Was sacking the head of BGN a genuine evaluation, or a classic Dead Cat Theory distraction? In Proxemics 033, hosts Mercy Tahitoe and Stephanie Sicilia dissect the political communication around Indonesia’s free nutritious meals (MBG) program — and ask whether a sensational headline was thrown to pull public attention off the deeper mess.
The Dead Cat playbook — lob a shocking issue to hijack the conversation — frames the whole discussion. Alongside the real logistics failures and the BGN leadership shake-up, the panel weighs how much of the noise is governance and how much is misdirection.
The sharper alarm is economic. Treating a state venture-capital loss as corruption, they argue, is dangerous: startups are inherently high risk, high reward, and criminalising a failed commercial bet — as looms over the TaniHub and BUMN VC saga involving BRI Ventures and MDI Ventures — could kill the innovation ecosystem and push local talent to flee abroad — and the panel points to founders already stalled by bureaucracy and looking to markets with more adaptive rules.
There is a crisp PR lesson too, drawn from the viral F4 concert-promoter blunder: resolve complaints privately first, then let the satisfied customer act as third-party validator — never fire back reactively in public.
They close on the AI prompting wave rewriting 2026. For communicators tracking where politics, capital and technology collide — with Google and OpenAI circling every workflow — this one rewards a full listen.


YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.
Auto-generated captions from the original Indonesian audio — unedited.
Deadc theory adalah strategi komunikasi politik yang digunakan untuk mengalihkan perhatian publik. Tiba-tiba Sofyan ngelempar kucing mati. Pembahasan kita emang iya orang segininya gitu lu ngasih ikan lele hidup. Iya itu parah cuy. Lu enggak lu seabsurd itu kah?
Bikin iya bikin startup terus gimana? Gagal. Kenapa? Birokrasi cuy dia sebut keluar dari mulut dia. Google itu udah semakin sadar bahwa people are moving away from Google.
Bahwa Google itu udah makin ditinggal. Kalau lu enggak tahu apa yang keluar di prompt terkait brand l then you're in trouble lah 2026 gitu kan. Oke, jadi yang pertama itu kan ee heboh nih ada perseteruan. Asik. Enggak jadi Dinopati Jalal kan membuat statement kan ini nih dia memposisikan sebagai eh kan lu waktu itu udah ngasih gua something nih tanda jasa or whatever kan waktu itu kan.
Iya kan? Nah, ini gu gua share sedikit gitu jadinya. I guess dia berusaha memposisikan tuh bukannya bukannya menyerang gitu. Ini cuman my two sense lah in the situation. Ini sih like a nice reminder gitu mengingatkan bahwa the situation is like this loh sekarang.
Heeh. Eh, jadi at least dia mengemasnya tuh bukan dengan ill intention lah. Kita enggak tahu ya belakangnya itu terserah masing-masing lah. Tapi at least dia memposisikannya seperti itu. Nah, yang menariknya itu reaksinya.
Hm. Ya kan counter the reaction itu untuk meng-counter itu dari s cup ya kan. Nah, gimana nih Sofan? Gua lihat-lihat dia ya jujur aja sih gua enggak dengerin itu. Asik asik asik asik.
Saya enggak maksudnya enggak enggak mencerna lengkap lah nonton videonya apa karena berapa minggu justru dari lu sebagai orang yang lebih awam misalnya enggak terlalu dekat dengan isunya menurut lu gimana? Satu. Terus juga responnya Pak Seskap. Gua juga enggak engeeh banget e words by words-nya ya. Cuma yang gua lihat kan yang beredar-beredar aja nih.
Jadi exposur gua bukan dari sumber aslinya, tapi dari yang beredar-beredar yang viral-viral lah. Oh iya, Pak Dino mengkritik lel apa sering ke luar negeri segala macam. Kritikan baliknya apa dia bilang setiap 6 hari dia di Indonesia satu harinya tuh di luar negeri gitu ya. Jadi, Pak Dino tuh kayaknya beberapaan rata-rata average ee jumlah kunjungan ke luar negeri dari zamannya Pak Jokowi, zamannya Pak SBY sama zaman Pak Probowo saat ini. Jadi secara frekuensi kalau dirata-rata tuh segitu seringnya.
Sedangkan kalau dibandingkan dengan periode sebelumnya memang Pak Jokowi itu kayaknya kurang suka gitu ee ke luar negeri. Lebih banyak dia either delegate ke Bu Retno atau em yang di negaranya masing-masinglah. Jadi dia yang terawat sendiri terutama emang kalau enggak salah dirata-rata tuh dari sekian hari dia menjabat berapa hari itu ada di luar negeri. Terus yang kedua dibalasnya yang gua baca ya, yang gua dengar yang bukan bukan yang gua nonton langsung apa klarifikasinya Pak SK. Pertama ee soal dia menjabat yang yang sebar ke mana-mananya adalah soal yang 3 bulan dia nuduh Pak Dino katanya cuma 3 bulan jadi wamen gitu-gitulah.
H enggak, karena dibungkusnya itu sangat pasif agresif gitu. Maksudnya sebagai orang komunikasi ya, gua nonton, gua nonton, gua nonton full version di mana ya dia tuh ee Pak Seskap mulainya maksudnya terima kasih atas masukannya dan lain-lain ya kan. Pak Denopati Jalal tuh dubes yang kompeten bla bla bla bla bla. Walaupun hanya walaupun sempat menjabat menjadi woman lu walaupun hanya 3 bulan ada kata-katanya itu begitu gitu. Ada ada ininya ya sentilannya.
adaan-sentilan yang kayaknya tuh kurang cantik, kurang kurang kurang appropriate lah. Kurang seri lah. Karena dengan catatan track recordnya Pak Dino kan enggak cuma sebagai woman lu ya. Maksudnya beliau itu kan sudah aktif diplomasi itu sejak tahun season diplomat lah dia. Tapi terus ada yang banding-bandingin sebetulnya diplomasi Indonesia dari 2010 gua lupa 2000 sampai 2010 gitu di periode itu apa sih?
dan di Google ya atau di pakai AI gitu hasilnya enggak bagus. H apa diplomasinya kurang ada kekurangan terlalu fokus sama urusan domestik gitu-gitu ada kritiknya juga di di rekapan itu. Makanya kan Pak Sesap lebih fokus pada hasil kan gitu. Kalau ada kan ada ngomongin bahwa ada di ada investasi masuk berapa triliun sekian sekian sekian sekian gitu. gitu.
Tapi ada juga beberapa podcast yang membahas bahwa ini kan sebenarnya sudah dipupuk lah hubungan diplomasi ini kan enggak instantly karena hanya periode ini gitu. Iya. Maksudnya lu enggak jadi investasi gara-gara datang sekali dibangun dari zaman dahulu kalah gitu loh. Iya. Ada andil-andil generasi-generasi sebelumnya lah.
Apa namanya metiknya itu ya. Ya enggak juga sih. Ada juga beberapa negara yang memang punya presidennya lebih dekat sama presiden yang menjabat sekarang. Bisa juga begitu enggak? enggak bisa kombinasilah kombinasi juga enggak semuanya A atau Z gitu everything in between lah a lot of factors lah enggak konklusif gitu bahwa karena A jadinya B gitu enggak itu kan faly.
