nah, akhirnya ceritanya laki nyambung dari gua CBC gua pindah ke jago. Heeh. At the time, jago itu punya eh senjata utama adalah they believe that banking app won't be able to survive alone.
H. So, they need ecosystem. H. So, utamanya jago adalah I need to build ecosystem di mana life lu tuh dependent yang biasa dipakai sehari-hari dan the experience has to be seamless. He.
Makanya ada jago as a bank, terus dia ada bibit, ada stock bit, dan dia ada eh kredit pintar gitu. dan omongan ada GOP juga di situ. Oke. Dan di sana gua belajar tuh sedikit karena hmm gua pindah untuk mengerjakan partnership by the time. Oke.
Which is I'm dealing with bibit stock bit go pay kredit pintar. Nah, makin tertariklah tuh gue. Wah, ternyata dunia investasi tuh gini ya. Menarik ya. Tapi let me cek istri lu masih sama kan?
Masih dong. Shoutout buat Stepan Cong ya kan untuk ee memulai investasi perjalanan investasi. Joni asik. Eh kalau enggak di industri ini he which which industries would you be? Good question.
Mungkin mungkin ada satu industri yang gua sebenarnya pengin coba dari dulu. Apa? Eh, gua enggak tahu lu bilangnya media atau bilangnya IP ya media. Media lah. Oke.
Media dalam arti gini kayak Facebook, Google or Oh, oke. X now, Twitter ada time atau misalkan kayak Netflix. Oh, gitu. Maksud gua benar-benar OTT gitu loh. OTT.
Oke. Karena menurut gua have enormous data behavior tentang customer ya yang just there. Hm. I mean the whole reason kenapa gua nyemplung ke digital marketing pretty much it ya data driven i buk bukan hanya data driven ada teknologinya soalnya seru lah mainannya gitu. Nah, menurut gua kalau gua punya kesempatan gua pengin coba situ kayak sekarang yang menarik TikTok.
Heeh. withorm sal menurut gua it's very interesting oke obviously you spend a lot of time right you manage a lot of people grouping talent you know all these things lah menurut l eh give me like three four five things yang menurut lo benar-benar essential untuk bisa ada di eh industri yang lu jalanin saat ini gua affirm believer pertama bahwa skill itu bisa dipelajarin ya. Hm. Jadi kalau gua nyari team member apapun industrinya, gua akan nyari orang yang ee punya growth mindset. Menurut gua penting.
Oke. Gua enggak gua enggak expect setiap orang lembur dan segala macam ya. He. Tapi at least orang itu masuk mindsetnya gua datang untuk belajar jadi lebih oke lagi dan lu enggak akan pernah merasa satisfied sama apapun yang lu kerjain. Enggak easily satisfied lah ya.
Tapi gua bukan maksud bahwa gua pengin orang yang datang kerja lebur terus kayak orang gila gitu. No. Iya. Enggak to the level kayak orang addicted to the work. Enggak juga sih.
Tapi at least punya growth mindset. Satu. Satu. Kedua, gua pengen orang-orang tuh yang kayak enggak datang cuman buat pay. Hm.
Oke. Kan banyak orang tuh yang datang kayak, "Gua kerjaan gua segini ya, job scope gua segini ya, dan gua terima gaji segini ya. Kalau di luar dari ini tuh kayak enggak kan my company is work gitu menurut gua." H that's very transactional. Betul. Transactional.
He kayak kurang passionate aja gitu sama apa yang dikerjain kan. Jadi cuma ya udah job gua segini segini. I don't wan do it. Betul. Ini juga eh kita ngobrol waktu itu eh about sebenarnya having a vision sih.
Kalau lu punya visi, lu tahu lu mau jadi kayak apa, lu belajar, right? You try to grow yourself untuk mencapai itu. Eh, man, ini the the paycheck nih cuman kayak a side thing lah, right? Karena lu tujuannya untuk belajar gitu. Jadinya worth it.
Kadang-kadang eh ya ini pengalaman gua juga lu kalau dipertanyakan orang gitu, lu digaji berapa sih? Why are you doing all this work? You know, kayak lu Sabtu, really you're working. Apalagi kalau teman mau ngajak nongkrong ya. Ya kan?
Itu alasannya, "Ah, lu basi lu, lu ngapain sih? You know what are you doing, man? Let's let's hang out. Gua udah lama enggak ketemu lu. Can we, you know, have a drink, whatever gitu." Ya.
Ya, kalau lu enggak punya visi itu atau orang-orang di sekitar lu ini mungkin enggak mengerti itu kan. Jadi, oh that's weird, that's lame gitu. Tapi kalau lu punya visi itu, then everything makes sense at least in your mind ya kan bahwa lu tuh it's beyond the paycheck, right? Kalau lu hitung-hitungan, it's like you, lu hitung-hitungan sama your future self, man. Yes.
Pas lu udah limit yourself from opportunities just because it's already 5 o misalnya. So, I agree with that. A third maybe. Gua bilang, "Gua tuh cari orang yang give a dam." Hm. Give a dam tuh gini, bahwa waktu lu cari kerjaan, lu tahu misalkan gua suka nih yang sekarang egal-ejal ini kayak workingnya within squad.
Hm. Different apa namanya? Different e skill set objectifnya satu. Pretty much the whole thing, the whole team sorry have one objective. Baik lu designer ataupun lu kayak paid media ataupun lu strategist atau social media whatever it is lah ya.
Tapi you have one goal and pretty much you have to work as one team to achieve that goal. That's your responsibility. Bagi gua give a dem itu adalah kayak lu harus peduli sama kalau objektif lu enggak nyampai. Walaupun let's say ini sebenarnya mirip sama tadi poin yang ini. Kalau lu desainer lu harus take ownership bahwa oke desain gua nih cocok ya.
Ya, gua pengin tahu dong kalau gua pasang iklan desain gua itu yang klik berapa banyak? Kalau desainnya gua rubah gini, apakah klik elversionnya lebih tinggi? H h. Kayak gitu. Orang yang memang kayak gua datang kerja, not for the paycheck tuh maksud gua adalah orang yang kayak datang kerja benar-benar gua punya passion, gua datang, gua mau achieve something gitu loh.
Heeh. Kalau lu enggak mau, enggak punya tujuan apa yang lu mau achieve di kerjaan, lu benar-benar kayak datang ceklister. Hm. beres. He.
Lu enggak akan bisa grow, lu enggak akan punya things yang feel proud of. He. Dan yang pastinya adalah kayak ya lu enggak punya motivasi. Iya. Lu datang kayak tadi mungkin contoh desainer lu tuh dia datang, dia dapat brief tapi dia enggak thinking beyond it gitu.
Enggak mencoba untuk memperbaiki apa yang dikasih kan. Jadi udah dia suruhnya ngerjain A sampai D. Padahal kalau dia nanya dikit bisa lebih baik gitu kan maksudnya kan. Ya. Ya.
I agree. Oke. Eh eh talking about talent lah sekarang. Do you see any changes misalnya talent eh dari you know people from different generations eh 5 tahun lalu, 10 tahun lalu and then now with the crop of new kids coming in gitu. Do you see any changes, noticeable changes atau ah sama-sama aja lah.
What do you think? Unfortunately gua melihat there is a big changes sih. Hm. Gua in what term? Kayak gimana?
Mindset menurut gua ya. Oke. Menurut gua gini, gua pernah lihat konten sih. So, this is not fully my thought, but I'm agreeing to it. H zaman sekarang kan komparasi gampang banget ya sosial media ya.
He. Kalau gua lihat teman gua sering hangout, kayaknya dia hangout bisa-bisa aja. Kayak at anytime gua lihat dia hangat mulu nih. Heeh. Kok gua kerja enggak bisa nih ya misalnya ya.
Jadi kan ekspektasi soal kerja ini berubah nih. H. Terus ee ekspektasi soal kerjaan berubah, ekspektasi soal payck juga berubah. H. Lu pernah enggak sih coba interview fresh grade gitu ya?
Dan lu tanya ekspektasi salary lu kalau gua boleh tahu untuk ini berapa gitu? He. Wow, man. Yes. Setengah dari what I got.
