Episode 015 · Guests · Dr. Handaru & Neliana Puspitasari · 16 Oct 2025

TKA kini wajib untuk SNBP 2026 — cara persiapan (dan hindari buku palsu)

55 min · Bahasa Indonesia · Proxemics Podcast

Apakah nilai rapor mengatakan yang sebenarnya? Di Proxemics 015, Dr. Handaru Catu Bagus dari Pusmendik Kemendikdasmen dan psikolog sekolah Neliana Puspitasari (Mbak Pipit) dari Yayasan Psikolog Masuk Sekolah menjelaskan kenapa Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini jadi syarat wajib mendaftar SNBP 2026.

Akar masalahnya adalah nilai rapor yang bervariasi jauh antar sekolah — budaya yang Pak Daru sebut ‘sedekah nilai’ — sehingga TKA hadir sebagai validator. TKA tidak menggantikan rapor; ia melengkapi, dengan mengacu pada kurikulum yang berlaku dari Kelas 10, 11, dan setengah Kelas 12.

Siswa menghadapi mata pelajaran inti seperti Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris, ditambah dua mapel pilihan yang harus mendukung prodi SNBP — misalnya Kedokteran wajib Biologi dan Kimia. Agar belajar tanpa burnout, Mbak Pipit menyarankan Spaced Repetition, Active Recall, dan teknik Pomodoro (25 menit belajar, 5 menit istirahat), plus tidur cukup agar otak menyimpan informasi.

Pak Daru mengingatkan tajam: banyak buku persiapan TKA di pasaran sekadar menjual soal Ujian Nasional lama dengan kerangka yang jauh berbeda. Gunakan simulator resmi Ayo Coba TKA. Pengawasan terpusat lewat Zoom pun dirancang untuk mencegah joki.

Keduanya menutup dengan peran orang tua sebagai support system anti-toksik — merekognisi effort, bukan menekan — serta manfaat jangka panjang: TKA berpotensi jadi standar nasional untuk sekolah kedinasan, BUMN, bahkan kampus di luar negeri.

Bekal jernih bagi setiap siswa, orang tua, dan pendidik yang menghadapi musim ujian. Tonton sekarang.

Loncat ke

  1. 00:21 Kenapa TKA diperlukan
  2. 07:47 Materi prioritas & mitos bimbel palsu
  3. 15:57 Psikologi belajar: Pomodoro & tidur
  4. 20:35 Teknis ujian & aturan anti-joki
  5. 22:45 TKA untuk guru & sedekah nilai
  6. 29:17 Hasil TKA: angka & kategori
  7. 32:13 Kesiapan infrastruktur
  8. 35:34 Manfaat jangka panjang TKA
  9. 37:18 Orang tua sebagai support anti-toksik
  10. 48:22 Tiga tips penutup untuk murid

On the mic

Quick facts

FAQ

Apakah TKA wajib untuk SNBP 2026?
Ya — kini jadi syarat wajib mendaftar, berfungsi sebagai validator nilai sekolah, bukan ujian kelulusan.
Bagaimana siswa sebaiknya bersiap?
Spaced repetition dan Pomodoro, tidur yang terjaga, dan simulator resmi ‘Ayo Coba TKA’ — bukan buku persiapan UN lama.
Apakah buku TKA komersial bisa diandalkan?
Banyak yang memakai soal Ujian Nasional lama dengan kerangka berbeda; para tamu merekomendasikan simulator resmi.

Listen & watch

YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.

Transcript

Tampilkan transkrip lengkap

Transkrip otomatis dari audio asli (Bahasa Indonesia) — belum disunting.

[Musik] Oke, eh welcome to another episode of Proxemix. Jadinya di luar sana ini lagi banyak diobrolin dan melihat episode kita yang sebelumnya itu kayaknya banyak banget orang komen, orang bertanya. Jadinya kita harus mengulang episode ini dengan ee narasumber yang narasumber yang yang ee mengerti jug lah mungkin dengan perspektif yang berbeda ya. Nah, hari ini kita ada dua tamu yang luar biasa. Langsung aja kita perkenalkan.

Yang pertama itu ada Bapak Handaru Catu Bagus ya, Pak ya. Biasa dipanggil Pak Daru ya. Pak Daru. Oke. Pak Daru ini Kabit, Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Assesmen Pusmendik.

Betul. Dari Kemendik Dasmen. Iya. Oke. Ee selamat datang, Pak Daru.

Iya. Terima kasih. Mantap. Nah, berikutnya itu ee menarik karena kalau waktu itu kan ada Pak Doni ya, pemerhati pendidikan. Kalau kali ini tuh kita lihat dari ee psikologis ya kan.

Jadi kita coba undang ke Proxemix hari ini Ibu Neliana Puspitasari yang biasa dipanggil dengan Mbak Pipit ya. Oke. Psikolog. Jadinya Ibu juga nanti punya perspektif yang menarik nih tentang ee pendidikan ee anak remaja gitu kan. Apalagi ini nih yang lagi musim-musim ujian ya kan.

Ee ini nanti kita coba bahas. Nah, mungkin pertanyaan pertama dulu deh. Jadi ini by the way kita ngecek Google. Jadi terkait Google apa yang paling Heeh. Apa sih yang lagi banyak dicari itu?

Nah, pertanyaannya apa sih sebenarnya tka? atau tes kemampuan akademik. Dan kenapa tiba-tiba jadi salah satu syarat wajib untuk mendaftar SNBP atau seleksi nasional berdasarkan prestasi di tahun 2026 nanti. Iya. 202.

Iya. Buat 2026 kan. Nah, itu tuh yang paling populer, Pak. Jadinya langsung saja kita ee persilakan waktu dan tempat buat Pak Daru untuk menjawab gimana-gimana, Pak. Siap.

Jadi gini, tes kemampuan akademik itu sebenarnya adalah program prioritas dari kementerian. Oke. Jadi setelah kita tahu ujian nasional ya zaman dulu zaman zaman itu ada ujian nasional itu sejak 2020 itu tidak ada. Oke. Diganti dengan ya diganti dengan namanya sesmen nasional di mana asesmen nasional itu yang dilakukan pengukuran itu adalah untuk sistemnya.

Baik sistem di sat pendidikan maupun sistem di pemerintah daerah. Jadi yang diukur itu adalah itu tidak ada sama sekali yang diukur oleh pemerintah itu adalah individunya. Oke. Siswanya atau muridnya itu tidak ada diukur oleh eksternal. Yang melakukan pengukuran adalah sepenuhnya diserahkan kepada satuan pendidikan.

Oke. Nah, terjadilah banyak sekali hasil evaluasi kita ya. Salah satunya itu standarnya tidak sangat bervariasi standarnya. Oke. Setiap sekolah kan berusaha untuk memberikan nilai yang cukup tinggi.

Semuanya berlomba-lomba ngasih nilai sempurna. Kalau bisa 100 gitu. Nah, sulitlah ee instansi-instansi yang akan menggunakan ini itu sulit untuk membedakan mana anak yang ber memiliki kompetensi, memiliki kemampuan itu sulit setelah tidak adanya ujian nasional. Oke. Nah, hasil dari evaluasinya adalah seperti itu.

Itu makanya dibutuhkan adanya tes kemampuan akademik untuk ke sana arahnya. Oke. Jadinya tuh akar masalahnya pada saat sekolah A kasih 100 enggak sama dengan sekolah B. sama-sama 100 juga. Iya, maksudnya 100nya enggak sama realitanya di lapangan beda kompetensinya.

Heeh. Jadinya ee kalau kemarin kita minjam kata-katanya Pak Doni itu sulit untuk mendiskriminasi antara 100 yang kiri dengan 100 yang kanan. Betul. Itu yang terjadi karena homogen ya. Kalau rapor itu kan homogen sehingga nyambung ke tadi perguruan tinggi SNBP tadi kan pertanyaannya seperti itu.

I. Nah, bicara SNBP. SNBP itu kan pakainya secara aturan Permendikbud Ristek tahun 2022 nomor 48. He. Itu kan kriterianya adalah raport untuk SNBP.

