Episode 028 · Panel · 26 Mar 2026

The mystery of 105,000 imported Indian cars: a real threat?

66 min · Indonesian · Proxemics Podcast

What connects a Middle East oil shock, the LPDP scholarship backlash, and 105,000 imported Indian cars? In Proxemics 028, the full-house team — hosts Mercy Tahitoe and Stephanie Sicilia with regulars Adwi Yudiansyah, Sofyan Herbowo, Reza Amirul and Jonathan Tenggara — reads the week’s biggest crises through a sharp PR and public-policy lens, turning the headlines into working lessons for communicators.

They open on geopolitics: how Middle East tension spikes global oil prices, instantly strains Indonesia’s fuel subsidy, and raises the duty to evacuate migrant workers — plus real-time crisis management when a media team got stranded by an airspace closure around MWC.

The LPDP controversy becomes a study in the ‘expectation gap’: public tax money carries a moral return-of-service, and Algorithmic Gatekeeping Theory explains how platforms decide what goes visible and amplify the outrage.

Then the big one — the polemic over importing 105,000 Tata and Mahindra commercial vehicles from India, and the threat to local producers and the FDI climate. They also unpack the padel-court boom in residential zones as a lesson in Social License to Operate: a technical permit isn’t enough without community acceptance and paying the externality cost, and they question the ethics of billion-rupiah official cars.

The episode closes with the launch of Prognosa, Praxis’s new predictive research wing for business forecasting, policy-impact studies, and market behaviour. Smart, current, and endlessly quotable — a real-time masterclass in reading a crisis before it reads you. Press play.

Jump to

  1. 00:00 Geopolitics & the oil-price domino
  2. 11:00 Crisis: stranded by MWC airspace closure
  3. 16:05 LPDP, expectation gap & agenda setting
  4. 34:10 Polemic: 105,000 Indian car imports
  5. 41:50 Padel & Social License to Operate
  6. 48:00 Official ethics & billion-rupiah cars
  7. 54:10 Launching Prognosa: Praxis’s research unit

On the mic

Quick facts

FAQ

Are 105,000 imported Indian cars a threat to the industry?
The panel weighs the real market signal against the headline noise, and reads the story through communication and public perception as much as raw numbers.

Listen & watch

YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.

Transcript

Show full transcript

Auto-generated captions from the original Indonesian audio — unedited.

perang ya kan. Dan dia cerita hari Jumat tuh harga minyak itu masih 68 USD gitu di hari Sabtu Minggu itu udah naik 7 dolar dalam 2 hari. He. Ketika harga itu naik dampaknya pasti ke subsidi. Negara kita kan masih selalu mensubsidi.

Sebenarnya tuh a lot of people has opinion about this karena menurut gua ada gap in expectation and reality. Ketika lu menerima tax payer money, at least ada some sort of a surface whatever return lah. Lu spend 8.5 billion ya rupiah untuk mobil dinas l lu kebijakan-kebijakan bodoh seperti ini tuh lu bisa menuai kontroversisnya tuh seonesia man kenapa bisa udah dalam posisi gubernur tapi enggak ada sensitivitas kalaukalau gua forgive but never forget again perang ya kan akhirnya eh ini nih kan it seems like bukan sesuatu yang kejadian overnight night. Hm. Right.

Ee diomonginnya udah sering, ditakut-takutkannya, skenarionya ini mungkin masing-masing negara sudah punya kali. Ei, apa yang kita lakukan kalau misalnya Israel Amerika nyerang Iran itu tuh kayaknya dan dan the other way around whatever lah. Itu tuh kayaknya bukan sesuatu yang mengejutkan at least buat orang-orang yang punya pengetahuan lebih ya. Tapi eh anything of course crazy. Nanti kita ada juga story yang nanti mungkin kita share sedikit dari salah satu klien kita.

Tapi eh what do you guys see? Enggak barusan tadi pagi ketemu apa namanya? Teman gua salah satu apa? Perusahaan penyedia minyak di Indonesia lah. I ee bukan yang BUMN tapi ini swasta dia.

Dan dia cerita hari Jumat tuh harga minyak itu masih minyak mentah ya 68 USD gitu. Iya. di hari Sabtu Minggu itu sudah naik 7 dolar dalam 2 hari kan. Kan kalau enggak salah serangannya hari Sabtu ya perangnya itu ya. Dan benar kata lu sih yang perlu dicemaskan dari Indonesia ini adalah apa namanya ee perang itu enggak enggak ya ketersiaan bahan bakar apa karena gini loh gua gua lihat-lihat di ada beberapa timeline lah apalah ini kayak mengglorifikasi perang gitu apa bahkan di grup RT gua dia bilang wah seru nih ada perang gua bilang seru anjir kayak film loh gua bilang seru gua sampai komen yang gua enggak pernah komen berbulan-bulan dari grup RT ituh itu sampai gua bilang enggak ada yang seru.

Hm. Apapun yang seru di dalam perang. Real life combat tuh enggak ada yang seru. Iya. Enggak ada yang seru cuy.

Itu cuma ada kematian sama penderitaan kira-kira gitu. Dan konflik ini kan sebetulnya sudah lama ya terjadi ya dan rivalitas Iran sama Israel tuh kan perangnya itu perang proxi kan selama ini kan. Betul. Perang proxi apa? Iran main intelijen.

Eh sori intelijen saling itulah apa namanya? Hesbah Ham I ada Hesbullah utara, ada Syria di poxinya Iran, ada Huti di Yaman, ada Hamas I dan itu udah puluhan tahun dan kita tahu betapa ee apa traumatiknya rakyat Iran ketika waktu dulu intervensi. Dia kan baru lepas dari kolonialisme juga dulu ketika Inggris waktu itu sudah pernah pemilu demokratis pertama terus diintervensi sama Amerika dipasang syahsyah syahranah Levi itu. Terus kemudian ada revolusi Khoma ini. Jadi traumanya itu sudah panjang buat Iran terhadap barat lah, Amerika dan lain-lain.

Sedangkan Israel bilang ini existential trade buat negaranya kan. dia Iran narasinya kan selalu proksi-proki yang tadi itulah dan Iran narasinya jelas loh selalu mengancam Israel apa segala macam betul bukan yang kayak diam-diam gitu openly lah openly dan publiknya dan yang yang dan dan artinya ini keseret ke soal agama segala macam menurut gua enggak loh ini soal kemanusiaan ya seharusnya seharusnya kita bisa bicarakan ini baik-baiklah kira-kira cuma ya you know tatanan dunia yang ideal sekarang nih enggak seideal seperti yang digambarkan pasca Perang Dunia Kedua kan ada macam-macam. Ternyata ada negara-negara besar gitu yang memang mau maksakan kepentingannya aja menurut gua ya. Ya, kalau misalnya menyambung Sofyan tadi ketika dia bilang ee dampaknya terhadap Indonesia apa sih ee ee ee ee energi ya kan harga minyak ee harga BMW bisa naik. Ketika harga itu naik dampaknya pasti ke subsidi.

Heeh. negara kita kan masih selalu mensubsidi e harga BBM. Nah, seberapa besar kemampuan negara ini untuk terus-menerus mensubsidi ketika misalnya harga ee minyak mentah itu naik dan gas pulang tinggi, gas juga gas juga ee mungkin waktunya ya benar-benar serius untuk beralih ke sustainable energy ya kan. Asik. Coba gas.

