Should a brand walk away from Pandji Pragiwaksono? Not necessarily — in Proxemics 024, the Praxis Group team (White Wood, Prajna, Praxis) argues that cutting a figure loose purely over satire can read as censoring creativity. Hosts Mercy Tahitoe and Stephanie Sicilia dissect where law, pop culture, and corporate strategy collide.
The spark is Pandji’s stand-up special ‘Mens Rea’, which reignited a national debate over the limits of comedy and brand safety — the kind of line-drawing the world once argued over with Dave Chappelle. The team’s verdict: if a brand’s audience values courage and the figure’s point of view, collaboration can still make sense.
They then reframe the Nadiem Makarim case, where a simple ‘WhatsApp group’ became reputationally toxic. It was really a startup-mindset move to prep work fast — but in PR, the opening accusation is often believed more than the courtroom facts, proof of how brutally media framing can outrun the law.
Looming over everything is Indonesia’s new Criminal Code (KUHP), which raises the accountability bar: brands and agencies can no longer wash their hands of partner content, forcing far stricter screening and risk management. They also weigh the Pertamina ‘oplosan’ hoax and its hit to public trust.
They close on the Australia-style debate over banning social media for children and the Timothy Ronald ‘instant success’ trap that lures Gen Alpha. A sharp, quotable crisis-management clinic for anyone managing reputation, brand safety, or influencer risk in 2026. Worth the full watch.


YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.
Auto-generated captions from the original Indonesian audio — unedited.
Ada kemungkinan enggak sih Jakarta Indonesia ini menjadi padel capital of the world? Gila, rame banget, cuy. Dalam waktu 15 bulan modalnya dia 1,2 M itu balik. Nadiem ya? Nadiem ada investasi Google lah, ada ini, ada itu.
Dikait-kaitin enggak sih semuanya? Google, bos lu pikir Google bisa main sogok-sogokan kayak di kampung. Pandji misalnya stand up spesial-nya dia mendulang bukan hanya perhatian tapi kontroversi juga lah. Dia tuh sebetulnya paham cuy cuma pura-pura goblok aja. Comedy is an art form.
It's not supposed to be safe. What's up everybody? Asik. Welcome to another episode of Proxemics di tahun yang baru ini. Asik, selamat tahun baru.
Selamat tahun baru 2026. Happy New Year everybody. Anyway, kita as usual kita kembali untuk membahas hal-hal eh yang relevan yang lagi diomongin orang and then we try to give different perspective lah. At least dari sisi komunikasi, PR, PA, public relations, public affairs, right? Tapi yang pertama ini eh Pandji misalnya Pandji ngeluarin e stand up special-nya dia.
Eh itu tuh kan he make a lot of jokes about the society, the government, orang-orang with power, right? Jadinya itu of course mendulang bukan hanya perhatian tapi kontroversi juga lah. Nah, banyak orang wah nih ada yang mau nuntut, ada bahkan yang sudah melayangkan tuntutan-tuntutan tapi ditarik lagi ya dilaporkan apa gitu-gitu kan. membawa membawa ini dia membawa institusi juga ya padahal akhirnya institusinya sampai klarifikasi memisahkan diri eh enggak kita enggak kayak gitu atau kita itu bukan dari kita lah. Nah ini around the room gimana?
Eh Pandji sendiri you can talk about the content atau what you see lah dari special gua nonton sih nonton tuh kan berapa 2 jam kalau enggak salah ya. Iya lumayan lama lumayan lama lah ya. Plus opener dan iya openingnya yang gua agak eh agak agak ada bawa-bawa. Iya iya i iya. Si siapa itu yang rasism ya?
Iya ada rasis gua maksudnya minoritas sebagai minoritas. minoritas. Tapi kan dia minoritas. Iya. Dia dia juga minoritas.
Istri dia bilang bahwa istrinya Jawa gitu-gitu terus tapi menurut gua itu terlalu leaning harsh buat gua untuk konteks ya. Gua tahulah gua nonton juga tuh comedian-comedian US ya. Gua enggak siapa yang ada yang Chinese, ada yang itu emang harsh banget. Maksudnya ketika dia bicara rasis tentang dirinya sendiri tu dia harsh lah. Maksudnya apa itu kan bicara fenomena sosial di negaranya ya.
Jadi kayak semacam sindiran-sindiran. Nah, kalau yang ini dalam konteks Indonesia buat gua kayak mm gitu dulu. Iya, terlalu gua gua setuju sih keras. Eh, walaupun gua ngerti. Jadi, it's very American gitu maksudnya joke-joknya.
Nah, yang kedua itu menurut gua masih oke, lebih oke, lebih oke. Yang pembuka yang kedua itu lebih matang. Lebih matang kayaknya. S stand up stand up dan enggak karena mungkin yang pertama itu karena dia baru terus dia kayaknya butuh topik yang memang very highly controversial to be funny gitu ya enggak sih? dia punya punya 5 menit nih udahlah gas aja.
Dan kebetulan ya itu tuh menurut gua lagi-lagi maturity sama eh experience. Iya at this stage of his career itulah andalannya dia. Ya hopefully one day kan bisa lebih diverse. Heeh. Beyond you know kind of like pointing out you know iya lu jadi kayak apa ya namanya?
not selfdestruct lah. Tapi jatuhnya lu ya ada sih yang memang jokesation i memang begitu. Ada juga I think a lot of comedian out there juga yang di Amerika, di Inggris juga memang kayak begitu tapi enggak dipack dalam 5 menit dan itu doang itu you know orang saying kalau lu spread over an hour lu bolak-balik situ identitnya memang itu. Heeh. Ini dari ujung ke ujung cuy itu doang gua kayak iya jadi lu kayak lu lucu atau enggak sih?
Emang lu tapi gua penasaran sama perspektif walaupun secara DNA test gua eh 17% Chinese tapi gua tanya sama step ya mungkin lebih tinggi dari 17% when you 18 lah 18 at least tapi when you see that what do you feel do you feel weird atau biasa aja gitu ya jadi gue instead of apa mau ketawa gua berusaha berempati gitu tuh H my jadi awkward gitu ya. Iya gua maksudnya gua jadi kayak what? Iya gua gua juga jadi enggak ada yang lain gitu. Benar lu juga kan nonton. Nah nah itu funny right buat el justru mungkin biasa justru buat orang-orang yang non Chinese or whatever lah kayak ini insult enggak sih buat lu gitu ya?
What? Heeh. Jadinya kita wondering what other people feels gitu. Bukannya kayak ketawa bersama dia gitu. Iya itu.
But I'm sure it's all in eh apa namanya? Good faith. Emang dia pengin bikin ketawa bukan yang pengin gitu. Enggak enggak enggak gua enggak lihat ada niat untukak enggak dan apa ya itu sindiran kan sebetulnya apa nuansanya penting sih. Nuansanya penting.
Karena kalau lu nonton e comedian American tuh gua lupa perempuan ya. Dia tuh suka banget tuh membeda-bedakan kayak you know that is Chinese Chinese Chinese and Chinese Taiwanese and Chinese Hong Kong are different right? Jadi they rally around that ethnicity gitu emang like younger or older? Eh older comedian older older. Oh I Margaret Cho.
No no no no. I know that in the Korean right? Kalau Margaret Cho. Oke. Iya.
He oke ya. L Wi. Gua gua sih eh ya gua kan penasaran ya. E jadi gini, kalau gue tahu itu ada Mens Rea, cuman gua enggak, gua mau beli tiketnya, mau nonton live. Heeh.
Enggak enggak enggak enggak kebeli-beli gitu. Maksudnya momennya lupa ingat, lupa ingat. Pas ingat enggak di depan komputer. Pas di depan komputer enggak ingat. Jadi enggak enggak kebeli.
Ee sehari sebelumnya sih gua gua ngelihat Pandji dia jadi pembuka justru jadinya ada comedian Amerika, Sammy Obeid, eh Palestinian American gitulah. ee ee dia lagi tour, dia lagi tour pokoknya cukup kontroversial lah. Ee dia sebagai Palestinian stand up comedian gitu kan. Dia tur Malaysia, Singapura dia ditolak. Di Indonesia dia datang.
Nah, dia enggak telat. Pesawatnya telat dari KL. Nah, ee dia telat setengah jam. Pandji yang harusnya jadi pembuka 5 menit itu dia jadi 30 menit dia dia jadi pembukanya dan dan sedikit banyak di saat itu tuh udah udah ada kisi-kisi tentang apa yang dia mungkin karena ah materi gua ah materi gua ah dikit-dikit dia buka materinya dikitdikitlah heeh dispil dikit-dikit mau enggak mau dia tap into the Heeh repertoar iya jadinya pas pas gua nonton Mens Rea-nya di Netflix itu gua Oh, dia ngomongin bagian ini kemarin. Oh, dia jadi gue gue ingat dan ee dan apa dan enggak asing gitu.
Jadi, dari gua. Cuman yang gua penasaran di saat itu adalah apa sih arti Mens Rea yang gitu-gitu tuh kan. Ee ee nah kalau dari isi stand up-nya sedikit eh itu memang agak American style ya kalau menurut gua ya. Eh eh gua jadi keingat juga salah satu stand up comedian legendary di Amrik itu kan ada Dave Chappelle misalnya. H eh gua mengutip Dave Chappelle nih.
