Will AI kill the media business in Indonesia? In Proxemics 029, hosts Mercy Tahitoe and Stephanie Sicilia with the Full House regulars make the uncomfortable case that the damage is already visible — AI-driven search now summarises the news directly on the user’s screen, and portal traffic has fallen by as much as 50%.
The mechanism is simple and brutal: audiences no longer need to click. AI engines crawl news portals, digest the reporting, and hand back an answer, so the original outlet loses the visit — and the ad revenue with it. Worse, the panel warns, owners who bypass the newsroom to serve their own interests threaten the independence that keeps a free press alive.
From there the conversation widens into a public-affairs sweep. The hosts dissect the government’s muddled communication over fuel (BBM) pricing — a vacuum of transparency and consistency that bred mass public confusion — and the Amsal Sitepu case, where a video worker’s post-production costs like editing were treated as state losses. Their fear: agencies will simply stop partnering with government.
Then the lens turns geopolitical. Borrowing Antonio Gramsci, the team frames modern conflict as a war of discourse, where states pay influencers millions of dollars to launder public opinion and bury inconvenient facts.
If you work in media, PR or public affairs, this is a sharp, unsettling read on who really controls the story now. Press play.


YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.
Auto-generated captions from the original Indonesian audio — unedited.
penurunannya 50%. Takut man kita berurusan sama negara kalau kayak begini. BBB itu sampai ke mana sih? Satu rumah media membutuhkan puluhan jurnalis editor untuk mencari informasi. Sementara satu aplikasi AI yang crawling ke media-media itu cuman engine doang kan, mesin doang.
Dia sudah mau vonis dianggap dia merugikan negara. di mata si jaksa dia enggak menganggap kegiatan-kegiatan yang dilakukan di proses free dan post itu layak diberikan value dinagihkan. Orang-orang yang mampu beli mobil lu subsidi itu penting enggak sih? Perlu enggak sih? Ada bias menengahnya di situ.
Perang ini bukan cuman kirim-kirim rudal, tapi perang media. Mereka sudah terbukti menggelontorkan duit puluhan juta dolar untuk bayar e influencers. Kik lagi. Oh, emang PBB itu sampai ke mana sih? Kagak ada.
Nah, pertama ini kan eh by the way ini kita taping di early April ya. Heeh. itu kemarin BBM akhirnya setelah 1 du hari rumor circulating spekulasi bakal naik tahu-tahunnya enggak naik. Heeh. Ya kan BBM tetap di harga yang sama at least for now.
Iya. Dan ee inilah orang-orang yang ngantri apa dan sebagainya. Jadinya intinya kemarin itu banyak informasi yang berseliwuran lah yang yang of course created a lot of confusions, right? Nah, ini nih anything anybody yang punya take on this. Jadi eh kalau gua boleh rephrase pertanyaannya.
Hm. Kita setuju enggak BBM naik atau jauh banget. Gua sama sekali enggak bertanya ke sini. Tapi terserah lu lah. Oke.
Heeh. atau setuju naik apa enggak apa e naik apa enggaknya setuju dulu apa enggak maksudnya apakah setuju dengan keadaan sekarang BBM enggak naik ee membebani APBN kata banyak ahli atau sudah tepat banget nih kebijakannya untuk ngenaikin BBM gitu. Iya itu pilihannya itu sih memang betul gua singkat dulu nih sebelum masuk ke yang lebih teknis ya sebenarnya menurut gue BBM ini kalau kita ngelihat negara tetangga ya kita tuh sudah di posisi yang palingping rendah gitu. Hm. maksudnya dari price price dan kita tahu sendiri harga fel price global, harga fel price dunia tuh seperti apa.
He. Jadi menurut gua yang penting tuh pertanyaannya juga apakah subsidinya tuh tepat sasaran atau enggak? He. Orang-orang yang mampu beli mobil lu subsidi itu penting enggak sih? Perlu enggak sih?
Iya enggak? Kalau gua pribadi ya walaupun gua naik mobil listrik dan mobil bensin, Heeh. Gua tahu gitu, there is a race bahwa harga fuel price ini akan menjadi harganya begitu stop di subsidi harganya akan naik gitu kan. Tapi orang-orang yang punya mobil harus sadar bahwa selama ini tuh mereka ya menerima subsidi yang mungkin enggak tempat sasaran. Pertama bahwa gua enggak mau ini bias kelas menengah dulu.
Maksudnya sepakat dong paling enggak kita sudah kelas menengah lah. Karena kelas bawah di Indonesia tuh bottom banget ya. Gua enggak tahu angkanya terakhir berapa kalau enggak salah R juta per bulan 1,5 lupa. He. Itu bawah banget, rendah banget lah ya.
Dan artin kalau lu udah bisa beli mobil sih harusnya udah bukan masyarakat kelas bawah lagi ya. Betul, betul, betul. Dan mereka enggak dapat subsidinya. Bahkan subsidi bensinnya mereka enggak dapat, kan itu kira-kira kalau mau dari perspektif itu dan biasanya yang banyak yang berisik nih ya quotin quote yang ramai yang yang bikin kehebohan lah di media sosial atau apa biasanya kan yang punya akses ke media sosial ke mana dan itu yang yang jadi voice yang didengar sama sama pemerintah yang yang bikin ramai kan gitu kan itu kebanyakan kelas menang jadi buat gua ketika keributan itu terjadi Jadi ada bias menengahnya di situ. Kalau misalnya Tarola ee gua pernah kok kalau enggak salah 2022 apa 2023 gitu.
Menurut gua harusnya kalau gua pribadi contoh ee yang menurut yang yang sekarang nih tukang es. Lu tahu enggak tukang es keliling yang beli UMKM di warung-warung pinggir jalan itu kan dia jualan es lah apalah segala macam. Itu harga plastiknya sudah naik dua kali lipat. Iya plastik sih R1.000 R sekarang mereka harus beli Rp50.000. Harusnya orang-orang kayak gitu kan yang dapat subsidi dalam bayang.
Kenapa plastik itu naik? Karena kan plastik itu sumbernya dari grut juga. Ee hasil dari industri petrokimia. Artinya turunan dari crut. I dan harusnya yang kayak gitu-gitu enggak sih yang disubsidi orang-orang seperti itu?
Bukan kita yang bawa mobil. Sesimpel itu aja sih gua berpikirnya. Kan kita tuh berapa sih kapasitas kita nih? Kita sebetulnya udah kalau ada matematikanya. matematikanya ya matematikanya tuh kita enggak cilaka bangetlah gitu kira-kira.
Cilaka I kita kalau kita ngomong bahan bakar minyak nih pertama kita punya produksi sendiri Rp600.000 ya kebutuhan kita 1,6 ada selisih dong 1 koma enggak 600 dari 600.000 itu bukan buat kita semua kan ada K3S tuh ada BP orang-orang yang perusahaan yang eksploitasi pahit-pahitnya yang bisa kita pakai sendiri R00.000 R. Oke. Ada kekurangan berarti 1,2 mungkin ya. Hm. Lu tahu enggak kapasitas kilang kita berapa?
Kapasitas kilang kita sudah R,1 juta sebetulnya. Oke. Untuk bisa bikin apa produk di bawahnya itu ya turunannya. Turunannya ya udah pahit-pahitnya R00.000 masukin situ. Terus kemudian kita impor crud-nya segala macam.
Berarti kan selisih taruhlah R1 juta something. Toh kapasitas yang diutilisasi itu kalau enggak salah Rp800.000. Hm. Nah, kita bisa tuh utilisasi itu kalau misalnya kita bijak, kita berhemat bisa pakai yang itu satu. Iya.
