AI itu ancaman, atau peluang besar berikutnya bagi otak di dalam gadget Anda? Di Proxemics 006, host Mercy Tahitoe dan Stephanie Sicilia bertanya langsung ke sumbernya bersama Dominikus Susanto (Pak Kentos) dari Qualcomm Indonesia, raksasa teknologi di balik Snapdragon.
Obrolan dibuka dengan sejarah — Qualcomm berusia 40 tahun, dan namanya berarti ‘Quality Communication’ — sebelum menelusuri bagaimana Snapdragon jadi ‘otak’ bukan hanya untuk ponsel, tapi juga TWS, router Wi-Fi, perangkat IoT, bahkan mobil.
Sorotan utamanya adalah Snapdragon X Series baru untuk laptop, yang menjanjikan performa penuh tanpa dicolok dan baterai tahan berhari-hari. Pak Kentos menjelaskan kenapa chipset yang sama berbeda performa di tiap ponsel, tantangan mengubah brand B2B jadi terkenal luas lewat co-branding dengan mitra seperti Xiaomi, dan pentingnya edukasi pasar jangka panjang — plus perbandingan konsumen teknologi Indonesia dengan kawasan sekitarnya.
Lalu jadi personal: Snapdragon Summit bergengsi di Hawaii — termasuk kisah gila karantina 10 hari saat pandemi — selingan seru soal Qualcomm Stadium lama di San Diego, perjalanannya dari engineer hingga jadi figur industri, dan kecintaan pada off-road dengan Suzuki Jimny klasik.
Ditutup dengan tiga tips karier emas soal loyalitas, upskilling, dan menangkap peluang. Baik Anda pencinta teknologi, marketer, atau sekadar penasaran soal silikon yang menggerakkan hidup sehari-hari, ini tontonan tajam dan cukup personal. Layak ditonton sampai habis.



YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.
Transkrip otomatis dari audio asli (Bahasa Indonesia) — belum disunting.
[Musik] Hello. Hei. E welcome to another edition of Proxemics. Di mana kita biasa ngobrol-ngobrol sama bisa internal, bisa eksternal. Biasanya kita we try to get different guests to the studio.
Orang-orang yang e punya pengalaman, punya elevated understanding about the market. Nah, kebetulan nih hari ini kita punya tamu dari Qualcomm Indonesia namanya itu Bapak Dominikus Susanto atau banyak eh yang kita kenal sebagai Pak Kentos. Eh, round of applause dulu buat Pak Kentos. Pak, welcome to the program. Thank you for joining us today.
Terima kasih atas undangannya. Eh, senang banget ketemu. Iya, jadi kayak reuni kayak reuni ya. Dulu kita ee sama pernah dipraksis kerja juga sama Bapak, tapi habis itu Stefindah ke Xiaomi. Saya masih dipraksis kerja juga sama Bapak.
Ee tapi memang eh it's been a while at least saya sama Pak Kentos ya. terakhir ketemu tuh kita acara Eriksen ya. Acara Eriksen sempat ketemu tapi enggak sempat ngobrol-ngobrol lah jadinya ee saya tapi selalu ingat ngobrol sama Bapak tuh it's always easy. Nge-flow aja kita ngobrol tuh langsung kayak walaupun ah enggak ketemu berapa lama gitu ya kan ngobrol langsung cair lagi gitu kan. Kayak kayak kayak ketemu tiap hari ya.
Iya. Ee rasanya begitu jadinya kita ee senang banget ee bisa ada e Bapak hari ini pagi ini ya kan. Eh thank you, thank you, thank you very much. He he. Anyway, eh before we go further, let me just introduce everybody in the room.
Eh gua Mercy. Eh di sebelah sana ada Stef. Lagi-lagi tadi kan kita sudah mention ada Pak Kentos. Ada juga Chris the producer over there. Sama ada Rangga yang bantuin kita hari ini.
Bapak nih selama ini di eh Qualcomm ya. di Qualcomm ini mungkin buat orang-orang yang belum mendengar atau belum terlalu mengerti kali ya tentang Qualcomm tuh boleh sedikit backgrounder enggak sih, Pak? Ya, Qualcomm itu udah by the way Qualcomm beberapa mungkin bulan lalu atau 2 bulan yang lalu habis berulang tahun yang ke-40. Wih, wah. Jadi, selamat ulang tahun Kal umurnya sudah 40 tahun.
40 tahun ya. Dan 40 tahun itu dari awal dari dari sejak pertama berdirinya itu adalah selalu berfokus di wireless communication. Oke. Wireless communication. Qualcomm sendiri itu singkatan.
Oke. Tahu enggak? Enggak tahu. Saya ma quality communication. Oh, oke.
Ya kan buat yang enggak tahu. Jadi, terus kalau kalau kita lihat logo Qualcomm. Heeh. Huruf M-nya itu kan nyambung M-nya kan dua. Betul.
Jadi kayak wave. Yes. Betul. itu apa namanya filosofi desainer gitu ya? Iya kayak wave.
Heeh. Radio wave apa gitu-gitulah ya. Wave jadi seperti gelombang kan naik turun naik turun gitu. He. Tapi benar kan maksudnya wave communication itu kan bukan wave gara-gara dia di bukan San Diego.
San Diego. Oke. Oke. Ee terus itu kan awalnya. Iya.
Jadi jadi sebagai perusahaan yang berfokus di dunia telekomunikasi wireless ya. Jeless itu macam-macam. Kalau kalau awal-awal mungkin kita tahunya wireless itu cuma telepon aja ya. Telepon. Heeh.
Untuk ee mobile phone lah. Zaman dulu mungkin mobil ee mobile phone dulu itu segede mobil beneran gitu kan awal-awalnya. Terus ada yang ukurannya mungkin segede koper. Iya. Carvon tuh bisa taruh tengah segede gitulah.
Segede botol dan sekarang sekarang sudah makin lama makin kecil. Nah, itulah perkembangan teknologi. Nah, itu adalah ee baru satu sisi aja dari wireless communication, telepon untuk telepon e selular ya. Tetapi juga secara produk sendiri kan macam-macam. Kita sekarang kita pakai di rumah, di kantor siapa sih enggak pakai Wi-Fi ya kan.
Nah, itu kan juga salah satu teknologi wireless. Betul. Lalu juga ee bahkan sampai yang kita pakai tiap hari kita pakai pakai TWS ya kan. Nah, itu kan juga wireless. ya.
Nah, itu juga salah satu teknologi Qualcomm juga. Oke ya, untuk komunikasi untuk antar antar ee device. Heeh. Lalu juga ayo kuis nih sebutin wireless yang lain. E router TWS router ya untuk Wii.
Router smartwatch. Nah, definitely. Jadi smartwatch itu kan juga perlu komunikasi kan antara watch dengan handphone-nya ya. Itu juga salah satu produk dari Qualcomm juga ada. Oke, jadi eh all the things about eh wireless technology welcome ada di situ.
H he. Lalu juga sekarang eh dari sisi itu adalah dari sisi komunikasi ya ee komunikasi wireless. Tapi dari sisi perkembangan untuk processing ya proses prosesor yang ada di device itu juga semakin lama semakin meningkat. Tahu sendiri kalau zaman dulu tuh handphone di Indonesia ada istilah teknologi CDME ya. Yap.
Ya kan dulu ingat ada telepon ee Asia Asia Flexi ya kan itu pakai teknologi CDME. Betul. Dan pada saat itu berasa enggak kalau kita pakai flex pakai CDM itu suaranya itu lebih jernih gitu. Jernih ya. Jadi jadi itu teknologi teknologi untuk telekomunikasi selular itu juga yang menciptakan Qualcomm.
Jadi kalau kita lihat sejarah sedikit pada saat ee dulu di USA atau di di Korea, di beberapa negara itu semua telekomunikasi selular di sana menggunakan teknologi CDME. Iya. Heeh. Nah, kalau di di Eropa atau di di Indonesia lah ya awal-awal kan ee dulu sebelum GSM masuk ya ada namanya AMPS. Nah, tapi yang populer kan GSM bisa pakai SIM card, bisa diganti-ganti ya seperti itu.
Nah, itu betul ee itu adalah jalur yang yang berbeda. Nah, tetapi CDMA dan 3G eh sori GSM GSM dan CDME ini akhirnya bertemu di 3G. Hmm. H bertemu dan sadar enggak pada saat 4G masuk udah enggak ada lagi orang ngomongin GSM, udah enggak ada lagi ngomongin CDMnya karenanya ya udah 4G karena itu udah udah merging. Oke, menarik menarik menarik.
Nah, itu itu dari sisi ee komunikasi. Nah, untuk prosesor handphone sendiri semakin lama semakin berkembang. HP-HP dulu mungkin hanya bisa untuk e telepon sama SMS sama kalkulator sama main game yang sederhana. Main main main pokal lagi bosen pencet tombolnya cuma empat. Iya sudah tetris mudah sekali ya.
Tapi semakin lama sekarang teknologi yang ada di smartphone semakin pintar. Nah itu kan juga perlu prosesor yang pintar juga karena prosesor kan intinya otaknya dari device tersebut. Mau tampilan yang lebih bagus ee koneksi data sudah pasti ya tampilan aja matanya bagus tapi koneksi enggak bisa kan percuma. Jadi ee koneksi lalu juga ke e untuk gaming kemampuannya juga semakin lama semakin meningkat demand demandnya semakin lama semakin aneh-aneh kan dulu game biasa sekarang sudah game yang 3D udah keren-keren lah. Heeh.
Bahkan sekarang game sudah jadi saran untuk nyari duit juga ya banget. He kan zaman sekarang sudah jadi ee profesi profesi profesional gamer profesional gamer. Nah, karena itu kan didukung dari teknologi yang semakin lama semakin mumpuni untuk bermain ee atau menggunakan ee perangkat smartphone itu sebagai ee alat-alat untuk menunjung menunjang kebutuhan kita lh sehari-hari. Untuk dengar musik pakai handphone, untuk motret pakai handphone, apagi? untuk navigasi mungkin mungkin sekitar berapa 15 tahun yang lalu kita enggak pernah kebayang pakai handphone ke mana-mana pakai GPS yang ditempel di mobil tuh.
Itu aja udah kayaknya waktu itu udah udah canggih wah bisa kasih bisa kasih arah. Wah kayaknya keren banget. Nah sekarang sudah sedemikian mudahnya semuanya ada di handphone. Nah itulah e salah satu ee area yang dimiliki Qualcomm juga melalui produknya yang namanya Snapdragon. Oke.
Nah, jadi itu kan nama company sebenarnya nama produk Snapdragon itu nama produknya. Salah satu produknya ee yang berhubungan dengan teknologi selular untuk untuk untuk prosesor untuk smartphone. Heeh. Dan sekarang sudah enggak hanya di smartphone tapi di banyak ee produk-produk yang lain. Iya.
Ada diversifikasi ya. Nanti kita mungkin ada pertanyaan-pertanyaan juga. Kan kita sudah sempat ngobrolin tentang ee diversifikasi. Heeh. Nah, arahnya ke mana nih sekarang buat orang-orang yang mungkin belum terlalu ngeh gitu untuk Qualcomm?