Itu comedy is an art form dia bilang ya it's not supposed to be safe. H. Nah, sementara kalau Dave Chappelle kan dia memperjuangkan ras, memperjuangkan ee ee eh derajat eh mereka eh American African American di sana. Nah, sementara Pandji konteksnya agak beda, tapi gayanya tuh kalau gua ngelihatnya hmm ada kemiripan ya di sana sini. Walaupun dia punya punya apa?
punya warna tersendiri yang gua suka dan itu kan bukan pertama kali di Mens Rea itu bukan pertama kali juga gua nonton Pandji. Bahkan ee dulu di beberapa event itu kita pernah ngundang Pandji untuk jadi apa? I entertainer. Heeh. Entertainer pengisi acara dan dia selalu relevan dengan dengan apa yang kita undang materinya dia tuh sesuai waktu itu salah satu kliennya e NGO di bawah UN.
dia ngomongin, dia ngomong pakai bahasa Inggris pas e itu. Terus Citibank juga pernah ee dia ya gua gua ingat gayanya. Heeh. Dan gayanya gayanya masih kayak gitulah menurut gua dan dan apa dan gua sih selalu terhibur aja gua terhibur. Nah, kemudian ada kontroversi ya kan.
Nah, yang gua sayangkan dari kontroversi dan banyak oranglah menyayangkan dari kontroversi ini adalah yang dibahas itu hanya porsi kecil dari apa yang dia sampaikan. Nilai-nilai lain yang pengin dia sampaikan dengan caranya dia itu terlupakan ya. Dan mungkin sengaja diabaikan oleh beberapa pihak kan. Jadi, jadi ee ee apa intinya creme de la creme-nya itu tuh enggak enggak enggak kayak enggak dibahas orang kayak orang enggak ngerti gitu. Mungkin yang kritik coba tonton sekali lagilah dua tiga kali.
Ee gua bukan bukan mendukung Pandji tapi gua penikmat stand up komedi. Eh, pahamilah eh again eh kalau tadi kutipan Dave Chappelle, comedy is an art form. It's not supposed to be safe. Enggak, itu aja sih dari gua. Kalau kalau Amerika berkutat sama isu racism ya artinya dia kan sistem politiknya udah baik berjalan gitu terus eudah udah lebih baik udah lebih baik guaak bro negara udah 200 tahun cuy bernegara tapi sekarang agak unik kondisinya oh iya itu belakangan entar entar itu nanti maksud gua enggak artinya itu bukan main isunya di sana gitu main isunya kan rasism makanya jok-joknya banyak rasism.
Nah, problemnya di Indonesia ini isunya adalah isu soal apa? Kalau bahasa teoritiknya itu agregasi sama artikulasi kepentingan. Jadi gimana suara publik itu bisa terus kemudian apa jadi ter apa ya didengar sama legislatif terus kemudian dibahas sama pemerintah. Pemerintah juga dengerin terus jadi kebijakan kan itu dan dan itu yang yang jadi isu utamanya Pandji kan waktu itu. Sebetulnya apa yang dia omongin kan juga bukan udah banyaklah yang bahas ya sebenarnya semua orang tahu itu.
Udah iya cuma enggak ada yang berani ngomong terbuka di depan umum gitu aja kan kira-kira persoalan enggak ada yang berani terbuka depan umum ya. Dan dan menarik yang dibilang Adwi tadi orang tuh enggak berusaha memahami ya. Dia tuh sebetulnya paham cuy cuma pura-pura goblok aja terus gua lapor-lapor aja sambung-sambungin ini. Itu karena kepentingan-kepentingan menurut gua kepentingan sempit sih. Politik yang very kalau dulu ada istilah politik praktis gitu ya.
Ini kayak praktisnya buat gua sih agak enggak jorok ya. He agak nyampah gitu. Maaf ya kata-kata gua ya. Maksudnya nyampah aja gitu kayak menjilat sih kalau gua kadang-kadang itu akhirnya keluar dari mulut dia kan. Ya gitu kira-kira.
Jadi bukan dia enggak mengerti buat gua ya ini dalam perspektif gua ya menurut keyakinan saya gitu kan gitu kira-kira. ee itu bukannya dia enggak ngerti materinya Pandji dan realitas itu yang dia hadapi sehari-hari juga cuma karena bahasanya dia terus kemudian iya siapa tahu itu satir aja sih maksudnya kesatiran dia itu enggak enggak dimengerti sama semua orang kan ngerti gua percaya orang itu ngerti cuma persoalannya belagak enggak ngerti belagak enggak ngerti terus ah siapa tah siapa tahu ini bisa jadi duit ini siapa tahu bisa jadi apa pijakan gua itu aja Ada orang-orang yang suka dengan komplain mereka misalnya kan jadi nge-fans. Wah kan pasti ada juga orang-orang yang tersinggung kan. Iya pasti dong. Enggak mungkin bisa itu orang bukan mereka doang lah yang tersinggung.
Pasti ada lagi ya. Jadi sesuatu yang menurut gua sih ya udahlah kita sebenarnya cari-cari kesempatan opportunist inense. Tapi lucu sih yang soal dia tuh tayangnya di tayangan berbayar ya di platform berbayar. Kemarin tuh gua lagi flick terus short itu ada yang jadi-jadiin itu lucu-lucuan gitu yang ngelaporin itu kan bawa thumb drive. Heeh.
Thumb drive isinya Mens Rea ya. So it's already illegal gitu. Illegal on the first place gitu. Karena lu download lu ngebajak kontennya lu bawa gitu kan. Funny.
Ya, tapi yang menarik kemudian adalah kemudian dia diadukan h diadukan konteksnya nih diadukan pakai KUHP yang baru berlaku 2 Januari 2026 kan. Padahal kejadian Mens Rea itu 30 Agust Agustus bulan Agustus ya sebelum kan KUHP ini diberlakukan. Nah, jadi ada perdebatan nih di publik nih. Kira-kira pakai yang KUHP lama apa KUHP? Kalau di KUHP lama enggak ada tuh waktu itu sudah diputuskan sama MK bahwa penghinaan terhadap lembaga negara kan dia sering banget ngomong pejabat pejabat publik gitu lembaga-lembaga tuh disebut sama dia.
He apa? Nah di KUHP lama tuh sudah enggak boleh bahwa apa lembaga negara tuh enggak bisa dicemarkan nam intinya begitulah kira-kira. Nah kalau yang baru ini dimasukin lagi di pasalnya gitu jadi ramai lagi kan karena berbarengan sama isu KUHP baru itu tadi. Betul. itu lagi yang mungkin nanti kita bisa discuss.
Iya, itu loh. Tapi balik lagi kalau ke eh stand up-nya sendiri gua gua gua gua nonton stand up udah lumayan lama lah dari zaman Robin Williams cuy. W that was my first stand up special yang gua tonton ya, HBO back in the early 2000 ya. Jadinya eh dan sejak itu gua sering nonton gua udah tahulah apa yang gua suka, apa yang gua enggak suka gitu-gitu. Nah, Pandji ini kemarin ee pas mulai agak sluggish gitu, kayak gua mesti settle down dulu, tapi akhirnya gua ketemu pace-nya dan menurut gua cukup baiklah, bagus, bagus, pretty good apalagi buat di Indonesia.
Iya. Dan enggak banyak juga stand up comedian di Indonesia tuh masuk Netflix. Hm. Iya kan? I dia bisa dapat spesial ini jadinya perlu diapresiasi satu ya kan ee walaupun apa namanya comedi chops-nya itu ya tetap harus dilatih terus apalagi kalau lu mau standar internasional ya that's why dia ada di Amerika gitu.
Heeh. Nah yang gua pengin nyambungin paralel ini ee mirip sama Agnesmo, cuy. Hmm. He. Agnes itu manggung duit bermiliar-miliar di Indonesia, tapi dia invest musik la, photoshooot ini apa untuk bisa relevan secara global.
Iya. Right. Secara internasional. Nah, Pandji ini mirip dia udah bikin spesial tapi tetap cuy gua tahu persis man maksudnya gua karena nge-fans sama eh stand up ya. Jadi gua tahu kehidupannya mereka yang dari jadi dormen kagak dibayar sebagainya grindnya itu ya itu yang dia lakukan di di New York sana jadinya eh ya itu lu musil respect lah his iya dedication to the craft ya itu tuh perlu di inilah e much success semoga dia bisa terus gua gua dukung menyuarakan aspirasi nah pertanyaannya sebelum kita move Heeh sebagai brand hm apakah lu akan menempelkan diri lo atau brand lo dengan Pandji in future events.
Apa lu menarik diri dari dia? Karena dia ngomongnya kan lumayan vokal and ada hal-hal yang menuai kontroversi lah. Itu pertanyaan gua sebagai ahli brand silakan. sebagai ahli brand lag lah lu kan pernah dikerja di brand juga gua sih gua rasa in the future gua tetap akan consider sih karena positioningnya Pandji itu em the kebetulan kalau brand yang gua represent kan it's not like highly political locally ya maksudnya jadi it's a little bit more flexible lah in that sense. Tapi secara kritik yang dia berikan kan sebenarnya tadi karena dia comedian terus juga dia satir gitu menurut gua dia enggak menyerang offensif yang gaya-gaya ini sih e a bad association between brand dan dia.