Terus yang kedua ini kita ngomong tadi kita gua dalam konteks ngomongin pertalit pertamak sama pertamak turbo. Artinya yang bensin. Sekarang kita ngomong solar. Solar kita nih harusnya per 1 April ini kita udah enggak impor solar lagi Men. Lu tahu enggak kenapa kita enggak impor solar lagi?
Karena saat ini kita sudah B40. Hm. Jadi solarnya itu sudah dicampur sama biodiesel yang sumbernya dari sawit. Terus kemudian, nah yang kritikal sebetulnya adalah soal LPG. I lu ingat enggak waktu tahun 2000 gua lupa 2008 2009 waktu itu kita transisi dari minyak tanah ke LPG.
Heeh. Dengan hitungan waktu itu He. Subsidinya berkurang. Maaf gua enggak ingat angkanya ya, tapi gua ingat itu kejadiannya lah. Jadi LPG 3 kilo terus kemudian dari kerosin waktu itu subsidinya gede banget.
Dan kalau dari produk turunan minyak kerosin itu nomor gua lupa antara nomor tiga atau nomor empat lah di bawah dari apa ee yang paling tinggi mentah terus habis itu bensin terus kos kerosin itu ada di tengah-tengah lah kira-kira gitu. Kalau LPG LPG paling atas. Oke. Karena dia cairnya itu paling cepat kalau enggak di suhu gua lupa ya 40 derajat celcius dia udah cair. Nah LPG itu di atas kerosin tuh di bawah lah gitu.
Nah, waktu itu LPG 3 kilo karena mungkin lebih murah waktu itu sebnya dan di apa dipindahlah subsidinya. Nah, sekarang kan tapi posisinya adalah kalau untuk LPG kita itu impornya sudah lumayan tinggi. Hm. He. Sebagian besar angkanya variatif ya 70 80% ee berkala tergantung kemampuan kita stok dalam negeri.
Nah, ya ini yang kemudian ee jadi sesuatu yang krusial nih. Harus dibedain juga antara LPG sama LNG. Iya. Yang orang kadang-kadang nganggap sama gitu, sama. Itu sesuatu yang berbeda.
Liquif natural gas itu kita ambil dari bumi didistribusikan langsung ke rumah-rumah, ke industri. segala macam itu lihat pakai Jargas. Nah, LPG ini nih yang a bit concerning. He. Nah, kalau industri overall itu udah pakai LNG sebetulnya terutama yang di kawasan-kawasan industri segala macam.
Iya. Udah ada udah ada jalurnya lah. Jalurnya udah langsung jalur pipa gas. Iya, jalur pipa gas udah udah well managed lah karena kan integrated industrial complex kan gitu-gitu ya. Nah, yang masalah adalah industri yang menggunakan LPG, which is kebanyakan HOREKA, hotel, restoran, kafe yang harganya itu.
Nah, ini nih sekarang pertanyaannya nih. Pertanyaannya adalah soal LPG nih, kita mau ngapain? Apakah kita mau fully dependent kayak sekarang yang which 80, 70 sampai 80% kita impor atau kita mau shifting ke sesuatu yang lain seperti LNG misalnya? Misalnya LNG, jargas, geothermal, udahlah base load paling tinggi 99% itu kehandalan artinya eh productivity factor, availability faktornya tuh segitu solar ya. Kalau ngitung 24 jam mungkin itu aja sudah berkurang 50% kan karena matahari berapa e jam sih sehari dan itu juga punya persoalan kayak di Cina misalnya butuh tutupan yang sangat luas kan butuh solar panel ter dan itu berisiko menutupi tumbuhan di bawahnya itu ya kalau di China kan mereka pakai gurun iya di gurun nah di Indonesia mana ada gurun nah ada he nah itu berpotensi apa namanya ee mengancam ketahanan pangan juga enggak kalau Indonesia tuh ya kalau ngomong sustainable energy ya selain panas bumi itu ada angin ada ombak pasang surut segala macam segala macam banyak banget jadi dikhawatirkan soal it bas load ya dia enggak ngerti soalnya nih coba jelasin bas load itu adalah kan gua udah bilang availability factor lu colok geothermal lu masukin itu ke PLTP terus lu jalanin ke grid availability faktornya bahwa dia bisa menghasilkan gener energy secara konsisten secara terus-menerus itu 98 enggak dipengaruhi sama apapun.
Gua belum lihat angkanya nih 98%. Hm. Sampai 99%. Solar tadi gua sudah bilang banyak eksternal bahkan 50%. Yang udah pasti kelihatan mata aja 50%.
Terus habis itu angin berapa? Dan solar. Persoalannya satu lagi baterai. Lu kan habis dari solar kan enggak bisa lu langsung masukin ke apa grid grid PLN. Lu harus ke baterai dulu, baterai baru ke rumah atau ke grid.
Nah di situ ada grid cost. Dan umur baterai lu tahu berapa? 10, 15 tahun, we never know, teknologinya belum there yet untuk kita bisa nanti 15 tahun lagi mengatasi limbah baterai itu mau diapain. Hm, itu gua bukan not against solar, tapi kita harus lihat pro and cons-nya ya. Dan geothermal itu jujur buat gua sih paling make sense ya, walaupun tempatnya scattered nih sekarang belum belum belum belum di satu apa belum semua mencapai belum engak dan belum bisa ke seluruh Indonesia juga.
Tapi pertanyaan gua adalah lu dari sisi komunikasi gimana how well is the government communicating on this apa issues dari sisi lu aja gua dulu baru stin ya oke enggak bagus ya engak enggak gini dari confusion man it's a trend right maksudnya the way they communicate tu is like they never learn gitu bahwa it's very important to keep things clear and concise. He. Heeh. Karena sekarang tadi kita sudah sering bahas lah di setiap episode bahwa the flow of information that we got dial media tuh sangat sangat sangat banyak. Heeh.
Lu hoax, lu real, lu, kita enggak tahu nih facts or hoax. Belum lagi komparasi sama negara-negara tetangga dan lain-lain dan lain-lain. Jadi tuh banyak banget influencer-influencer atau konten-konten orang-orang yang punya audience tuh yang ngomongin jangan sampai kita nih under prepared gitu. Oh iya, itu itu tapi sebenarnya itu fair lah menurut gua. Bukannya maksudnya ada konten yang nakut-nakutin, tapi ada juga yang ada juga, tapi ada juga yang ya factual aja ya kan kayak apa algo search or whatever itu apa namanya kayak ini benar enggak sih kita nih maksudnya karena enggak ada dan kayak kayak enggak koordinasi gitu between yang ngomong tuh ownershipnya di siapa yang memberikan ee ketenangan kepada masyarakat Indonesia tu harusnya siapa itu tuh kayak enggak sebagai komunikator tuh gua merasa discr a lot better juga sih kalau dari segi I not easy.
We not saying that it's easy lah. Tapi menurut kita collectively ini at least eh beberapa kali kita ngobrol itu could be better to definitely lah. Kayaknya dengan arahan yang lebih jelas eh training persiapan untuk menghadapi masalah-masalah kayak gini tuh bisa lebih clear lah. So ini multi stakeholders right dan ownershipnya tuh benar-benar a lot of a lot of e organization dan kementerian gitu. Jadi mungkin ada ada bottle neck juga yang membuat delay in all of this information.