Iya. Dan dan maksudnya itu fallacy flaasy. Yang satu lagi apa tuh yang suka mendegradasikan maksudnya at hominame nyerang orang. Nah itu kan enggak perlulah maksudnya lu serang substansinya aja argumen kalau misalnya iya apa argumennya lu counter itu. Sedangkan muhominum itu kalau lu menyerang karakter dari orang tersebut instead of the argument the actual argument.
Nah itu yang kita biasa sebut hominent. Iya, kayak soal 3 bulan itu sih. Enggak necessary, enggak perlu lu, lu argumennya lu serang gitu kan lu lu counter. Jadi namanya orang sipil ya kan masyarakat sipil ya bebas aja sih harusnya ngomong apa aja apa maksudnya kritik saran pemerintah harusnya lebih bijaklah dengerin. Tapi ini menarik sih the way government communicate sama kita nih sekarang menarik karena selain yang ini spesifik merespon sebuah video sebelumnya kalau kalian ingat juga ee ada video dari influencer si Ferry Rwandi soal ekonomi prinsipil ekonomi itu juga kan direspon directly sama Bakom heeh dengan video yang mistik specific direct specifically addressing that video gitu kan heeh bukan situasi tapi that video jadi Kan balik ke poin Sof yang tadi sebenarnya orang sipil kan boleh kita ya negara demokrasi ya kita boleh beropini memberikan negara apa eh demokrasi demokrasi demokrasi lah cuy demokrasi kita berhak beropini kita berhak memberikan masukan kepada negara kan nah tapi lately ee trennya nih begitu ketika ada video yang traction-nya lumayan bagus lumayan banyak he pemerintah memilih gitu untuk mengaddress specific video good effort untuk counter that particular video gitu ya communication trend I ini ini menurut gua kayaknya buat mereka yang kurang mengerti ini kayaknya mereka nih kita mau ke mananya itu mereka juga koncern tentang itu bukan hanya the current state gitu kayaknya mereka tuh eh gil kalau sekarang kayak gini nih ke depannya mau ke mana ada komponen itunya gua ngelihatnya ya iya ini kan soal trust aja ya kita tahu kondisi lagi enggak oke nih IHSG juga lagi turun rupiah juga lagi naik ada apa problem geopolitik di Iran sama US, Israel, Lebanon dan lain-lainlah kira-kira itu.
Dan kita banyak melakukan ini rezim yang sekarang bukan kita ya, pemerintah yang sekarang banyak melakukan transformasi nih. Salah satunya ada soal antar lah, ada MBG lah. Itu kan kagetan gitu maksudnya program-program yang baru dan besar dan enggak ya yang sebelumnya juga ada yang nonbisnis as usual juga kan break through-nya di infrastruktur waktu itu kan. Kalau sekarang 10 tahun terakhir sebelum inilah 10. Iya.
Sebelum ini kan infrastruktur 10 tahun. Ee kalau yang sekarang lebih fokus ke SDM, sumber daya manusia, terus konsolidasi aset ee BUM negara, BUMN lain. Terus dan dan setiap perubahan itu enggak bagus buat ekonomi sih. Kalau gua ngelihatnya ya ada perubahan struktur atas nih. Struktur lama mau diganti jadi struktur yang baru yang supposed tuh lebih berkeadilan.
kira-kira kan gitu kan dia maunya lebih itu cuma dan itu agak sulit di maksud gua ini tampilan luarnya jadi jadi enggak akan ada dampak dampaknya tuh pasti dalam beberapa hal kan buruk kan dan itu yang menurut gua di setiap perubahan orang harus lihat the belakangnya itu yang kurang enggak mungkin i ini nah ini menarik menurut gua juga ya sebagai tambahan dari itu kalau misalnya ada perubahan itu menurut gua mungkin ya komunikasinya bisa diperbaiki itu poinnya Jadi orang lebih mengerti, oh negara tuh lagi melakukan ini, di belakangnya idenya ini. He. Dan ekspektasinya untuk 2 3 tahun akan kayak gini, habis itu akan kayak gimana? Heeh. Kalau kayak gitu mungkin akan lebih baik.
Tapi at this stage memang menurut gua banyak yang bisa diimp. Kalau gua ini secara umum kan kita ngebahas intinya kan kita ngomong komunikasi politik lah ya. Komunikasi dari ee negara kepada publik. He. Nah, gua sih cuman mencatat beberapa hal ya.
Mungkin gua enggak tahu ini benar atau enggak, cuman komunikasi yang sekarang dilakukan itu lebih terpusat pada presiden. Benar apa enggak itu bisa. Hm. I think it's pretty fair menurut gua. Menurut jadi presiden tuh cukup rutin loh melalui pidato ee konferensi pers, kunjungan kerja.
ee dia tuh ngomong walaupun apa yang dia omongkan kadang-kadang agak kurang bisa di cerna dengan baik oleh masyarakat. Misalnya orang kampung enggak perlu dolar. Oh iya. Enggak ada orang yang mau kaya. Enggak, Pak.
Kita mau kaya semua. Kita mau kaya, Pak. Nah, ee maksudnya gua melihatnya ya bahwa dia menggunakan momen-momen, memilih menggunakan momen-momen yang ada atau menciptakan momen-momen yang ada untuk mencapai untuk menyampaikan komunikasi kepada publik. H itu benar. Cuman memang ada isi pesannya nih yang agak ee ee kurang bisa diterima ya kan.
Nah, eh jadinya gua ngelihatnya nih komunikasi itu lebih terpusat pada si figur presidennya. Dia menyampaikan eh informasi kepada publik untuk ee tujuannya pastilah ya untuk menenangkan masyarakat dan seterusnya dan seterusnya. Nah, cuman circel-nya dia nih, circle pertemanannya dia nih, orang-orang dekatnya itu cukup menonjol juga. sebutlah tadi kita sudah ngebahas figur Tedy Indrawijaya gitu kan. ada kritik ee terhadap ee Presiden dia yang menjawab.
H dia yang ee ee ee apa ee berusaha untuk meluruskan dan dari konteks dia meluruskan sebenarnya ee tanpa elemen pasif agresif mungkin gua sih setuju aja sama poin-poinnya enggak ada masalah. Gua pribadi lebih ke edukasi sebenarnya. Heeh. Heeh. pun dia menyampaikan data-data and so on and so forth si itu sih gua enggak masalah cuman i betul ee banyak yang kemudian isunya agak bergeser isunya jadi kayak perseteruan antara Pak Dino dan Pak Tedy iya betul i dan gua menyayangkan itu sebetulnya sebenarnya sebenarnya sebagai orang PR ya maksudnya in this industry we know that sometimes ketika lu mau address sebuah issue tuh enggak harus directly langsung lu tembak gitu kan there's always other ways untuk menghindari noise.
Heeh. Karena tadinya mau menginformasikan, mengedukasi malahnya jadi fokusnya ke yang lain. Itu kan yang mau kita hindari kan sebenarnya. Jadi the one that is being talk about instead of the essency bahwa perjalanan dinas presiden menghasilkan investasi sekian triliun, memperbaiki hubungan diplomasi itu jadi enggak ada. Jadinya malah yang terbahas adalah bahwa Pak Seskap itu menyerang quote unquote Pak Dino.