Dan waktu itu gua enggak benar-benar kerjaan pertama, Men. Hm. dia dua kali lipat man grade gitu itu terkejut gak sih? Tapi memang ekspektasi mereka beda sih sekarang ya banget. Terus kayak if I were to put my shoes in their position right now me 10 years ago.
Pada saat gua fresh grade tu tuh gua merasa kok lu bisa ya mikir kayak gini ya di di tahun pertama lu mau kerja gitu. H it's mind blowing. Oke. Ya. But I think eh mostly social media right ya.
Itu yang tadi lu bilang. Lu lihat kiri kanan tiba-tiba, "Oh, you're entitled to this type of success gitu kan. Hey man, before you put your eh food in the office, you think you deserve you know this this whatever lah ya something yang lu lihat di TikTok gitu. That's pretty wild. I mean, eh but if I'm trying to be empathetic, ya that's that's the situation gitu kan, the type of information that that get, right?
Y eh it's unfortunate maksudnya it makes it harder for them ya. I feel like ya kan yang kayaknya nih harusnya nih tools yang bisa membuat lu lebih gampang gitu kan dalam hidup or whatever. But ada certain aspects tuh yang menurut gua atadvantage karena kita dulu enggak punya itu, right? Eh, it's a little bit easier for us to focus eh untuk do gitu kan sampai akhirnya akhirnya nemuin you know our groove and then bisa grow whatever, right? Tapi yang sekarang ini kayak eh ada unsur-unsur apa namanya?
Instant gratifications ya. Mesti instan, cuy. You know, he today where is my money, bitch. Ya kan maksud gua kayak eh karena kontennya mengajarkan itu gitu. Of course, lu gak bisa lihat proses orang itu.
I mean, ini nih lucu sih. Ini nih personal story. Eh, ada teman-teman gua yang kebetulan teman-teman juga sama my wife, right? Oke. Eh, kadang mereka ngelihat gua itu gua kayak ginilah, you know, agak-agak e homelessy you can say, right?
Agak-agak homelessy terus kayak enggak appropriate, enggak kayak profesional gitu kan. Eh, gua I just realized they thought good jobless man, you know, like you He tiba-tiba pas dia tahu, oh Mercy ternyata kayak gini. Oke. Oh, that's because he's lucky. Which is funny at first.
Tapi setelah gua pikir dua kali, So, so they think I don't deserve any of this. You know, like lucky itu kan maksudnya eh negatively kayak gitu kan. Tapi ya itu dia. Ei man, lu lu enggak tahu eh dulu gua sekolah aja gua ngelap meja m right. I gua harusnya dapat gelar.
Hei Tacobel give me a degree man. Gua kerja di Tacobel e five years or f year right? Harusnya gua dapat degree in e Tacobel Science whatever lah. Five years. Five years man.
Itu itu juga it's a different story for different inilah ya. Gua udah kerja di CC kan, Community College, gua transfer ke uni. Harapan gua, man finally I can work somewhere else. Dilihat, oh lu pengalaman di sini. Eh, you know, di satu sisi, I needed the job, right?
Tapi di sisi yang lain gua, eh, man, jangan ini lagi. Lanjut, Bro. Teman-teman gua, sedangkan dari kampus yang sama tuh mereka kerjanya ada yang di lab computer, you know, ada yang di Sebaro at least Starbucks, Bro. Dulu kita ngelihat teman kerja di Starbucks. man.
Gua masih kerjanya gua sendiri Takob. Tako lagi. Jadi pas kemarin itu tiba-tiba ada banner cuy di Gunawarman kan. He. Tacobel is coming.
Ah gua PTSD ya kan. Gua trauma man. Oh no. Asikobel ada di sini lagi. Iya.
Eh, tapi the the work that we put in kan you know ya gua gua gak ngomong gua sesukses itu. That's not the point. Tapi maksudnya even buat yang kacau-kacau kayak gua aja ada prosesnya gitu you know. Ngelap meja you know ini pulang tengah malam you work at dorms. Whatever man, whatever struggle that you did.
Enggak kelihatan, man. Kalau lu cuman ng-post ngelihat gua nge-post, eh gua lagi di sini gitu. You know, maybe lama-lama kok Mercy kayaknya gini-gini aja nih ya. Enggak ngapa-ngapain. Amen.
Lu gak tahu maksudnya. Eh, for the younger listeners, what I'm trying to say is, "Ey, man, there's process to everything, right? Jangan pernah lu ngelihat hasil tanpa ngelihat prosesnya lah." I kayak contoh, actually this building is my witness. H waktu gua kerja di gedung ini nih, di kanter ini, this building wherever it is ya. N misteri gue tuh pernah nginap 5 hari, cuy, di hari tidur di mana gue tidur di sofa?
Di depan. Iya, tapi lu jangan mencampurkan urusan lu sama orang tua. Diusir kan? Unfortunately enggak. Oh, bukan bukan ya bukan diusir pacar.
Oh, isir pacar 5 hari. Anyway, 5 hari lu ngapain, cuy? 5 hari di sini. Kantor gua itu Mavreck waktu they quite big crisis is jadi lagi ada crisis lagitu sosial media juga lagi booming-boomingnya nih ribet banget tu betul ada handling one of the eh client h boleh sebut brand enggak sih boleh dong gua suka banget brand apa di eja kalau perlu banking kebetulan oke menjam makanya sama lagi tuh ee city bank big name lagi ada issues lah ya. Hm.
Karena di sosial media ini lagi marak, they would like to know the conversation that actually happening in social media regarding that brand. Y real time. Real time, right? Almost real time. Lah lu laporinnya berapa hari itu?
Eh, berapa kali sehari? Sehari tiga kali, cuy. Oke. I built like a very simple tools buat nge-croll Twitter at the time. Karena gitu yang yang kalau e di scan of Twitter gua scroll, gua ambil, gua olah manual, cuy.
karena belum ada sistem yang bisa ngenalin sentiment analysis. H kayak tweet itu basically is this positive, negative, or neutral? Heeh. Positive means like adding the brand value, negative reduce the brand value atau neutral doesn't do any impact to the brand lah ya. H gua screen semua manual man.
Setelah gua coll masuk ke database gua, gua screening satu-suatu. Huh, gua yakin pasti bonusnya besar banget tu. Kagak? Shout out to Maveric. Wuh!
Number one. Nah, we love you lah. Gu nginip 3 hari, Men. Eh, iya gua 3 hari pati killer karena sehari repotnya tiga kali tuh gua inget banget. Jam 09.
The is good, right? Before your client comes in and meet their boss, you need to fit them information dong. Ya udah jam 09. Pagi, jam 12 sama jam 3. Gua ingat banget.
3 days begitu diu das down selesai. Wah gua bilang gua bisa pulang nih. I eh besokannya ada klien lagi baru dari MnB beda lagi. Oke ya udah gua nginp lagi dua oke doing exactly the same thing in this building ya. In this building.
Ini saksi gua deh. Luar biasa, man. Gua aja enggak pernah nginp di this building. What's funny ada lagi kan namanya anak kosan ya gue ya kan gue Oh iya iya dulu anak Bogor ya gue nge-cost di siapa tahu tuh Bogor anak Bogor juga gue gue tuh nge-cost di karet oke ya gua have nothing tulus gua nginp gampang banget lah ya gua tidur di sofa I don't care. Hm.
Nah, di sini lu ada yang kerja namanya Uki. Uki legend Uki. Uki. Iya. Uki Willis.
Asik. Uki Willis. Gua survive tuh dia masak sambal enak banget cuy. Oke. Gila kalau beable memorinya sambalnya sambelly.
Oke. Uki kadang-kadang masih nongol sih. Enggak tahu di mana dia sekarang. Ah, kayaknya online ini ya. Iya.
Kayaknya buka PR agency dia sekarang. Kience-nya cukup sih. Iya. Wih, kan dia udah observasi cuy ya kan sehari 10 jam 11 jam dari apa anak-anak dari Reza pagi-pagi kan gage ya kan sampai kalian malam-malam begadang udah tahu semua sebenarnya. Oke.
