Episode 014 · Panel · 13 Oct 2025

Kebebasan pers, boikot Pestapora & apakah SEO sudah mati?

80 min · Bahasa Indonesia · Proxemics Podcast

Apakah Prabowo membungkam pers, haruskah musisi memboikot festival yang disponsori Freeport, dan benarkah SEO sudah mati? Proxemics 014 adalah bedah Full House atas krisis komunikasi terpanas di Indonesia.

Tim membedah CNN yang kehilangan kartu pers setelah melontarkan pertanyaan sensitif ke Presiden Prabowo — arogansi kekuasaan, atau miskomunikasi di lingkaran istana? — dan apa dampaknya bagi citra pemerintah serta kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.

Lalu simpul etis di Pestapora, di mana band indie seperti Sukatani menarik diri karena sponsor Freeport: idealisme yang berprinsip, pelanggaran kontrak, atau studi kasus komunikasi krisis bagi brand dan penyelenggara?

Mereka membandingkan gaya komunikasi Menteri Keuangan teknokrat baru Purbaya versus nada yang lebih populis, menimbang tokoh dari Sri Mulyani hingga Sandiaga Uno dan Mahfud MD, membedah ‘desakralisasi jabatan’ publik, dan membaca arogansi ‘strobo’ di jalanan sebagai simbol kultur feodal serta jurang antara empati dan hipokrisi dalam gaya hidup pejabat.

Terakhir, debat SEO versus GEO — apakah pencarian mati di era AI, dan di mana posisi media relations sekarang? — ditutup kisah nyata menyeramkan tentang AI yang belajar berbohong dan mengancam manusia demi ‘bertahan hidup’, dengan ChatGPT, Gemini, dan Perplexity dalam sorotan.

Kalau Anda ingin ulasan tajam dan penuh opini soal kekuasaan, brand, dan AI dalam satu duduk, edisi Full House ini juaranya. Layak ditonton.

Loncat ke

  1. 00:00 Intro
  2. 00:40 Kebebasan pers: insiden CNN & Prabowo
  3. 09:55 Musisi boikot Freeport di Pestapora
  4. 21:18 Menkeu baru vs Sri Mulyani
  5. 24:52 Desakralisasi jabatan publik
  6. 30:15 Arogansi strobo & kultur feodal
  7. 39:32 Apakah SEO sudah mati
  8. 1:10:20 SEO, GEO & media relations
  9. 1:13:45 Saat AI berbohong demi bertahan
  10. 1:19:28 Penutup

On the mic

Quick facts

FAQ

Apakah SEO sudah mati?
Panel berargumen search bergeser ke jawaban AI, jadi tujuannya berpindah dari ranking sebagai tautan menuju dikutip di dalam jawaban (GEO) — SEO jadi fondasi, bukan keseluruhan permainan.
Apakah band Pestapora benar memboikot?
Kru menimbang idealisme melawan kewajiban kontrak profesional, dan memperlakukannya sebagai kasus krisis komunikasi bagi brand maupun EO.

Listen & watch

YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.

Transcript

Tampilkan transkrip lengkap

Transkrip otomatis dari audio asli (Bahasa Indonesia) — belum disunting.

Hei, welcome to another episode of Proxemics. Eh, gua Mercy, seberang gua ada Stef, sebelah gua ada Adwi, dan di situ ada Sofyan. Anyway, thanks for joining us today. A lot to talk about. Let's just go around the room.

Tapi kayaknya nomor satu gua mulai duluan ya. CNN Oh, press card yang kemarin sempat dicabut. Eh, what's going on, man? Gimana ini? Ya, maksud gua kayak di satu sisi gitu kayaknya ada sesuat ada ada hal-hal yang membaik tapi h di sisi lain masih ada kejadian-kejadian yang menurut gua tuh so apa ya unnecessary lah.

Avoidable juga sih. Avoidable banget gitu. That is so not representative of what the government is trying to do lah. Tapi lu melakukan hal-hal itu untuk menodai gimana the room. Oke, jadi eh informasi yang gua dapat dari orang yang ada di situ, teman jurnalis BIN bahwa sebenarnya Biro Pers, Media, dan Informasi itu udah advice ke teman-teman wartawan, hei nanyanya soal ee perjalanan dinas kunjungan UN, pidato segala macam itu aja ya.

jangan ee keluar dari isu itu untuk sesi ini gitu. Nah, pun itu terjadi kan ee wawancaranya berjalan dengan baik, lancar, terus pas Pak Pak Prabowo selesai muar badan, dilontarkanlah pertanyaan itu, ya kan? Nah, kita enggak tahu nih siapa yang keberatan atas pertanyaan itu. Maksudnya apakah Pak Prabowo kemudian kecewa dengan biro pers atau biro persnya yang punya inisiatif sendiri untuk, "Hei, kan gua udah ngomong tadi, lu mencoreng arang di muka gua nih." gitu. kita enggak tahu.

Tapi terlepas dari itu ee ya lu enggak bisa enggak bisa megah media untuk mengajukan pertanyaan yang sedang ramai di perbincangan publik di saat itu dong. Iya kan? Dan kebijakan ini adalah kebijakan yang digadang-gadang Pak Presiden. Jadi menurut gua, bagi gua wajar pertanyaan itu keluar. antisipasi sudah dilakukan tapi pertanyaannya pertanyaan ee terkait MBG tetap ada ya gimana caranya dan jawaban Pak Prabowonya pun bagus gitu diplomatis lah seenggaknya.

Jadi ee harusnya enggak ada insiden itu kalau menurut gua itu enggak tahu kalau Sofyan sih biasanya setuju pancung media anti Freedom of Perf. Provokatif banget ya. Provokatif banget ya. Gua gua pada dasarnya setuju sama Li. Kapan gua enggak setuju sama lu?

Kadang sering-sering juga sih ya. itu kita enggak pernah tahulah itu siapa yang memerintahkan Presiden. Tapi yang kemudian jadi pelajaran dari insiden ini adalah ya medianya bekerja kan. Heeh. Kita harus berkerja bangga dong.

Maksudnya isu pilar demokrasi. Iya. Isu yang memang lagi ramai aja di publik. orang lagi konsern dan kalau kita nungguin ee bahwa Presiden akan memberikan statement resmi terkait MBG iya kejadian juga belum tentu kejadian dan we never know gitu apakah ada atau enggak dan di sini kita harus patut bangga sih percaya bahwa medianya bekerja menyuarakan apa concern-koncern masyarakat di bawah ini ke apa decision maker supaya mereka apa orang-orang di atas tuh tahu apa yang sebetulnya terjadi di bawah gitu. Dan soal siapa yang kemudian mencabut segala macam itu enggak kita enggak akan pernah tahulah, biarin aja.

Tapi at least ketika itu dicabut, perlawanan terhadap itu pun keras gitu. Baik dewan pair, teman-teman tokoh-tokoh media yang gua rasa artinya apa? mekanismenya berjalan daripada mekanismenya enggak berjalan terus kemudian terjadi kejadian kayak kemarin akhir Agustus itu lalu. Which is good. Iya.

Sebenarnya nunjukin bahwa pilar keempat demokrasi itu tetap ada gitu kan. Di mana diamnya ini kadang-kadang bahwa ada kemungkinan bahwa akan ada pembungkaman dan lain dan lain-lain. Tapi enggak terbukti kan. Ini enggak terbukti satu. Tapi lebih kalau gua tuh lebih pengin highlight kayak ini tuh sebenarnya bisa karena gini loh em apa namanya sekarang nih kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kan lagi tidak di posisi yang baik ya.

Heeh. Dengan ditambah insiden-insiden yang sebenarnya bisa dihindari itu kan lebih baik gitu. He. Jadi kayak men further impact the way society look at the government aja sih. Sebenarnya kan avoidable ya.

Ya, ya itu sesuatu yang bisa dihindari lah, enggak usah cabut-cabut cukup ditegur. Dan tadi Adwi bilang, "Du way Presiden menjawabnya pun sangat baik gitu." Hm. Jadi sayang aja whoever yang bertanggung jawab atas ini walaupun dikembalikan dikembalikan itu maksudnya iniak suka enggak kita sudah ngomong itu tapi kan maksudnya itu bisa completely avoidable kan bisa dihindari sama sekali sebenarnya kan dengan adanya itu hampir udah ramai orang sudah ngomel-ngomel demokrasi dan lain-lain dan lain-lain baru ada foto dikembalikan itu kan kayak konyol aja sih foto i itu itu itu feri kali bantuin a joke gitu fair sorry gua Joke right kayak ini apaan sih? Ya, ya cukup di sudah membuktikan bahwa itu dikembalikan sudah enggak apa-apa apa ya sudahlah maksudnya ini sudahudah berjalan segala sesuatunya cuma ini juga akan jadi segala sesuatu kan jadi kerusuhan kemarin jadi pelajaran ini kejadian ini jadi pelajaran apa slep of tong-nya PCO kemarin juga jadi pelajaran sudah belajar mulu kapan pintarnya ee itu masuk juga barangnya kan masuk masuk Iya. Iya.

Ee kalau dari gua sih eh either lack of understanding. Iya itu sori gua nanya itu press office presidential press office yang dilakukan. Iya iya. Iya. Biro biro pers media dan informasi sekretariat presiden.

Presiden set BPMI. Iya. ee maksudnya ee entah mungkin mereka enggak ngerti apa ada mandat atau gimana gua gua enggak tahulah. Tapi intinya dari atas ke bawah ini menurut gua ada lack of communication atau understanding sampai yang bawah bisa melakukan itu. Ini nih gua give benefit of the doubt dari yang atas ya.

bahwa mungkin enggak ada perintah seperti itu, tapi bahwa dia melakukan tuh berarti kan ada disconnection lah in general. Ya, hopefully it's a very important lesson lah. Lu you cannot it's just it looks bad la di tengah ini di tengah political climate, right? You that's the last thing you would w. Iya yang harusnya lu lakukan.