Padahal esensinya sebenarnya bukan itu. Iya. Dan ingat ya, mereka bukan dalam posisi yang setara gitu. E jadi Pak Dino kan orang sipil biasa, yang satunya sekretaris kabinet. Lu kan enggak harus directly maksudnya itulah cara mengaddress-nya ini.
Makanya tadi Steve bilang sudah beberapa kali. Yang pertama yang Feri Irwandi. Jadi agak unik gitu loh. Maksudnya sebagai pakar bukan pakar lah, sebagai orang yang di industri komunikasi gua lebih kayak we always advise our client not to do that. Iya.
Ya, ini bego-begoan ya. Misalnya kita punya klien A ditulis sama media C, D, FG semuanya. Lu addressnya spesifik ya kan? Karena media ini ngomong gini, enggak mungkin dong kita ngajarin kayak gini. Itu against my communication instinct gitu completely yang dilakukan sama pemerintah.
Gua mau mengutip Mikail Bakunin. Oke. Itu anarkis ini jadi kayaknya reaksioner aja. Oke. Probably probably.
Jadi kan kayak it's against my communication ins bahwa harusnya tidak masih banyak other ways untuk address that gitu. Kalau kalau kita kan misalnya misalnya yang kita lakukan ya eh berarti lu mesti highlight nih orang-orang belum ngerti bisnis lu tuh seperti apa. Lu bikin kitchen tour si oh ini kita bikin ada ini baru dengan cara itu publik lebih ngerti. Nah, ini mungkin bisa kayak gitu kali. Entah media diboyong eh nih jadwal Bapak kalau misalnya lagi kunjungan nih ini nih dia ketemu sama ini dia ketemu ini misalnya gua enggak tahu.
Of course dilakukan tapi lebih apalah lu ajak Feri kali. Enggak lu kirim foto enggak lu kirim foto lu kirim foto opportunity everywhere all the time gitu. Intinya out of all the many things there are other ways yang mungkin lu bisa lakukan messagenya bisa lebih nyampai. Oke. Tapi kalau menanggapi ada dari waktu ke waktu kita itu menyarankan kepada klien untuk dalam konteks krisis ya, dalam konteks krisis memberikan tanggapan secara cepat.
Jadi enggak menunda-nunda. I ada speed, ada resen gitu, ada akurasi at the same time. Nah, cuman yang perlu diingat dalam konteks itu pun adalah misalnya dalam konteks kritik, kritiknya dicerna dulu, dipahami dulu, kemudian baru ditanggapi. Jadi, iya gua setuju bahwa ada kecenderungan komunikasi dari pemerintah yang lebih reaktif daripada proaktif. tadi sudah dibahas ya kan kalau proaktif ya kita kita yang duluan kita yang nyampein duluan pemerintah yang melakukan itu.
Uniknya juga penjelasan kebijakan itu kadang-kadang muncul setelah kontroversinya berkembang ya bola saljunya sudah menggelinding semakin besar ke mana-mana merasa mulai membahayakan baru ditanggapi. Nah, di lain pihak balik lagi poin gua selalu pesannya kadang-kadang enggak konsisten ya. Itu juga. Heeh. Nah, e nah sekarang gimana caranya nih?
Kadang-kadang disampaikan oleh berbagai pihak lagi. Si A ngomong A, si B ngomong C, si D ngomong B. Enggak tahulah hal-hal kayak gitu kan sebenarnya gua enggak tahu ya apakah ee yang baru itu biru apa? Biro bakom bakom. Bakom badan komunikasi.
Karena menurut gua inilah yang harusnya ditengahi oleh si badan komunikasi ini. Gimana caranya mengkoordinasi antara pihak-pihak yang menyampaikan pesan dan pesan apa yang disampaikan. Bukan menyampaikan kepada ee ee ee Indonesia bahwa media A, B, C, dan D berpihak kepada kita and terafiliasi. Bukan itu kalau menurut gua. Oke.
Ee yang berikutnya itu kepala BGN diganti. Nah, ini tadi gua enggak tahuah kita ngobrol-ngobrol di meja apakah diganti? Apakah emang udah ada di keker gimana? Gua enggak ngerti. Siapa yang bisa kasih play by play-nya apa yang terjadi ini?
Gua rasa ini contoh satu bahwa pemerintah dengerin kritik publik lah. Hm. Satu menurut gua ini kan masalah MBG ini kan udah lama lah jadi keributan gitu maksud gua. Ya, overall ya. Pendapat gua kalau soal MBG seperti yang kita pernah bahas ketika ini awal ee kita ngelihatnya jangan bias kelas menengah meang banyak.
Kalau di Jakarta mungkin enggak butuh ya kota-kota di besar di Jawa mungkin enggak butuh tapi daerah-daerah definitely butuh. Cuma memang secara struktur di awalnya aja yang salah buat gua. tiba-tiba idealnya memang apa yang dilakukan MBG itu R kalau misalnya standarisasi yang bagus rata terjadi di seluruh pelosok negeri ini bagus bagus cuma kan lu enggak bisa dari 0 ke 100 langsung gitu buat which is ini yang dilakukan which is ini yang dilakukan langsung tiba-tiba 100 langsung lu dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini tiba-tiba udah ada makanan di depan muka lu Rp0 juta terlalu ambisius lah ngasih makan R juta jiwa itu enggak gampang, Bro. Gua enggak tahu deh, ya kan perusahaan apa yang ngasih makannya sebanyak itu. Misalnya McDonald udah mau 100 tahun baru sebelum sebelum lu lanjut ke poin lu berikutnya, maksudnya kita juga all on on on this table agree bahwa the program itself is good.
The intention is good. Ya kan? The intention. Gua enggak bisa bilang programnya bagus. Intentionnya gua akui itu bagus hidup di negara liberal Amerika Serikat.
Iya. Tension is good. Cuma memang secara tata kelola secara itulah. Nah, ini kan ngomongin program kan ada itunya. Gua enggak bisa ngomong itu bagus jadinya.
Iya. Ya, oke. The intention is good. Dan kita dukung the mechanism mungkin kalau ide kalau di kepala gua ya. Yuk, lu mulai dulu dari daerah terluar, termiskin itu kan yang diperlukan banget.
Lu mulai dari situ. Tapi ada hal-hal yang kayak di depan muka kita nih enggak perlu. Obviously, man. Obviously anak-anak ini enggak perlu ya kan? Iya.
Ada yang gitu-gitu. Jang yang ini enggak perlu. Nah, kalau lu mainkan itu ee sebagaimana yang menurut kita lebih ideal, pastinya reaksi orang juga berbeda lah. Itu gua jamin lah. Satu itu buat gua ya yang buat gua ini balik lagi konteksnya diganti ya.
Enggak pemerintah mendengarkan kritiklah karena kan pasti yang bertanggung jawab siapa ya? Kepalanya lah udah enggak ada lagi yang lain. Terus yang kedua kritik terhadap tata kelola apa banyak barang-barang aneh-aneh yang muncul tiba-tiba gitu ya. Heeh. Oke.
Tapi gini ee penggantian penggantian ee ee kepala BGN ini diumumkan oleh Menteri Sekretaris Negara ya kannek. Cuma ee dia bilang bahwa Presiden melakukan evaluasi terhadap seluruh jajaran termasuk BGN. He. Nah, ya kan ini bagian dari itu ini sebelum memutuskan pergantian kepemimpinan e 2 Juni. Poin penting bagi gua adalah kata evaluasi tadi bahwa ada evaluasi nih ee ee kritik diterima sesuai pembahasannya.