Sampai sekarang tidak kita ubah, tetap menggunakan raport. Kita tidak ada mengubah di Permendikbud tersebut. Raport. Nah, selang beberapa tahun itu kan sulit untuk memilih mana anak yang memiliki kompetensi. Semua nilai sama, homogen semua di sana.

sehingga mereka perlu harus ada instrumen lain atau bahasanya tools lah. Tools lain yang bisa membedakan anak-anak yang memang punya kompeten punya kompetensi. Oke, akhirnya maka sekarang ini diputuskan dengan adanya TKA ini maka menjadi syarat untuk mendaftar SNBP harus ikut TKA seperti itu. Oke. Nah, ini di luar sana tuh kan kayaknya ada ketakutan ya maksudnya baik dari ee anak murid maupun orang tuanya gitu.

Karena mereka pas memulai pendidikan yang ee di level SMA ini mereka tuh tahunya mereka mempersiapkan tuh untuk A gitu. Tiba-tiba pas sudah di mau masuk ke tahun 12 diganti jadi B gitu. Nah, ini menurut Bapak ee apakah kekhawatiran mereka itu berbasis? Lalu ee gimana caranya menanggulangi kekhawatiran itu, Pak? Iya.

Sebenarnya ee kalau digantikan itu tidak ya. Oke. Antara A ke B. Sebenarnya tka ini melengkapi komplementary. Betul.

Jadi melengkapi tadi saya sudah sampaikan Permendikbot-nya tidak diubah. Oke. Tetap menggunakan rapilan atau bahan untuk pertimbangan ke SNBP yaitu rapor tetap. Tapi kan tadi bahwa TKA ini hanya sebagai validator bahasanya seperti itu. Jadi sebagai validasi dari nilai raport apakah anak ini memang kompetens kompetensinya itu benar atau tidak sesuai atau tidak dengan nilai raportnya.

Jadi sebenarnya dari anak-anak yang sudah disiapkan dari kelas 10, kelas 11, kelas 12 sekarang itu tetap mereka itu memang tidak mengurangi sama sekali ininya dia persiapan mereka, perencanaan mereka yang tidak ada yang berubah. Hanya sebenarnya di sini ini hanya sebagai pelengkap. TKA ini hanya sebagai melengkapi nilai rapor agar supaya perguruan tinggi ketika menilai atau mengukur sebagai bahan pertimbangan tersebut itu jelas. Oke, jelas bahwa saya memilih anak-anaknya itu adalah seperti ini. Jadi, sebenarnya kalau dia melakukan persiapan yang memang sudah dilakukan selama ini pun harusnya dia masalah menghadapi PTK ya.

Betul, betul, betul. Karena juga pelajarannya yang diujikan atau yang diteskan di dalam TKA ini juga menggunakan kurikulum yang berlaku saat ini. Oke. Jadi tidak akan keluar dari kurikulum yang berlaku seperti itu. Jadi sebenarnya dia sudah belajar dari kelas 10, kelas 11, sekarang kelas 12.

sebenarnya tidak usah khawatir gitu. Mereka tidak perlu lagi menyiapkan macam-macam dan lain sebagainya. Oke, seperti itu. Mereka harusnya justru menghadapi tes ini ya datang apa adanya. Apa yang sudah dipelajari itu yang harus dilakukan.

Itu yang harus dilakukan. Oke, menarik. Nah, ini lucu juga nih. Zaman sekarang tuh banyak AI kan Bapak Ibu. Ah, ini mulai kreatif juga nih anak-anak.

Nah, ini salah satu prom yang paling populer kurang lebih kayak gini nih. Buatkan saya jadwal belajar tka yang efektif sampai tanggal 3 November tapi enggak bikin burn out. Ya kan? Pertanyaan ini buat Bapak Ibu dua-duanya nih. Materi seperti apa yang harus jadi prioritas?

Kan kadang-kadang kita pada saat waktu itu dikompres ada memprioritaskan. Oke. Skala prioritas ya. harus diprioritaskan. Yang mana nih yang harus diprioritaskan dalam periode Heeh.

ee 3 minggu berarti ya efektif sampai 3 November kalau kita kalau dari se pelajarannya yang mana? Lalu buat Ibu Mbak Pipit bagaimana cara menerapkan teknik belajar gitu apakah yang a pomodoro kah atau active recall tanpa merasa tertekan oleh waktu yang makin sempit. Ini yang lagi diprom sama anak-anak itu ini jadinya saya lempar lagi ke Bapak Ibu. banyak pemikiran yang ternyata ngadapin ee kondisi kayak gini bukan anaknya aja gitu, tapi orang tuanya juga ee jadi perhatian juga karena support sistemnya mereka kalau di rumah siapa? Keluarganya gitu kan.

Mereka belajar tempat-tempat belajar itu selain di sekolah mereka belajar di rumah. Ada beberapa anak yang ah saya lebih senang belajar kelompok di luar. Oke. Tapi kan ujung-ujungnya kembali ke rumah. Mereka enggak belajar ke rumah, enggak belajar di rumah.

Tapi begitu mereka pulang, orang tuanya nanya, "Besok ujian apa? Udah belajar belum?" He. Tanpa orang kok belajarnya enggak kelihatan ya? Kok di rumah enggak pernah belajar ya? Gitu.

Ini kan juga akhirnya jadi pressure gitu. Terus terkait dengan tadi nih, ada enggak sih tips-tips untuk belajar gitu ya, bagaimana cara ee memaksimalkan apalagi ini hanya ee tinggal beberapa waktu gitu. Kalau tadi ada istilah ee pomodoro, terus kemudian ada istil macam-macam macam-macam. Teknik-teknik belajar nih banyak ya. Teknik saya ciptakan dulu.

Teknik belajar ternyata banyak belajar padahal sebenarnya dari dulu SKS zaman dulu SKS. Iya SKS itu ternyata SKS itu juga ada tekniknya enggak hanya belajar terus sampai begadang itu malah enggak efektif kan lupa besoknya malah ya. Betul, betul gitu, betul. Malah jadi buyar gitu. SKS enggak tidur semalaman gitu kan.

Ternyata ada beberapa teknik yang Iya gitu yang mungkin nanti bisa ini juga ya bisa dicoba gitu kan. Tadi kalau ternyata harus SKS ternyata ada caranya sendiri. Mungkin pada akhirnya kalau teknik belajar itu tergantung anak masing-masing lah. Dan dan hopefully pas sudah nyampai di kelas 12 saya enggak tahu sih kalau saya mungkin agak telat gitu ya teknik belajar tuh karena pada saat itu enggak banyak diomongin lah enggak seperti sekarang lah. Eh ada teknik belajar A B C dulu kita belajar belajar aja lah belajar gitu belajar ee hafalin pokoknya ingetin enggak ada terminologi.

Oh, kalau si Stepen itu belajarnya gaya ini ya atau si ee Mas Daru tuh gaya ini kita belajar belajar aja lah walaupun kita sendiri masing-masing ya sudah dengan cara Heeh. teknik masing-masing. Oke. Nah, kalau misalnya tadi Pak, apakah ada yang harus diprioritaskan? Iya, sebenarnya mata pelajarannya sudah kita tentukan ya.

Tidak semua mat apa aja apa aja Pak. Tidak semua mata pelajaran kita teskan. Oke. Ada kalau untuk SMA itu memang ada lima mapel, lima mata pelajaran yang harus mereka tempuh. Itu hari pertama itu matematika, bahasa Indonesia, bahasa Inggris.

Itu mata pelajaran-mata pelajaran yang sifatnya dasar. Oke. Bahasa Inggris, bahasa Indonesia. Oke. Nah, hari keduanya adalah mata pelajaran pilihan.

Kategori pilihan ini apa maksudnya? Mereka bebas memilih dari 19 mata pelajaran yang sudah kita tentukan. Mereka bebas memilih dua mapel. Oke. Jadi 99 19-nya ini ada semua sebenarnya tesnya adaantung ketertarikan tergantung ketertarikan.