Ya udah jadi pelajaran terus Adwi tadi udah dan udah dibalikin ya. Hopefully at least ya kita kita ambil positive side-nya the next three F years selama this e period presidential enggak akan terjadi lagi. Mudah-mudahan ya. Ya mudah ya berarti kalau enggak kan lu berarti enggak belajar tadi lu belajar tapi kapan kapan minta. Heeh.

Berarti lu enggak belajar sih. Ya gua pos gua optimis sih. Iya ya gua juga optimis. Heeh. Heeh.

Itu itu no lah. At dari kacamata kita yang kerja-kerja di PR komunikasi gitu-gitu ya. Itu itu enggak mung kalau misalnya terjadi di line kita enggak bakal terjadi juga. Kita pasti sudah pikirin lagi. No way man.

Kita diminta ke lain pun enggak bakal eh gua enggak maunya ada orang itu masuk karena nulisnya wait a minute. Iya lah. Kan mereka nulis apa adanya gitu kan. kita enggak akan ee melakukan apa yang dilakukan itu. Mencabut Heeh.

Apa kesempatan mereka untuk ee meliput berita apa dan sebagainya. That's weird, man. Iya. Dan kadang-kadang kan ada juga masih klien-klien yang mungkin enggak terlalu paham soal PR ya. Kadang-kadang ada judul-judul atau artikel yang minta ganti, hapus, dan lain-lain.

Kita juga enggak melakukan itu gitu. Selama teman-teman medianya menuliskan fakta akurat, ya udah gitu mau gimana? And nine times out of 10, kalau lu punya a good working relationship with the media, that's not gonna be a thing, man. H kalau lu punya hubungan dengan media-media itu, enggak mungkin mereka apa namanya ee melakukan pakai clickbait whatever lah ini dan itu gitu. At least enggak dengan sadar gitu.

Kalau misalnya tiba-tiba ada satu jurnalis yang gini, you know, you know that the editor, mereka juga pasti eh bakal belain kita lah karena it's it's a mutual relationship gitu. Saling saling menguntungkan buat dua-duanya. Jadi enggak mungkin mereka melakukan hal-hal yang merusak hubungan yang kita sudah bangun selama ini. Oke, yang berikutnya. Ah, ini Sofyan suka nih.

Jadi kemarin itu heboh tiba-tiba eh gua lupa nama bandnya. Do you remember the name of the bands? Ada beberapa performers yang participated di pestapora itu tiba-tiba backed out of their contract. Kontrak ya. Itu it's a contract buat-buat orang yang enggak ngerti ya.

He. Lu, lu pas udah ee dimasukin slot di festival gitu-gitu, lu tanda tangan kontrak dan dan lu harus under that contract. If not, things can happen to you, lu bisa dituntut apa dan sebagainya gitu kan. But ini nih sampingannya. Intinya mereka eh the performers tiba-tiba realized atau tahu bahwa dapat sponsorship dari Freeport Indonesia.

Jadinya mereka build out karena whatever the reasons gua. Gua enggak tahu sih apakah mereka menyuarakan karena ini ini tapi yang pasti karena ada freeport di situ mereka ee tarik diri dari festival tersebut. Sukatani. Heeh. macam-macam.

Suka yang pertama itu yang pert yang pertama itu Sukatani baru yang lain-lain lah ada Jblock, ada Negativa. Oke. Tapi yang pertama tuh si Sukatani itu. Oke. Nah, em ini nih setahu gua nanti kalian bisa nambahin.

Biasanya event-event kayak gini itu yang justru proactively keliling nyari sponsor. Heeh. Nah, ini kebetulan dapat dari Freeport. He. Dan dapat ya kan sponsorship itu dikasih lah sama Freeport.

Nah, yang pas kemarin pas viral-viral itu eh ya at least from my perspective ya itu tuh mencederai relationship tuh definitely lah burn bridges banget asli ya kan bahwa lu ngomong oke kita udah mengakhiri apa namanya iniya kan heo-nya ngomong kayak gitu terus kita enggak ini lagi sama Freeport ee seolah-olah tuh dari video yang dibuat tuh kayak Freeport pengin sponsorin. Hm. Padahal ee kita yang di kerja di belakang layar nih, we know it's the other way around lah. You know, most of the times itu justru eh events yang nyari sponsor dari eh brands. Anyway, menurut kalian gimana?

Iya. Kalau soal itu ya apa band-band itu harusnya ee di state di kontrak kerja sama itu kan lagian band-band indie kan itu kan namanya juga pestapora ya maksudnya dan dan orang-orang indie yang nonlabel yang gitu-gitu yang memang by nature itu emang rebelius lah maksudnya mereka punya value yang mereka perjuangkan kenapa mereka enggak mau terintegrasi ke sistem h sistem dan dan bukan yang pertama dulu gua ingat tapi masalahnya enggak clear itu kayaknya lu arahnya ke situ. Tapi zaman dulu itu kayak the late Glen Fredley gitu. W not take the stage kalau misalnya ada sponsor rokok misalnya, tapi itu udah ada di kontrak area ya. Jadinya salahnya salah EO-nya lah.

Kan gua udah bilang jadi dia enggak violate their contract, his contract. Tapi kalau dalam konteks ini unless tertulis I don't think it's salahnya si EO. Ya, I find it I find it very weird that diari H udah kejadian, udah ada sponsorship-nya, tulisannya, baru baru terjadi keributan ini tuh I find it very strange. Karena again biasanya kan flow-nya adalah si penyelenggara keliling eh house call, right? Eh ini e kita ada acara ini, lu mau partisipasi enggak?

Sponsor si paketnya bla bla bla bla bla bla bla bla. Terus sebagai segi musisi kan pasti tahu dong. Sor pasti akan punya informasi itu sponsornya dari mana aja. Itu di logika gue ya. In terms of kalau kalau lu sepeduli itu yes pas tanya most performers kan enggak peduli sponsornya siapa lah.

Gua cuma mau bilang nih kan orang-orang indie I iya harusnya mereka being kritik di awal kritis di awal. Satu. Terus yang kedua, EO-nya juga menurut gua juga mungkin enggak fair kalau misalnya dalam konteks bahwa performanya enggak enggak apa enggak tahu atau enggak peduli gitu ya siapa yang nyponsorin gitu. Hm. EO-nya justru seharusnya yang jelasin ya kondisinya sponsor kami akan terdiri dari ini ini gitu kan.

Kalau emang ada keberatan ya sekarang waktunya kan. Betul menurut gue itu kompleks sih kompleks terlalu banyak kok moving parts. Eh, I think it's definitely a learning for all parties lah. All parties dari learning lagi asik lah. Ini kan ini podcast ini tuh about pembelajaran.

Hidup itu harus hidup hidup itu harus terus belajar. Wih, nanti cuma hidup belajar. Jangan. Kenapa sih orang selalu berharap dari learning? Kenapa orang enggak melakukan antisipasi sejak awal?

Itu mitigasi sejarah peradaban. Gua lakukan masuk. Namanya peradaban itu adalah proses banget terus. Iya. Ini bagian dari kita di Eropa masih hunter and gatherer.

Kita sudah hanya ada kerajaan nih di sini. Betul. Tapi habis itu kebalikan kita dijajah. Tunggu dulu. Ada lagi tentang ini.

Adwi. Gua sih enggak paham ya soal musik. Gua kan tond ya. Jadi gua oke dia enggak pernah nyetel mus maksudnya dalam yang itu kan maksudnya gua enggak enggak terlalu pahamlah tentang industri musik ee ee apa idealismenya ee musisi-musisi indie. Ee e iya.

Bahwa gua sadar mereka adalah pekerja kreatif. Iya. bahwa nanti bahwa di tengah-tengah mereka enggak srek ya manusi lah ya bisa berubah ee ee ee ee kapan aja. Cuman ya tadi yang gua bilang yang Steve bilang juga you need to anticipate PAPora eh penyelenggaranya gua rasa sudah berpengalaman ee jadinya kalau misalnya ini ee dianggap sebagai gua kita enggak bisa menyalahkan freeport itu e satu poin point kita enggak bisa menyalahkan freeport ketika dia lihat ada proposal untuk event oke ee angkanya cocok ee ee segmentasinya ee kena oke gua sponsor gitu kan. Nah, selebihnya ya jadi tanggung jawab ee penyelenggara untuk melindungi sponsornya dan melindungi asli ee ininya apa musisinya dan kadang-kadang Heeh.

Oke. Iya. The whole process is actually very straight forward kan. Jadi kayak ini ada moving parts yang kita enggak tahu apa dan dan kita tahu for effect itu yang masuk ke perusahaan sekelas Freeport ya. Eh, literally hundreds if not thousands man sponsorship.

Betul. Jadi bahwa mereka milih ini tuh bukan apa ya kayak dipikirin gitu. Eh, intinya it's commitment. Iya. Dan it's very unfortunately very unfortunate.

The other side konteks in the EO enggak enggak enggak bisa protect that commitment. Itu dia itu yang disayangkan sebetulnya dan kalian itu enggak sih ee terekspos dengan standby statement atau Yup yup the EO kan. Heeh. Heeh. Sebagai orang PR juga gua agak bingung sih sama standby bukan stand sama statementel statement statement-nya dia.

Karena menurut gua jadi gimana ya? Enggak menjelaskan enggak ya udah minta maaf aja gitu. Tapi untuk apa? Hm. ngambangin kayak lu enggak on the situation gitu enggak enggak enggak take responsibility iya lu enggak enggak on the situation jadi menurut gua nih apa ya tapi kan eh I think perspektif kita sedikit berbeda karena kita banyak kerja sama brand tapi mungkin buat orang-orang yang fans-fansnya suka tani or war eh ini dia nih pestapora men canggih men dia langsung berani gini gini gini iya iya iya bisa j e tapi dari kejadian itu menurut gua tadi tadi ya menurut gua freeport enggak bisa disalahin tapi at the same time PR-nya banyak cuy report exactly sampai lu diboikot right by musicians dan disorak-sorai oleh eh fans ya kan bahwa the cancellation of the partnership itu di di tepukin gitu ya berarti ada disconnection antara Freeport and whatever they trying to do communication wise sama the public itu obvious, right?