Ee tapi enggak mau maong crisis ya ini kan I ASG kan yang kemarin hold terus merah mulu. Hari ini doang nih agak mending nih agak hijau ya. Hari ini tanggal 26 Maret mending banget 26 Maret nih kayak kena semua saham juga udah menjadi lebih baik. Tapi gimana sih caranya untuk meyakinkan investor-investor yang audience lu nih untuk lu tenang aja gitu di a normal thing it happens. Gimana caranya?
Basically eh yang paling gampang adalah eh walk them through the historical thing ya. Karena ini similar patternnya sama waktu zaman COVID. Oke. Dan waktu 98 juga mirip lah. Terakhirnya suspended.
Iya. Covid June or something 2020. Exactly. He think we got ourself an investor nih. Banget.
Eh enggak juga sih, gua enggak mau dikenal sebagai investor gua ya kan. Trader. Pengamat. Pengamat. Pengamat.
Ekonom boleh. Ekonom e analis. Asik. Bisa third party besoknya nulis. E bisa jadinya ee buat yang mau nanya saran-saran investasi jangan email ke gua.
Tapi email ke gua boleh dong, boleh ke Jonathan through the historical data ngin pernah terjadi. A cycle, economic cycle itu. It will bounce back. Exactly. Karena datanya ada semua l dulu lu bisa lihat, lu bisa baca, lu bisa do chart k kan ya dari e aplikasi lu bisa kayak lihat oh pattern-nya nih akan berulang.
Setiap setiap apa market tuh akan butuh kayak recovery, akan butuh ini gitu. Jadi emang emang emang itulah tapi the big trend hopefully going up. H gitu kan. Nah eh menurut gua itu satu. Kedua yang yang paling penting lagi adalah gini.
Lu jangan pernah investment atau menggunakan kata investasi kalau misalkan lu belum prepare dananya. Karena itu bantu untuk apa? Bikin lu tenang. Tenang psikologinya. Ya betul.
Psikologi ini semua psychologically play a very big role. Jadi kalau misalkan duitnya memang udah lu sisihkan, lu enggak bukan duit bahasanya itu lu akan lebih tenang. You can think more logic gitu. Satu. Nah, yang terakhir yang gua bilang adalah gini.
Know your risk eh appetite. Jadi lu tahu investasi itu di mana? Karena instrumennya ada banyak. Betul. Lu ada saham, ada reks dana, ada ETF, lu ada eh FR, ada obligasi ori gitu kan.
Ada ada banyak gitu. You just need to pick yang mana yang suitable for you gitu. Jadi di semua instrumen ini akan ada cycle pasti tergantung ekonomi sebuah negara dan itu juga ada faktor dari eh the world lah ya. Nah, tapi kalau lu investasi di produk yang sesuai dengan ris appetite lu dan lu memang sudah menyediakan alokasi dana buat itu dan you know this is like a recurring thing ya menurut gua lu akan lebih bisa tenang lebih tenang ya karena kan sebagai e orang yang lama lah di industri ya kita kan tahu dulu akses terhadap informasi itu mungkin enggak seperti sekarang. Nah sekarang ditambah dengan kondisi market yang kurang baik karena tadi ee cycle tapi banyak yang fear mongring kan.
Betul. noise-noise yang gimana nih caranya biar investor nih ya udahlah gitu understand like how do we educate them? Kalau gua mungkin akan coba ngelihat atau ngajarin mereka poov. H gelas setelah setengah penuh atau setengah empt lu bijak enggak sih anaknya? karena kayak benar dong kayak misalnya gini orang yang sudah pengalaman di industri yang sudah ngelewatin COVID ataupun 98 buat mereka ini kesempatannya enggak datang dua kali men buat buat nyerok ya buat nyerok nyerok dong harganya at diso hm buat orang yang baru nyoba-nyoba paniklah tuh misalkan BBCA turun 20% tinggal 7.000 berapa gitu.
Oh, di situ K Joni masuk ya. Jangan lupa apikasinya ipod ya. Sebagai pemakai iPod gua setuju. Oh, lu pemakai ipod. Oke.
Gua apapun yang Joni kerjakan gua kompetitornya. Asik. Enggak maksudnya untuk ngecek ngecek ngecek lawannya gimana kan gua kasih Jon ini gini bagus nih gitu baik. Kompetitor monitoring. Kompetitor monitoring.
Kompetitor analisus. Ya, ya. Bagi gue itu itu yang paling penting. Maksudnya lu harus ngelihat dari poov yang mungkin berbeda ya. Karena semua yang sukses kayak dulu ini bos gua kocak banget.
He. Dia bilang waktu zaman COVID lu kasih aplikasi aja ke monyet pasti dia make profit. Pas zaman COVID. Zaman COVID. H.
Karena everybody was making money, man. H. The growth of Indonesian investor itu naiknya tinggi banget. Satu. Kedua, everybody is making profit, man.
Karena semuanya naik. H. He. Nah, sekarang saat market lagi koreksi dalam kapan lagi, Man? Itu benar-benar memang tergantung cara ngelihatnya lah.
Ya, mindset lah. Mindset. Regardless the noise, fear mongering di mana-mana ya. Lu fokus. Hm.
Rumor mah selalu ada enggak sih? Iya, gosip selalu ada. Makin digosok makin sip ya. Tapi depends how you going to react to the gossip kan. Iya.
Oke. Eh, ini kita eh lompat sedikit. Em, dari dulu gua ngelihat lu eh leading teams, right? E sama anak-anak rakour and it seems eh dan lain-lain lah tentunya ya. Eh, it seems like they can relate to you, right?
It seems like you have a way untuk bisa nglead mereka yang menurut gua quite unique, you know, kayak oh people flock over gitu kan ngikutin lu gitu. How would you describe your leadership style? Right. Eh, and then was there ever a time eh lu mikir, oh I think I have to change. Malah ya kan improve the way I lead people.
Was there ever that moment gitu. Wah kayaknya gua akan harus suruh all my friends to listen to this podcast ya. Well, that's the idea. Tent tentunya lu harus share enggak? Karena bukanya berat banget, man.
Oh, oke oke oke oke. Benar benar. Menurut gua deep banget ya. Deep banget. Deep banget.
Menurut gua kalau kalau soal belajar lu pasti ya kayak even at this very moment gua lagi doubting myself k gitu. Hm. Kayak lu enggak akan pernah bisa satisfied everyone lah. Lu pasti akan ada diwa sama lu lah ya. Pasti.
Tapi ini entar gua di gaplok. Istri gue nih. Gua tunggu istri lu masih yang sama kan? Ngulang lagi ya. Ngececking aja yaing.
Harus kita harus check. I have a funny way to find my team member. Oke. So I enjoy drinking. Hm.
Waktu gua interview orang H. biasanya gue interview them at the bar. Hmm. Oke. Atau kafe lah ya.
Kayak misalkan ngopi atau apa. Iya. Heeh. Rarely I do it within the office. Kenapa?
Karena kalau lu set upnya office menurut gua he dia akan formal banget. Ngomongnya aja kayak dipikir banget gitu. Heeh. Kalau dia udah minum satu dan dia bisa comfortable ngobrol biasanya dia akan lebih menjadi diri dia sendiri dan lu baru mulai pertanyaan-pertanyaan lu yang kayak kecil cuman lu provoke the actual answer gitu. He.
Frey tolong dicatat interview mesti ada alkohol. Jangan, jangan di kantor lu bisa carry conversation kalau lu udah habis satu gelas tuh berarti it shows your real personality itu highlight-nya. Oke, good point satu ya. Terus apalagi? Walaupun misalkan orang yang gue interview itu enggak minum ya.
Hm. Gua masih dia. Hm. Gua ada satu sekarang di tim gua saat ini actually kebalik bahkan dia ngajakin gua ke tempat sekarang gue ini anak ini orang analitics man. Oke.