Tapi nanti dulu ketertarikan ini seperti apa. Kalau tadi terkait dengan SNBP tadi kan ada bahasa SNBP kan tujuan kita SNBB sebenarnya tapi memang tidak banyak jumlah pesertanya sekitar 800 sampai 900.000 peserta oke yang akan ikut SNBP. Nah, itu kalau mereka memang eligible atau memang pengin ikut SNBP, maka mereka harus berdasarkan keputusan menteri. Heeh. Dikdasmen nomor 102.

Prodi yang mereka pilih harus mata pelajaran yang diambil itu adalah harus mata pelajaran pendukung sesuai dengan KMEN tadi. Oke. Jadi, contoh misalnya mau ngambil kedokteran ya kedokteran dia mau ngambil di SNBP ngambil kedokteran. Syarat yang pertama adalah dia harus mengambil yang namanya mata pelajaran biologi dan kimia. Biologi.

Harus itu harus. Tapi entar dulu ee sebelum itu harus dilihat dulu apakah anak ini raport semester 1 sampai semester 5nya dilihat dulu apakah ada biologi dan kimia tersebut atau tidak. Oh kalau enggak ada ya enggak bisa. Tiba-tiba ngambil. I tiba-tiba ngambil sebenarnya ngambil bisa aja tapi enggak bermanfaat karena kan harusnya memvalidasi apa yang sudah ada dari semesterya secara ee apa namanya probabilistik untuk mendapatkannya kecil.

Oke. Jadi harus konsisten ya Pak ya dari semester 1 sampai semester 5 harus ngambil yang tadi menguji apa yang sudah dipelajari lah. Bukan menguji sesuatu memvalidasi apa yang sudah ada. Apa yang sudah ada kan validator tadi jadi sifatnya bukan menambah beban belajar. Bukan menambah beban belajar.

Jadi ya itu yang harus dipelajari dan tadi menyambung ee Ibu Pipit ya terkait dengan ee adanya bimbel adanya sebenarnya di kami tuh sudah ada yang namanya ayo coba tka. Ayo coba tka. Ayo coba tka itu kalau di Google keluar harusnya sangat langsung di itu simulator gitu ya, Pak ya. Jadi itu Iya. Jadi itu dan itu soalnya itu semakin bertambah terus di kita.

Kita suruh nambah terus nambah terus. Jadi sebenarnya rugi juga atau sayang juga kalau seandainya harus sibuk dengan mencari bimbel-bimbel yang waktunya sudah sempit. Ini opportunis. Tapi Pak banyak di luar sanaortun eh ada tes baru kelas baru itu itu gimana-gimananya cara menjualnya aja mereka. Padahal mereka juga belum pernah tahu.

Iya. Atau mereka ngambilnya juga dari simulasi itu. Jangan-jangan seperti itu. Enggak. Kalau saya perhatikan, jadi yang dijual-jual yang banyak dijual, yang beredar itu buku-buku itu setelah saya buka-buka, saya cek cek cek ini sangat jauh banget dengan yang kita sudah keluarkan dalam kerangka asesmen.

Kita sudah punya kerangka asesmen. Waduh, bahaya dong itu justru. Nah, itu banyakan soal-soal UN ujian nasional-wuj nasional yang di beda. Sangat beda sekali konsepnya. Kita sudah mengeluarkan kerangka ases.

Jadi kalau guru-guru bagaimana cara untuk ng-edrill kan zaman sekarang ng-edrill ng-edrill ya. Kita juga dulu PM ya, pendalaman materi zaman kita dulu pendalaman materi. Nah, sekarang itu cukup pakai itu aja kerangka asesmen dipelajari, dilihat itu sudah lengkap banget. Insyaallah itu keluar. Enggak akan jauh-jauh lah dari situ.

Enggak akan jauh-jauh itu dari situ. Ah, ini ini pertanyaan tambahan kan ditesnya bulan November ya, tanggal 3. mulainya. Oke. Berarti dia baru SMA atau selevelnya itu baru 2 tahun, 2 bulan, 3 bulan.

Betul. Materi yang dites itu yang mana aja? Berarti kan beda dong. Kalau yang dulu ujian nasional tuh kan semua. Iya.

Nah, kalau sekarang 6 semester dong. Heeh. Berapa semester yang kalau sekarang yaitu kelas 10 sudah pasti kelas 11-nya. Jadi materi kelas 10, materi kelas 11 dan materi sebelum UTS kelas 12. Kelas 12 sudah ada juga di semester 5nya.

Oke. Sebagian dari sebagian dari itu. Oke. Berdasarkan kurikulum yang berlaku di Indonesia saat ini. Oke.

Komposisinya, Pak, apakah merata? Apa lebih berat kelas 11? Apa banyak kelas 10? Apa yang merata? Merata lumayan rata dan dan pastinya tidak mungkin keluar dari yang namanya kurikulum.

Intinya itu. Coba buat ee buatkan ee schedule belajar sampai dengan 3 November gitu untuk menghadapi TKA gitu kan. Nanti si EA itu tidak membaca nih yang yang ngisi orang EDSD atau bukan, orang hambatan intelektual atau bukan gitu. Sedangkan memang ee teknik-teknik belajar itu memang sudah kita lakukan tapi sekarang ternyata ada istilahnya mulai dari intinya me-recall gitu ya, mengulang mengulang bahwa belajar itu tidak sekedar menghafal, tapi salah satunya dengan latihan soal itu juga sebenarnya bisa ya banyak latihan soal gitu. Ada yang dikatakan eh space eh repetition.

Jadi mengulang kalau kita punya waktu banyak, anggap aja nih 3 minggu nih mau menghadapi TKA, kita bisa mengulang dalam waktu 3 minggu bisa, tapi kita jerakin gitu. Kita buat interval harian mingguan. Kita belajar sekarang kemudian nanti kita ee ulang di sepekan kemudian kemudian kita ulang lagi sepekan kemudian. Ini contoh sebenarnya ee aturan dari emang harus sepekan ya mengulangnya itu beda-beda gitu. Ada orang yang oke kita 3 hari lagi ya kita ulang, 5 hari lagi kita ulang gitu.

Nah, ini ada yang tekniknya seperti itu. Kenapa? Karena ternyata pada saat kita belajar itu saraf-saraf di otak itu saling terkoneksi. Kita menghafal, kita belajar atau kita me apa menerima informasi itu saraf di otak itu saling berhubungan. Nah, semakin banyak kita menghafal itu yang menghubungkan itu banyak sekali gitu.

Jadi semakin kaya nih otaknya nih, semakin ingatlah ya dia simpan di seminat gitu. Jadi pakai pakai aturan tadi. Oke, kita belajar hari ini, nanti 3 hari kemudian kita ee ulang ya, gitu. Dan bagaimana cara menghafalnya? Beberapa orang ada yang menggunakan flash card.

Jadi, mereka menulis di kartu. Enggak tahu nih ya, mungkin ee dulu kita pernah melewati seperti itu atau kita membuat diagram. Oke, ya. Mindmap. Oh, pakai mind map atau bikin pakai stabilo gitu ya.

Hal-hal yang penting ada yang dibakar diminum. Wah, menarik itu. Luar biasa. Dora Emon. Dora Emon.

Heeh. Bukan jalur ninja lagi ya. Emon. Oke. Ya.

Terus kemudian ada yang menggunakan ya tadi itu banyaklah gitu. Artinya kembalikan lagi sih anak ee ke anak-anak gitu kan. Mereka lebih nyaman pakai apa? Pakai kertas kah? Atau mereka tempel-tempel kan katanya harus divisualkan tidak hanya diingat tapi dicatat gitu ya.

Atau mereka ee peaching mengajarkan teman-temannya iya gitu ya. Mengulang itu kan juga bagian dari ee belajar juga ya. mengulang eh active recall gitu. Apa yang sudah dipelajari diulang diulang. Nah, ada juga yang ternyata aduh 2 hari lagi kita tka gitu kan.

Ini gimana nih harus belajar SKS nih gitu. Sistem kebut kita punya waktu 4 jam nih belajar misalnya misalnya ee duh gimana caranya nih gitu ya. ternyata masih e masih bisa dimaksimalkan dengan tadi caranya 25 menit kita belajar, 5 menit kita istirahat dulu ya. Bisa keluar dari ruangan. Kalau misalnya kita belajar dalam ruangan, kita keluar kita cari udara dulu atau kita minum sebentar gitu ya atau tarik nafas gitu ya.