Iya. Ya. Jadi kalau saat ini mungkin kalau orang dengar Qualcomm atau Snapdragon itu asosiasinya adalah dengan smartphone ya ya pada umumnya lah ya pada umumnya. Oh, ini pakai Snapdragon dengan prosesor e Snapdragon 8 gen 2, Gen atau mungkin seri-seri yang lain. Ya, benar itu enggak salah karena memang untuk smartphone Snapdragon is there like leading the space for quite some time dan tapi saat ini Qualcomm sendiri mendiversifikasi itu enggak hanya smartphone, tapi produk-produk yang lain yang biasanya kita gunakan sehari-hari seperti tadi saya kasihin seperti ee TWS I itu koneksinya pakai Bluetooth kan.
Heeh. ee ke sini ke smartphone. Nah, sekarang juga udah udah ada teknologi TWS tapi pakai Wii. Nah, itu juga udah udah semakin semakin bervariasi lagi. Nah, ee portfolio Qualcomm untuk perangkat-perangkat seperti TWS, untuk audio, untuk ee headset gede yang kencang yang bagus itu jug juga banyak ee menggunakan prosesor pakai Qualcomm itu.
Bukan prosesor smartphone ditaruh di sana. Oke. Tapi benar-benar memang emang ee prosesor untuk e perangkat audio itu ada. H. Kemudian juga yang lain misalnya untuk Wii router.
Nah, itu ee untuk wifi konektivitas yang bisa lebih lancar, lebih stabil, lebih kencang. Itu juga ada produk eh chip dari Qualcomm eh Snapdragon untuk di perangkat-perangkat router atau perangkat IoT. Oh iya, sekarang malah ada brand baru namanya Dragon Wing. Oke, untuk produk-produk yang non smartphone, untuk IoT itu udah kita memiliki brand baru namanya Dragon W. Tapi that's ya, we can talk about that little bit detailer.
Tapi intinya adalah eh diversifikasi enggak hanya di smartphone aja, tapi udah produk itu. Tapi juga ada selain itu juga untuk Snapdragon untuk handhealth gaming juga ada. Hmm. Heeh. Jadi ee namanya Snapdragon ee G3X ya.
Jadi ada ada kodenya juga G3X itu ada. Kemudian juga untuk perangkat mobil pun ada. Hm. Iya. Ya.
Ya. Ya. Saya dengar berapa kali. Heeh. Jadi saat ini tuh mobil tuh seperti komputer berjalan ya.
Ee mesin itu tugasnya hanya untuk mendorong mobil untuk bergerak menggerakkan. Tetapi di luar itu seperti bagaimana mobil itu bisa terintegrasi antara mobil ee kemampuan dari engine-nya dengan experience kita yang ada di mobil. Experience kita kalau di mobil itu kan kalau sebagai pengemudi ya sudah pasti nyetir ya ngegas rem dan lain-lain. Tapi ada juga misalnya sistem navigasi. navigasi.
Lalu juga ada entertainment, car entertainment di mana itu semua perlu juga processing power itu membutuhkan juga prosesor untuk mengatur itu semua agar driving experience itu lebih aman, lebih nyaman. Oke. Jadi terintegrasi bahkan sampai ke ee ke entertainment system untuk penumpang misalnya ya. Yang depan mau lihat maps aja tapi yang di belakang anak-anak mau nonton. yang di kiri nonton YouTube, yang kanan nonton apa yang lain gitu.
Nah, itu kan butuh processing capability yang tinggi. Nah, itu salah satu area juga di mana eh welcome dengan Snapdragon yang solusi untuk automotif itu juga memberikan solusi itu. Hm. Nah, sampai ke kees atau advance driving ADES ya. untuk untuk ee pada saat kita e banyak fitur kan edes di otomotif misalnya kalau untuk ngikutin jalur ee ya marka jalan untuk ngikutin marka jalan misalnya jadi meskipun kita enggak memegang setir sela selalu memegang setir dia tetap bisa mengikutin arusnya ee atau ngikutin mobil depan ya adaptif cruise control jadi kan cruise control sendiri kan basic ya hanya hanya ikut ke tombol ya stop e start tapi kalau kita mau ngikutin mobil apa nama namanya adaptive cruise control.
Terus juga hal-hal seperti untuk ee mengetahui kalau kita lagi mau belokan ada mobil atau enggak, mau mundur. Jadi itu kan banyak sekali hal yang harus dipikirkan. Nah, itu adalah ee ada ada prosesornya khusus untuk otomotif juga. Oke. Nah, nah yang yang sekarang ini lagi seru juga adalah prosesor Snapdragon untuk laptop.
Iya, ini kayaknya lagi heboh belakangan ini ya. Iya, untuk PC lah kita sebutnya untuk PC karena e bentuk dari PC itu enggak melulu laptop karena sudah ada juga produk berbentuk mini PC juga sudah ada. Nah, itulah yang saat ini ee sedang gencar nih ceritanya nih. Banyak e effort-effort dari Qualcomm paling di Indonesia lah kalau kita lihat ya. Banyak sekali aktivitas untuk mulai memperkenalkan tentang produk ee Snapdragon untuk laptop.
Apa kelebihannya? Nah, apa bedanya dengan laptop yang kita sudah pernah pakai sebelumnya? I gitu. Nah, itulah ee diversifikasinya. Jadi, enggak cuman handphone ke udah ke mana-mana banget ya sekarang.
Maksudnya ee saya ngelihatnya kayaknya Qualcomm itu semakin ee interwoven dengan kehidupan kita gitu. Jadi dulu kan cuman misalnya handphone gitu, tapi sekarang sudah ada di laptop, PC, udah ada di mobil, udah ada di mana-mana gitu. Jadi makin erat ya dengan kehidupan masyarakat umum. Ee makin banyak bergesekan lah ya. Betul.
Heeh. Oke. Nah, ini nih juga sesuatu yang menarik sih mungkin ee especially buat kita-kita lah. Kita-kita ini kan ee ee consultant ee banyak ngerjain klien itu juga beragam gitu. Nah, salah satu yang paling unik itu pada saat perusahaan tuh sebenarnya yang kita service itu B2B ya.
Iya kan kayak marketing B2C sama B2B itu completely different lah. Nah, mungkin salah satu contohnya B2B. Exactly. Nah, pertanyaan saya selama ini eh gimana navigate eh gimana caranya promosiin? Itu kan sesuatu hal yang ya unik aja lah.
Tapi kayaknya semakin ke sini saya ngelihat ee brand Qualcomm tuh semakin visibel. Nah, apakah ada ee kegiatan-kegiatan khusus atau arahan dari atas atau anything lah yang bikin Qualcomm nih selama ini kayaknya oke banget gitu dalam melakukan eh B2B e marketing misalnya atau branding. Betul. Jadi ee B2B artinya Qualcomm itu enggak menjual produk langsung ke konsumen iya kan? Jadi enggak ada konsumen, "Pak, saya mau beli prosesornya lima biji gitu." Kantongin bingkai.
Dibingkai. Iya. Tapi kalau ee perusahaan-perusahaan e OIM manufacturer dari smartphone gitu misalnya, dialah yang menjadi konsumen dari Qualcomm direct ya, direct konsumen. Nah, jadi bagaimana memperkenalkan produknya ke user dalam hal ini tentunya pada saat kita mengkomunikasikan tentang produk Snapdragon tentunya karena kita enggak bisa jalan sendiri, pasti kita bersama-sama dengan brand tersebut, ya. Hm.
Jadi kita melakukan cbranding atau ee men-support dalam aktivitas marketing mereka. Oke ya. Eh sehingga katakanlah produk A baru launch di sana menggunakan produk eh Snapdragon sebagai prosesornya. Nah, itulah di mana ee saatnya eh Qualcomm Snapdragon dan UM bersama-sama memperkenalkan produk tersebut ditenagai oleh prosesor Snapdragon. Oke.
Nah, tentunya didukung dengan kemampuan produk yang memang berkualitas tinggi, kualitas yang baik. Jadi, komunikasi itu diterima oleh konsumen sebagai the whole package, Pak. Sepaket. Heeh. Jadi, ini katakanlah oh smartphone ini bagus karena dia pakai Snapdragon.
Nah, mungkin salah satu ee tolak ukurnya seperti itu. Jadi, itu itu adalah metode-metode yang biasanya dijalankan. Jadi, Kakom tidak berjalan sendiri. Oke. Karena enggak enggak punya barang untuk dijual ke konsumen secara langsung kan.
Tapi bekerja sama bersama-sama dengan OIM partner. Oke. Tapi secara kalau yang kamu lakukan ee ke langsung ke konsumen, ada juga yang sifatnya enggak hard selling gitu ya, enggak jualan produk tapi melalui community misalnya. Nah, melalui community. dari jadi ee kalau untuk Snapdragon Insiders Community itu ada udah udah eksis mungkin sekitar ee 3 tahun lebih ee itu sudah memiliki kalau di Indonesia ya follower mungkin di di tootal mungkin sudah lebih dari Rp1.400 ya.
Heeh. Jadi itu merupakan salah satu media juga untuk ee Qualcomm memperkenalkan teknologi, memperkenalkan produk kepada para followers-nya juga seperti itu. Jadi enggak bisa menghindari ini ee ee sosial media community itu adalah ada juga gitu ya. Ee walaupun sebagian besar ya kita kerja bareng sama OIM misalnya ya. Nah, ini menarik nih.
Karena satu Bapak dari sisi B2B-nya staf dulu pernah di ee B2C-nya ya. Ya, kayak pengguna atau nyebutnya apa. Tapi Pak kalau misalnya kayak Xiaomi gitu misalnya ya, itu nyebutnya klien apa sebenarnya customer. Customer nyebutnya. Oke.
Qualcomm customernya Qualcomm kan. Nah, saya penasarannya kan kita kalau agency ini tiba-tiba either dapat dari eh OIM atau dari misalnya e B2B-nya bilang eh kita mau ada ini gitu. Ada acara ini sama A, ada acara ini sama B. Nah, saya yang penasaran itu yang mulai tuh biasanya apakah dari si ee OIM yang reach out apa dari Qualcomm. Ah, ini backend.
Orang-orang kan banyak enggak tahu nih sebelum bikin acara launching gitu, itu tuh biasanya siapa ngejar siapa atau siapa hubungi siapa itu udah ground rule pasti ada aja gitu. Saya penasaran. I don't know if sa chef want to. Emm sebenarnya tergantung juga ya, Pak dari kita kebetulan kerja sama udah lumayan lama ya. E aku pertama kali kenal Pak Kentos tuh kayaknya 2000 ee 16 kali Pak ya.
16 atau 15 sebelum ke Xiaomi official. Berarti udah 10 tahun Pak. Luar biasa dekade kita. Ya, harus dirayakan. Dirayakan dengan ngobrol di sini.
Kita satu dekade kita di sini. Satu dekade luar biasa. Jadi tuh emm chipset itu kan memang ada yang baru banget di device tertentu atau di model tertentu. Ada juga yang memang udah istilahnya udah upgraded version. Jadi the way the way we market biasanya kalau memang baru perdana tuh biasanya memang kita lebih banyak pengin explore dari segi chipset kemampuannya apa yang membedakan dan lain-lain.