Iya. He jadi I would still work with him. E especially kalau konteks event produknya sesuai dengan e persona dia ya. Gua sih I definitely still work with Pandji. Kalau gua sih gua sih eh ya kita ngelihat segmennya Pandji itu siapa.
Segmen brandnya siapa. Kalau ketemu segmen brandnya dan segmennya Pandji Sofyan nih kan enggak masuk enggak masuk masukak. Dia sukanya yang pertama opener. Sofyan enggak masuk. Jadi kalau kalau misalnya stik golf gitu kan gitu kan suka dia stik golf itu enggak mungkin gua pakai Pandji swing-swing golf gitu kan enggak mungkin tapi kalau misalnya ee ee padel gitu kan mungkin beda beda ininya bisalah ee ee apa i ya balik-balik lagi segmentasinya itu jawaban gua iya gua bukan apa namanya ahli brand juga kan maksud gua itu make sense artinya kan lu kan pada pragmatis aja kan how to sell sell sell aja kan cuma maksud gua gua lebih lihat bahwa ini what value he represent gitu aja iya kan maksudnya kalau memang produknya sesuai dan memang ee personanya dia masuk ya kenapa enggak iya maksud gue jangan akan menjauhkan diri gitu oh enggak enggak juga cuma what value he represent kalau kebetulan misalnya ada lembaga atau apa mau mau pakai silakan aja maksudnya tergantung juga kan biar biar kita ramai nih dinamikanya publik tuh jangan homogen gitu loh jangan sampai dia dipenalize gitu karena melakukan hal melakukan ini karena kan ini kan sesuat iya jangan sampai dia dengan edukasi dengan gayanya dia sebagai komedian tuh malah dipanalize oleh brand iya iya kan heeh enggak boleh itu kita harus apa ya orang yang mau bersuara toh apa yang disuarakan ya fakta fakta cuma dia menyuarakan dengan cara Iya itu bebas aja kok menurut gua.
C dulu kan zaman-zaman itu ada bagito lah, ada apa warkop ya. Ya itu dulu celaan fisiknya lebih gila. Lebih gila slapstick pak lebih lebih barbar sebenarnya ya. Uneducated gua dan mungkin karena waktu itu kan segmen orang-orang yang nonton kan begitu. Heeh.
Penontonnya belum relevan. Belum belum ya engak belum tksp. Iya ya. yang dipahami caranya itu ya itulah caranya kan gitu. Jadi how we place him aja di di tempat yang tepat.
Kalau gua ya gua setuju ya jangan dipenalize enggak dong enggak boleh enggak boleh. Ya, I think kita maksudnya kita-kita nih yang punya impact juga, punya influence terhadap whether or not brand melakukan sesuatu ya kita juga mesti mendukunglah jangan sampai ee yang seperti ini tuh kayak kita jadi penalize yang akhirnya menghalangi orang-orang seperti Pandji ini untuk tumbuh berkembang cuy. Dan dan ini yang bedakan kita ya maksud gua sebagai agensi ya kita kan punya peraturan perusahaan. H karena itu kenapa muncul peraturan? Karena kita setiap bekerja tuh based on value kan value yang kita memang yakini bersama kan gitu ya.
macam-macam lah itu. Oke, tadi kita sempat mention sedikit, gua penasaran eh pandangan lu gimana, Sofyan? KUHP yang baru ini eh ada yang main take away-nya enggak menurut lo ee yang Oh, main take away gua ya sama buat lu lah. Buat gua ya dan yang lain engak tahu nanya nama KUHP kita yang lama itu lu tahu enggak berlakunya itu dari zaman Belanda. Entar dulu exact date-nya tahu enggak lu berlakunya tahun berapa?
1600-an. Enggak, enggak. 19 18 udah 100 something years gitu. Lu percaya dong bahwa itu harus diubah lah inense. Dan waktu itu kita belum merdeka Indonesia merdeka 80 tahun ini kayak 18 cuy gua enggak kebayang sih.
Kita merdeka tahun 45 berapa tahun? 80 tahun. Iya. Nah, itu artinya kan ada sebetulnya eh kalau lu bicara kita bicara hukum ya peraturan yang ngatur kita tu banyak banget dan kita terlalu jadi orang tuh bisa milih-milih sebetulnya kalau mau pidanain orang, mau ngelaporin orang, mau itu segala macam itu sebetulnya bisa dilakukan. Nah, cuma persoalannya filteringnya itu sekarang di aparat penegak hukumnya ini mau dijalanin apa enggak.
Jadi udah sense dia aja maksudnya apakah ini kemudian judgement menimbulkan gejolak atau enggak segala macam jadi banyak lubangnya lah itu apa namanya di KUHP lama. Jadi, gua menyambut baik in general ya secara umum gua menyambut baik KUHP yang baru ini. He. Paling enggak dia disusun oleh kita nih, oleh lembaga-lembaga negara kita nih. kita sendiri yang kalau dulu kan yang nyusun kan ada enggak gua enggak ingat tentang apa eh date-nya ya mungkin yang nyusun masih Volksraad ketika perwakilan kita tuh masih sedikit dan dan yang mengesahkan juga apa pemerintah kolonial yang jelas-jelas mau menjajah kita dan eksploitatif balik ke yang tadi yang mengadukan tuh boleh orang hanya boleh orang tua he pasangan sah dan anak oke jadi kalau lu tadi tetang enggak Bisa enggak?
Bisa enggak bisa. Dan sekarang bisa sekarang enggak bisa masa dulu. Dulu dulu sorum yang baru ini sebetulnya enggak bisa jugais juga bisa juga. Tapi kan itu hukum Heeh. hukum hukum akamsi biasanya.
Iya. Hukum akamsi itu yang yang berikutnya katanya. Nah, ini yang tadi kita sudah sempat mention ee kembali lagi pasal soal ee apa penghinaan terhadap lembaga negara. Dulu enggak ada. Tapi dalam dalam perspektif gua, biarin aja.
Kan kita juga punya mekanisme lain. KUHP itu kan undang-undang. Undang-undang bisa kita ajukan lagi ke Mahkamah Konstitusi. Mahkamah Konstitusi bisa bilang itu me-refer ke putusan sebelumnya. Ya, banyak ahli hukum lah.
Maksud gua yang ada waktu itu pasalnya apa ya? Jadi putusan hukum sebelumnya misalnya itu bisa jadi apa namanya istilahnya gua lupa ya namanya istilah-istilah hukumnya itu apa jadi preseden lah untuk ee apa putusan yang berikutnya gitu kira-kira. Ee jadi udah biarin aja ini bagian dari proses kita bernegara kalau enggak ada yang happy ya. Nah, yang terakhir sebetulnya ada soal ini apa ee katanya pemidanaan baru misalnya sekarang sudah ada kayak kemarin si Laras kan akhirnya ada apa? Oh, divonis 6 bulan tapi bebas.
Tapi bebas enggak enggak usah dijalankan lu apa diawasi gitu. Misal perc hukuman percobaan dulu kan belum ada itu yang restorative justice itu maksudnya. Jadi kan ada ada apa prioritas terhadap restorative justice katanya. Iya. Terus ada jadi restorative justice itu kayak gimana bentuknya?
Apakah misalnya ee ee mukul orang di jalan, habis itu minta maaf kayak selama ini berlaku gitu. minta maaf sudah lepas dari hukuman. Iya. Jadi apakah itu di jadi restorative justice itu kayak misalnya pencurian ayam gitu misalnya ya lu nyuri ayam kalau lapar karena karena lapar. Contohnya di Aceh kemarin gitu misalnya ada bencana terus lu curi di lu kan jarah Indomaret gitu misalnya terus tapi lu lakukan itu karena enggak ada yang lain gitu.
He. Tapi kan kalau hukum positif kan bilang tetap lu harus dipidana dong, apapun alasannya. Kan gitu. Lu enggak enggak bicara motif kenapanya, tapi kelakuannya kan. Maksud gua kalau bicara hukum formil itu artinya itu harus dihukum.
Nah, sekarang bisa misalnya oh di restoratif aja karena misalnya enggak enggak terlalu punya dampak misalnya gitu-gitu loh. Ada gitu-gitu ya. Yang menarik ini soal pemidanaan mati. Sori hukuman mati. Kalau dulu hukuman mati, ya udahlah lu dihukum mati terserah kapan mau eksekusinya gitu.
Kalau setelah divonis sudah PK udah udah udah udah ingkrah lah, udah udah berkekuatan hukum tetap. Tapi sekarang setelah dia berkekuatan hukum tetap dia harus minimal ada masa percobaannya 10 tahun. Jadi ketika dia apa namanya berkelakuan baik tiba-tiba dalam jangka waktu 10 tahun itu lu berubah bisa ada peluang bahwa itu enggak jadi dihukum mati. hukuman seumur hidup penjara bisa jadi. Nah, ini yang disorot sama kalau orang-orang liberal kan setuju aja karena kan kita sudah lama-lama bilang bahwa hukuman mati.