Terus kemudian nanti masuk lagi 25 menit itu diulang dua sampai tiga kali. Nanti di pengulangan yang kedua kita ambil waktu istirahat itu ee lebih panjang 30 menitan lah gitu. Terus kemudian nanti diulang lagi per25/25 gitu. Itu proven ya. Memang banyak yang berhasil menggunakan cara itu.

Iya. Tapi tetap kita harus tidur enggak boleh terus enggak boleh yang benar-benar enggak tidur semalaman. Karena sama aja dong pada waktu tidur itu kan sebenarnya otak itu menyimpan informasi. I otak kita itu berfungsi untuk menyimpan informasi. Sekarang kalau misalnya kita sudah belajar semalaman kita enggak ada tidurnya apa yang Iya betul begitu besok kerja padahal ini belajarnya kemarin apa ya gitu ya padahal kita belajar tadi malam gitu ternyata udah lupa karena enggak maksimal jadi tetap harus ada waktu tidurnya makanya kan bisa di apa ya nyicil ya kalau dulu kita belajar nyicil gitu kan hari ini belajar besoknya sebenarnya itu masih bisa diterapkan oleh anak-anak sekarang Kalau misalnya TKA ini kan materi dari kelas 10 ya, berarti kan sebenarnya otak dia sudah menyimpan memori dari pelajaran di kelas 10 11 itu gradual kan nambah, nambah nambah dan pada saat di tka seharusnya kalau dilakukan dan dipelajari dengan benar itu akan sejajar dengan yang dia pelajari selama ini gitu ya.

Betul. Betul banget. Karena memang sekali lagi TKA ini bukan mengukur yang tidak dipelajari di kelas. Kelas 10, kelas 11, dan kelas 12. Dan kelas 12-nya pun tidak semua sampai semester 5 pun tidak kita ambil.

Jadi hanya setengah dari semester 5 seperti itu. Jadi sebenarnya enggak usah pengulangan-pengulangan ya. Iya. Enggak usah khawatir ya. Secara teknis tuh tadi hari pertama kan dasar ya Pak ya.

Matematika, bahasa Indonesia, bahasa Indonesia, bahasa Inggris itu selama 2 jam, 2 jam 20 menit. 2 jam 20 menit untuk ketiga mapel. Untuk tiga mapel itu langsung jadi langsung tuh dia masuk login langsung ngerjakan bahasa Indonesia dulu misalnya ya. Bahasa Indonesia dulu kurang lebih 45 menit nanti baru matematika 50 menit, 45 menit berikutnya adalah bahasa Inggris. Set itu selesai pulang atau kembali ke kelas.

Karena kan itu kan di ruangnya kan berbeda bukan ruang kelas makanya ruang komputer ya. ruang labitah pokoknya di sekolah mula serentak betul belajar nanti ada lagi sesi berikutnya sesi berikutnya oleh teman yang lain oh masuk ada biasanya kita menentukan tiga ses jadi sekolah tersebut bisa melaksanakan selama tiga sesi di hari yang sama di hari yang sama tiga sesisi pertama orang yang berbeda dengan sesi yang kedua nanti sesi ketiga orang yang berbeda lagi untuk yang ee berikutnya seperti itu. pergantian tapi enggak bisa tuker-tukaran joki gitu, Pak. Pertanyaan apa jawaban apa gitu-gitu enggak lah harusnya bagaimana. Jadi kita kan ada pengawas ya, kita kan menentukan ada aturan pengawas silang namanya.

Pengawas pengawas itu pengawas dulu zaman kita juga sekarang untuk yang karena adanya kebutuhan SNBP ini maka kita diawasi langsung oleh pusat dalam hal ini adalah ada penyelia. Penyelia ini menggunakan fasilitas konferensi video atau Zoom ya. Kalau bahasa aplikasinya aplikasi Zoom itu langsung diawasi oleh si namanya penyelia. Penyelia itu nanti akan mengawasi langsung dari ee pusat melihat semua kondisi-kondisi yang ada di lapangan. Oke.

Misalnya benar enggak di situ ada tes. Heeh. Benar enggak itu pesertanya. Betul. Jadi enggak bisa dimanipulasiah ya harapannya ya.

Harusnya begitu. Harusnya begitu. Iya. Maksudnya sistem ini dipakai untuk mencegah itulah harapannya untuk sesuai dengan prosedur yang kita sudah tentukan dalam Juknis maupun pedoman seperti itu. Itu yang kita harapkan.

Itu yang kita harapkan. Ini kan baru tahun pertama ya. Nanti kan artinya kita nanti akan berubah lagi nanti kalau tahun kedua kalau memang ada perbaikan. Betul seperti itu. Oke.

Oke. Nah, ini yang mungkin enggak terlalu banyak dibicarakan ya. Tapi dari sisi gurunya saya saya penasaran gitu apakah ee ada hal-hal yang harus diperhatikan oleh guru atau dalam berinteraksi sama murid ee untuk menghadapi ee musim ujian terutama kali ini yang paling dekat ini tka t kalau dari Bapak gimana terkait dengan guru. Jadi kita sudah mengeluarkan tadi ya sudah saya sebutkan ada kerangka asesmen sekarang ini bukan kisi-kisi ya kan kalau zaman kita dulu UNIS minta kisi-kisi enggak ada yang keluar lagi kis jadi kalau kisi kalau kita nyebut kisi kenapa bukan kisi-kisi jadi kalau sudah kisi-kisi itu kan keluarnya sudah indikator nyebutnya satuan terkecilnya adalah indikator kalau sudah indikator itu berarti sudah soal wus artinya guru-guru akan mengajari indikator-indikator yang keluar hanya itu yang diajari ini yang salah selama ini kita didril, kita dipmkan hanya belajar indikator hanya belajar indikator. Iya.

Nah, kalau sekarang kita nyebutnya adalah kerangka asesmen. Jadi, kerangka asesmen itu adalah sebenarnya itu sudah mendekati apa yang akan dikeluarkan ketika tka. Tapi itu kalau dia mempelajari itu, itu harusnya semua mata pelajaran yang ada di sini itu semuanya dari kelas 10, kelas 11 itu juga sebenarnya harus diajari juga, cuman memang tidak langsung otomatis ee apa namanya? Keluar gitu. tidak tidak keluar di TKA-nya gitu.

Artinya enggak jauhlah dari yang itu gitu sebenarnya. itu jadi lebih kalau dia mau memberikan pendalaman materi atau drill sebenarnya boleh-boleh dan itu bagus karena yang dilakukan itu adalah bukan indikator yang seperti UN kita zaman kita UN zaman saya bukan bukan UN Epta dulu karena ternyata yang mendengar kata baru itu bukan cuma murid-muridnya ini aduh apalagi nih apalagi aduh kerangka asesmen gitu berarti kan banyak banget ya kerangka itu kan saya gambarannya itu kayak apa ee bab apa nih atau subbab apa Iya. Harus diajari ya kalau memang mau di Iya itu ya mungkin ee sudah melewati fase sosialisasi seperti itu. Terus kemudian tadi ya ee stigma-stigma duh gimana sekarang kita diukur ee sesuai dengan kompetensi siswa udah enggak ada lagi tuh yang di belakang-belakang ini gitu kan. Jadi kembali lagi ke iya kan jadi nilai sekolah nanti nih nilai sekolah gitu tapi seharusnya guru juga lebih tenang ya seharusnya harapannya ini juga membantu guru gitu artinya mereka nanti akan bekerja secara objektif juga terus ee tadi kalau iya kalau guru itu mengajar di sekolah yang memang favorit gimana kalau ternyata guru-guru itu ada di sekolah-sekolah yang mohon maaf itu branding-branding dari favorit itu tuh enggak muncul gitu ya kan ee secara psikologis kan juga mungkin Oh, ya sudahah sekarang berarti pemerataan nih.