Natural gas ya, salah satunya gas bumi. Heeh. Panas bumi, geothermal itu kan ada Pertamina Geothermal energy. Itu bagus tuh. Per.

Terus ee ee apa saudara-saudara Sofyan pekerja migran Indonesia banyak di apa Arab Saudi, Qatar, Uni Emirate. Ee kalau misalnya terjadi apa-apa dengan negara dengan dengan pekerja migran di Indonesia, pemerintah kita juga punya tanggung jawab untuk evakuasi mereka and so on and so forth, ya kan? Ee pengiriman uang divisa negara itu ee ee lancar apa enggak masuk Indonesia. Banyaklah dampaknya terhadap Indonesia. 56.000 R jemah umrah enggak bisa balik men 56.000 tu agak banyak sih.

Iya banyak banget dan tahu aja ini Arab untung untung atau gimana nih ya? Eh ya ada juga untungnya juga sisi itu ialah dari sisi itulah ya. Mudah-mudahan enggak enggak sampai merembet ke infas lah. He itu aja sih ya. Itu sih kalau gua tambahin Sofyan tadi ya.

Intinya kita pengin cepat-cepat diselesaikan lah ini dengan cara yang damai lah. Enggak having a little to knowledge about background yang udah brewing ya maksudnya ini kan tadi kalian sudah bahas soal ini ya lebih ke ini 2026 and we are living in the in the time where perang tuh terjadi gitu terus-menerus gitu. maksudnya the past six months tuh ajaib banget aja sih. Maksudnya geopolitical tension tuh really reach a point where 10 years ago you wouldn't even discuss about this gitu loh ya kan. And dari communication perspective how government Indonesian government tuh of course they not gna react directly to it gitu kan.

Tapi dengan sekarang akses sosial media semakin luas, akses informasi semakin di mana-mana bahkan konten aja dibuat berdasarkan firming gitu kan. like how Indonesian government eh bisa memberikan some sort of a peace of mind atau an understanding about this whole situation supaya orang-orang tuh tidak respon berlebihan terhadap tadi kemungkinan-kemungkinan yang dibahas di awal ya soal kenaikan harga e bensin, minyak, gas, bahkan sampai tahap ketahanan pangan dan lain-lain gitu kan. It's all about communication, right? I it's all about education juga. Gimana nih kita sebagai PR practitioner atau orang yang lama di komunikasi melihat ini fenomena ini gitu kan kita orang-orang awam kan disusupi dengan fear merongering content enggak tahu benar enggak tahu enggak tuh every day for the past three days tuh algoritma gua tuh buset gua ngelanjutin aja of course right itu tuh lagi-lagi pentingnya eh media ya tapi dari media ini sebenarnya gua gua melihat sesuatu yang menarik sih bahwa beda negara beda coverage cuy Iya kan propaganda beda negara beda coverage.

At least at least fokusnya beda-beda. Dan eh gua gua ngelihat ada media yang cover both sides, ada juga yang enggak. Nah ini nih agak tricky. Pada saat lu enggak cover both sides, lu menghilangkan ee istilahnya atribut lo sebagai media, cuy. He.

Jadi lu jadi kayak contonent kreator. Conten kreator kan enggak terbelenggu dengan prinsip kode etic journalism. Enggak ada, cuy. ya kan? Nah, ini jadinya itu tuh juga menurut gua eh you need to see from different perspectives.

Lagi-lagi kita bukan judges and juries of societies and that's not what we're trying to do in this table. Bukan itulah, tapi eh lebih ke yang lain-lainnya gitu. How how the news is being covered ya kan. di mana kita juga digital literac as sebagai orang nih kita mengkonsumsi konten media juga mesti ada critical thinking right mesti mesti dipertanyakan ini terus mesti enggak setuju enggak setujunya enggak senggak suka-ngak sukanya you need to see the other side right baru dengan itu lu bisa punya eh pandangan yang lengkap gitu instead of only di kiri atau di kanan right jadinya itu probably eh kita terus tentunya mengandalkan media ya untuk mendapatkan info-info eh terbaru and hopefully eh everything will settle down ya kan get iron out jadinya kita mencapai ke conclusion yang sooner rather than later lah karena the victims and everything eh itu tuh juga eh something to inilah to monitor terus ya walaupun related to this one of our clients Shoutout buat IGNES. And by the way, the only reason I'm bringing this up because she got back safely.

Kemarin gua lihat udah makan-makan, so that's great. Anyway, she was on her way to Barcelona for MWC, right? Kan karena kita ada kegiatan media juga, there's an interview and stuff like that, jadinya kita monitor lah the situation closely, right? Tiba-tiba ya Stef ya yang share di grup kita, wih gil all eh flights ini ya di disuspend ya suspended gitu ya. A airspace apa airspace e ditutup.

Waduh nih gimana ini si Ignesya. Iya, benar. Nyangkut di sana. dan eh based on her testimony ya kan real life first hand ya testimony lu you you can hear eh eh apa namanya the missiles or whatever lah rudal-rudal ini kedengaran cuy sampai dentum dentuman-dentumannya tuh kedengaran dari dalam hotel eh airport and then hotels and stuff jadinya kan lu di situ kan terbang-terbang gitu ya right ada yang diarahkannya ke negara tetangga Tapi lagi-lagi fortun dia sampai di Jakarta dengan selamat dan udah nyampai udah udah udah berarti cuma te delate aja ya ya enggak enggak jadi ke Barcelona cuy balik ya bukan ditutup ya air space-nya Doha ya no I think udah enggak kemarin dalam rentang waktu 3 jam itu diclear diclearin semua pry sure she's still in Doha deh really kalau Gua lihat itunya dia, dia udah udah makan. Akhirnya makan.

It's in Doha. What? I gua ngelihat storyya Iqris kayak dari Jakarta tahu gue. Lu kagak tanya apa gimana ya? Masih, cuy.

No. Airspace-nya itu belum dibuka sama sekali. Masih. The all of the flight was still grounded ya. Grounded.

Maksudnya belum ada indikasi bahwa dia akan pulang. Hm. Oke. Jadinya karena because of all the war and everything itu kan people schedule. Iya.

Dampaknya nih MWC. MWC-nya itu apa sih MWC itu? Kalau jelas Mobile World Congress. Jadinya World Congress-nya itu pindah-pindah mobile. Aduh ini mobile ini maksudnya telecommunication mobile telecommunication lah.

Jadi dia selalu di Barcelona dan around this time kayaknya tahun lalu itu di episode pertama kita ngobrolin itu kan. Iya. Iya. Kita bahas soal gimana dampak ekonomi dan setahun ini podcast ya hampir 11 bulan. bulan.

Iya. Jadinya, nah ini menarik kan ee kemarin itu sempat ada jurnalis enggak bisa berangkat ya kan. Tapi ada juga klien yang sudah nyangkut. Iya. Misalnya nyangkut udah di tengah jalan, cuy.

Ya kan? Ee shout out buat Ignes yang lagi eh stay safe lah pokoknya. Anyway, nah ini kan ada agak tricky nih. Ada brand-brand yang udah invest besar. Iya.

Iya. I glob itu biasanya mereka kan kalau invest di sana itu kan secara global entah Xiaomi entah Erikson entah siapapun lah you name it gitu kan yang ada di sana tuh sudahudah pasti investmentnya besar jadinya of course mereka memerlukan coverage right dari kolektif nih dari semua negara suruh datang nah pertanyaannya in this situation kalau lu menjadi brand ya kan yang udah punya kerja sama misalnya dengan media-media Ya, ini nih. How would you go about it? Do you cancel it all together? Do you modify?