Gue interview di bar cowok. H the way the bar gua minum dia minumnya juice biasa karena he doesn't drink alcohol. Tapi begitu udah ngobrolnya rada santai, udah ini gua ngobrolin semakin kompleks. Gua bilang kayak, "Oh, nanti lu pegang tools ini ya datanya." H. Nah, lu bisa kawinin data ini sama data customer, Men.
Hm. Matanya tuh makin berbinar, Men. Kayak anak kecil dikasih toys gitu, ya. Terus gitu gua ngomong gini, "Oh, terus nanti gua tambahin ini ya. Semakin kompleks set upnya anak itu makin berbinar-binar." Makanya ngomongnya makin semangat gitu loh.
Hm. Dan menurut gua kalau lu setup-nya office kaku gitu dia enggak akan enggak akan bisa keluar. At least show them lah. Walaupun itu pun enggak akan pernah bisa 100% ya. Hm.
Tapi at least they show a bit of themselves lah. Iya. Di kayak gitu. Nah, interview itu menurut gua atau first impression itu penting banget untuk nentuin kayak ke depannya kayak gimana. H.
So with that sebetulnya gua tuh kalau bisa dibilang kali ya gue tuh mungkin people leader yang put people first. Put people first tuh bukan berarti apapun yang mereka mau gua duluin ya. Hm. Gua akan pilih orang-orang yang memang cara kerjanya cocok sama cara kerja gua. Heeh.
He. Karena gua cukup cukup galak. H res gitu ya. Banyak banget yang sebelum sama gue. Yakin gua Joni.
Tegas ya. Tegas. Asik. Galak. Galak.
JT ya. Joni Tegas. Joni Tegas. Jonte. Jonte.
Joni Tegas. Oke gitu. Karena menurut gua gua lucunya lagi gua baru baca buku telat gua. H good to great itu enggak? Hmm.
Ya enggak tahu. You should. Oke. Enggak semuanya gak semuanya. Tapi at least dia bilang gini, "The most important thing adalah get the right people on the bus.
baru lu tentuin direction-nya. Jadi bukan lu kasih tahu dulu nih, gua mau pergi ke Bogor, then I get the right people to go through Bogor. Enggak. Get the right people on the bus, baru bisa direction lu mau ke mana. Hm.
Jadi, bagi gua, gua enggak akan pernah bisa nguasain digital marketing aja ya. Gua enggak akan pernah bisa nguasain tuh dan keep up sama the technology changes throughout the time. Hm. Jadi I will be relying on people who are better than me in specific ya analyticsnya lah paid medianya performance marketingnya social media walaupun gua pernah ngerjain itu semua, tapi karena do keep evolving gua butuh orang-orang yang lebih pintar dong daripada gue. Absolutely.
Nah kalau gua dealing sama orang-orang yang lebih pintar sama gua, at least gue cari orang yang atosnya atau mindsetnya sama gua. H yang init for the portfolio, not for just the paycheck, not just for kayak the sake of title gitu. Nah, gua cari orang kayak gitu. H. Jadi gua kalau lu tanya tipenya kayak gimana, gua tipe orang yang sebenarnya rada bebas.
I don't really care about kayak masuk jam berapa ini segala macam lah ya. As long as they responsible dan bisa apa? Synchronize with the way I work. H. Jadi lu tipa-tipe bos yang leader yang tidak gak perlu, you don't have to know all of the answer, right?
The team just the team is there to help you get together to an objective. Ya. My only job is basically making sure everybody yang kerjanya benar ya get support in whatever that you would like to do sama tugas gua challenge man. Hm. Yang tadi gua suka sih yang lu ngobrol gitu kan sama mereka di bar itu part of the interview lu ngobrol-ngobrol semakin kompleks kayak semakin berbinar kan i jadi lu bertolak belakang banget ya sama semboyan semboyan make everything complex sound simple tuh lu kebalikannya lu.
Make everything simple sounds complex ya mereka senang gitu wah semakin kompleks ya semakin senang interesting. Iya. Oke oke oke oke. Eh ee terus apaagi? Pernah enggak lu did you ever kayak eh kayaknya nih gua I need to change myself up untuk you know leadership wise kayak kayaknya gua mesti lebih ini deh.
Was there ever a moment kayak gitu apa basically you're doing the same thing this past eh decade lah at least. Ini bukan harus contoh yang berhasil kan? Heeh. Maksud maksud gua berhasil bukan berarti gua berhasil merubah diri gue. I just something you notice lah.
Something you notice misalnya. Oke. Misalnya gini gua kalau ngasih feedback kadang-kadang lu terlalu jujur kali ya. Gua apa adanya. Hm.
Kalau bagi gua kayak I hate people yang kalau bikin proposal atau bikin strategi tuh objektifnya ada tiga, ada empat. Hm. Menurut gua kayak if you don't know your objective sisanya udah pasti salah. H heeh. I don't even b gitu.
Jadi gua kerasnya. He. Nah, waktu gua makin ke sini, makin sini, gua mulai berpikir kayak, "Men, kalau gua keras, can I actually get them on the same page with me atau gua harus yang lebih soft dikit lah." Hm. Karena experience mungkin berbeda, POV berbeda. Jadi mungkin enggak harus semuanya sama gua kan gua gitu.
Nah, gua merasa mungkin one of the things that I've been trying to change diri gua adalah kayak kalau kasih feedback coba dierin dulu lu ngomong ke siapa, background-nya seperti apa nih. Coba lihat pelajari target audience dulu ya. Luar biasa lu piar banget ya. Oke, lanjut. Jangan semua dipukul rata gitu ya.
Otoriter. Otoriter otoriter. Itu satu gua mave. Kedua yang gua udah cukup berhasil improve adalah gini, gua tuh eh gua a firm believer gua kalau misalkan apalagi makin ke sini ya cara yang paling baik untuk belajar seseorang untuk belajar ya itu nyemplung langsung kan. Yup.
Kalau gua dudukin dulu, gua jelasin dulu caranya gini ya. Hm. Dan dia ngikutin belum tentu dia ngerti. Iya. Mereka kayak ngopi tapi without the understanding lah.
Yes. Right. kayak nah gua biasa kalau ngesin tuh gua cemplungin langsung hm entar kalau dia udah megap-megap nih udah kayak ikan kurang air gitu ya berantakan nih project gue nih I need help baru gua coba tanya gitu. Nah, itu gua coba ganti dengan cara bahwa oke gua akan do consistent check lah ya. Every one month gua tanya how are you doing?
Projectnya gimana? That's what I'm trying to do gitu. Tapi at least eh enggak cuman di dalam ini cemplungin ya udah tunggu aja nanti dia terak sendiri. If if h kalau dia sih help kalau enggak yang tipenya dapatnya enggak mati men. Kasihan stres enggak ada.
Oke that's my next question then. How do you deal with you know eh orang yang ngejar paycheck yang unmotivated yang ah I beneran? They just there for the money lah. No vision you know. Keluar tuh langsung tenggo peng udah kayak dunia yang lain lah.
Eh yang yang sometimes it's okay you know tapi a lot of times ya those people got stuck gitu ya. Lu, lu enggak bisa bertumbuh, man. How do you deal with those people? Gua tough love kali ya. Hm.
Kan tadi gue coba cari orang yang sesuai sama gue kerjanya atau cara-cara ini. Kalau kayak gitu biasa gua akan mencoba encourage orang itu out from my team. Oke. Maksudnya you encourage them gitu apa lu try to get them out? Encourage them to leave the team.
Oke. Basically on on their own lah. Yes. Basically gini, gua eh gua akan kasih dua jalan lah. He.
Unfortunately, gua tipe orang yang kalau gua punya bos is my boss. He. I don't have to always agree with him. Tapi basically what I'm doing is to help him achieve his objective. Jadi gua harus respect my boss, whoever my boss.
Kayak gitu loh ya. H unfortun kalau gue yang lagi dipercaya untuk mengerjakan sesuatu kayak leading like a marketing team basically unfortunately gue yang lagi dipercaya nih I have grand design at least in my mind dan kalau gua enggak bisa menemukan orang yang sama either you change yang last terjadi or you leave the team for me karena I am a firm believer juga bahwa kalau lu stay kasihan ya it's not good for me and it's not good for them Yup. Eh, itu eh you know kayak kita coming from Maveric lah ya. It was super competitive and stuff. Jadi in a sense gua sama Adwi dulu juga [Musik] eh try not to be like that.