Setelah dulu dicoba dengan zonasi gitu kan, tidak ada diskriminasi sekolah untuk anak-anak yang karena memang kemampuan anak-anak itu beragam. Ee mereka enggak semuanya unggul gitu ya, ada yang menengah atau mungkin memang ada anak-anak juga yang disabilitas juga gitu. Anak-anak yang kemampuannya itu di bawah rata-rata pun ada gitu. Jadi ya pemerataan ya itu dan memang guru harus siap juga sih gimana nanti guru menggiring siswanya, memotivasi siswanya. Kalau gurunya enggak siap ya muridnya enggak siap juga dong.

He gitu. Pada akhirnya ini kan kayak assesment buat gurunya juga inense. Misalnya saya ngasih sembilan contohnya pas dites tujuh ada ada perbedaan ada selisih itu kan. Tapi gimana menurut Pak Daru guru-guru ini menghadapi nantilah misalnya pas ada nilai tiba-tiba kok ternyata angka yang kita kasih itu enggak sama ya dengan hasil nasional lah misalnya ee yang tadi saya bilang contohnya si A saya kasih udah berapa nih 4 semester berutuh nilainya 89 lah tiba-tiba pas dites 67 gitu. Ahah.

Ini ee apa artinya buat guru-guru ini dan ee apa ya gimana untuk memotivate mereka untuk ya maju terus maksudnya mungkin ada perbaikan dan lain-lain. I ini tujuan salah satunya tka adalah untuk memperbaiki proses pembelajaran dan penilaian di kelas. Itu salah satu TKA. Tujuannya adalah itu. Jadi dengan adanya TKA ini ya harapannya ketika guru itu mengajar itu sekarang sudah harus apa sesuai dengan ee norma-norma pembelajaran yang sudah kita tentukan dalam kurikulum CP-nya dan lain sebagainya.

Itu yang harus diperhatikan oleh guru. Termasuk ketika penilaian juga sekarang dengan tidak adanya UN itu kan apa yang terjadi kualitas soalnya itu rendah gitu. Kualitas soalnya rendah. membuat soal itu asal-asalan lah bahasanya guru-guru ini. Oke.

Ya, itu yang harus kita ubah sebenarnya dengan adanya TKA ini ya memperbaiki semua semua lini ya termasuk pembelajaran dan penilaian. Ini harapannya seperti itu. Dan terkait dengan tadi kalau seandainya nilainya ini rendah dan inilah apa ya memacu memotivasi untuk memperbaiki kalau pengalaman saya sebagai saya sebagai orang tua juga ya di di saya juga punya anak juga. Artinya kalau kita lihat kan kalau semester-semester awal artinya setengah semester itu kan nilainya jatuh semua tuh kita dikasih raport itu ah tidak sesuai apa tidak apa namanya di bawah KKM ya di apa tidak tuntas lah pasti tidak tuntas tapi ketika hasil raport yang naik apa di semester akhir itu kan jadi berubah tuh SIM salah BIM nilainya di atas semua KKM ya itu yang kita mau ubah sebenarnya jadi tidak seenaknya dalam memberikan penilaian Dalam arti kalau Pak Menteri selalu bilang sedekah nilainya tuh luar biasa gitu. Ada range yang jauh ya.

Heeh. Seperti itu. Jadi hal-hal ini yang mau kita coba perbaiki seperti itu. Oke. Ya, dulu juga saya ini terkait memberikan nilai yang memang sesuai ya.

Bukan semuanya di ee dokterin dinaikin apa katrol ya. Kalau zaman dulu istilahnya sampai sekarang juga namanya sekarang istilahnya. Jadi sedekah nilai nilai. Iya. ee mungkin banget buat guru-guru gitu ya untuk ngasih nilai karena kedekatan betul melihat anaknya usaha.

Em tadi saya nanya pas off of off of the records ya terkait teknis-teknis dari ee TKA ini sendiri. Tadi kan Bapak sempat jelasin mungkin bisa sambil jelaskan juga sebenarnya nanti output dari TKA itu akan apa gitu. Apa apakah akan angka? Apakah akan indikator yang tadi Bapak sebutkan? Mungkin bisa dijelaskan secara simpel supaya lebih mengerti lah yangon.

Iya. Jadi terkait dengan TKA ini pasti hasil akhirnya itu bentuknya adalah nilai. Heeh. Skala 0 sampai 100. Oke.

Dan enggak usah khawatir enggak ada pengurangan nilai. Artinya pengurangan nilai kan kalau zaman kita dulu UMPTn ya. Zaman saya dulu UMPTn itu kan kalau benar itu dapat empat. Oh dipenalize kalau salah ya. Saya enggak tahu dipunish ya.

Makanya saya gagal. Kalau salah itu mainnya satu. Kalau tidak dijawab nol, kalau ini tidak benar itu satu ya salah atau tidak dijawab ya nol. Enggak ada nilainya jadi enggak negatif seperti itu. Jadi enggak usah khawatir.

Terus tadi kategori. Jadi selain tadi nilai juga akan dikeluarkan kategori karena ini kan menjadi hal yang penting ya bahwa saya ada di posisi mana nih. Bahkan kalau kita tufel pun juga atau isu is ada tingkatan-tingkatan, level-levelnya juga ya. Jadi ini kita juga akan mengeluarkan itu juga. Ada level paling bawah adalah kurang.

Di atasnya itu memadai. Di atasnya lagi baik. Paling tinggi adalah istimewa. Tunggu coba gimana yang ini? Ini terkait apa Pak?

Terkait dengan kategori. Kategori. Kategori untuk jadi konversi terhadap nilai. Oke. Hasil-hasil dari 0 100 itu kan perlu dikonversi artinya apa gitu.

Artinya apa? Ada kategori namanya kurang, memadai, baik, istimewa. Oke, tetap harus ada ini karena ini kan bagian dari sebuah apa ya ee memberikan sebuah norma penilaian ya. Norma penilaian kan butuh ada kategori di sini seperti itu. Oke.

Yang keluar kategorinya apa? Nilai plus kategori. Nilai plus kategori. Oke. Jadi nilainya spesifik tuh ada lah 83 gitu.

Ada. Iya. Betul. Eh ini 100 soal apa 50? Tidak.

Jumlah soalnya itu memang kita beda-beda tergantung kalau mapel-mapel eksak gitu ya. ituak mungkin bisa apa banyak ya. Oke. Cumang kalau saya selalu kalau ditanya seperti itu memang ini belum ditentukan jumlah soalnya berapa. Cuma kalau paling gampang itu adalah maksimal itu adalah 2 menit per satu soal.

Maksimal 2 menit per satu soal satu soal. Artinya kalau kayak misalnya matematika tadi 50 adalah maksimal ada 25 dan enggak mungkin lebih dari 25. Tapi kalau seandainya bahasa Indonesia tadi bahasa Inggris 45 ya paling sekitar 23 tapi bisa lebih gitu. Kenapa? Karena kalau bahasa Indonesia itu kan ee apa namanya?

Tidak mengerjakannya itu cukup 1 menit aja bisa gitu. Kan tadi maksimal 2 menit mengerjakannya tapi bisa le bisa kurang dari itu. Ah makanya bisa lebih banyak bahasa Indonesia bahasa bahasa apa namanya? Bahasa Inggris itu bisa lebih banyak. Inggris.

Oke. Menarik sekali. untuk pas eksekusi ini kan kita banyak juga yang takut tuh kesiapan infrastruktur ee koneksi apa dan sebagainya itu apakah ada kiat-kiat yang sudah dilakukan ee dari kementerian dengan kolaborasi dengan kementerian lainnya atau apa aja sih, Pak, persiapannya dan sudah berapa persen kira-kira persiapannya? Ini kan ditinggal 3 pekan lagi ya, ditinggal 3 pekan lagi pelaksanaan dan kita selalu berkoordinasi dengan beberapa kementerian. Ada Kamendagerri.

Oke. Di bawahnya kan pemda-pemda kan di bawah Kamendageri. Betul. Itu juga Kemenak. Kemenak itu kan ada ada pondok pesantren, ada madrasah.

Pasti mereka melakukan persiapan-persiapan yang terkait dengan teknisnya. Oke. Dan memang kita biasa sebelum pelaksanaan asesmen secara ee utamanya itu ada yang namanya simulasi. Sekarang kita lagi simulasi, lagi ada simulasi. sekarang nih sampai nanti hari Minggu itu simulasi nanti di tanggal 23 27 Oktober itu ada namanya geladi bersih.