Iya. Kalau kalau dari segi komunikasi tadi ya, pertanyaan bertanya betul pertanyaan gua itu gua gua bisa sebagai seseorang yang sudah bergelut di dalam dunia ini lebih dari 25 tahun masuk gua masuk masuk yang idealnya kayak gimana sih gitu kan kalau pertanyaannya Heeh idealnya itu kalau menurut gua pemerintah itu harusnya transparansi transparan sejak awal gitu transparansi itu penting ee kenapa ini harus dilakukan kenapa dia dilakukan. Nah, itu tuh bukan sesuatu yang ujuk-ujuk keluar gitu. Bisa dilakukan secara bertahap. Si A ngomong apa, tapi transparan masing-masing transparan.
Nah, dalam dalam kaitan itu konsisten bahwa ee kementerian ini ngomongnya ini, kementerian itu ngomongnya itu, kementerian sana ngomongnya ini. Mungkin masih satu cerita benang merahnya itu ada ini entar yang ini ini dah itu konsistensi. Terus yang penting juga itu jangan cuma ngomong kebijakan, tapi gimana memprojek memproyeksikan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari solusi jangka panjang solusi. Heeh. Nah, itu penting tuh.
Ee yang lain-lain itu kayak Heeh. Gunakan bahasa yang mudah dipahami itu udah udah udah udah ngertilah ee ee pemerintah sekarang. Cuman ya tiga hal tadi ee itu memang masih harus di latih lagi ya. Enggak karena memang ini kan entangled sama politik itu ya problemnya. Nah, itu itu ada satu poin lagi tuh timingnya juga harus tepat.
Nah, timing harus tepat. belajar dari krisis moneter 9798 itu terjadi spike lah harga apa dolar tukar rupiah tinggi harnya kita juga kesulitan karena kita sudah net importer juga waktu itu dan harga BBM juga naiknya ngelonjak banget kan waktu itu kan. Nah, di sinilah kemudian pemimpin-pemimpin pasca Soeharto itu belajar bahwa ketika dia apa namanya? Jadi sensitif nih karena kita dulu itu sudah terbiasa di subsidi dari tahun ke tahun dari tahun masyarakat kita tuh udah terbiasa disuapin lah untuk harga ini di sori bukan disuapin ya jadi shock absorbernya untuk apa gejolak energi ini adalah APBN gitu jadi yang naik turun itu nilai subsidinya bukan publiknya secara langsung gitu dan itu sudah terbiasa dan semua pemimpin setelah itu paham bahwa ketika ini diganggu itu berimplikasi pada elektabilitas, popularitas atau whatever lah. Makanya biasanya mereka kalau mau melakukan ini pasti di ujung-ujung.
Di ujung-ujung SBY terakhir tuh jeder kan itu eh karena kalau misalnya lu di term pertama ah lu bisa guaranteed lu kalah term kedua. itu itulah kenapa dalam sejarahnya di di mana-mana sebetulnya ekonomi artinya hitung ekonomi kenapa gua bilang hitung ekonomi adalah ini kan Pertamina juga harus untung ya dengan yang non subsidi dia harusnya dapat winfall dong dia naikin juga atau supaya enggak terbenam dalam kerugian lebih dalam misalnya dia harus naikin menyesuaikan ekonomi itu selalu kalah sama politik yang which di satu sisi kan presiden minta misalnya danantara untuk naikin return on asset Dan menurut gua sih ya ya ada pertimbangan ya gua paham lah Pak kemarin statementnya juga clear. Nah itu satu. Nah akhirnya yang terjadi adalah cari solusi jangka pendek. Kenapa misalnya gas oh ya sudah kita ambil dari US atau whatever yang itu kan solusi jangka pendek.
Ada beberapa mungkin mungkin dari distribut dari industri digeser ke masyarakat gitu misalnya ya gua enggak tahu lu ada ada resuffel di dalam ini ke sini ini ke sini ke sini gitu artinya kan ini kan berdampak itu jangka pendek nah kadang kita lupa sama solusi-solusi jangka panjangnya yang lebih sustain nah paling yang gua mau highlight itu eh optiknya just to be clear lu mau naik harganya atau enggak diserap sama misalnya Pertamina Heeh itu pajak-pajak Ajak kita juga lah. I kan ini season guys. Oh kortexte ini duitdit el dan kita. Enggak. Kalau yang nyerap Pertamina itu korporatnya Pertamina, uangnya Pertamina.
Pertamina bukan 100% milik negara ya, Bro. Oh iya. Enggak, Sofan kalau diserah itu kita juga 100% cuy. Sofyan punya saham kok diam. Kalau bencot gimana caranya?
punya dia enggak kalau kalau PGE gitu-gitu kan beda. Tapi kalau Pertamina holding itu kan 100% negara. Iya. 100% milik negara sih. Heeh.
Jadinya Oh iya optiknya kita enggak naikin cuy nombnom jangan jangan jangan jangan lu pikir bahwa ini enggak semuanya datang dari kantong yang sama. Itu tuh mistaken. Right itu tuh just to be clear. Jadinya kita jug mesti ngeh kritisi gitu. Oke.
Eh, ini kita punya uang Rp10.000. Mau dikemain nih? Buat bensin, buat MBG, buat ini, buat apa nih? Ya kan? Jadi jangan pikir kayak ini ada duit nganggur ekstra aja.
Oh, itu kan duitnya Pertamina, cuy. Itu sama aja kalau boncos. Kita-kita juga, Bro, yang bayar. Iya. Oke.
Itu aja sih. Gua token ya, kalau misalnya positioning gua terkait harga BBM terutama yang non subsidi ya, Pertamina sebagai entitas itu enggak boleh rugi buat gua. Jadi yang non subsidi non subsidi at least di bagian itu gua bilang dia harus naikin harga. Oke. Ee kemarin itu Sofyan sempat share ee di grup kita ya itu yang tentang amsi Asosiasi Media Cyber Indonesia.
Basically menurut laporan mereka itu eh media visit in general lah ya bukan cuman satu media gitu tapi secara keseluruhan itu ada penurunan. Lu lu jelasin media visit itu apa? ya. Oh iya, media visit itu jumlah visitor, orang kita nih pengguna internet yang masuk ke website ee website media, website berita. Nah, ini ada ee di berita itu penurunannya 50% lah ya.
Ya kan ini sudah diliput di mana-mana. Nah, ee gimana nih what what are your thoughts? maksudnya ironinya ee kita buat kita-kita yang di public relations at least ya itu kita untuk berkomunikasi dengan target audience kita itu masih dilakukan melalui eh majority ya melalui media. Jadinya kita juga punya kepentingan eh gimana nih ya supaya media bisa survive gitu. Karena itu salah satu oke eh alat kita untuk menyampaikan informasi ke publik.
That's not the only one. Tapi itu masih salah satu yang besarlah. Adwi penyebab penurunan konsumsi media massa cyber online di Indonesia apa nih? AI dalam konteks ini kan AI. Dalam konteks ini AI.
Nah, AI itu ya oke ee kita sepakat bahwa ee satu rumah media itu dia membutuhkan puluhan jurnalis editor untuk mencari informasi. Sementara satu ee aplikasi AI yang crawing ke media-media itu itu cuman engine doang kan, mesin doang. Jadi dia dia cerita kemarin gua ketemu salah satu pemret ya di kantornya dia ada sekitar 100-an jurnalis di luar yang maja segala macam. Ee yang datang ke site-nya dia sekarang itu banyakan bot crawernya AI. Iya.
Mereka bisa lihat. Heeh. Crollernya AI untuk ngambil-ngambilin tulisan mereka. Itu poin gua. tadi.
