Are Indonesia’s EV incentives really just a subsidy for the rich? In Proxemics 031, hosts Mercy Tahitoe and Stephanie Sicilia with the Full House regulars open with a fatal electric-taxi crash and a corporate statement that put legal cover ahead of empathy — a textbook lesson in how not to run crisis communication.
The debate sharpens over policy. Tax breaks for EVs were meant to pull in foreign direct investment from brands entering Indonesia, but the panel asks whether open-ended incentives simply subsidise the upper-middle class — and whether shifting the tax to regional Opsen signals the kind of volatility that spooks foreign investors.
Then comes the scandal. A fake SPK work order tied to a rogue official at Kemenperin left event-organiser vendors fronting their own cash for projects that were never officially budgeted — a loss the panel puts at Rp124.8 billion. Vendors who trusted a relationship or a formality were left out of pocket for events the ministry never recorded — a stark warning about weak oversight and the human cost borne by creative agencies.
The hosts close on a queasy modern reflex: a Rp28 billion bank-fraud case that only moved once it went viral, plus the social critique buried in Joko Anwar’s latest film and the strategic 700 MHz spectrum auction for the AI era.
For anyone in PR, public affairs or policy, it is a fast, unflinching tour of where communication meets governance. Worth the watch.


YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.
Auto-generated captions from the original Indonesian audio — unedited.
124,8 miliar man. That's a lot of money. Jadi ada group of people ini OiO sekitar 20-an diutangin kok direkturnya enggak tahu ada kegiatan enggak ada anggarannya. Kasarnya aja. Kasarnya kalau misalnya kita tiba-tiba ada event besar masa lu enggak tahu lu mesti punya platform mesti masuk ke platform-platform spesifik untuk bisa mendapatkan keadilan.
That's pretty wild man. E 10.000 hektar hutan dipakai untuk tambang nikel. oleh pejabat dia nyebut spesifik, bro. Nama tahanannya itu Prakasa Kit Booming. Oh, kita booming.
Oke. Jadi play ofak sih? Paling pertama itu kita lagi-lagi there's another eh incident yang akhirnya unfortunately memakan korban nyawa juga ya. Eh itu yang kemarin kereta ya. Jadi ada collision, tapi ini nih ada multiparty nih yang terlibat.
Jadinya first off condolences to the victim and the family. Semoga everything get rectified. Semoga lancarlah, aman semuanya bisa diselesaikan eh yang mengakomodir para korban gitulah. Nah, balik lagi ke topiknya. Eh mungkin ada yang ngasih play by play-nya dulu what actually happened baru nanti kita eh komentar around the room.
Emm jadi sepertinya yang sudah diap sama Mercy barusan ya. Jadi 2 hari 2 malam lalu tuh ada insiden antara KRL H dan Agro Bromo ya kereta jarak jauh lah Jakarta Surabaya dan eh saksi online Green SM ya. Jadi di mana terjadi collision yang ee menyebabkan salah satu kereta sampai masuk ke gerbong depannya gitu asli yang memberikan dampak dan ee kok dampak memakan korban jiwa yang di gerbong paling belakang tuh peron 12 dan 11 H dan kebetulan tuh peron perempuan dan lansia ibu hamil. Oh my God. Oke, jadi eh long story short ini kalau enggak salah mobilnya si Green eh SM itu the vehicle itu got stuck in the crossing.
Mogok. Iya, penyebutan itu mogok di ee jalur keretanya si KRL penyeberangan. Iya. Heeh. Di jalur itu.
Terus karena itu kan mobil listrik ya. Heeh. Jadi ada mekanisme di mana tuh dia nge-lock. Iya. Enggak bisa didorong kayak mobil manual misalnya.
Iya. Jadi ada di juga kan enggak cuma mobil listrik ya, mobil ice pun bahkan ketika ada kereta mendekat kan dia ada elektromagnetic whatever tuh yang memang menyebabkan bisa gitu mobil itu ng-lock. H bedanya ice kan bisa didorong. Iya. Kalau mobil listrik itu kan punya teknologi untuk kalau dia mendeteksi ada itu dia tuh nge-lock karena e melindungi baterai.
Takut takut takut tap kebakar dan lain-lain whatever lah. Oke. Jadi itulah yang men start. Jadi ada ee KRL nabrak si taksi. Yes.
Nyangkut ditabrak lagi dari belakang. Dan korbannya itu ya terjadinya yang pas yang ditabrak kedua itu e dari kereta yang Intercity. Tapi apa nih yang kalian lihat? What do you guys see from this? Kan kita juga ngelihat statementnya gua baca cuma kurang lebihnya sih yang gua tangkap cuma dia bekerja sama apresiasi.
Jadi kayak statement normatif gitu aja sih. Enggak ada permintaan maaf. satu atau itu kan kalau kita rumusnya kalau di PR tuh kan permintaan maaf dulu, empat dulu. Bukan permintaan maaf sih kalau menurut gua, tapi ee berbela sungkawa bahwa ada korban empatinya dulu. Enggak harus minta maaf karena kan ee di saat itu si brandnya gua rasa belum tahu nih penyebabnya apa.
Heeh. Eh, karena kan as is eh dengan eh komunikasi krisis ya, kita enggak bisa ngomong sembarangan sebelum sebelum kita cek keadaannya. Yang bisa kita lakukan adalah bikin standby statement. Nah, gimana standby statement-nya itu lebih empatis gitu kan. He.
Apparently menurut banyak pihak ee pernyataan yang disampaikan oleh ee brand tersebut itu tidak empatis. Itu aja sih. Ee dan dia tutup komen juga. Sori bukan bukan masalah apa ya maksud gua gini loh ee enggak tahu mogok atau enggak. Ada beberapa narasi juga bilang itu nerobos karena kan kejadian Green SM ini enggak cuma pertama kali kan.
dan itu tercatat gitu loh dalam ingatan publik sama jejak digital. Gua gua pernah share lah di sini kalau enggak salah di grup kita ke berapa dihitungin lagi satu ada yang kebalik ada yang naik ke atas heeh ada masuk ke atas bahkan pernah di dekat rumah gua di itu dia nyangkut cuy di tengah-tengah apa namanya heeh pembatas jalan gitu gua enggak make sense aja ini apa problem kendaraannya technicalities-nya apa memang kapasitas supirnya gua bukan apa ya gua mau bandingin sama yang satu lagi tuh tuh yang warna biru-biru itu. Hm. Artinya ada mekanisme quality control terhadap supirnya gitu loh, drivernya. Karena kalau dari diskusi di luar sana itu bahwa mereka rekrutmennya tuh masal ya.
He. Dan besar-besaran dan masif gitu dan cepat. I. Jadi kalau menurut gua pasti akan ada aja sih ee mungkin mungkin enggak semua step-stepnya dikip gitu cuma for the sake of expansion very fast ya kan. Oke.
Jadi, jadi pada akhirnya kan arah diskusinya apakah ini ee e device malunction atau human error itu satu gitu kan yang harus dicari tah gua belum belum sampai ke sana dulu nih kita kita satu-satu nih kita runut ya maksud gua itu dulu bahwa yang pertama udah ada persepsi duluan ada apa ini badion terkaitsi itu brandnya karena udah banyak apa kejadian-kejadian lah dan jujur aja sih Walaupun yang biru itu juga lumayan kalau misalnya slip-slipan enggak mau antri juga ada enggak adaak enggak sempurna lah ini enggak sempurna tapi yang hijau ini lebih parah lagi cuy kayak misalnya nyelak itu kayak enggak berkendara tuh kayak enggak ada etika lalu lintasnya karena gua beberapa kali sih mengalami secara pribadi kalau driver secara umum ya maksudnya layanan-layanan taksi itu menurut gua masing-masing punya punya oknum-oknum gitu sih ada aja sih cuma sayangnya karena brandnya kan baru dan disruptif ya buat ee ekosistem. Jadi jadi tercatat gitu karena orang benar-benar look at look zooming in what they do gitu kan. Jadi menurut gue wajar sih jadi mereka tahu exactly apa yang terjadi dengan brand itu ya kan. Itu satu. Tapi kemarin juga gua sempat baca bahwa di dalam kan biasa kalau pelang kereta kan ada ininya ya ada apa sih namanya?