Nah, cuman itu kan yang muncul di permukaan. Hm. Ada enggak sih gosip-gosip lain? Ah, enggak ada. Gua enggak dengar.
Enggak enggak dengar. Enggak ada. Ada. Ada penggeledahan kantor pusat BG. Ada itu terjadi kan?
Itu enggak usah diret itu ada di detik. Itu kan dibahas bahwa soal tata kelola tadi apa. Tapi kadang-kadang tuh ada muncul juga sih foto-foto absurd yang menurut gua emang iya orang segininya gitu. Lu ngasih ikan lele hidup itu parah. Enggak lu seabsurd itu barang mentah lu enggak lu seabsurd itu kah?
Ya hidup lebih parah lagi sih. Bukan hanya mati ini masih hidup cuy. Lu mesti bunuh sendiri baru lu kekak. Itu itu itu kan hal-hal yang absurd ya. Maksud gue lu lihatnya pakai kacamata orang kota enggak?
Enggak. Yang menerima juga merasa itu absurd. Enggak siapa tahu misalnya lu enggak tahu kita nih banyak budayanya cuy. Sungguh-sungguh bro lu ngasih makan anak SD kagak hidup lah. Bentar dulu dulu bentar dulu, bentar duluung tunggu.
Ini namanya ngasih kerjaan bukan ngasih makan lu mesti masak dulu. Ada juga. Tunggu dulu ada juga mungkin. Tunggu dulu. Itu kan orang-orang kan ada dapurnya.
Dapurnya dapat duit cuk. Masa lu kasih mentah terus lu ngapain di dapur? Gila gua jadi absurd aja sih buat gua nih. Absurd. Makanya itu kan karena standarisasi semua itu sesuatu yang sebetulnya bisa jadi catatan lah.
Itu standarisasi semua harus sama kayak begitu kan. Enggak harusnya ya tadi selain terluar tercil tertinggal itu misalnya mungkin disesuaikan sama masing-masing daerahnya. Itu argum itu argumennya PGN sih bahwa ya ini semua customize sesuai dengan Nah. Iya, makanya lu jangan lihat kayak orang Jakarta gitu gitu. Itu argumenargum kan gua pernah kirim video tuh baru anak di mana, kampung mana, itu baru pertama kali makan stroberi gitu misalnya atau bareng-bareng kayak gitu.
Terus misalnya di fase-fase awal tumbuh kembang misalnya itu yang di soal tata kelolanya kita banyak kritiklah tapi intention is good. Intention is good. It's always been good lah dari awal. Iya. Terus terus bagus atau enggak itu kan kadang-kadang relatif ya.
Ee maksudnya kita pas ngelihat situasi lainnya itu yang bikin agak berat tuh entah kesejah ee kesejahteraan guru ee rumah apa namanya sekolah-sekolah ambruk ya kan orang belajar di atas bocor hujan-hujan yang kayak gitu-gitunya penilaian kita jadi sedikit lebih tajam gitu in a vacuum misalnya yang lainnya oke lu lakukan ini mungkin kita eh we will have a more positive reaction I jadi sekarang nih modelnya kan jatuhnya kayak lu put jadi jadi berapa gitu karena kondisi ekonomi APBN itu itu menambah memperburuk suasana gitu. Exactly mungkin if it's in any other circumstanes enggak kayak gini gitu penerimaan. Jadi lu lagi like very prone to kritik aja karena kan ngabisin sekian triliun sehari untuk budgetnya MBG gitu kan. He. Jadi all of this em orang awam yang enggak ngerti ya mungkin jadi lebih kayak is it necessary gitu, is it priority?
Apakah karena simply janji politik aja? Heeh. Ya, itu itu eh akan terus dipantau pada akhirnya. Ya, hopefully kalau emang benar ada evaluasi dan semakin baik, well, that's all we want, right? Lu ok oke lu mulai dari misalnya sekarang kita anggap minus 5, well, at least lu sekarang minus 3, minus 2 nantinya bisa jadi 7.
Maybe ada harapan kalau misalnya ada evaluasi. Jadi kita lagi tadi kita bahas ya soal pencopotan kepala BGN nih. Namanya kita nih kita observe nih apakah ada hal yang sudah terjadi atau akan terjadi ya kan. E di di komunikasi ini kita biasanya adalah tips and trik gitu untuk yang kita sebut destruction theory atau ini spesifiknya adalah cat theory. I apa tuh deat theory?
Nah, ini ini eh gua baca aja lah ya. Kalau di sini deadc theory adalah strategi komunikasi politik yang digunakan untuk mengalihkan perhatian publik dari isu yang merugikan dengan memperkenalkan isu lain yang lebih mengejutkan, kontroversial atau sensasional. Nah, itulah dia dead theory. Apakah menurut pihak-pihak yang ada di sini yang terjadi adalah pengalihan terhadap isu yang lebih besar? Apakah ini deat cat theory diterapkan dalam situasi applied ya, application?
Nah, itu Heeh. Menurut lu menurut lu iya apa enggak dulu? Gua pengin dengar di depan karena gua bukan spekulan gua harus berbasis data. Heeh. Enggak.
Jadi ini enggak menurut lu enggak ya? Itu tadi yang gua bilang di awal bilang happen kebetulan kalau timing di mana ya terjadi ya terjadilah sudah mau gimana lagi. Enggak ada lah apalagi maksud gua enggak enggak sepenting itu perdebatan antara Pak Dino sama Pak Tedi untuk ditutupi kasus yang ini. Enggak se maksudnya enggak setara gitu loh. Enggak proporsional.
Tapi itu noise jadinya noise kan. Balik lagi tadi kita bahas. Ya udah biarin aja. Tapi kan ini isu penting. Justru kucing matinya lebih penting daripada gue yang hidup.
Orang yang hidup. Heeh. Itu dia. Dalam konteks itu lebih penting kita bahas itu karena bahas akhirnya bahas tata kelolanya, bahas ini kan orang substantif that perspective enggak enggak qualified sebagai deory. Enggak enggak applied di sinilah.
Iya. I ini enggak enggak termasuklah. Enggak. Oke. Kalau dari sudut pandang gua sebagai orang yang selalu dan senantiasa menyimak ini enggak juga lah.
Eh, it's an interesting idea. Again, the timing of it is curious to say the least. Tapi tapi mungkin tapi mungkin ada penonton pemirsa di luar sana yang merasa kasus-kasus tertentu atau mungkin kasus yang ee hal-hal yang kita peristiwa yang kita bahas sebelumnya ini adalah dead theory menggunakan pendekatan itu. Silakan silakan jabarkan pandangannya kalau misalnya ada di kolom komentar ya. Ee secara secara langsung saya menunjuk Pak Amir sebagai pemirsa setia untuk menyampaikan pandangan.
I the timing is curious. Tapi again kayaknya at this stage kita enggak punya data. Iya. Untuk make that claim it's interesting. Apakah mungkin?
Mungkin. Apakah iya atau enggak? Kita enggak punya kita enggak punya data untuk to conclude. Eh berikutnya itu pergi ke concert. Yes.