Jadi ee ee apakah adil ya kan? Apakah adil ee ya pasti enggaklah jawabannya. Heeh. Gua invest sementara dia ee menggunakan sumber daya manusia, sumber daya gua cuma-cuma gitu. Cuman ini balik lagi kalau dari sisi gua pribadi ya, ini balik lagi soal kebiasaan.
Kalau misalnya gua pakai chat GPT lah, katakan gua search nih eh atau gua bertanya sesuatu ee jawaban yang diberikan oleh ee chat GPT itu kan belakangan wajib menyantumkan citation sources-nya ya dari liputan 6 dari kompas.com dari detik.com itu gua klik loh ya. Jadi, gua udah dapat jawabannya nih. Biasanya kan si AI engine itu menyederhanakan si satu artikel itu untuk jadi beberapa poin aja kan. AI overview namanya. Heeh.
Itu gua klik nih misalnya ada sumut pos bahkan ee ee menjadi sumber gua klik sumut pos-nya. Itulah kontribusi gua dan gua harap ee banyak orang juga akan melakukan ke sumber informasi yang di quote unquote ya, dicuri, dicuri oleh dibypass lah ya kan diintersep sama AI. Tapi ini nih lucu juga. Lu ingat enggak dulu ada news agregator? Iya, cuy.
Babe gr news itu bertarung juga tuh. Wi orang stop ke media gua nih karena lu udah agregate lu jadiin satu di el ya kan gua enggak dapat akhirnya mereka dealing or whatever lah. Namanya publisher right sebetulnya udah diatur cuma lu kemarin gimana ngobrol sama Iya itulah gua enggak mau nyebut yang mana ya medianya Heeh. Cuma usah ee dia bilang ini udah kondisinya sih udah ngap-ngapan sih di industri ini ini dampaknya terhadap ee belanja iklan. Iya, iya betul.
Gua akan Pertamina akan pasang iklan ee di suatu media karena visitornya pengunjungnya pengunjungnya banyak, trafficnya tinggi, manusia, real people. Kalau enggak gua akan gunakan ee channel alternatives. Kita sudah antisipasi ini sudah lama sih sebetulnya gua udah pikirin ini sudah lumayan lama lah. Artinya kita tahu Google itu dulu waktu itu belum zaman-zaman AI lah, like 10 years ago. Hm.
10 tahun lalu, 15 tahun lalu ketika kita baru setup praksis, kita tahu data itu scattered ya ee apa namanya banyak gitu di mana-mana dan ada piramidnya data itu. Jadi ada piramida data itu namanya pertama data, yang kedua tuh informasi, yang kedua knowledge, yang terakhir itu wisdom. Nah, Google itu isinya ya data-data segala data doang. Nah, waktu itu kepikiran kita adalah kenapa kita segala macam ini harus ada yang olah. Pertama, kalau di CC PR di CCP kalau data itu bilang nothing, data itu skater di mana-mana.
Kalau dulu kan kita mau nyari data setengah mampus ya, setelah ada Google dulu permainan itu kalau lu punya data lu menang. Iya menang kan film James Bond. Iya. Nah, lu nyari data nyarinya susah kan itu dulu data terus kalau sekarang kan lu tinggal Google aja itu tapi bentuknya masuk data nothing itu belum belum punya makna belum raw nah PR itu misalnya naikin dia jadi what-nya jadi information agak naik sedikit jadi knowledge gitu kan itu kan yang kita lakukan selama ini kan nah PA itu dulu kita bikin wah ini harus ada wisdom-nya nih karena belum ada yang Nah problemnya sekarang ada EA yang melakukan itu dari data diolah diolah sama dia. Kalau sekarang nih tahap nih sekarang AI progress sekarang gua baru lihatnya dia baru di dari sisi information.
Makanya Adwi selalu ngeklik lagi sumbernya karena dia mau digest itu belum cukup dia mau digest itu data apa yang kurang supaya dia olah itu jadi knowledge terus dia jual ke klien-klien kira-kira gitu. Nah, memang mental kapitalis begitu. Bagus, gua setuju. Nah, ya gua enggak tahu dalam 5 10 tahun ke depan ini AI gue rasa dia akan bisa nanti jadi wisdom dan di situlah kita harus adab ya maksud gua. Nah, apa yang terjadi di industri ini sekarang artinya ada begitunya.
Belum lagi sebetulnya, Bro, tekanan terhadap kebebasan pers ini yang yang menurut gua lebih bahaya daripada ini semua ya. He. Kayak misalnya kalau ada yang enggak sesuai, kita kan biasa melakukan itu tapi in a proper way ya. Kita punya ada mekanisme ya, dari One Pir, ada surat hak jawab segala macam. Kita hak biasa melakukan itu.
Karena apa? Kita melakukan itu karena kita menghormati eh independensi jurnalis sekarang, Men. Kalau ada yang enggak suka sama berita yang ditayangin, diminta turun. Satu, minta turunnya enggak cuma telepon. Kita biasa telepon pemret, tapi kan kita nego.
Nego tuh maksudnya oh ini ada yang kurang informasinya, ada argue lah. Kita argue kayaknya bisa leading nih kalau begini bisa diganti kata kalimatnya. Dan kita enggak maksa juga bahwa lu harus turun nih sekarang. Kalau enggak gua potong iklan misalnya karang, menelepon owner, men. Owner ya, owner ditelepon lu nge-bypass editor bahkan pemretass semua dibypass owner teleport turunin.
Hm. Itu bahaya banget buat demokrasi sama iklim kebebasan pers dan tah ini kan ini kan konglomerasi media ini sudah lama ini isu lama. Iya udah tahu. Nah, cuma problemnya adalah sekarang kita cuma rely on media kritis itu siapa sekarang. Sisa Heeh.
He yang itu kan yang huruf T itu kan yang enak dibaca dan perlu. Nah, problemnya karena mereka cuma satu-satunya kadang informasi yang menurut gue ya, maaf ya menurut keyakinan gua ada beberapa yang eh ini berlebihan deh. Dia kan dia masuk-masukin opini juga tuh di situ. Ee ini ini kayaknya kurang lengkap deh. Oh ini kurang anu deh.
Ada begitu-begitu ya. Sor ya teman-teman di bocor halus dan kami sorat lah. Maksudnya itu luar biasa effortnya. I selalu soal itu ee apa adanya. Kita berkomentar nih.
Cuma karena yang lainnya semua ada di sisi nonkritis atau kritis tapi kritisnya kepiting gitu maksudnya apa sih istilahnya dulu kompas jurnalism jurnalism misalnya jurnalisme kepiting. Kalau ada ombak dia balik ke pantai. Begitu ombaknya turun lagi dia balik lagi maju mundur. Nah, satu-satunya itu ada di tempen. Jadi apapun yang dia bilang itu akan ditelan.
mentah-mentah sama publik dan dianggap sebagai kebenaran. Terus bahaya enggak itu? Menurut gua itu bahaya karena enggak enggak ideal. Sor gua enggak bilang bahaya sor ya. Bukan gua refrze enggak ideal.
Eh tadi itu kan Sofyan sempat mention hak jawab. Eh buat yang nonton enggak terlalu paham hak jawab tuh apaan sih? E itu biasanya kapan kita gunakannya dalam konteks apa. Save take it over. Oh.
Nah, hak jawab itu adalah hak sekelompok orang atau organisasi untuk menanggapi atau menyanggah oke pemberitaan kalau memang ada yang dianggap dapat merugikan nama baik. Oke. Atau di tidak akurat. Oke. Jadi biasanya tuh kalau di korporasi kalau kita merasa ada artikel yang ee punya kecenderungan atau tendensius H itu kita bisa tuh punya hak jawab walaupun kadang-kadang enggak ada jawab.