What do you do? Dan lu pernah enggak ngalamin itu misalnya karena lu investasi terbesar jelas keselamatan manusia ya nomor satulah. Udah enggak di bisa ditawarlah itu biggest investment lah menurut gua. Modified. Modified lah ya.

Banyak carah sekarang untuk distribusi informasi terus akses informasi atau low campaigning on something. Ya, ini konteksnya nih mau berangkat dari Jakarta. Iya, kan ada tim media nih yang baru berangkat dari Jakarta nih. Totunya enggak jadi kan. Nah, itu kan pasti waduh gimana nih gua udah bilang bos gua, kita udah invest or whatever.

Itu kan ee yang bikin complicated, right? I rerot bisa kan? Rirot dari Jakarta terbang ke New Delhi. Maksudnya regardless lu semua lu mau terbang. Lu udah di Jakarta, lu di Barcelona, lu di tengah-tengah.

Gua enggak beli di manap pun itu, tapi I will I will prioritize everyone safety sih. Of course ya kan? I will find a way. Maksudnya gimana caranya get everyone home? Karena ya sebenar kan lu punya responsibility ya morally.

Of course man. Dan juga gimana caranya you get everyone home safe ya kan. Kalau lu dan Mas di Jakarta of course I cancel all together ya kan. Regardless of investment itu urusan belakangan lah. I.

Tapi ketika yang problem adalah ketika lu di tengah-tengah H and then Abu Dhabi eh mana mana-man lah di di Middle East itulah. Iya. Lu strended, lu enggak tahu berapa lama lu stranded and then away from everyone that you know. Itu sih yang maksudnya as brand tanggung jawab moral lu tuh besar banget gitu. Iya.

Dan e Shah Nanda Kompas ya maksudnya I know that you really wanna go karena ini kan kalau buat orang-orang tek nih lu kayak naik haji lah istilahnya ya. Maksudnya ini benar-benar Iya. Lu ke MWC MWC itu sesuatu yang kayak on top of itulah eh the thing that you have to do lah. Ketika lu di industri ini enggak jadi tuh. Tapi lu masih di Jakarta tuh itu sesuatu yang perlu di ini sih bayangin kalau lu di tengah-tengah then you were stranded ya right jadi ya I will always find a way gimana cara lu pulang lebih cepat sih yeah ya forget about everything elset lah maksudnya itu udah investment whatever man out of the equation udah iya nothing is more apa namanya valuable than inilah safety right jadinya eh ye maksudnya if Ada other brands yang kebetulan melakukinnya bite the bullet man, whatever, move on, figure out later lah.

Lu jangan paksakanah. You never put people safety ehad of your investment or your brand or whatever. That doesn't make sense, man. Lu lupakan lah. Move on, bite the bullet, and then you know, do better next time lah.

Iya, ya. Different opportunity. Oke. LPDP. Siapa namanya dia?

Di Dwi Saset. Mbak Saset. Mbak Saset. Mbak Saset. Mbak Saset.

Mbak Saset. Oke, jadi as you guys know, iya harusnya sudah dengar ya, ada seorang penerima beasiswa LPDP ya, is that how you say it? Alr. Dapat itu, tapi di sebuah postnya dia di sosial media dia itu dengan bangga menunjukkan bahwa anaknya dia tu dua ya. I kedua anaknya kedua enggak?

Yang yang kedua yang pasport anak kedua yang Oh, anak keduanya berarti salah satunya ya. salah satunya itu mendapatkan kewarganegaraan Inggris. Inggris. Oke. Nah, ya kan tiba-tiba Usut punya usut.

Pas pertama kali gua ngelihat sih itu pas pertama kali muncul itu orang inilah baru sekitar 1 hari kemudian lah baru ada ngomong-ngomong yang tentang LPDP-nya ya kan. Oh, orang ini gu gua anggap konten biasa lah. Tapi tiba-tiba pas orang mulai komentar ya kan jadinya of course iya ee suaminya juga kena ya penerima right dan dua-duanya masih belum pulang ke Indonesia ada di luar sana. Nah ini yang menjadi ee kontroversies lah. Iya.

Heeh. Gua sih waktu pertama kali ngelihat kontennya itu kebetulan muncul di reels gua tapi udah dipost orang lain ya. Ee gua sih ngelihatnya biasa aja ya. maksudnya ah normal-normal aja ibu-ibu ee berada di luar negeri, anaknya lahir di sana, menerima ee kewarganegaraan Inggris. Ee fine-fine aja, it's ok.

Gua juga scroll komennya banyak juga yang mendukung dia. Oke. Ee ee apa biar aku aja yang warga negara Indonesia, anakku jangan gitu kan. Sengaja punya pilihan gitu-gitu loh. Gua menilainya biasa aja.

ee eh eh normal-normal aja. Nah, ee kemudian barulah meledak gitu kan di mana-mana ee ramai yang mempertanyakan ee ee statusnya dia penerima beasiswa dari negara dibiayain oleh pajak kita-kita. Muncul tuh narasi-narasi itu. Nah, ini kan jadi mengingatkan gua kepada teori klasik ya, agenda setting ya kan. agenda setting tuh dulu kan ee media massa itu ee ee enggak media massa itu menentukan ke mana arah kita berpikir gitu kan mengkondisikan gitulah apa yang harus diobrolin tuh ah ini nih iya agenda lu dietting oleh media massa i kan radi koran majalah zaman itu 70-an 80-an ee 60-an tapi rupanya agenda ee apa teori agenda setting itu dengan perubahan konsumsi media tak lekang dimakan zaman isaman susah orang Riau teori ini teori ini masih berlaku sampai saat ini dalam ee ee apa bukan hanya dalam posting beritanya h ee ee posting konten sosial medianya Tapi, tapi juga terjadi di dalam komen-komen.

H heeh. Jadi ketika banyak orang atas satu posting mengarahkannya ke satu sisi, ke kiri atau ke kanan itu yang lain juga ikut. H iya kan? Jadi trending topik viral hashtag viral algorithm itu tuh jadi mengarahkan kita ke arah sana. Nah, jadi orang-orang yang tadinya biasa aja mungkin setelah membaca komentar-komentar di bawahnya itu jadi ikut ke arah sana ya kan.

Jadi teori komunikasi ini ya itu itu yang membuat gua teringat akan teori ini kan. Insens I inense. Enggak seperti yang dulu di mana lu dari koran baru ke masyarakat ini justru kebalikannya dari sebuah postingan tuh yang bisa sampai masuk koran kan. Nah, karena gua teringat teori agenda setting itu yang tak kelekang yang tak kelekang dimakan zaman itu. Terus gua juga nyari-nyari ada enggak sih teori-teori baru tentang sosial media?

Ada. Apalagi algorithmic gatekeeping theory namanya. Waduh. AGT. AGT.

Nah, jadi dia bilang ee eh platform itu menentukan konten apa yang menjadi visible, konten apa yang menjadi tren, dan voice suara-suara apa yang diamplifikasi. Nah, khalayak para penonton eh podcast ini cari tahulah sendiri tentang algoritmic gateekeping theory. Gua enggak mau capek-capek menjal. Iya, gua enggak punya gua enggak bukan soal itu. Gua enggak punya kewajiban untuk menyuapkan Sofia gitu kan.