Dan gue tuh kebetulan salah satu orang yang kalau baru tuh pasti ngejar Pak training yuk training yuk gitu. I Pak ayo Pak training yuk. Jadi training rutin udah ya itu rutin setiap produk itu ditraining tim PR, tim sosial media, community, produk eh sampai GTM juga ikut training gitu kadang-kadang karena kadang-kadang kalau cuma tahu ngelihat di kertas itu enggak paham banget. Sure. Karena Pak Kentos nih salah satu yang luar biasa dari Pak Kentos adalah gimana Bapak bisa menyederhanakan the highly technical eh barang yang benar-benar high technical menjadi lebih manusia, lebih gampang dimengerti.
Kalau udah dapat tren dari Pak Kentos baru nih tim marketing. Eh kayaknya gini deh nih menurut penjelasan Pak Kentos kan kayak gini ngomongin speed, ngomongin apa, ngomongin apa baru kita bisa lebih bikin materi marketing yang lebih sederhana. Kalau enggak is very difficult. Oke. Heeh.
Jadi bagaimana kita bisa menyampaikan kelebihan dari produk itu kepada konsumen? Kan enggak bisa hanya berdasarkan spesifikasi aja. Speed-nya 3 GHz. I ya. Enggak ngerti tuh.
Enggak ngerti. Iya. buat orang 3 GHz sama 3,5 enggak ada bedanya gitu kan buat mereka kecuali beneran hidup di bidang itu ya. Iya. Apalagi yang namanya kamera.
Kamera itu sudah cukup lama dan kelihatan sekarang sudah udah berhasil. Awal-awal orang kalau kamera itu hanya tahu berapa megapel nih kameranya. Iya. Patokannya udah kalau megapelnya gede berarti bagus. Sekarang sudah enggak kan.
Not not really taking care about how many megapixel. Betul hasilnya bagus apa enggak pada saat diupload ke sosial media ee pecah apa enggak, blur atau enggak. Jadi lebih ke situ. Nah, itulah peran serta dari prosesornya juga. H jadi bagaimana bagaimana membuat foto yang bagus.
Jadi bukan foto dengan megapel yang tinggi gitu enggak. Tapi foto yang bagus. Betul. Iya. Ya, karena pada akhirnya ini kan ee yang dari analog lensa ini harus didigitalisasi.
Ah, itulah prosesnya kan. Betul. Eh, kayak tergantung prosesornya. Obviously the same camera bisa output-nya beda. Kalau prosesornya juga beda gitu kan kasaranya ya.
Iya. Karena itu ee mengalami proses kan dari pertama kali pada saat lensa tersebut menangkap cahaya pantungan cahaya dari objek. Habis itu kan diproses bagaimana dia bisa dengan cerdas tahu bahwa saya mau memotret gelas ini misalnya dia bisa tahu mana yang gelas, mana yang background, mana yang teman-temannya gitu kan. Setelah dia tahu baru bisa diproses dengan baik kan. Kalau semuanya dianggap dipukul rata ini adalah satu objek aja the whole screen.
Nah, itu kan prosesnya enggak bisa lebih detail. Oke, ini mau mau dibikin brightness misalnya kok sini agak gelap. Bagaimana kalau enggak bisa di dipisah? Objek ini harus di lebih terang. Heeh.
Objek yang lain harus dikurangin cahayanya. Itu ada harus ada kecerdasan dalam prosesnya. Iya. Absolutely. Iya.
Terus juga kalau mau launching tuh pasti nyari, "Pak, tanggal segini kosong enggak ya?" Nah. Oh, berarti berarti biasanya lu yang reach outnya. Kalau di Xiaomi sih kayak gitu ya maksudnya karena kami percaya bahwa again bagian edukasi terkait ee chipset itu enggak bisa datang dari OIM aja. Hm. Karena OI yang pasti kan the way we marketed very different.
Tapi kalau udah lebih ke technical the technology behind otaknya ini biasanya memang iya harus dari credible sources. Heeh. Philosophy design architecture whatever lah kayak gitu-gitu kan obviously eh dari apa namanya Qualcomm sendiri apa ya yang lebih mengertilah dibanding misalnya dari Xiaomi atau Samsung atau apapun sih karena media sendiri kan juga sudah semakin cerdas kan. Jadi, oke kalau pertanyaan tentang fitur, tentang harga, tentang desain atau pada fitur umumnya sudah pasti dia akan bertanya ke Oh, IM bertanya ke Stefani. Tapi kalau pertanyaan tentang ken ee kenapa kok ee ini speed-nya segini tetapi menghasilkan angka benchmark yang tinggi tapi kok dengan yang lain kok beda?
Nah, itu mereka tanyanya ke kecom karena resepnya dari OM kan macam-macam ya maksudnya. Cepsetnya mungkin satu tapi di Xiaomi jadinya sekian, di sebelah jadi sekian, di Samsung sekian. Jadi memang ini kalau Pak Kentos bahasa itu itu dapur masing-masing OIM gitu ya. Using the same chipset. Outputnya, kameranya jadinya beda.
Di Xiaomi jadi apa, Samsung jadi apa ya karena tadi e dapurnya OIM yang masak. Iya. Contoh yang gampang sebenarnya ngejelasinnya tuh saya suka kasih contoh misalnya mobil mesin. Beberapa mobil memiliki mesin yang exactly the same. Same mesinnya sama tetapi output-nya beda.
Ada yang mesin tersebut dipasang dalam ee mobil yang ee sedan atau mesin tersebut dipasang untuk mobil Jeep. dua peruntukan yang berbeda. Mesin yang sama outputnya tentunya beda. Yang satu mungkin fokus untuk kecepatan, yang satu fokus untuk tenaga yang lebih besar, kenyamanan ini itu beda-beda lah ya. Jadi makanya enggak bisa dibuat ah kalau HP ini pakai prosesor Snapdragon 8 Gen One atau Gen 2 yang lain sama prosesornya harus sama ee kemampuannya tentunya enggak enggak demikian.
Enggak selalu demikian karena mungkin HP ini fokus performance, HP yang yang lain lagi fokus untuk fotografi, yang lain fokus untuk kerja. Nah, itu kan semua beda-beda. Wah, ini menarik banget nih, Pak. Maksudnya saya enggak yakin sebagian besar orang mengerti itulah, ya kan? Karena kadang-kadang kita ya itulah loh kan pokoknya pakai 835 atau berapa gitu kan.
Ya udah dong sama dong. Padahal kan lagi-lagi digunakannya untuk apa? Jadi ee ya edukasi juga buat orang ee yang mungkin kurang paham kayak saya ini. Asik. Jadinya oke barangnya yang ini misalnya chipsetnya yang ini.
Tapi lu mesti pelajarin juga dari ee OIM-nya sendiri tuh ini didesain untuk apa gitu. Dirancang untuk memenuhi ee kebutuhan yang mana gitu. yang dibeli kan Xiaomi-nya bukan prosesornya ya. Iya. Iya.
Iya. Nah, tapi itu menariknya bahwa ee OIM merasa lebih nyaman atau mempercayakan kepada maksudnya gini, kan saya yakin ee vendornya OIM ya enggak cuman chipset. Iya. Iya kan? Ada baterai, ada screen, ada exly.
tapi bahwa mereka percaya, oh ini nih pembedanya itu chipset menurut saya. Berarti kan dari Qualcomm sendiri ya sudah melakukan ee banyak hal yang membuat Qualcomm sendiri lebih relevan di masyarakat. Kalau enggak kan ngapain UM ngajak? Iya. Betul.
Jadi kalau saya lihat juga banyak OM itu udah melihat Snapdragon sebagai keys selling point-nya. Yap. Exactly. Exactly. Heeh.
Ya, itu tuh menarik sih. I kalau di OIM tuh kalau ngelihat road map tuh kadang-kadang yah pakai ini ya. Oke, ini bisa nih. Ah, ini enggak bisa nih kayak ini harus jadi ada tuh ada tuh kayak kayak gitu. Kalau biasanya roadmap kan muncul ya akhir tahun buat tahun depannya kita bisa lihat Q1, Q2, 3, 4 ini ada kelihatan udah biasanya belum ada nama produknya apa, tapi biasanya cuma ada kode dan kode chipset.
I ya, ya. I remember those days. Ah, ini kayak ah ini enggak bisa. Ini bisa nih. Ini bisa.
Nah, kita akan heavy di sini. Jadi benar-benar segitunya pentingnya mengkomunikasikan bagian dari chipset itu. Iya. Eh ultimately. Makanya dengan dengan demikian dengan adanya presensi ya keberadaan Qualcomm di Indonesia maka edukasi kami dengan para OIM dengan para customer yang ada di Indonesia itu bisa lebih dekat, lebih lebih intensif.
Nah, I jadi kan dengan demikian dari para partners customer ini juga bisa melihat value add-nya kalau dia pakai Snapdragon. Nah, oke. Do we have a video yang we want to play untuk komen? Nah, ini kan kita mungkin akan coba putar ada video ya, video singkat. Nanti mungkin Bapak bisa komen sedikit.
This is powered by Snapdragon Xies platforms. What's the difference? Here's a little intel on what's really inside. This PC runs at max performance when it's unplugged. That PC drops to as little as 55%.
In fact, this PC is the fastest with multi-ay battery life. While that PC is getting left behind, Snapdragon Xies, the max performance that you deserve. Mantap. Gimana? Gimana nih, Pak?
Apa nih yang barusan kita lihat? Apa ini? Ya, apa ini? Ya, ini kan salah satu produk diversifikasi dari J produk PC, untuk laptop PC kita memiliki lini produk yang disebut Snapdragon X series. Oke.
Kalau di eh smartphone kan Snapdragon 8, Snapdragon 7, Snapdragon 4 6 ya. Tapi kalau untuk PC itu Snapdragon X series. Jadi ada X Elite, ada X Plus dan Snapdragon X aja. Oke. Nah, ini kebetulan saya juga bawa.
Wih. enteng banget. Nah, oke. Tapi intinya adalah eh Qualcomm dengan Snapdragon X Series ini kan pendatang baru nih di dunia PC. Benar enggak?
Ya kan? Jadi baru tetap jadi bagaimana agar agar Qualcomm bisa mencapai atau ee mencapai popularitas yang sama kayak di smartphone tentunya kan harus membawa teknologi yang baru pasti teknologi yang menjadi pembeda. Nah, jadi kan kalau kita ingat bahwa KCKOM itu udah sangat berpengalaman untuk membuat prosesor untuk smartphone, smartphone itu tantangannya itu jauh lebih tinggi loh dari sebuah ee PC atau laptop. ukuran baterai yang lebih kecil, lalu juga ee tidak ada pendingin. Oh, iya.
Ya kan enggak ada fannya kan di handphone. Lalu juga penggunaan HP itu kita lebih ekstensif. Enggak hanya untuk telepon teks juga konstan megangin mulu ya. Heeh. Untuk untuk fotografi, untuk video, untuk share location, navigasi, semuanya kita lakukan pakai pakai smartphone dan ee kita pakai smartphone itu kan sangat nyaman.
kita katakanlah kita sebenarnya kita lebih mencintai smartphone daripada laptop. Laptop isi lebih ke alat kerja aja kan. Tapi kalau HP kita ketinggalan ambil cepat-cepat pulang ambil. Ee nah itulah karena Adon itu sangat personal, sangat supportive to your daily activities. Nah, itulah yang mau kita bawa ke laptop.