Tutupannya ada tutupannya. Nah, katanya di Bekasi itu di exact jalanan itu katanya enggak ada pelang itu karena dihambat sama ormas. Mm. Oke. Ada tuh narasi itu bahwa enggak ada karena ee adalah isu sama ormas yang jadi tuh dijagain sama ormas.
H sampai dia yang whoever yang ngomong soal ini tuh sampai ngetek-ngetag ee pemda kok. Hm. Bahwa lu harusnya lebih luek lebih berani dong. Jadi harusnya sebagai pemerintah daerah harus lebih eh enforce gitu. Jangan sampai lu kalah sama ormas.
Oke, interesting. Jadi banyak banget dari Lord moving moving pieces to the story sih sebenarnya. Iya. Dan kebetulan bupati Bekasinya kalau enggak salah ditangkap KPK sih. Masa yang Kuswara kunang itu kayak beberapa.
Iya. Semoga dia dari balik jeruji besi dia bisa melakukan sesuatu untuk mengatur gini gini gini gini gini ya itu sudah ada catatan satu kejadian insiden itu apakah itu pelanggaran atau enggak itu butuh apalah investigasi whatever tadi balik-balik lagi tadi apakah itu human error apakah itu device mall function karena kan ini ya tadi yang disebutin step kan bahwa ada mekanisme di mobilnya yang kalau ada bentuk uran dikit dia mati total safety feature mungkin biar mobil enggak gelinding gitu enggak ngegelinding orang gak usah nyolong banyak kalau lu lagi nanjak ini kan enggak mungkin dong lu tiba-tiba misalnya atau apakah sopirnya bndel nabrak perlintasan kereta yang enggak ada penjaganya misalnya kita juga kita juga enggak tahu ee ee detailnya tapi gua rasa dalam beberapa hari ke depan atau beberapa pekan ke depan ini akan terkuaklah pelan-pelan kan karena isinya kalau di sosial media sih Banyak asumsi dari spekulasi. Asumsi banyak spekulan lah ya intinya ya. Spekulan. Jadi banyak kejadian keduanya kan ditabrak kereta KRL.
Exactly. KRL karena dia nyangkut di tengah. Iya. Nah, kejadian ketiganya ditabrak KRL yang nabrak itu berhenti kan otomatis kan ditabrak sama yang tentunya kecepatannya tinggilah di belakang karena tinggi assume enggak ada mekanisme yang warning, mekanisme peringatan ee yang bilang bahwa ada kereta di depan lu, lu harus segera berhenti. Nah, intinya kan begitu kan.
Ini juga ada juga satu video yang menarik menurut gua. Ada bapak-bapak baju kuning ya. ee dia mempertanyakan ini apa yang dilaku dia mempertanyakan kepada petugas KAI di situ. Dia mempertanyakan eh ini kok enggak ada warning sehingga ketika terjadi kecelakaan di depan masa kereta di belakang enggak tahu dia. Nah harusnya ada mekanisme itu.
Dia mempertanyakan itu. Dihujatlah dia oleh netizen karena eh Pak orang lagi evakuasi orang lagi penangan, ngapain lu mempertanyakan itu? Tapi sebenarnya poinnya benar. Iya betul. He.
Nah, itu yang jangan sampai kita ee cuman kebawa dengan isu bahwa si green ini lu enggak memperhatikan yang itu- ituu aja sih sebenarnya. Kalau dari gua that's one second thing adalah ini pembicaraan kita beberapa episode yang lalu ya terkait sebenarnya mobilizer kan generally is a new technology ya buat kita orang Indonesia ya. Jadi itu sebenarnya banyak banget collective eh problems atau issue yang harusnya tuh diedukasi bersama gitu. H i kepada para pemain-pemain mobil EV ini karena it could be anyone with an EV car. Kebetulan aja mobil ini si ee Green SM, tapi bukan berarti tidak mungkin mobil-mobil ICE lain.
I dan kita kan di sini mungkin tahulah soal bahwa mobilnya enggak bisa mati dengan apar biasa, bisa mogok kalau mogok ngfil dorong dan lain-lain. Karena kita mungkin proaktif gitu nyari informasi itu. Tapi bagi orang-orang yang FOMO beli harganya murah, pajaknya murah mungkin enggak punya dan informasi itu. I think sebagai pemain di ekosistem ini, I feel like it's a shared responsibility sih. Dan gua rasanya kecel yang kecelakaan di tengah jalan, tengah kereta itu enggak cuma mobil EV doang.
Iya. Dan sehari setelah itu gua dikirimin video juga sehari setelah itu truk itu ditabrak sama kereta jarak jauh. Jadi maksudnya mogok jadi kan berarti ada ada sesuatu yang harus dipikirkan juga gitu. Apa yang menyebabkan ini? Iya.
Salah satunya ya memang memang standar perlintasan kereta kita tuh kayak apa sih pada akhirnya kan ya namanya perlintasan sebidang itu istilah teknisnya orang zaman dulu kan iya jangan dekat kereta nanti ada makhluk gaib mogok mobil lu. Padahal is a there is a logical explanation gitu behind the the the rail kan. Nah eh dari aspek komunikasinya menurut lu gimana? Eh, kemarin itu of course pas gua ngelihat standby statement ini bye bye ini nih kita lagi-lagi we're not taking shots at the agency whatever lah kita kita cuman ngomong mengomentari apa adanya menurut keyakinan kita people can agree and disagree. Tapi at least dari kasat mata tuh satu yang gua lihat ya a bit too long right agak-agak agak-agak muter.
Kedua tadi udah diiscuss enggak ada lack of empathy ya kan. Ini nih kita gak ngomongin siapa salah siapa, tapi first you need to empathize with the situation gitu. Bahwa ada sih gua lihat sih apa ada sih empattinya tapi maksud gua enggak seperti Adwi bilang dia kayak nunggu investigasi lebih lanjut apa segala macam gitu. Kalau menurut gua ini eh I'm not sure apakah observasi gua benar atau enggak. Tapi kalau dari point of view yang membuat eh standby statement itu kayaknya dia tuh react penginnya cepat.
Heeh. H karena dia tuh penginnya factnya keluar dulu gitu bahwa I'm aware ofation pain apa get ahead of the betul kayak cepat gitu. Tapi secara communication dari PR perspective tuh kan enggak cuman factual, enggak cuma secara legal gitu kan. Bukan hanya itulah a layer gitu theory. Tapi kalau dari just looking at the first paragraph and second paragraph tuh ini I suspect yang mungkin yang buat orang legal.
He just want to be quick let it out there. Gua aware I'm di saat yang bersamaan aman. Yes, I'm working with the authority. Tapi legally nih udah fixed. That's how I suspect whoever approve this statement.
ya. Nah, tapi gua penasaran pertanyaan yang tadi Adwi sebut juga, is this system atau orang? Jangan-jangan ada warning-nya. Ngerti enggak loh maksud gua di kereta yang antar kota? Nah, karena kalau enggak ada warning itu sih gua juga kayaknya bakal lebih sering tabrakan kali ya kalau misalnya di depan nabrak di belakang enggak tahu tuh.
Heeh. Kayaknya karena kan kita mobil mogok ini udah sering banget cuy terjadi sehari-hari kita ngelihat yah mati deh nih orang nih. Ya kan? Tapi enggak kecelakaan. Heeh.
Nah, itu itu juga just a question yang mungkin one of these days akan terkuat juga kebijakan tadi menarik si si Sofyan bilang kan ee e revert ke kejadian yang tabrakan Bintaro tahun '7 ini menarik karena kan waktu itu kereta ee Rangkas Bitung dan Senja Utama Solo. Oh iya tabrakan ee karena salah satu kereta melanggar sinyal I human error. Jadi sinyalnya ada. Nah, tapi dilanggar. Entah entah ketiduran entah enggak tahulah ee ee ee apa kejahatan gua enggak sedetail itu.
Tapi tapi kejadian human error itu selalu ada, selalu ada kemungkinannya itu terjadi. Secara sistem gua rasa ee ee apalagi zaman sekarang ya ee dan KAI itu pasti sudah baguslah. Enggak mungkin. Maksudnya setiap hari ribuan kali mar-mandir tuh kereta. Iya kan?
Enggak mungkin kalau kalau soal ya enggak tahulah kalau tiba-tiba e device function. Tapi harusnya secara sistem benar tinggal sekarang penyidikan mereka lihat cuy. Jangan sampai kereta ni they already know something tapi enggak dikomunikasikan. Iya mati cuy. Kalau itu ya, kalau itu benar terjadi, that's wah lu kacau sih.
