Apakah kerja 9 pagi–9 malam, enam hari seminggu bikin kompetitif — atau cuma jalan cepat menuju burnout? Proxemics 009 edisi Full House, di mana tim mendebat budaya kerja ‘996’, lalu membedah kesepakatan dagang AS–Indonesia yang timpang, perang harga mobil listrik di GIIAS, dan survei eksklusif pengguna EV.
Debatnya menimbang jam kerja panjang versus burnout, membandingkan 996 dengan konsep 4-day work week, dan mempertanyakan apakah grinding di awal karier benar-benar perlu — atau justru produktivitas lebih penting ketimbang lamanya waktu kerja di tengah race to AI global.
Segmen dagang mengupas kesepakatan di mana produk Amerika kena tarif 0% sementara ekspor Indonesia kena 19% — dan apa dampaknya bagi konsumen, akses mineral, pembelian Boeing, hingga tekanan agar Indonesia menyesuaikan regulasi buruh dan digital.
Di GIIAS, BYD menyulut perang harga, netizen mengadu domba pemilik mobil bensin dan listrik, dan tim menamai rombongan ‘Rojali & Rohana’ — pengunjung yang cuma lihat-lihat dan nanya-nanya — sambil menimbang dampak ekonominya bagi agensi dan industri kreatif.
Segmen tamu menghadirkan Garda Maharsi membedah survei independen Praxis atas 1.200 pengguna EV di 12 kota: 79% lebih puas, terutama karena biaya operasional murah dan pragmatisme, meski banyak yang mengeluhkan infrastruktur pengisian (SPKLU) dan fitur mobil — menegaskan perlunya ekosistem penta-helix.
Tambah kontroversi royalti musik — kasus Mie Gacoan — dan kabar program apresiasi ke SXSW Sydney, jadilah round-table yang padat dan penuh opini. Kalau Anda ingin sudut pandang marketer soal budaya kerja, dagang, dan momen EV Indonesia, edisi Full House ini juaranya. Layak ditonton.




YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.
Transkrip otomatis dari audio asli (Bahasa Indonesia) — belum disunting.
[Musik] Welcome to another edition of Proxemics, another episode of Proxemics, Full House Edition. Hari ini lengkap bersama gua Mercy, sebelah gua ada Steve. Di sana ada Sofyan, di ujung sana ada Adwi. Wuh. Anyway, geng, langsung aja kita yang pertama itu eh beberapa perusahaan di Amerika menerapkan startup ya, Silicon Valley gitu.
Dia pakai sistem kerja 996. H mungkin untuk menjelaskan apa itu 996 kita kasih ke orang yang pernah hm menggunakan cara kerja 996 ini. Apa itu, Stef? 996 ini ya. 996 itu mekanisme kerja dari jam 09.00 pagi s jam 09.00 malam 6 hari seminggu sana sampai Sabtu.
Hm. He. Yes. Biasanya itu kan di Chinese Company, right? Chinese companies itu menggunakan 996 itu.
Nah, gua sekarang ngelihatnya lucu aja bahwa even the Americans yang biasanya ya not the most line dibanding Europeans ya. Kan Europeans kayaknya laid back banget. Tapi untuk mereka eh I don't know just just to make their competitive bisa get things done. Mereka mengadopsi pola kerja 996 ini. Menurut lu gimana?
What do you guys think? Apakah ujung-ujungnya kita kalau mau berkompetisi misalnya apakah mesti kayak gitu juga atau ini cuman preference yang mungkin enggak punya meaningful impact? Oh, cerita dulu ya. Dulu tuh labor tuh kayak apa? Banyaklah ada child labor lah, semua orang kerj seg dan enggak enggak enggak terlindungilah hak-haknya segala macam.
Akhirnya dibuatlah regulasi misalnya perlindungan pekerja makin modern itu apa zaman makin ya perang ideologi juga kan ada banyak ideologi lah waktu itu. Menurut mereka secara kapitalistik itu mengeksploitasi pekerja lah akumulatif. akhirnya di dibuat ee regulasi untuk melindungi pekerja supaya apa yang diakumulasi oleh apa akumulator itu juga bisa apa terdistribusi dengan baiklah di ke pekerja. Nah, makin ke sini makin ke sini kan kan yang mengadopsi banyak perlindungan itu kan Eropa kan ya. Zaman dulu waktu revolusi industri itu kan banyak pekerja yang dieksploitasilah anak-anak kerja sampai orang tua segala macam tanpa batasan perlindungan baik keselamatan, jam kerja dan lain-lain ya.
Makanya terus kemudian karena ada banyak pertentangan ideologia lah dulu itu di maksudnya sistem kapitalis itu sangat menghisaplah buat orang-orang pekerja pekerja ini. Akhirnya dibuatlah peraturan ideologi yang lain melindungi pekerja dengan misalnya memberikan hak-hak, membatasi jam kerja segala macam itu itu semakin modern semakin semakin diskursus ee pertentangan ideologi itu makin ee apa namanya berkembang itu perlindungan-perlindungan terhadap hak-hak pekerja itu makin besar. ya makin baik. Nah, tapi persoalannya adalah kemudian dan itu kan banyak diimplementasikan di karena perdebatan diskursus itu banyak di Eropa, jadi banyak yang mengimplementasikan itu di Eropa yang kemudian translate ke Amerika juga segala macam. Nah, persoalannya di negara-negara mantan negara yang pernah dijajah, mantan negara-negara yang pernah dijajah ini belum belum sampai ke situ, gitu.
Nah, artinya kan sekarang perdebatannya ini adalah kita nih mau bicara pertumbuhan ekonomi itu berdasarkan karena etos. Etos itu artinya pertumbuhan apa? Kerja keras manusia-manusia itu atau karena memang ada persoalan struktur gitu misalnya ditindas yang tadi segala macam. Jadi kira-kira gitu. Nah, cuma kalau kita mau lihatnya sederhana ini beberapa negara yang menerapkan 996 gitu ya, kayak yang yang etos kerjanya kuat yang kita lihat ya kayak Cina, kayak Jepang I ya itu kan cepat banget apa namanya tumbuh atau bangkit dari kehancuran Jepang tahun 5 misalnya habis dibawa nuklir cuy dua biji terus sudah semua infrastruktur hancur semua apa manusia-manusia sumber dayanya enggak ada gitu yang pintar-pintar daripada mati segala macam Tapi dia bisa dalam waktu 20 tahun gitu bisa bangkit betul.
Dan di tahun 0-an tuh sudah jadi raksasa ekonomi, sudah cukup bisa berkompetisi gitu. 30 tahun tuh ya, 30 years. Gua sih lebih enggak sejauh itu ngelihatnya ya dari Sofyan ya, maksudnya itu filosofi banget, ngelihat sejarah, history, dan lain-lain ya. Gua lebih ke simpel aja sih. Heeh.
996 itu mungkin works for certain industry yang very fast pace gitu kan kayak detect you know when you have to adjust when you have to you have to be very agile anytime anywhere gitu cuma ada beberapa industri yang kayaknya enggak perlu-perlu juga sih lu harus 996 gitu kan karena kalau gua merasanya high performance itu enggak necessarily harus begitu juga heeh karena the culture of 996 tuh take a toll on your body sih iya mungkin longevity-nya tuh enggak dapat ya jadi secara badan lu hancur aja sustainability secara em secara long term effectnya menurut gua it doesn't it doesn't justify lah lu lakukan itu. He. Jadi itu sih gua sih simpel aja ya, maksudnya I'm not against it, I'm not into it, tapi gua lebih kayak is it really necessary? Apakah outputnya itu really worth doing it? Karena secara long term I don't think it's realistic and I don't think any job itu worth your health.
H kalau impact siu iya kalau kita bicara tentang industri kreatif itu agak enggak mungkinlah ee si mau 9 96 atau 969 itu diterapkan untuk industri kreatif. Tapi kalau untuk industri manufaktur, industri yang lainlah ya yang ini titik tolaknya kan produk produktivitas. Untuk mencapai produktivitas ee ee jam kerja itu memang harus lebih panjang ya. Enggak juga cuy. Ada bisa enggak?