H right. Tapi ini something yang gua learn recently juga. Pada akhirnya gua enggak ngerti kenapa mesti kayak gitu. Kenapa mesti strik? Kenapa mesti teror gitu kan?
Kenapa mesti ultra kompetitif? I w semakin ke sini gua semakin mengerti gitu. Right? Ah, this is why they're doing what they're doing lah, you know, as we get bigger and everything. Eh, ada juga hal-hal itu.
Nah, jadinya kita juga semakin tegas. Meaning gini, we can eh in the past sudah pernah terjadi lah ya, obviously. eh kayak ada talent gitu yang gak tumbuh, right? You know, they just hung around, you know. Dan kitanya selalu mindsetnya eh mereka talent-talent tersebut hari itu.
Hm. Kalau kita pecat makan apa? Kalau kita pecat gimana nanti ini? Gimana nanti itu gitu kan. Tapi kita ee pada saat itu enggak mikirin besoknya mereka makan apa, you know, tahun depannya 5 tahun lagi gitu.
And and then eh once we came to that realization sih kita sekarang kayak you know eh ya mungkin kita mesti lebih eh assertive dalam konteks eh kayaknya lu mending you know eh find opportunities. Heeh. find other opportunities di mana lu bisa grow gitu. Walaupun kita em in a sense lah kita kalau udah melihat itu tuh kita biasanya from our review and stuff, ei man, this is not working gitu. Kita eh tough love, right?
Eh tapi you can guarantee bahwa kita juga the first people yang bakal ey kalau mereka sukses. You know what I'm saying? Right? Kayak there you go. That's why you did it gitu kan.
It was uncomfortable letting people go. It's always difficult, ya kan? Tapi at the same time eh you kind of have to do it, man. Not not for the company. Who cares, man?
We can absorb lah. Lu lu diam di sini enggak ngapa-ngapain juga for another 10 years, it doesn't really matter gitu. Tapi buat orangnya masa we keep you another year and you know kayak lu buang-buang waktu gitu. Sedangkan, you know, there were times eh orangnya keluar gitu and then they got really good gitu. Oh, that's dope, man.
You know, we congratulate the the person and everything, you know. It's a full situation. World out there. Ya, kalau lu dimanjain misalkan oke y setahun, 2 tahun, 3 tahun amit-amit lu misalkan pensiun atau apa. Begitu orang itu has apa has to face the real world dan jadi kerjaan baru terus ditanya lu ngerjain apa aja dan enggak bisa jawab, man.
Ya man, that's just not good, I think jadinya. Tapi ya were e those people juga in a way gua mendingan dengar itu sih karena itu hal-hal yang mungkin bisa dijadiin motivasi, right? I'm going to prove them wrong. How many people yang pernah keluar dari agencies or wherever we work lah ya kan with that eh revenge right? Apa balas dendam?
Revenge. Lu lihat lu lihat n. Tapi dari dulu gue I am I a firm believer of pressure makes diamond sih. Either you crack or you shine. H kalau under whoever leadership lu enggak bisa adopt it dan lu merasa lu di tempat yang salah, ya it's good for you to move and find other place.
Karena kadang-kadang ketika lu dipressure tapi lu bukan sh tapi crack instead of lu dapat motivasi untuk jadi lebih baik malah lu jadi terpuruk. That's most likely. and not good psychologically, mentally gitu kan pas lu ya in a way kita juga bantuin mereka lah. Amen. Kayak there other things yang lu bisa lakukan sih.
You know, we see it eh all the time. Tapi ya mesti begitu kali ya. Ada satu type of people lagi yang menurut gua ini yang paling bahaya. Bahaya dalam kayak e for themselves ya. He orang yang banyak merasa unhappy di suatu perusahaan tapi dia enggak mau keluar juga.
But complain the bitch about the company ini harusnya gini lah gini. Cuman dia enggak mau keluar juga. Menurut gua gini company ngelihat lu bukan kayak talent. Hm. Lu disuruh pergi lu kumpen kayaknya you can do so much better job.
Lu disuruh cari kerjaan lain enggak mau? Yap. Maksud gua, you need to come to realization bahwa oke nih gua misalkan enggak disukain ya. Kenapa? Tapi if I'm so confidence with my skill set ya cari opportunity lah karena ini good for both world.
Betul. Kalau lu ngerasa bahwa lu better apa perlu paid better, lu perlu direat better, find the treatment and the money lah. At the end of the day, you need to understand bahwa lu kerja sama orang. H kenapa bos lu yang punya perusahaan harus ngikutin cara kerja lu in? Exactly.
Ini it's their company, man. Gitu. H on other side kalau memang lu ngerasa confidence dan bisa, it's a good opportunity untuk keluar dong. Job dan prove itwa mereka salah. H I think that the kind of mindset yang lacking kali sekarang ya menurut gua is very simple option for me.
You don't like the place that you working for ya leave lah cari place. Yes. Maybe one more type of person yang menurut gua lumayan bad for both adalah orang-orang yang dia tuh enggak perform tapi dia selalu berpikir bahwa dia perform. Oh man. And I've met plenty of people like that.
Siapa? Siapa namanya? J the decade ceritain lu. Luapkan. It's ok.
It's ok. You kayak gua mencoba beat around the bushes gitu kan ya. Biasalah as a leader lu ngasih advice kan lu gak bisa kayak lu bodoh gitu enggak mungkin right? So you always on the bushes making sure that you make your point. Tapi ternyata dia merasa dia he is an a gitu.
Padahal no you're not. Itu ada orang-orangnya ada dan Iya ada. Itu yang ya something that itu juga bahaya sih. I mean ya somebody needs to you know shake this person right eh out of this nonsense right? Eh gua lupa siapa yang ngajarin gua.
Gua lupa. Jadi gini kalau pe review basically cara menilai seseorang itu kan gampang. H how do you value yourself dan how others value yourself. Kalau dia matching actually good. Mau dia rendah mau atas ya.
That's good. Yang susah adalah kalau ada discrepan. Baik lu menganggap diri lu di atas dan orang lain dari bawah atau lu menganggap diri lu rendah banget sedangkan orang lain merasa lu hebat banget. Whatever it is itu bahaya. Nah menurut gua orang-orang yang kayak gitu memang susah men karena itu disuruh ngaca harusnya ya.
Iya kan lu kadang-kadang ngelihat kalau lagi ngelihat 36 review tuh kayak everybody in the company thinks you're bad tapi lu menilai diri lu a that's one of the challenges the leader like how do you communicate that kayak gimana caranya lu bisa shake this person up kayak no you're not good this is not your place iya mungkin salah satu caranya yang bisa dicoba nih dari gua pengalamannya ee lu nonton Game of Thrones enggak nonton dong nonton yang Cersei lagi jalan tuh shamme shame. Ah, lu gitu harusnya dia sadar tuh. Shame, shame. Bercanda ya. Obviously we don't do that ya kan anymore.
Anyore. Dulu itu selalu kita lakukan eh pakai cambuk ya. Hah. Y. Shame shame.
Asik. Eh, how deep into AI lu right as as a everyday person sama your everyday professional inilah jadinya daily kehidupan biasa sama kehidupan kerja gitu ya. How deep into AI? Menurut gua saat ini kalau lu masih belum into AI hm itu lu sudah ketinggalan banyak banget. Hm.
I'm talking about personal life sama work. Hm. Sekarang gua setiap apa-apa nanyanya AI, man. Eh, sadly ya. Heh, AiaI ini kayak teman gua, Men.
Gua aja ngobrol terus. Iya kan? Yang yang voice gitu kan. Eh, gua pengin kayak gini tapi teman-teman gua bilang kayak gini. What do you think?
Terus dia balas gitu. Enggak. Tapi itu benar menurut gue ya. Iya. Karena kan promnya itu dibuat masing-masing orang ya.