He itu tuh moga-moga ya enggak kayak gitu ya. Tapi kan just like airplanes ada black box ini kan pasti they know exactly man what happen kemarinah. Nah itu tinggal semua tercatat. Heeh. Apa ini ada semua cuy apa yang lu pencet ada semuaah.
Nah itu tinggal nanti kan sat du hari ini ee keluar NLC lah mungkin hari I mungkin seminggu lah kasih. Iya. Iya maksudnya dari sekarang. Tapi kalau kalau ya lama sih kalau biasanya kalau investigasi aviation tuh tok Oh itu lama banget months months months to unlock that untuk benar-benar precise apa yang terjadi nemuinnya dulu belum ketemu itu black boxnya apa segala macam kalau ini kan tapi ada lah gua rasa heeh pelajari kamera apa dan sebagainya udah ada semua cuy harusnya gila nah ee berikutnya itu kita masih terkait EV Ini kepentingan pribadi nih yang dari ngomel dari kemarin-kemarin nih. Kita punya argumen punya argumen.
Bolehlah jadinya ee ee 1 du tahun terakhir ini kan ramai banget ee baik apa namanya ee car maker apa dan sebagainya. Mereka berlomba-lomba bikin pabrik di Indonesia dengan adanya karena adanya insentif. Insentif garis bawahin dulu insentif. insentif ya kan. Insentifnya ini juga bukan hanya buat si ee ee bisnis tapi buat si pengguna pengguna juga customer pembeli gitu kan.
Nah sejak itu ya kita enggak tahu apakah emang lagi ngetren EV apa karena insentifnya apa karena kombinasi. Who knows? intinya penjualan tuh sempat nanjak lah, pelan-pelan dia nanjak gitu dibanding sebelumnya lah sebelum ada insentif itu enggak ada lah non existent gitu ya penjualan EV itu sepersen aja enggak nyampai lah gitu enggak ada 0 koma kalau 0 koma berapa lah enggak tahu tapi sejak itu tuh ee lebih banyak masyarakat ee menggunakan mobil listrik termasuk at least kita di di meja ini semua ada EV right kita dan kita ee termasuk ee orang-orang yang membeli beli ya. Gua enggak tahu el ya. Kalau gua waktu itu Ali juga beli.
Iya. Iya. Kalau gua itu karena the incentives itu yang menarik. Kalau lu take out insentif-nya. Honestly gua enggak tahu gua beli apa enggak.
Enggak. Dia belinya sebelum insentif-insentif itu cuy. Insentif dong. 2020 enggak enggak enggak enggak enggak. We wa ini pajak 0% lu kalau enggak.
Oh lu pajaknya 0% enggak menurut gua ya dari perspektif pemerintah kenapa ada insentif? It's simply to just expedite the adoption of EV. Betul. Tapi nanti gua akan tarik-ngetarik itu it's my discretion gitu loh. Karena Oke.
I itu argumen lu. Itu argumen gue karena sebagai negara kan. Yes. Karena gimana caranya gua bisa mempercepat menteri PPA dia sekarang mempercepat adopsi EV di mana masih banyak tuh resistance ya kan ya terkait ee apa namanya kan kita keluarin survei waktu itu kayak ada range ada range ada r kita mending refer ke survei kita waktu itu ada charging pokoknya banyaklah infrastructure yang belum cukup dan lain-lain dan lain-in coba wi catatan lu survei kita waktu ini perspektifnya perspektif perspektif kota besar ya maksudnya gue di Jakarta gitu ee Kenapa gua beli? Ya karena ganjil genap.
Ganjil genap yang pasti. Itu udah pasti kan ganjil genap. Iya insentif. Dan pada saat gua beli, I'm fully aware that mungkin aja ini semua enggak akan ada lagi gitu. He.
Are you fully aware? Fully aware. Makanya gue pada saat plat nomor eh kalau bisa ganjil deh gitu. Padahal kan orang lu ngapain lu kan ini bebas. Gua bilang kan ini enggak forever.
Heem. This could be gone in like five years. Oke. Jadi gua I think gitu. Kalau nanti udah enggak bisa, gua tetap bisa berjalan dengan di hari ganjil.
Tadi menarik Steve bilang soal poin pemerintah. Ya, kalau dari sudut pandang gua tuh gua tuh melihat pemerintah dalam konteks EV ini tuh cuman soal ee apa? Pemerintah ngasih insentif pajak ke EV itu tujuannya itu untuk kurangi impor BBM. Hmm. I kan itu salah satunya.
Terus entar sekali lagi kenapa mengurangi impor BBM? Ah kan. Kedua, Bal pemerintah mendorong mendorong industri baterai lokal. Nah, bagian dari hilirisasi. Bagian dari hilirisasi itu program program penting.
Nah, nah cuman nah kalau kita kemudian diskusinya berpindah ke soal pajak, nah ini nih insentif insentif. Nah, pertanyaan gua nih Sofyan mungkin bisa menjawab ini ya. Apakah pajak ini itu stimulus terhadap industri yang tadi gua sebutkan atau sebenarnya subsidi untuk orang kaya? Asik. Heim Sofyan sebagai pemilik dua unit mobil TV i kan adalah orang kaya mata lu.
Nahimana makanya dia memperjuangkan ini karena dia mau tetap mendapatkan privilege subsidi terhadap orang kaya ini. Gua rasa boat bot gua gua mau jawab dia ya. Apakah insentif untuk industri satu dan itu itu B karena resipkal. Hm. Lu enggak misalnya gini kalau dari sisi industrinya udah banyak kok apa insentif-insentif enggak cuma buat industri EV ya macam-macam ada tax holiday lah macam-macam adalah berbagai industri mendapatkan berbagai insentif lah adalah different ya iya different industri different insentif cuma itu tadi betul ngurangin solar ada isu-isu net zero emission lah waktu dulu-dulu itu gua ingat banget itu hilirisasi nikel eh ujung-ujungnya yang dijual Kalau sini baterainya LFP ya, enggak pakai nikel misalnya ya.
Oke, itu satu. Nah, gimana expedite ini kalau bahasanya step mempercepat ini ya harus dari sisi buyernya dikasih insentif juga dong ya. Insentifnya dari sisi buyer kan pajak satu. Heeh. Enggak ada apa BBN.
Pajak PPN juga enggak ada PPNBM. Heeh. BBN itu hilang kan bea balik nama. Ee terus kemudian ganjil genap terus kemudian pajak yang tahunan. Gua kemarin ngasih si Agus Gus gua perpanjang mobil gua gua kasih sejuta.
Gua kira ah sisa Rp300.000 kali ya. Baliknya berapa? Dia balikin Rp850.000. Akirnya cepek gua kasih Agus. Makasih Agus.
Jadi balik ke gu gua kaget juga loh. Kok semurah itu pajaknya? yang kemudian gua sebagai pemilik mobil ngerasa enggak fair. Di situ gua bilang enggak ngerasa enggak fair. Gua ngerasa enggak fair.
Karena gua udah bisa keluar gajil genap aja buat gua udah cukup gitu. Terus dengan ngisi listrik pengeluaran gua bensin jauh lebih berkurang. Biasa state setiap minggu keluar Rp500.000 buat beli pertamak. Pertamak turbo gitu misalnya. Gua garis bawah ya pertamak turbo.
Hm. Yang sekarang harganya berapa? Tunggu, tunggu dulu. Entar kita update. Lanjut.
Iya. Terus gua ngisi bensin kayak pencin listrik paling R50.000 seminggu gitu. Heeh. Gua sebagai itu ya ngerasa ini enggak fair aja buat gua. Bahkan orang-orang yang yang harusnya dapat subsidi nih kayak gua tadi kita bicara insentif artinya kan bentuk insentif itu jadi subsidi dong buat gua.
Iya. Harusnya kan pajak bisa lah mungkin enggak usah mahal-mahal amat. Misalnya harganya samain deh sama mobil bensin R juta wajar ya setiap tahun kita pakai. H ee terus kemudian orang-orang yang misalnya tadi penjual pinggir jalan, sekarang harga plastik tuh naiknya gila-gilaan segala macam. Mereka enggak dapat yang kayak gitu-gitu.
He. Dan dan gua ngerasa enggak adil buat buat itu apa namanya? Buat gua sih dengan listriknya lebih murah itu udah cukup. Dengan gua bisa tembus ganjil genap itu udah cukup. H enggak perlu ditambah-tambahin lagi.