Iya. Iya. Tapi ada hak itu dan dibung a different story. Tapi itu ada itu ada hak itu dan kita selalu bisa praktis. Oke.
Tapi itu biasanya di di at least di di PR ya itu tuh eh the least lah, langkah terakhir gitu. Sebelum itu biasanya kita approach-nya lebih soft. H kita kenal sama writernya, kita telepon, kita ngobrol ya kan kita ngobrol sama editornya sometimes ke level pemret. Tapi ketika itu all fails dan memang harus ada official stu keluarin hak jawab. Tapi intinya itu option yang available.
Jadi, buat kalian-kalian yang kebetulan enggak terlalu ngerti PR, merasa pernah ada berita pada itu sebenarnya ada mekanisme itulah. Itu itu insight eh dari kita. At least yang berikutnya ini close to home buat kita ya eh yang bergerak di bidang PR, eh advertising, komunikasi, agency, industri kreatif, Indonesia industri kreatif kan. Ini kemarin itu ada kasus yang tiba-tiba viral itu tentang ee Amsal Siepu ya kan. Beliau ini eh basically menawarkan jasanya dia ke ee beberapa desa di Sumatera, Sumatera Utara ya kalau enggak salah ya.
Karo Karo specifically I kan kabupatennya ya desanya gua enggak enggak hafal juga. ee untuk membuat video ya kan jasa video ya jasa bikin video ini. Nah, tiba-tiba kita sudah nangkapnya sih sudah late in the case ya pokoknya tiba-tiba viral nih orang udah mau ya udah mau vonis lah mau vonis masalah dianggap dia merugikan negara sebesar berapa R202 juta. Rp2 juta. E specifically itu dia mereka ngomongin tentang design apa editing.
Editing. editing ada beberapa ya dubbing dubbing mic clipping itu dianggap nol lah. Jadi intinya dia tuh kayak cost yang terjadi di production sama post production tuh dianggap satu. Jadi whatever yang ditagihkan di post production dianggap lu kenapa nagih lagi gitu. Padahal prosesnya padahal proses-prosesnya terjadi memang post production.
Tunggu dulu. Bukan double billing. Double quote. Iya biling dong. Udah keluar invoice lah.
Billing lah itu. Tapi lu enggak bil lagi kan udah sepaketin harusnya harus maksudnya. logiknya whoever audit proses ini adalah itu terjadinya harusnya satu di proses bikin video bukan di post production. Iya. Iya.
Nah, jadi si si jaksa ini singkat kata singkat cerita enggak pahamlah cara kerja ee ee video ini. E setiap setiap pembuatan video itu ada preoduction production post production preoduction bikin naskah nyewa ini, nyewa itu, banyaklah. Nih nih kita syuting nih apa nih? prod nanti posisi ada Kris ada Gilang yang ngedit the producer harus ng Kris lu nol sekarang gua bayar dia harus cutting harus harus agradasi warna itu di bagian post production nah bagian bagian-bagian proses ini adalah satu kesatuan ya kan di mata si jaksa yang gua tangkap itu dia enggak menganggap kegiatan-kegiatan yang dilakukan di proses free dan post itu layak diberikan value, dinagihkan, ada nilainya which is sangat tidak tepat karena post production aja editor itu butuh lu pikir kagak makan cuy enggak enggak dia dia enggak enggak nangkap ada komponen lain di situ. Asli dia pikir cuma ngambil tayang.
Iya. ngeditnya sometimes ngedit lebih sulit kan lu harus terus ada komponen software yang which lu harus beli dan bayar atau kadang sewa terus ada tenaga mikirin ini gambarnya oke enggak di-bint segala macam ya itu itu bagian preoduction kan yang e enggak enggak ada bagian pre production yang bikin naskah yang bikin yang bikin storyboard sebelum kita ini nih dia bikin dulu tuh misalnya Heeh nah bagian-bagian itu kan yang enggak di Iya betul value ee secara finansial oleh si terus terus ada bagian-bagian kayak ee dia nyewa drone 1 bulan tapi cuman dipakai berapa 12 hari harusnya bayarnya seharga 12 hari aja ya enggak dong ini kan kalau misalnya kita dalam konteks itu dia nyewa satu ya paket sewanya 1 bulan buat ngerjain berapa desa gitu Heeh tapi selesai dalam 12 hari bagus dong pilotnya segala segala macamnya dapat segala macam segala macam ya sisa sisa waktu sewanya ya udah ya itu kan kayak lu nyewa bangunan rumah enggak mau bayar heeh lu udah bayar gua cuma 12 malam gua enggak ngantor anjing enggak ini ini emang emang emang emang jaksanya nih flow logic aja sih nah terus udah ada klarifikasi sih kemarin gua lihat dari itu membela diri iya jatuhnya tuh lebih kayak defensif aja gitu. Tetap aja enggak menunjukkan bahwa dia mengerti cara kerja ee video editor ini. Karena hal-hal kayak gini kan biasa terjadi di industri kreatif. Iya kan?
Kita suka dulu ngerjain projek pemerintah ada lah ya bikin ini, bikin itu. Like pertama-tama praktis berdirilah. Like gua sudah putuskan di 2015 karena the structure of costing-nya dari perencanaan sampai pengadaan sampai segala macam pemerintah itu kompleksitasnya luar biasa. Jadi kayak separuh pekerjaan lu ngurusin administratifnya. Jadi kami nih apa pengumuman aja sebetulnya dari 2015 sudah enggak pernah mau lagi bekerja sama dengan pemerintah.
Hm. Dan kita tahu 90% klien kita tuh musli swasta. H ee yang lu enggak bisa dong menuduh misalnya sekelas BCA atau sekelas masa kita korup sih maksudnya walaupun ee apa mekanisme administratifnya simpel gitu. Iya. Ini kan soal mentality aja gitu enggak mungkin ya itu kadang-kadang kan ada nih di quotation itemsnya tapi praktiknya lu harus tukar guling gitu kan lu jangan anggap gua korupsi itu part of tuker guling yang kita sepakati bersama gitu kan itemnya saat angkanya sekian hours-nya sekian tapi activity praktiknya mungkin beduk guling iya dan di di mekanisme apa ee keuanganem administrasi keuangan pemerintahan itu sulit banget dilakukan harus ada adendum ada adendum segala macam sisanya kita tuh dari 90% swasta ya mungkin eh sori 95% lah 5% tuh mungkin BUMN apa tapi kita we do it the proper way lah kira-kira gitu.
Iya itu juga harus menjadi perhatian lah. Iya akhirnya nanti siapa yang mau bantuin pemerintah BUMN takut gila enggak gua tahu siapa apa yang mau bermain. Nah bermain nih ee baik positif mau negatif ya maksudnya mau ribet mau ada kesempatan apa karena yang benar-benar udah pada enggak mau cuy. Iya. Kan gini ya prosesnya kan kayak bayangkan Sofyan ini adalah Amsal Sitepu.
Dia mengajukan proposal. Iya gua nawarin. He nawarin ini enggak enggak ada kebutuhan untuk dokumentasi video dokumentasi. Dia majuin proposal harganya segini nilainya segini segini segini. Pihak sana setuju dong.
Iya sudah ada kontrak kan harusnya perdata sih. Dan 2019 itu terjadinya. Heeh. Udah lama. Oh my God.
Iya. Kontraknya kontraknya udah diapprove. Amsal menjalankan segala macam proses stor hasil videonya. Hm. Sesuai dengan apalah.
Eh kalaupun tidak sesuai dengan harapan bukan korupsi dong. Ialah benar. Heeh. Bukan prestasi aja dia. Lu revisi.