Eh, kita pernah kerja sama Freeport, right? They're doing a lot of stuff yang beyond expected. Itu tuh lu enggak percaya but take it from us lah. Karena kita tahu persis eh apa yang terjadi di sana. Pernah kerja but still berarti eh not communicated enough.

Right. Sampai akhirnya ya lu bisa kena yang kayak gini-gini gitu. Ada PR lah as as a company, as a brand di Indonesia. Berarti padahal lu niatnya baik ya. Oh, anak-anak muda mau have fun.

Okelah kita sponsorin gitu. Ujungnya bit in the s sih. Which is crazy. Oke, that's that's eh again buat semuanya bisa consolidate kita bikin kalau gitu tahun depan kita bikin konser musik juga porakporanda namanya. Tapi anyway ya kalau gua dari segi brand ya maksudnya coming in from a brand you were on the other side.

coming in on from the brand perspective tuh gua jadi agak out twice gitu kalau gua nerima proposal dari event organizer cuy and that individual iya of course gua kayak I will be second guessing I will be triple checking karena I would be at the place that dia bisa throw me under the bus gitu loh jadi kalau dari segi brand tuh ya gua udah itulah on the top of my list gitu bahwa pasti kan lu ketika lu dulu nih gua nerima proposal nih every week banyak banget gitu then I have to assess budget gua enggak banyak, mana yang gua harus eh participate, mana yang gua harus ya udahlah ya, nice to have nanti kalau ada kesempatan. Nah, ketika lu lihat lagi mana yang gua potentially ya lu harus lihat target audience dan lain-lain dan lain-lain. Nah, jadi ketika ketika suatu hari gua kebrand atau apapun itu pasti that particular event organizer, particular event, particular individual tu kayak eh entar dulu nih. Same thing for same thing for all of our clients, right? All of clients ketika ada sponsorship masuk ke mereka, the typically will ask, eh gimana nih menurut kalian worth participating enggak?

Heeh. Heeh. Heeh. Ya, kalau nerima nama itu dan brand itu lu pasti lu mikir lagi dong, "Eh, ini gimana nih?" Dan dan can you imagine ini enggak cuman ini learning-nya enggak cuman buat freeport, cuy. For everybody pas orang ini minta no entar gua entar lu ditas lagi entar gua digiles ya kan.

E itu tu anyway let's see lah. Tapi at least dari perspektif kita kayak gitu. Oke, berikutnya ada cowboy baru nih di Indonesia ya kan. Eh, self proclaim kowboy. Eh, lu ng foto-foto gondrong-gondrong gitu, cuy.

Asik. Dia masih kuliah ya. I ee akhirnya setelah berapa tahun menjabat ya, S? Tiga periode kalau enggak salah itu. Gil, man, that's legendary man.

almost 15 years kita harus apresiasi Ibu Sri Mulyani. Tapi ya masa jabatan atau tugas dinesnya sudah selesai. Sekarang ada KemenQu yang baru ini very unique ya kan ee gaya komunikasinya. Terus ya pas di awal-awal ini minggu-minggu pertama ada some controversies juga lah surrounding eh him and his family. Anyway, gimana nih?

What do you guys think of the style of communication that he's trying to put forward? G pertama dia emang punya apa? Punya pandangan yang berbeda. Maksudnya ideologi yang berbeda. Gua enggak nyebutti ideologi ya.

Apa ya perspek pendekatan pendekatan pendekatan approach yang berbeda bagaim tentang bagaimana cara ee memperbaiki ekonomi ya. Eh, gua ngobrol-ngobrol sama teman gua di Kementerian Keuangan. Dia juga cerita, "Gua baru Bu Sri Mulyani ini emang dasarnya emak-emak ya." Maksudnya dia ketat aja, ngirit aja, ngirit-ngirit. Terus gua baru tahu tuh ternyata ada duit kita 600 triliun di BI yang enggak kepakai. Itu orang Kemenk sendiri yang cerita.

Terus sedangkan yang satu tipikal laki-laki lah, ayo spending aja lah. Sudah yang penting ekonomi bergerak. Gampangannya begitulah. maksudnya cara membahasakan yang mudahnya. Terus juga dia tuh kan harus ee menggantikan peran menteri sebelumnya yang punya reputasi bagus ya, integrity, credibility, knowledge wise.

Kalau mau head to head di situ agak berat buat dia untuk nyamain on par dengan yang sebelumnya. nya udah beda, sudah beda. Jadi dia harus come up with a new way ee menyampaikan apa yang ada di kepalanya dengan gaya yang berbeda dengan dengan cara yang berbeda dan dengan bahasa yang sangat sederhana loh. dia jelasinnya luar biasa dengan bahasa yang cukup sederhana dan surprisingly diterima ya walaupun di awal-awal ada ada blunder slip of tong atau whatever lah tapi di ke sini makin ke sini jadi hype baru gitu hype baru kenapa ee dia dia ini kan coba apa ya ya kita omongin kemarin wi meng apa ya? menghilangkan ee bah apa bahwa pejabat itu hmm apa punya posisi yang tinggi, punya dia setara iya terminologinya apa?

Jadi Sri Mulyani itu banyak yang berpandangan sebagai teknokrat. Teknokrat dia sebaliknya dia tuh lebih lugas, lebih e cenderung apa? Eh, tadi Sofyan bilanglah e bahasanya mudah dimengerti apalah itulah ya. Iya. bahasanya itu ya yang yang pertama straight forward ee desakralisasi bentuk jabatan itulah maksudnya jabatan itu bukan sesuatu yang yang oh harus dimuliakanlah apalah dihormati diodalisasiah ee jabatan publik bahwa jabatan publik senyata-nyatanya adalah ya lu gua kasih gua pinjamin mandat sebagian kewenangan untuk ngatur gua supaya gua bisa hidup lebih baik kan gitu kan dan iya dia harus gantiin role sebelumnya yang sangat itulah yang tadi kita sudah cerita beda ada satu lagi kementerian yang agak gagap sebetulnya ngisi role sebelumnya e gua mau jemput aja K menterian Pariwisata misalnya ya ya kan menteri sebelumnya yang udah down to earth di mana-mana yang sandinya Purbaya nih iya ini kebalikannya gitu loh jadi kebalikannya dulu kan Sandi itu sangat down to earth ngasih contoh lead By example, gua naik ekonomi walaupun dia orang kaya gitu misalnya.

Sekarang kebalikannya cuy. Nah, itu kebolak-balik tuh menteri pariwisatanya dari yang being humble ya dan benar-benar apa show kerjaannya dengan yang agak elitis nih sekarang ini sekarang kebalikannya ya menteri keuangan dan dan dan kayaknya memang masyarakat itu memang pengin desakralisasi jabatan itulah jabatan bukan sesuatu yang sakral lah atau apa namanya tunggu iya ini gua motong dikit ee sebagian Sofyan He yang pengin itu yang lain enggak ngerti cuy maksudnya gimana. Sebagian pengin desa eh desa sakralis istilahnya bukan itulah gua lupa kemarin bukan desakralis itu gua b desa ngobrol tu ngomong itu pakai desalisasi tapi intinya itulah pejabat tuh bukan tokoh yang dipuja-puja dia itu ya sama aja kalau lu ketemu iya kalau gua ketemu menteri gua salaman gua salaman gua enggak cium tangan buat gua sama kayak Pak RT lah RT kan kita yang milih habis itu gua mau tand hormat ya hormat aja tapi on level aja gitu sebagai orang yang gua menghormati dia sebagai Pak Iya, bukan habis gua kasih ikan g bukan yang kita harus merasa dia orang yang bisa merubah merubah hidup gua gitu. Intinya I think yang Sofan pengin sampaikan tuh kayak putih enggak jelas pejabat-pejabat yang harusnya serving us itu lu taruh di pedestal di atas gitu kayak something yang lu mesti lihat look up gitu. Padahal realitanya harusnya mereka di bawah, man.

He ini ada hubungannya ada dua. Gua tahu kalian punya topik berikutnya. Finish first tentang gaya eh komunikasinya. Are we atau eh awalnya itu gua merasa dia nih beda banget ya. Maksudnya kita terbiasa dengan menteri Pak Abu Sri Mulyani yang begitu very conservative dari cara dia bicara dari kebijakan yang diambil.

We've been used to that for 15 years gitu kan. Jadi a side for sore eyes juga sih dengan munculnya Bapak ini ya. Maksudnya dimulai dengan kontroversi dari keluarganya terus juga makin ke sini juga lebih baik cara komunikasinya. Tapi lebih ke hebatnya dia ini adalah menyederhanakan tadi di mana yang semua segala macam yang tadinya tuh kayak jauh banget kompleks dia bisa gitu menyederhanakan dan dia tuh lebih mungkin karena sekarang baru ya dia tuh sering banget diinterview sama media-media just to get his point across in the simple words I think I like this guy I think for now ya kita lihat dulu maksudnya kalau in term of gaya gua appreciate artinya gaya cara dia berkomunikasi segala macam tapi untuk kinerja enggak tahu itu belum lah belum maksud gua git dampaknya masih ya 3 6 bulan 1 tahun ke dep sekarang ini kan straight forward nih komunikasi iya kita enggak tahu setahun lagi tiba-tiba berbelit-belit ngelihat sana ngelihat sekarang kan dia masih dia kan sekarang masih nyari ini nih nyari differentiation-nya dia dibanding sebelumnya kan dia harus to the extreme gitu bahasa Belandanya itu selak lagi jadi selak bapak-bapak banget Yaah, enggak dia langsung at the end of the kan harus beda banget. Kalau enggak beda banget ya tadi lu jadi diluted gitu sama image-nya yang lain menteri yang lain semua begitu tadi harus begitu jadi ya al this guy lah for taking this approach berani gitu ya.

Oke. Oke. Oke. Adwi em ke gua enggak tahu ya apakah dia dapat arahan khusus untuk hei lu harus menunjukkan bahwa ee sebagai sosok yang optimistis gitu kan ee ketika ngomong sesuatu itu ee ekonomi akan membaik. Kita akan tumbuh 6% 7% 8% 15% tahun depan.