Gua sih merasa ya there is this some regardless what what Adwi was saying ya sebenarnya tuh a lot a lot of people has opinion about this karena menurut gua ada gap in expectation and reality expectation gap theory lah whatever right di mana expectation ketika lu menerima tax payer money whatever funded eh scholarship ya lu at least ada some sort of a service whatever return lah ya kan apapun bentuknya karena memang kayaknya enggak ada enggak ada yang tertulis dan dikontrak itu enggak ada yang tertulis harus dalam bentuk apa. Tapi at least secara expectation people will expect you to do that. H tapi realitanya dia kan malah kayak enggak mocking sih ya. Tapi cukup gua aja lah Indonesia anak gua enggak usah. It's I ya ya tersiratlah secara tersirat dia menganggap bahwa it's better to be e another country citizens.

Iya lu lu punya citizenship dari negara lain dibanding negara Indonesia. H jadi kayak that menurut gua tuh karena tadi ada dari segap inexation of people who receive LPDP dan actual things that she said gitu kan ditambah this LPDP has been having mungkin enggak banyak tapi udah ada juga sih yang ngangkat isue bahwa yang menerima itu tuh tidak bukan tidak layak ya that's there's a wrong word. Nah, ini nih ini nih yang menarik nih. Ee apa kayak salah target gitu loh. Salah target ini ada du itu ada elemen itu ya kan ada dua koridor ya kan antara lu mau menargetkan yang pintar atau yang prasejahtera.

Pintar dan prasjahtera jarang populasinya dikit i. Nah kalau lu kalau kita tujuannya jangka panjang dua-duanya harus diakomodasi pasti. Tapi porsinya nih yang gimana nih? Ada yang pintar, tapi sebenarnya dia enggak 100% prasejahtera. Enggak ee apa dia mampuah sebenarnya.

Heeh. Tapi, tapi butuh effort bagi dia untuk kuliah ke luar negeri, ya kan? Nabung segala macam segala macam. Tapi sebenarnya bisa. Ada juga yang sama sekali enggak punya biaya tapi ee ee enggak pintar-pintar banget mungkin.

Jadi serba salah nih ya kan. Jadi kayak agak karena banyak bahkan ada P figure yang bilang bahwa she know for a fact. Orang yang menerima LPDP ini tuh ada uangnya tapi dia tetap di sekolah di biaya LPDP padahal bisa sendiri tuh dia bisa orang bukan cuma cukup berada tapi makan kaya gitu loh. Jadi mempertanyakan disdp credibility juga lu ngesalah orang apa gimana sih? Iya makanya gua pengin mengingatkan bahwa koridornya itu ada koridor yang pintar tapi mampu, ada koridor yang pintar tapi prasejahtera kan cuman porsinya ini lebih banyak yang mana?

Oke. Heeh. Nah, itu yang yang menjadi gua rasa sih sudah udah dilakukan dengan baiklah selama ini oleh FDP atau mungkin bisa ditingkatkanlah untuk membagi porsi prasejahtera pintar dan pintar sejahtera gitu. Misalnya gua rasa dengan situasi Indonesia ya sekarang gitu di mana sebetulnya lebih banyak lulusan SD, SMP, SMA daripada yang ketimbangan luar biasa. orang sudah bisa lulus S1 terus kemudian dapat LPDP itu sih lumayan sejahtera sih kalau kita in a way ya lihat gitu maksudnya kalau kalau mau kita pilah-pilah banget pilah-pilah banget gitu jadi gua malah agak tarik sedikit nih maksud gue kalau misalnya lu mesti milih nah dalam konteks itu kan nyekolahin dari SD, SMP, SMA sampai S1 lah maksudnya tapi anyway gua rasa kita butuhlah maksud daripada MBG maksud lu Sofia enggak enggak MBG nanti kita bahas soal Tunggu dulu jangan.

Belum saat belum entar kita bahas soal itu. Nah, janji ya. Asik. Terus ini maksud gue iya itu problem ya soal salah sasaran gua rasa harus ada polisi bagus ya. Cuma gua ngelihatnya ee dia ketika melakukan kritik itu menimbang ininya ya ee tingkat pendidikannya yang menurut gua sudah tinggilah.

He harusnya bisa bedakan mana negara di mana kita lahir, cari makan, hidup, bersosialisasi sampai dia punya pasangan dan punya anak dengan who governs it. Siapa yang em apa namanya? Jadi pemerintah kita tahu banyak kekurangan dalam sistem itu kan bukan di negaranya yang kita cintai, tapi di sistemnya which is sistem politik, sistem macam-macamlah pelayanan publik dan lain itu kan yang mau kita kritik kan sebetulnya kan. Iya. Jadi gua mau ngutip nih Theodor Rooseveld punya kutipan Teddy Rooseveld ya.

Gua suka nih teros teros dia bilang this country will not be a good place for any of us to live in. Unless we make it a good place for all of us to live in. Jadi butuh apa ya? Effort bersama gitu. Collective effort lah.

Collective effort dari semua komponen bangsa ini untuk dan LPDP terus orang-orang yang pernah menerimanya itu adalah bagian dari bagian penting bahkan menurut gua dari dari gua pengin banget cuy apa gua mungkin lu enggak suka pintar lu enggak lu mampu dan lu enggak pintar tapi enggak pintar gitu. Gua jelas enggak mampu luar. Untuk apa latar belakang gua udah jadi anak yatim sejak semester 2 kuliah di Jogja. Oke. Jadi kalau mau bicara indikator enggak mampu ya gua enggak mampulah.

Hm. Gua jualan bakso, gua apa namanya? Cari makan numpang di tempat apa teman gue lah supaya bisa hidup gitu gitu kira-kira. Supaya gua kuliah bayar kuliah di UGM yang uang kuliahnya waktu itu gua ingat banget cuma Rp225.000. semester.

Per semester. Heeh. Yang seharusnya kalau kalau cerita-cerita teman-teman tahun 70-an tuh memang gagal asik tahun '90-an lah. Terus habis itu kata teman-teman gua, "Lu udah sebetulnya udah dapat subsidi kat harusnya kita bayar Rp750.000 ceritanya begitulah waktu dulu." Iya kan memang dapat subsidi lah. Dap kita negeri kan.

Nah itu gua struggle dan gua pengin banget dapat beasiswa waktu itu dan gitu ya UGM masa enggak pintar sih? UGM pride hash presiden, Bro. Presiden not one. Enggak. Tapi tapi gini sih in in the end of the day right public f sebenarnya tuh kalau lu ketika lu di istilahnya lu quote unquote lu dibayarin pemerintah dibayarin orang tuh pasti ada some sort of moral expectation to it juga sih dengan dia mungkin to proses dia pada saat dilakukan itu dia merasa bahwa gua bangga nih anak gua bukan orang yang dapat pasport asing gitu kan oke nah ini nih kita enggak tahu ya maksudnya I can see myself doing it motivasinya mungkin sesimpel itu doang happy.

bahwa eh man lega gitu. I just gua ada anak gua punya pilihan gitu kan like an alternative yang dia bisa pilih nanti suatu hari nanti. Tapi enggak ada motivasi lain di balik itu cuma karena dia itu sekolahnya statusnya dia cuy yang yang memberatkan dia. Kalau orang lain yang ngomong mungkin enggak akan kayak begini. Tidak orang lain yang ngomong yang enggak nerima beasiswa LPDP.

Kira-kira gitu lah. Engak ada mas. Iya. Enggak ada masalah pasti ada masalah ini. Ini yang kayak tadi ada masalah mungkin enggak sebesar ini kira-kira ya.