Oke. Gadi bersih baru pelaksanaan di tanggal 3456 tersebut. Artinya apa? Di sinilah tempat untuk melakukan ee persiapan dari sisi infra. Infra yang ada di sekolah itu siap atau tidak.

Dan memang kita memberikan banyak atau beberapa pilihan moda, bisa online, bisa semi online. Semi online itu artinya pelaksanaan secara offline secara tetap pakai komputer ya, semua pakai komputer. Offline-nya itu adalah tetap komputer tapi tidak terhubung internet. Oke. Pelaksanaan.

Tapi kalau online itu harus ada internetnya di satuan pendidikan. Kalau seandainya satu pendidikan tersebut tidak punya perangkat, dia bisa menumpang di sekolah lain. Jadi, dia bisa menumpang di sekolah-sekolah lain. Jadi, kita memberikan banyak ee apa solusi ya untuk sekolah-sekolah yang memang secara kemampuan infranya itu terbatas. Jadi, kita memberikan banyak solusi atau meminjam juga, meminjam dari sekolah lain juga bisa juga, meminjam dari orang tua murid juga bisa dan lain sebagainya.

itu itu yang kita coba ee sampaikan ke apa nam apa pemda ya pemerintah daerah. Oke. Kalau misalnya bermasalah di hari H itu tuh apa yang mereka harus lakukan antara murid, guru, sekolah dan lain-lain? A harusnya ada dong yang sudah diantisipasi antisipasi dan apa yang harus mereka lakukan? Iya memang di kami itu tidak ee jadi gini, masalahnya itu apa dulu ya?

Masalahnya apa dulu? Banyak masalahnya itu masalah apa dulu? Ee kalau seandainya misalnya mati listrik gitu ya. mati listrik di sekolah. Oh, sering nih sekolah-sekolah tuh sering banget mati listrik ya.

Iya. Iya. Misalnya kalau sejauh masih bisa mengejar waktu yang kita tentukan itu tetap dia bisa selesaikan. Tapi kalau seandainya dia tidak bisa itu ada waktu susulan namanya. Oke.

Jadi kita tentukan jadwal susulan namanya. Jadwal susulan itu di nanti di tanggal di bulan November juga itu nanti di sekitar di tanggal 23 November sampai tanggal 27 kalau tidak salah November. Oke, nanti. Jadi itu susulan dari bagi-bagi yang tadi terkendala-terkendala tersebut harapannya sih tidak ada ya, tidak banyak gitu ya, tidak banyak untuk sana. Ya, intinya sih saya cuman pengin sampaikan harusnya mereka enggak usah terlalu khawatir tentang itulah karena pasti akan dibantu dikondisikan lah.

Jadi bukan kayak kiamat gitu kalau misalnya wah ini cuman tanggal 3 aja nih gagal terus gimana kalau kan takutnya mereka fokus ke hal-hal yang sebenarnya mereka enggak perlu Iya. I ee takutkan gitu. mati lampu ya nanti bisa ee ikut ada gelitu ya harusnya enggak enggak ada masalah. Nah, ini menarik juga nih ee terkait hasil TKA ini apakah ini bisa menjadi portfolio untuk daftar sekolah kedinasanlah, beasiswa atau bahkan kampus di luar negeri ee sekarang dan di masa mendatang menurut ee Pak Daru gimana? Iya, memang TKA ini kan program baru ya, program tahun ini yang baru.

Harapan kita nanti setelah ini TKA ini sudah terlaksana, kita lagi mau melakukan kayak semacam ee audiens ya dengan pihak-pihak tertentu dalam hal ini misalnya dari kepolisian, dari ee apa TNI gitu ya untuk mengembalikan seperti ujian nasional dulu. Dulu kan mereka tinggal pakai saja nih ujian nasional. Nah, TKA itu seperti itu juga. Termasuk BUMN zaman dulu tuh BUMN juga tinggal pakai doang. KAI contohnya menggunakan ujian nasional.

Itu juga perguruan tinggi-perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Ini kan setelah tidak ada UN tahu ya ada berita di Belanda, di Jerman itu kan tidak mau menerima mahasiswa-mahasiswa dari Indonesia cuma gara-gara tidak punya nilai standar nasional kita sini bingung mereka. Makanya mau enggak mau anak-anak yang mau ke luar negeri kan ya zaman anak saya juga mau ke luar negeri itu harus pakai SAT kan SAT ataupun ya yang standar lah yang malah jadi standar yang dia enggak pelajarin selama ini itu dia mereka harus siap lagi. Kalau sekarang dengan harapannya dengan adanya ini kita mau yakinkan lagi bahwa kita kembali loh ada lagi tka loh harapannya seperti itu. Ya balik lagi tadi portofolio menjadi penting.

Makanya tadi saya selalu sebutkan bahwa ini tidak memang ini bukan bukan masalah wajib atau tidak wajib tapi ini penting gitu ya. TKA ini menjadi penting gitu ya untuk diikuti oleh anak-anak gitu ya. Karena kita tidak tahu ke depannya itu kebijakannya seperti apa ya harapannya ayo ikut aja tka enggak usah takut gitu. intinya seperti itu. Oke.

Nah, ee tadi kan Mbak Pipit sempat sebut ee keluarga sebagai support system ya. Nah, ini nih apa sih, Mbak yang harus diperhatikan oleh orang tua? Kadang-kadang gini, orang tua juga bukannya tidak mau memberikan perhatian, kadang mereka enggak tahu apa yang harus diperhatikan gitu. Nah, dalam musim-musim ujian kayak gini, ada enggak ee dua tiga hal yang eh ee ini nih yang mesti diperhatikan dari si anak ya kan yang lagi mau ujian. Oke ya.

Tadi infrastruktur sudah gitu ya, ada plan A, plan B, plan Cnya semua aman ya. Terus kemudian guru juga nih ya, guru ee mulai oh paham ternyata seperti ini. Itu juga untuk mengevaluasi terkait dengan pemberian nilai tadi itu sedekah sedekah nilai. Sekarang kembali ke rumah nih gitu ya orang tuanya apa yang harus dilakukan gitu. Ini hati-hati jangan sampai jadi orang tua yang toksik.

Ee ya hati-hati nih gitu. Artinya ada harapan orang tua, ekspektasi orang tua tanpa melihat kemampuan si anak. Iya. Jadi tka itu bukan sesuatu yang menakutkan ya. Kita kayaknya harus mulai bersahabat nih dengan tka karena ternyata banyak ya manfaatnya tadi tuh.

Ee enggak usah takut, ayo ikut aja. Justru di situ kita bisa mengukur iya namanya akademik gitu. Apakah memang kita ada potensi akademik? Apakah memang karena tiap orang itu punya kecerdasan yang berbeda-beda. Seandainya misalnya oh nilainya rendah itu bukan akhir dari segalanya.

kamu tuh punya yang lainnya loh gitu. Ada mungkin dia unggul di musik, mungkin dia unggul di bahasa gitu ya, atau mungkin bahkan dia memahami dirinya sendiri, memahami emosi dirinya sendiri. Itu adalah kecerdasan gitu. Jadi ketika anak ini berani melakukan tka berarti artinya dia berani mengevaluasi juga sejauh mana sih termasuk orang tua gitu. Jadi enggak harus akademik-akademik anak sekarang kan sudah enggak zaman ya.

Yang unggul itu adalah yang ranking satu. Yang unggul itu adalah nilainya besar gitu kan. itu kan udah enggak zaman lagi gitu. Jadi ee support juga harus jadi team supporter gitu ya. Tim supporter anak-anak untuk bisa ee mengikuti tka gitu.

Jangan jadi orang tua yang toxic, bukan harapan sepenuhnya. Memang enggak ada orang tua yang ee pengin anaknya itu jelek tuh enggak ada gitu. Kayaknya semua orang tua tuh penginnya anaknya itu sukses gitu. Walaupun kadang-kadang iya kayaknya dia enggak unggul deh di sini gitu. Tapi kan tetap kan mereka pengin anaknya itu berhasil gitu.

