Proxemics 037 ngobrol dengan Yudha Keling tentang authentic branding di konten keuangan: menjual transparansi kerugian (termasuk narasi saham GOTO nyangkut dan drawdown besar) lewat kerangka “Project Tidak Miskin,” bukan flexing profit hijau. Episode ini juga membahas kepatuhan finfluencer — sertifikasi/kompetensi dan koridor OJK — serta batas AI sebagai partner menulis materi komedi, bukan pengganti delivery dan relatability.
Sebagian financial influencer menjual screenshot hijau. Di 037, Yudha Keling membawa pendekatan sebaliknya: kerugian dan keresahan investor ritel jadi bahan baku kepercayaan — lalu dibungkus komedi dengan “rumus” setup yang bisa dipakai public speaker (argumen → kenapa jadi masalah → punchline).
Percakapan juga masuk ke era regulasi: kreator yang menerima endorsement institusi keuangan semakin dibaca sebagai perpanjangan komunikasi produk, bukan sekadar “teman di FYP.” Sertifikasi dan deklarasi peran bukan antipode otentisitas — keduanya menjaga agar otentik tidak berubah menyesatkan.
Yang tidak diklaim di sini: nomor sertifikat, tanggal ujian, ranking influence, atau saran investasi apa pun. Ini bukan rekomendasi saham.
On the mic
Mercy Tahitoe
Host · White Wood
Jonathan Tenggara
Host
YK
Yudha Keling
Guest · stand-up comedian / financial influencer
Key takeaways
Authentic branding lewat transparansi kerugian. “Project Tidak Miskin” menjual keresahan investor ritel dan drawdown (termasuk narasi GOTO nyangkut) sebagai bahan baku kepercayaan — bukan flex screenshot hijau.
Kepatuhan finfluencer bukan musuh otentisitas. Sertifikasi/kompetensi dan koridor OJK, plus deklarasi peran, menjaga agar konten otentik tidak berubah menyesatkan.
Peran konten harus tertulis jelas. Audiens bisa merasa kejujuran dari cerita rugi; yang perlu jelas adalah apakah konten itu edukasi, pemasaran, atau rekomendasi.
AI = writer’s room, bukan pengganti delivery. Batas yang dibahas: AI sebagai partner menulis materi komedi, bukan pengganti relatability di atas panggung/mic.
FAQ
Proxemics 037 tentang apa?
Tentang Yudha Keling — dari stand-up ke financial influencer — authentic branding lewat “Project Tidak Miskin,” kepatuhan OJK, dan AI sebagai writer’s room komedi. Tonton: https://www.youtube.com/watch?v=8pfSqUNBJ7g
Siapa host-nya?
Mercy Tahitoe dan Jonathan Tenggara.
Siapa tamunya?
Yudha Keling.
Kenapa peran konten harus jelas?
Audiens bisa merasa kejujuran dari cerita rugi; yang perlu tertulis jelas adalah apakah konten itu edukasi, pemasaran, atau rekomendasi.