Apa benar PR cuma poles citra sementara Public Affairs mengubah undang-undang? Di Proxemics 013, Jeffrey Haribowo — Corporate Affairs Director, Cocoa di Mars Wrigley — menarik garis pembeda keduanya, lewat pertempuran nyata seperti perang di balik cukai minuman berpemanis.
Perjalanannya jauh dari lurus: dari reporter bola remaja untuk Arema Malang dan dunia radio, melewati realita pahit gaji pertama, lalu pindah haluan dari TV ke dunia korporat dan menjadi arsitek kampanye public affairs yang kompleks.
Ia membedah toolkit PA — aliansi industri dan data akademis — dan berbagi momen paling membanggakan: mendorong regulasi cukai tembakau agar proporsional dengan risikonya, terkait kisah JUUL, di mana sebuah studi independen memengaruhi peraturan Menteri Keuangan. Ia juga menyebut siapa jagoan koneksi di industri, dan apa yang kurang dari kurikulum komunikasi zaman sekarang.
Buat yang ingin melompat dari PR ke PA, Jeffrey menyebut tiga skill wajib: resiliensi, persistensi, dan kemauan belajar yang tulus — kualitas yang sama yang mengantarnya melintasi pengalaman menyentuh raksasa seperti ExxonMobil dan Sampoerna, serta lembaga industri seperti Askindo dan Perhumas.
Episode ini juga menyentuh sisi personal, saat ia berterus terang soal momen breakdown dan burnout dalam karier — dan bagaimana ia bangkit dengan perspektif baru untuk fokus hanya pada hal yang bisa dikontrol, dengan bekal para mentor dari Agung Laksamana hingga James Gwee.
Dari ruang redaksi ke ruang rapat korporasi, ini kisah karier yang jujur dengan intip langka soal bagaimana kebijakan benar-benar digerakkan. Layak ditonton.



YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.