Gua rasa banyak enggak ada masalah cuy. Ada ya ratusan ribu orang tiap hari cuy anaknya lahir dapat warga negara. Jadi mungkin kalau kalau lu enggak menerima public funded or apapun sebutannya itu mungkin enggak akan enggak akan timbul isu ini. Dan angkanya tuh buat ukuran orang Indonesia bahkan sekarang gede lah ya. R miliar itu total miliar.

Ya maksud gue ya. kita tahulah kualitas apa gaji guru berapa sih ee gaji-gaji teman-teman kita yang mengabdi nih gua bilang mengabdi karena kita tahu standarnya enggak belum ideal lah kira-kira ASN teman-teman kita ASN yang mengabdi terus mau cari uang segitu eh man g sampai mati emang belum tentu belum tentu ada belum tentu ngumpul loh bisa 10 tahun 20 tahun nabung belum tentu kekumpul duit sampai meninggal belum tentu ada that's the problem jadi itu yang membuat orang makin marah iya kalau dari gua itu balik lagi ee Awalnya, right, pas lu ngelihat the initial reaction tuh, oh oke. It's just a content gitu. Maksudnya I don't I don't know what's the big deal, right? Tapi pas gua dengar penerima LPDP itu, mm agak berubah sedikit, enggak banyak-banyak.

Iya. Ya kan? Karena lagi-lagi kalau gua kan anaknya ee suka berseberangan ya. Asik. Enggak, enggak.

Ini ini gua cuman gua nangkapnya itu first instinctnya itu adalah kritik terhadap eh Indonesianya. Nah, tunggu dulu. Indonesianya ini dia enggak memisahkan dia dia enggak ngomong secara literal eh pemerintah Indonesia dia enggak ngomong itu. Dia cuma ngomong ee digeneralisir lah, digabungin, ditumplekin jadi semuanya. Jadi itu Indonesia lah gitu.

Nah, di situ di dalamnya of course ada negara ada dan lain-la itu gua ee berasumsi he that that's what she meant. I don't know ya kan. Tapi kurang lebih kayak gitulah jadinya. Eh, dan dan banyak juga orang-orang yang sudah mulai bersuara bahwa ya pas mereka balik ini mereka enggak terserap juga ya kan dia dia hampir waktu itu maong untung gitu sudah tahu kita sudah tahu tahu larinya ke mana. Jadinya banyak juga tenaga-tenaga itu kayak kayak siapa ada this guy yang profesor di Inggris Oxford.

What is that guy's name? Which guy? Eh, kayaknya Chinese, Indonesian terus kayak rambutnya agak-agak panjang dikit. Enggak adalah dia sekarang lagi ngetop gitu justru ngomong di mana-mana gitu. Di situ dia juga ngomong bahwa ada beberapa dari kita yang menerima pas kita balik tuh kita enggak ngapa-ngapain juga karena enggak ada mau research.

Research-nya di mana ya kan barangnya enggak ada gitu. Lu misalnya lulusnya ee ee nuklir gitu kan, nuklir whatever gitu lu ke sini enggak ada juga barangnya gitu. Sedangkan kalau di sana dia bisa bukain pintu buat anak-anak Indonesia lainnya. Waktu itu one of the arguments kayak gitulah. Tapi sebenarnya di dalam LPDP itu tidak ada ketentuan atau TNC tertentu yang untuk harus pulang gitu ya.

Itu perlu dicatat sih maksudnya harus pulang dan berbakti di Indonesia baru dianggap ee dianggap sudah return the the service lah. I sebenarnya enggak enggak yang hitung-hitungan kayak gitu banget lah. Enggak. Sebenarnya salah satu form of eh return itu adalah dengan ya itu mengadvokasi terkait Indonesia apapun itu. Jadi itu part of the return of service ya.

Kritiknya bisa diterima maksudnya in a way bahwa kita maamilah ini emang banyak persoalan lah Indonesia lah. Makanya kita ada podcast ngobrolin soal macam-macam gitu. Cuma cara dia enggak bisa misahkan itu itu jadi persoalan. Terus di satu sisi dia menerima itu ya jualannya di sini juga. Iya.

Dan dan apalagi lu berbisnis Indonesia gitu-gitu. Buat gua kalau soal mengabdinya ya enggak perlu nih kita ngomongin Mercy nih. Enggak mesti harus balik ke Indonesia physically terus mengabdi ke lembaga negara yang itu enggak enggak gitu juga. Lu dikerja di luar negeri terus lu mengabdi apa terus lu akhirnya berkontribusi lagi ke negara. Oke menurut gua banyak carah mengabdi itu iya in a sense ee karena dia statusnya ee penerima beasiswa itu jadinya kritiknya jadi kurang nendang.

I kan lah lu kritik-kritik tapi lu makan duitnya. Bego-begoannya kayak gituah. Tapi buat gua itu yang gua tangkap itu ya gimana caranya nih we get better gitu supaya orang-orang yang seperti dia ini siapa namanya gua lupa. DS. Heeh.

Itu it's not even an option. Maksudnya bukan bukan an option maksudnya enggak perlu ribet-ribet lah. Kalau gua mau balik gua mau melakukan sesuatu itu langsung jadi gitu ya kan. Iya. Dan bahwa lu menerima ee apa namanya?

anak lu menerima atau lu sendiri ya mendapatkan tawaran untuk menjadi warga negara lain tuh bukan konten yang wow. Ngerti itu biasa aja karena kita juga udah up to standard kita sistemnya juga udah bagus tinggal preference lu lah. Lu mau di sana oke tapi di sini enggak kalah juga kan intinya itu ya menurut gua. Tapi the snowball coming from it sih gawat juga ya. Iya.

I ya ya kadang-kadang ada reaction-reaction yang gue aduh bro ini lagi-lagi ya yang kalian enggak setuju itu tentang susah ngelihat orang senang-senang lihat orang susah enggak lah sekarang the problem is karena satu e yang begitu s jadi sekarang the entire batch of LPDP tuh kayak di scrutiniz scrutiniz oh it should be di mana di mana diitu jadi mungkin ini adalah agenda setting tadi Kita ngomongin di luar negeri. Yang di dalam negeri yang lagi berulah apa ya? Lumayan. Ada beberapa nih yang yang paling kontroversial menurut gua. He ee yang impor mobil ya.

Ya kan import mobil itu Iya. Kayak the policy pickup. Import pickup dari India. Iya pick up gitu. Heeh.

Dari India berapa? Rp150.000. Rp105.000. Kalau gua enggak ngangkap pastinya sih ya. R.000.

Uh. Tapi itu buat kebutuhan anu apa koperasi merah putih atau apa itu iya iya iya ya. Ini nih tunggu dulu. Ee jadinya untuk koperasinya apa dan sebagainya that's another level lah right? Itu untuk kita obrolin.

Tapi bahwa dia ngambil mobilnya dari India dan it seems pas menurut pemberitaan eh tanpa menghubungi local manufacturers. Iya. Right. tiba-tiba ada kebijakan itu. Sedangkan ee gua enggak ingat siapa yang ngomong, "Oh, kita udah konakct tapi enggak ada atau enggak bisa atau whatever lah." Padahal pas ditanya, dikonfirmasi enggak ada yang konakct kita tentang iya kan pengadaan ini.