Itu dari sisi gua ya. Gua ngerasa enggak berhak lah. Tapi tapi ini kan kembali dikembalikan ke pemerintah daerah masing-masing ya sebenarnya kan. Oh sekarang Iya kemarin pokoknya enggak lama setelah diumumkan bahwa insentifnya ditiadakan Kemendagri keluar karena oke ditiadakan itu secara nasional diserahkan kepada pememb daerah gitu. Lu keluarlah tuh statement-statement.
Gua enggak gua i even purbaya juga kan ngeluarin statement kan bahwa ini bukan dihapus tapi digeser. Apa bahasanya itu? Geser gini. Karena ada transfer dana daerah itu yang dikurangi nilainya gede banget. Gua udah ketemulah beberapa e pejabat daerah ya.
Itu sebetulnya kalau di belakang sih ngeluh. Pemerintah pusat punya utang sama gua sekian ratus miliar ya. Apalagi yang kemarin dikurangin segala itu semua orang sudah pada tahulah. He. Nah, jadi mungkin digeser itu maksudnya ya lu cobalah tarik dari sini misalnya ya untuk cari-cari tambahan karena bahaya loh, Bro.
Karena kenapa? Pemerintah daerah itu adalah yang berurusan langsung sama publik di daerah-daerah. Kalau pemerintah pusat kan izinnya tuh banyakan tuh urusan-urusan sama korporat-korporat. Tapi kalau yang pelayanan publik ngurus KTP lah, surat kematian lah, mau kawin lah, mau segala macam itu tuh di daerah daerah yang ngurus pemerintah kalau pasport itu ee pusat. Heeh.
Jadi pakai balai-balai. Terus yang berikutnya di lu kalau di SNK ya, gua enggak tahu kalau di Jakarta ya, Jakarta tuh ada PPN yang besarnya, tiba-tiba di bawahnya tuh ada yang namanya offsen. Apa itu? Nah, jadi di setiap daerah itu boleh nambahin pajak untuk masing-masing kendaraan. tersebut itu untuk kendaraan biasa ice ya.
Nah, kalau listrik gua kemarin ketika gua baca berita itu apa yang soal ini jangan-jangan offsen maksudnya. Oke. Pemerintah pusat enggak narik ee apa pajaknya tapi daerah nyerahin masing-masing dan opsen nilainya variatif. setiap daerah beda-beda. Ada yang kalau enggak salah gua bayar pajak mobil R juta terus ada offsennya R juta tambahan atau R juta tambahan gitu-gitu loh yang yang menurut gua dan gua rasa setiap daerah dan di daerah enggak banyak cuy mobil listrik Jakarta aja kali yang banyak kecuali di kota-kota besar ya kayak Surabaya, Jakarta, Bandung, Jogja mungkin Semarang.
Tapi kalau daerah-daerah yang kota-kota kabupaten sih banyak. Iya. Jadi sebenarnya kita it's a big city problem sih ini kan maknya adopsinya juga paling tinggi kan di kota-kota besar. Iya. Ee balik lagi kalau gua itu tujuannya apa?
Partially kan lu tadi sudah sebut tadi ngurangin penggunaan BBM ya kan? Eh setelah itu obviously polusilah nih nih kita spesifik polusi dari kendaraan bermotor ya dulu. Jangan belakang-belakangnya. Tunggu dulu nih ya kan polusi itu tuh ee kalau lu literally tukerin Heeh. Ya kan mobil listrik dengan mobil of course man Jakarta langitnya enggak kuning lagi.
Itu tuh for sure lah guaranteed. Cuma pindah tempat lain aja pindah lain yang ada PLTU batubaranya. Nah ini ini menarik juga. Waktu itu kan kita selalu ngobrol itu bahwa di Jakarta, Jawa in general itu kan selalu surplus listrik. Heeh.
Right. Betul. Nah, listrik itu kalau lu enggak pakai kan hangus begitu aja. Lu lu enggak bisa simpan di baterai, cuy. Baterai kagak ada.
Bukan. PLN itu harus take or pay. Hm. He. Jadi ketika dia dialink sama IPP tuh e nyadi IPP independent power producer, gua sediain lu 500 watt, lu ambil atau enggak itu lu bayar pokoknya luah intinya itu dan secara secara energi juga begitu kalau lu enggak salurkan hilang cuy hangus.
Iya. Jadi subsidi kita ke PLN jadi kebakar sia-sia kan kira-kira. Betul. Makanya kan kemarin itu salah satunya mobil listrik dong kita majukan jadinya bisa keserap nih i ee kapasitas ee pembangkit listrik ini kepakai terserap begitu kan kode logiknya begitu. Heeh.
Terus ada juga untuk gimana caranya mengundang investasi lagi-lagi dari luar. Ei Hyundai nomor satu Hyundai lu bikin di sini dong. Kalau lu bikin di sini, gua keluarin kebijakan ini, ini, ini, ini, ini, lu nanti ini, ini, ini, gitu. Nah, kalau misalnya sekarang tiba-tiba baru 3 years into it lu cabut itu menurut gua lagi-lagi eh nunjukin how volatile iklim investasi di Indonesia. Jadinya gua gua enggak ngomongin kitanya, kitanya bisa nyerap lah, ya kan?
maksudnya e we not rich or anything tapi ya kita bisalah kalau cuman eh menyerap pajak-pajak setahun sekali ini ngerasa enggak pantas dapat subsidi. At least iya itu itu itunya tr-tr kecil. Heeh. Bukan bukan masalah itu. Tapi gua masalah konsistensinya.
Eh, lagi-lagi it's about the consistency aja sih. Pas lu bikin kebijakan, lu sudah mengundang orang untuk masuk ke Indonesia, invest enggak tahu how many billion dollars into the country itu. Heeh. Eh, lu idealnya you stick with it sampai lu perhitungkan lah apa yang mereka iniin tuh make sure gimana caranya they can e say good things about the country, about the government. He.
Mereka kalau ditanyain, "Eh, Hyundai gimana kemarin investasi Indonesia?" Aman, aman, Bos. Ya kan? Kalau sekarang gua enggak tahu jawabannya apa. Gua gua biarkan ke Hyundai lah untuk menjawab. Tapi ee intinya itu.
Jadinya kita kadang-kadang gua bingung kita putar-putar nyari FDI, lu yang ada aja lu enggak pelihara, Men. Iya kan? Lu enggak protect investasi-investasi yang sudah dilakukan oleh pihak asing. Why? And this is not the first time kan maksudnya gua nambahin bentar.
Maksudnya sebelumnya gua di industri smartphone juga sama dengan ada regulasi-regulasi yang code uncode menghambat gitu. TKDN waktu itu TKDN dan di mana gua ngerti konsepnya bahwa ini untuk menemukan industri lokal dan lain-lain. Tapi enggak jelas juga enggak clear gitu dan enggak ada kepastian bahwa harus yang benar tuh seperti apa dengan mekanisme-mekanisme yang enggak paham juga sih sebenarnya. Oke. Eh, terakhir e sebelum gue ini kemarin tuh gua nonton interview-nya Fitra Eri ya kan?
Fitra Eri di Sindo. Shoutout Sindo News. Nah, itu kurang lebih sama lah kalau dari kacamata dia sebagai dia bukan siapa-siapa sih. Iya. Dia ngerti mobil, dia bekas pembalap apa sebagainya tapi dari kacamatanya dia yang hidup di industri itu ya ee konsistensi itu perlu.
Jadinya kalau lu mau ubah sebenarnya at least time based buat cuy. Kalau yang baru beli kemarin kan lu baru tanda tangan lu BT enggak sih? Asik lu dijebak sih. Misalnya eh kalau lu beli sekarang ini kita sampai 2030 perlahan habis itu turun insentifnya. Habis itu turun habis itu hapus.
Nah itu satu. Yang kedua gua suka yang kalau di Amerika itu berlevel-level nih. Ini udah sering nih Amerika kan. Asik. Enggak kita ni bentar lag sense.
Mak sense in a sense ee ada federal, ada juga state berlapis. Lu bisa dapat dua-duanya, bisa dapat satu ya kan. Kalau lu mau cabut yang federal lu umumin oke tapi ada state-nya gitu. Nah, dan mereka tuh untuk ee memancing untuk stimulate tapi ada batasannya, cuy. Itu yang menurut gua smart karena satu eh 100.000 mobil pertama untuk merek tertentu itu pintar, man.