Enggak. Makanya sekarang banyak lu manufactur tuh pakai robot ya. Lu 24 jam dan bukan 996 lagi lu udah 24 hour 7 days a week. 247 2477 dia kayak banyak-banyak perusahaan China yang actually udah deploying robot to actually make their product I he ya tapi enggak semua bisa tapi terlepas dari itulah ya maksudnya ee konsep-konsep ini kan banyak sekarang ada lagi konsep ee eh 4 day work week kan 4 hari kerja ee gimana lagi maksudnya pada akhirnya poin gua yang mau gua bilang dari tadi susah banget menyampaikannya itu adalah ini tergantung industrinya nya ada industri yang bisa 4 day work week, ada industri yang 996, ada industri yang 969 gitu kan. Terserahlah, tapi tergantung industrinya.
Kalau kita yang bekerja di industri kreatif enggak cocok? Cocok cocok enggak? Iya, enggak cocoklah. Oke. Heeh.
Enggak cocok. Konsep-konsep yang tadi juga sebenarnya enggak cocok semua karena kan jam kerja kita itu kadang-kadang ee enggak dibatasi dari matahari terbit. Kadang-kadang kita harus kerja malam. Iya. Oh, kadang-kadang misalnya e inspirasinya datang malam Ilham datang gitu.
Enggak kalau gua subuh gitu gua subuh malam-malam guaakam enggak enggak gua sih kalau bingung dulu perasaan maksud gue ya jangan pakai perasaan. Oh enggak enggak enggak enggak. Seingat gua ya kerja gua lumayan panjang juga ya maksudnya untuk sampai level saat ini gitu. Tap tapi lu pernah enggak kerja yang 996 technically? Technically kerja nih ya.
Kerja tuh apa dulu? Enggak enggak lu masuk kantor jam 09.00 pulang jam 09.00 malam 6 hari. Enggak pernah kan lu? Pernah. Iya bukan.
Tapi begini gua ingat banget banyak ngomong air air air air. Enggak enggak gini. Tapi tapi kalau praktiknya K poinnya Adwi soal pekerjaan kita tidak bisa dihitung dengan lu bangun melek matahari terbit lurus mulai itu emang benar sih ya itu. Iya iya kan. Terus secara kalau misalnya lu di sales gitu lu ngejar komission.
Nah itu beda cerita tuh lu ya the more you are in the office the more you make calls the more you meet people. potensi lu ketemu komisi lu lebih tinggi gitu lah. Target lu tercapai. Nah, itu masih bisa tuh ya. Enggak gue ingat dulu maksudnya kayak 34 tahun pertama kerja gua ya di satu lembaga lah itu office hour-nya resminya kan jam 0.00 sampai jam 0.00 sore.
Eh, sori jam .00 sore 8.30 8.30 8.30 sampai jam .00 sore ya kita pernah se kantor ya. Heeh. Terus tapi setelah itu gua melakukan things lain gitu kayak bos gua ngajak gua pergi ke sini ketemu orang ada kerjaan ini karena besoknya ada apa. Jadi enggak pernah actually pulang jam .00 sore juga pulangnya bisa karena rumah gua jauh waktu itu. Jam bisa sampai rumah gua jam 10.
Jam malam jam 09.10 terus besoknya gua kerja lagi ya jam 08.00 lagi. Artinya kan itu masih in the span of apa jam. sampai jam 09.00 malam kan begitu kan kira-kira malah bukan lagi 99 tapi 8 sampai jam 09.00. It's just interesting because the competition is just so higher kali tougher gitu sampai lu mesti mikirin gimana caranya untuk bisa eh competing dan ada satu statement yang paling menarik itu eh gua lihat di sosial media lah somewhere nanti kalau ada gua share. Intinya sekarang ini The Race to AI itu hampir sama ambience-nya tuh sama kayak dulu The Race to the Moon, you know, eh 40 50 years ago.
Jadinya kayak orang-orang nih beneran ngegas banget. Ada arahan dari pemerintah, "Hey man, whoever conquer this new frontier tuh akan come up on top lah." H. He. Oleh karena itu mereka coba ngegas waktu sebanyak-banyaknya. Ee ya lu lu bantai terus lah.
Jangan kenal. Don't limit yourself dengan the traditional working hours. I think that's the the point, right? Go beyond it. Spend more time, make things happen faster, gitu kan.
Heeh. Of course. Yang tadi Stefang, gua juga perhatikan dalam konteks ini. Enggak mungkin badan lu kuat melakukan itu for three decades, mati mungkin lu di dekade kedua gitu ya. atau at least eh you can argue setelah dekade pertama lu melakukan itu mungkin lu udah kayak keperes habis lu lu enggak bisa ngapa-ngapain lagi.
Jadinya ujung-ujungnya in the long term lu enggak menjadi talent atau orang yang mencapai your maximum potential juga mungkin ya lu habis bensin lah. Jadinya everything needs to be balanced tergantung industrinya. Gua setuju but it's just interesting bahwa untuk kali ini justru dari Amerika lu e bari barat ngelihat ke timur gitu. Iya benar. Untuk makai jam kerja yang lebih agresif.
Betul. Di Indonesia kan udah mulai ada pembicaraan days, work week. Gue termasuk orang yang percaya bahwa enggak ada korelasinya antara lu waktu kerja panjang dengan produktivitas. Jujur aja gitu ya. Enggak.
Maksudnya ada orang bisa ngerjain sesuatu 5 menit, 10 menit, 20 menit. Yang lain ada yang sejam. Oke. Misalnya lu, lu punya talent ya di bawah lu. Apakah lu biarin udah udah selesai 10 menit ya lu nganggur aja terserah lu.
Apa lu gas terus dong. Enggak, enggak gua pay him based on his out, his or her output. Ya, maksudnya kalau semakin gua minta sesuatu lebih dari dia, gua akan bayar lebih. Iya. Itu itu bayangannya tergantung berapa banyak dari Thailand dia yang bisa kita jual kan gitu kan.
Kayak kita kan secara perusahaan nih, kan gitu. Hm. Itu aja sih ya. Tapi ini ini lagi-lagi gua ngomongin kalau misalnya yang younger than us lah. Kalau kayak kita kan ya udahlah ya lu kerja ya lu makin kerja lu makin ada gitu kan gampangnya.
Tapi kalau yang kecil-kecil, yang baru-baru ini gua mikirnya honestly the more you expose yourself to the problems, to the solutions, lu lebih cepat, cuy. Lu, lu mau putter-putter kayak gimana ya enggak tahulah caranya gimana. Tapi it's it's hard to argue with that, gitu ya. At least dari sisi gue, perspektif gua, gua mengalamnya itu. Pas gua spend more time e memperdalam bidangnya, industrinya, ya lu kelihatan juga gitu hasilnya.
Sedangkan kalau misalnya ya udah deh kita exactly gitu eight hours ya 8 hours that's it gua enggak akan kasih lebih kasih e kurang feeling gua yang spend 9 10 jam ini pasti ya lebih lebih cepat tumbuhnya itunya aja sih gua sih tentang dimaintainya different he gua maksudnya ini jadi gua mengingat masa-masa awal gua kerja di agency dulu gitu ee 5 tahun pertama tuh kayaknya gua kerja lebih dari 996 iya heeh gua Gua kerja tuh ee ee pagi gua ee berangkat kantor, gua pulang itu jam 10. Jam 11.00, habis itu Sabtu gua masih kerja. Iya, betul. Heeh. Ee dan itu berlangsung bertahun-tahun, bertahun-tahun, 5 tahun, 6 tahun, 7 tahun.