He. Ee itu yang akhirnya ya orang punya banyak criticism lah. Lagi-lagi about FDI, foreign direct investment misalnya ya kan orang-orang yang sudah berinvestasi di Indonesia ee perusahaan-perusahaan mobil whatever gitu mereka sudah ada di sini udah mengiyakan lu tahu sendirilah ini nih kita mesti akui bahwa lu mau berinvestasi berinvestasi di di Indonesia itu tidak segampang di negara-negara lain. Jadinya lu mesti melakukan ekstra staff lah untuk bisa ada di sini. Ujung-ujungnya pas ada kesempatan untuk memberikan reward kepada perusahaan-perusahaan yang sudah melakukan investasi, lu skip ya kan.

Lu malah berikan ke ee perusahaan yang enggak punya investasi di sini. At least at the moment ya. Heeh. Jadinya itu eh lagi-lagi it creates atau it record aja sih. Iya.

Terkait kayak gini-gini kebijakan policies, right? Eh buat orang-orang yang mau berinvestasi pada akhirnya ya nanti gua jadi kayak si A lagi ya nanti gua jadi kayak si B lagi. Enggak deh. Right. Itu itu yang menurut gua the highlight walaupun nanti gua mau circle back ke koperasinya.

Enggak. Gua enggak ngerti juga sih motivasi dia lakukan itu apa. Karena kan dia klaimnya bahwa dia tuh saving berapa puluh triliun gitu kan ya. Tapi it's a short term way of looking at things karena tadi tadi di mana banyak sekali pemain-pemain eh otomotif di Indonesia yang udah komit ya untuk buka lapangan kerja untuk menghasilkan berapa berapa mungkin quadruple dose saving yang dilakukan. Iya.

Pas lu panjangin berapa ya ee tenaga kerja yang diserap right untuk membuat dan ekosistem lainnya. Jadi motivasi apa di balik itu gua enggak ngerti sih berapapun yang dia save saat ini itu kan doesn't mean a dime gitu ketika lu bandingkan dengan apa yang bisa lu dapat dengan kalau lu kerja sama yang memang mod Indonesia something yang enggak ngerti gua terus out of nowhere man brandnya right ngerti enggak ngerti gua Mahindra eh gila apaan tapi kalau ada tata ada tata juga ya Mindra R5000 tahu kalau udah 105000 ada di Indonesia lu akan tahu tuh brandnya iya nih yang gua baca ya tata tata tata Mahindra He. Ee R5.000 dari Mahindra, 35.000 dari Tata. Hm. Mobil pick up ukuran 4 * 4.

Bukan ukuran 4* 4 dengan kemampuan kemampuan 4* 4. Ukuran 4* 4 kamar kos gue enggak gede banget cuy. Four wheel drive. Four wheel drive. Ini ini ee apa nover batimnya 4* 4 mobil pickup ukuran 4* 4.

35.000 1000 unit PK 4* 4 dari tata motor. Serta 35.000 unit truk roda 6 dari tata motor. Roda 6 dan roda 4. Rp35.000. R5.000.

R5.000. Oh 3. Oke. Iya. Jadi pada intinya kan masalah yang jadi kritik kita bersama itu kan keberpihakan industri tadi yang kayak sudah dibahas kan.

Lu berpihak ke industri mana? Dalam negeri apa luar negeri nih? He ee skala impor gede banget. Ee ee e 100 berapa nih? 100 R5.000 gede cuy.

Toyota itu berapa ya jualannya setahun ya? Oh, jutaan sih. He jutaan ya? Jutaan. Iya.

Rp150.000 tapi gede lah. Nah, terusak sih nah lu lihat data-data kalau IMS itu laku 1000 laku000.000 banyak R5.000 itu banyak sekali deal R5.000 sekali sekali tabok itu banyak. Iya. Jadi permasalahan di permukaan kan tadi ee keberpihakan industri, habis itu skala impornya yang besar dan sumber pembiayaannya nih dari mana? Nah, itu ituu yang muncul di permukaan.

Nah, yang menjadi tanda tanya khususnya gua itu apa yang membuat apakah ada kesepakatan-kesepakatan di belakang layar untuk ini terjadi? Nah, ini yang kemudian dipertanyakan oleh KPK kan masuklah KPK ke sana. He. Nah, itu yang gua tunggu sih sebenarnya ini. Ini apakah ada jalan belakang nih, jalur belakang nih sama perusahaan-perusahaan?

Kayak enggak enggak berpikir ee ee apa enggak berpikir buruk cuman ya kita tahu sama tahulah gitu tahu ada a certain trade off antara pemerintah Indonesia. Tapi kan we are kita enggak dapat gambaran clearnya gitu. Jadi itu kan kalau lu cuman ngelihat foto Sof nih, cuman ngelihat tangannya doang, lu enggak tahu dia siapa. Misalnya rupanya India beli panas bumi Indonesia, cuy. Eh anyway e itulah ya enggak yang menjadi tanda-tanya gua tuh yang tahu kenapa kenapa gitu apakah ada trade off e dengan ini motivasinya itu kita enggak tahu kan tadi ini kalau misalnya kita ngomongin jauh hari window masuk sih iya kan heeh kita enggak tahu kita enggak enggak terlihat semuanya kan dari kita nih jadinya kalau misalnya if that's the case ya baiknya pemerintah communicate ya dong dong.

Lu lu mesti kasih tahu masyarakat rakyat ini, eh tunggu dulu. Iya gua beli ini, tapi mereka beli itu dari kita. So, ini masih bagus menghidupkan dua-duanya. Misalnya lu ingat cerita enggak kita beli sukoi tukar kelapa sawit dulu? Waktu itu sama Rusia tuh kayak lagi 10 tahun lalu bro.

Enggak jadi. Tapi at least kita tahu gambar. Oh, tuker sawit tuker suka. Wih, untung dong. Gila sawit beli pesawat cuy.

Sawit cuy. itu kerusakan. Tapi sawitnya berapa banyak? Ya udahlah, tapi kan nilainya setara lah. Ini kita enggak tahu ya equivalentnya apa.

Enggak ngerti juga sih. Enggak kebayang. Tapi whatever it is harusnya if that's the case ya lu communicate better lah. I itu supaya enggak ada pertanyaan. Terus sama orang-orang yang incharge untuk berbicara ini lu lu train lah.

Oke. Karena some of them itu kayak defensif banget sama nyolot gitu. Heeh. Iya kan? L lu normal dong kita sebagai orang yang membayar pajak, right?

Untuk mempertanyakan uang pajak ini digunakan untuk apa? That's a fair question. Iya, betul. Iya, kan? Nah, itu satu.

Yang kedua itu tadi internasional, habis itu lokal. Iya, lokal kan. Ini hyperlal lah. Kita ngomongin pulau mas dulu. Pulau Mas ya.

Iya kan? Follow Mascuan Kuda. Bahaya menyambung. Menyambung bahasan kita pada episode berikutnya nih. Eh pada episode sebelumnya.

Berikutnya sebelumnya Adwi lompat-lompat waktu dia asik dia udah tahu berikutnya ngomong apa. Anyway jadinya seperti kita ngobrol kemarin itu Indonesia nih memiliki chance untuk menjadi pedal capital of the world ya kan. Iya betul. sampai akhirnya heboh lah ada satu orang komplain di sosial media lagi-lagi ya setting the agenda for everyone itu dari orang komplain individual sampai yang lainnya tak tak tak ya kan ada pergerakan juga yang intinya lapangan padel ini dibuka walaupun sudah dapat izin itu tuh layak dipertanyakan juga ya dapat izin tapi tetap mengganggu orang sekitar lah apalagi bukanya sampai late night yang akhirnya tuh berisik beneran mengganggu warga warga-warga sekitar ya kan. Nah, jadinya kemarin heboh akhirnya jadi lebih tertib sampai gubernur ngeluarin statement ya kan atau eh pokoknya enggak boleh gini, enggak boleh gini bukanya enggak boleh lebih dari jam 0.00 misalnya di yang di perumahan ya yang di perumahan sori yang di dalam perumahan.