Jadi kalau lu udah dapat Rp100.000, oh geser dong. I merek lainnya gua harus hidupkan juga. Jadinya jangan semuanya Tesla. Tesla oke masuk ke Ford. Ford udah habis kuota.
Oh orang mikir kan, "Ah, gua beli Hyundai deh. Hyundai dapat lagi dan seterusnya dan seterusnya." Nah, itu mungkin eh yang bisa eh something like that enggak perlu plek ketep. Tapi menurut gua kalau lu scheduled semuanya clear dikomunikasikan dengan jelas menurut gua it's gonna be less controversial aja pas lu mengubah Wi. Ya, jadinya kalau tadi balik ke pertanyaan gua, apakah ini stimulus industri atau subsidi orang kaya? Kalau gua tangkap dari jawaban Mercy ini stimulus industri banget.
Sementara kalau bagi sementara kalau bagi Sofyan tuh stimulus orang kaya. Iya kan? Iya. Terus apa kesimpulannya? Nah, itulah dia tadi banyak enggak?
Itu karena resiprokal. Resiprokal. Kalau menurut Sofyan suka nih ngasih jawaban di tengah-tengah nih. Heeh. Digantungin dia tuh orangnya sangat ini diplomatis.
Cocok jadi diplomat. Cocok dia jadi diplomat sebenarnya. Enggak sih sebenarnya enggak cocoknya. Enggak cocok dia merasa dia cocok tapi enggak enggak cocok. Enggak sebenarnya enggak dia apar cocok padahal enggak.
Heeh. Oke, kita lanjut lagi nih. Ini nih mungkin closer to every lah. Kemarin itu tiba-tiba ada sekelompok orang Heeh. Eh, komplain nuntut ke Mpirin, cuy.
Oh, I iya iya. Jadi, ada group of people ini, IO sekitar 20-an itu diutangin totalnya. Heeh. 124,8 miliar, man. Crazy.
Crazy. That's a money kalian. What do you guys see from this case? Apakah ada misalnya yang nonton agency atau brand or whatever, apa yang lu lihat yang mungkin kita harus perhatikan moving forward? Nah, ini nih menarik nih.
Kan ini e di di musim lalu eh di episode sebelumnya kita juga ngebahas soal ee seorang pekerja siu ya kreatif. Kreatif pekerja kreatif. Yang gua tangkap dari ini itu adalah kan kita vendor katakanlah kita juga vendor kan kita juga vendor. Vendor bekerja berdasarkan surat perintah kerja SK. Heeh.
Nah ee ee pemerintah itu ee ee apa dalam kasus ini yang gua tangkap, yang gua dengarlah seenggaknya itu ada SPK fiktif. Asli ini layer ada SPK fiktif. Nah, ini layer yang yang Mercy mau masuk tadi. Kebetulan gua udah masuk duluan motong. Tapi enggak apa-apa.
Nah, diduga dibuat oleh oknum pejabat I PPK untuk kepentingan pribadi. Nah, ini gimana dong? Iya. Gimana dong? Maksudnya gua ngebayangin diri gua sendiri ya.
Maksudnya ini lembaga negara ini lembaga negara cuy. Heeh. Membutuhkan jasa profesional yang kita tawarkan. H dia mengeluarkan SPK, surat perintah kerja, ditandatangani di segala macam, segala macam. Nah, ini kemudian ee ee berdasarkan SPK itu kita bekerja ya.
Kita bekerja ee ee misalnya kita bekerja ee ee memberikan layanan ee konten sosial media berikut ee boosting-nya untuk kampanye which is kita ngeluarin duit ya kan bukan cuman bukan cuman bukan cuman ee peker jasa keringat doang ada. Nah, tapi rupanya SPK-nya fiktif. Hm. Nah, yang menjadi pertanyaan gua adalah kalau kita kalau kita yang memberikan jasa ini, SPK fiktif itu enggak menguntungkan si apa? Si si orangnya, si pelakunya merugikan kita.
Iya, tapi menguntungkan lembaganya. Menguntungkan dia apa enggak? Iya. Menguntungkan lembaganya. Menguntungkan lembaganya.
Kan perintahnya itu kan kalau SPK ya. Heeh. Misalnya enggak kita pernah di pemerintahan ya, Wi. Lu ingatlah ya. Kalian dulu, kalian dulu yang melakukan ini.
Kalian yang melakukan ini. Dulu jelas enggak kalauang makanya kita cepat-cewat keluar. Emang gua ASN. ASN cuy. ASN gue status statusnya.
Iya. Gua nerima gaji di negara sih BN. Jadi gini, pengalaman kita yang sudah pernah kerja di itu ya, ada proses lelang, ada proses itu banyakan sebetulnya dulu-dulu ya, gua enggak tahu yang sekarang-sekarang ya, mungkin lebih transparan atau apa, tapi seingat gua ya teman-teman dekat aja gitu yang kenal PPK namanya pejabat pembuat komitmen. Nah, kan biasanya gitu. Pejabat pembuat komitmen Pak Nir dulu.
Iya, Pak Dirboro kan masih inget enggak ada beberapa orang lagi. Tergantung satkernya. Tapi dia kerjanya benar. Iya, dia kerja karena dia dari PPKP. Gua ingat banget waktu itu.
Jadi itu oke kumpulin vendor dilelang. Bener kalau benar orangnya itu beneran kejadian itu transparan dan akuntabel. Kira-kira gitu karena dia juga kan enggak mau ada proses ketika ketika kita datang briefing atau peaching Heeh. tanda tangan tanda tangan tanda tangan berita acara segala macam proses-proses itu dijalan benar maksudnya secara secara negara secara due diligence-nya tuh jalan jalan gitu apa ber apa berproseslah itu kira-kira. Nah, waktu dulu ini yang kayak kalau cas-nya IOU ini berjalankan di proses apalagi ya setahu gua ya kalau di atas R00 juta nih gua masih ingat nih pokoknya semua kontrak di atas Rp200 juta itu sudah pasti lelang jadi e ada prosesnya lah prosesnya lah.
Nah ini terjadi enggak nih? Tapi bisa jadi ya kontraknya itu satu IO itu dipecah pecah pecah pecah pecah pecah ya enggak mungkinlah IO cuma R00 juta itu enggak make sense. Iya enggak ee bisa aja bisa dipecah-pecah. Dan misalnya misalnya nilai ee nilai per project itu R50 juta ya itu ada tapi terlalu ribet jadinya terlalu ribet orang udah ini ada prosesnya ini sudah pasti kalau namanya IO sepengetahuan eh sori sebatas apa istilahnya menurut keyakinan saya dan sepengetahuan pengalaman gua itu sudah pastilah apa namanya ada proses lelangnya apalagi angkanya miliar-miliar begini nih. Nah, itu ada itu pertama prosesnya jalan benar dulu apa enggak.
Satu, kedua. Terus yang kedua yang diuntungkan nih nyambung Adwi nih. Kan yang diuntungkan bukan PPK-nya. Hm. Yang di bekerja itu untuk kementeriannya.
Iya enggak sih? Iya. Hah? Acara menteri kah? Acara Dirjen apa?
Jadi apparently ini enggak dibikin itu fiktif. Fiktif enggak registered engak dong. Gak dong. kejadiannya ini terjadi loh maksudnya bukan kegiatan jadi dia mengatasnamakan diri dia tapi barang-barang ini enggak pernah registered officially di kementerian cuy makanya enggak bisa di-follow up bukan iya iya enggak dari sisi pemerintahnya dari sisi cemen parent-nya itu ee proyek dianggap tidak sah oh iya kan iya pokoknya karena enggak ada proyeknya heeh ini jadi dia eh gua bisa ngeluarin gua yang harus ngeluarin ini ini, ini. Padahal enggak officially registered ke dia- dia lagi nih dimainkan.
Enggak, enggak. Jadi SPK pasti gini. SPK fiktif itu maksudnya lu gua kasih udah keluar di prosesnya jalan keluar namanya SPK kontrak surat perintah kerja namanya. Itu dikasih ke IO-nya dong. Iya.
Iya kan? IO-nya kan bekerja. Kemudian untuk kepentingan siapa yang menerima manfaat itu. Heeh. Pastinya dong enggak mungkin PPK-nya.