Orang-orang yang pro sama HAM kan menolak sebetulnya hukuman mati kan. Tapi karena ada ini berarti dia dukung dong. Tapi orang-orang kayak misalnya si Hotman Paris punya perspektif lain. Dia bilang bahwa wah nanti itu surat kelakuan baik akan diperjual belikan. Berapun harganya dibayarlah misalnya lu minta 50 lah daripada lu dibunuh kan gitu.
Tadi diperdagangkan diperdagangkan. Tapi itu kan isu lain ya, artinya itu kan soal mekanisme enggak yang tiba-tiba dia di penjara dikasih surat kelakuan baik kan enggak mungkin juga di orang-orang yang pro sama HAM ini disambut baiklah tapi di sisi lain kan orang-orang yang butuh misalnya narkoba dulu langsung hukum mati gitu-gitu jadi emang pro kontra aja ini kan cuma dan yang menarik sekarang kalau enggak salah ya jadi pengacara itu sekarang ketika diperiksa gitu itu pemeriksaan tersangka atau di proses penyelidikan-penyelidikan itu sudah bisa dampingi tersangka dan bisa ikut bicara gitu menjawab segala macam. Kalau dulu enggak. Dulu cuma disuruh duduk diam yang ditanya ya si apa ee tersangkanya gitu. Jadi artinya ada ada perlindungan buat apa tersangkah gitu kira-kira.
H hak-haknya lebih lebih baiklah bahwa ada yang kurang sana sini gua akui ada lah pasti namanya produk hukumnya tinggal itu tadi kita punya mekanisme ke apa Mahkamah Konstitusi lah dan lain-lain ya sudah itu dijalankan aja nanti suara kita publik juga ikutan bicara kan gitu. He yang lain ada yang mau di-highlight? Kalau gua sih cuman dari sudut pandang yang tadi Sofyan sudah ngomong juga sih ini kan modernisasi hukum pidana aja ya. hukum yang sudah lama, yang sudah enggak relevan ee yang ee kalau kita bilang dasar negara kita Pancasila yang sebelumnya itu enggak mengacu ke Pancasila juga. Pancasila kan adanya setelah iya itu gitu.
Jadi ee undang-undang dasar segala macam. Jadi gua rasa ee ee ini adalah update dan sebagaimana halnya kalau kita update aplikasi di ee perangkat h perangkatnya jadi lebih baiklah. Ada bug di sana sini ee ee itu nanti akan ee iya akan diselesaikan ada patch-patch nantinya lah gua rasa ya. Heeh. Ya, gua rasa kita sambut baik mudah-mudahan implementasinya juga baik.
Eh, dari gua cuman dari sisi brand ya, maksudnya ini sebenarnya implikasinya lumayan banyak dan eh harusnya over the next couple of episodes kalau bisa kita datangin eh teman-teman yang emang bergerak di bidang hukum. Setuju? Jadi bisa biar lebih indepth lagi eh ini gimana nih? Karena buat brand itu misalnya pasal 45 sampai 50 ya kan KUHP yang baru ini nih ada hubungannya juga dengan akuntabilitas sebuah brand gitu. Jadi bukan karena just because yang ngomong si influencer ini lu lepas tanggung jawab atau yang nyaranin nih agency-nya lu lepas tanggung jawab kayaknya udah enggak bisa kayak gitu.
Nah, eh I don't even know if I agree or disagree with it. Tapi maksudnya itu tuh for a fact mempengaruhi the way kita interact with brands, dengan influencers, mungkin dengan content creator. Karena jadinya eh perusahaan at least from this perspective ya itu akan dituntut menjadi lebih accountable accountable gitu ya kan. Jadinya kayak essence-nya gua setuju ya harusnya iya sih tapi apakah harus secara hukum? Nah, itu yang gua gua karena itu membatasi kreativitas gitu-gitu terus jadinya mempersulit kayak gua mau engage jadinya eh tunggu dulu dia siapa, ininya siapa itunya.
W maksudnya kayak orang mesti sempurna gitu untuk bisa kita eng harus benar-benar kayak pada akhirnya kan bisa mandek ya. Sedangkan kita eh gua cuman pengin promote botol ini cuy. masa gua harus ngecek bapaknya siapa, ininya siapa pernah memberontak apa enggak. Karena bisa diasosiasikan dengan kita itu a little bit eh tricky lah walaupun kita enggak tahu nanti pengaplikasiannya kayak gimana ya, tapi at least itu mungkin bisa dilihat lagi ya. Gua rasa bagus itu episode sendiri nanti udah lebih deep dive lah soal KUHP baru gitu.
Gua setuju sih kadang kita juga bukan ahli hukum juga. Exactly. Ini kan dari perspektif kita aja L. Oke. Nadiem Nadiem ya kan.
Ini nih lucu nih. Of course kita punya grup internal lah. Di grup ini kita lihat ada berbagai perspektif nih. Ada yang lebih ee apa namanya? Pessimistis, ada yang optimis ya kan menanggapi kasus ini.
Jadi kita bawa lagi nih ke meja dengan semua yang telah direveal sejauh ini ya so far. Tapi ini our lah on the matter jadinya take it with a grain of sal. E the room gimana setelah melihat apa yang sudah direveal pengadilan and just how everything is transpired lah menurut kalian anything yang caught your attention? Ya, I think there's a lot of strange behind the case dan startup mindset ya, maksudnya the the WhatsApp group before the official apa itu I feel like it's diadain gitu kayak lu belum belum official jadi terus lu udah ngomongin how to get things started quickly gitu kan. Ya, he itu kan dia kan sebenarnya mindset start gimana nih we move the needles faster gitu terus ketemu birokrasi simply like that sih dan juga another thing is expectation ke dia tuh kayak gede banget ya maksudnya as a as a name dia tuh anak bangsa eh punya kepintaran dan e punya kemampuan untuk bangun super app i think expectation wise tuh benar-benar besarlah ke Nadiem ya jadi menurut gua all of unfortunate.
Dia kayak wrong person in the wrong time aja sih buat dia. Heeh. Dikait-kaitin enggak sih semuanya? Ada investasi Google lah, ada ini, ada itu, ada a lot of strings attach. Jadi it's not about him gitu.
I think it's a lot of ini ya enggak cuma satu orang, enggak cuma dia gitu. yang mungkin kalau dia di perusahaan swasta, it's ok dia melakukan itu. Kita a lot of business sama kita klien kita open aja ya 90% kayak lebih kayaknya ya 95% kayaknya klien kita kan swasta. Swasta. Heeh.
Iya kan lu tahu proses kita misalnya kirim quotation, kirim tagihan, bayar kerjaan ini itu ya di quation kerjaannya kita itu ya switch ya dari misalnya tukar guling bahasanya kan kita sering bilang oh tadinya ada lima preskon apa ada presis gitu jadi satu preskon whatever lah kita suka tuker-tukar gitu ya selama value-nya sama selama value-nya sama tapi ketika lu melakukan itu di perusahaan BUMN atau di perusahaan. Ada perusahaan BUMN yang kita lakukan itu, tapi kan ada prosedur tambahan kayak misalnya lu harus adendum kontraklah, inilah di perusahaan. Eh, sori kalau ketika lu berkontrak sama pemerintah, lembaga pemerintah, lu bahkan enggak bisa melakukan itu. Hm. Dengan kecuali dengan catatan-catatan lain itu tadi ada Doom yang lebih kompleks kayak yang dia lakukan kalau di perusahaan swasta it's ok.
Tapi persoalannya ketika dia melakukan itu pakai uang negara kan gitu. H harus ada ee kita ngong kalau bisnis gagal lu terus rugi it's ok. Kita juga sering invest ratusan juta apa hilang duitnya apa kan it's ok gitu enggak ada masalah. Oh ya udah biasalah gini-gini. Tapi kalau negara uang seperak pun itu jadi persoalan.
Itu yang jadi persoalan. Artinya gua ngelihat dia kurang pruden sih. H h. Gua bukannya gua menjudge ya, tapi emang ada yang disayangkan dalam proses-proses pengadilan ini. Satu, dia enggak dikasih kesempatan untuk bicara.
Kemarin kan sempat aneh. Heeh. Terus habis akhirnya akhirnya pakai suri ada yang hakim mau ke mana cuy? Lu ada yang pakai baju loreng kostum. Buset itu masalah itu apaan nih?
Terus tuntutannya tadinya apa ada WAG segala macam, tapi ternyata enggak gitu. Itu itu itu ya. Elah kita sebelum dapat project kok kita suka udah bikin ini kan ada satu klien kita nih yang belum berkontrak tapi kan kita sudah bikin WAG. Jadi masalnya itu kan mindset aja ya masalah mindset gitu. Iya biar cepat aja gitu kayak lu pengen move the needle cepat lah pokoknya.