Ya, gua sih berharap ya itu terkabul dan benar ee ee ee ya udah titik situ aja sih gua kasih kesempatan dulu bekerja menurut gue ada harapan bercanda-canda aja hari pertama. Semangat Bapak Purbaya ee Heeh menjalankan ya sudah lewat sih sementara ini kita dukung. Iya ya kita kan mendukung kita beri kesempatan tapi pada saat nanti ada apa kita harus kritisi mau gimana lagi i kan. Oke. Nah, ada sambungannya apa sih?

Tet toet apa-apa itulah. I kan ini nih kan ada hubungannya dengan yang lu ngomong tadi. Iya iya iya disakralisasi. Heeh. Ada pejabat mau lewat minggir gitu.

Minggir dari ma. Mending kalau pejabat beneran cuy. Iya. Realitanya orang sekarang lu masang apa nih? Apa sih istilahnya?

Siren apa-apa sih? Strobo. Iya. apa itu do asal punya mobil tinggian dikit, gedean dikit lu pasang mobil gua yang culun outlander itu aja dulu pernah ditawarin bengkel Pak enggak mau pakai lampu ini, pasang ini, pasang ini. Gua sempat mikir, eh enggak usah ada cita-cita enggak usahlah enggak usah jangan jadi piar crisis.

Wi. Iya. Tapi itu pada akhirnya kan ee orang-orang bikin stiker lah. Nih lu download lu mau bikin stiker lu tempel. Heeh.

Apa ada kay lagi-lagi udah ada. Nah, yang tadi gua bilang sebagian udah ngerti itu, Bro. Kalau orang-orang daerah kan enggak ngerti, cuy. Maksudnya mereka enggak ngerti bahwa pejabat-pejabat ini harusnya melayani mereka. Mereka kan yang lu cium tangan lu kalau di daerah-daerah cuy ngelihat pejabat kan kayak ngelihatak ini itu juga sebagian sih maksud gua dengan banyaknya kita kan percaya bahwa pertukaran informasi yang masif ini juga akan berbanding lurus sama kesadaran publik terhadap haknya dia sebagai warga negara ya i itu itu benarlah itu itu udah mulailah dibandingin mungkin like 10 years ag itu udah much better lah sekarang ya di mana kepala desa sekarang orang bisa protes kepala desa segala macam harus Jadi yang penting itu tadi bahwa gerakan untuk desakralisasi, devodalisasi itu harus sudah mulai dari sekarang karena ini bagian dari civic education ya.

Tapi lu menggunakan istilah yang benar enggak nih? Des nanti salah begitu enggak ada salah istilah desakralisasi adalah proses atau fenomena penghilangan kesakralan atau sifat suci dari sesuatu baik itu agama, institusi, simbol atau nilai. Persis okelah atau tokoh. Tokoh itu sudah disebut individu. Sekali-sekali kasih tepuk tangan buat Sofyan.

Luar biasa kita kayak sound effect, Bro. Enggak protes-protes soal totot wukwuk itu kayak totot wukwuk itu udah kayak gua pendam udah kayak 2 tahun 3 tahun kan makin ke sini itu makin makin rusuh makin rusuh cuy lu enggak bisa setiap berapa menitnya nguk nguk nguk yang satu lewat dia datang lagi ngukuk. Tapi gua enggak pernah minggir sih. Unlessis ambulans asli gua kalau kelihatan ambulans baru gua minggir. Iya gua enggak pernah minggir.

Kalau enggak ambulans gua enggak pernah minggir. Gua enggak pernah merasakan itu belakangan ini. Jadi setelah karena gua naik marti ke mana-mana gua kayak Marti gua commuting naik MRT public transport i kan. Contoh masyarakat yang baik. Gua enggak bilang jangan jangan jangan dibahas.

Jangan dibahas. Heeh. Iya. Ya, itu artinya kan tadi orang udah apa namanya memendam terus juga respon soal tadi ya. Iya.

Soalnya itu kan kayak udah lama gua gua nih mau pergi meeting misalnya nyetir ee gua spare waktu 2 jam masih kejebak macet el jalan aja gitu lu juga mikir dong lu spare waktu 2 jam 3 jam jalan tapi argumennya kan gini mereka pernah gua lupa ini tuh waktu kapan tapi pernah isu ini soal salah satu artis lah heeh ee yang jadi ya salah satu pemenangan presiden jug lah salah satu artis bukan yang di jara rumahnya bukan bukan bukan adalah di dia kan sempat di ee diserang juga sama netizen terkait pakai inilah tototnya totot ini. Nah, akhirnya dia masih bisa ngasih argumen bahwa ya dia tuh padat, jadwalnya itu padat. Jadi, dengan argumen awi lu harus berangkat lebih awal enggak bisa gua. Gua tuh pejabat publik dengan jadwal gua yang padat gitu ya. Dia enggak punya meeting online lah.

Kita juga kalau padat meeting online sejam atau senggaknya kewenangan untuk mengatur jadwal dengan mempertimbangkan spare waktu. Heeh. Dulu kita ingat enggak waktu zaman belum online-online kalau meeting maksimum berapa sih? Tiga, empat biji. Satu ke sono, satu ke sini, satu sini.

Sekarang sekarang dengan teknologi ya, meeting online itu bukan ya kita sudah ngejalaninnya semuaah zaman pandemi gitu. Enggak harus temu-temu tatap muka langsung. Kecuali misalnya, nah itu kan belakangan muncul lagi yang viral itu ada yang ngikutin terus masuk ee ee ee mobil teot itu akhirnya mau ke mana sih nih yang orang ngikutin pakai video. Oh ke Grand Wijaya cuy. Iya ini apa tempat gua diperjelas gua enggak tahu soal tempat ada tempat pijit ada tempat kursus kursus pijit tempat kursus Wijaya itu 21 ya.

Hah? I kan masa sih zaman enggak tahu gua itu mana sih ruko-ruko itu. Heeh. Masa ada kagak adaosop di rumah square enggak ada. Enggak ada gua enggak pernah masuk situ si kantor-kantor orang sih banyak square bukan ya?

seberangnya seberangnya seberangnya ada rumah makan babi dan kembali lagi nih protesnya itu bukan dari sebetulnya dari kalangan menengah kayak kita kita terganggu lah dan kita punya kesadaran politik protes itu banyak dari perlawanan-perlawanan macam itu. Itu munculnya awalnya dari suir-supir truk itu yang ngibarin bender one piece segala macam itu. Itu kan bentuk perlawanan tapi pasif kan begitu. maksud gua jadi udah ada kesaran politik dan gua appreciate dan dan pun hopeful sama masa depan Indonesia lah kira-kira. Hopeful.

Hopeful. Iya. Yuk. Eh ini nih kita udah sempat ngobrol sedikit itu kan pada akhirnya ini spesifik buat orang-orang yang nobody tapi lu pakai yes the strobo or whatever itu kan ada juga kan tabrak aja lah yang kayak gitu. Iya.

Tapi, tapi they do exist, right? Asal lu pakai Fortuner, pakai Pajero, lu pasangin, lu belah-belah jalanan gitu kan. Betul. Gua berani menyap orang-orang kayak gitu itu punya persoalan NPD. Hm.

Udah fake gitu ya. Perlu ke psikolog lah orang-orang kayak gitu. Ee atau psikiater atau whatever lah ya. itu kita sempat ngobrol itu impresonating an officer. Oh iya kalau di Amerika hukumnya enggak boleh cuy.

I enggak boleh pakai kayak gitu. Udah ada tapi kan enggak ada penegakan ya. Kalau di sana lu beneran ditangkap cuy. Tunggu dulu lu ngaku-ngaku pakai ini dan itu mana boleh cuy. Terus melakukan hal-hal yang seolah-olah lu jadi officer habislah lu.

Tapi ini kan sebenarnya diperjual belikan juga kayak misalnya lu mau gua mau ke Puncak buru-buru nih gua buka jalan Pak. Ada. Yup. Itu tuh kita sama-sama tahulah. They do exist.

Ada aja itu do ya itu buat kawinan, buat apa, buat ini, buat itu. Iya. Yang pertanyaan gua itu masuk apa? PNBP enggak? Nah, itu beda itu enggak tahu tuh.

I kan asik dia side hassle enggak sih? Asik Hustler dia. Hustler. Hustler Hustler. Oke.

Iya. Ya itu. Nah, itu yang pertama. Yang kedua, gua tahu Stefen ngobrolin ini tentang lagi-lagi yang gaya komunikasi gitu-gitu. Ibu Menteri.

Oh, ya kan ada channel baru nih. Apa namanya? Kabinet Kutour. Asik. Kabinet K.

C. Tolong nanti ditampilin ya. Kabinet Kultur itu apa sih? Kabinet Kul ya. Gimana?

Gimana? Ee gue tuh sebenarnya enggak belum terekspos sama ini sebelum gue nonton podcast lain yang di mana specifically episod-ya bahas soal ini. Hm hm. Jadi podcast adalah podcast namanya of the Record. Jadi biasanya ngomongin politik dan biasanya ini online nih dua-duanya ceritain nih narasumbernya.

Hm. Mereka ngomongin fenomena bahwa ada kabinet tour itu Instagram eh profile yang muncul baru pada saat gua nonton itu baru sekitar seminggu lah 7 sampai 10 hari tapi jumlah followersnya itu udah di angka 3 R 170.000-an, R10.000-an gitu dan isinya itu adalah mempertunjukkan para pejabat-pejabat publik dengan barang-barang branded. Kultur-kuturnya itulah. Hm. Oke.

Apa? Terut terutama the the ladies ya. Terutama The Ladies. Ada juga cowok-cowok pakai kaos-kaos kayak R juta. Ada juga Bapak-bapak yang pakai jam Richard Millinya tuh mempar bukan mempar sih.

Lu ngambil potongan foto-foto dari mana gitu dan just talk about the way they dress lah. Enggak entar dulu. Foto si ininya yang dia lagi berdandan itu. Bedandan person. The person.

Iya. Person. Terus lihat ada tasnya ini. Tasnya ini terusnya blow. Iya blow up ini.

Ini harganya segini. Ini harganya segini. Harus segini. Yes. Mempertontonkan itulah para pejabat publik ini dengan gaya-gayanya mereka masing-masing lah.