Ngapain PPK bikin event sampai 120 miliar? Maksudnya untuk dirinya sendiri gitu. Itu dia mengatasnamakan kementerian padahal kagak pernah masuk, cuy. Lah kepentingannya apa coba? Jadi dia menggunakan pangkatnya dia sebagai PPK untuk bikin proyek-proyek fiktif ini.
Vendor-vendornya kan. Oh. Oh, gitu, Pak. Misalnya ya, misalnya ya, gua bingung. Jadi berarti dia itu bukan masukin si vendor ini ke kementerian.
Jadi acaranya itu bukan acara kementerian. Iya. Technically sebenarnya bukan acara kementerian. Maksud administratively bukan administratively. personal gain buat dianya apa lah.
Jadi duitnya tuh ke dia inser masuk ke kementerian. Eh enggak mungkin loh siapa yang bayar? Enggak mungkin dong. PPK enggak bisa ngambil minta uang di sini tu pokoknya intinya nih kayak pony skim jadi ada pemodal buat jadi yang baru-baru buat bayarin yang lama-lama cuy katanya ada komponen itu. Oh jadi bikin event lagi.
Oke ngambil dari sini bayarin yang kemarin bayarnya gitulah kurang lebih. Oh. Nah ini udah sampai ujungnya akhirnya ketahuan. Enggak tahu lu ujungnya kan konsim enggak bekerja si ASN ini kan enggak nerima duit enggak nerima duit personal game-nya apa? Heeh.
Itu maksudnya dia enggak nerima duit se pertanyaan gua itu karena yang gua tangkap tuh gini, yang gua tangkap itu si ee ASN ini dia adalah oknum pejabat pembuat komitmen I PPK ya kan dia menyalahgunakan jabat dia menerbitkan proyek tanpa dasar anggaran jadi enggak ada nih anggarannya iya enggak ada anggarannya tapi dia bikin proyeknya lah itu kok ada proses unwising segala macam nah enggak tahulah nah nah cuman kok IO-nya percaya gitu maksud gua mata kan. Nah, tunggu dulu. Ini ini intinya nih. Ini intinya gua tuh udah pernah ee baik directly atau indirectly ngurusin proyek-proyek dengan kementerian dan lainnya. Iya.
Ribet, cuy. Iya, emang ribet itu kita tahu lah. Makanya kan kita memutuskan enggak ngurusin itu sudah lama, kan. Betul. Iya, betul.
Jadinya ada oknum-oknum yang take advantage cuy. dia bisa eh gua bisa bantu ini nih. Ngerti enggak lu artinya personally? Karena gini setahu gua kalau lu mau ikut lelang unwing itu diumumkan bro di LPS lembaga di namanya LPS ada berapa mata anggarannya nomor kelasnya gini di RKKL-nya berapa di DPA berapa jadi kalau ada vendor yang kemudian bekerja terima SPK tanpa melihat proses-proses itu merasa misalnya hubungannya sudah dekat sama PPKnya sudah percaya gitu misalnya besti besti-besti gitu is that something misalnya nya banget itu gua bukannya apa ya ini kasihan juga mereka pasti keluar modal victim blaming ya iya enggak bukan bukan mereka keluar duit banyak cuma maksud gua 120 m tuh gede cuy orang makan orang dan dia pasti ada pegawai-pegawainya bayar vendor bayar subvendor subkontraktor itu udah pastilah maksud gue dari dari tukang balon tukang makan tukang apa semu cuy kagak dibayar semua nah itulah pentingnya sebetulnya tata kelola tapi proyeknya apa ya ya gua enggak tahu Tahulah IO yang pasti soalnya gini, soalnya gini, kalau misalnya tadi kalau kita ngomong pertanyaannya keuntungan PPK di mana? He most definitely kickback biasanya biasanya kickback atau eh retainer dalam konteks kalau misalnya dia dapat proyek jangka panjang ee eh IO gua enggak bisa bilang IO juga ya.
adalah pihak-pihak di luar sana menurut pemahaman gua yang bersedia memberikan ee ee mengeluarkan biaya kepada PPK untuk terus-menerus mendapat info ada proyek untuk ee proyeknya dibantu segala macam segala macam itu itu adalah e kalau perlu bisa hubungi Sofan Matelar nih. Matel San. Iya. Sofan nih. Sofyan nama tengahnya nih Markus.
Sofan Markus Prabowo. I ya itu masalah loh. Nah, proyeknya nih sudah ada nih. Proyeknya tuh pendampingan UMKM di beberapa kota sejak 2023 itu proyeknya pendampingan UMKM. Tapi pasti dong ada pejabat Kemenprint yang ikut dong.
Entah di level esolon 4 kah, eson 3 kah atau staf kah gua enggak ngerti. Enggak mungkin enggak ada yang makan uang, bitch please. Lu pikir orang gila enggak? Enggak gua, gua cuman pengin ini nih apa? Berjasa buat kementerian.
Jadi gua gua lagi, gua lagi berpikir gimana caranya personal ga-nya itu muternya g mungkin ini gini gini yang dalam gambaran gua 124,8 miliar itu adalah nilai di SPK. Hm. I kan surat di actual. Heeh. ee ee kegiatannya kapital yang dikeluarkan oleh IO gua rasa di bawah itu kan harus ada marginya 124,8 itu sudah ada marginnya.
Nah, kegiatannya itu pendampingan UMKM di beberapa kota dalam artian Kemen Perin itu pengin membina UMKM di Banten, Serang. Di Serang, Banten bikin kegiatan di sana. Kok lu nyebut nama daerah emang ada situ? Misalnya misalnya Heeh. Misalnya di di Uluwatu.
Asik banget jauh tambah jauh tambah jauh. Pokoknya pendampingan IMKM di daerah X. Di daerah X. Nah, si IO mengerjakanlah proyeknya di sana. Iya.
E di hall hotel. Di hall hotel. Di di apa ee di mall-mall kali apaap enggak tahulah. FnB untuk peser yang datang penginapan penginapan pejabat pemerintah dari Ken Perin penginapan pejabat daerah penginapan pelaku UMKM di daerah semuanya sudah dikerjakan. Nah ini paket proyek CEO-nya jalanlah di sana eh ngundang artis untuk nari-nari hiburan, dokumentasi video ah macam-macamlah ee ee apa imajinasi batasannya.
Nah, untuk kegiatannya berjalan kegiatannya di sana dapat liputan berita bagus Kemen Parin dari effort itu kan PR-nya jalan dalam artian PR-nya jalan flotis flot PRnya jalan segala macam segala macam yang dimodali oleh IO semua ini dimodali oleh IO. Heeh. Iya kan? Karena memang itulah ceritanya menjadi IO. Kita nalangin dulu itu seama kita-kita juga begitu.
EO kan nalangin dulu ngeluarin duit sendiri dulu. Gua enggak tahu ee ee dalam konteks ini karena SPK fiktif pasti enggak ada DP dari Kemen Perry nih. Pasti enggak ada 100% modalnya. Modalnya dia keluarin. Nah, itulah yang ditipu karena setahu gue kalau misalnya ada project itu ada tuh modal gua lupa istilahnya ya, tapi kayak modal awal uang kayak 30% gitu 40% itu ada.
Tapi kan kadang-kadang karena kepercayaan IO dan pejabat pembuat ee komitmen lu ini dulu nanti gampangnya udah kok tuh t tapi tapi tenang dulu ke sini ya udah pasti laju kayak enggak tahu aja biasanya gimana mendud lo mendudul loh belum tentu loh itik iya gua tahu itu belum tentu tapi gua tahu itu pasti jadi jadi yang jelas kan si oknum pejabat pembuat komitmen ini dia menyalahgunakan jabatan pasti dia menerbitkan proyek tanpa dasar anggaran gitu dan rupanya sudah dipecat dan sudah diproses hukum. Pertanyaan gua dulu belum dijawab. Hm. He. Apa yang tadi itu tadi itu kok direkturnya enggak tahu ada kegiatan enggak ada anggarannya kok kasubaknya enggak tahu ya ada kegiatan kasarnya aja kasarnya.
Kalau misalnya kita tiba-tiba ada event besar kok lu enggak mungkin enggak tahu cuy. Masa lu enggak tahu lu bikin event praksis no preskon. Lu nanya enggak sih lu minta duit berapa sama Yus? Iya lu minta berapa sama Yus? Siapa yang ngproof?