Ada kalau gua perhatiin tuh nge-promnya kayak ngasih perintah. Iya. Ada yang kayak bahkan enggak peduli ini kalau gue terbiasa kayak ngomong sama orang sama orang. Iya. Jadi you humanize this machine right?
Bu gua kayak kalau nyari teman diskusi itu susah men. I know man. Jadi kadang-kadang gua, eh man gua kayak gini-gini asik gua mau merama AI gitu. Which is very normal. Very normal.
Very normal. Very normal. Heeh. Mental mental institution. Eh, lu tapi ingat ini enggak sih film her?
Kayaknya sounds familiar dong. Hakim Phoenix yang kayak relationship with AI yang diteleponnya dia gitu. Oh, very old movie, right? Not that old. No, that's an old movie.
Kayak dulu. AI belum suaranya Scarlet Johanson. So, it can't be that old, right? Tapi bukan bukan reason pada saat AI sudah menjadi bagian justru the point I'm trying to make cuy nonton film itu jadinya dia kayak punya pacar putus terus you know ganti software di smartphone-nya dia. Terus dia ya udah ada AI-nya kan jadi kayak ngobrol-ngobrol tapi ujung-ujung kayak having relationship with that's scary where are you gitu kayak gitu gitu.
Tapi maksud gua kayak it's happening earlier kayak sekarang Jonte gua enggak mau gua lah ya kan Jonte udah mulai ngobrol sama Ei man curhat ngobrol-ngobrol ngedumel ya kan tapi kayak isn't it kayak selangkah lagi orang udah mulai kayak you know ah udahlah gua gak punya pacar tapi gua pacar gua si ini Sarah gitu kan Sarah halo Sarah gimana aduh aku capek banget hari ini. Kasihan capek udah ada AI-nya gitu. You can actually chat GPD ya. Lu bisa suruh dia pretend to be counselor atau Sky untuk kayak respon back and give you encouragement. Gokil man.
Iya iya iya iya. Tapi kalau gua lebih kayak gini nih contoh deh SEO. H rusty man skill gua SEO berkembang terus kan. Gua terakhir itu waktu zaman gua kuliah. Hm.
Ada technical sites, ada about links gitu ya. Kalau zaman sekarang kayak misalkan gua tanya gua SEO, gua harus cek men algoritme Google udah kayak gimana. Eas thing adalah tanya CGBT men. Yayak gimana sih? Ini kayak gimana sih?
Laju laju lu tanya ya. Terus kalau misalkano ya misalnya lu tanya gampang men. Hm. Kayak apakah penggunaan hashtag di URL itu helping your SEO or not? Iya iya iya sampai nulis email daripada gua ngarang sendiri ya kan lu suruh chatt bikin keluar lu copas lu ubah sendiri lu adjust it to your ini sampai gua mau ngajarin anak gua cara do simple kayak resipe h my wife use it trip trip it helps a lot why why if you have like cara yang gampang kayak kenapa harus take more computing power.
H udah pastiak kita enggak bisa kalahin lah otak manusia lebih cepat, man. H h take advantage yang di situ-situnya menurut gua very useful. Iya sih. Eh just throwing ideas around cuma kayak find inspirations, what's out there gitu kadang-kadang. Apalagi sekarang eh ada yang apa?
Deep right deep si deep eh deep sick. Eh, you know, all these things lah. Tapi kalau kalau gua pribadi sih, it's very very apa namanya? Eh, gua pakai banget gitu in a lot of the things especially work lah kalau kerja itu eh man kayak so many things right? Kalau lu enggak coba-coba lu enggak tahu gitu.
Tapi once you play around with it, right? It kayak lu bisa ini, lu bisa itu, lu bisa ini, lu bisa itu, gitu kan. yang ee gua gua gua enggak tahu deh, tapi kayak sekarang sih buat gua ya at this eh stage of my career helpful. Tapi I wonder it could be kayak apa ya? Like a crutch you know apa?
Eh bahasa Indonesia buat jalan. Heeh. Right. Buat yang lebih yang mudah-muda ngerti kan? Karena dulu kita kayak belajar dulu, you know, like we learn the logic and everything baru lu menggunakan alat ini, gitu.
I. Tapi kalau lu dari awal udah punya alat ini, I wonder if membantu apa you know apa justru eh bikin lu sharp in a way, you know. Interesting thoughts. Gua gua tahu tuh. Gua juga we have to see it's something lah.
Jadi manja banget ya. Ini enggak punya basicnya enggak ini semua ditanya man ini nih kita kita udah manja makin manja you know. Lu lihat yang sekarang viral-viral itu lah you know. Iya. Oke.
3 * 5 berapa? E 17. Mundur ke belakang. Yang kocak yang itu, F. Lu gimana?
Yang kocak tuh yang soal urutan apa tambah sama kali sama tanda kurung. Iya. I yang mana yang duluan. Ih gokil banget. Tapi maksud gua i kalau kalau misalnya lu semua bisa lu Google, well, that's the that's I don't think that's good, right?
Kalau lu enggak bisa simple eh aritmetic. Tapi this this answer will know it in 20 years sih. Maksudnya this generation kan mereka baru nih the AI, this tools, this crutch itu kan hadir sekarang. But then how this tool will help them, will shape them into a person tuh will see in in supposed to be a generasi emas 2045 seen. Iya.
Ya, karena zaman dulu kan ya kita go through you know we go to library clipping nyari baju adat nempel you know all of those things you learn dengar tuh enggak ada tuh yang lu Google there's no such thing as Google internet everything is doing it manual tapi we learn in the process right tapi these kids they all privilege to get all of this you know information given to them tapi gimana caranya mereka ngolah itu to their advantage I'm scared for my children man like I don't know how to teach my daughter H kayak gimana caranya biar lu pintar ya, you know. H ya yang pasti they will lose the logic of the answer. Jadi hafalan aja enggak sih? Heeh. Yang pasti akan terjadi ya menurut gue.
Heeh. Lu tanya whatever output dari that AI you going to assume that it's the absolute truth. Terus dia memorize aja gitu ya. Memorize aja, baca aja. Hm.
But I don't think that they will understand the logic. Tapi menurut gue anak-anak yang pintar adalah anak-anak yang justru tanya the logic behind. H. Jadi benar-benar cara makainya tuh menurut gua apa? The future tuh tergantung dari how this kids actually use AI either as a companion atau kayak benar-benar kayak lempar B lempar aja gitu lempar-lempar doang.
Tapi bahkan sekarang lagi growing trend untuk influencers di X itu ngajarin nanya prom. Prom. So there is a lot of influencers specifically they teach people how to specifically as for prom. Karena ternyata menurut mereka a specific way of asking or giving prom itu will give a different answer. Something that I mean for us very important to learn juga kan how to incorporate that into a PR digital.
H. Dan lu perhatiin enggak? Kita kan ada kalau at least chat GPT ya chatt kan ada kayak periktnya lu bisa balik ke topik yang sama. He. The more you use it hasilnya itu akan makin sesuai to what you want.
H apalagi sekarang lu bisa kasih feedback lu like it enggak like it gitu kan. Atau lu kadang-kadang kalau gue yang ngomong sama orang awesome I like the sense heeh ini gayanya gua nih misalnya kayak misalkan gua lagi nyari paragraph kayak USP atau gitu. Heeh. dan dia akan remember yang dia akan makin ini tapi sebenarnya machine learning part the truth is going to be skewed toward what you what you a custom made ya which could be good or bad maksudnya kalau lu beneran itu lagiah kalau lu if you have the logic you have the experience and everything it could work to your advantage. Yes.
Tapi kalau misalnya you're not the brightest, you know, the sharp sharpest tool in the box, right? Ya, bahaya juga sih jadinya malah bukannya kayak dumming down gitu kan. Mungkin gitu kali EA-nya. Aduh, bego juga nih orang. Kita begoin kita bego-bego juga.
Ih, jadi lebih bodoh gitu. Kok AI lu bodoh gitu sih, Bro? Lu tahu eksperimen yang coba dilakuin enggak? Enggak. Yang orang bilang 1 + 1 = 3 atau ikut.