Iya betul kan gitu. Ada Wi ada Wi. Eh apa dia orang Arab ya bukan ya? Enggak ya kayaknya middle enggak lah anjidak ada berapa persen lah persak matanya abu-abu anjing anak-anaknya lu kagak lihat matanya iya iya iya dia orang Indonesia bisa kayak gitu orang Indonesia tapi keturunan gitulah bahasanya bukan orang Arab juga lagi dia ngomong Arab tadi kan yang bener dong vocab-nya iya ee iya ee kalau gua ngikutin di awal-awal habis itu gua lost interest ya karena karena itu mungkin mungkin tadi ya kita tuh sudah ada kisi-kisilah sebelum ee ee apa ini bergulir dan segala macam dan to certain degree gua udah tahulah arahnya ah kena nih ee sangat sangat disayangkan iya jadi gua e gua enggak ngikutin lah oke heeh ee kalau gua itu yang yang kemarin ada di highlight beberapa orang itu kayak misalnya tuduhan yang di awal bahwa WA grup itu diciptakan dan isinya gini-gini kagak ada cuy ternyata sedangkan lu dengan announce itu 3 4 5 bulan lalu lu udah membuat dia terlihat bersalah, cuy. Iya, itu masalah tuh.
Itu tuh kan enggak boleh kayak gitu kan. Framing framing. Exactly. Lu difame seperti seolah-olah lu udah berspol ada Mens Rea. Tadi kan dia kena Mens Rea ya kan?
Iya. Heeh. Betul. Terus ee Google pun angkat bicara Google bos lu pikir Google bisa main sogok-sogokan kayak di kampung? Bisa, bisa.
Lu gila perusahaan kayak gitu kagak bisa, Bro. Sebagai informasi ya buat yang mungkin belum ya terinformasi gitu ya. Eh perusahaan-perusahaan Amerika yang bekerja maksudnya berinvestasi di luar negeri termasuk di Indonesia itu harus patuh namanya sama FCPA. Jadi ada undang-undang di Amerika tuh Foreign eh Corrupt Practices Act. Kalau lu mau lu mesti patuh ini kalau ada hukum itu.
Jadi kalau perusahaan-perusahaan itu melakukan Amerika ya, perusahaan Amerika tuh nyogoklah apalah yang melanggar prinsip-prinsip akuntabilitas itu ee dia bisa ditangkap bukan oleh kita, ya bukan sama negara kita, tapi sama FBI, sama perangkat hukumnya Amerika lah ya. He itu kita kemarangkap karena gitu FIFA cuya pernah juga tu gede banget. Benar. Jadi hal-hal kayak gitu ini supaya paham. Makanya Mercy ngomong sekelas Google cuy.
Jadi bukan cuma jadi jangan berprasa enggak buruklah kira-kira gitu. Iya jadinya banyak-banyak apa namanya ee tuduhan-tuduhan apa yang disampaikan di awal-awal ee persidangan tuh pas di-reveal enggak ada barangnya gitu. Dan itu gua gua enggak ngerti gini gini gini gini kita mesti mengerti bahwa jaksa-jaksa itu itu tuh tetap kita yang gaji cuy ada fungsinya dan fungsinya itu salah satunya untuk melindungi kita. Heeh. Lu bayangin enggak kalau misalnya mereka melaku lu knya ini analoginya agak kasar tapi gimana sih kayak lu dikasih makan gitu ya?
anjing kasih makan gigit lu. Ini ini jelek banget analogya. Please help me find a better one. Tapi pada saat ee jaksa, perangkat hukum sudah digunakan untuk berbalik menyerang masyarakat, rakyat, literal people ya yang sudah ee istilahnya butuh perlindungan mereka itu tuh ngeri, man. Iya.
Right. Gua gua ngerti bahwa di balik ini it seems there's something else. Iya. Yes, itu itu gua setuju lah, gua sepakat kayaknya about group of people, right? I kan itu itu jelas lah.
E at least eh kita percaya itu. Tapi at the same time kalau sampai orang sekelas Nadiem bisa digituin, Bro, kita enggak ada harapan, Men. Digantung enggak sih suka-suka? Heeh. Iya, itu yang gua ngerinya di bagian itu pada saat hukum udah kayak alat buat mainan aja gitu.
Iya. Ya, dan itu kan yang sebetulnya dipersoalkan kan sama sudah banyak disuarakan ya, terutama ketika KPK waktu itu. Jadi sebetulnya hukum tuh ya hukum aja bukan alat kekuasaan. Exactly. Dan dan gua udah kita udah ngomong soal ini agak yang mencemaskan sebetulnya beberapa waktu terakhir dan ini bukan yang pertama yang high profile kan ada serinya nih ada serinya betul dari di negara fiktif ini ada ada orang-orang karakter-karakter tertentu yang sudah keseret loh ini yang jelas-jelas itu kita sudah tahulah ceritanya dan di di otak kita tuh sudah kita proses kita tanya sama orang-orang ini orang enggak bersalah cuy kenapa mereka ada di situ termasuk yang terakhir siapa yang lu bilang yang tadi dibebasin laras laras dia enggak bersalah cuy ngpose kayak berekspresi lah iya just because dia langsung bebas gua tetap enggak setuju dengan keputusannya karena dia dianggap bersalah tapi hukumannya ringan gua that's messed up man sedangkan dia melakukan itu untuk itu memperjuangkan hak-hak hak-hak kita sebagai iya masyarakat rakyat gitu kalau orang-orang kayak dia bisa ditindas bisa diangkut hilang 3 bulan 6 bulan, Bro.
Ini mau ke mana negara ini? Ya, iya gitu. Itu ada teorinya tuh. Jadi, kita percaya kalau negara kuat itu biasanya kewenangannya sedikit tapi capacity-nya besar, kapasitynya bagus. Jadi, kewenangannya enggak banyak kayak lu bilang kontrak sosial waktu itu ya.
He. Nah, Indonesia nih agak kewenangannya banyak, luas gitu tapi capacity-nya masih Heeh. Sorry ya, harus diakui kurang. Iya. Iya.
ini nih eh ada juga diskusi lainnya itu antara small government sama big government ya kan eh dari negara-negara di awalnya dicetuskannya itu tuh sudah diskus diskusikan biasanya kan eh kita pengin government yang small government ya kan jangkauannya pendek tapi padat solid dan udahlah kita perlunya itu. Tapi ada juga mungkin negara-negara yang dari awalnya he ee tangannya panjang bisa masuk misalnya bisa masuk ke mana-mana. Tapi bukan berarti yang satu lebih jelek dari yang lain. It just works for some countries and it doesn't work for other countries lah. Masalahnya kalau lu menerapkan yang satu tapi tidak dengan cara yang benar itulah yang jadi bermasalah.
Iya. Nah, sori satu hal yang mungkin sangat disayangkan itu tadi soal kita sudah kecenderungannya nih sekarang kayak negara kuat lah bahasanya tuh ada gitu cuma perangkat hukumnya dijadikan alat politik itu yang jadi persoalan. Kalau dulu kan KPK ingat enggak lu sih zaman-zaman dulu lu tangkap menteri tangkap aja menteri waktu itu gua ingat SBY sebagai presiden ngomong menghormati hukum apa dia enggak bisa melakukan apa-apa itu karena itu bahkan besannya cuy enggak loh dulu hah Annisa eh Pohan ibunya apa orang besannya besan besannya kan besan ditangkap gua ingat heeh ee gubernur BI waktu itu kalau enggak salah ditangkap cuy terus proses menghormati omongan-omongan waktu itu kan Kita juga udah ada lah di grup-grup elit gitu maksudnya grup-grup petinggi-petinggi bukan elit banyak duitnya elit maksudnya hubungan hubungannya udah high level lah punya akses punya akses dibilang omongannya tuh kayak ini tega banget ya SB ya besanya sendiri gini gini itu omongan-omongan itu keluar tapi dia menghormati dia betul kata Rocky Gerung dia orang militer tapi sipil hm nah ini persoalan yang sekarang nih kok terutama sejak Jokowi ya ketika polisi sudah mulai banyak perannya sekarang orang gitu-gitu. Nah, mulai nih alat hukum APH dijadikan alat politik ini dari perspektif menurut keyakinan saya menurut keyakinan masukin masukin itu ya menurut keinan saya message-nya kayak gua gua enggak mau ngomong sinilah iya iya tapi gini ingat enggak yang Pertamina-pertamina itu kasusnya oplosan rame-rame itu apa tah di dakwaannya enggak ada itu oplosan-oplosan cuma persoalan kontrak aja jadinya ya kan memang enggak ada oplosan juga iya memang itu blending memang memang memang metode blending Wajar kanya itu kan cuman suara di sosial media netizen yang enggak paham. Iya.
Dampaknya apa coba? Apa gini gua ngobrol sama teman-teman di Pertamina banyak kalau SPBU kita enggak di enggak apa enggak laku itu h apa namanya pertamaknya enggak laku ininya akhirnya orang ke yang swasta ke swasta-swasta kan sampai stoknya habis. Tunggu dulu. Jadi emang kagak benar yang bahwa ada yang suka jualan enggak benar? Gua enggak bilang benar enggak benar ya.
Itu kan lah bukan yang udah dites gitu-gitu cuy. Udahlah itu kan highly regulated lah. Enggak mungkin lu dari atas sampai ke bawah itu barang yang lu dites dari mulai dia barang tuh datang sampai dia dijual ke apa namanya ke konsumen itu ada pengawasannya loh salah sedikit bisa dihukum segala macam. Enggak. Bukan yang per unitnya ini bisa bermain juga mereka.