Oke. Sehingga laptop itu menjadi sesuatu atau PC ya, PC itu menjadi sesuatu yang ee bisa kita cintai untuk lebih dekat terhadap kita. Tetapi kan supaya membuat ee to go to that level harus memiliki fitur-fitur yang benar-benar membantu ee pekerjaan kita atau kehidupan kita. Contohnya paling-paling sederhana adalah dari performance dan baterai life. Bagaimana kita bisa menyukai laptop kita ini kalau ee baterai life-nya enggak bisa bertahan lama.
Kita lagi kerja tiba-tiba harus mencari tempat untuk charger kita. Apalagi habis pandemi sekarang sudah sangat terbiasa dengan work from anywhere. Kadang-kadang kita kerja nyari tempat yang nyaman atau yang ee cozi, kita pergi ke ke kafe atau dan pertama kali yang kita lakukan adalah nyari tempat yang ada colokannya. Betul. Betul.
Betul. Benar lagi. Iya. Karena dengan karena kita punya keraguan apakah laptop kita ini akan setia bersama kita selama kita bekerja di sana? Apakah will will it be ready for two hours working?
Jadi kita kan enggak tahu. Nah, hal-hal itu yang mau kita ee hapus. Kebiasaan seperti itu bahwa bahwa kalau ke work from anywhere harus cari tempat dengan colokan. Kalau pergi e bepergian seharian ah bawa charger ah karena enggak nyaman apa enggak aman rasanya. Entar presentasi 2 jam habis itu baterainya drop.
Nah, hal-hal seperti inilah yang dicoba dihapus karena Qualcomm sudah berpengalaman bikin prosesor yang bisa bertahan lama tetapi performans-nya tetap tinggi. I. Nah, jadi kan pernah kebanyakan kalau kita pakai smartphone dicolok sama enggak dicolok kan performance-nya sama aja kan. Iya ya. Differ dengan laptop yang yang tidak pakai Snapdragon itu kan kalau dicolok kemungkinan performanya ada penurunan.
Iya. Ee dengan tujuan apa? Menghemat baterai. Betul. Nah, jadi ini yang yang sekarang di digabungkan bahwa kecepatan performance dan ee baterai efisiensi itu bisa dijadikan satu.
Tapi heeh make sense menurut saya karena ya Qualcomm sudah banyak sudah berpengalaman banyak banget mendesain produk yang memang tidak pernah nempel sama electricity source gitu, power source ya kan. Jadi memang desainnya itu basisnya desain untuk mobile. Exactly untuk mobile. Jadi pas diconvert ke PC of course it keunggulan banget kenyamanan-kenyamanan yang biasanya kita dapatkan hanya di smartphone itu dibawa ke PC. Oke.
Jadi itu yang akan membuat membuat kita paling enggak hal-hal yang biasanya kita dapatkan dari smartphone itu bisa kita rasakan di sini. Kebiasaan yang lain lagi misalnya kalau kita pakai mm HP enggak pernah dimatiin kan? Iya. Iya. Tidur juga ya udah taruh aja.
Iya. Enggak pernah ingat sih kalau matiin HP terakhir. Terus ee dan kebiasaan sebagian besar pengguna PC atau laptop kalau sudah selesai kerja dia harus shutdown. Heeh. Itu mungkin kebiasaan yang bisa dihilangkan juga.
Udah enggak perlu lagi dikurangin enggak apa-apa, enggak usah di-shadown tutup aja besok pagi bekerja baterainya masih segitu kok. H gitu kan kan. Jadi kalau pada saat kita shutdown lalu di dinyalakan lagi harus kita buka lagi pekerjaan-pekerjaan kita yang mana kemarin file-nya yang lupa gitu. Jadi misalnya kalau sudah selesai bekerja fil-nya biarin masih terbuka sudah tutup aja standby. Besok pagi kita bekerja lanjutkan.
Ya, itu hal-hal yang membawa convenience e pada saat kita ee menggunakan PC yang tadinya kita enggak enggak bisa nikmati, sekarang bisa dinikmati, bisa dinikmati. Oke. Nah, maka jadi video tadi sebenarnya mau menyampaikan bahwa kebiasaan-kebiasaan kita yang biasanya kita pakai smartphone, kita enggak pernah ee terlalu memusingkan tentang harus matiin, harus dicharge terus pada saat kita bekerja itu enggak usah. Karena pada saat dicabut kita tetap dapat maksimum performance dan long battery life. Oke.
Heeh. Itu eh di zaman sekarang tuh kayaknya penting banget sih ya. Maksudnya that's probably one of the ya makanya hence ada video itu karena memang I think sebagian besar orang tuh menggunakan laptop tuh ya udah enggak nyolok ke power source lagi enggak sih? You know a lot of us ya kan. ee jadinya agak aneh kalau masih kita akan mendapatkan eien yang lebih ee peace of mind.
Pagi full katakanlah ya udah sampai sore udah udah nyamanlah udah udah enggak terlalu pikir kayak kita pakai ee smartphone juga enggak terlalu sering charging. Heeh. Ya. Dengan sedemikian banyak aktivitas yang kita lakukan loh pakai smartphone ya kan enggak hanya untuk ee telepon atau teks aja. Iya.
Dan maksudnya kita di Indonesia juga sudah terbiasa dengan apa ya kayak lu bisa ngecas di mana aja gitu boleh di open open open space dan beberapa negara kan enggak boleh kita pai colokan sembarangan kan jadi I feel the way we the way our habit using public charger tuh itu privilege banget sih seenaknya seenak nyolok-nyolok sedangkan like let's just for example if you go to Japan you cannot use public charger suka-suka lu enggak bisa he at least enggak seperti kita di sinilah. Eh, ada colokan enggak, Mas? Belum beli, belum. Baru masuk kafe. Mas, colokan di mana?
Ya udah nyari kayak listriknya gratis aja ya. Kayak enggak bayar listrik. Heeh. Nah, itulah ee habit dari sisi habit yang mau kita ee berubah. Oke.
Nah, kalau misalnya kita penasaran juga kan secara ee dari orang luar ya ngelihat ke dalam gitu eh at least dari kita kita nih yang pemerhati lah itu biasanya kalau di perusahaan seperti Qualcomm tuh ee seberapa panjang gitu, Pak. Misalnya kan ini banyak edukasi yang harus dilakukan. Karena. Nah, itu ee biasanya emang oke kita 5 tahun nih kita mesti dikenal sebagai ini atau tahun depan kita ada apakah ada target-target yang biasanya di-set mungkin enggak perlu di-share targetnya tapi apakah prosesnya gimana? Saya penasaran gitu kan pada saat masuk ke dunia baru ya kan mesti ada ini karena ee kurang lebih gini sih banyak brand yang masuk Indonesia lack of education tapi maunya instan gitu sedangkan itu kan enggak enggak realistis ya.
Iya betulbul. Jadi secara ee target tentunya maunya yang besar tapi ada prosesnya. Sama seperti Snapdragon sebelum menjadi sangat populer di Indonesia itu prosesnya juga panjang M. Jadi pada saat tahun beberapa tahun ya mungkin sekitar tahun 2015 2016 saat situ kayaknya enggak terlalu Snapdragon banget deh orang beli-beli smartphone itu. Not really thinking about that.
Itu kita kan juga bikin program training kepada eh ribuan eh sales eh tim yang ada di toko-toko HP yang ada di pusat ee kayak Roximas atau kuas itu kan orang beli HP pasti ke ITC kan. Nah, jadi itu kita melakukan training seperti itu ke ke semua lini ee ke para OIM juga para brand handphone. Jadi ee seperti mereka tuh punya new eh bullet, jadi punya peluru yang baru pada saat memperkenalkan produk ke konsumen. Jadi enggak cuman oh ini kameranya 5 megapel, layarnya 3 inci. Betul.
Semuanya juga sama. Tapi tapi bagaimana dia bisa menjual produk mereka dengan lebih ee berbeda yaitu dengan kemampuan prosesornya. Nah, itu kan sudah terlihat ee selama selama ini semakin lama awareness dari Snapdragon itu semakin lama semakin meningkat ya. Nah, sama halnya dengan ee industri baru PC tentunya butuh ee waktu dan juga tahapan-tahapan untuk ke sana ee dari mulai edukasi. edukasi.
Kalau kalau sekarang sudah banyak channel-nya ya, baik melalui digital, melalui community, the lain beliau dan lain dengan banyak activities eh seperti itu yang kita harapkan awareness tentang Snapdragon X series semakin lama semakin meningkat, saya yakin pasti akan meningkat. Pasti meningkat perlahan atau pasti yang kita harapkan cepat dan pasti ya, bukan perlahan aja ee tapi ada proses yang ke sana. Nah, oke. Tentunya yang ee kita harus lakukan adalah bawa benar-benar benefit yang tidak bisa didapatkan di produk yang pesaing. Iya, itu juga another thing yang sering kita ee komunikasikan juga sama klien internally juga jangan sampai kita stuck ngomongin fitur tapi lebih ke benefitnya.
Apa maksudnya? Oke, 3 pik eh 3 megapel. What does it mean? Buat orang banyak itu enggak ada artinya gitu. Betul.
Sedangkan kita mesti bisa menjelaskan ee benefit dari produk-produk yang kita jual ya. Jadinya habit apa yang mereka bisa tinggalkan yang misalnya kayak ini ini ee saya saya percaya itu eh most products apalagi yang successful ya itu diciptakan untuk memecahkan solusi eh masalah menjadi solusi dari sebuah masalah ya. Itu kan mesti dimengerti kalau misalnya yang jualan aja enggak ngerti bahwa ini tuh solusi dari masalah ini ya. Susah juga ya. Tapi ee yang saya senang dengarnya sih bahwa ya ada investasi memang harus dilakukan edukasi untuk bisa mencapai ee goal untuk lebih dikenal apa dan sebagainya.
Ada proses lah yang harus dilalui. Paling paling enggak starting point Snapdragon di PC itu tidak mulai dari nol. Oh iya banget banget. ee dari secara kemampuan secara eh brand association dari Snapdragon itu adalah premium ya. Premium dan juga pengalaman yang tinggi ya.
Heeh. dari dibawakan dari dari sisi mobile tchnologi mobile produk-produk yang flagship, produk-produk premium itu hampir pada umumnya menggunakan produk Snapdragon dan Snapdragon itu kalau udah bikin produk itu biasanya itu kalau mobil itu kelasnya sudah mobil premium gitu. Jadi kemampuan kayak sebut misalnya TWS itu TWS yang pakai Snapdragon itu sudah jelas memiliki kemampuan yang lebih tinggi. Harganya juga memang lebih tinggi karena membawa ee membawa apa premiumness itu fitur-fitur yang jadi kalau dibandingkan yang sekelas mungkin harganya sedikit di atas tapi benar-benar membawa ee keistimewaan yang berbeda. Oke.
Sama halnya dengan e produk-produk yang lain seperti router atau apa. juga kan router yang Wii router yang harganya murah sekali mungkin Rp200.000 sudah dapat Wii router. Iya ya. Tapi untuk produk Snapdragon tentunya dengan ee kemampuan yang premium ada kelasnya sendiri. Nah, itulah jadi Snapdragon itu sudah terasosiasi sebagai eh premium brand.