Perdata lu revisi. Lu lakukan c enggak ada korupsinya. Karena pihak sana tuh menyetujui mungkin logika hukum gua lemah ya. Dalam konteks logika lu sih emang lemah semua enggak tapi emang begitu cuy tapi ini memang harusnya perdata kalau kemahalan menurut negara lu tolak that's it lah ini gua misalnya misalnya nih ya bego-begoannya oke ee ee press conference ya praksis sama kementerian ini berapa oh kita sih biasanya rate-nya misalnya R juta gitu 5 tahun lagi kita didatangin cuy enggak enggak bisa Ini kemarin press conference gini, lu harusnya Rp50 juta lu dipidah. Anjing malet.
Jadi ini ini jadi ini makanya makanya ini bukan cuma reaksi yang kecil ya karena ini very risky for everyone gitu karena enggak ada dasarnya jadinya ekosistem ekonomi kreatif ini lu terganggu dengan hal-hal bodoh kayak gini. Engak gua juga bingung lu maksudnya ngapain sih ngurusin beginian nih harusnya perdata satu dan gua enggak mengecilkan nilainya ya. Tapi lu masih banyak gitu koruptor-koruptor di luar sana yang angkanya gede-gede. Berapa ratus kali lipat dari angka yang itu? Ribu.
Problem di aparat penegak hukum kita. 100 enggak terbiasa dengan transparansi terutama di sisi penyidikan, penyelidikan dari penyelidikan-penyidikan apa segala macam. Jadi dan sor ya soal terutama soal transparansi ya gaji mungkin kurang ya apa namanya apa remunerasi mungkin kurang ya. Tapi mereka tuh sudah dapat yang kayak apa namanya ee fasilitaslah, tunjangan tambahanlah segala macam. Ya mungkin kalau dibandingin sama swasta mungkin enggak onp lah.
Cuma maksud gua kita kan sudah meratifikasi konvensi ee apa namanya anti korupsi itu tahun 2003 kalau enggak salah. Cuma yang diadopsi di Indonesia cuma LHKPN-nya doang, laporan hasil kekayaan penyelenggaraan negara. supaya orang bisa lihat nih, oh selama gua menjabat gua dapat, sebelum menjabat gua harta gua segini selama menjabat. Yang belum adalah illicit enrichment-nya. H kan?
Ah, jujur dulu lah di situ maksud gua. Mohon maaf ya buat APH, tapi ini buat kebaikan kita bersama. Bukan gua mau apa ya kita perlulah polisi sama jaksa yang bagus. Tapi tapi intinya adalah kemarin kita sempat bahas juga ini kan viral nih dia ni ya kan. Terus Iya bayangan bayang enggak sih yang lain-lain yang enggak viral?
Iya yang jadi korban karena praktik ini. Iya itu jahat loh men. Jahat banget itu. Maksudnya kita dengar yang viral itu berapa persen sih yang viral? Benar.
Yang enggak viral nih kita ini nih lagi-lagi ya makin ke sini nih lagi taxis ya kan kita bayar-bayar pajak perusahaan pribadi nih gua jadinya selalu bertanya ini uang pajak ke mana pada akhirnya yang tadi lu sempat mention sedikit cuy gaji mereka itu yang bayar amsal si tepu cuy partially walaupun berapa perak itu terus dia dilakukan seperti diperlakukan seperti itu. Gila, itu sakit hati banget sih kalau gua jadi dia ya kan. Dan eh mesti diperbaiki ya kan kualitas mesti ada training tambahan mesti Iya. Tapi ini ya kalau jaksa kan harusnya apapun kasus yang masuk ke situ lu mesti pelajarin luar dalam men. Itu kan berarti obviously lu tidak melakukan pekerjaan rumah lu.
PR-nya enggak dilakukan. Itu bayangin itu wajah negara men. Exactly. Ini yang lu taruh nih. Heeh.
buat buat Heeh. buat mengamankan kita nih dalam konteks ini. Heeh. Sama negara lagi ya kan? Gila kan eh lu dituntutnya maksudnya lu Amsal sipu versus whatever lah negara bukan ini ya bukanorangan bukan masyarakat ya antar masyarakat gitu jadinya ya itu tuh another takut men kita berurusan sama negara kalau kay karena Mas tadi ilustrasinya Mercy kita membantu dia press conference 2025 kayak which is kita enggak pernah melakukan itu ya to be Iya maksudnya 2025 terus nanti di 2030 lu diusut tunggu dulu berapa ini kemarin Kok 100?
Asik. Saya lihat di ee masuk penjara L apa perusahaan sebelah 50 lu mampus kan? Jadi ada jadi senario-senario itu bisa terjadi kalau begini praktiknya. Iya. Nah ini berikutnya ini ada kita obviously lagi di situasana perang ya.
I sor kita berduka dulu buat prajurit kita yang gugur Unifield. eh condolences ya buat ini ini nih eh under investigation or whatever it tapi eh tetap pada akhirnya ada yang kehilangan nyawa punya keluarga. Betul. Iya ada anak itu anaknya masih kecil. Ya Allah.
Heeh. Tapi gua ngelihatnya pemerintah memperhatikan kan udah ada guaranti-garan pendidikan apa gua ngelihat statement statement maksudnya okelah eh at least mereka yang sudah berkorban nih ee yang ditinggalkan di dipelihara oleh negara gitu kan dikondisikan. Iya. Iya. Oke, gua very simple customer perspective ya, maksudnya condolences to all of the affected ini ya, prajurit dan juga keluarga sipil dan lain-lain.
Tapi ini fenomena yang perlu dikhawatirkan sih karena em kita kan baru habis COVID post COVID tuh industri pariwisata baru bergeliat kembali ya. L people travel ya kan yang sebelumnya kita enggak bisa ke mana-mana. Eh, sor waktu itu gua sempat ngelihat datanya belum recover cuy. belum Indonesia ya apa namanya specifically Indonesia di negara-negara lain pun juga belum kembali free COVID slowly gitu maksudnya kita baru baru baru recover try to recover from the tourism sector gitu kan dengan kondisi ini harga aftur tuh luar biasa cuy buset naik ya naik jadi harga tiket harga tiket pesawat yang yang 2 3 tahun terakhir nih mulai friendly everyone can travel ya kan sekarang tuh naik h semua orang ee airpod surcharge naik jadi air terpaksa harus lakukan itu implikasinya kan nanti buat kita sebagai customer dan industri ee pariwisata juga akan sangat terdampak ya kita ngomongnya sekarang customer perspektif gitu itu directly impact our tourism sih globally ya gua cukup mengikuti sih perkembangan ee perang e Amerika Israel dan Iran ini gitu ee dan tapi gua ngelihatnya dari satu sudut pandang yang spesifik balik-balik lagi komunikasi ASI yang dilakukan oleh Amerika dan Israel dan Iran ya kan. Nah, jadi ee ya dari sudut pandang gua pengamatan pengamatan sepintas ya ee baca media-media kayak Times of Israel, Aljazirah segala macam segala macam bahwa perang ini bukan cuman kirim-kirim rudal tapi perang media.
mau media massa mau ee media sosial bahwa ee ee banyak nih botsbots, army-army di pihak Iran ada, di pihak US ee Amerika dan Israel juga ada. Dan bahkan banyak kan mereka sudah terbukti menggelontorkan duit ee puluhan juta dolar untuk bayar ee influencer segala macam segala macam. Tapi pada akhirnya kedua pihak ini tetap memprioritaskan image mereka di mata dunia. Itu dia sudah melakukan, dia sudah mempraktikkan apa yang diomongin sama Antonio Gramski itu sebagai hukum wacana. Pasnya perang kedua, dia nguasai banyak sektor-sektor yang terkait sama komunikasi, sama media ya, sama apa pembentukan opini publik, apa film-film.