Maksudnya bisa tapi pengawasannya pun berlapis-lapis. Enggak cuman tapi tetap ada yang bocor kan. I maksudnya ada yang bermain ada juga kan kita kebocoran under misalnya 2 3% sih gua rasa sih enggak ada persoalan lah maksudnya itu wajar gitu misalnya ada kurva normal kan kita tahu iya masalahnya yang di swasta di bawah 0,1% serius loh gua enggak tahu tapi ini ngerti kan maksud gua iya ya gua paham jadinya ya kita well that that's what good reputation man will give you kalau reputasi lu jelek Ternish dengan satu du kasih yang menurut kita 3%. Tapi 3% kalau dari berjuta-juta galon itu berapa? Kan iner scheme of things tuh besar.
Iya tapi kan gua kita bicara di kondisi ideal. Betul gua setuju itu terus ini kan kita negaranya juga enggak belum ke sana lah. Bro dari pertama aja gua udah enggak lu ngapain sih jualan bensin? Suruh aja lah swasta ribet banget mesti pakai bikin usaha sendiri. Udah lu majakin aja bro.
I kagak bisa rugi dong kalau lu majakin lulusan Amrik begitu tuh kan dosa lu. Kenapa lu harus ikut bermain lu? Lu wasitnya tapi lu main juga. Pasal 33 pasal 33 dikontribit bro. Pasal 33 tetap bisa dilakukan dengan swasta enggak ada masalah.
Bisa sebetulnya bisa aja kan lu tinggal bikin aturannya. Literal literal tiga-tiganya literal harus gua yang kontrol. Iya kalau itu kan orang banyak ini soalnya enggak juga ini cuma dikuasai oleh negara. Nah, ketika negara menguasai terus yang mengelola kan gitu. Tapi kan lahan basah buat mereka.
Kenapa harus kenapa harus gua kasih orang lain kalau gua bisa? Eh, sekarang Adwi tadi barusan mention yang tentang social media limitations nih buat anak-anak kayaknya mau keluar PP. Oh, I PP kayaknya mau keluar dari PP. Ee ee sekarang nih kan lagi digodok katanya PP apa undang-undang PP Government Regulation nomor 17 2025. 2025.
Eh, 2025 undang-undangnya apa? Kagak tahu ini. Pokoknya saya enggak undang-undang merujuknya ke mana? Enggak, enggak tahu. Eh, Komdigi, Komdigi di bawah Komdigi dia.
Iya. IT PP-nya di bawah Heeh. PP-nya di bawah Komdigi. Kemungkinan besar ee merujuk kepada Undang-Undang Transaksi Elektronik Iya. ITE ya kan ee ITE ee yang mengatakan sebenarnya enggak enggak ribet-ribet amat sih ee yang mengatur tentang ee apa pembatasan penggunaan sosial media bagi anak.
Gua setuju langsung setuju ya. Ya maksudnya semua orang juga akan setuju lah. Negara-negara lain sudah melakukannya. Terbaru Australia. Iya.
I hampir hampir semua negara maju sudah melakukan ini sih. Iya. Denmark, Perancis pertanyaannya kita negara maju bukan kita negara mundur. Amerika mundur luimis gitu dong. Negara mundur NM.
Tapi Iya, tapi kan kalau gua dari sisi gua sih gua belum ngelihat drafnya ya, gua belum ngelihat isinya tuh kayak apa. Tapi mungkin batasannya tuh masih di ee anak umur berapa nih itu bisa membuat akun perincian kebijakan baru mulai Maret 2026. Oke. Usia kurang dari 13 tahun itu akses sangat dibatasi. Usia 13 sampai 16 tahun akses medsos memerlukan persetujuan dan pengawasan orang tua sesuai kategori resiko platform.
16 ke atas dianggap bisa mengakses platform berisiko tinggi dengan persyaratan lebih ketat. Nah, oke yang yang menjadi subjek aturan ini tanda artinya itu adalah platform kan. Platform yang harus bikin syarat dan ketentuan. Iya, perform yang harus bikin screening untuk ini. Nah, ini gimana nih caranya?
Loh, enggak email bisa loh. Email itu lu harus masukin nama apa gitu-gitu ya. Orang bisa aja bikin email tepu-tepu. Iya, tapi sekarang udah enggak segampang dulu sih. Iya, enggak segampang dulu karena ada verifikasi nomor handphone terkait lagi ke nomor handphone.
Lu bikin nomor handphone sudah sekarang sudah terkait sama kakak. Nah, makbnya panjang banyak pasti ada mekanismenya, Wi. Udah orang-orang pintar itulah sudah mikirin. Iya. I dan ya kalau dengan ya dengan logika itu harusnya ee kita sepakatlah bahwa anak di bawah umur penggunaan sosial medianya harus dibatasi.
Heeh. Ee banyaklah penelitian bahkan ya yang mengatakan bahwa ee ini enggak baik, ada cyber bullying, ada apa, ada apa ee terhadap e iya eksploitasi, tumbuh kembang anak segala macam. Banyaklah kita sepakat lah. Gua ingat banget dulu apa waktu nonton itu jam 10 malam gitu ya. Em gua udah bawa sapulid men.
W boleh menonton tidur tidur tidur aja waktu itu gua ingat banget tuhonak anak-anak sekarang jam 09.00 jam 10 kadang-kadang masih bareng handphone ya kan. Iya. Ah gua kadang dengar jam 1. malam masih cutak cutik cutak cutik itu gila gitu. Kadang-kadang kan sebagian orang tua ee membebaskan itu karena mungkin entah sayang anak, mungkin karena enggak mau anaknya tertinggal dari globalisasi, pertemanan, sosialisasi segala macam.
Tapi kalau dengan adanya aturan, nah ini kan logika yang sama yang digunakan di Australia. Begitu lu punya landasan hukum yang bisa menjadi senjata orang tua terhadap anaknya, ya gunakanlah, "Hei anakku, ini ada peraturan pemerintah Republik Indonesia. Negara di mana kita bernaung, taatilah. Kalau tidak engkau adalah ditangkap polisi. Tangkap polisi.
Dulu kan takut banget, cuy. Panggilin polisi nih. Mati gua. Ini kalau enggak salah bukannya orang tuanya yang bisa dimasalahin ya? Ah, enggak tahu.
Dalam konteks ini. Kalau enggak salah deh. Aku be wrong. Of course. Sanksi pelanggaran ya.
Heeh. Coba sambil kita ngobrol yang lain. Nah, kemarin itu gua sempat di episode yang sama Alex Guubisono yang Wapem Red Kompas TV itu ada Reza kan gantiin lu Stef lu lagi cuti. Itu menarik juga sih kan Reza ngambilnya dari perspektif sosiologi. Menurut dia sebelum masuk ke rana hukum itu alangkah idealnya kalau dalam lingkup sosial terkecil which is keluarga ya kan.
Itulah di mana hal-hal tersebut bisa dikoreksi. Jadi, jadinya balik lagi dari perspektif sosiologi itu unit sosial terkecil itu keluarga itu kenapa harus sampai negara masuk kalau misalnya bisa dibenahi di ranah keluarga. Sayangnya kan emang enggak terjadi lah idealnya begitu. Tapi idealnya begitu. Sekarang jadinya lagi-lagi government semakin panjang tangannya udah masuk lagi ke dalam ranah keluarga.
Ini nih gua enggak ngomongin benar atau salah lah karena gua ada setujunya juga. He. Tapi kenapa dilakukannya itu? Menurut gua mungkin yang lain bisa nambahin ini kan karena sudah berapa kali juga kita ngobrol anak-anak kecil ini belum siap cuy untuk menerima informasi-informasi yang ada di sosial media. Gimana mereka punya mentalitas cara berpikir, cara bekerja, what they consider as success, eh hidup mesti seperti apa, cuy.
Kalau lu diajarin dengan kepapar dengan hal-hal yang kurang akurat ya, pada saat lu umur 12, 13, 14 ya, lu bisa kacau, man. Iya, betul itu betul. Dan iya em algorithm tuh jahat sih kalau menurut gua kalau untuk anak-anak ya. Maksudnya enggak sengaja dia swipe satu suatu konten atau yang di forward sama temannya kebuka. Dia enggak suka sama konten itu dia tutup.
Tapi algoritmanya bawa kontennya terus. Heeh. Jadi nanti muncul muncul muncul jadi di feeding gitu. He. Tapi tapi ngomong-ngomong soal konten yang kurang akurat diterima umur di bawah umur itu ya kayak ini kan lagi isu lagi lagi kencang banget isu soal salah satu crypto influencer ya eh Timothy Ronald.
Timothy Ronald dia kan itu juga sama maksud saya dia itu memberikan ilusi bahwa gampang cuy cari duit. Lu enggak usah sekolah enggak usah lu sekolah bodoh lu sekolah. H iya terlepas itu benar premis itu premisnya. Iya maksudnya dia enggak sekolah, dia enggak kuliah. Pokoknya intinya lu main crypto aja.
Crypto is the future gitu. Terus dia juga ikut pengajaran kan edukasi. Makanya sekarang dipermasalahkan. Oh karena dia memperjualkan kelas kan. Jadi orang-orang itu belasan ribu orang itu subscribe, subscribe ke Discord dia.