Tapi kadang-kadang itu tadi orang tua selalu apa ya ee ini keinginan saya nih sebenarnya nih dia pengin unggul di akademik gitu. Jadi ee paling enggak orang tua tahu dulu lah gitu kan kapan sih TKA ini gitu. Itu kan salah satu bentuk komunikasi ya. Jangan jangan enggak tahu jadwalnya kapan gitu. Orang tua mau mengetahui oh ada tka ya oh ada jadwal ya oh tanggal sekian sampai tanggal sekian gitu.

Ini belum belum belum masuk ke gimana cara mengawasi mereka belajar gitu ya. bagaimana cara mendampingi gitu. Tapi ee paling enggak orang tua tahu ada tka jadwalnya kapan, terus kemudian memastikan anaknya itu tenang, percaya diri. Jangan sampai kita sudah belajar tiba-tiba kena mental, anaknya takutan dengan tka pas hari h-nya enggak datang. Dia lebih fatal kan beri banget tuh.

Iya. Jadi ibu-ibu, bapak-bapak tuh keluarga lah ya. Seandainya orang tuanya enggak ada misalnya mereka masih punya keluarga gitu. Gimana caranya biar anak ini tuh mentalnya tuh siap? Karena yang menghadapi TKA itu anak-anak, bukan orang tuanya.

Ini ini terkait ee pernyataan Mbak Piwit barusan ya. Harapan orang tua tuh kadang-kadang kan ya setinggi langit ya terlalu terlalu tinggi. Nah, kalau misalnya anaknya, "Ah, enggaklah saya enggak mau masuk ke universitas negeri gitu terserahlah apapunlah." Terus dia ikutlah enggak belajar apapunlah dia intinya dia hanya menjalankan karena harus karena wajib. Terus hasilnya ternyata tidak memuaskan. misalnya angkanya di ee kalau satuan mungkin jadi 60 gitu kan.

Itu artinya apa buat dia, Pak? Iya. Sebenarnya itulah kemampuan artinya kan itu sebuah kemampuan yang dimiliki oleh si anak. Sebenarnya potret diri ya. He.

Ini kan potret dari seorang anak. Jadi profile akademik. Akademik secara akademik. Jadi kayak ibarat kayak kita ngaca gitu, refleksi, oh saya ini kurangnya di sini nih. Kayak medical check up-nya dia lah.

Sehingga dia harus berubah untuk bisa diperbaiki di sisi mananya dan diperbaiki. Intinya seperti itu. Jadi enggak usah enggak usah apa ya bahasanya ya dengan nilai 60 itu bukan sesuatu yang doesn't define you lah ya. Tidak. Iya.

Jadi dan itu sebenarnya kalau nilai itu tuh menjadi bagusnya tuh nanti di sekolah. Heeh. akan menjadi perbaikan yang sangat baik untuk sekolah ketika ada anak-anak yang memiliki nilai rendah. Jadi sekolahnya itu akan diperbaiki di situ. Itu yang kita harapkan seperti itu.

Jadi ee ya sudah memang anaknya nilainya dapat 60 gitu kan. Tapi kan tadi bukan berarti anak ini tidak selesai di akademik. Tidak kan dia punya non akademik juga punya kan dia ya pasti punya punya kelebihan dari non akademik gitu ya. dan hal itu yang ee sebenarnya menjadi apa motivasi juga gitu. Jadi berarti dengan ee seandainya itu terjadi berarti ini malah jadi refleksi buat sekolah dan buat anaknya gitu.

Dan orang tu apa yang harus diperbaiki? Apa yang harus diperbaiki? Apa yang harus diperbaiki? Ee apa yang harus di ee dipelajari lebih, apa yang harus didalami lebih. Iya.

I apalagi mereka kan masih punya satu semester ya. Betul. Si anak ini kan masih punya satu semester. Harapannya ya nanti dengan satu semester ini dia harus memperbaiki lagi kan anak tersebut ya. Jadi itu yang kita harapkan ke sana.

Masih ada satu semester yang sisa itu. Oke. Jadi mental ya sebenarnya ya mental juga nih. Duh 60 gimana nih gitu. Ah 60 teman-temannya 80 saya 60 gimana gitu.

Karena dari dulu sebenarnya ujian ini kan sebenarnya ada dari dulu tuh tes-tes ini tuh sebenarnya ada gitu kan. kita pasti melewati fase-fase itu dari SD, SMP, SMA gitu. Jadi sekarang bicara terkait dengan mental anaknya nih. Orang tua harus jadi suporter yang baik ya. Mengetahui apa itu TKA, belajar juga.

Oh, TKA itu ternyata seperti ini ya gitu. Tahu jadwal ujian anaknya kapan gitu kan. Sekarang ngadapin mereka enggak yang ayo ditemenin gitu di sebelahnya. Belajar enggak sekarang? Belajar enggak gitu.

Beda konsep ya. Iya, beda konsep kan sekarang ya gitu. atau orang tua bisa ee memfasilitasi misalnya memberikan makanan gitu. Kadang kan ada orang yang belajar sambil ngemil gitu kan. Nah, itu juga sebenarnya salah satu bentuk support ya.

Oke. Gitu kan atau tidak memberikan pressure. Nah, nah itu tuh menarik. Pada akhirnya kalau saya di mata saya mungkin saya salah nanti bantu koreksi. Pada akhirnya sebagai orang tua itu eh menurut saya memberikan pressure itu penting juga untuk untuk menyemangati, nge-push lah.

Dasarnya ng-push lah. Pressure mungkin langsung negatif. Kita nge-push anak ini menurut saya penting karena kadang-kadang memang ada anak-anak yang ee perlu dorongan tersebut. Heeh. Kalau enggak dia enggak perform gitu karena mereka enggak ngerti apaan sih.

Tapi pas di-push mereka bisa apply themselves bisa mengaplikasikan diri mereka lebih baik. akhirnya bisa mencapai sesuatu yang ee tangible lah, benar-benar jadi sesuatu gitu. Tapi kapan kita mesti tahu ngpush mendorong itu udah over yang pada akhirnya jadi toxic tadi ya kan yang tadinya niatnya baik. Nah, ini kan agak susah ya kita sebagai Heeh. ee orang tua antara susah untuk mendeteksinya melihat oh ini sudah maksimal sama susah untuk melihat tunggu dulu ini keinginan gua sebagai orang tua apa emang beneran anaknya gitu.

Kadang-kadang kita juga susah ee membedakan. Nah, ada saran atau gimana caranya ya untuk balance untukect lah. Oh, ini nih dorongan yang pas atau ini sudah kelewatan kayaknya. H. Oke, berarti dengan komunikasi efektif ya.

Misalnya, misalnya ee kita lihat dulu nih sebagai orang tua harus melihat kebutuhan anak. Oke, gitu ya. Jadi enggak enggak yang tadi tuh harus ayo kita enggak sama dengan mereka gitu. Zaman kita sebagai dulu waktu kita SMA dengan mereka juga beda. Itu harus disadari tuh gitu ya.

Enggak sama nih kondisinya nih gitu. Dan ketika kita berusaha menjadi mereka gitu ya, melihat situasi itu juga salah satu ee tips untuk mencari komunikasi seperti apa sih ke anak gitu. Tidak memaksa terus melihat kondisi kayak capek pulang sekolah langsung belajar enggak gitu. Itu kan juga salah satu yang enggak melihat apa situasi ya. Enggak lihat kondisi anak terus orang tua sudah main ee minta belajar belajar belajar gitu.

Jadi harus melihat kondisi anak ya. Terus kemudian kita lakukan dengan intonasi mungkin ya. dengan bahasa-bahasa yang ee merendah gitu ya. Terus kemudian bahasa-bahasa positif gitu juga tidak apa tidak melihat dari sisi negatifnya si anak. Terus kemudian ada selingan reward.

Reward reward. Ketika mereka ketika mereka sudah menunjukkan usahanya, reward juga enggak usah terlalu berat. Enggak enggak harus selalu dengan hadiah, tapi dengan pujian. Eh, keren loh. Ih, hebat loh, gitu.