Yang ngproof siapa? Kan enggak mungkin cuy. Engak mungkin kan enggak mungkin. Pik nih gua bikin dengan kata lain kalau gu tu anak-anak bikin event terus kita enggak tahu dan ada terus uang ya. Nah mampus enggak lu?
Bingung enggak loh. Iya bingung. Iya begitu logikanya kan. yang yang wah itu dia kalau balik lagi ke pertanyaan Sofyan itu tadi. Jadi sebenarnya di sini masalahnya bukan cuman proyek fiktifnya aja apa, tapi pengawasan proyeknya gimana ya?
Kalau di kita kan ada pengawasan proyek. Iya. Ini manajer proyek. Di kita ada di di dan itu bertingkat itu kan ada account ada ee ee supervisornya lagi ada kita lah. Heeh.
Nah, finance kalau mau mengeluarkan duit itu kan butuh butuh butuh tanda tangan gua specifically gua. Kalau gua enggak tahu itu ada proyek, gua enggak tangan dong. Nah, ketika misalnya proyek itu diminta pertanggungjawabannya misalnya gua tanya eh eh ini dia kan pasti datang ke gua, eh ini ada oke bayar gitu. Nah, ini proses pengawasan tadi enggak ada tampaknya. Iya, enggak ada atau enggak peduli aja ini tata kelolanya problem.
Jadi problem tata kelolanya di Kemen Perin. Enggak bisa dong buang body terus kemudian lagi-i tunggu dulu ini kita kan kita berbicara untuk lebih banyak lagi pekerja kreatif IO dan lain-lain ya. Enggak cuma dikemen pairin. Gua jamin ben potong kuping gua cuy. Gua enggak tahu seberapa banyak tapi pasti ada kejadian-kejadian serupa.
Nah itu yang mesti dilihat lagi. Kasihanlah orang-orang kerja cuy ya kan yang nyuruh orang-orang lepasan nih lu tah kerja-kerja IO lepasan. Benar, benar, benar. Itu ngarep dibayar dari situ, Men. Iya.
Udah seminggu keliling-keliling asik pulang enggak bawa duit, cuy. Lu tega banget si ada DP pakai modal sendiri, proyek dikejar-kejar harus cepat selesai. Asli. Heeh. Apa dokumentasinya harus diserahkan semua bayar di depan, Bro?
Ya, yang kayak gini please lah. Jadi diperhatikanlah maksudnya jangan sampai udah udah susah orang-orang bingung-bingung nyari duit ya secara halal ya kan. Lu kerja dengan baik, garis bawahi itu ee lu terus ee kebentur hal-hal ini kasihan aja sih ya. Oke. Oke.
Nah, ini nih ada menarik juga sih. Udah udah seringlah beberapa kasus itu pada akhirnya kan ini related sama yang tadi ya. Kadang-kadang kasus itu untuk bergulir untuk untuk bisa berjalan kayak butuh virality cuy. I kan di zaman modern nih sampai yang terakhir ini ada yang kasus eh BNI ya mistaken BNI itu ada seorang whatever managernya nipulah whatever kepala cabang kepala cabang I eh gak tahulah gua lupa orang head of something itu nipu nasabah yang nasabahnya ini juga uangnya bukan uang dia pribadi tapi kolektif gitu ya itu hilang ya kan di diambill lah gitu gitu. Nah, ee lama lama lama lama lama iya udah diomongin kecil-kecil tapi giliran Gong masuk ke podcast.
Heeh. Yang subscribernya banyak, yang dengerinnya banyak baru bergulir tuh barang oke akhirnya bisa selesai. Nah, maksud gua ini nih gua ngelihat sebuah tren yang agak unik tapi at the same time ee mengerikan juga di mana lu mesti punya platform mesti masuk ke platform-platform spesifik untuk bisa mendapatkan keadilan. That's pretty wild, man. Menurut kalian gimana?
Ya, kalau menurut gua tuh eh nanti Sofan akan nambahin ya. Asik. Ini ini check and balance-nya Civil Society. Hm. Silakan sampai lanjutin.
Enggakakah salah juga salah juga. Ini benar poinnya bahwa ini kan seharusnya tata kelola di apalagi bank loh cuy. Bank itu kan trust ya. Lu mempercayakan duit lu dititipin di bank untuk dikelola dengan baik supaya enggak ada fraud-fraan. Betul.
Kira-kira kan begitu kan maksudnya enggak enggak lu intinya itu cuy. That's the core of the business man. AW aja enggak percaya duitnya gua pegang. Oh i gua setuju si M gue yang bilang bahaya ini. Makudnya dari awal pun dari awal pun udah membingungkan sih bahwa di mana bisa terjadi penipuan sebesar ini gitu.
Iya betul. H dan ini angkanya bukan after all the cases kan dulu kita juga tahu bukan kayak R00 juta 2 miliar gitu kan. Ini angkanya 28 miliar. Jadi on tuh gua jujur sampai sekarang dengan gua tahu kronologinya juga gua gua sedikit bingung sih seingat gua enggak cuma Bang Lokal yang pernah kejadian gini waktu itu juga kita pernah ya handle justru makanya serupa gitu setelah itu masa lu masih bisa kebubuk ngerti kan after all of these years dan lu belajar enggak sih dari itu kontroversi itu waktu itu personal banking sih wealth management waktu it tapi ini juga sebenarnya treatmentnya sama treatmentnya sama jadi kayak Iya. I think di uang uang koperasi.
Dan masalahnya tuh selalu dalam konteks kayak gitu hubungan antara ee nasabah dan personal bankernya, kepala cabangnya dalam konteks ini. Poinnya adalah bahwa tata kelola bank karena trust itu tadi itu harusnya rigid dan itu proses du diligence dan proses pengawasannya harus berlapis-lapis. Walaupun itu sebetulnya gua tahu sudah dilakukan itu enggak boleh ada yang missed pun. Jadi kerjanya harus lebih berat. Artinya mekanisme itu harus diulang ulang ulang ulang.
Ini kan lu ngomong sesuatu yang ideal. Iya. Mekanismenya ada, sistemnya ada, tapi pada kenyataannya di lapangan orang punya cara untuk bypass itualin itu apparently. Heeh. Itu serea lah kalau udah kayak gitu.
Enggak. ujung-ujungnya selalu ee balik lagi ada orang-orang yang memanfaatkan sorry. H poin gua di sini, lu mau nyalahin sistemnya atau lu mau nyalahin orangnya? Kalau dalam konteks banding kalau gue of course orangnya, man. Enggak.
We have to agree bahwa ini banyak nih elemen dan eh layernya nih banyak nih. Jadi enggak cuma antara bank dan masalah nasabah, sistemnya juga. Dan banyak juga pengguna bank itu kan tidak teredukasi ya. Maksud again kita di kota besar gitu. Iya.
Di mana kita semua akses informasi dan lain-lain tuh banyak kan. Tapi banyak juga orang-orang di daerah yang tidak punya equal opportunity untuk mendapatkan informasi-informasi itu. Oke. Ya, itu eh financial literacy itu of course itu masalah. Tapi ya kayak poin Sofia tadi juga ada.
Benar. Maksudnya kalau dari sisi sistem ee ee berapa lama kepala cabang harus rotasinya segala macam segala macam. J. Kalau enggak salah di bank itu ada sistem di mana kalau misalnya emang ada kewajiban untuk live cuti gitu misalnya untuk akhir tahun tuh ee di ee posisi-posisi penting tertentu untuk memastikan bahwa tanpa lu pun sistemnya jalan. Ee itu penting.
Iya. Gua enggak tahu ya di bank-bank gede yang swasta sih gua tahu ada. Betul. Tetangga gua tuh ada kayak gitu kayak lu pakai enggak pakai pokoknya lu enggak bisa masuk kerja akhir tahun lu mesti mesti keluar gitu. Ben enggak mesti akhir tahun pokoknya lu harus block gitu-gitu tuh.
Iya maksudnya dia diforce tuh at least teman gue ya at the end of the year. He. Lu kalau masih accumulated lu enggak bisa kantor cuy lu keluar gitu. Mau lu pakai mau enggak mau lu mesti habiskan. Jadi enggak bisa carry over ke tahun berikutnya.
Betul. salah satunya untuk mengekpose those practices. Tunggu dulu. Jadi kalau lu hilang 2 minggu dan ee tanpa tanpa apa namanya? Tanpa break kan wajib sekian lama tanpa break.