Nah, yang lain-lainnya ini juga akhirnya jadi lebih ketat lah somehow ya. Lu kalau berusaha gua selalu ngomong nih enggak cuma di maksudnya di di internal ya, di eksternal ke klien-klien itu gua yang selalu ngomong gua udah beyond CSR lah. Kita bicara udah externality cost. Iya. Lu tahu enggak externality cost?

Kalau lu melakukan usaha sesuatu, udah lu invest, lu bikin apalah pabrik atau usaha atau apa, udah pasti di sekeliling-sekeliling pasti ada aja yang dirugikan. Entah dalam bentuk materi, entah dalam bentuk whatever lah. Maksudnya lu terganggu atau bising atau whatever. Kayak misalnya orang bikin tambang terus tiba-tiba ada jalanan tuh kan lu yang tadi sehari-hari enggak berisik lewat truk lewat atau yang tadinya lu bisa mancing di situ tinggal nyebrang misalnya atau cuma jalan lu harus muter ke sana itu kan dirugikan jadi ada exsternality cost yang itu harus dicater dan buat gua ya buat gua pribadi nih pendapat gua dan gua selalu menurut keyakinan gua dan harus gua advokasikan ke mana mah itu harusnya masuk opex kira-kira gitu harusnya masuk opek oke itu pelajaran harus tanggung itu, Men. Enggak bisa gitu kan.

Tapi dalam konteks ini gimana? Dalam konteks ini yang gua bingung kan itu kan ada namanya izin gangguan atau apa. Kalau lu mau berusaha itu itu kok prosedurnya kayak dilewatin gitu aja gua gua engak rasa ini izinnya itu tuh ada izin bangunan standar lah ya izin pembangunan IMB apa segala macam terus ada izin usaha olahraga. Heeh. Udah dapat juga dia kayak udah survei gua mau bikin terus tadi udah hitung.

Terus ada kesesuaian dengan zonasi tata ruang. Entar duitnya hilang lagi. Lihat aja. Nah, kesesuaian zonasi tata ruang ini nih yang penting ya kan. Heeh.

Tiba-tiba Sofyan punya tanah di dalam wilayah komplek bikin lapangan minta izin ala kadar. Warga sekitar ngasih izin karena belum tahu implikasinya. Iya. Nah, begitu sudah terjadi jalanan komplek dipakai parkirlah, buat inah, buat berisik ee banyak yang nongkrong, enggak tahu siapa, mar-mandir gitu kan. Ee ee e berpakaian minim selayaknya Sofyan pergi ke pantai jadilah muncul gitu kan.

Heeh. Nah, soalnya kalau gua ngelihatnya kalau misalnya tiga izin itu sudah terpenuhi harusnya jalan oke-oke aja. Tapi ee ee kesesuaian tata ruangnya ini nih ee ee dengan tetangga-tetangganya seperti apa? He. Ee kalau biasanya kalau kayak misalnya tetangga Mercy sebelah rumahnya ada ee lapangan Pak Del kasih aja duit ke Mercy kelar dan gua akan mendukung gua akan support gua akan support.

Oke. Gua jadi pemilik bisnis juga. Tapi, tapi ya gua enggak tahu ya apakah whether we going to reach this stage of this pedle situation ya. Lu sejengkal satu lapangan cuy. Tiap jangkal ada lapangan pedal gitu.

Kalau gua sebagai jadi distraktif sih memang lama-lama gua lihat-lihat sebagai pemain padel skala kecamatan skala kecamatan kelurahan kelurahan he kelurahan gua sih happy-happy aja dengan banyaknya lapangan ini. Kan harga tuh rentangnya 300 sampai 400 ada yang 700. Heeh. Koreksi harga. Jadi harganya makin lama makin kecil makin banyak orang yang bermain.

Hm. He. Ee ee apa makin banyak yang rugi. Banyak yang yang baru buka pasti rugi. Sudah pasti baru buka.

Ini ee tapi pada intinya ya ee tapi olahraga Pak Del ini kan unik olahraganya dia olahraga tapi dia juga ada unsur sosialnya. Sosial sport lu ketemu orang dibang ng itu jelas social sport kalau gol. Iya ada. Iya, ini juga social sport biar lu berdua coba bertengkar gimana gua lihat jauh ada ada coffee shop nanti di sana ya kan orang nongkrong ya elah sepak bola tuh paling sosial lah kalau anyway eh ini yang menarik berua buat gua ini tentang technical license to operat iya sama social license to operat dan lu-nya udah beres l jangan lupa PR-nya Lu mesti sosialisasi, men ke tetengah-tetangga. Manfaatnya apa?

Iya. Gua kasih, gua kasih berapa jam gratis. C SR lu mana? Ada enggak? Ya kan menguntungkan rakyat ee sekitar ya kan?

Kontribusi lu. Lu lu mesti perhatikan dua-duanya. Lu jangan main satu ya kan? Lu lu mainkan dua-duanya. Oke.

Setuju. Setuju. Enggak. Tadi gua maksud gua tadi kita sudah ngomongin luar negeri yang kira-kira apa? ngritik di dalam negeri juga ada yang berulang men apa namanya tuh ee gubernur Kaltim.

Gubernur Kaltim membuat kontroversi. Ini nih yang istrinya unik itu kan. E noni wobe noni wobi w looking. Dia ada pengin terlihat beda i kan lu mau beda it's fine mbak agak off aja sih. Iya maksudnya orang mau tepuk tangan ya kan atau kayak kita-kita mau ketawain enggak apa-apa enggak lah.

Enggak enggak bebas bebasah ma gimana. Oke, bebas. Tapi semuanya kesorot itu gara-gara h kebijakan untuk membeli mobil operasional ini kan yang harus gua gua baca terakhir beritanya udah dibalikin sih. Udah dibalikin. Iya jadinya tapi tetap kita harus bahas dulu nih kan.

Entar asli asli asli asli. Iya kan lu lu spend 8.5 billion ya rupiah untuk mobil dinas. Dan ini lagi-lagi ya orang-orang di bawahnya gitu. He gimana ya kita nih kayak enggak ada controlling mechanism gitu. Pas bos lu melakukan lu lu challenge bos nih serius nih.