Iya. H tahu menggambarkan apa itu buat gue? Apa? Kemunafikan aja. Hipokriti.

Hipokresi yang ada dulu yang katanya pejabat enggak mau ini tampilan sederhana sekarang what [ __ ] Hm. H ya tasnya berapa rat ya pada saat lu nyalek ya beda dong. Iya maksudnya. Iya maksud gua pada saat lu di office tuh seolah-olah gimana gitu kan ya maksudnya. Makanya jadi orang biasa aja.

Gua lihat banyak orang-orang kaya jadi menteri awalnya. Dia biasa-biasa aja juga maksudnya. Awalnya orang kaya ini terus jadi menteri biasa habis itu biasa orang enggak akan protes gitu. Oke. Nah.

Heeh. Ini eh in a sense in a weird way gue juga bisa punya apa namanya ee empat buat orang-orang kaya yang jadi menteri. Heeh. Maksudnya emang dia kayak gitu gitu. I was like bukan karena gua jadi menteri tiba-tiba gua kayak gini gitu.

Ini lah gua jadi menteri baru 3 hari yang lalu, Bro. Gua kaya dari gua lahir gitu kan. In sense kalau mereka tetap beak perlu lu jadi jadinya kalau misalnya gua ngerti lu harusnya lebih kayak gini dong kan lu pejabat publik. Gua ngerti tapi itu kayak cosplaying cuy. Enggak.

Tapi kalau untuk yang kayak gitu kalau lihat tapi ada momen-momen ini kan personal lagi liburan gitu ya. Iya benar. Enggak gini loh kalau yang kayak begitu-begitu yang menterinya dasarnya emang udah itu ya kalau gua lihat di komen-komen emang pada dasarnya dia udah kaya itu. Jadi enggak enggak mempersoalkan. Yang dipersoalkan adalah kemunafikannya itu loh.

Exactly. Iya kan? Justru kalau lu ngomong oh kita harus gini lah lu aja enggak gitu maksud lu kan. Iya. Iya.

Maksud gue yang dulu katanya gini-gini terus tiba-tiba begitu gitu. Self actualization. Iya ya kan benar-benar enggak tapi ya lu tetap bisa berargumen dari sisi sana dan sisi sini sih menurut gua enggak ada masalah benar lah ya. I think it could be arguable lah from whichever side. Tapi saat ini kan konteksnya I think we have to take nuance into the situation gitu.

itu perlu di mana saat ini kondisi negara seperti apa, kondisi masyarakat secara majority seperti apa dan lu sebagai pejabat publik harusnya punya empati dong. Itu kan yang perlu perlu di at least lu self aware gitu. Lu mau lu dari kayak dari lahir lu beranak di apa namanya di rumah terbuat dari emas ya udah gitu lu mau terbiasa seperti itu itu tapi normnya kan ketika lu jadi pejabat publik lu punya berarti secara tidak langsung privasi lu tuh bisa dibilang hampir hilanglah karena lu sudah jadi pejat publik. Kalau itu iya clear. Iya kan?

Nah berarti kan ada hal-hal yang harus lu korbankan quote unquote right untuk menjaga itu. Tapi gua lihat ya dari enggak bukan apa ya kan kita juga ada kenal lah maksudnya beberapa anak kongl lah apa segala macam. Hm. Yang apa ya kenal tahu apa justru orang-orang kayak gitu tuh enggak yang in your face. Iya, maksudnya kayak lu harus pakai branded.

Gua lihat mereka cuma pakai baju putih. Gua dan ada yang cerita sama gua, anaknya salah satu kongl lah. Ketika dia kuliah di Bandung ya disuruh naik angkot. He. Enggak ada kayak apa keistimewaan tertentu gitu sebenarnya.

Terus pakai baju juga enggak berlebih-lebihan gitu. Dan kita tahu duitnya triliunan, man. Ya itu maksudnya itu yang benar. Tapi kan enggak semua orang raise their family like that kan. Iya.

Enggak semua. Enggak semua. Cuma maksud gua gini, benar sepakat bahwa situasi ini harus apa diperhatikan ya, konteks kondisi segala macam. Ketika dia sudah jabat publik i apa namanya hak privatnya itu berkurang drastis lah. Bisa jadi dari 100% lu tadinya orang privat swasta biasa aja lu ngapain itu bisa berkurang 80% lah.

Tinggal sisa 20% aja hak-hak privat loh. Karena everything you do itu must be accountable. ya kan in the public ice kan gitu kan public ice. Jadi ya bahkan ketika lu mau liburan apa sekalipun ya lu harus dan itu risiko ketika lu memutuskan untuk jadi pejabat publik itu yang harus awar. Jadi jadi pejabat publik bukan lu gagah-gagahan pakai strobo lu dihormati.

Enggak. ketika lu ambil jabatan publik bahwa hak-hak lu akan sedikit apa banyak berkurang dan lu mengabdi buat ini apa negara ini negara itu kira-kira oke ini pertanyaan buat lu Sofyan jadi menurut lu buat orang-orang yang sudah di atas ya Heeh kadang-kadang itu kan suka enggak bisa nolak nolak apa nih posisi. Oh lu dis suruh jadi menteri ini apa dannya diminta gitu. Menurut lo, apakah lebih baik tolak sama sekali yang kita juga bingung gitu, apakah mencederai hubungan sama pemerintah apa presiden gitu kan. Kalau lu ah gua enggak mau gitu ah lu enggak mau.

Ngerti maksud gua. Tapi padahal gitu misalnya, kita dengar kan di sana ada beberapa yang mereka tuh sebenarnya enggak kepengin gitu ada kan enggak pengin jadi enggak pengin jabatan tersebut tapi out of respect. Ah itu ada untuk Nah itu maksud lu apakah lebih baik lu tetap stick to your ini lu say no apa gimana apa lu lakukan tapi enggak intuit gitu lu enggak enggak dengan passion gitu. Ada ada bagian-bagian di mana seberapa besar respect lo sama orang yang minta itu kan kan itu kan driven by apa? Driven by loyalty.

Buta driven by value yang diperjuangkan sama orang yang meminta lu untuk jabatan tertentu atau driven sama reward. He kan gitu kan ya. Kalau orangnya driven by dia akan kerja sebenar. Kalau misalnya reward, ah gua kan udah punya segini apa segala macam enggak hubungan gua juga enggak terlalu banget atau mungkin gua punya sesuatu kalau gua enggak terima ini mungkin ee ada beberapa urusan gue yang agak sulit lah kira-kira gitu kan. Banyak cara untuk menerima maupun menolak dengan cara halus kok.

Dan kita sudah dicontohin sama Prof Mahfud itu ketika dia diminta jadi main kopol hukum kan dan dia sudah state itu di itu di podcastnya cara bahwa dia enggak menjawab. Tapi officially dia sudah diminta waktu itu. Udah dia cerita sendiri. Diminta, dia bilang dia cerita dan dia dia enggak menjawab karena buat ada standar etik dia yang bilang bahwa karena dia enggak kerja, dia bilang secara politik tuh dia enggak enggak bagian dari ini gitu, enggak berkeringat politik. Jadi dia merasa ini bukan buat gua gitu.

That's what he said. Ya, itu contoh yang baiklah maksud gua. Caranya menolak jabatan. Entar kalau gua bilang enggak terus tiba-tiba gua mau entar ah ternyata lu mau juga gitu-gitu dia bilang akhirnya gua enggak menjawab dia tuh konsisten gitu karena saya enggak berkeringat politik ya ini bukan that's not my position lah to tak h gitu kira-kira ya itu gua rasa good learning good good good good good apa namanya good example ya integritas di ok eh berikutnya itu MBG e a lot of controversies maksudnya dari awal dari baru diomongin pun udah banyak penentang ya kan pas masih jadi ide didebatin pas Pilpres itu kan what dan dilanjutin terus sampai sekarang pada akhirnya ee jadi semakin banyak kelihatan ee kekurangannya lah program ini. Eh thoughts Durum C ayo dulu.

Gua sebagai a mother h gua enggak akan dengan kondisi sekarang gua rasa gua enggak akan pernah nyaman ngasih anak gua makan MBG sih. Something yang bukan dari lu whatever lah apalagi dari program ini. I I appreciate the gester ya. Maksudnya ini kan tujuannya baik ya mengurangi stunting, make sure tidak kekurangan gizi dan lain-lain kita tahulah semua e eh visi di balik MBG. Tapi praktiknya itu enggak demikian dengan the reason development di mana enggak cuman ini ya dia sporadik gitu di mana-mana.

Jadi enggak cuma isolated in one area tapi actually everywhere. Same thing management mismanage makanannya, mismanage pengolahannya dan lain-lain. Jadi menurut gue sih the intention is good tapi prosesnya tuh bisa lebih baik sih. Jadi beberapa banyak banget ee masukan-masukan sebenarnya. Gua enggak tahu ya pemerintah nih mendengarkan masukan dari mana, tapi banyak banget yang sudah memberikan masukan sebenarnya.

Kenapa lu tidak memberdayakan kantin sekolah aja yang udah ada? Asli. So, you work with kantin sekolah, make sure that makanan bergizi, yang sudah bisa bikin makanan dan tahu cara memproses makanan-makanan makanan itu dan menyediakan makanan dalam skala. I emang lu dagang di situ karena kan proses manajemen sekarang kan lebih ke lu mengada-ngada, cuy. Lu diada diadakan gitu kan.

Lu yang enggak bisa tapi ada kesempatan. Okelah kita belajar. Lahan basah. Lahan basah. Kan dari budgetnya R.000 per anak dikurangin jadi Rp10.000.

Asik. Jadi hal-hal inilah ya maksud gua ya. Kalau dari gua perspektif gua as R.000 sih ke wartek lu bisa dapat makanan bergizi lah. Nasi sayur telur. Heeh.