I kan ini lumayan lucu juga karena ee eh mungkin enggak crisis sih sebenarnya ya, tapi menjadi crisis karena reaction dari the brand. the promoter ya kan. Tapi give us the play by play what happen eh apa yang lu lihat nanti kita mungkin bisa around the table kasih komentar. Jadi sebenarnya eh over the weekend nih kan ada konsert concert Mandarin ya em e Mandarine boy band yang sebenarnya populer tuh back in 2000 early 2000 early 2000. Heeh.
He. Emm. Jadi emang yang audiensnya itu bukan bukan anak anak-anak muda. Muda lah. Audiensnya itu millenial milenials sampai mungkin Gen X.
Gen X lah. Adwi sama Sofyani. Gen X kan konsert cultur-nya juga beda lah sama konsert-konsert yang sekarang kan. Jadi intinya heeh. Ada kekecewaan yang disampaikan oleh beberapa influencer terkait arrangement dari si promotor.
Ini orang in general plus ada beberapa influencers. Gua enggak yakin cuman influencersnya doang yang kom banyaklah group of people. A group of people yang memang secara seat tuh paling mahal. H oke dan justru mereka yang punya komplain. Korek.
Nah intinya sih itu. Tapi yang jadi kenapa kita bicarakan hari ini di meja ini adalah the way they communicate. Karena kan selalu bilang ya maksudnya in all of our training in all of our onboarding sama klien tuh kita selalu bilang bahwa in this era of social media tuh be very careful. Karena out of out of satu statement lah apun itu semudah itu gitu jadi sebuah crisis. How sebuah eh handhealth promotor yang memang merepresentasikan sebuah promotor institusi itu menjawab komennya begitu.
Very rude. Hm. Dan again I'm going down the rabbid holy threat bahwa ini tuh dicurigai yang jawab sebenarnya ownernya. Heeh. Karena personal banget.
Bukan dari admin, yo admin yang bekerja di situ will never do that. Enggak sih? Maksudnya secara PR ini mungkin kalau if this incident enggak jadi crisis ya just lucky ya. Heeh. Tapi it's almost a guarantee lah itu.
Iya. E ini menarik sih maksudnya gini kayak kadang-kadang kita juga jelasin ke klien-klien kita jangan terlalu reaktif satu ya kan. Dua, di di era social media where everybody has a saying ya kan they have their takes on everything. Lu gak bisa apa namanya? Eh, tipis kuping.
Is that the right ini gua gak tahulah ya kan? Tipis kuping lu dikit-dikit panas gitu. You feel like you need to react ya kan? Kadang-kadang that's not the best way to go about it ya kan dalam konteks komunikasi. Apalagi lu promotor yang kalau lu bisa datangin grup sebesar apa sih bacanya FSE ya?
FSE secara PR maksudnya itu sesuatu yang menurut gua bisa lebih baik lah. Maksudnya it could it could it could easily dipin juga menjadi baik buat dia gitu for the image of the of the company sebenarnya kan sangat disayangkan there is a PR opportunity there that could have been done. H tapi instead of taking that route dia gini aja gampangnya ya. ini eh kalau tadi Steve bilang dari sudut pandang PR, perdebatan ini kan gua melihatnya kayak gua ngebayanginnya kayak ada keluhan terhadap sebuah perusahaan atau layanannya atau produknya ya di media massa ya ada surat pembaca ya tunggu dulu buat yang belum terlalu familiar surat pembaca adalah quote gua ngambil nih ya tulisan dari masyarakat yang dikirim ke media massa baik itu koran, majalah, portal berita zaman sekarang kan untuk menyampaikan keluhan, kritik, apresiasi sampai klarifikasi atau pengalaman pribadi terhadap suatu produk layanan institusi atau isu publik. Ada surat pembaca ya muncul di Kompas.
Hm. Shoutout Kompas. Apa yang kita rekomendasikan kepada klien setelah membaca surat pembaca yang dari konsumen yang kecewa atas layanan atau produknya? H kita rekomendasikan kepada klien selesaikan permasalahan ini langsung dengan konsumennya baru kemudian kirimkan surat tanggapan atas surat pembaca tersebut kepada Kompas untuk dimuat ya. Oke.
Iya kan? Itulah yang dilakukan dari sudut pandang public relations. H bahwa kita menyelesaikan sesuatu di belakang layar aja ya atas isu yang muncul ini. Ketika sudah ada penanganannya, ketika sudah ada titik temu solutionnya sudah ketemu. Kalau tadi dibilang bahwa ini kemungkinan owner si promotor itu yang langsung menjawab dengan akun ee promotornya itu bukan langkah yang tepat ya kan.
Kalau misalnya dia kenal secara pribadi dia kontak, dia selesaikan, dia minta maaf kemudian, "Hei, eh is it clear e between us?" ee ee nanti konser ke depan kita kasih insentif atau mungkin bukan salah si promotor jelaskan dengan baik si konsumen menerima atas pembahasan itu kemudian baru sampaikan kepada publik hm atas atas kejadian yang sudah terjadi kami sudah menghubungi langsung influencer A, influencer B, influencer B dan menyampaikan kondisi yang sebenarnya terjadi dan mereka sudah menerima ya. Dan kadang-kadang kalau gue dulu itu adalah gua lakukan itu yang Adwi lakukan, menghubungi, mencari solusi dan lain-lain. Dan pada akhirnya gua minta tolong sama orang yang bersangkutan untuk memberikan klarifikasi bahwa sudah selesai gua sudah menghubung infua. Hm. H ya that's the next level.
Eh jadi biasanya ketika sudah terjadi e dia udah complain, kita udah reach out, udah solve problemnya, instead of gua yang menjelaskan bahwa eh udah selesai ya, gua ada komunikasi dan sudah diterima lala, gua minta tolong nih sama beliau ini yang sudah memviralkan on the first place untuk memberikan another content bahwa brand sudah menghubungi dia dan dia sudah happy dengan solusinya. Iya, ya. Untuk meminimalisir orang yang terekspos hanya dengan konten pertama. Oke, jadi konten berikutnya orang akan, "Oh, ternyata brandnya udah konakct nih si orangnya udah ngasih klarifikasi kedua gitu." Jadi benar-benar disayangkan di mana promotor ini instead of lakukan step-steps yang ideal tadi itu yang pertama menghubungi konsumennya, memberikan penjelasan dan memberikan solusi. Dan baru kedua baru dia jawab instead of langsung defensif gitu.
I iya kan? I setuju. Jadi pada akhirnya bentuk kejadiannya, polanya pola kejadiannya tuh sama aja dengan ter dengan 10 30 tahun yang lalu ketika surat pembaca muncul setika ketika postingan ee ee ee kritik atau postingan keluhan terhadap brand muncul sama aja. Penanganannya pun sebenarnya sama aja. Exactly.
Heeh. The method behind itu sama lah the ini ya. The logic behind itu sama. He jadi cuman caranya memang mungkin sedikit berbeda. Medianya macam-macam gitu sekarang.
Mediumnya bered medianya lebih personal karena bu kalau dulu kan ya tidak melalui si media massa ini. Heeh. Dulu kan ada redaksi yang segala macam sebenarnya malah kecepatannya lebih cepat kan untuk diofnya malah lebih cepat sebenarnya. Heeh. Jadinya semuanya tuh bisa diselesaikan dengan kekeluargaan.