Masuk tahun keet7uh itu gua udah punya capability untuk bikin kantor sendiri gitu kan. Kasarnya ee itu belah praksis gitu kan. ambil breaking dia itu maksudnya bukan ambil breaking tapi memang proses itu gua lalui. Iya. I grinding itu enggak grinding bohong enggak?
Poinnya adalah tadi kan kita ngomongin perspektif kita saat ini, tapi kalau ngomongin soal argumen itu when you first start tuh beda lah. Each of the stage of our life tuh the way you see things also differently, right? He kayak anak-anak yang mungkin your first job, your first experience ya lu taruh 8 jam dibandingin sama udah 10 tahun di role itu ya kalau lu tahu 8 jam ya you didn't learn anything. Banyak juga orang-orang yang switch off aja gitu setelah 8 jam udah gua enggak mau tahu lagi urusan kerja. Padahal kan di industri di industri kita itu your brain needs to be on lah all the time.
Yeah. You need to expose yourself to more to anything lah. Mungkin lu enggak kerja per lu kerja duduk di laptop tapi when you see things, when you talk to people, when you try to connect it with your work, itu tuh somehow it it it will help you learn faster. I but in in anything, man. Maksudnya gua gua enggak tahu ya orang-orang ya.
Tapi kalau gua, lu keluar, even lu di luar itu kan you observe things dan you know nine out of 10 lu berusaha ngrelate to what you do gitu. Oh ternyata ini lagi sepi ya billboard ya. What does that mean? Oh berarti beneran ya orang lagi enggak spending. You know like simple observations.
Ujung-ujungnya tuh ada hubungan dengan pekerjaan lu sehari-hari. Tapi maybe the difference bahwa ya itu hidupnya, right? That's probably the life we chose, right? Jadinya udah enggak ada separation gitu antara kerja physically. Iya lu di kantor man, lu mau liburan mau ke mana pun lu you're learning things.
Lu ngelihat apa yang bisa dibawa ke Indonesia. Lu lihat apa yang bisa diterapin di kantor, anything, right? You just never stop eh learning atau working lah in a sense. Physically maybe lu enggak ada di kantor tapi otak lu enggak pernah berhenti, man. You always try to figure out things.
E gimana caranya make things better diod work aja ya. Tapi as kita makin berumur gitu ya. H kalau dulu kan grinding apa ngumpulin knowledge ada komponen fisiknya lah kalau dulu kalau udah makin berumur kita nonstop thinkik lu percaya enggak gua gua nonton baca-baca apa itu yang di kepala itu malah tambah banyak gitu ya kayak apa perdebatan-perdebatan apa pemikiran atau apapun gitu makanya kayaknya gua gua baru enggeh ya bahwa apa ada lagu-lagu suara dari kepala apa itu orang-orang yang di umur 40-an gitu cuy suara dari kepala lah screenshot memang banyak gitu di kepalanya dan tapi kan lu ada dengar-dengar suara-suara gitu mengajak lu itu skits enggak tapi gini intinya yang semakin kita ini yang yang dibutuhkan dari kita kan wisdom-nya apa making decision apa gituitu dan dan itu enggak nonstop lah dari pagi sampai siang sampai malam itu ada terus oke ya itu work culture ya nah berikutnya akhirnya ini tarif beres ya kan ih gila dengan bangga mereka mengumumkan 19% 19% untuk barang Indonesia ke Amerika, 0% untuk barang Amerika ke Indonesia. Menurut lu is this a good deal, Sofyan? Gue eh menurut gua sor di sana cost produksinya juga udah tinggi cuy.
Kalau mau banding-bandingin gaji hourlynya Amerika kayak di sini gaji orang seminggu kali maksudnya. Benar kerja sana sejam gitu, ini gaji orang di sini seminggu begitu misalnya. Jadi dari sisi cost produksi aja sudah enggak imbang satu. Kalau soal kualitas gua enggak tahulah. Terus iya memang ini soal penghargaan terhadap pekerja juga sih pada ujungnya.
Tapi kalau gua lihat ya, apa sih barang-barang dari Amerika yang kita pakai day gitu? Hari-hari kayak consumer. Consumer apa cuma? Iya. Lu paling high level snacks ya kan yang kayak gitu-gitu yang beli siapa?
Paling X yang gua gua makan sih merek lokal-lokal aja yang gitu. Iya, maksudnya gitu-gituan doang intinya yang gua bilang yang setiap hari lu terekspos sama itu paling mobil lah dulu misalnya ada misalnya misalnya apa motor gandum kan mereka utamanya gandum gandum siapa sih makan gandum makanlah roti orang makan enggak lu bikin indomi aja pakai gandum cuy i oke itu gandumpos sama satu lagi cuy kedele kedelai kedeleai itu tempe kita tuh yang ok itu dua Dua item itu sih sebetulnya ya yang paling tapi kan gini maksud gue kalau barang-barang kayak gandum kayak kedele kalau tarif masuknya 0% artinya lebih murah dongai sini does it make sense kalau masuk akal dalam konteks sekarang gua bilang makes sense paling baik dan gini barang-barang teknologi yang masuk kan paling kan gitu kan nanti kan kayak mesin-mesin apalah software yang masih produksi di sana segala macam kita berat gitu. K iya kita bisa terekspos itu dengan harga yang lebih murah dan mungkin mungkin kayak waktu Cina dulu apalah apalah kita bisa ada transfer teknologi atau apapun namanya lah misalnya ya gua enggak tahu ya di deal itu ada enggak ya tapi itu banyak gambaran gua ya. Nah, ketika kita ngomong soal deal ini secara umum ini kan dia bukan cuman soal tarif kan bukan adaampanca neraca perdagangan betul ada samping-samping terus ada samping-sampingnya yang yang menurut gua lebih menarik itu tuh adalah ee ee akses ke mineral Indonesia yang yang mengikutinya ee pembelian ee Boeing deal. Part of the deal.
Part of the deal. Jadinya lu enggak bisa menilai itu seb cuman bagian tarif. Heeh. Si tarifnya doang 19%. Tapi yang jump in the band wagon-nya nih juga ada nih.
Ya enggak. Dia kan tadi tanya konteksnya ke gua bilang kehidupan sehari-hari dulu nih. Nah setelah kan kalau untuk bicara itu artinya kita bicara neraca perdagangan. Tahu sektor yang kita akan bali lebih banyak adalah Mi energy. Iya.
minyak gas kita akan beli lebih banyak gitu. Iya. Lu punya akses ya maksudnya mereka punya kita ini I think it's it's a good deal dalam konteks eh gua gua juga ngelihat secara regional ya kan ini ada urusan dengan eh Thailand, Vietnam di mana mereka dijadiin proxi kan sama Chinese companies. Iya numpang lewat dan sekarang lagi diselidiki gitu kan. Transhipment apa?
I transitment lewat doang. Heeh. Vietnam juga kena tuh. Menurut gua berarti ada peluang cuy buat Indonesia nih untuk masuk ke pasar Amerika juga dan 19% lah daripada lu Cina 200% barang lu harusnya bisa lebih produktif dong. I ini L itu L ya kan berarti kayak zaman dulu itu ee ada kalanya di mana lu ke luar negeri ke mana-mana lu belanja gitu beli sepatu beli baju H he me in Indonesia juga ya mungkin kita bisa balik ke situ at least Iya waktu dulu ya Heeh ee sekarang mungkin at least that industry bisa hidup lag ee sama ya gua gua penasaran apakah dulu kan di sana diumumin kan eh kita punya akses ke pasar Indonesia nih based on this deal.
He. Apakah jadinya nanti ya itulah the Ford, eh the GMC, the whatever itu oke kalau gua enggak dipajakin bolehlah gua bermain, tapi kalau lu kasih gua pajak sini gua ngapain enggak worth it gitu. Tapi jujur gua excited sih maksudnya gue gua besar di zaman di mana barang-barang Amerika tuh harganya mahal-mahal banget dari gua kecil ya mungkin kalau zaman-zaman dulu yang sebelumnya yang tahun 6070 itu barang Amerika banyak murah-murah lah karena hubungannya masih bagus si tapi waktu gua tumbuh itu gua enggak enggak terlalu banyak txpose sama barang Amerika karena mahal gitu iya tapi sekarang gua kalau misalnya tarif 0% mungkin akan lebih menarik ya lu Ada Mustang gitu. Asik Sofyan mau pakai Mustang dia. Dod dodge dod tetap lebih cepat mobil gua yang sekarang.