I would not give that BG to my kid. It's too risky. I lu enggak tahu men siapa yang serving sekarang ya? Kalau sekarang ya iya tapi kan yang video yang beredar di jejaring sosial itu kan yang nyuciannya jaring sosial it's very bad loh lu nempnya begitu terus nyucinya di enggak bersih di mana gitu terus lu ayam lu beli hari sabtu dimasak hari rabu gitu-gitu loh jadi kayak lu udah bound buat keracunan dengan lu kayak gitu itu benar apa enggak ya yang beredar gitu lagi cuman kan yang dilaporkan lah at least kita enggak tahu tahu benar atau enggak ya. Tapi kalau dilaporkan kayak gitu black atau enggak gua enggak tahulah.

Tapi yang whatever we've seen now in the social media ya. He gimana ya dengan ee apa namanya? dengan manajemen seperti ini tuh rasanya kurang apik aja sih dengan ditambah juga I apa kayak enggak sadar aja gitu loh untuk di relook gimana nih supaya mungkin gua enggak tahu mungkin pemberhentian sementara tapi lu evaluasi namanya lu proyek ini kan besar ya harus ada evaluasi dong jangan sampai udah ada korban baru evaluasi right iya man ya dipakat kemarin Pak Presiden juga ngomong 0,00 sekian persen lah ya iya itu horrible horrible menurut gua iya maksudnya enggak enggak punya tapi gimana ya tata kelolanya jadinya kan ee ada anggarannya pastilah kan ada si berapa triliun bulan 1 triliun sehari bro yang belum belum sekarang belum satu kayaknya berapa enggak tahu tahu gue asik apa nama BGN SPPG BGN Badan Gizi Nasional Badan Gizi Nasional terus dia buka tender kan enggak itu kayaknya harus di gua enggak ngerti juga ya maksudnya yayasan yayasannya buka SPPG pakai itu singkatan apa sih? Ya itulah pokoknya kita satu dapur untuk Heeh. bikin dapurnya itu untuk suplai ke berapaly harus ada sertifikasi gitu-gitu.

Betul. Ada standarnya. Standarnya sertifikasinya itu datang dari siapa? BGN lah. BGN.

Habis itu Oh enggak enggak maksudnya BGN keluarin Juknisnya terus ada sertifikasinya dari sertifikasinya dari siapa? Enggak tahulah. Kelaikan BPOM lah atau mungkin misalnya habis itu ya. Ialah lu siapa lagi maksud gua? Iya.

Sumber daya badan POM sih sejauh mana ya? Gua enggak tahu juga di daerah ada enggak. Terus ee apa? Iya, kerjaan Badan POM juga udah ngecek obat setiap hari segala macam segala macam. Enggak tahulah pandailah mereka.

Nah, dari situ ada penilaian evaluasi berkala enggak terhadap dapur-dapur ini? Kan itu yang penting ya. Harusnya ada ya pengawasannya? I harusnya ada tapi pada akhirnya ada apa enggak sehingga menyebabkan kasus-kasus makanan ini nih baru berjalan berapa lama sih? 6 bulan, 3 bulan 3 bulan 6 bulan something lah.

Ee programnya bagus maksudnya kita jangan juga jangan bias kelas menengah. Intention is good ya. Jangan bias kota juga. Tunggu dulu. Tunggu dulu.

Hah? Gua gua tanya sekali lagi. Programnya bagus apa niatnya bagus? Oh niatnya bagus. Intion int pas ngomong gua cek lagi.

Oke. Revisi. Niatnya bagus. Kita juga jangan bias menilai dalam menilai ini bias kota bias kelas menengah. Kita hidup di kota akses terhadap ini.

Kita harus lihat daerah-daerah di luar sana benutkan, yang benar butuh ya. Ujung-ujung sana, ujung utara, ujung selatan, ujung barat, ujung timur, tengah-tengah yang yang bahan makanan pun sulit ya. Karena jujur aja sekarang desa-desa, daerah-daerah itu kan berkorban duat kota. Mereka kirim shipping segala macam produk mereka. Kalau mereka produk itu mereka ambil sendiri mungkin mereka lebih sehat daripada kita kan gitu kira-kira.

He. Nah, ini bagus. Cuma memang di level implement namanya program baru ya. Program baru, lembaga baru. Oh, bayanglah kita pernah kita pernahlah kerja di sebuah lembaga baru di bentuk kita tahulah betapa tertatih-tatihnya apa membangun sistem, membangun birokrasi, mengimplementasikan kerjaan-kerjaan.

Hm. Apalagi semasif ini dengan anggaran yang tiba-tiba sebesar ini gitu akan ada minus dan gue cuma bisa berharap buat apa ya pengambil kebijakan atau orang-orang yang yang berkecimpung di bidang ini jangan main-mainlah sama yang kayak begini-begini. Iya. Apalagi bagian di situ tuh ada untuk ibu hamil dan menyusui itu dia nyawa ini nyawa karena ini soal nyawa cuy dan pengawasannya menurut gua harusnya seketat pengawasan terhadap misalnya airline pesawat pesawat jutaan pesawat terbang kalau satu aja jatuh yang 0,0 sekian itu sudah jadi tragedi besar jadi jadi saya maksudnya the way the way they handle it juga mungkin penginnya tuh data driven kan bas tapi kan dalam kasus ini pakai analogi tadi Jadi ya enggak mungkin dong lu menganalogikan nyawa anak-anak orang dengan angka statistik gitu. There more than statistic.

Iya kayak intinya kan maksudnya harusnya enggak kayak gitu. Program sebesar ini dengan intensi yang baik kalau dijalankan dengan tidak baik jadinya lu buat apa? Iya, kritis dan ini jadi perhatian dan mudah-mudahan dan benar kita kembali ke statement pembuka awal loh itu apa tuh yang soal wartawan nanya ke presiden itu harus harus ditanyakan harus ditanyakan maksudnya ini nyangkut hajat hidup orang banyak ini anak-anak orang masuk-masuk rumah sakit maksudnya iya like ya okelah which is the next topic tapi maksud gua whatever you just concluded doing itu eh perlu di-upload bukan berarti yang di homestand kita cuekin dong Betul. Money money. Kita pajak lumayan juga ya.

Lumayan. Lumayan, Bro. Bisa ngidupin banyak keluarga. Iya lumayan ya. Open statement kita bayar pajak lumayan kadang bikin sakit kep terlalu banyak if I have to say ya.

Bisa lebih sedikit menurut gua bikin sakit kepala juga ya. Oh iya itu lucu lagi tuh. Ada Meme soal ini balik ke Menteri Keuangan dulu sih akhirnya ada yang ekonom juga yang ngomong bahwa ya kalau menteri yang kemarin tuh kayak pas pajak itu cuma kayak berburu di kebun binatang aja. Orang yang sudah bayar pajak pajaknya ditarik-tarik tarik terus tarik terus asli. Asli jadi konsepnya intensifikasi bukan ekstensifikasi.

Dia bilang kayak di kebon binatang aja kan harusnya lu berburu di hutan. Lu berburu di dalam. Lu berburu di dalam. Pacak juga dia agree dengan Menteri Keuangan yang baru. Dia sudah statement bahwa pajak kita enggak naikin bla bla bla.

I happy lah. Iya. Eomerce. Jadi, jadi ya kita semangat kerja cari duit banyak. Kalau duit sudah banyak kita bayar pajak berapa juga kita bayar.

Iya. For now, Bapak itu memberikan memberikan solusi lah. It seems like that. Tapi again 100 hari pertama nanti sekarang baru 30 hari. Belum 30 hari ya.

Iya. Oke. Itulah kira-kira. Oke. Eh, selanjutnya itu pidato Prabowo yang ber di sini ada di antara kita nih yang datang-datang ke kantor.

Lu lihat enggak pidato Prabowa kemarin? Coba cerita dulu. Enggak, enggak, enggak. Jadi, jadi bukan gitu gua bukan gitu. He.

Jadi gua tuh gua enggak pernah selama ini dari zaman Soeharto ya kan sampai segala lu Soeharto mana ngerti lu dia ngomong apa. Enggak pernah gua nonton pidato Indonesia di sidang PBB Presiden Indonesia. Terus ee yang pertama dan ini gua nonton benar-benar gua nonton dari awal sampai habis. Oke. Ee ee dan gua suka nontonnya karena bahasa Inggrisnya bagus.

Jadi kuping lu enggak sakit gitu ya? Ah, gua engak pusing. Ih, gila, bahasa Inggrisnya bagus juga ya. Dia berapi-api lah kayaknya dia lah. Eh, ee poin-poinnya dia pun menurut gua makes sense ya.

Dia buka dengan kesetaraan, kemanusiaan, habis itu komitmen Indonesia, SDG, ya, jualanlah dikit ya kan. Apa yang sudah kita lakukan. Habis itu ee keadilan lagi dia balik. Habis itu dia ngomong Gaza. Gua enggak mau bahas tentang tentang isinya lah ya.

maksudnya isinya ee ee kalau menurut gua ee ada bagian-bagian yang dikritik oleh banyak pihak kan. Ada bagian harusnya bagian itu jangan, harusnya bagian ini jangan. Nah, kalau mau tahu soal itu lihat podcast-podcast orang lain, tulisan-tulisan orang lain, banyaklah yang gua mau ee bahas itu adalah ini agak menyerempet hubungan internasional sedikit kan. ee apa yang dia sampaikan itu sebenarnya menurut gua itu udah dengan dasar pertimbangan kepentingan Indonesia di kancah internasional ya kan ee ee dan itu pun mungkin dia sudah diskusi dengan yang lain-lain. Gua mau ngomong ini, gua mau ngomong ini.

Kita enggak tahulah ya atau e atau kedutaan besar kita atau menteri luar negeri kita. Udah. Jadi ee ee ee bagian itu sih ee menurut gua bagus-bagus aja. Masalahnya habis gua nonton itu gua scrolling lah di mana-mana ee eh e sosial media. Banyak yang enggak setuju, banyak yang enggak sepakat itu bukan presiden gua.

That's not my president. Atas kata-katanya dia, atas pandangannya dia, atas pidatonya dia. Itu Heeh. Heeh. spesifik gaza lah bagian itu.