Lu sebulan eh lu beli beli subscription tuh per tuh ranging dari Rp2 juta sampai Rp8 juta per orang. Buset lu kali lu kali aja berapa ratus ribu orang yang ada di Discord dia. Itu yang dipermasalahkan. Jadi itu kaitannya dengan diskusi ini adalah konten-konten yang begitu itu kan dengan mudahnya terpapar ke anak-anak dan mereka dengan mudahnya berpikir bahwa itu adalah realita. Exactly.
Iya. Exactly. Eh, dan dan gua menyaksikan secara langsung ya. Dulu lucunya pas abang gua berangkat kuliah itu he bokap gua pergi kan. Wah rusuh deh tuh gua sebulan enggak ada yang jagain kan.
W asik dia masuk kuliah gua masuk SMA rusuh cuy. I kan Mercy kacau pada saat itu. Asik. Gone wild. Heeh.
Vacum of power tuh benar-benar nyata di rumah gua dulu. Tapi pas dia balik ada dua hal yang dia sampaikan gu satu hal tapi dua dua dua hal yang terkait gitu. Oke. Ternyata pas di sana placement test itu yang dites cuma dua. He.
Matematika bahasa Inggris. Gua langsung tak gua ambil tuh. Literally man gua pas SMA itu gua enggak peduli yang lain. Gua cuman belajar matematika sama bahasa Inggris. Udah.
Dan benar emang pas gue nyampai sana ditesnya itu gitu. Bukan sesuatu yang salah. Tapi I'm just saying how powerful a simple message yang dia ngomong cuman sekali ya, bukan kayak tiap malam ngecekin udah belajar matematik kagak cuman satu kali discussion tapi itu somehow masuk dan gua internalize sampai akhirnya ya jadi gua hari inilah. Tapi bayangin anak-anak ini multiple ideas kagak tahu dapat dari mana gitu kan kayak anak oh hidup mesti kayak gini dan yang paling parah itu gua menurut gua kadang-kadang prosesnya enggak dilihatin iya right langsung suksesnya langsung results-nya tanpa nunjukin prosesnya yang give the illusion bahwa everyone deserves an instant success h buset ngeri banget cuy itu karena kita ya at least kita-kita inilah ya yang yang yang apa? Less fortunate atau more fortunate.
That's not how it's supposed to be. Lu ngegembel dulu, rusuh, lama, nyampah, hidup lu enggak jelas gitu kan. Baru akhirnya lu menemukan sesuatu yang worth doing lah ya kan. Bukan yang lu tidur ya kan, ah bangun ah gua tahu gua jadi ini gitu. Kagak anjing.
Anjing enggak real man. Enggak sebenarnya ini ya maksudnya growing up di era sekarang tuh susah cuy. Y gitu di mana itu ya udah dari tadi circle keluarga ya kan tetangga sekolah baru gets bigger kan kalau sekarang itu your closer circle tuh the internet exactly justru ranking satunya itu bapak lu nomor dua mungkin keluarga lo nomor dua yang lebih dekat dengan lu tuh internet sosial media tumbuh besar sekarang tuh tough susah iya lagi-lagi kalau yang si Ronny Chieng itu yang stand up spesialnya itu kan dia ngomong tuh tuh kayak one day kita akan ngelihat ke belakang, "Wow, kok kita bolehin anak-anak kita pakai internet ya?" Hm. Kayak ngerokok. Heeh.
Jadi kita akan ngelihat penggunakan internet 30 tahun lagi nih, kita akan melihat kayak ngerokok 30 tahun lalu gitu. Kok kok lu bolehin sih anak-anak ngerokok sebahaya itu? I kan. Nah, ini dia menyamakan rokok sama internet. Mending dua-dua yang hal yang bisa berbahaya kalau lu enggak pakai dengan baik.
Whatever. Setuju gua. Bahaya ini. Kayaknya kan liberal banget, cuy. nya tuh, Bro.
Belum lagi gerakan-gerakan yang whatever lah. Terus AI ini juga I mean in one side of things lu of course lu meningkatkan produktivitas dan lain-lain ya. Tapi on the flip side of this banyak deep fake yang actually bikin Iya. Gua kadang-kadang ngelihat konten gitu, eh ini ben udah mesti double cek gitu, mesti ngelihat lagi benar enggak sih? Ini komen jadinya.
Heeh. Kita mengandalkan Heeh. Net social proof i kan apa nih benar apa enggak? Investigasi netizen. Nah, pertanyaan gua what does it mean for the brands?
Apa artinya nih buat brand-brand? Gua di kubu yang harusnya itu diatur jujur aja karena apa? Itu bahaya banget. free to air itu standarnya jelas tadi kita sudah ngomong ya beda sama yang berbayar dong iya iya ya tadi contohnya misalnya rokok itu kan ee di TV nasional TVRI mana-mana lu enggak akan bisa ngelihat ada gambar merokok itu udah enggak ada di dalam siarannya tapi kalau di podcast banyak banget yang ngerokok asli ee tapi tapi it works man gua menyaksikan gitu pas even pas zaman gua kuliah dulu ya kagak ada orang ngerokok cuy di Amerika kah? He.
Gua gua kayak orang gila gitu. Lu kalau udah enggak bawa korek Hak ke kampus lu enggak ngerokok sehari karena lu setiap antara kelas gitu lu nyariin asik lu kayak pecandu gitu enggak sih? Nyari orang ngerok kagak ada anjing. Eh lu ada korek ya? Eh lu ada korik udah mulai disudut asik mantik batu.
Tapi ya hopefully mungkin ke depannya juga kayak gitu kali harusnya ada impact-nya lah bahwa lu dibatasi. Nah. Iya iya iya iya. Kalau kalau gua ngelihatnya ini baru aja sih, bukannya kayak udah gua pikirin gitu. Tapi maybe maybe kalian bisa nambahin karena brand-brand ini enggak punya akses langsung melalui sosial media terhadap teenagers misalnya.
Gua gua ngelihat ada kemungkinan mereka mesti balik lagi ke jalanan man. Terus street offline out of home. Harus exactly. Mau enggak mau out of di mall-mall mungkin di tempat-tempatnya juga jadi lebih atraktif. Lu mau jualan ke mereka mau enggak mau lu mesti turun ke jalan.
udah karena lu gak bisa ngandelin media at least enggak seperti yang dulu. Nah, dari saat dari situ baru mungkin ada UGC user generated content yang baru lu ngelihat teman kan, lu bukan ngelihat brand. Jadi lu ngelihat teman lu nge-post, eh lagi di Senayan City, di pameran apa keren ya. Ya, jadi kayak zaman dulu lagi. In a sense, right?
Lu hilangkan sosial medianya ya zaman dulu gimana sih kita jualan bareng? Gua sekarang nih lagi sibuk gimana anak gua keluar rumah ketemu temannya enggak cuma di kamar aja handphone laptop main laptop aja. Aang enggak sih? Iya. Kalau gua sih anak gua ya mengacu ke anak gua ee kasih olahraga.
Hm. Kasih kasih ya suruh berenang, basket, padel. Enggaklah. Anak-anak main padel masih kurang ini. Ee modalnya kan gede.
Beli beli baju, beli raket ee sepatu bro. Tunggu dulu. Tapi se bola bola bola bolanya sosial banget lah basket bola bola cari cari pertemanan. Heeh. Heeh.
Bagian ini jangan dilupakan. Iya mendorong untuk cari pertemanan kan. Betul. Banyak sih we learn a lot kalau pakai olahraga yang banyak grup itu lu belajar juga lu belajar bersosialisasi buat NBA star value itu kan sportsmanship apalagi teamwork apalagi e lupa lagi apa attitude ya attitude ya attitude attitude R-nya itu respect sama apalah itu terakhir udahlah udah guaing start start value itu itu penting. Oke.
Tapi ada kemungkinan enggak sih Jakarta Indonesia ini menjadi padel capital of the world? Gila rame banget cuy. Jadi kan ee sekarang itu kan banyak ee ee lapangan padel-lapangan padel yang baru berdiri. Iya. Dan dan ee dan lapangan yang baru berdiri itu kan biasanya ngasih free trial.
Hm. Free trial. Lu coba main ngajak teman-teman lu posting 1 2 3 foto gitu kan di account lu. Mereka dapat ee ee engagement lah. Ee kalau standarnya dia bilang bikin lapangan padel itu 600 700 juta.
Tapi karena mungkin dia punya pengalaman kontraktor segala macam, dia bisa cut cost sampai R00 juta. Asik. Heeh. Satu lapangan ya. Ee konstruksi dan fasilitas pendukung WC, kafe segala macam.
Total-total dua lapangan dia bikin itu habis 1,2 M. Oke. 1,2 M. Terus gua nanya, "Perhitungannya gimana Bapak?" Heeh. Dia bilang, "Oh, jadi lu konsultan bisnisnya sekarang?" Enggak.
Gua nanya nanya, gua nanya e gua nanya sama dia kan siapa tahu nanti kita bikin kan sebelahukin rumah sebelah dengan perhitung. Jadinya dia buka dari jam 0.00 sampai jam 10. malam dengan hitung-hitungan lapangan keisi setengah he per hari dalam waktu 15 bulan modalnya dia 1,2 m itu balik. Nah, sebagian besar lapangan padel yang booming ee ee setahun lalu, 10 bulan yang lalu tuh udah udah balik modal semua. Sekarang tu cepat banget.