Oh iya i ya sombong dia. Bisnis apa nih ya nanti ya? Coba kita pikirin lah atau mungkin yang nonton punya ide. Asik. Karena dari sana ke sini 0% apa yang bisa dijual di sini?
Asik. Tapi e oke that's one thing ya. Tapi kalau kita mengaitkan ke topik pertama kita tadi soal labor. Rupanya di sela-sela itu juga ee kita punya punya kewajiban untuk memenuhi ekspektasi Amerika supaya align dengan WTO dan eh G7 policy dia baru nyontek di itu kita enggak usah bahas. Asik enggak gua udah tahu itu.
Gua cuma nunggu gua cuman tunggu momen aja untuk menyampaikan poin ini gitu kan. I jadinya Heeh. kayak hak-hak buruh ee nih ada di sini nih transparansi ee kebijakan itu bagus itu bagus proteksi digital itu tuh harus align dengan warah standarnya mereka enggak enggak enggak enggak gua enggak lihat ini itu apa sebagai suatu ya par atau apalah kadang-kadang ini ya h negara-negara maju itu suka bikin peraturan yang dia sendiri bisa mainin tapi negara-negara berkembangnya belum bisa main gitu. Iya, curang namanya. Kalau dia menang peraturannya diterapin, tapi kalau dia kalah peraturannya di cabut.
Oke. Soal EBT tuh misalnya, lu tahu enggak kenapa Amerika check out dari apa dari perjanjian soal energi baru dan terbarukan? Karena teknologinya Cina untuk EBT ini sekarang sudah much cheaper daripada produknya Amerika. ya ketika dia diimplementen energinya akan murah Cina nanti EBT ya kita ngomong EBT energi baru dan terbarukan whatever whatever lah. Nah, Amerika ini enggak playing field-nya udah enggak udah terancam.
Dia cabutlah dari EBT perjanjian EBT itu kan gila. Hm. Maksud gua kalau dia ngerasa enggak mung ya udahlah semua orang gua gu gua enggak yakin itu the soul reason tapi partially gua setuju lah pasti gara-gara itu juga gitu. Tunggu dulu nih. Anyway.
Anyway ya itu itu tariffs lah menurut gua. It opens opportunities. Heeh. Eh, Bro, secara kreatif industri PR, marketing, whatever, eh bakal ada brand-brand Amerika, Brother, ya kan? Disambutlah, ya kan brand-brand ini mau masuk Indonesia gimana caranya bisa ee dikondisikan ya kalau misalnya ya Tesla gitu kan, nyari public affairs, siapa yang handal di Indonesia, kan kita bisa tahu.
Iya. Heeh. Siapa kita cari bukan di sini orangnya? Siapa? Siapa?
Tapi gitulah kurang lebih. Oke. Ee Gias. Kalian udah pada keegi GIA belum? Gua lagi enggak mau keegias karena takut jajan.
Takut jajan mobil, cuy. Jajannya jajannya luar biasa mobil kayak the last GIAs 2 tahun terakhir nih gua selalu beli mobil 2 sori bahkan dari sekarang tahun berapa? 2002, 2023, 2 2004 gua beli mobil terus 3 tahun berturut-turut di GIA. 3 tahun berturut-turut di gias. Karena biasanya kan kalau di gias, lu beli di Gas tuh ada gimik-gimik macam-macam lah.
Yang baterai charger lah. Inilah itulah beli mobil dulu tuh apa dapat bonus apalah gitu-gitu undian berhadiah lah apa lucu-lucu. Gua pernah dapat emas cuy. Dapat emas gua ya. Enggak enggak lu bisa bilang lu dapat emas kalau lu beli mobilnya kan lu beli.
He udah dibeliudah dapat emnya. Dapatlah. Berapa gram? Ada dua orang tuh mas-masnya di depan. Gua menang 20 gram, cuy.
Tapi jadinya lu tahun ini enggak datang? Enggak. Karena gua apa yang lu dengar? Ada yang lu dengar dari jauh? Yang gua dengar dari jauh ya ramai aja.
Mobil Cina apa makin mobil elektrik Chinese dan non Evis dan V eh hybrid electric vehicle juga lagi ramai. Ee yang range-nya katanya bisa 1500 kilo. Buset. Terus Byd melakukan gebrakan gila-gilaan katanya. Harga murah theo satu ya.
Nyebutnya gimana? Etoan gitu ya. Etoan. Atoi. Atoi.
Atoian. Dia gila loh mobil R00 juta. Buset kita dulu punya duit R juta mau beli mobil bingung cuy. Dapat second. Iya enggak sih?
Iya enggak? Bahkan LCGC itu 200 something kalau enggak salah yang layak di menurut gua ya mobil baru di bawah R juta. Heeh. Ya, ada salah satu gu kita yang punya sih. Cuma maksudnya gua pernah naik itu terus kayak ya okelah yang penting jalan.
Tapi yang fenomena yang menarik tuh sekarang kalau kalian ngikutin eh baca-baca trad lihat-lihat komen tuh malah eh Facebook ya malah kayak pemilik mobil ICE sama mobil EV tuh kayak diadu gitu loh. Hm. Ini jadi kayak argumen mana lebih baik. Sedangkan kan sebenarnya that's beyond the it doesn't have to be either or lah. Enggak.
Iya. Sebenarnya kan bukan itu cuma itu lagi ramai karena keluarnya si ato satu ini bahwa mobil pertama lu should it be this atau lu Oh konteksnya mobil pertama logo green car. Jadi kayak jadi lu jadi dikompetisikan gitu. Jadi lucu aja maksud gua kayak lah kok jadi perdebatannya Ice atau EV. It's not about that.
It kan orang punya kebutuhan masing-masing. Mobil pertama lu ya. Kalau orang sering keluar kota, belilah lu mobil ice. Kalau ya tapi kan ee ya that's another thing lah. Cuman sentimennya tuh yang gua baca-baca ya, sentimennya begitu dia ee mengeluarkan ee dengan harga murah itu ee BYD.
He. Tiba-tiba beberapa brand lain nurunin HP terpaksa tanda kutip menurut paksa untuk match itu price war. Jadinya ee sentimen di ee sosial media mengatakan bahwa apa rasanya jadi orang yang beli brand-brand lain dengan sebelumnya? Sebelum sebelumnya brand itu Heeh. Benar.
Jadi ya serahlah ya. Maksudnya ini kan soal peruntungan lu aja ya. Enggak, itu decision lah maksud gue. Ya, lu harus tahu decision ketika lu ambil putusan jadi first buyer. Ada risiko risikonya gitu ya.
Kayak Mercy misalnya contohnya dan yang harus dilakukan lu harus berdamai dengan situasi bro. Lu lu lu rayakan aja ya kan gua sebagai di sini ya. I the earliest adapter. Asik. Dia beli mobil listrik harganya hampir R miliar.
Sekarang kita beli cuma 600. lu nikmati bahwa lu udah pakai, lu happy, enggak ada masalah. Kan benar kan yang gua omongin ke lu kan yang gua omongin ke lu kan biarnya dia beli dulu entar juga dia lu persis lu ngomong entar 2 3 tahun lagi juga harganya murah kita beli. Tapi menurut gua emang harganya lebih murah. Tunggu dulu bukan jangan yang barang gua beli lah.
Of course lu udah 3 tahun lu harganya murah. Tapi yang lain in general apakah lebih murah? Ya iyalah. Maksud lu apa? Engine yang lebih murah dari apa?