Nah, kami terasa itu tadi tidak kami tidak mulai dari nol secara e branding, secara ee awareness terhadap brandnya sendiri itu sudah ada. Oke. Tapi Pak aku ini sih ini agak jumping sih, tapi tadi kita ada mention soal mengerubah habit terus ngomongin soal em kebiasaan lah ya. Heeh. Kalau aku enggak salah kan dirimu juga megang beberapa market ya di South East Asia kan kemarin kita ngobrol pertama Bapak mau ke KL dan next week kalau enggak salah juga mau ke Philippines ya.
Sebenarnya kalau dari segi edukasi, dari segi infrastruktur, dari segi macam-macam tuh Indonesia tuh di Asia Tenggara gimana sih, Pak? Kalau dari ee peta konsumen he jumlah ya kalau kita ngomong jumlah quantity Indonesia itu besarbesar sekali. Tetapi Pak mengenai ee habitnya ada ada sedikit bukan habit saya saya rasa lebih ke consum consumer mindset enggak bisa dipungkiri market Indonesia itu masih sangat price conscious. Oke ya. Eh di beberapa market di luar Indonesia mungkin price consus tetap ada, tapi segmen yang e tidak mementingkan hanya ee price aja itu membesar lebih besar.
Jadi seperti untuk produk-produk ee flagship, produk-produk premium mungkin ee kalau di negara lain misalnya di di Malaysia atau di Australia, Singapura itu lebih tinggi porsinya. Jadi kita mesti melihat juga ee potensinya di negara tersebut produk apa yang cocok ya kan di Indonesia produk apa yang cocok dan dan Snapdragon sendiri kan memiliki berbagai lini mau yang ee untuk Heeh. untuk yang premium atau midrange atau yang mainstream ee ada semua. Jadi kita memiliki strategi yang mungkin bisa di-adjust di masing-masing market. He.
He. Oke. Ya, itu juga eh interesting. Itu juga nunjukin sih kadang-kadang kita juga dapat klien misalnya ee atau calon klien yang dari tempat berbeda gitu ee misalnya dari negara tetangga gitu dan ya kadang-kadang mereka benar-benar harus menyesuaikan gitu dengan ee apa? Iya.
eh market condition, consumer behavior di negara tersebut. Karena ya walaupun kita nempel punya border sama Malaysia kasarnya ya, tapi apa namanya perilaku konsumennya itu berbeda gitu. Ada ada perbedaannya lah. Nah, yang kayak gitu-gitu juga ee menarik banget sih gimana Qualcomm melihat you know Asia Tenggara. Iya, Asia Tenggara geographically ya.
Tapi masing-masing market tuh obviously punya karakter-karakter dan menyesuaikan lah. Heeh. Betul. Betul. Oke.
Nah, ini kita mundur lagi nih. Mundur lagi. Saya penasaran ee interaksi Bapak Pak Kentos nih dengan brand Qualcomm sendiri itu awalnya kapan sampai akhirnya bisa bekerja di situ? Karena saya nanya ini saya juga sendiri punya pengalaman dengan Qualcomm. Nanti saya share lah mungkin Bapak dulu.
Saya bergabung di Qualcomm di Indonesia tahun 2012. Saya 2012. Oke. Dihitung sampai sek. Wow.
Berapa tahun? 13 tahun ya harusnya. Oke. Heeh. Cukup lama.
Awalnya saya bergabung di Qualcomm Indonesia sebagai engineer. Oh, interesting. Iya. saya divisi engineering. Tugas saya lebih ke menjembatani ee tim teknis yang ada dari OEMO partner yang ada di Indonesia dengan eh sisi engineering baik Qualcomm yang ada di pabrik, di headquarter atau di RnD center atau dengan pihak-pihak ODM apa e pabrik yang ada di China atau di negara lain.
Oke. Heeh. Jadi, awalnya saya di engineering. Oke. Setelah itu baru eh bergerak ke sisi sales atau bisnis development dan juga marketing sampai sekarang.
Jadi, banyak topi yang saya pakai. Bisa ganti-ganti topinya ya. Tapi, tapi penasaran, Pak. Apakah Bapak sudah kenal Qualcomm sebelum kayak bekerja gitu? Apakah emang Qualcomm tuh familiar apa justru Qualcomm sangat familiar?
Karena sebelum saya masuk Qualcomm itu saya sudahudah pernah berada bekerja di dua ee mobile operator. Oke ya. Dua-duanya CDME operator. Oh. Yang pertama itu mobile sekarang namanya smart friend.
Dulu mobile dan namanya friend. itu pada saat itu banyak sekali bersentuhan dengan dengan Qualcomm karena teknologi smartphone CDME tadi sudah jelasin itu mungkin 99% itu adalah ee Qualcomm Technology dan sering ketemu dengan orang-orang Qualcomm Indonesia untuk diskusi, untuk planning, untuk road mapping isu-isu yang ada di lapangan tentang ee handphone-nya. Jadi welcome itu sudah dikenal, sudah saya kenal jauh sebelum saya masuk ke ke Qualcomm Indonesia. Setelah itu juga saya pernah di Asia juga itu juga banyak sekali juga berhubungan dengan Qualcomm. Iya.
C. Oke. Ee ke HQ pernah ya, Pak? Oh, ya pernah. Ee cuman jarang.
Pernah. Jarang. Pernah ya? Oke. Pernah.
Saya paling enggak udah dua kali saya ke headquarter di San Diego. Ah, inilah di mana saya masuknya nih. Kebetulan saya dulu Heeh. Ada poster di situ. Ee saya dulu kuliah kan di San Diego gitu ee kerja kuliah lagi S1, S2 ee di sana lah.
Jadi hampir 10 eh 10 tahun lah di di San Diego semuanya. Kalau orang tuh banyak anak-anak Indonesia pindah-pindah gitu saya di San Diego terus. Jadi dari pertama kali saya nyampai itu eh selalu ngelihat itu yang namanya Qualcomm Stadium ya kan ngelihat Qualcomm Stadium tuh kita ya namanya juga pendatang ya apa ya itu Qualcomm tapi even ee pada saat itu awal 2000 bahkan baru dari 99 ke 2000 I ya nge-Google tuh belum belum habit ya kan ya cuma lihat oh Qualcomm ya udah Qualcomm tuh ada gedung gede kalau lu mau nonton ee baseball, football, American football waktu itu ya nontonnya di Qualcomm Stadium. Nah, saya juga sekarang pas ngobrol-ngobrol nih mulai ngeh. Kenapa dulu orang enggak banyak ngerti Qualcomm itu ngapain?
Mungkin karena di Amerika pakai CDME dan semuanya pakai. Mungkin dari Qualcommnya sendiri enggak ada kepentingan untuk mempromosikan atau memperkenalkan orang semuanya pakai gitu kan jadinya. Heeh. adalah jadinya di Qualcomm itu. Nah, ee jadinya itu ada kejadian lucu.
Jadi ee saya enggak mengalami, tapi banyak sekali teman-teman ee saya yang mengalami. Jadi kalau lagi naik taksi apa kendaraan umum di San Diego kan ngobrol eh where do you work? I work forcom. Oh, so you work in the stadium. Ah.
Oh, that's that's super interesting. Iya banget kalau ngomong Qualcomm. Padahal HQ-nya tuh really close by dari situ. Saya pernah juga ke HQ-nya literally. Now I remember tuh teman ada yang interview or something.
E, salah satu teman minta diantterin. Saya beneran ngantar tuh ke gedung Qualcomm itulah di HQ-nya. Enggak salah ke stadium enggak? Ya kan enggak nyasar ke stadium. Nah, nah menariknya lagi ee oh jadinya si Qualcomm ini dekat dengan saya itu karena ya itu ee buat eh international students gitu ya.
Kita dari Indonesia itu salah satu cara berakulturasi itu melalui eh sporting events, olahraga. Kalau kita ngerti olahraganya orang Amerika, kita bisa lebih connect dengan mereka, lebih berteman, lebih bisa bersosialisasi. Heeh. He. Jadi, ya zaman dulu itu kita eh mau ke mana kita eh ada waktu enggak?
Ee nongkrong ke mana? Nonton ini deh. Nonton ee football. Football tuh ada profesional team. Kampus saya juga mainnya di situ.
SDSU Sigo State itu kalau main football di Qualcomm juga jadinya. Wow. Dan gedungnya waktu itu super interesting lah. Kayak brutalism gitu bentukannya. Pokoknya unik lah.
Nah, yang saya belum pernah pergi kan dirubuhin Qualcomm Stadium itu kemarin kita ngobrol ngobrol apa ya jadinya namanya kalau enggak salah sudah diganti tuh tahunya namanya sekarang Snapdragon. Wah, itu menarik juga sih. Jadi Qualcomm Stadium dibongkar sekarang bikin lagi lebih baru namanya eh Snapdragon Stadium. Jadinya sangat dekat di hatilah kalau Qualcomm ini ee buat kita-kita yang San Diego San Diego memang nyaman ya untuk orang sekolah, untuk study nyaman karena iklimnya juga sangat bersahabat buat orang kita dari AS. Heeh.
Karena paling mirip lah sama sama kita nih. Dinginnya enggak terlalu ekstrem, panasnya enggak terlalu ekstrem. Jadinya enak banget, nyaman banget. Terus ee mungkin kita enggak sehari-harinya ada distraksi heboh hingar-bingar gitu, tapi at the same time ya mau terbang pulang exactly it's an hour and a half buat ke la ya mau ke Disneyland mau ke mana tuh masih terjangkal tapi you don't have to live there. Nah itu itu mungkin eh another thing eh yang lumayan menarik dari San Diego.
Oke. Nah, sekarang mungkin is there another video yang kita mau lihat nanti mungkin eh Pak Kentos bisa komen lagi nih. [Tepuk tangan] [Musik] Welcome to Snapdragon 2024. Go buckle up. Welcome is in the process of transformation.
You have seen it. Snapdragon is setting the pace of innovation now not only in mobile but also in every other industry. We are where the humans are now cuz it's sun down. Yeah, we coming for all you. That's how we're starting to think about AI in Snapdragon.
It's not only about the phone. It's not only about the PC, it's about everything. Snapdragon is leading every performance metric, every experience category to cost all your smart devices. We're redefining the smartphone with our Snapdragon 8 elite mobile platform. We're collaborating with manufacturers and developers for a new era of Windows AI PCs on Snapdragon Xuits.
We're expanding the horizons of XR, transforming spatial computing into something more intuitive, assistive, and more powerful than ever before. Thank you everyone for watching. He w gil. Ya, pertanyaan saya satu ee apakah green card Bapak sudah keluar? Dua.
Kayaknya kan sering banget ya. Kayaknya udah mar-mandir ke Hawai terus bawa orang banyak-banyak ini kayaknya udah eh bisa dapat green card ni dikit lagi. Yang kedua, what makes this event so successful? At least dari perspektif kita ya orang luar itu sekarang eh event Qualcomm di Hawai itu kayak e Talk of the Town lah. Oh kapan?