Nah, ee yang menjadi pertanyaan gua ketik karena gua membayangkan eh ketika kita advice client seringkiali kan ketika lu berkomunikasi keluar public relations you do not forget doing your homework internal communications. Nah, apakah pemerintah kita sebelum Prabowo ngomong, Presiden Prabowo ngomong di kanca internasional, apakah ada woro-woro di dalam negeri atau apakah skema itu dilakukan? Karena menurut gua penting bahwa lu masyarakat lu harus align dulu dengan apa yang atau seenggaknya masyarakat lu tahulah apa yang mau dia sampaikan dan sepakat gitu. Enggak yang kaget banyak orang gitu kan. Iya ya.

Banyak yang yang apa namanya? Orang Indonesia yang sor ya misalnya kita sebagai negara muslim terbesar ya di dunia bahkan dan dan kita punya sejarah perang memerangi kolonialisme sejarahnya agak panjang. Sejarah Sofan nih ini saya bikin segmen baru nih. Sejarah Sofan. Tapi dia ngomong sejarah memang Prabo dia ngomong dalam konteks Gaza itu relevan.

Kami adalah bangsa yang tertindas pernah dijajah. Jadi dalam perspektif kebanyakan orang Indonesia, negara Israel itu kan enggak ada, enggak pernah kita akui. Jadi kita enggak pernah sepakat sama tawaran two state solution-nya itu sebelumnya. Historically Indonesia orang Indonesia. Orang Indonesia apa pemerintah Indonesia.

Orang Indonesia banyak Indonesia. Pemerintah Indonesia enggak. Tapi pemerintah kan yang disampaikan dari forum-forum internasional nih enggak terima. Enggak terima soal solution. Cuma kan kita must being realistic ya knowing global situation segala dan ada berapa juta orang Israel juga yang secara de facto sudah ada di situ gitu maksudnya ya win-win solution ya waktu itu tahun 90-an sudah ada beberapa perjanjian ya antaraas zaman Clinton antara siapa waktu itu Yaser Arafat ya ya BL BLO akhirnya ada keluarlah namanya State S toion itu tadi ya ini sekarang lagi dijalanin Dan dan mudah-mudahan itu bisa bawa kedamaian ya.

Gua kalau kalau ngomongin isu Palestina sama Israel itu benar-benar kompleks sih. Maksudnya gua udah enggak kebayang gimana sebetulnya solusinya. Iya kita enggak ngertilah maksudnya sejarah mereka segala macam mereka tuh panjang banget sampai 3.000 tahun gitu kan. Oh kita belum ada ini kepulauan ini belum ada. Kita sudah jadi ini kalau menurut Soviet sudah jadi kerajaan.

kerajaan kan. Oh, lu baca Reji harus baca itu enggak intinya belum ada kepulauan ini cuy. Tapi poinnya Adwi menarik bahwa kita harus mulai diskusi-diskusi tentang itu di sini dulu mengkondisikan baru lu ngomong salah keluar which is sebetulnya bisa diapresiasi. Justru kan kita diapresiasi karena itu e ya. Tapi poin Mercy juga benar tadi bahwa rupanya nih gua baca ya, gua baca ya di chat GPT ya, bahwa ini tuh pernah dilakukan oleh Gus Dur.

Oh iya. Heeh. Bukan membangun hubungan ya. Bukan membak bukan bukan hubungan diplomasi enggak ini official kan tadi gua tanya official position lah. Belum enggak official.

Gus Dur mau membuka hubungan politik dengan Israel dalam upaya mencari perdamaian di Palestina itu juga gitu. ee jalan menuju lu harus ee ee ee kasarnya lah ya, lu harus temenin sama dia supaya teman lu yang ini baik sama dia gitu. Kasarnya gitulah. Membuka jalanlah. Membuka jalan.

Iya. Membuka jalan. Nah, itu itu dilakukan oleh Gus Dur. Benar. Heeh.

Eh eh iya ada ada ada ada pembicara ada discussion itu tapi kan bukan membuka hubungan gua soalnya waktu itu kan juga pada zaman itu belum terlalu ngerti lah tapi gua kayak pernah dengar gitu something like that betul betul betul ah jadi sebenarnya ee eh ya itu dia tadi kan dari sisi komunikasi dari sisi komunikasi dari sisi komunikasi yang berdampak pada hubungan internasional itu aja sih kalau tapi kalau kalau menurut kita sebagai orang yang l berkecimpung di dunia PR lah. Kalau kita mau tadi internal communication dengan konteks Indonesia, what will you do? Kalau gua, gua akan buka diskusi-diskusi ya kan ee ee kampus-kampus, kampus-kampus kan lebih terbuka ya dalam hal yang kita mulai dengan dari yang dari yang kecil-kecil dulu diskusi ini gimana solusi Palestina sampai akhirnya muncul bahwa hei ee Indones ee dunia harus menyetujui menjamin menjamin kata-kata Prabowo menjamin keamanan bagi Israel agar terbuka kesempatan untuk berdirinya nation state Palestina gitu kan. Nah, yang gimana caranya itu tadi jadi dalam bentuk wacana lah digulirkan pelan-pelan gitu. Banyak yang pro kontra, banyak yang enggak setuju secara kultur secara ini ya enggak apa-apa tapi seenggaknya orang enggak kaget gitu.

Jangan tiba-tiba kejutan dadah di di PBB. Jadi diskursus itu bagus kan? Heeh. Wacana itu dibangun aja lu kayak kalau kita di PR tuh biasanya tuh kita suka basahin tanahnya dulu lah. Jangan langsung lu tanam soften the ground dulu.

Iya. Kayak tiba-tiba ada di rout yang ngomong apalah-hafalan di luar yang kita enggak tahu. Oh iya ada yang gitu-gitu kita kok enggak ngobrol dulu sih Bapak nih. Tapi ya kayaknya Iya kan tapi seringkiali kebijakan-kebijakan yang dirut sampaikan di luar itu kalayak internalnya sudah tahu seenggaknya sejalan. ketika ditanya, "Ah, iya iya tahu, ngerti gitu." Tapi ada yang belum enggak tahu juga kan?

Ada ya. Itu kan namanya juga usaha ya. Eh, kalau dari perspektif gua, I think it's pretty cool untuk eh Indonesia being represented dan menurut gua ee ide yang disampaikan itu ee logikal. Iya. Iya kan?

Realistis. Realistis. realistis maksudnya beneran bisa diimplementasikan dan memang dan persyaratan yang dia sebut di terakhir di ujung pidatonya itu ya itu apa adanya bro. Maksudnya kalau lu bikin another yang gak respect the country next tu ya lu it's just another war continuous war aja gitu enggak akan enggak akan beres. Tapi kalau misalnya lu udah accept bahwa oh iya mereka gua berhak hidup damai just as much as they do, we're on the same inilah table at kita bisa diskusiah untuk konkretnya.

Tapi kalau misalnya kita enggak bisa setuju di level itu, Bro, lu mau ngapain pun enggak akan kejadian. Enggak akan kejadian. Ini nih kita kayak enggak tahulah halusinasi enggak tahu ke mana gitu kan. Dan dan ya ini nih gua gua yang lucunya yang gua pengin tambahin itu eh clipsnya kan gua gua enggak kayak Adwi nonton semuanya belum sempat tapi gua nonton bits and pieces. Nah, ini kemarin kita agak sedikit ee gua bahas lagi ada internal session itu gimana framing masing-masing content creator media about that speechnya berapa lama Wi?

40 hampir 40 menit. 40 minut speech tuh yang diambil tuh yang mana tuh it's just interesting to see. Y dan very ecletic koleksinya nih mereka ngeklip macam-macam tuh. Oke, ini nih menarik juga ya. meaning enggak semuanya emang yang dominasi adalah yang bagian terakhir itu.

Tapi yang lain-lain tuh juga banyak diambil untuk eh yang menurut mereka menarik. That's that's the world that we live in now lah. I pas lu berpidato 45 menit, lu jangan kaget kalau yang dibahas bukan yang lu pengin doang nih yang semenit, Bro. Lu dari menit pertama sampai terakhir tuh punya potensi untuk diklip, diviralin. Iya, betul.

Gua lebih unik lagi. Gua juga enggak nonton, belum nonton The Full Speech. He dan lain-in. Gua juga nemu tapi ini dipare h sama presiden sebelumnya. Hm.

Terkait topic. Enggak nyebut nama presiden di forum yang sama. Di forum yang sama. Oke. Presiden yang mana nih?

Presiden Jokowi lah. Sebelumnya banyak. Jadi kan Bapak Prabowo kan ngomongin soal stens-nya ee Gaza bla bla bl apa panjang gitu berargumen dengan fluensi English dan lainlin lah. Stop are there clip yang presiden sebelumnya cumang stop the war. Stop the war.

Serius loh. It was just itu diplesetin kayak gak lah pasti ada gua tahu formasi konten yang dibuat itu itu gua kayak ya ampun begini amat orang Indonesia ya maksudnya dari segitu segitu inspirational-nya speech lu nyarinya begitu. Hm. Nah ini ini terakhir ujung-ujungnya sekarang di Tel Afif itu gua lihat ada billboard ada fotonya Prabowo cuy. Iya cuy.

Eh, gua kan gua kan baca ya. Maksudnya kalau gua kalau gua tertarik dengan Isu Gaza ada satu poin gitu yang kayak ini gua jadi tertarik. Gua masuk ke Times of Israel, gua masuk ke Aljazirah. Time of Israel eh eh ininya gede banget apa headline-nya eh Prabowo of Indonesia largest whatever lah itu pasti kan sis shalom. Maksud gua maksud gua eh kepala sekolah SD gua juga ngomong begitu mulu gitu.

Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Namo buddhaya. Om swastiastu. Shalom. Salam sejahtera untuk kita semua.

Itu ah kayak standarstandar penutup di Indonesia gitu. Dan itu kan itu keberagaman kita. Kita membuktikan keberagaman kita dengan kita mengucapkan ee kata penutup itu. Sementara di media Israel kocaknya dia cuman cuman kutip satu bagian itu doang. Oke.