E it buat kalian yang masih mungkin relatif muda, enggak pernah dengar ini, it's actually still going on ya kan? Kadang-kadang kita monitor this day masih ada sih, ada beberapa klien yang specifically kalau ada surat pembaca biasanya dia minta kita untuk draft jawaban gitu setelah mereka find the solution. Jadi masih ada aja sih ee industri-industri yang memang masih menggunakan e media surat pembaca. Ada tuh media yang sekarang besar ya dan hanya memuat surat pembaca suarakonsumen.com namanya. Itu lucu tuh.
So basically TaniHub kan is agritech startup. Jadi mereka tuh connect petani sama pembeli gitu. mendekin supply chain ya improve farmer income bla bla inya lah heeh jadi sempat eh venture capital funding terus jadi one of the strong eh startup lah di Indonesia ekosystem terus kontroversial sekarang karena adanya allegation bahwa ada investment practice yang dianggap merugikan negara sekian miliar gitu. Hm. Jadi ada beberapa eksekutif sama venture capitalnya itu diconnect lah sama investasi ini dianggap merugikan negara.
Termasuk salah satunya yang agak e lumayan dapat traction tuh yang ketuanya BRI Venture kalau enggak salah ya. Enggak ini sori CEO BRI dia mungkin anak usahanya BRI bagian venturenya. Jadi CEO PT Tou terus ada Edison Tobing directornya Tani Group. CEO BRI-nya tuh Nik Wijaya. Yang paling viral sih Nik Wijaya yang paling viral ya walaupun ada beberapa actually ada lima dari executive Ty Hub yang actually faces legal eh proceeding lah sekarang.
Hm. Yang paling viral sih beliau Nik Wijaya karena kemarin tuntutannya kalau enggak salah 11 tahun ya. 11 tahun. Dalam kasus Tani Hub ini rupanya ada tiga pilar utama yang menjadi dasar perkara Tani Hub ini. Pertama dugaan manipulasi laporan keuangan.
Satu. Satu. Kedua, bukuan ganda itu berarti ya. Heeh. dugaan pelanggaran du diligence.
Jadinya mungkin eh dokumen du diligence-nya dimanipulasi. Harusnya dia enggak menerima dana tapi dengan manipulasi itu dia memasukkan dokumen du diligence. Kalau enggak salah aja di deck-nya itu jadi informasi yang ada di deck itu enggak enggak deck presentasinya enggak enggak tepat. Yang terakhir yang terakhir audit kerugian negara. Oh itu baru itu kepada BUMN kan BUMN yang diauditnya.
I tunggu dulu. Gua tuh ngelihatnya bahwa BRI Ventures dan MDI Ventures nih. Iya ya kan BUMN yang BRI MDI enggak enggak. Oke. BRI Ventures dia merupakan bagian dari BRI.
Heeh. Betul. Terus memang tugasnya dia untuk menginvestasikan uang Heeh. ke perusahaan-perusahaan startup. Startup vent soalnya.
Ventur venture capital. Dia adalah venture kapitalis ya kan. Nah, dia menyuntikkan menginvestasikan uang di Tani Hub. I eh sori koreksi. Sekarang dia MDI itu udah Telkom Indonesia, cuy.
Oh, I ya. Jadi dulu ini gua kenalnya eh Pak Donald ini from a different company tapi sebagai visi juga. Tapi ternyata sekarang dia ada di MDI Ventures ini. Kalau di sini tulisannya by Telkom Indonesia. Oke, sebelum kita lanjut pemirsa, gua mau mau klarifikasi dulu nih.
Kita harus tahu gajah di tengah meja ini apa ya kan? BRI Ventures dan MDI Ventures. BRI, BRI Ventures sudah jelaslah nama depan ada BRI. MDI Ventures apparently ada keterkaitan dengan Telkom, I Telkom Indonesia. He.
Jadi kedua-duanya adalah BUMN, BRI Ventures, dan MD Ventures ini ee merupakan perusahaan investasi untuk startup, startup nasional lah katakan ya kan. Jadi mereka naruh duit di TaniHub. Pertanyaan gua sebelum kita lanjut ini kan keputusan kedua perusahaan ini H keputusan komersil dong ya. Keputusan bisnis ya. Iya kan?
He. Prosedurnya panjang lebar lah. Pasti pasti udah mereka sudah melakukan du diligence and so on and so forth. Heeh. Kepada Tani Hub.
Pertanyaan gua adalah merugikan negaranya. Apakah ini bisa dianggap sebagai praktik merugikan korupsi? Merugikan negara mungkin. Bukan korupsi ya, mungkin nepotisme. Heeh.
Apa nih yang dipermasakan? Apa Sofyan? Coba menurut lu manipulasi penyajian informasi keuangan. Hm. Oke.
Ee mungkin dia menggelembungkan pendapatan mungkin ya. Nih ee asumsi aja. Habis itu ada dugaan proses analisis kelayakan investasi yang tidak due diligence-nya enggak dilakukan dengan baik dan benar. Dana investasi kemudian dicairkan berdasarkan informasi yang tidak akurat. Nah, ketika itu dilakukan kemudian BPKP menghitung ada kerugian negara sebesar 25 juta dolar 364 miliar.
Nah, iya balik-balik lagi gua masih belum nyambungnya. Ketika perusahaan-perusahaan yang harusnya kompeten di bidangnya untuk membiayai pertumbuhan startup nasional ini melakukan ee menggelontorkan investasi itu mereka bisa dikenakan pasal merugikan negara dan jawabannya adalah enggak menurut gua. Terus kan banyak startup gagal, banyak startup gagal di luar sana. Oke. Oke.
Nah, ini nih muncul nih. Jaksa menilai ada unsur perbuatan melawan hukum dalam proses investasinya apa? Apa? Apa sehingga masuk ke ranah korupsi. He.
Oke. Jadi menurut dakwaan yang dibacakan Jaksa. Jaksa nih viral mulu nih dari sejak kasus di Sumatera Utara, kasus Sitepu, kasus ee Mr. Nadim, kasus ini. Mudah-mudahan jaksanya punya komitmen yang bagus lah ya.
Harapan kita gitu. Nah, okelah okelah bahwa kita anggap bahwa ee ee tuntutan jaksa ini itu tuntutannya ya. I kitaak semua yang dituntutkan itu teradi ya. Itulah gunanya pengadilan dari pembuktian. Makanya argumen jaksa dana yang diinvestasikan berasal dari perusahaan modal Ventura ini terafiliasi dengan BUMN.
Tapi pertanyaannya misalnya sebuah perusahaan BUMN berinvestasi ini kan banyaklah investasi bentuknya. He. Kalau misalnya investasi by nature itu kan enggak semuanya sukses. Ada investasi yang pasti enggak enggak beruntung lah. Namanya juga investasi.
Kita bicara ya. Dalam konteks itu juga investasi start up secara alami, secara natural secara alami mengandung risiko kegagalan yang tinggi. High risk. High risk. High reward.
Udah pasti venture gua bacain ya. Hey Journey or enterprise where is gambled y in hope of profit. In hope of profit jadinya sore. Ini nih gua balikin lagi pada akhirnya the way they invest itu dia sudah tahu bahwa 9 atau 90 or whatever out of 100 itu gagal. Tapi harapannya kalau lu jago persenannya tuh instead of 10 lu 11.