Semua orang tahu, semua orang looking forward to it. Eh semua orang menanti-nanti siapa nih yang berangkat? Itu biasanya diobrolin sama kita-kita ya. Oh si ini berangkat, si itu berangkat. Oh kok si ini enggak ikut?
Gitu-gitulah. What makes the event so eh successful, Pak? Ya, event Snapdragon Summit itu memang buat saya ini adalah event yang sangat membanggakan. H. Jadi buat saya I'm very proud to have that event karena di situlah pertama kalinya teknologi Qualcomm Snapdragon apa yang akan muncul di tahun depan itu diumumkan di saat itu.
Dan kalau di Snapdragon Summit selalu adalah yang diumumkan adalah yang paling tinggi tertinggi, paling premium dan paling kelas yang di atas. Oke. Itu semacam memberi ee kayak road map gitu. Kebayang, oh kalau udah Snapdragon Summit tahun ini ada fitur ABC, kebayang nanti tahun depan ee smartphone itu ada teknologi itu juga gitu. Jadi itu kayak kayak kayak titik awal titik awal dari perkembangan teknologi yang ada di tahun berikutnya.
Nah, mengapa event itu sangat membanggakan dan sifatnya kita sebut eksklusif bukan dalam asi yang arti yang negatif yang eksklusif karena ini benar-benar terpilih e media yang ikut ke sana itu ee terpilih karena mereka yang kami harapkan bisa turut mengedukasi market tentang teknologi snap yang akan datang yang yang akan muncul Dan pada umumnya, pada umumnya yang kita e ajak selalu adalah tag media. Oke. Karena kalau sudah masuk ke seniah sepertinya begitu. Padat padat banget lagi. Ini tidak seperti hanya ee masuk ke haul, presentasi, demo, that's it.
Habis itu ada lagi kelas-kelas deep dive. Jadi mau deep dive tentang CPU-nya, mau deep dive tentang AI. Ee jadi semua ada segmen ee deep dive untuk semua yang di diumumkan. Nah, pada umumnya juga ada sesi benchmark biasanya juga biasanya juga ada sesi benchmark. Jadi itulah yang membuat Sagen Summit ini so spesial dan menjadi ee saya bisa bilang gini, di setiap summit hampir di setiap summit selalu ada aja ee gangguan bukan gangguan.
Oke. Oh, ini cerita menariknya nih kayaknya ya. Jadi ada ada aja jadi ada yang terfek. Jadi pada saat e melakukan san summit ada aja kompetitor atau pihak lain yang mungkin mempercepat announcement mereka atau mengumumkan sesuatu juga gitu. Jadi supaya enggak enggak semuanya diambil welcome ya pada saat itu.
Iya dinyolong sedikitlah. Jadi, jadi ya kami senang aja karena berarti event ini benar-benar dinotice. Heeh. Ya. Heeh.
E kalau kalau di tahun lalu di acara Snapdragon Summit 2024 itu memang fokusnya kan ada dua yaitu dari ee ee otomotif dan juga mobile ya. Jadi smartphone dan otomotif. Oke. Ee PC juga ada, tapi eh tahun lalu panggungnya adalah e otomotif dan dan smartphone Snapdragon 8 Elite dan juga otomotif. Makanya enggak salah tadi ngelihat ada KL otomotif ada di mungkin kayaknya ya nanti kita cek.
Betul. Jadi karena memang itu dua dua topik utamanya. Oke. Jadi setiap tahun Snapdragon Summit itu diadakan biasanya di menjelang akhir tahun. Menjelang akhir tahun.
Emm ee cuman di tahun lalu itu di bulan Oktober ya, bulan Oktober. Nah, nanti tahun ini juga ada lagi. Kita tunggu aja tanggalnya. He. Dan tentunya tetap sama temanya itu membawa perkembangan teknologi update mengenai apa yang akan diluncurkan teknologi yang akan menandai perkembangan teknologi perangkat-perangkat di tahun berikutnya itu seperti apa.
Ini menjadi titik awalnya buat banget. Seru banget. Maksudnya kayaknya semakin ke sini ee at least anak-anak tech gitu ya. Dan menurut saya ee community even eh community dari OIM misalnya itu tuh kayak mereka semakin memperhatikan, semakin ngeh this event is a big event karena ya lu mau beli apa tahun depan ini nih you can see you know kayak reviewnya gitu saya mengalami jadi dari beberapa OIM Heeh ya mungkin hampir semua selalu menjelang Snapdragon Summit itu akan nanya siapa aja yang pergi. Iya.
Lalu juga ya pasti karena itu ada kaitannya mungkin dengan next launch product mereka supaya strateginya sesuai masih tersinkronisasilah ya seperti itu. Jadi itu itu adalah e itu menyenangkan, itu membanggakan dan tentunya ini juga membanggakan juga untuk para media atau KL yang yang berpartisipasi juga ya kayak kayak dapat sertifikat. Oke. Wah, Kang udah udah ke Snapdragon Summit itu masuknya elit. Pasukannya elit iya.
Luar biasa. Ee ada cerita-cerita menarik mungkin, Pak, yang sebagian besar orang mungkin enggak tahu. Iya. Paling menarik dan paling paling mengesankan adalah pada saat kalau enggak salah di tahun 2000 atau 2021 saya enggak lupa pokoknya after after e pandemi. Heeh.
Ya, after the lockdown pandeminya masih ya. Jadi masih masih ada di badai Omikron waktu itu. Oke. Di tahun sebelumnya Snapdragon Summit itu diadakan secara online. Oke.
Nah, pada saat kembali offline itu masih dalam kondisi yang waduh setengah pandemi ya, setengah pandemi. Ini pergi berangkat apa enggak nih? Lockdown-nya dibuka atau enggak nih di di Hawaii? Enggak tahu. Bahkan tuh saking paniknya saya tiap hari dengerin radio Hawai pakai internet radio.
I saya dengerin. Saya harus dengar ee tahu. Jadi perkembangan kan radio ada update kan mereka mengenai lockdown situasi. Jadi saya dengerin itu ke ke PR agency juga saya minta monitor semua channel apakah itu memungkinkan atau pergi karena dari sisi headquarter juga enggak bisa memastikan Hawaii akan open atau tidak. Iya.
Enggak mungkin standby aja pokoknya ya. Standby hanya e sangat di last minute lah. Hanya mungkin beberapa hari atau paling enggak sekitar 2 minggu lah sebelum keberangkatan baru pasti oh buka. Oke berangkat. Nah udah terdata nih jumlahnya berapa?
Saya ingat kurang kurang lebih 10 orang lah dari Indonesia. Oke. Pada mau berangkat tiba-tiba ada badai Omikron ya dan juga ada notifikasi para ee penumpang yang pesawat yang masuk ke Indonesia dari tanggal sekian pada saat tanggal kepulangan kami pada pada saat itu itu harus mengalami karantina dulu. Oke. 3 hari.
Waduh 3 hari. Tapi 3 hari okelah ya berangkat gitu ya. tetap berangkat pada saat ee berangkat. Oke, kita sudah mempersiapkan eh baju baju 3 hari untuk plus 3 hari gitu. Jadi, jadi berangkat pada hari keberangkatannya dapat info meningkat jadi 5 hari.
Waduh, 5 hari tapi gimana? Udah point of no return, udah di pesawat, udah di airport gitu. Eah, kemudian berangkatlah kita mengikuti summit. eh pada saat tiba di di US eh ternyata meningkat lagi dari 5 hari jadi 7 hari. Buset kali dua tuh tiga jadi dan pada saat itu ada juga kontingen dari negara lain yang memutuskan untuk pulang lebih cepat ya.
Jadi pulang lebih cepat. Jadi e Snapdragon Sumit itu ada totalnya 4 hari. Oke. Di jadi dia cuma ikut di hari ee pertama kedua. Heeh.
Hari ketiganya mereka pulang untuk menghindari ee karantina yang lebih lama. Oke. Di negaranya. Iya. Tapi kita pada saat itu ee gimana?
Pulang enggak? Enggak. Terus terus voting. Voting pulang enggak? Enggak.
Ahlah tanggung. Dan memang dan memang kejadian setelah kita kita enggak pulang. Iya. Ternyata karantinnya menjadi 10 hari. Luar biasa.
Jadi dari 3 hari menjadi 10 hari tripnya hanya maksimum 5 hari lah tergantung eh termasuk flightnya tapi karantinanya 10 hari eh 2 minggu 2 minggu minggu jadinya jadi engagement kita dengan para media itu akrab jadi 15 hari totalnya saking enggak ada kerjaannya enggak bisa ke mana-mana kerjaan tetap ada tapi bengong kan ya sudah kita mampir ke kamar dari berinteraksi berinteraksi human inter. Heeh. Ada yang beli makanan, bawa makanan ramai-ram makan bareng. Iya. Berkomunitas jadinya komunitas.
Iya. Ada si Moldi baru beli VR headset di sana karena harganya terjangkau. Kita jadi minjam main bareng. Nyobain nyobain, nyobain VR. Shoutout buat Moldi.
Iya. Itulah yang ee paling mengesankan ya. Pandemi membawa banyak cerita emang. Iya. Iya.
Memang pada saat itu tuh serba tidak menentu regulasi kebijakan bisa berganti setiap saat gitu kan. Waduh saya enggak kebayang sih nge-plan international trip ke Amerika gitu ya Hawai misalnya di zaman itu wuduh pusing banget itu usah enggak usah international travel Pak waktu itu launching aja tuh kita benar-benar harus agile ngerubah last minute plan, PSBB itu kan sangat membatasi semuanya kan. Jadi memang periode COVID 2020 22 tuh benar-benar luar biasa sih launching online. Jadi direkam direkam terus kita sempat ini nih apa namanya apa ee underground gitu kan enggak boleh tuh kerumunan ya kan kita tuh kayak karena kerja sama IO eh gimana nih cari hotel yang mau boleh masukin banyak orang bawa kru kamera eh tapi enggak semua hotel cuma hotel tertentu wah itu benar-benar y pengalaman yang mungkin once in a lifetime ya enggak ada lagi deh iya jangan lagilah iya iyalah heeh ini kemarin ada naik naik naik naik buset ini ngeri juga lockdown dan beda sekarang oh COVID naik lagi ya udah gitu. Iya, tapi memang kan sekarang kita sudah vaccinated gitu-gitu.
Jadinya walaupun kena Iya ada heard immunity mungkin kemungkinan itu mereka sudah perhitungan lah ya. Kemungkinan itu bisa kayak dulu lagi itu udah dari kita juga anggapannya kalau saya sendiri udah enggak Covid ya udah kayak flu aja. Iya kayak belakang ini kayak tahu deh Steve waktu itu cerita juga kayaknya mungkin dia COVID juga kemarin. Iya kayaknya bulan 2 bulan lalu tuh saya sempat satu rumah pilek batuk kayak pikir flu biasa kan. Tapi pas mau recovery malah kok saya enggak bisa nyium.
Iya. Itu kayaknya ini COVID deh. Iya. Tapi udah ya udahlah gitu ya. Udahlah ya.
Iya. Ee at least komponen eh mortality itu kan yang mengerikan ya dulu ya. Waduh gila itu kan kita ingat ya zaman itu. Iya banyak sekali ambulans. Gil enggak berhenti-berhenti lu di sekeliling kita.