Misalnya the model that you get sampingnya mereka lah. The kiri kanannya emang jadi semuanya lebih murah. Tapi iya kecenderungannya harganya lebih murah. Hm. Kayak mobil gua saat launch tuh 699.
Tunggu dulu jangan mobil lu. Ini mobil dia. Kita ngomongin mobil dia. Oh. Bukan, bukan maksud gua.
Kalau misalnya overtime of course. Tapi nih yang seri barunya udah ada belum? Udah. Punya berapa? Apakah lebih mul apa sama juga karena lebih baru?
Itu pertanyaan gua. misalnya seri barunya kagak mm MG5S misalnya nih ya mobil A mobil A versi 1 dijual 3 tahun lalu 750 misalnya nah ini mau keluar lagi nih mobil A versi 2 facelift or whatever sama itu maksud gua engakak sih tapi ya tapi bukan itu yang yang menjadi pembahasan gua dengan Sofyan itu gua tahu tapi gua gua penasaran harganya tuh turun apa enggak gua penasaran Enggaklah. Enggak secara umum. Kecuali kayak gua kecuali kayak gua dapat diskon Rp75 juta. Ya udah gua beli atau tiga atau tiga lah terserahlah.
Ini gua lihatnya semua udah tahap acceptance nih. Kalau five stages of grief lu udah tahap menerima semua. Ini pendapat gua ya. He pasti akan lebih murah harusnya. Kenapa?
Tunggu dulu. Kenapa enggak mobil ICE lebih murah? Mobil Ice lebih lebih murah cuy. Anj. Jadi menurut lo Honda Civic tahun '95 sama sekarang sama harganya?
Heeh. Enggak mungkin. Oh, enggak. Itu maksud kenapa enggak tambah murah? Ngerti enggak lu?
Oh, kalau secara interm nilai uang mungkin sama, cuy. Enggak cuy. Maksudnya gimana? Ih, lu accord sekarang R800 juta, Bro. CRV berapa sekarang?
About 500, 600. Enggak, enggak lebih cuy. 800 800 cuman baru 14 tahun lalu R00 juta, Bro. Sekarang 7 berak tambah murah. Berapa tahun lagi?
Berapa tahun lalu? Tahun 2010, 2011 400 kayaknya itu. 300-an cuy yang baw 400 ya gini itu karena menurut gua ya apa kita tunggu dulu kita dibodohi aja sama produsen bukan produsen cuy marketing sama negara kebijakan loh cuy kalau lu cek di Jepang harganya sama. Berarti kan lu pernah nonton enggak sih kayak influencer Malaysia ng-review mobil? Lu mau lu bakar enggak sih mobil lu?
He. Pajaknya kacau, cuy. Iya. Polisinya ini yang mau gua angkat berikutnya. Taxation without representation.
Lah asikon party. Gila nih apa nih? Mana udah dipajak ini kita dapat apa anyway itu buat nantilah. I tapi it's interesting anyway bro itu ramainya gua udah kita gua sama Steve kayak offroad gitu parkirnya udah enggak tahu di mana men seriusan R rame banget antusias asli nah ini kan ada fenomena baru kan Rojali Rohana Rohana Rohana kalau Rojali gua tahu banyak nanya banyak nanya ya Roh hanya nanya nanya Rohana oke nah itu itu makanya kemarin Kita juga sempat ngobrol sama Daneng kan ee Danang Aradian jadinya. Tapi itu ya menurut dia itu part of the ecosistem, Bro.
Ada orang yang cuman ke situ untuk ee belajar, nyari edukasi, refreshing, tapi semua itu ada matematikanya lah. Pada akhirnya tetap ada SPK gitu kan. Nah, penasarannya memang untuk tahun ini kan selalu gitu kalau buat jurnalis ya. Pada akhirnya pas recap naik apa turun SPK. Betul.
Siapa paling tinggi? Siapa paling rendah itu-itu aja kan yang paling ee menarik. Tapi kalau dari apa namanya ee eTEST ya cuma ngelihat kasat mata rame cuy hari Selasa gua enggak ngerti itu orang-orang it's a week days terus tuh lu ngapain ya? Jadi pengangguran enggak ada duitnya pameran nanya-nanya jadi Rojali dan Rohana dan dan secara secara harga entrance-nya tuh naik loh dari tahun lalu itu seingat gua tuh tahun lalu tuh Rp50.000 seingat gua ya sekarang berapa R5.000 naik 50% cuy gua bisa jadi salah tapi seingat gua tuh ada kenaikan lah tahun lalu seingat gua enggak R5.000 lah. Tapi intinya dengan dengan segitu pun jumlah antusiasme manusia yang datang compare to tahun lalu gua datang jauh banget.
Ini banyak banget di hari Selasa siang. Iya iya. Ee jadi ada berapa brand sih yang banyak banget ya? Puluhan puluhan. Gua ngerti dulu tuh kalau di campur sama yang luruh mungkin kalau brand mobilnya gua enggak tahulah.
Tapi kalau total semua mungkin 100 kali hs dari yang kaca Iya. Supporting supporting industrynya juga ada. Motor juga ada bahasanya bukan sporting industry. Hilirisasinya. Ah, hilirisasinya.
Tapi mau dibuang ke hilalir enggak sih? Tapi gua ngelihatnya tuh yang lebih menarik juga ada berapa banyak orang agency di sana? Iya. Sebanyak jumlah brand. Sebanyak jumlah brand dan enggak enggak bisa sebanyak jumlah brand juga karena satu brand itu bisa punya agency PR.
Agency kreatif. Agency kreatif. Agency K. kol-nya ya kan belum lagi e eh e yang bikin-bikin boost tuh apa tuh eh production iya lu lu definitely ada economic impact n ya kan jadinya bagi kita ya kebetulan kita punya klien ee ee yang ee berpartisipasi di GIAs dan gua rasa bukan cuman kita kan banyak agensi-agensi lain juga ee berpartisipasi di sana dan dan saling bersaing which is good juga kan. Heeh.
Antara satu kayak kemarin lu bilang Toyota, Hyundai, siapa? Siapa-siapa launching produknya agak berbarengan. Ya, mereka harus muter otak tuh. Nyari cara yang paling kreatif untuk dapat attention. Mau dari media, mau dari kayak bakar-bakar mobil asik.
Injak-injak mobil, bakar-bakar mobil. Heeh. I. E, but I think it's a healthy competition. Terus kemarin itu sempat ngobrol sama Danang itu ya gosip-gosipnya it's gonna be there there's going to be more brands participating next year.
Oh gila yang dari Chinese alone mungkin ada six seven brands yang akan datang lagi. Apaan tuh? Mana? Belum kita lihat yang mungkin dari Amerika. Eh eh Ford udah ada di situ kan?
Heh. Ford kan udah ada. Ford udah ada nungguin Mustang. Nungguin Dodge. Heeh.
Tapi kita lu ingat enggak sih zaman-zaman lu naik taksi itu mobilnya Ford, cuy. Ford Laser. Lu ingat enggak? Ya tahun 0-an enggak sih? Bun.
Sor sor. 80-an. Sama early 90s. Ford Laser itu lu ingat. Iya ingat gua ingat ingat kayak lumayan modern itu Ford Lasernya.
Kotak gaya kotaknya tapi iya iya lancip lancip pada zaman itu lumayan lumayan taksi aja masih mobil Amerika gua ingat Holden lah dulu Holden perang iya itu Australia oke ya terus apa ya ada kok amerikanya it I ada ada dodg dodg iya eh ber atau atau ini mobilnya Kit Kit ya as gila night industry rider 2000 ini Ford laser iya kan itu I gua pernah ingat pasti lu zaman lu kecil banget sih itulah saksinya. Tapi menurut gua it's always fun ya. Gua sih rekomen ya buat e people in the industry untuk datanglah ke GIAs just to see the excitement, see what other brands are doing, other agencies. Ya, lu saling ken sekalian kenal-kenalan juga. I think it's always fun ngelihat eh kadang-kadang ada benar-benar wow that's pretty cool gitu ya.