Iya instead of 12 lu 15. itu udah legendary, man. Termasuk Pak Donald. Coba deh lu lihat the investment that he made before. Gua tahu karena dulu gua baca-baca tentang dia kayak unicorn yang dia invest gitu.
I'm just talking about this guy. Eh, karena kebetulan kenal ya. So, so it itu aja. Bye. Definisinya itu.
Terus buat gua sih harusnya BUMN dengan struktur ee regulasi yang ada sekarang ya. Kita kan masih punya problem struktur regulasi yang he agak kaku lah. Hm. Harusnya enggak usah masuk ke VC sih. Exactly.
Kalau misalnya lu tidak siap dengan resiko bentuk Iya. the type of risk yang lu harus maan di venture capital early startup beda ya kalau lu invest di perusahaan yang udah harganya 100 1000 miliar ya kan 1 triliun ya bedalah kalau misalnya sampai salah juga lu there's something wrong with you tapi kalau misalnya early start up gitu yang yang first seri A seri B seri C bro itu tuh kemungkinan gagalnya tuh show B iya cuma gua mau kritik soal itu tadi venturing soal apa kapital tadi itu ya gua mau mau kan booming apa startup tuh tahun kalau enggak salah 2008 early 2010 lah iya early 2000 sampai tengah tengah-tengah 2017 2018 dan lu tadi kita sudah ngomong sendiri kita pernah ikut mau itu dan dianggap enggak punya potensi kan begitu kan tapi kita survive nih 15 tahun kita eksis walaupun pertumbuhannya kalau bahasa gua organik artinya kalau kita bicara kurva itu linear aja ee pondasinya solid dan itu yang terjadi di perusahaan-perusahaan lawas yang berdiri sampai 50, 60, 70 tahun bahkan ratusan tahun ya yang bertahan ketika kita bicara potensial itu tadi bahkan di kata ventures tadi ada gamblednya artinya ada berjudinya di situ. Lu benar bilang sampai 1000 kali di antara yang mati gitu segala macamnya. Dalam konteks ini gua enggak ngelihat seharusnya BUMN enggak masuk ke situ. Harusnya mereka enggak ada di situ.
Enggak ada di situ. Oke. Eh, sori gua potong. Jadi pertanyaan gua bahwa jaksa itu bisa menganggap ketika BUMN menjadi venture capitalis dan menderita kerugian h atas beberapa faktor yang dijelaskan oleh jaksa itu bisa dianggap sebagai merugikan. tindak tindakan merugikan negara.
Lagi lagi-lagi menurut gua enggaknya gini terus ini kita terlalu lamping everything into one ya. Tunggu dulu ini ada ada beberapa yang tunggu dulu. Kalau misalnya dari Tani hub ada mensrea or whatever pengin nipu, eh lu tangkap terserah lu lah. That's that penipuan, ya kan? Bukan korupsi penipuan itu tuh lu lu laporin.
Eh gua ditipu sama si A kayak investasi bodong. That's a different story. Ini kayak eisery misalnya, tapi gua cuma ngelihat dari perspektif lu yang orang memberikan investasi sama-sama ditipu, Bos. Jadi argumennya si prosecutor tuh sebenarnya kan beberapa nih, enggak cuma jadi potensi merugikan negara ini faktornya macam-macam. Bukan hanya bukan hanya karena lu itu karena kan jadi lu enggak bisa based on karena lu investasi terus lu jadi criminals.
This is not as simple as that. Right? Jadi ada beberapa hal yang kata investasinya itu enggak melalui proses yang jelas. Iya. Lebih lah itu yang dianggap mainstre ada proper jadi proper legal basisnya tuh kayaknya enggak ada investment procedure-nya tuh enggak sesuai dengan whatever itu.
Jadi mainrianya tuh ada tuh faktor itu. Sori sori gua gua motong dikit. Jadinya lu sebagai visi lu kadang-kadang enggak punya akses 100% juga cuy sama apa yang lu minta dia presentasi eh ini data-data gua apa namanya lu disuruh tanggung jawab kok enggak lu masuk penjara enggak enggak bisa kayak gitu juga cuy kalau lu ada perusahaan ini minta s mana datanya datanya ini kalau lu ditipu ya lu bisa ngejar orangnya tapi lu enggak bisa ngejar orang yang ditipu cuy yes dia dia istilahnya oh on paper datanya looks good man dan tugas gua itu bukan untuk ke lapangan apa namanya nya masuk ke gitu-gitu. That's not it. Tapi gua mau review datanya, performance, projecting ke depannya gimana, menilai orang-orangnya lu bikin sebentar.
Tapi kan enggak cuma Tub doang, Starp yang gagal. Tadi kan banyak kan kayak ada beberapa yang yang justru jadi pembicaraan luar biasa waktu itu kan soal EV series misalnya. Iya. Dan itu kan menurunkan kepercayaan investor global juga ke startup-starup Indonesia. Takut artinya hal-hal kayak gitu kan.
Iya. Tapi tapi memang ini ya pertanian perikanan itu memang risiko tinggi. Risiko tinggi. Cuaca gagal panen. Storage-nya juga Heeh.
fluktuasi komoditas. Sor. Makanya kalau ada orang yang bikin startup di bidang itu jadinya tuh kayak eh apa nih? yang bisa ex karena susah itu Wi jadinya mereka tuh dianggap sangat berharga makanya Tub gara-gara itu mereka tuh ih ini kayaknya mereka bisa solve this problem gitu mereka punya harapan nih makanya valuasinya jadi jadi apa yang terjadi nih terhadap Tani Hub ya kan tadi sudah tuntutan jaksanya kan dia yang menyelidiki kita juga enggak tahu kita enggak menyelidiki Tania kita tinggal nunggu aja nih ya pertama dia bilang ada pembukuan ganda satu ya kan. Terus yang kedua ada manipulasi data dek segala macam.
Heeh. Ya misalnya lu dikasih visi kan lu kasih prospektus tuh kalau orang mau IPO kan kasih prospektus. Duit yang lu gua kasih ke L tuh buat apa aja? Dia akan bilang buat A B C D kan gitu kan. Ternyata dia buat E FG kan ada yang katanya buat pribadi kan gitu kan.
Jadi tiga nih, tiga nih ya yang main things-nya itu alleged-nya PR prosecutorsnya tuh ada tiga tadi investment-nya, prosesnya was improper, enggak sesuai dengan yang seharusnya, terus manipulasi financial information sama yang terakhir itu tadi diversions of funds dari mana? Nah, kalau misalnya itu yang terjadi, yang menjadi tersangkanya harusnya si itunya saja ventures-nya quote unquote tertipu. Iya. dan dan bukan tuntutan kerugian negara. Man, harusnya udah ini perusahaan antar perusahaan si MDI atau BRI Venture nuntut Tata udah itu bukan kayak sekarang ini preseden yang buruk menurut gua kalau lu eh man ini kayaknya logically simple gitu ya maksudnya buat orang-orang yang pandai ini udah ngertilah right apalagi orang-orang yang ngerti hukum gitu yang kayak gini-gini tuh dikurangi lah lagi-lagi kalau sekarang bukan masalahnya kalau Lu tani hubnya nipu, lu proses seperlunya lah.
Tapi jangan sampai orang-orang yang profesional. Ini orang-orang gua lihat resume-resumenya orang-orang yang yang lu manggilin orang pulang diaspora ya. Lu kuliah di mana pulang bangun Indonesia. These are the people man. Right?