Lu nonton deh Band of Brothers, lu nontonlah film-film yang tentang apa sih yang hitam putih dulu itu? E sindler list misalnya. Terus itu dan itu berentah dulu ditindas sama Jerman segala macam itu kan embeded. Heeh. Lu bandingin dengan berapa sih film yang kita tonton tentang perjuangan orang Palestina misalnya.
Hm. Non Zero zip. Mungkin gua ada mungkin film-filmnya cuma kan enggak sepopuler gitu. Ada di Netflix ada ada misalnya ya tapi kan Hegomuni Wacana itu enggak cuma di film ya tapi di berbagai sektor itu dia udah reshaping itu. Jadi ketika orang mengkritik Israel gua bilang mengkritik Israel ya itu sudah dianggap anti Yahudi, antisemit segala macam dan itu dia sudah menghegemuni wacana.
Kita sama-sama orang komunikasiah tahulah apa itu maksudnya itu hegomuni wacana dan itu sudah dilakukan itu lama. Jadi ketika dia melakukan penindasan dia bahkan yang paling kejam menurut gua sekarang ya kemarin gua share nih sebagai orang kan besar dia di Amerika ya jadi gua mau enggak mau ini apa yang mana yang mana specifically di bom Universitas Teheran dan berapa banyak saintisnya Iran yang nuklir itu dibunuh men enggak cuma dibunuh sama di ruda lah dibom lah di tembaklah atau whatever maksudnya meninggallah bagaimanapun caranya mobil-mobilnya tuh di jadiin museum lah di Iran sana itu. Itu buat gua apa? Membunuh pengetahuan. Hmm.
Dan itu kejahatan menurut gua udah paling hakiki lah. Itu kejahatan terhadap hak asasi manusia berdasarkan piagam PBB. Sudahlah itu sudah clear kalau soal itu kan sudah banyak banget. Kalau soal pelanggaran itu. Nah, ini balik balik lagi.
UNang PBB itu sampai ke mana sih? Kagak ada. Baguslah. Bayar aja pokoknya. Trump juga udah udah enggak mau bayar di beberapa sub ini ya, subsektor.
Iya, benar. Iya. Itu tapi anyway ketidakadilan ini harus terus-menerus disuarakanlah supaya kita enggak kehilangan nakal sehat aja. Kalau gua itu dari Sofia dari dari gua ini kita harus ee balance aja ya kan. Nah, ini dari perspektif yang berbeda.
Jadinya gini, ee buat si tadi Adwi sempat ngomong menurut gua malah mereka kurang melakukan PR dengan baik. Hmm. I kan karena image-nya jelek. Harusnya mereka bisa melakukan lebih baik walaupun lu argu jadi buat gua itu ya is buat sor ya lagi nih kayaknya. Enggak, gua rasa agen-agen.
Gua rasa udah udah banyak lah. Jangan-jangan lu udah pernah ngobrol sama beberapa cuy. Enggak lah. PR itu tanpa lu sadari PR itu perlu etika. Etika itu gua bilang.
He. Jadi harus kan kita sudah sepakat nih kita punya value dual track. Produk lu harus bagus dulu baru kita bisain supaya lebih bagus. Bukan barang busuk. Akhirnya gua maaf ya gua harus ngomong begitu ya.
Heeh. Lu piarin supaya jadi bagus. Itu namanya menipu publik. Enggak ada etikanya dong kita sebagai agenis. I gitu kira-kira.
Tapi yang tadi mau gua sampaikan itu image-nya enggak bagus juga sih. Hah? Image Israel itu enggak enggak bagus juga. At least on this part of the world ya gitu. Nah ee ini nih gini gua gua gua penasaran aja sih kalau misalnya El gitu ya.
Ini kita balik ee Indonesia. Heeh. Lu presiden Indonesia. Heeh. Ya kan lu presiden Indonesia.
Habis itu 30 tahun terakhir PM Malaysia. Iya tuh bilang mau ngebom Indonesia, cuy. H dia mau nyerang pokoknya itu musuh kita ini. Dajjal whatever. Inilah ini musuh kita nih.
Ya kan? Heeh. Mereka sponsorin grup-grup di Singapura, di Timor Leste, di Papua ini kan untuk nyerang el. Betul. Betul.
Tiba-tiba bin ke El Sofyan. Iya Bos. Ini sebulan lagi sih. Jadi nih barang nih. Confirm.
Apa yang lu lakukan, Sofan? Tok tunggu dulu. 3 juta orang di Jakarta nih lenyap. Kalau udah jadi tuh nuklir apa lu masuk? Enggak dong.
Kita harus kembali ke tatanan dunia pasa perang ke dunia kedua tuh. Kita sudah sepakat sudah ada piagam PBB, sudah ada segala macam. Kita bicara negosiasi itu kalau misalnya entar dulu nih gua mau ngomong dulu sebentar ya. Itu gua belum selesai yang soal tadi Amerika itu. Jadi soal Amerika menguasai minyak itu bukan perkara human rights buat gua.
Itu perkara kepentingan bangsanya sendiri. Hutannya sudah gede Amerika. Ini gua gua yang Israel nih. Israel kan ada di situ kan. Kenapa dia ada di situ?
Dia butuh kaki tangannya Amrik di Timur Tengah lah kira-kira gitu. Dan proses ketika dia ngambil Israel itu kan sudah bermasalah dari awal. Oke, balik lagi pertanyaan gua tadi. Maksud gua kan kita selalu ngomongin tuh yang existential thread itu kan. Betul.
Israel juga punya existential threat kan karena diancam-ancam terus sama hiburan eh Iran sama proksi-proksinya itu. Proksiip-proksinya ini dan prokip-proksinya ini juga ee enggak enggak cuman terkait sama Israel kan. mereka mengacau apa perang saudara apa dan sebagainya yang di Lebanon, yang di Syria dan lain-lain itu korbannya banyak cuy. Tahu, tahu, tahu. Nah, ini dengan kondisi ini gua gua cuman apa yang harus dilakukan kalau misalnya negosiasi itu enggak kan udah 30 tahun, cuy.
Lu apaan? 30 tahun ya kagak lah. Udah dari tahun 50 bukan bukan dari dari revolusi Iran ini kan narasinya sama. Kalau diputar itu sama bahwa eh gua bahkan lihat ada interview yang baru-baru ini dari cucu-cucunya juga udah ngomongin, "Eh, lu dikit lagi lu kena sama kita." gitu kan. Nah, itu tuh yang gua bingung.
Iya, ya. Pas negosiasi ini dan waktunya sudah mau habis kan kalau misalnya ini sampai completed itu apa yang dilakukan, cuy? Bukan. Dan lu enggak bisa. Kalau gua bilang nih sekarang nih, kalau mau tatanan enggak diberesin semua ya maksudnya tatanan tatanan kalau lu enggak punya cantolan dulu kan dunianya bipolar US Rusia i kan eh sorry bukan Rusia Uni Soviet kalau lu enggak punya cantolan di atas enggak ada yang ini mau enggak mau lu harus fan for yourself dong non block kita iya fan for yourself kita waktu itu bikin nonblock waktu itu kita jadi fan for ourself juga ada banyak negara-negara misalnya lu bikinlah begitu.