Mungkin kita bisa either contoh or make it better in the future kan ya. Memang begitulah industri kita. Apa sih yang original, right? Beneran original. Enggak ada.
Enggak ada. Lu cuma modify from the previous ones aja. Ya. Anyway, another thing itu masih related sama GIAS. Iya.
Kita tuh baru-baru ini melakukan survei specifically tentang mobil listrik. Iya. Penggunanya survei independent perspektif independent. Dimodali oleh praksis sendiri. I ya.
Maksudnya gua yang approve. Asik. Harus jelas yang ngprom siapa ya? Iya. Ya.
Ya. Iya. Jadinya ee kalau enggak salah itu 12 kuota besar. Iya. 1200 responden.
Responden ya. Which is a man that's more than enough lah. Bukan. Pokoknya ginilah gua mau mau mau bilang bahwa pastikan bahwa yang kita lakukan itu tertib secara metodologis lah dan hasilnya itu bisa dipertanggungjawabkan ya. Dan satu lagi benar ketahui independency itu nomor satu itu riset dilakukan non sponsored ya eh independen dengan biaya sendiri dari ya praksis yang approvalnya ditandatangani i so it's it's pure benar-benar kita we want to understand the market we want to know where the market is ya kan saat ini kayak gimana jadinya we're not rooting for anybody enggak ah wah gua penginnya hasilnya kayak gini atau gua penginnya kelihatannya seperti itu.
Man, we just asking the questions. Jawaban itu benar-benar we let the people speak. I dan itu akan berguna buat kami ya secara internal ya. Apa inside apa buat kita lihat lebih ngerti industrinya terus lebih tahu konstelasi gitu-gitu kan. Iya.
Preference market preferences yang menurut mereka challenges-nya apa, what's holding them back itu semuanya ada. Kalau lu pengen lihat hasil akhirnya, nanti kita update di LinkedIn kita. Follow us there. Nanti harusnya lu dapat notifikasi kalau misalnya kita udah upload the final product. Jadi, lu kalian terpapar enggak dengan berita-berita ini tentang Pak Gacauan ini?
Tahu enggak? Pertama gua baca beritanya tuh heh. Jenderal manajer ee rumah makan gacoan ditangkap bares krim di Bali. Iya. Entah di mana lah.
Pokoknya di Bali lah itu. Gu baca beritanya. Kenapa loh apa namanya dia menyetel apa nyalakan musik mutar lagu mutar lagu tanpain tanpa izin. Hah? Lagunya siapa?
Gua lihatlihatlihat ternyata resmi cuy ada asosiasi inilah apalah segala macam yang terkait dengan hak cipta segala macam. Oke, ini gua mulai dulu karena gua paling gemes sih. Jadi gini, I don't think it makes a lot of sense, right, untuk melakukan itu. Tapi just secara ekonominya, right? Eh, karena gua percaya kayak gini, at least pengalaman gua pribadi ya, kan ada alat nih yang namanya Sezem.
Lu pernah dengar enggak? He. Lu dengerin lagu ini lagu apa? Simam keluar. Oh, ini yang nyanyi Michael Jackson lagunya apa gitu.
Oh, ada ya. Nyokap gua dulu nyanyi, bokap gua nulis lagu. He. Jadi, gua harusnya fair aja kan gua ngomong apa adanya. Nah, dari perspektif gua ini kurang make sense.
Kenapa? Nah, balik ke Sim tadi. So many times, hundreds of times sejak si Zam itu diluncurkan, gua dengar lagu itu di tempat umum, cuy. Eh, ini lagu apa? Gua dengerin, habis itu gua putar.
Kan lu dapat duit. Iya. I kalau gua putar di handphone gua. Itu cara mempopulerkan lagu, man. Kalau lu diputar di tempat-tempat yang asik, playlist lu masuk situ, oh lu didengerin orang sampai rumah.
Nah, sekarang kalau lu enggak dapat tempat itu, dari mana orang mau tahu lagu lu, Bro? Dulu radio ya? Exactly. Sekarang orang enggak dengar radio. Iya.
Dulu lu lu ngirim record lu ke radio, kaset lu, CD lu berharap supaya ditayangin supaya jadi top 10. Itu ini terkait yang tempat umum ya. Kan sebenarnya hubungannya ada lagi yang lain bahwa artisnya penyanyinya sendiri enggak boleh nyanyiin lagunya di panggung. Oh, kenapa? Loh, lu tahu juga dong yang itu.
Oh, iya i ya ya. Inget inget. Ya, inilah Once sama Ahmad Dani gitu-gitu kan. Ahmad Dani yang nulis lagu, Once yang nyanyi. Kok gua enggak boleh nyanyiin lagunya di panggung?
Kan dulu gue yang nyanyi. Iya. Pokoknya banyaklah debat-debat seperti itu. Itu juga sama logikanya. Oke, lu udah enggak satu band, lu suka enggak suka whatever lah.
Tapi kalau Once nyanyi ada 100.000 orang yang dengerin, dia putar di rumah Spotify, Apple Music or whatever, Dani yang dapat duit, cuy. Lu ngapain ngeribetin dia nyanyi? Ngerti enggak lu maksud gua? Iya, iya iya paham, paham. It doesn't make a lot of sense ekonomi, especially in this streaming ekonomi itu menurut gua semakin banyak lu terekspose, eh nyanyiin semua nyanyiin.
Orang nanya lagu siapa itu? Lu dapat misalnya lu dibawain lagunya sama orang lain lah. Lagu aslinya dewa dibawain lagi sama Gigi atau Sleng whatever tetap lu yang dapat kan yang dewa. Iya benar benar dapat royalty. There is no losing menurut gua.
Jadinya eh kalau gua mau again ini dari perspektif gua ya agak-agak greedy cuy. L lu mau makan duit dari orang gara mereka yang manggung gitu. He. Padahal kan lu dapat juga kalau orang dengar orang putar lagunya, youl get it to ada ada porsinya lah. Dan kalau ini semua diganggu, ekosistem musik di Indonesia itu bisa terganggu, cuy.
Heeh. Band Cafe. Lu mau nagih Band Cafe, Bro? Nyanyi lagu gitu. Iya.
Benar. Terus kita dengerin apa sekarang? Eh, tapi kan yang ditagih itu kan si kafen-nya kan jadi SK Kemen Kumham itu bilang bahwa ee tarif ee lisensi musik itu per kursi. Hah? Hah?
Per kursi. Rp10.000 per kursi per tahun. Jadi kalau lu kita, gua punya restoran nih nih katakanlah restoran gua, gua punya empat kursi. Satu kursi harganya Rp10.000 yang gua store berarti Rp480.000 tuh untuk setahun buat berapa lagu? Buat semuanya tapi lagu jadi kayak disuruh langganan streaming per kursi cuy.
Heeh. Tapi permasalahan berikutnya adalah si duit yang tadi gua setor sampai enggak ke musisinya urusan lain itu organisasi segala macam tapi itu masalah yang betul itu teknis lah maksud gua itulah ini nih jadinya banyak kayak ee kelompok-kelompok asosiasi-asosiasi yang pengin dapat deal tersebut. Jadinya lu enggak necessarily representing the musician's interest, the industry's interest. Enggak juga sih. Jadinya gua kayak I don't know.
Lagi-lagi ya. Jadinya kalau misalnya gua ngelihat dari dua sisi apa sih kayak gini-gini kayak kayak sebelumnya tuh it's ok. Kalau lu mau adjust e a little bit sure that's fine. Tapi kalau sekarang ya itulah oke lu nuntut jadinya tempat hiburannya yang suruh bayar bahkan berarti ngurangin duit lagi. Ya kan you know kayak terus kalau enggak muter lagu lu gimana?
Yang siapa yang nongkrong di gacoan itu sampai 12 miliar ya? Lagian. Hah? Serius? Gua gua belum lihat soalnya hitungannya itu kan tadi R0.000 per kursi kali misalnya satu restoran punya 100 kursi kali berapa puluh cabang dia punya kali berapa tahun totalnya 7 M.