Nah, belum lagi nanti kan ada kayak kompetisi gitu kan mereka e lapangan-lapangan padel bikin kompetisi terus ada reclab tuh yang aplikasi ngundang orang main bayarnya patungan segala macam. Jadi hal kayak gitu yang bikin yang bikin apa yang bikin booming. Cuman ya gua enggak tahu ya di beberapa negara Eropa Latin gitu kan udah ada yang slowd juga pada akhirnya. E itu kalau enggak salah Sweden apa mana gitu, Bro. Iya.
Maksudnya kita pakai logika aja ya. How many padel courts do you really need? Supply demandnya jadi udah udah bermasalah gitu. Kalau awal-awal supply demand-nya tuh masih stabil. Kalau sekarang tuh the supply itu udah way more than the demand.
Nah, cuman bagi orang yang main padel itu tinggal menunggu koreksi harga lapangan ya kan yang tadinya 3,5 4,5 400 pada akhirnya akan turun jadi 200. Toh dia sudah untung 150 habis itu gratis. Bawa bawa baju bekas aja cuy mahalan main padel daripada main golf. Ah lu lebai lu, Sofyan. Iya serius lah.
Kayak kalau ngomong 2 jam sih. Tapi kan ini mainnya gua 5 jam eh 4 sampai 5 jam lah. Main apa? Main gol. Main gundu ya.
Yang benar main gundu. Dia dia tuh sebenarnya ke ke lapangan golf tuh main gundu. Eh dari ujung ke ujung. Ayo ayo pelan-pelan. masukin ke lubang.
Anyway, tapi gini seaneh-anehnya eh at least kayak makin banyak orang olahraga makin itu itu aja maksudnya manfaat dari orang bilang FOMOFOMO enggak apapun yang terjadi ya ketika kefomoan itu terkait olahraga yang ngatain itu orang yang enggak berolahraga justru kan ketika dia it's good for them lah mau dia fomo lari fomo main seped enggak udah beda nih sekarang enggak udah beda nih karena Adwi udah main padel Ima lunginak gini enggak gua gua gak main gua gua technically sih gua cuma nemenin istri gua latihan padel gitu kan dia coaching segala macam ya gua temeninlah eh gua jago jadi ya udahlah ya ikut kompetisi entar gua entar ada fotonya di Instagram gua main padel satu lagi nih satu lag satu lagi eh broken string aduh iya iya gua i iya Oh, really? Broken string. Heeh. Jujur gua enggak keekpose, man. Masa sih?
Gua cuma keekpos spin. Jadi cuma grooming. Apa tuh? Child grooming yang karena kepandaian gua ya, gua udah bisa mencerna gitu kira-kira bahwa oh ini sana. Siap.
Siap. Jadi gini, tapi kan memang dunia ke artis maksudnya kalau di Amrik tuh bahkan dari kecil-kecil tuh udah pageant-pageant itu tuh udah banyak kan. Bukan itu cuy. Maksud bukan itu tuh bukan cuy. Jadi dia di mau di arahkan kayak misalnya dieksploitasi anything ya termasuk dalam di dalamnya adalah sexually harassed tapi itu di grooming dari kecil untuk menerima sesuatu yang secara normal di tidak diterima diterima oleh si individu itu gitu kira-kira.
Jadi sebenarnya kayak kayak apa namanya kayak lu dicuci dicuci lah otak. Nah, iya bahasa kasarnya cuci otak. Enggak cuci otak. Kalau cuci otak kan dia sudah punya mindset satu diubah jadi B gini. Ini ni ini dia memang sejak awal di grom seolah-olah tuh lu enggak apa-apa kayak gini tuh.
Enggak apa-apa. It's normal. Gua banyak nonton film kriminal sih dulu waktu. Oh iya Sofyan nontonnya dulu Ro gitu ya. Silvester Xena: Warrior Princess Hercules.
Suka dia sama Xena sama side kicknya tuh. Siapa gua nontonnya tuh Dexter ya? Wah rusuh banget cuy. Pantesan gua juga nonton lagi Dexter kayak by season gua nonton orang terus apalah ceritanya Silence of the Lamb lah gua nonton lah itu. Terus jadi kebayang sih sisi psikologis itu karena kan ya Kak gua terekspose lah banyak istilah-istilah ini lumayan belajarlah gua walaupun dari film ya.
He. Ya. Ya. Emang kelainan nih makin ke sini makin banyak kayaknya menurut gua ya. Maksudnya kelainan gua enggak tahu kalian kekos atau enggak nih.
Ada kelainan yang gua kemarin kayak wus maksudnya kalau lu baca Heeh. Gua gua I feel bad aja sih. Atau mungkin ya kelainan mungkin ada dari dulu cuma kita enggak saja gitu. Heeh. Ee karena gua kebetulan kenal juga ya jadinya eh but I never knew this side of her.
H right. Eh to be honest dulu dia di sini cuy duduknya, right? Kalau lagi ke kantor ini adalah right she dan she's always seem calm collected gitu. Gua tahu sih ada something wrong in the past, tapi gua modelannya juga eh I always try to distance sedikit lah myself gitu. Jadi gua enggak mau bukan bukan masalahnya gua enggak mau tahunya, tapi gua kayak enggak mau cari tahu gitu.
atau membuka luka lama gitu kan. Exactly. Yang kayak gitu-gitunya tuh jadi gua enggak pernah ee kayak gimana sih emang dulu emang kayak gimana gitu. Tapi gua gak tahu gimana sih ceritain kayaknya apalagi just just the relationship pada saat itu enggak enggak enggak make sense aja lah untuk melakukan itu. Jadi pas gua baca bukunya ini kayak, "Ih, crazy man like or apa karakter ini ya yang disebutkan nih eh it's a memoir." Jadinya harusnya based on true story kayak wah hal-hal yang dilakukan tuh very extreme dan gua cuman gua gratefulnya itu bahwa dia berani speak up itu luar biasa dan akhirnya Heeh.
dia bisa nunjukin, "Bro, kal gua, gua yakin banget for most people ya, kalau itu terjadi sama el, you will never say a word. Just keep it for you." No way, man. Karena ada stigma, ada embarrassment, ada apa ini orang ngelihat gua gimana kalau misalnya tapi eh shoutout to Aurel eh untuk bisa ngangkat ini to the service. Orang ngerti, "Oh, ini salah." Iya, betul. Gu gua yakin banget sih hal ini masih terjadi di seluruh Indonesia lah as we speak right now gitu.
Nah, moga-moga ini ee orang makin engeh tahu bahwa ini tuh enggak benar, salah, dan less people will be subjected to this type of jadi eh actions lah bahasanya mungkin bukan kelainan kali ya apa ya sakit enggak gua gua gua enggak ngerti juga sih enggak ngerti gua karena kita kita enggak ada dari other side-nya kita enggak tahu kan iya benar ee jadinya tapi yang pasti apa NPD praktiknya sih prakk NPD-nya dia ada NPD-nya. Iya, dia karena dia NPD, dia melakukan itu karena dia merasa bahwa gua nih should be the center of your word gitu. H yang melakukan siapa sih by the way? Ya, di bukunya sih disamarkan ya, namanya Bobi. Hm.
Iya. Mantan suaminya. Oke. Asik. Tapi ya dia tuh dia tuh nikahnya nikah paksa ququ di orchestrated gitu.
Heeh. Yaitu banyak di tradisi. Jadi borderline penculikan. Eh enggak penculikan bro. There's rape.
Yes, there rape. There's statutory rape. Ada juga di situ. Eh, whatever lah. Ini nih the child grooming.
Terus there is so many things yang Nah, ini juga mungkin nanti kita akan bahas sama teman. Kalau pengacara ini, is there any legal implications? Right? Walaupun terjadi di pes juga enggak dia enggak menuduh sih maksudnya dia that's not her goal. Itu juga gua respect.
Dia dia enggak mau cari sensasi atau pengin menarik orang tersebut keenana hukum. That's not it. Tapi cuman pengin berbagi supaya more people are aware of this issue and more people can avoid lah in the future. So, eh tapi dia udah di Amerika, Amerika, California, very close to where I used to live. Eh, it seems like she's happy, so I'm happy for her.
E terkait itu juga maybe one day bisa ngobrol, nanya-nanya, tapi for now, h ya, we take it. It's great. makin makin banyak orang tahu aja sih jadinya. Terus terus reaksi orang-orang juga very very positif. Ada yang pengalami juga kan.
Iya pasti ada udah pasti ada. Ada yang ini, ada yang itu semuanya ee mulai bersuara dan ya I'm very confident ya ini bisa membawa kebaikan buat banyak orang sih. Oke, so that's pretty good. Oke, Geng. Eh, thank you banget kalau misalnya masih nonton kita sampai habis ini atau dengerin kita di Spotify.
Asik atau di Apple Podcast. We everywhere now. Eh, wait a minute. Not the most recent episodes karena ngantri gitu ternyata upload-nya. So, so sabar-sabar.
Tapi kalau lu kebetulan dengar ini harusnya udah ada di platform-platform tersebut. Eh, thank you for tuning in kita. That's it. See you on the next episode.