Nah, sekarang kan masalahnya multipolar nih. Ada US, ada Cina, ada Rusia, ada macam-macam kan ya. Dan kayak semua itu kayak ya everyone for himself lah. Dan PBB juga enggak ada gunanya. Ini seperti liga liga bangsa-bangsa tahun awal-awal abad ya 19.
Heeh. Heeh. I sebelum sebelum sebelum perang dunia kedua lah ya enggak ada artinya juga akhirnya kan enggak gigit lah. Kalau balik lagi ke basic dasar dari pertanyaan Mery, itulah muncul argumen right to defend yang digaungkan oleh Israel. I kan tadi ketika lu bilang ee eh Indonesia dikepung oleh Malaysia di apa misalnya lah ini eh by the way lu jangan tiba-tiba menyamakan ini ini ada ini hypotetical.
Nah muncullah argumentasi right to defend itself dari si eh Israel kan dia bilang gua diserang-serang oleh Hezbullah. Hesbullah dibayar dibayarinai oleh Iran. Gua diserang-serang sama apalagi tuh. Tapi right of to defend defend ini itu sebenarnya diatur oleh iya ee undang-undang internasional. Peraturan internasional tuh ada ee artikel 51 lah something 51 52.
Aturan internasional mengakui heeh hak sebuah negara untuk mempertahankan dirinya gitu kan. Nah, kalau dalam konteks ee negara-negara apa serangan-serangan proksi-proksi itu dia punya hak dan secara legal itu benar bagi Israel untuk menerapkan azas hak untuk to defend itulah membela diri i kan itu benar. Tapi, tapi aturan yang sama juga bilang bahwa ada batasan-batasan yang perlu lu lakukan dalam menjalankan rights to defense yourself, ya kan? Nah, ini banyak dalam batasan-batasan itu yang pada akhirnya dilanggar. Iya, betul.
Oleh si Israel. He. Dalam konteks Gaza atau tepi barat gitu ya. Nah, dalam konteks ee Iran itu juga gua enggak tahu tuh yang sekolah di bom itu kan Amerika yang ngebob sekolah. Oh, itu Amerika.
Tapi kalau konteks Iran beda lagi Iran dia enggak pernah gua enggak tahu ya pernah enggak itu Amerika ada diskusinya cuy. Enggak ada diskusinya kalau sama Iran. Eh, ini maksudnya ada maksudnya dalam konteks ini kan Iran seru sepihak cuy. Iya. He maksudnya gua mana pernah tanahu ngomong gua akan serang Iran.
Oh i berkali-kali ada cuy berkali-kali tunggu dulu gara tunggu dulu ada lulusan begitu yang tuh dia gambar nuklir sat minggu lagi. Tapi tapi ini memang ee e semua pihak lah ya baik Iran duduk karena ini pelik banget bahwa negara-negara negara-negara barat pun sudah mempertanyakan nih hei what's going on gitu lu perlu selesaikan. Iya. Gini gini intinya menurut gua eh partially juga ya ei ada orang-orang Iran, cuy. Heeh.
Yang diaspora apa dan sebagainya mereka juga ada kekurangannya. Lah rezim ini kan lu lu lepas dari ininya ya cuy orang yang mau cut di sana itu puluhan ribu man. Iya. I kan gitu jatuhnya. Balik lagi ujung-ujungnya semoga everything tuh sle selesai.
No more e victims. Korban-korban gitu ya. ee biar biar ei gua sih harapannya apapun ini ya udah terjadilah tapi lu 10 tahun lagi 20 tahun lagi tuh Iran tuh lu jadi apapun ya jadi lebih baiklah enggak enggak enggak seperti yang sekarang atau sebelumnya lah ini better situation itu aja sih pada akhirnya ya mau berharap apa lagi sih kalau gua sih berharap justru Amerika dan Israel jadi lebih baik lah di semuanya lah penginnya kan begitu iya iya harus harus harus Dan dan itu terjadi loh kan demo gede-gedean kemarin kan artinya ada self correcting mechanism di internal negaranya dan gua di negara-negara yang enggak ada internal correction itu kan yang kasihan orang-orang lah kalau ada ya lu tanggung jawab cuy tapi lu gonta-ganti e apa presiden Amerika Demokrat Republic Demokrat Republik kebijakan luar negerinya sama mendominasi karena they don't care about apa anak masyarakat yang di Timur Tengah apa segala mereka cuma butuh soal security soal Soal itu aja ekonominya. Anyway, yang terakhir before we break itu kemarin ada baru aja kita lihat pagi ini apa kemarin itu ada mobil Cheritigo ya St. Cerryitigo hid hybrid kebakar ya kan?
Kebakar pinggir jalan baru ya kan kalau enggak salah ya berdasarkan repot ke ke gudang atau apa gitu mau ke gudang. Oke ya. Itu tuh kok sering ya kejadian-kejadian ini ya. Is it just me? Apa ee kita karena sosial media ini jadi kelihatannya banyak padahal apa failure mobil kayak gitu tuh apa normal di rate seperti sekarang ini gua gua penasaran aja sih sebenarnya menurut gue mungkin normal strong word ya tapi ini menurut gue hal-hal yang bisa udah terjadi sih sebelum era sosial media itu udah terjadi dan tapi enggak perkebok enggak tpose aja dan regardless mobil apapun dia listrik dia bensin dia hybrid tetap akan ada insiden-insidan ini adalah maksudnya nya kalau mass production ada yang flow, ada yang e QC-nya kurang baik tuh pasti ada sih, cuma gua enggak punya angka persisnya berapa dan di era social media ini jadi kayak teramplify gitu.
H kayak ada one after another after another. It seems that way. And algorithm kan kayak begitu ya. H once you consume it ya ada lagi ada lagi muncul lagi muncul lagi. Iya lu dikasih lu terus.
Tapi kalau dari segi komunikasi menurut gue sih eh ini collective issue ya buat pemain e otomotif untuk edukasi terkait ini. Jadi lu jangan label-labelin pisah-pisah ini mobil jenis apapun, tapi akan selalu ada kemungkinan-kemungkinan itu dan gimana caranya kita justru anticipate dan mitigate itu lebih penting sih. He. Kalau kalau gua rasa sih cuma hype aja sih. Maksudnya gini loh, kan berapa sih kita kejadian mobil kebakar ya?
Ada aja gitu kan ada algoritma. Ada aja. Heeh. Ada mobil yang di tol itu yang jeo waktu itu. Terus yang kemarin ini nyebut-nyebut merek banyak sih.
Toyota juga pernah kejadian ada ada aja di garasi kebakar gitu ada. Ada BD apa-apa gitu. Itu BD ada Woling pernah Woling yang yang terakhir tuh Woling Ionic ada yang performance lagi yang di bengkel itu di bengkel tapi bukan bengkel official ya. Tapi kalau lu mau bandingin angkanya misalnya kalau lu brow misalnya berapa mobilnya B ice ya yang kebakar. Gua rasa sih angkanya sama-sama aja ya.
Ya, jadi mobil apun ya regardless ada kejadiannya ada aja. Sama-sama aja. Anyway, tapi ya tadi ngobrol lagi ya memang memang tadi kan lu sempat ngomong tentang baterai challenges tapi menurut gua di situ ada opportunity juga cuy karena kita kebetulan kan punya bisa menguasai rantai produksi nih. Kalau misalnya lu kelola dengan baik ya Heeh. Maksudnya enggak enggak benar-benar semuanya tapi ada kesempatan untuk lu tentang baterai specifically.
It's been a long discussion tapi eh selalu seru. Nanti kita ngobrol ngobrol lagi di episode-episode selanjutnya. But that's basically it. Thank you. Thank you.