Nanti orang ngerti enggak lu enggak ada mekanisme pokoknya sampai akhirnya bocor dan orang-orang seluruh Indonesia komplain lah. Hah 8,5 miliar mendingan buat A, mendingan buat B, mendingan buat C gitu. itu kan yang dia ditanya sama media tuh, tanya sama jurnalis dia bilang bahwa diaak dia enggak ngomongin soal harganya, dia bilang bahwa menurut aturan tahun berapa ini ini bahwa alokasi ee ee kendaraan dinas itu CC-nya 2000 4.000 ya 2.400 2400 sampai berapa sedan tuh 3.000 lebih gede. Kalau yang off00000 enggak yang offroad 4.000 Kalau sedan apa itu terus dia bilang iya ee ini belinya sesuai dengan untuk teknikal yang enggak nyambung enggak ya gua rasa sih ya maksudnya dia jadi gubernur ya harusnya kan enggak harusnya dia tahulah eh gua pengin Range Rover kira-kira harganya berapa sih maksudnya artinya di kepala dia tuh udah tahulah kisaran harganya jangan jangan menganggap kita yang dengerin bodohlah kira-kira gitu maksud gua ya iya maksudnya sekarang nih udah zaman yang berbeda, man lu kebijakan-kebijakan bodoh seperti ini tuh lu bisa menuai kontroversnya tuh se se-Indonesia men di dikeroyok dan yang yang bikin gua agak amaze sebetulnya adalah kenapa bisa udah dalam posisi gubernur tapi enggak ada sensitivitas itu atau enggak ada kesadaran itu untuk kira-kira bahwa apa sih yang kan ada yang benar tapi ada yang baik kan gitu kan ada etically secara etis bahwa gua boleh melakukan ini, tapi secara etis kira-kira baik enggak gitu loh. Itu hal-hal yang sangat ada yang boleh, ada yang benar.

Nah, kira-kira gitu tapi enggak benar gitu. Itu masalah hampir majority of our pejabat enggak sih? Enggak, enggak sih yang yang jangan itu lu lihat kan yang kalau yang jelek ya pasti viral kan. Tapi yang bagus-bagus gubernur, bupati banyak. We discuss about this near empathy itu every other month gitu.

Memang masih banyak gua gak bilang semua, gua enggak bilang semuanya, cuma masih banyak pejabat itu ditempatkan e orang-orang yang di posisi posisi strategis yang memiliki mentalitas yang kayak begitu. That's a fact. I dia jadi gubernur di situ. Itu kan dipilih di vote gitu ya. Jadi buat gua every apa every region every itu deserve its who governs.

Jadi karena itu kan dipilih ya. Jadi buat gua ada separuhnya ya lu sadar politiklah supaya enggak milih yang kayak gitu. I lesson-nya dari sini ya lu memilih dengan benar. Makanya jangan jangan mauunakan hak pilih lu dengan baik. Uang terus gila ya lu pertaruhkan uang misalnya taruhlah 500 segede-gedenya nih Rp500.000 untuk 5 tahun berarti kan setahun Rp100.000 R lu bagi lagi per hari tinggal sisa berapa sekian perak not worthed gitu loh maksud gue enggak worth sedangkan orang-orang yang benar misalnya bisa beneran literally mengubah hidup lu men dengan kebijakan-kebijakan yang bagus gitu iya dan logiknya kebalik-balik aja nih ngomong logik kebalik-balik nih ngomongin soal pelayanan publik ya tapi si si tapi kan akhirnya dia membatalkan pembelian kan kita sudah ngomongak ini kebiasaannya dia enggak menyimak gua udah bilang tadi setelah dia dipress diskusi dia gimana lu enggak menyimak ketika ketika dia enggak poin gua poin gua ketika dia sudah mengembalikan ketika dia sudah mengembalikan kita harus memaafkan oh g ngerti kan maksud gua gua setuju kita harus memaafkan mulia tapi gua setuju enggak enggak enggak enggak ini harus jadi pelajaran men harus cuy harus dong kalau enggak kita sebagai bangsa enggak belajar Jadi pelajaran jadinya kita learn and forgive.

Kutipannya kalau lu mengutip Iya. Kalau lu ngambil kutipan itu lu harus atribusikan ke gua copyri lagi sok bijak belum belum ada aja yang ganggu dia bikin marah-marah. Tapi memang fatsnya begitu. Mungkin orang Indonesia itu kita kita secara umum tuh we forget eh and we forgive. We forget and we forgive.

Jadi lu lupa lu udah lu maafkan terus lu lupa diulang lagi sama orang lain. Jadi tolerable. Kalau kalau gua forgive but never forget. Maafin gua I mean inilah gak another not a big deal out of it. Tapi lu jangan pernah lupa men bahwa orang ini melakukan A dan B gitu.

Karena kalau enggak lu berarti e enggak telaten aja. Tiba-tiba lu dibokisin ya. Ya kan lu udah tahu tukang bokis. Oke, jadinya Sofyan lu oke kan kemarin ini adalah salah satu wing baru dari praksis ini kan wing baru namanya Prognosa. Prognos iya prognosa.

Baru-baru ini melakukan enggak sebenarnya kita sudah berapa kali riset ya mostly dilakukan buat kepentingan klien internal segala macam-macam. Eh tunggu dulu ceritain sedikit prognosnya ini ngapain wing baru ini ngapain biasanya? dia nih gua baca sebentar gua baca gua baca kredensialnya dulu tapi mostly dia bilang dia dia service-nya adalah market research, market behavior, corporate training, digital audit, bisnis forecast, analysis, terus reputation audit, policy impact studies, iya banyak hal-hal politik apa sori public opinion survei banyaklah yang yang biasa kita lakukan untuk kepentingan klien tadinya kan eh internal billing lah kira-kira mereka provide service kita anu segala macam. Sekarang udah kita kami melihat ini service yang mungkin dibutuhkan berapa dan ya kira jadi lini bisnis bisnis baruah. Dan terkait riset-riset itu sudah beberapa kali sebetulnya yang kemarin terakhir sama Public Affairs Forum Indonesia for forecast 2026 industri forecast 2026 itu udah kayak ee bulan lalu apa 2 bulan lalu kalau enggak salah Desember kalau enggak salah oke kita jalan.

Nah, sekarang ini ee kita mau preskon lagi terkait ee mungkin ini ditayang preskonnya sudah preskon harusnya ee analisis kita terhadap dampak strategis bagi industri Indonesia terkait dengan US Indonesia Agreement on reciprocal tarif. Oke. Oke. Jadi yang mungkin kita bisa highlight di sini salah satunya ya mungkin kita lulu coba cari kita kontak hubungi ya kan kita kalau mau full report bisa tapi ini sedikit snipet preview nih masa depan industri cemerlang gelap mana industri yang ee apa bagus mana yang kemudian apa terbebani dengan agreement ini segala macam ya namanya resiprokal ya resiprokal itu kan enggak mesti setara juga maksudnya gini loh dalam ya sekitar 100 sekitar 6. Tapi kan secara value itu yang harus paling enggak adil buat dua belah pihak lah.

Dalam analisis ini kita lihat sebetulnya nanti industri-industri mana yang kira-kira bisa mengambil kesempatan karena tarif apa perjanjian ini dan mana yang kemudian tertekan misalnya e akibat dari tarif ini ada beberapa yang disebut ya ada soal kapas nikel energi petrochemical sebenarnya all various industry n mungkin dijelasin eh saat ini YouTube tayang mungkin sudah bisa di-download full report ya silakan itu aja sih oke ya jadinya prognosa Ini obviously kayak forward looking ya kan. Kita ada tim juga explicar tuh yang memonitor masa lalu ya kan praksis dan lain-lain. Ini saat ini kita melakukan tapi prognos ini looking into the future lah what's going to happen jadi ada predictifnya lah sifatnya. Nah, jadi kalau misalnya perlu research dan lain sebagainya bisa langsung hubungin. Nanti email juga kita masukin eh somewhere around here.

Anyway, I think that's about it ya buat kita kali ini. E thanks for tuning in all the way to the end and that's it. See you next time. Thank you. Thank you.

Thank you.

Go deeper — Concepts & Ideas