Heeh. Misalnya misalnya kalau enggak salah menurut salah satu ee ee ee e Iya. Terus, terus ya misalnya dari 7 M ini ya misalnya ya lu artisnya nih enggak dapat kali lu sejuta dari 7 M itu lah kan lu dibaginya kalau misalnya 1000 orang Oh iya kalau 2000 orang nulis lagu dari zaman dulu sampai sekarang lu pikir eh tapi pun kalau ini misalnya ini bodoh-bodohan gua ya misalnya dia muter lagunya Kenny G Heeh itu jadi sepanjang hari ah satu lagu doang ya K terus iya gimana coba sama aja it doesn't Kalau tapi Kenny G-nya dapat enggak? Heeh. Ya tadi itu internasional.
Oh. Tapi ya di in the grand scheme of things lu enggak dapat juga. Jadi gua enggak ngerti kenapa harus I don't know. It's just a little bit greedy. Menurut.
Tapi pertanyaan gua, gua pernah nonton interview-nya composer sama singernya terkait perdebatan inilah. Jadi sebenarnya kalau lu streaming lagunya si A gitu misalnya yang dapat royalty itu dua-duanya atau penyanyinya doang sih? By default itu penulis lagu cuy. Jadi ceritanya tuh di di podcast itu tuh konteksnya si penulis tuh merasa terzalimi gitu loh. Jadi I know, I know.
Maksudnya gini kan, tapi gua gua ngomong nih seolah-olah semua composer penyanyi juga padahal kan enggak. He lu men lagu-lagu hits ini ada om-om gua ambon-ambon gitu nulis lagu kita kagak pernah tahu bentuknya kayak gimana cuy. Tapi dia yang nulis gitu kan. Ya. Nah, mungkin yang kayak gitunya.
Tapi maksud gua tetap pas dibawain sama orang artis-artis baru, bawain lagu lama gitu kan, lu dinyanyiin lagi, lu dapat, cuy. Harus by default lu harusnya dapat kan. Lu harus dapat itu tuh udah ada. Iya. Sebelum semua ini hebo-hebo ini, itu udah sistem itu udah berjalan dari penjualan kaset ini.
Jadinya ada orang datang, "Eh, saya mau bawain lagunya Om gitu." Oh, bawain aja gitu. mana pernah misalnya bok up gua gitu. Oh, jangan enggak boleh gitu ya. Lu nyanyi lu orang dapat duit dari situ. Iya.
Nah, kalau misalnya lagu baru tuh biasanya ada tuh ee band lu ingat enggak band itu dulu selalu pecah gara-gara itu. Hm. Karena ya yang nulis selalu si A terus yang A B C D-nya gembel, Bro. Oh ya, lu muter lagunya kan misalnya Smashing Pumpkins, Billy Corgan penyanyinya Tajir Melintir band-bandnya main gitar ini gemel-gemel gitu karena dapat duitnya cuma dari manggung. Makanya yang band-band modern itu walaupun gue yang nulis tetap empatnya dapat.
Iya. Siapapun yang nulis jadinya oke itu 80% 20%-nya band. Oke. Jadi semuanya dapat. Lu yang nulis sama lu 80% 20%-nya band.
He. Jadi kalau ada satu lagu yang pecah apa dan sebagainya, at least kita masih dapat makan lah semuanya. Betul gitu. Jadi zaman dulu tuh band suka bubar ya gara-gara itu yang tajir ya John Bonjovi doang bro. Di Cisamboranya kan l kurus gitu dia ngar duit.
Ah tolong tolong. Pas dulunya sih keren-kerenan keren semua ya kan. Pas sudah 20 tahun kenyang juga lu, Bro. Yang terakhir ini maybe real quick itu kita we have some pretty exciting news, right? Jadi gini, dulu itu gua eh pas kuliah kerja itu gua sering dengar namanya festival South by Southwest.
Oke. Diadakannya itu di Austin, Texas every year. Gua ingat zaman dulu ini pas zaman gua tuh kan berarti festivalnya mungkin belum nyampai 20 tahun mungkin at at that time ya. Tapi gua dengerin teman-teman gua tuh yang buat pekerjaannya mereka sempat pergi tuh kayak wow ini istilahnya kayak kalau dulu tuh kocela tuh buat musik. Nah, ini nih buat orang-orang kerja kreatif, perfilman, gaming.
Inilah si South by Southwest ini. Eh, what's interesting eh 2 3 tahun terakhir itu mereka dilakukan kayak buka cabang Sydney. Nah, jadinya we're excited itu kemarin kita baru announce bahwa we be sending somebody from our office. Oke. Eh, ke south by Southwest Jan di Sydney.
Jadinya itu nanti mereka eh kayak kayak kompetisi internally untuk bikin plan, presentation, whatever. Nanti ujung-ujungnya kita pilih one person untuk eh berangkat ke sana. Of course kita pengin e sharpen the talent that we have. Itu bentuk appreciation juga sama ya kita ya sampai hari ini pun gua pengin cuy berangkat if I have the opportunity gitu ya eh untuk ngelihat ya ini sama kayak GIAs buat mobil-mobil ya. Inilah buat kita-kita nih eh new trends, AI, eh anything lah yang that you can think of gitu.
Ah ini nanti tentunya pasti whoever we sender-cerita menarik. Probably will have that person in the program. But I think that's pretty dope. Anyway, eh thank you everybody for tuning in sampai all the way to the end. Just to make sure that you know us.
Gua Mercy. Sebelah gua ada Stef. Di situ ada Sofyan. Di situ ada Adwi. And we have Chris the producer.
Numero dos number two. Thank you everybody. Thank you. Thank you. [Musik] Anyway, let's welcome to the program Garda Maharsi.
Tepuk tangan dulu dong. Luar biasa. Thank you. Thank you. Garda.
Welcome to the program real quick. Ini kan seru banget, pas banget momentum e harusnya nih as we tape GIAs lagi berlangsung. E tentunya orang juga penasaran eh orang-orang yang udah beli mobil listrik nih senang apa enggak puas e kalau komplain-komplainnya apa itu kan yang belum beli nih bingung bahkan yang beli pun sama enggak sih sebenarnya pengalaman gua. Nah mungkin you can take us through some of the research findings. Eh apa aja nih yang menarik?
Oke, jadi kita melakukan survei di 12 kota besar, 1200 responden dengan keterlibatan dari pemilik 20 brand mobil listrik. By the way, ini tadi mengulang aja yang sudah disampaikan sebelumnya independen 100% ya, enggak ada yang menunggangi, enggak ada yang titip-titipan ya. Ini bukan bukan riset titip-titipan ya. Fully funded by praxis ya. Fully funded praxis.
ee tidak terafiliasi dengan sebuah pesanan tertentu. Oke, lanjut. Oke, ee beberapa ada temuan menarik ee yang saya rasa sepertinya penting untuk ee dijadikan bahan diskusi publik ke depan. Dari hasil temuan riset, kita dapat bahwa 79% orang yang sudah menggunakan mobil listrik menyatakan lebih puas menggunakan mobil listrik dibandingkan dengan mobil eh dengan sistem combustion engine yang sebelumnya sempat mereka gunakan. I.
Iya. Itu satu. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? ee kita memecah menjadi beberapa variabel pertanyaan dan mayoritas dari para pengguna menyampaikan ternyata aspek eksterior interior kemudian kenyamanan berkendara rasa berkendara ya itu mereka puas. Oke.
Terus ketika alasannya coba kita gali lebih dalam, ternyata beberapa temuan pentingnya adalah mayoritas lagi-lagi ya orang Indonesia. itu pendekatan pragmatisnya gede banget. Jadi ee mobil listrik ini dianggap lebih murah biaya operasional. Terus yang berikutnya adalah ee bagian dari upaya mereka untuk bahasa saya itu menyesuaikan diri dengan kondisi kehidupan mereka sehari-hari. Mayoritas ini ternyata penggunaannya untuk sehari-hari bolak-balik rata-rata itu mereka menggunakan antara 50 sampai 100 km per hari.