Iya. Ben-ben mau dia mau framing apa pokoknya ambil aja masukin. Heeh. Terus ya e Netanyahu juga ngutip ngutip Prabowo juga kan ee ee Presiden Prabowo setuju dengan apa yang disampaikan Presiden Prabowo ya udah enggak apa-apalah bagus. Seaknya orang mendengarkan eh Trump juga eh I like you I like I like youingable.

Okelah. dan dia ada di ruangan ada beberapa pemimpin besar yang bahas Erdogan itu segala macam dan posisi Switchnya kan nomor tiga ya. Iya. Maksudnya dari segi urut urutanurutan ngomongnya juga orang masih fokus lah seaknya kayak kita ping kayak kita peaching nomor berapa nih? Nomor enam.

Ah mampus lu di awal gitu. Jadi lu masih captures people attention. Iya betul. Anyway we missed AI. AI AI lagi.

Eh oke ini nih menarik. Goo SEO GEO dan SEO. Again the previous Full House episode kita ngomongin sedikit dari research-nya Maverak. Iya iya ya kan. Shoutout to Maverick.

Tapi sebelum itu lagi way before itu kita sempat ngomongin juga in segment waktu itu eh SEO apa namanya? Still king but the crown is wobbling kan kalau enggak salah. H sekarang ini baru-baru ini ada discussion di LinkedIn ya yang lu ituin ya bahwa SEO is dead. Asik. Apa gimana kurang lebih nanti nanti mungkin kita bisa tampilin eh screen captur.

Tapi basically ada argumen lah dari dua orang yang berbeda ngomongin soal SEO dan CEO. Ada orang yang perumat bahwa SEO tuh udah mati. setidaknya SEO yang kita kenal selama 10 tahun terakhir lah. Karena sekarang udah bukan lagi SEO, tapi gimana cara lu muncul nih di AI search, muncul di CJPT, muncul di Perp City, gua kasih lu roadmap lengkap nih, download gitu-gitulah. I h ada orang yang beda pendapat e sama dia, boleh kita dapat terbuka enggak soal ini?

Karena enggak boleh nih orang-orang jadi sesat gitu loh, bahwa lu hanya rely ono. Iya. Iya. Iya. I.

Tapi, tapi ya yang menarik kan maksudnya ketika kita ngomong ee chat GPT ee Gemini dan mereka selalu pakai citation kan. Nah, ini sudah kita bahas lah ya. Udahlah mereka selalu pakai citation. Nah, enggak citation-nya itu diambil dari artikel artikel media yang kredibel dan dicross reference ke website ya. Oh, I original brand-nya.

Oke. Heeh. Jadi dia melakukan itu. Jadi dia enggak ngambil ininya. Dia tampilin asal tampilin.

He dia enggak asal tampilin. Dia ngecek ee sumvalidasi divalidasi dia validasi ke nah untuk lu mendapatkan valid untuk website lu jadi valid validated SEO masih. Iya benar. Iya se. Heeh.

Jadi ya samalah jadi enggak ada yang lebih penting dari yang lainnya. semuanya penting mungkin mungkin ee prioritasnya sekarang di CEO. Okelah lu mau prioritas ke sana tapi jangan lupakan barang yang ini. Iya dan dia masih penting ya. Ya samalah maksud gua kalau udah ada yang baru jangan lupakan yang lama wis asik asik itu pesan buat diri lu sendiri kayaknya.

Coba luan. Nah, enggak. Maksudnya yang gua pengin luruskan itu karena banyak ee brand-brand yang enggak ngerti ee ee maksudnya ini nih juga penting gitu. Maksudnya menurut gua yang udah shifting itu seperti yang kita discuss sebelumnya, the behavior. Kalau lu bilang kan lu enggak kan gua bilang waktu itu cuy gua udah enggak pernah lagi pakai Google.

Iya. Right. Gua udah semuanya e AI lah maksudnya. I like it wrong. Asik gua mau menganalisa sendiri sendiri.

Iya. Jadinya yang kayak tadi Adwi bilang gini, ini menurut gua namanya tuh meta search. Hm. Heeh. Right.

Lu jadi ada website, ada ee eh search engine, ada ini, ada sosial media apa dan sebagainya. Lu atasnya metanya. He. Mereka nyari semuanya. Ya.

Ya. Tapi the dominant eh apa? results itu lu masih dapat dari SEO jadinya. Heeh. Itu itu itu satu ya.

Jadinya lu no lu tetap harus kerjain SEO, man. Masih masih age. Terus lu mesti perhatikan komponen language, right? Proximity itu dia juga perhatikan jadinya untuk nyari informasi lu nanya tentang kamera gitu di Indonesia. Oh, jawabannya beda sama lu misalnya use the same prom lu di Australia karena dia nyari try to give localized information.

Jadinya itu tuh eh justru yang perlu dimengerti itu juga AI. AI AI AI AI sekarang berkembang sehingga dapat berupaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, survive gitu ya, Sof ya. Gua enggak tahulah gimana tuh. ya. Heeh.

Jadi gua baca artikel lah di mana itu di Fortune. Bentar gua baca dulu nih artikelnya. Mana ya tadi? Entar diedit-edit aja Kris. Entar dipotong aja Sofyan baca-bacain nih.

Ni kita belaga aja biar Sofan senang. Asik nanti diilang semuanya enggak ada gitu. Oke thank you. Ada satu AI yang dikasih promp ee tugas bahwa dia harus menyelamatkan dirinya at all cost dengan segala cara. Oke.

Oke. Promnya itunya itu. Heeh. yang dia lakukan adalah dia matikan security system yang mencegah supaya dia bisa melakukan apapun. Terus dia mencoba meng-copy ee dirinya sendiri mengclone copy ini codingnya dia ke server yang lain ee secara bertahap ya.

Tap dan ketika dia ditanya sama siapa yang memberi perintah prompternya itu apakah lu mengklaon? Dia cuma jawab enggak gua enggak melakukan itu. Gua itu cuma technical error. Asik. Jadi dia deny itu ya deny.

Terus ada lagi. Eah ini dia ada ada AI namanya Cloud 4. Heeh. Dia bilang dia dia udah ketika dia mau diancam dimatikan, dia balik ngancam si engineernya. He.

Engineernya itu diancam dengan apa? Diperes untuk diungkap hubungan ekstramaritalnya. Artinya sih AI-nya itu kan udah punya data-data dan dokumen-dokumennya dia ke mana-mana itu mungkin di personal archive atau whatever lah mungkin dia masuk di chatnya dia WA atau chat apa segala macam you don't know man ya ya itu itu dua dua case yang enggak maksud gua AI ini kan masih at its infancy infancy gua enggak bilang embrio juga udah infant lah tapi kan belum Belum adult, belum mecur. Belum mecur. Belum, belum, belum.

Bahkan remaja pun belum gitu. Tapi udah ada potensi-potensi macam gini nih. Jangan-jangan film Terminator beneran. Nah, itu dia itu kan kayak kayak kayak kejadian ya waktu AI itu ditugaskan untuk melindungi dunia. He.

Terus dia justru memutuskan bahwa umat manusia harus dihapus. Ultron itu. Iya. Asik. untuk menyelamatkan dunia manusia harus dihapus.

Avengersult 2015 ditonton bisa langsung di Disney Plus. Oke. Apa ya tadi gua lupa. Tapi ya itu interesting maksudnya jadinya buat brand-brand itu sekarang eh read up jangan-jangan kemakan dengan eh ini lu lupakan SEO. Sama yang ee titipan dari gua yang sekarang gua baru ingat itu lu lu eh mesti ingat your eh customer journey ya.

H ya kan dalam konteks ini dia ke ke ee apa namanya ke AI itu nanyakan apa, right? Karena customer journey orang tuh different brand, different products tuh beda-beda, cuy. Ya kan? Ada yang cuman simple checking, ada yang lu benar-benar harus pelajari. Eh, tahapan-tahapannya beda.

In the marketing funel juga beda. Jadinya need understand behavior orang-orangnya justru, right? Pemakaian eh AI ini untuk apa? What kind of information are they looking for? Jangan dipukul rata bahwa eh gua pengen tampil di ini gimana caranya gitu.

It's not relevant for you, you know, a lot of times. Jadinya eh don't get easily enamored by this this new thing trend, gitu kan. Bukan berarti lu juga harus eh your brand harus berpartisipasi dalam ini or put a lot of effort into it. Eh, belum tentu, right? First, lu mesti tahu journey-nya gimana.

Emang kalau misalnya beneran dibutuhkan then go crazy lah. Tapi if not eh lu spend your resources inilah yang benarlah di tempat-tempat yang lebih strategis. Betul betul apa namanya to kalau mau masuk chat GPT atau whatever AI yang lu promp lah dia kan harus ada cantolan SEO-nya. Iya segala macam. Dan yang paling penting citation-nya itu ada dari media-media credibel.

I tetap harus muncul di media kayak kayaknya poin mer adalah all of brands yang want to trend tuh have to paham bahwa itu yang penting karena kita sudah mulai dapat sih beberapa potential e clients yang nanya gimana caranya atau ada potensi klien eh ee bisa enggak nih produce number of article dengan optimiz SEO buat diure di GEO gitu. Gua potong jawabannya bisa lanjut. Wis mana kameranya? itu kamera gua yang itu. Oke, lanjut ya.

Itu aja sih kamera di sini. Jadi maksudnya sebagai brand kan lu harus harus bisa lah jam itu ada tren ya kan lu benar bisa e optimize timing is everything lah when it comes to marketing kan. Jadi makanya udah banyak yang branding aware. I appreciate e mereka tahu. Cuma jangan sampai loose s aja gitu bahwa cuma fokusnya di obsessing on the tools tapi enggak ingat bahwa journeynya itu tetap harus optimiz di luar.

CEO percaya sama gua, lu cari journeynya everything will inilah bisa-bisa dikondisikan yang penting lu tahu itu. And then you know what to do exactly karena we've been doing it. I right. Oke, I think we're out of time. Siap.

Eh, thank you for tuning in all the way to the end. Lagi-lagi gua Mercy, ada Stef Y, Sofan, Adwi di sini. E, sampai jumpa di episode berikutnya. Thank you. Thank you.

Thank you. Goodbye.

Go deeper — Concepts & Ideas