Heeh. Tapi setelah vaccinated walaupun banyak tuh at least orang-orangnya enggak ada yang ee sampai eh fitality gitu ya. Jadinya mungkin itu juga of course membantulah kita untuk lebih ee tenang sedikit menghadapi COVID ya. Betul. Betul.
Nah, ee pertanyaan lagi nih ya, Pak. Bapak ini kan udah lama banget. Kalau tadi kita sempat ngobrol-ngobrol juga sebentar eh enggak one man show tapi close to it ya kan punya banyak topi. Nah eh saya yakin kan di luar sana juga banyak juga mungkin orang-orang yang eh apa namanya? Sedang melakukan hal yang sama.
Eh considering your eh success lah. Terus e Qualcomm juga overall. Ada tiga tips misalnya gitu, Pak. buat orang yang mainly tuh kerja sendiri gitu. Ee menurut Bapak tiga hal apa yang orang ini mesti miliki in order for them to be successful misalnya?
Ya, saya kalau saran saya selama kamu masih bekerja, masih terima gaji dari perusahaan itu ya, kamu harus loyal sama perusahaan itu. Nomor satu ya. Nomor satu loyal ya. Betul. Jadi kalau kalian tidak bekerja di sana dan tidak punya alternatif lain dan kamu mengeluh ya salah kamu.
Oke. Ya. Jadi itu itu jangan dilakukan. Jangan mengeluh. I kalau tapi mengeluh itu manusiawi ya.
Mengeluh mengeluh manusiawi. Tapi jangan jadikan itu sebagai ee problem untuk menghambat produktivitasmu. Tanggung jawab itu harus dijalankan. Oke. Maksudnya iya kita punya keluhan tapi jangan sampai mengkontrol apa namanya productivity kita gitu.
jadi malas kerja apa itu jangan sampai betul komplain boleh tapi kerja mesti mentokin juga lah kalaupun ada masalah selesaikan ya ya kan ada problem dengan atasan atau dengan kolega atau dengan bawahan selesaikan segera karena urusan kerjaan itu kerjaan personal life itu lain kita kalaupunya punya permasalahan di luar tetap berteman kan ya ya seperti itu. Jadi jangan jangan emosional untuk untuk dalam dalam pekerjaan. Oke. Jangan emosional juga. Terus juga kedua ee harus selalu memperbarui memperbarui wawasan.
Jadi kalau kita kerjanya di tag H dan kita hanya pada saat itu kita pintar nih, oh saya jago nih untuk programming C++ah katakanlah ya zaman itu ya kan ee saya sudah jago tapi zaman sudah berkembang, sudah sedemikian banyak tools-tools untuk programming yang lain. Bahkan sekarang programming pakai AI pun bisa aduh iya upskill berarti Pak ya. Heeh. Jadi harus membuka wawasan bahwa kalau kita pintar saat itu, saat ini tuh kita enggak pintar. Kita hanya pernah tahu duluan.
Apalagi di teknologi sih. Betul. Jadi itu harus ditingkatkan terus karena kalau tidak ya kita tertinggal. Perusahaan juga akan tahu, "Ah, kamu sudah ketinggalan ganti deh. Jangan salahin perusahaan karena marketnya membutuhkan orang yang selalu update ya.
orang selalu update dengan teknologi dan tahu apa yang mereka jual apa tahu apa yang mereka pasarkan. Nah, itu itu penting. Jadi, pertama harus loyal, harus e grateful bahwa ada perusahaan yang mau mau menggaji kalian. Heeh. Emang of course itu both way ya, perusahaan juga enggak bisa memperbudaknya.
Enggak bisa. I tapi in common sense e kita harus berpikir positif. Lalu kedua itu tadi ee kita harus selalu update. Yang ketiga apa ya? Emm kita harus selalu bisa melihat peluang juga.
Oke. Melihat peluang. Kalau ini dalam konteks masih dalam perusahaan yang sama ya, bukan peluang di perusahaan lain. Jadi di dalam perusahaan sendiri yang sama itu juga memiliki ee kesempatan untuk berkembang enggak hanya di posisi ini. Jadi kalaupun ada posisi yang lain yang kira-kira ee tertarik untuk kita explore, jadi kayak misalnya saya dari engineering eh ada ada opportunity di busnis development dan I apply to that position and dan and dan diberi kesempatan.
Jadi kalau enggak kan aku mentok di engineering terus. Engineering itu kan di balik meja ya. Enggak ada hari ini nih, Pak. Enggak ketemu kita kalau Bapak jadi seperti itu. Jadi terus ada teknologi yang baru tadinya tadinya hanya smartphone aja.
Ee sekarang smartphone sudah semakin lama semakin canggih. Eh sekarang ada teknologi baru untuk PC ya harus berani untuk explore ke situ. Saya enggak pernah kerja di dunia PC, enggak pernah kerja di ee ee yang berhubungan dengan PC atau laptop. Tapi harus e mempelajari, tahu petanya, persangannya bagaimana dan meng-update kemampuan juga untuk di situ. Isu-isunya di laptop sama isu-isu di smartphone itu beda.
Nah, bagaimana to address that issue? Bagaimana menghadapi konsumen atau atau customer bertanya, "Ini laptop lu enggak bisa nge-print?" Ya, carikan solusinya. Nah, seperti itu. Nah, itu. Oke.
Oke. Menarik sih. Ee yang pertama tadi loyalty, ya kan? Ee yang kedua itu upskill eh untuk belajar terus, improve yourself. Dan yang eh ketiga ini take opportunity.
Iya, opportunity itu enggak perlu di luar, tapi di dalam perusahaan kadang-kadang you just have to look for it gitu kan. Mungkin enggak langsung di bukan berarti kamu jangan pindah-pindah. Enggak, itu juga enggak enggak enggak enggak 100% benar juga opportunity ada di mana. Tapi kan enggak selalu opportunity dari luar ada dan kita enggak boleh menutup mata dengan opportunity. Kalau ada opportunity di luar ya jangan ditutup juga gitu.
Kita profesional. Heeh. Dan kalaupun kita berpindah pekerjaan ya pindah dengan baik-baik. Oke. Don't burn the bridge.
Setuju banget. Ee yang mungkin terutama anak-anak yang lebih muda ya. Kadang-kadang tuh suka lebih emosional ya kan. Jadinya kadang-kadang lu pas berhenti kerja aja mesti gimana gitu. Make a point yang akhirnya iya membakar jembatan in a way.
Ya udah kalau misalnya take another take another opportunity tanpa harus dramanya enggak usahlah. Kita enggak pernah tahu di masa depan harus persis membutuhkan bantuan dari perusahaan yang dulu. Persis ketemu lagi di masa depan canggung. Iya. Iya.
Hal-hal kayak gini mungkin ya tadi generasi-generasi yang lebih muda mungkin belum karena belum cukup jam terbang, belum cukup pengalaman, belum cukup ketemu orang belum cukup berilmu gitu. Jadi mereka lebih gampang terbawa suasana hati, terbawa suasana eh gua dapat over lebih tinggi, gua dapat posisi head gitu. Padahal sebenarnya iya belum tentu yang terbaiklah buat dia misalnya. Betul. Ee nah oke tapi kan lagi-lagi kalau ada di luar sana ya tetap ya diperhitungkan juga.
which is fine gitu kan kalau ada opportunity. Pertanyaan saya berikutnya mungkin nanti Stef ada pertanyaan lain. Pertanyaan selanjutnya kalau dari saya ee misalnya nih misalnya ting tiba-tiba nih enggak ada Qualcomm gitu di dunia ini. Ini nih ee apa namanya? E misal-misalkan doang ya.
industri apa eh yang Pak Kentos akan pilih nih misalnya harus pindah gitu ke industri lain. Which industry eh would you choose and why? Saya penasaran tentunya ee suasana paling ideal untuk kerja adalah kalau bekerja sesuai hobi. Nah, kalau ditanya minatnya penginnya apa ya? Kalau di luar telekomunikasi otomotif itu hal yang menarik menarik nih.
Karena kita sudah stokingstoking juga kayaknya ada otomotif nih ya. Otomotif itu kan juga enggak lepas dari teknologi. Iya kan? Jadi, itu tadi marketing mobil 20 tahun yang lalu sama sekarang totalnya beda. He banget.
Mungkin kalau 20 tahun lalu oh ini ee mesinnya 1500 cc, tenaganya 50 horsepow. Iya. Ini kalau kecepatan maksimumnya segini. Sekarang sudah ngomongin oh ini fitur-fiturnya ini ada ada edas, ada navigasi. He.
Jadi bisa bisa tersinkronisasi ke your smartphone gitu. Jadi it's all arahnya ke teknologi semua banget. Dan kita juga ngelihat trennya teman-teman di tekno lompat ke otomotif otomotif ya kan kayak siapa sih yang mulai ngreview-review mobil? Danang Radian lah. I Danang sih emang dari dulu dia main dua kaki tapi kemarin ngobrol sama beberapa anak-anak Tag memang karena sekarang di mobil listrik ya karena karena sekarang banyak mobil listrik ada teknologi di mobil listrik.
Jadi mereka bisa tuh mulai ngomongin soal teknologi di mobil dan lain-lain. Mulai masuklah, mulai ada Iya ada peluang. Iya mulai ada opportunity untuk ke sana. Sebelumnya kan jauh banget. Iya.
Jadi jadi ee teknologi pemahaman tentang teknologi sekarang teknologi luar teknologi otomotif ya teknologi IT dan e computing itu sangat relevan dengan otomotif sekarang ya. H karena otomotif udah udah jelas fungsinya adalah membawa kita dari titik A ke titik B. Tapi dalam perjalanannya itu kan all the experience itu adalah teknologi di luar otomotif. Betul. Iya.
Danang definitely gua lihat per started a new channel just for talking about mobil cars ya. Jadi whole new channel dia maksudnya dia em Malvin kan memang dari dulu memang fokus utamanya enggak di smartphone ya memang dia teknologi secara umum gitu. Iya, lebih generalist best Indotech tuh memang banyaknya handphone dano dan lain-lain lah. Nah, dia created a new channel called Best Indo Cars. Talk About Cars ya.
Gua juga pernah ngelihat WASA juga pernah bikin kayak I don't know if he does it regularly tapi gua pernah lihat lah dia bikin kayak review mobil gitu. Iya. Karena makin banyak opportunity-nya ya, Pak ya buat nyambungin e He. Enggak hanya di Indonesia. E jadi ada satu langganan Cbreakon Summit juga yang dari Malaysia.
Oke. Eh, dia juga sekarang di otomotif ya. Berarti itu emang global trend ya? Iya. Eh, arahnya ke situ.
Oke. Any question? Stef tadi ngomongin mobil ya. Kayaknya Bapak suka nih hobi nih. Kebetulan kita beberapa di sini juga otomotif otomotif entusias juga.
Jadi kan lumayan nyambung kalau ngomenin mobil. Bapak suka offroad nih kayaknya. Iya. Belakangan ini jarang. Jarang.
Satu kerjaannya banyak banget. Oke. Dua, teman-teman yang punya mobil offroad mulai berkurang. Kenapa tuh, Pak? Ya, ada yang dijual, ada yang ee sibuk juga gitu.