Jadi kan machine learning nih. He. Jadi semua input tuh dianggap akan mengubah cara ee AI berpikir kan. Iya. Jadi lagitu tuh awal-awal tuh semua pada bilang bahwa 1 + 1 berapa?
Nanya ke chat GPT. Kalau jawabnya dua orang akan response that's wrong. Hm. Actually is three. Oke.
Dan itu dilakukan sama banyak orang tapi enggak enggak berhasilah mengubah. Oke. Ya. Tapi di di di the di the interesting point adalah gini. Kalau lu sering interaksi dan fit things that you like and you don't like, dia hanya akan jawab sesuai dengan yang lu prefer.
Create your reality juga gitu kan jadinya. H ngeri. Oke. Eh, Frey, you have question. Oke.
Eh, buat yang enggak kedengaran ya kan di luar sana. So basically Frey is asking eh karena AI help people do this all this different kind of things faster right will eventually reduce or replace humans lah right? Eh digantikan oleh AI isn't it? What do you think? Menurut gua to certain point it's inevitable.
Udah pasti. Hm. Menurut gua kayak Thanos dong. Pasti enggak nangkap ya? Engak nangkap ya semuanya ya.
Oke. Menurut gua itu pasti ya. I don't know about you. Tapi menurut gua itu pasti karena he the they have something yang emang better daripada kita. H tapi we have something that they can't do.
H menurut gue ya kayak misalkan processing power tadi gitu kayak why do you have to rely on human eh brain untuk let's say recall hukum lah low he yang banyak banget yang harus diapalin man ya lu suruh dia aja bukan lu enggak tahu you just need to know how to use it in certain context kan y tapi kalau untuk nanya bagian mana yang meng-cover ini ya t aja sih h jadi ada things like that nah tapi memang ada beberapa hal yang menurut gua human itu enggak bisa digantikan. Dan gua baru baca buku ee zero to one lil gua lagi baca ini. Dia bilang AI atau technology itu enggak butuh dikasih makan atau apa, Men. Dia just need electricity. H human power ada THR, demand, demo dan jadi lebih sustainable menurut gua.
Hah. Tapi the critical questions, actually the real questions adalah are you going to let AI or this technology take over atau enggak? H menurut gua orang-orang yang akan survive nanti adalah orang-orang yang menganggap AI bukan musuh tapi sebagai companion. Companion. Hm.
To make whatever they need to do better and faster. H efficient. Efficient. Sekarang kan udah banyak tuh kalau lu cari job desk. Heeh.
Ai prompter man. I would love to apply for job by the way. Iya. All that you need to do just create the right prompt. Iya iya.
Tapi tadi tadi ya step ngomongin tentang learning how to prompt itu. Itu in a way eh again kalau lu ngfalin then then then you're in trouble. Tapi kalau if you break it down ah kenapa ya lu masukinnya kayak gini? You know what I'm saying? Kayak oh lu masukin you know this variable.
Oh, I get it. You know, you try to break it down lah. Eh, then there will be those type of content will be good. Tapi kalau lu take it as it is, lu enggak ngerti gitu. Samalah gua, gua I love it.
Gua tuh salah satu it's a weird thing with me, ya kan? Tapi gua suka, man, ngelihat orang pakai Excel. Hm. You know, with the formula and everything. Oh Kayak gua kayak ngelihat e orang sulap gitu kan.
Pik pik pik pik pik pik pik. Wow. Tapi jadinya suka tuh gua follow tuh ya kan orang-orang yang ngasih kayak, "Oh, lu instead of highlight semuanya, lu mau highlight every other e row misalnya lu klik pik puk pik puk pik pik pik pik pik pik." Ih gila canggih banget. Anyway, tapi kan gua gua berusaha promp-nya itu kenapa gitu, right? The logic tuh gimana?
Lihat bahasanya gitu. It's just a language, right? Kalau Excel, right? Oh, iya iya i ya. and ee menurut gua ya si AI juga gitulah jadinya lu enggak percaya sama Skynet dari Terminator waktu JetGPT 3.0 keluar pas lu menyerahkan ya kan ini oke lu mau let them take control apa enggak jadinya lu pro skynet lu ya gua bukannya pro skynet gua lagi belajar gimana caranya bunuh robot pakai bambu men udah udah bukan pakai pesto lagi nih gua takut nih oh lu karena Indonesia kan bambu runcing bambu runcinguncing oke lu belajar itu ya segitu ya gua takut gimana kalau gua takut banget closer exactly yang kita nonton-nonton di film tuh ya her tadi gitu kan that's the iya tapi buat Ini spoiler alert ya.
He. Kalau eh terakhirnya si her itu selingkuh cuy AI-nya. Sekarang AI-nya they know like it knows how to connect with other AI and they're having all this you know intelligent conversations behind his back gitu. Jadinya what? L you're talking to other people ya.
Berapa banyak? Berapa juta gitu dia bilang if I'm not mistaken amen I could be wrong. Tapi intinya gitulah. Kayak even in that story AI-nya mengkhianati, man. Jadi selingkuh itu not just a human thing ya.
A thing. He sekarang udah AI thing ya kan. Jadi tolong dicatat. Anyway, eh anything eh yang lu mau sayum tanyain? Anything you want to ini before we wrap it all up?
I do have a final question. Ya ada kali ya, mungkin menurut gua kayak for kids tips, you know, eh apalah you know, investor-investor. Asik. Nah, mungkin gua share ini aja kali ya. Menurut gue kalau kita mindsetnya kerja mungkin sedikit beda sama RC ni.
Kalau kita masih orang yang bekerja sama orang, gue cuma titip pesan buat this new generations bahwa jangan lupa you work for somebody else. You always have to give your best. H walaupun memang ujungnya it's for yourself, bukan buat that particular company aja. Menurut gua foolish ya. Menurut gua foolish.
Kalau misalkan kayak you give everything for this company, that's not even yours. H tapi bukan berarti you can skip the process. Karena menurut gua itu kayak dibayarin gratis gua untuk belajar. Correct. Gua dikasih uang terus gua bisa belajar.
Especially in agency atau di e consultancy menurut gua? Tunggu dulu. Especially di mana? Agency atau consultancy? Tolong catat.
Salah ya gue ya? Iya. Terus terus karena gua bisa ketemu sama different client from different industry with different background dan cara berpikir. Hm. Dan gua bisa summarize all those experience into one.
H dan itu buat jadi pegangan gua saat gua masuk let's say dalam tanda kutip sekarang corporate. I miss agency life man. H we have kayak kasarnya one common enemy. H the project that we going to solve sama the client sometimes. Heeh.
Tapi kalau incorpor udah enggak seenak itu, Men. Karena most people are busy with this political fight ke atas segala macam gitu. I ya kan? Jadi lu susah lu to genuinely trying to solve or create like the best strategy yang biasanya lu kumpul bareng nih lembur bareng segala macam those learning period hilang menurut gue. He.
So titip pesannya itu doang bahwa waktu lu dikasih kesempatan baik itu kerja di mana pun juga waktu lu mulai dari bawah menurut gue you need to see it as an opportunity for you to growth untuk masa lu ke depan apapun bidangnya ya. Hm. Eh, jangan sampai eh lu datang cuman expect karena lu bermain di sosial media and you think that people like me are dinosaurs and understand tikt dan jadi lu merasa lu bisa can do digital better than measar gitu. You still need to learn the experiencenya akan beda lah ya gitu. Dan you need to you take it as an opportunity.
Itu aja sih. Sonya kalau mengadu sosial media Facebook gua kayaknya cukup ini kayaknya tua banget. Tua banget dinosaur din. Gua buka Facebook tuh masih doidu men. Oh sama gua juga lu mesti minta email ke kampus.
Iya man all of a sudden gua bingung like all this people man kayak lari ke library. Dulu gua bikin di library sama what is the people doing gitu antar classes mereka semua ke library terus. Hey man what are you guys doing? Oh bikin email man. Why?
Facebook email? Iya, you know email kampus gitu. Oke. Why? Oh, buat Facebook.
is Facebook, man. Ada no Facebook bitch. Tapi waktu itu FR more Asia. I ya. Ya, My Space.