Nah, itu memang ee that's a pretty good idea juga sih. Bukan hanya buat lu mentally, tapi buat kayak gitu-gitu tuh. Buat sistem gimana kalau kita juga perlakukan di sini? Ee gua enggak setuju. Asik.
Tapi kita bisa perhatikan. Saya terima masukan Anda. Good, good try. Tapi ee belum saat ya kayaknya kita enggak se itulah. Lu kemarin nonton film Oh iya i kan Ghost in a cell.
Iya. Ini kan gua belum nonton, tapi gua lihat pemberitaan heboh kayaknya ada prestasi-prestasi yang belum dicapai sebelumnya dibeli ya kan sama e di negara-negara tertentu tuh gua lupa 28 negara kalau enggak saly dope man shoutout ke Joko Anwar jadinya Sofyan gimana lu kasih jangan spoiler alert of course tapi engak enggak gua enggak sebodoh itu lah iya enggak enggak selalu lanjutkan enggak selalu tapi senantiasa Biasa enggak? Jadi intinya lu udah nonton? Gua udah nonton dua. Apa yang lu experience, man?
Dan benar hype-nya benar ini. Iya, gua nonton film-film lain juga yang bule-boleh. Buat ukuran film Indonesia sih bagus sih. Oke. E apa namanya dia?
Dan anyway tadi gua lihat postingan sekilas itu 2 juta orang yang sudah nonton. W 2 juta. Lu salah satunya ya? Gua salah satu dari 2 juta. Kayaknya lu mesti ketemu langsung sama Joko Anwar.
He hei enggak sih? Tapi gua enggak banyak nonton filmnya dia juga, cuma karena hype aja. Terus, "Oh, ini gua gua harus nonton." Karena banyak pesan-pesan yang relevan aja kayaknya ada pesan-pesan terselubung ya yang diselip-selipin berdasarkan itu. Eksplisit. Buset udah enggak terserubung gua.
Kayaknya ada dendam pribadi ya maksud gua ke di dicurahkan ke dalam film ini. Film itu. Heeh. Pertama nih gua sebutin bukan spoiler ya, tapi ini udah ada di mana-mana juga. 10.000 hektar hutan dipakai untuk pabrik apa sori buat tambang nikel oleh pejabat.
Dia nyebut spesifik, Bro. Serius? Nyebut spesifik. Oke. Jabatannya apa?
Itu satu. Terus tahanan akibat korupsi. Jadi ada napi korupsi itu namanya enggak dapat fasilitas mewah dalam itu. Terus si kepala lapas itu kayak melayani itu kayak kayak anu hotel c. Iya assist kayak personal assistant gua lihat-lihat kadang-kadang.
Iya. Iya. Nama tahanannya itu Prakasa Kita Booming. Oh kita booming. Oh oke.
Jadi play of words sih? Terus habis itu nama itunya nomor ininya tanggal lahir Samuan. Hm. nomorinya. Terus habis itu beberkali-kali diulang-ulang.
Kita kan hidup di Indonesia apa di negara inilah bukan di Norway. Ini kan bukan ibu kota Norway. Lu tahu enggak ibu kota Norway apa? Solo. Oslo?
Ah salah dia. Oslo gimana sih? Enggak. Tapi ini like a smart way of going around it gitu kan. It's explicit man.
Buat gua sih udah eksplisit itu. Terus juga konstruksi sosialnya di dalam penjara itu like enggak ada hitam putih. Jadi orang di penjara itu masuk penjara karena something structural. Oke. Ada misalnya gini, "Oh, dulu tanah gua diambil sama mafia tanah karena gua enggak punya." Apa yang cerita-cerita ada di koran-koran itulah.
Terus habis itu dia marah, dia ngerampok misalnya bunuh whatever lah. Tapi selalu ada back story back story yang relevan dengan kondisi ya. Banyak-banyak media apa berita in lah pokoknya media headline headline yang kita sering baca lah. Jadi relevan terus habis itu tapi yang mengena sih menurut gua karena diceritain ya dari awal tapi yang mengena adalah dia menggambarkan kondisi yang kita sering baca lah ya. Dia cuma ngomong terakhir-terakhirnya itu adalah ee di antara petugas penjarannya tuh ada 50 lah kira-kira.
H tapi ternyata di akhir-akhir itu cuma 10% kok cuma 10% yang baik gitu misalnya siap dan katanya walaupun cuma 10% tapi cukup untuk membuat perubahan membuat apa namanya Indonesia jauh lebih baik gitu-gitu dan menurut gua itu pesan yang kuat banget di akhir ya bahwa sebetulnya kalau dari sisi ceritanya gua sih enggak terlalu interest ya cuma secara visual bagus ini apa bagus cuma ada klinik-kliniknya mungkin bahasa dia supaya supaya ee film ini mudah diterima gitu sama bukan certain sama semua kalangan lah kan kita suka nonton film horor trend itu segala macam gori-gori gitu ya. Gorinya sih mungkin agak e apa di luar yang seperti biasanya ya tapi horor e apa elemen ghost-nya elemen hantunya adaana enggak? Hah? Enggak ada lah cuy. Oh, dan dia ada catatan khusus tuh di setiap filmnya dia, Joko Anwar dia bilang ada selalu ada wanita hamil dan di situ ada kan enggak enggak ada perempuannya.
Gua lihat perempuannya di mana ya? Tapi dia bilang, "Eh, ternyata ada pas ada satu scene gitu di mana ada visit gitu ada wanita hamil duduk sendiri cuma sekilas doang set gitu." Tapi syaratnya itu dia syaratnya dia terpenuhi itu jadinya lu gimana tahunya lu rewind pas di Asik asik asik asik asik asik enggak gua ingat-ingat aja gua ingatan gua kan kuat dia dia fotografi fotografi memori bikin gua gua menegaskan ingatan gua kuat entar entar gua buktikan setelah podcast enggak lu enggak usah sok-sok komen belum nonton belum makanya tadi kan gua buka dengan gua belum nonton gua belum nonton nah Ee cuman gua udah lihat banyak review ee nah pertanyaan gua ke El. He. Nah, ee gua belum tentu bisa jawab. Would you recommend me to watch this movie?
Oh, ya. Jelas. Siapa yang harus nonton dan kenapa? Eh, buat yang harus pasti yang harus nonton adalah semua orang, semua generasi yang umurnya di atas 17 tahun. Oke, itu harus nonton.
Ini sapu jagat ya, sapu jagat enggak? Tapi itu seru aja gitu maksud gua. Dan wah gila rame banget lah hyp-nya. Menurut gua itu sekelas-kelasnya film Indonesia tuh kayak bumi manusia itu lah yang yangcutnya Din apalagi film-film epic ya yang gua layak lah dan pendekar bambu kuning itu lu tontonan kopi bacanya dulu ya. Iya lagi lu tertarik enggak nonton gua setelah mendengarkan lu cerita tertarik gua.
Oke, eh terakhir sebelum kita tutup itu e shoutout real quick buat spektrum. He apa tuh? Eh lelang spektrum menurut gua itu long overdw udah dilakukan sekarang kemarin. Eh tadi barusan gua datang ke acara apa namanya Indotelco. Pas di situ juga banyak dibahas.
Intinya this is definitely the right eh apa namanya? Move untuk Indonesia. Ngebuka lagi spektrum di 700 MHz dan 2,6 GHz itu diperlukan banget. much needed. Apalagi melihat sekarang kita makin banyak menggunakan AI yang ujung-ujungnya use case AI-nya pun semakin banyak semakin kompleks.
Ada yang bikin coding, ada yang bikin video, ada yang bikin ini. You need a much better infrastructure. Nah, ini nih a very long awaited eh next step gitu ya untuk untuk mencapai Indonesia emas eh 5G di mana-mana ee akses buat ee lebih banyak masyarakat untuk bisa menggunakan internet secara proper dengan pengaplikasiannya. So, I think eh that's that's pretty dope. Nah, itu aja sih dari kita.
Ei, kita biasanya enggak pernah ngomong ini, "But please subscribe ya kan? like, share. Kalau lu misalnya ada orang-orang yang kayaknya ini bisa deh di digunakan untuk orang-orang ini, coba di-share, ya kan siapa tahu beneran berguna. Anyway, thanks everybody. We see you next time lah.
Thank you. Thank you. Thank you. Thank you. Thank you.