Oke. Nah, kalau kita lihat ini kan ada satu model spesifik gitu ya dari Suzuki yang kayaknya Bapak nih emang hobinya tuh hobi banget. Ee nah bisa dicerita kenapa diceritakan kenapa kenapa mobil itu di antara you know sebanyak itu kan jenis mobil. Kenapa yang itu, Pak? Ya mudah enggak enggak merepotkan.
Oke. Jadi saya punya Jimny Iya. Umurnya lebih tua dari Ya ampun. Masa masa sih? Enggak.
Saya masih muda sih, Pak. Saya baru 17 mungkinlah. Oh iya iya. Oh mestinya kita- gitu. Oh iya pastinya.
Iya. saya baru 17 tahun, Pak. Pasti pasti ee ee umurnya jadi itu mobil tahun '83. Wuh, gila. Heeh.
Jadi, jadi saya saya mendapatkan mobil itu mungkin sudah 10 tahun lebih menurut mungkin hampir 15 tahun saya memiliki mobil itu. Oke. Oke. Heeh. Dibeli dengan tujuan karena pada saat itu banyak teman-teman kan offroad ikut oke ikut.
I. Jadi, jadi senang ada kesempatan memiliki mobil sendiri ya diambil tadi ambil opportunity. Oke. Tapi dimiliki terus jadi mainan kan. Jadi menurut saya kalau untuk offroad itu mobil itu enggak dibeli tapi dibangun dibuild.
Oke. Kalau dibeli ya semua orang bisa kalau ada duitnya langsung jempretnya dibeli. Tapi perjalanan membuat mobil dari biasa jadi keren itu kita nikmati. Oke. Ini enggak langsung dibangun keluarin budget sekian puluh juta atau sekian ratus juta untuk langsung bikin ikutin hanya satu-satu.
Oh rusak ya benerin. Oke. Lagi dipakai offroad ada yang rusak ya sudah kalau ada dananya dibenerin. Kalau enggak biarin dulu gitu. I jadi dinikmati itu enggak berasa loh belasan tahun itu sudah berlalu ya.
Oke. Heeh. Heeh. Dan dan menyenangkan. Oke.
Sudah berubah warna sudah tiga kali. Oh gitu. Warna apa Pak sekarang? Pak sekarang masih kuning. Awalnya itu ee biru tua terus jadi biru muda.
Sekarang jadi kuning. Oke. Biru tua biru. Oke. Kenapa kuning Pak?
Biar dari jauh kelihatan. Perhatian. Iya. Iya. Bukan afiliasi partai politik ya?
Mic-nya juga kuning. Iya. M. Kenapa kuning? Kebetulan.
Iya. Jadi, jadi kemarin saya ganti itu biru saya karena mobilnya kuning ya. Terus pada jadi kan kalau kita di kalau di mobil eh kalau di jalan raya itu kan enggak boleh ugal-ugalan. Iya dong. Harus tertip.
Heeh. Bahkan kita mau mau ini mau mau ngegas aja harus ada sopan santunnya gitu ya. Tapi kalau lagi offroad itu enggak ada batasan. Enggak sopan santun ya. Jadi lebih lepas ya, lebih jalan.
Apalagi lagi terjebak di lumpur emang harus digas mati-matian. Nah, seperti itu ya itu jadi kayak senang aja. Jadi melampiaskan. Oke. Kemarahanmu.
Jadi, jadi hobi itu memang jadi form of expression juga ya. Iya, betul. Betul. Jadi, jadi terus juga ini banyak yang kebawa di dunia kerja juga. Jadi pada saat offroad banyak sekali obstacle ya.
Obstacle itu kan harus harus dilewati. Ee enggak bisa obstakle putar balik ya enggak bisa harus dilewati. Itu juga ya terbawa. Kalau ada masalah itu harus di ada problem solving ya. Heeh.
Cari cari solusinya kan enggak mungkin sendirian. Pasti ada teman-teman juga ee tolong tarikin talinya gantungin ke sana tolong lihatin bannya masuk lubang apa enggak. Nah, jadi seperti itu. Teamwork juga tuh. Kerja luar biasa.
Ini ini tambahan. Saya penasaran aja. H kan baru-baru ini keluar tapi Jimny yang baru. Saya penasaran kalau kita kan eh keren juga ya. Nah, buat orang-orang yang udah hardcore nih pecinta Jimny yang dulu pas Jimny yang baru keluar nih reaksinya gimana sih?
Apakah positif, negatif, atau mix apa gimana nih? Kalau saya senang. Senang kan? Oke. Saya senang.
Wah, ada yang baru nih. Jadi, jadi enggak ada enggak ada yang negatif. Happy. Ada produk yang baru, ada aspirasi ke sana, ya kan? Cuman mungkin tentunya aspirasi ke sana kan itu kan aspirasi ya.
Kenapa? Kenapa kok enggak beli? Kan banyak alasannya. Apakah duitnya kurang atau praktikal apa enggak, dipakai atau enggak. Heeh.
Iya. Sekarang kenyataannya mobil Jimny saya juga banyakan nganggur. Karena ya itu di Jakarta ganjil genap, betul, lalu lintas makin macet. Betul. Nah, jadi ya sekarang untuk day naik mobil listrik yang super kecil.
Oke. Ini jadi waktu pertama kali pas sebelum gua baru mengambil tuh ngobrol lah soal mobil listrik. Mobil listrik ya. Oke oke oke oke. Iya.
Ya itu tapi tetap nih di tetap dipelihara itu dijual enggak ada pikiran untuk menjualnya. Oke. Kalau nambah Jimny yang baru ada aspirasi. Aspirasi mah selalu ada enggak? Maksud saya He.
Kalau misalnya suatu hari Heeh. Itu ada Jimny yang baru ini ditukar apa nambah? Oh enggak ditukar lah. Nambah. Oh nambah.
Jadi yang ini nih ini udah enggak bakal ke mana-mana karena udah iconic banget. Mobil itu. Udah udah jadi mobil hobi. Enggak semua orang bisa punya. I ya mungkin kalau kalau 20 tahun yang lalu masih masih cukup banyak populasisinya.
I sekarang sudahudah semakin sedikit makin semakin ini semakin unik. Heeh. Semakin sedikit dan kalau kita bisa mempertahankan dalam dalam kondisi yang bagus dan kondisinya keren enak dilihat sih kan dilihat itu harus enak dan benar proper. Enggak cuman sekedar nambah aksesoris kasih lampu yang banyak itu no. Iya.
I jadi harus benar fungsinya juga benar. itu juga yang ngajarin itu juga dari bengkel juga kalau modifikasi itu yang benar. Oke. Iya. Jadi itulah dari ke kalau dari hobi begitu ya, Pak ya.
Jimni yang baru sangat menarik. Menarik ya. Sangat menarik. Terus sekarang ada yang berapa pintu ya? Bukan cuma tiga pintu jadiad lima gitu ya.
Nambah du ba. Jadi kalau kalau ngelihat komen-komen nih di di review-nya Jimny itu ya karena emang kita udah umur segini generasinya udah beda kan pasti ah mending beli ini mending beli kamu menangming selalu ada Pak ada Pak kalau menangmending i ah R00 juta cuma dapat mobil kayak gitu mending ini katulang ini lagi-lagi kadang-kadang ada hubungannya dengan teknologi juga kan ah masa enggak dapat ini enggak dapat itu juga tuh tricky betul betul Jadi, iya itu kan ee beda ee uang yang dibayar itu enggak melulu untuk fisiknya ya. Jadi, kembala dikaitkan sama smartphone sangat berkaitan. Ada orang berpikir, "Ah, ini fiturnya sama ee kok harganya beda?" Nah, kayak gitu. Samalah sama mobil persis ya.
Heeh. Heeh. Ee R&D kan juga ada costnya ny betul. Enggak datang dari langit, Pak. Ya, kos paling mahal.
Iya. Betul. Oke, oke, oke. Semoga punya bisa punya Jimny baru. Aspirasi, Pak.
Saya doakan, Pak. Warna merah ya, Pak. Kalau yang baru tahu tu warna apa kalau yang baru? Eh, langsung. Oh, kalau warna yang itu yang hijau scotlight itu penonjol.
Saya pernah lihat luar biasa tuh. Ada maksudnya saya enggak ngerti ya, saya enggak terlalu ngerti modifikasinya, tapi waktu itu ada yang ya didandanin lah. Ih, keren juga. Iya, maksudnya saya saya suka sih. Saya saya bukan yang tipe modifikasi, tapi kalau ngelihat orang bikin dengan benar gitu ya.
Iya. Jadi orang tuh bisa bisa tahu kok ee ee even dia enggak modifikator atau enggak antusias bisa bedain betul yang modifikasi benar sama enggak benar. Jadi ya pertanyaan dari Rangga itu ee ada ee saran mungkin eh advice buat orang-orang yang mau kerja baik eh marketing atau bisnis development atau mungkin ee dari sisi teknologi misalnya ee anything Pak mungkin satu dua hal ya. Saat ini persaingan sangat ketat. Nah, sudah sangat berbeda.
Persaingan itu baik persaingan terhadap produk dari perusahaan yang mau kita join. He. Atau persaingan antara kita dengan para pencari kerja yang lain. Talent. I iya kan?
Ee jadi itu tadi jadi mengasah kemampuan kita. Lalu tambahannya apa? Selain kamu tahu tentang programming, tahu apa lagagi? Jadi selalu ya. Iya.
Jadi itulah bisa tapi bisa apaagi? Oke. Heeh. Jadi itu yang membuat si perusahaan akan lebih memilih kalian pada saat ada 10 CV di depan. Sama semua yang membedakan apa ya kan ya.
Oke. Iya. Jadi karenaalah semua 10 CV ini semua jago, semua programmingnya jago. Tapi what else can you do? What can you?
Jadi, terus juga kandidat ini saat ini ya saat ini kan transisi ya ada generasi yang masih generasi tua, generasi muda. Gampangnya gitulah nyebutnya masih ada kan di perus jadi harus adaptif ya. Jadi, jadi harus mau beradaptasi terhadap generasi yang berbeda. Jangan dianggap semua orang itu generasi yang sama. ada ada kompromi-kompromi dan juga pemahaman yang harus bisa kita pahami.
Jangan wah ini ah lu kuno gua enggak mau. Nah kayak gitu. Heeh. Jadi open minded. Heeh.
Oke. Seperti itulah itu inting gua itu. Oke. Dengerin ya Rangga ya. He.
Anyway eh Pak seperti saya bilang di awal ngobrol sama Pak Kantos nih. It's always fun, it's always insightful, informational semuanya lah dan dan selalu lancar. And for that kita ee terima kasih banyak sudah join the program. He thank you, Pak. Ee harapan kita suatu hari nanti bisa datang lagi mampir-mampir kalau ada update-update tertentu kita ngobrol-ngobrol lagi kayaknya senang hati.
Mantap. Anyway, eh lagi-lagi that's it for us. E gua Mercy. Sini ada Pak Kentos. Di sebelah sana ada Stef eh ada Chris the producer.
Ada Rangga juga yang bantuin kita hari ini. And this has been another episode of Proxemix. Thank you. [Musik]