Iya kan dulu masih berantemnya tuh. Oh, lu enggak top five friends gua lagi. Ada enggak ngerti ya, Frey. Jadi ada top five generational gap ya kan. Top five muter lagu.
Asik kalau lu mampir mampir ke halaman gua ada lagunya. Asik. It's like an experience man. Tiba-tiba Facebook, right? Eh, ya lucu sih.
Tapi kayak nonton film apa itu? social network, right? Kak it's just crazy that we actually lived eh those times, you know. Yeah. Then, and then it seems like a long time ago, tapi you know eh we're still rolling lah ya.
Tadi kita enggak enggak dinosaur banget lah. Apalagi dengan ada AI ya, lebih cepat kita Ohnya. Iya. Ya kan lebih mistik lagi kita. Anyway, tadi lu ngomongin eh agency life terus things that yang apa namanya?
Eh, industries gitu kan yang lu ini kan. Pertanyaan gua, what is it going to take man for you to start this agency man yang selama ini kita obrolin? Right. Ngeri what does it take? Lu nungguin apa?
Are are you waiting for a moment? Are you waiting for a situation? Apa nih? Harusnya gua nanya lu dulu dong. Nanya apa lagi sama gua?
Is it still a good time to start this kind of a business? Hm. W gua gua penasaran jawaban lu sih. Kalau gua in my opinion. So by the way this thing is produced by ada namanya white wood that logo over there.
Right? I see. So it's not really practice thing. Right. Eh walaupun di sini konsepnya ada step dari praksis gua jadinya kalau lu lihat nanti ininya bukan Mercy praksis lagi tapi si Whitewood ini.
In a sense starting new ya new but not new whatever lah however you want to look at it. Tapi menurut gua eh there's still a lot of opportunities man ya. Right? Kayak kayak kalau lu lihat yang services yang dulu lu tawarkan through Maver apa kita di praksi sebelumnya people still look for it of course tapi ada yang lain-lain yang biasanya tuh kita oper eh ngesap lagi ke mana gitu yang which in my opinion why can we do that right karena the the potential and everything is still there right and people are still looking for agency yang benar-benar bisa help them grow and everything, man. Eh, with eh your background.
Makanya gua gua nanya aja, but honestly eh what's holding you back? Gua gua penasaran sih maksudnya gua sama Adwi ngobrol whatever with whoever else lah ini Jte nih ya kan even with your wife every now and then you know ini ni tapi e honestly speaking eh what's preventing you or what's holding you back from finally doing this gua penasaran aja sih menurut gua, gua tuh udah masuk ke lingkaran setan yang dulu most people actually advice me kalau mau mulai bisnis tuh mulai sebelum lu masuk ke lingkaran setan ini. Beda sama Adwi ya maksudnya gua merasa bahwa I to pay and I can't risk it right now. Not especially not now. But but everybody does.
Tapi gua pertanyaan gua what's behind that I have my speculation but I'm not going to say it out loud here man. Tapi do do you always have it in you or was it developed because of an event or something? Gua gua penasaran aja sih. Sori sori. W gimana pertanyaannya jadinya?
Ee kayak we have bills to pay and everything. Obviously, everybody does, right? Tapi kenapa ada orang-orang yang, you know, took that lip, tapi ada juga yang, "Eh, man, I'm not going to that direction lah. You know, it doesn't seem wise, right?" Nah, gua penasarannya is it like a past experience, right? Something you observe atau lessons that you learn from a young age, anything lah yang akhirnya no way, you know, no way, man.
kayak leaving this steady paying job that pays relatively atau sangat baik itu eh sampai kayak eh apa istilahnya unresponsible irresponsible menurut gua gini gu ada momen eh I think it was eh when I was genus tah ya eh eight years back he di mana kayaknya lagi itu lagi ada gerakan di mana a companies are actually trying to build an inhouse capability. H jadi they they are trying to stop the use of eh agencies. H karena kayaknya mereka punya some companies actually have bad experience with agencies yang unresponsible lah ya. Karena banyak yang ngakunya bisa everything pretty much they know He. Nah, jadi mereka trying to absorb everything to jadi in in house kayak contoh tempo scan dengan their own internal agency.
Oke. A grup kalau enggak salah masih ada semut api, masih ada Unilever dulu tuh pernah bikin apa ya, blue atau something lah. Jadi internal something. It was a trend lah ya. Betul.
Eh nah maksud gua kalau gua bikin gua akan compete with this people. Sedangkan at corporate life yang which is berarti kayak gua disuruh sama bos gua untuk bikin kayak gitu. H build that inhouse capability ya kan bisa enggak bisa menurut gua tapi memang during the process gua mulai realize bahwa oh there are things dan memang gak bisa disolve if you have it in house h reality ability to work with people in the same industry let say creative dan biasanya kan handle more than one client bro ya kalau lu dicorporate lu kacamata kud lu gak punya you lose that perspective he gitu gitu. Nah, gua baru mulai realize bahwa oh kayaknya dunia ini memang akan pernah tergantikan. Hm.
Menurut gua dan this industry agency itu attract certain talent yang corporate enggak akan bisa attract. Hm. He. Yang kayak gimana tuh ciri-cirinya orang-orang yang menurut gua kayak dia enggak mau terlihat keren kayak you know people yang keren di SCBD harus pakai tire kan segala macam gitu mungkin enggak enggak gitu gua cuma pengin pakai kaos men ke kantor men cha jeans robek-robek but I'll make sure that like whatever that I'm going to produce youl be happy about h tapi dia enggak butuh that kayak kekakuan corporate formalities gitu ya kayak terlihat sukses gitu Betul. They don't need the title, man.
H. Nah, kayak gitu. Nah, menurut gua memang waktu gua sadar kayak Jir kayaknya enggak bisa nih. Hm. Nah, gua udah telat lah.
Udah kepalang tanggung ibaratnya. Hm. Tapi since you ask Hmm. I did ask by the way. Iya.
I should I should maybe rethink. Ya, karena gua udah punya nama, man. Udah namanya apa nih? The name was objective at the time. Hm.
Kenapa? Karena menurut gua orang corporate biasanya waktu mereka butuh consultancy dan kalau gua nanya nih lagi dapetin brief nih. Hm. Biasanya they don't know what they want. Iya absolutely.
Dan kalau lu enggak tahu apa yang lu mau mulai dari sana sisanya apapun yang gua pergi doesn't always say ya kan. Tolong anak-anak eh praksis testify to that maksudnya. He man, if you don't know where you're going, why are we even reading the plan, man? Kalau lu misalnya gua mau ke Amerika, lu ngajak gua udah dari awal, oh kita akan ke Jogja gitu. Why do we even bother, man?
Following, you know, itunya aja udah enggak nyambung lah. Ya, sama aja kalau lu enggak tahu mau ke mana. Right. Ya, so that was the name. Objectif, ya.
Objectif just to remind everyone that you start with objective. Y, that's a good name. Ya kan tinggal dikerjain, Bro. Good story behind it. Iya.
Anyway, tapi e you think masih kepikiran apa enggak? Objektif. Masih. Masih. Actually, I told my wife to start the objective.
Yeah. Oke. She was doing freelance for this brand, local brand, e fashion. Hey was not kayak employee yang dihire. She was hired as a consultant, PR consultant, marketing consultant.
He. So I told her kayak, "Why don't you start my dream?" H setelah 1 2 3 klien. H I'll jump. Hm. At least udah ada kayak lah.
Udah gua dan gua tetap akan di belakang lu juga kena itu. Gitu. Tapi lu yang nyemplung duaan. Tapi sekarang kayak Tapi sekarang kayaknya harusnya Mercy yang nyemplung duluan. Oh iya gua gua udah banjir Bro udah ngelak nafas udah tenggelam.
Anyway good talking to you. I wish you can come back one of these days, right? Soon lah rather than later. It's always good to talk to you. Super insightful.
I think orang-orang yang nonton, yang dengerin juga learn a round of applause dong buat Jonathan Tenggara. [Musik]