Dan lagi-lagi jadinya anak-anak zaman sekarang ada apa namanya? Ee pandangan, oh ini yang lama-lama enggak mau diganti. Ya kan? Ini nih eh tindakan against the the new kids untuk yang meritocrasi ini blokir. Ei, lagi-lagi gua enggak ngomongin ini benar atau salah ya, tapi the grumblings out there tuh jadinya ke arah situ bahwa ini the old guards nih ya kan the old guards lagi-lagi eh an attempt untuk memblokir yang beneran mau benar.
Heeh. He iya kan? Nah itu itu bikin presiden yang bagus belum sebar tuntutan enggak? Cuma gini loh, poin gua adalah kita juga have to gimana ya positioning-nya ini karena struktur regulasinya juga banyak harus dibenahi. Satu harus beranih ngomong kompetensi juga cuy menurut gua ya.
Ya itu other things lah. Iya maksudnya struktural sebenarnya tapi kompetensi kayak gini jaksa-jaksa ini menurut gua sor ya. You need to read more tentang kasus eh tentang dunia startup misalnya lu mesti mengerti you you need to have an elevated understanding sebelum lu bisa nuntut. Iya. Kalau enggak risikonya adalah kita kalah bersainggaan sama negara lain.
Karena di kalau enggak salah di Tani Hub itu ada temasek juga. Exactly. Ada temasek. Temas invest. I-nya orang-orang di apa namanya?
Mind man. Gak bisa gak bisa itu no way. Jadi itu terus buat gua gini kalau memang Indonesia misalnya memutuskan untuk enggak ikut-ikutan di bisnis ini gituan startup-startupan gitu ya. Ya. Cina melakukan itu ya.
Tiongkok negaranya intervensi. Demasek negaranya intervensi apa itu kan SWF-nya Singapura juga kan gitu mereka ambilambil berisiko kan gitu maksudnya kalau kita memutuskan untuk enggak ya udah enggak aja gitu maksud gua ya. Sedangkan lu ingatkan dulu dari dulu aja gua hah be venture ngapain sih? Iya, Ben. I get it.
Tapi kan lu, bank. Kalau lu masukin ke dalam bank, that's that's not bank. Iya, karena bank harus pruden, harus ya jelas gitu. Lebih konservatif apa namanya underl iya underlying-nya jelas. Kalau lu enggak bayar, gua ambil ini gitu misalnya.
Not start up lah. Iya. Enggak start up juga gitu. Venture itu barang lain lah maksud gua. Exactly.
Gamble bos tadi kan secara itu. Nah, pas dua hal ini dicampur-campurin itu yang create confusion dan kalau dan kalau kita enggak mau ikutan ya jangan marah. Kemudian kalau misalnya Uber masuk terus bikin rusuh sana sini terus tiba-tiba ada Shopeeus karya apa terus ada yang lain-lain lah maksud gua ya udahlah. Nah, ini nih salah satu lucunya baru-baru ini juga viral tentang there's like a couple of kids anak-anak Indonesia yang tiba eh buka startup di Amerika sukseslah baru dapat funding itu the prompting company namanya ya. So, it's AI based and everything.
Terus mereka baru dapat I don't know at least 6.5 million dollar or something. Just a lot man. Berapa tuh? 6.5 100 miliar. 100usan I 100 miliar.
Heeh. Nah, di salah satu interview-nya dia cerita, "Eh, iya. Oh, iya. Dulu gua di Indonesia sih ya kan pas gua kuliah gua balik ke Indonesia terus gimana kok ini bikin apa iya bikin startup terus gimana? Gagal.
Kenapa? Birokrasi cuy dia sebut keluar dari mulut dia. Enggak ada hubungannya dengan yang sekarang ya. Waktu itu diinterview keluar dari mulut dia birokrasi. Oh, gitu.
Terus gimana? Makanya gua balik ke sini ke Amerika. Oke. Terus bikin ini sukses sekarang. Oke.
Luar biasa. apa yang dia berusaha solve ya kan itu tuh menurut gua ada ada potensi dan dan it's just being recognized by global investors itu kan iya cuy bukannya setiap hari kita nyari-nyari berita kayak gitu ya right eh ada anak-anak Indonesia tapi sekarang jadi sedikit lebih rendah value-nya kenapa mereka enggak lakukan di sini mereka secara setengah terpaksa mereka lakukannya dari Amerika itu yang catatannya lah right ya kita tetap harus bangga tapi at the same time lu juga mesti recognize ada problem sampai mereka mau melakukan ini aja mereka merasa kemungkinan mereka sukses itu enggak ada di Indonesia lebih baik di luar negeri. Iya. Iya. Gimana kalau lebih banyak orang melakukan itu ya kan kayak yang kasih kita gini deh kemampuan keuangan kita masih sangat beda sama lu jangan bandingin sama Amerika Singapura yang duit lebihnya banyak lah.
Kita buat EBG aja masih kurang kurang. Jadi, jadi gua tuh ada salah satu newsletter yang gua langganan itu ada menj ada ee data yang dia share. Data yang dia share itu adalah ee ee startup start up di negara mana saja. Heeh. Yang mendapatkan funding berdasarkan warna seri A, seri B, seri C, unicorn, dan selanjutnya.
Nah, setiap hari gua dapat newsletter itu dan setiap hari gua mencari nama Indonesia. Ya, enggak ada dan susah kan enggak ada. Jadi sebulan terakhir tuak Israel, China, Singapura, Amerika, Israel, China. Mungkin kayak Vietnam gitu masih ada kali every now Vietnam ada, now Thailand gitu-gitu Indonesia enggak ada. Dan di setiap e label warna itu gua cari.
Anyway, eh itu aja paling terakhir gua mau nutup sama something yang gua observe itu kemarin ada acara Google IO ya kan. Jadi setiap tahun itu Google share eh ada produk ini. Nah, itu menurut gua intinya Google itu udah semakin sadar bahwa people are moving away from Google ya kan alphabet nama perusahaannya sekarang ya bahwa Google itu udah makin ditinggal. Nah jadinya yang mereka lakukan ini ada effort untuk blending in ya kan antara search sama prompting di AI. Nah ini kayaknya mau dijadiin satu supaya orang udah lu enggak usah ke mana-mana Google ngerti juga kok AI.
Nah, itu tentunya akan menentukan gimana brand lu nanti muncul ya kan pada saat orang e search/ prompting ini bisa berpengaruh ya kan ada hal-hal yang lu mesti lakukan dan of course nomor satunya itu you need to monitor man kalau lu enggak tahu apa yang keluar di prompt ya kan eh terkait brand l then you're in trouble lah ini 2026 gitu kan jadinya make sure come talk to us kalau misal nya perlu ya kan lu belum melakukan dan lu pengin monitor brand lu gimana caranya itu nanti e bisa reach out bisa comment whatever itu tuh something interesting dan dan yo gua ngelihat dari ya kan dari Google nih alpabet dari open ai makin gokil sih ya kan yang bisa dilakukan so we need to keep up with this development and that's about it anyway he guys thank you untuk udah ngedengar in sampai akhir acara. Don't forget to subscribe ya kan, leave a comment, like, everything supaya kita bisa continue to make this type of content. We appreciate you and we see you on the next episode. Thank you. Thank you.