Jadi kayaknya badak banget ini. Oke, badak banget, Cif. Jadi, oke saya mengasumsikan mobil listrik sebagai sebuah teknologi baru h yang diadopsi di Indonesia itu model adopsinya sudah benar-benar diajak untuk aktivitas kesehariannya masyarakat Indonesia khususnya di wilayah kota-kota besar untuk aktivitas yang skalanya menengah sampai ke skala berat. Tentu dengan beberapa temuan menarik juga ternyata dari para pengguna juga menyatakan ada beberapa catatan penting yang sepertinya ee penting untuk diperbaiki atau di-improve ke depan dalam rangka menghadirkan produk komoditas kalau secara ekonomi maupun teknologi yang berkontribusi terhadap masyarakat menjadi lebih baik gitu. Oke.
Yang ada ee beberapa yang sebagai catatan lah. Apa sih yang mereka masih kurang puas atau apa yang mereka cari yang belum mereka temukan. Anything lah. Hm. Beberapa catatan penting yang kemudian kita dapat dari hasil survei ini adalah mayoritas responden kemudian melihat bahwa adopsi teknologi ini itu kemudian sangat terkait dengan satu ekosistem yang besar.
Hm. Di dalamnya itu ada infrastruktur. dalam har ini SPKLU tempat pengisian ee ulang terus kemudian semacam suara-suara masukan dari mereka untuk kemudian pemerintah memperhatikan aspek infrastruktur dan akses dalam hal ini. Jadi mayoritas kan akan ngisi di rumah mereka masing-masing ya. Sedangkan tentu dampaknya adalah mereka harus menaikkan daya listrik dan lain sebagainya.
akses tersebut kira-kira di ee permudah begitu itu ke pemerintah. Responden menyebut masih ada beberapa fitur Heeh. baik itu di eksterior maupun interior yang kemudian perlu di-improve. beberapa mungkin sedikit bisa saya sebutkan saya spill-spill sedikit itu seperti adaptasi teknologi di bagian dashboard mid terus kemudian kenyamanan di wilayah kursi itu untuk bagian interior kemudian di eksterior beberapa sih ada yang menyatakan ee apa ya kurang cukup puas dengan fasad atau penampilan depan dari mobil listrik mereka dan mengharapkan improvement ke depan. Tapi di luar itu semua saya rasa survei ini semakin menguatkan beberapa diskusi di awal bahwa ee mobil listrik di Indonesia dari sebelumnya masyarakat Indonesia itu mengadopsi mobil sebagai bagian dari teknologi untuk apa ya bahasa saya bertujuan banyak gitu.
Kalau kemudian salah satu ee segmen di mobil itu ada MPV multiurpose vehicle gitu karena memang bertujuan banyak jadi ya untuk ngangkut orang, untuk belanja dan lain sebagainya untuk aktivitas ekonomi. Saya melihat sepertinya ada paradigma yang mungkin bergeser sedikit mobil adaptasi mobil listrik di Indonesia ini kemudian sedikit seperti ee mengadaptasi fast eh technology. Jadi teknologi yang bergerak cepat, terus kemudian setiap detail fitur kemudian menjadi worth untuk dipertimbangkan. Publik sebagai pengguna juga semakin kritis dengan informasi yang tersedia. Semakin banyak opsi ee ATPM atau penyedia ee brand mobil listrik juga semakin banyak sepertinya menjadi sangat kompetitif.
Tantangan utamanya adalah kemudian adalah melahirkan kualitas komoditas mobil listrik yang bagus dan kemudian pengguna dalam hari ini masyarakat Indonesia tidak hanya di kota besar kemudian bisa mengadopsi dengan ee lebih baik dan lebih nyaman begitu. Oke, lu ada pertanyaan? Eh, lebih ke observasi juga sih dengan findings-findings yang dilakukan eh yang kita temukan di 12 kota dengan 1200 ee pengguna itu kayaknya lumayan mengukuhkan dan menguatkan beberapa mungkin orang-orang atau mungkin para brand ee atau ekosistemnya sudah punya em hipotesis tertentu gitu. Apakah A, apakah B. Nah, dengan survei ini tuh menurut gua ini bisa membantu untuk men-justify hipotesis mereka bahwa oh apakah semua pengguna BV itu happy?
Terus apa yang membuat menjadi pertimbangan mereka untuk beli BV? E gimana caranya supaya brand-brand ini bisa connect more with their users or potential users dengan kondisi jumlah brand makin banyak ya? Ee jumlah pemain makin banyak, yang diover juga makin banyak, harga juga semakin wah luar biasa lah gitu kan ya. Eh, I think kayak tadi Garda bilang bahwa kita nih kayak taking a snapshot gitu ya lah. At least the public reality oleh orang-orang yang sekarang udah menggunakan ya mobil listrik tuh persepsi mereka seperti apa itu of course it's very very valuable ya kan bukan hanya buat eh brand yang beneran jualan, tapi buat kita-kita yang mengkomunikasikan.
So, we know, by the way, nanti harusnya di full report itu yang bisa di-download di LinkedIn nanti kayaknya ya. He, kalau full report-nya. So, eh make sure e LinkedIn supaya bisa dapat update. E Instagram, YouTube, whatever lah pokoknya lu akan kita update nanti kalau misalnya udah eh rilase, you should know about it. Nah, itu salah satunya gimana caranya orang mendapatkan informasi terka terkait electric vehicle, right?
Nah, itu mungkin kita enggak akan ngomongin sekarang, tapi nanti pada saatnya lu kalau misalnya PR people, marketers, advertising, ya you can read all about it lah. Gimana sih orang sekarang tuh eh mendapatkan informasi eh itu nanti kita share juga di report tersebut. Ada lagi mungkin terakhir Garda, yang bisa ditambahkan dari report ini apa yang lu mau highlight? Eh secara umum eh bahasa saya adalah ada kepuasan yang tersampaikan dari para pengguna. Tapi di sisi yang lain sepertinya bahasa saya kemudian ada semacam hubungan pentah helix gitu.
Jadi antara pengguna dalam hari ini, terus kemudian brand dalam ini penyedia mobilnya ya karena di dalamnya itu mereka harus memberikan kepastian terkait dengan garansi baterai. Terus kemudian suku cadang dan perawatan dan lain sebagainya. Terus ada juga dalam hal ini pemerintah ya sebagai regulator untuk memastikan ee baik itu insentif maupun kebijakan-kebijakannya memastikan agar ekosistem mobil listrik itu semakin bisa luas secara ekonomi. Terus stakeholder keempat itu adalah penyedia infrastruktur non pemerintah. Dalam hal ini SPKLU ada beberapa pemain besarlah yang kita tahu menyediakan SPKLU.
Terus selain itu sepertinya kayaknya penting untuk kita melihat peran dari lembaga pembiayaan dalam hal ini. Di dalamnya ini nanti ada asuransi, terus kemudian kalau misalnya pembeliannya dilakukan dalam skema kredit gitu misalnya seperti apa dengan jaminan dan lain sebagainya. Saya rasa hubungan pentah ini kemudian menjadi sangat penting untuk memastikan eh ekosistem ini as a whole kemudian bisa bertumbuh di Indonesia dengan sehat dan kemudian berkualitas. Dari saya gitu. Gua juga personally belum lihat the full report ya kan.
Nanti obviously it's gonna be something very very exciting, very interesting read. Eh jadi ditunggu laporan finalnya. Anyway, eh I think that is probably it ya kan. Eh lagi-lagi kita tepuk tangan dulu buat Garda. Garda, thank you for joining us.
Next time kita tunggu lagi researchnya. Thank you. Terima kasih. Thank, thank you. Thank you.
And that's it. [Musik]