Punya waktu berapa menit, Nak? Gitu. Punya waktu berapa jam, Nak? Punya waktu berapa hari? sudah bisa belajar ya, sudah bisa mengulang ya, keren gitu.

Rekognis rekognisi effort mereka ada hasil kita harus terus kemudian komunikasi itu tidak harus verbal. Tadi ada nonverbal ya misalnya tadi oke kita siapkan misal fasilitasi dengan ee tempat yang nyaman, tempat yang nyaman juga harus yang bagus gitu. Paling enggak ee ketika waktunya belajar, kalau misalnya orang tua di rumah masih suka ee apa nonton TV misalnya, ya sudah kita berusaha menyesuaikan dulu gitu ya. Kita berusaha menyesuaikan ee waktu belajar mereka gitu. Dan tadi membuat cemilan gitu ya, membuat makanan itu juga salah satu bentuk komunikasi nonverbal untuk bisa men-support mereka gitu.

Dan jangan lupa ditanya bagaimana perasaannya. Iya, gitu. Itu wajib tuh. Gimana perasaan kamu? gimana perasaan besok mau tka nih gimana sudah siap gitu.

Jadi memberikan ruang ke anak untuk berbicara ada kendala apa. Jadi komunikasi dua arah ya enggak dari orang tua terus-terusan ee apa memberikan nasehat atau memberikan ee arahan gitu tapi kita juga mendengarkan bagaimana perasaan dia, apa yang sudah disiapkan, apa kendalanya. Nah, seperti itu. Oke, menarik sekali. Nah, ini sebelum kita wrap things up, tiga tips, Pak, yang sangat spesifik buat murid ya dari Mbak Pepit juga.

I apa sih something konkret yang mereka bisa lakukan antara sekarang dengan pada saat tes itu ee yang harusnya bisa membantuah untuk mendapat nilai yang maksimal? Ya, kita enggak ngomong bagus jug. Betul. The most out of you lah ya kan? kan pasti beda-beda kan lagi-lagi tapi at least bisa mencapai yang maksimal.

Iya. Sebenarnya pada prinsipnya mereka enggak usah cemas ya. Oke. Terkait dengan adanya tka ini lalui dengan proses yang ada belajar pastinya ya. Karena ini masalah penting belajar ini menjadi penting gitu karena pelajarannya juga enggak berbeda jauh dengan apa yang sudah mereka pelajari sebelumnya.

Jadi mereka enggak usah enggak usah cemas. Dan kata kuncinya adalah sebenarnya ini bukan penentu apapun kelulusan gitu. Tidak. Berbeda dengan ketika ujian nasional. Kalau ujian nasional kan mereka tidak ikut tidak lulus.

Mereka nilainya jelek tidak lulus. Lulus. Lalui saja ini dengan sesuatu yang ya sudah mereka ikut harapannya tadi belajar usaha dan ini yang paling penting adalah mereka ikuti ya sudah tinggal tunggu aja hasilnya seperti apa dan tidak ada penentu kelulusan apapun. Ee kalaupun tadi misalnya saya mau SNBP, saya takut kalau ini, itu sudah tinggal belajar saja. Dan saya yakin anak-anak SNBP ini anak-anak pintar loh.

I anak-anak yang memang sudah dipilih oleh sekolahnya dari awal sampai dia kelas 12-nya itu adalah ranking-ranking, ranking-ranking semua. Ranking-ranking semua emang berprestasi di sekolah tersebut. Jadi kalau menurut saya enggak usah khawatir semakin dianya itu cemas ya mohon dikoreksi semakin dia tertekan itu semakin memperburuk nanti ketika pelaksanaan. Kalau menurut saya sudah dihadapi saja. Tidak ada tekanan nanti ketika lulus.

Kalau dulu mungkin iya. Heeh. Zaman UN dulu kan ada lulus dan tidak lulus. Nah, ini memang luar biasa. Kalau ketika dulu ada lulus dan tidak lulus itu ya pasti dia tertekan.

Iya. Terpaksa dan dia tertekan itu kalau enggak ikut atau dia nilai jelek tidak lulus. Dia sudah belajar selama 3 tahun cuma gara-gara ditentu oleh 3 hari tidak lulus. Itu kan ketika dulu. Kalau sekarang sudahlah ikut saja.

Itu sih mungkin tipsnya. Oke, dari Mbak Bibit mungkin. Oke. Belajar ya, berusaha dulu. Betul.

Berusaha dulu kan karena semua kesempatannya sama nih. TKA itu enggak hanya untuk anak-anak yang SNBP gitu ya. Enggak hanya anak-anak yang merasa dia cerdas secara akademik. Tapi ini kesempatan untuk semua siswa. Ya, emang mereka enggak mau ngambil kesempatan ini.

Justru tadi tuh dengan mereka mengikuti ini mereka akan tahu profile-nya itu seperti apa. Enggak semuanya ke akademik loh kalau memang ternyata mereka enggak unggul di situ. Tapi bukan berarti ini berakhir gitu. Jadi usaha terus, usaha dulu, belajar dulu, ikuti gitu ya. Terus kemudian jadi diri sendiri aja.

Heeh. Jadi diri sendiri dan ee mereka kan punya mimpi ya. Mereka punya mimpi. Kembali lagi ke mimpi mereka masing-masing. Apa sih?

mereka harus punya goal setting kalian mau ngapain gitu. Kalau remaja kan harus begitu tuh anak-anak ee SMA gitu ya. Mereka harus punya tujuan, mereka harus punya goal setting, mereka punya mimpi gitu. Kemudian kalau memang ternyata mereka harus melewati fase ini ya lewati dulu gitu. Nanti masalah oh saya gagal nih di sini misalnya ya.

Karena kemungkinannya kan oh ada yang tadi ya ada kategori ada yang unggul ada yang kurang gitu. Oh saya kurang di sini gitu ya. Sudah, itu adalah fase yang nanti mereka harus lewati gitu ya, supaya mereka bisa melihat cerdas di mana sih nih dirinya gitu. Oke. Oke.

Jadi bersahabatlah dengan tka ya. I ya. Ee ini bukan sesuatu yang menakutkan ya ini. Heeh. Ini positif sekali loh ini.

Heeh. Positif sekali ini. Positif. Baik dari murid, orang tua, guru-guru harusnya melihat the good things lah yang mungkin datang dari si tka ini inser yang negatifnya gitu. itu nanti i bisa diperbaiki tapi ambil kesempatan ini untuk dapetin positifnya gitu kan.

Refleksilah refleksi ya itu tadi pemotretan ee kita tahu kita ada di mana. Jadi kita bisa maju ke depan tuh dengan arah yang lebih jelas lah dibanding kita enggak tahu apaapa tiba-tiba diundur lagi gitu. Ee berapa lama kemudian baru tahu, oh ternyata salah ya kan. Ya, ini nih juga kalau enggak salah saya baca-baca itu ee berangkat juga dari ada beberapa atau banyak ee murid-murid mahasiswa yang struggle pada saat sudah nyampai di destinasi yang mereka pikir ee harusnya mereka ada di situ gitu. Tahu-tahunya pas di ee sandingkan dengan teman-teman dari daerah lain, oh ternyata gua yang ini, yang itu juga padahal kan enggak baik juga ya secara tadi poinnya Bapak ya, Bapak tadi juga cerita bahwa ketika anak-anak ini masuk ke universitas tertentu, ee kapasitas akademisnya memang enggak di situ, terekspose malah mereka dan enggak bagus buat anaknya gitu.

Ini nih walaupun banyak kerugian tapi ini salah satu keuntungan sosial media menurut saya. Iya. Jadi orang sukses tuh kelihatan enggak cuman dari satu jalur gitu, enggak cuma jadi dokter, orang hidup bisa dikatakan sukses. Ada yang dari ini, dari itu, dari ini. Maksudnya terbukalah kalau zaman kita dulu tanpa internet itu kan atau masih awal-awal internet kita enggak tahu karena oh yang sukses itu belajarnya ini gitu.

Jadi cara itu aja. Kalau sekarang kita bisa lihat, oh bisa jadi entrepreneur, bisa jadi ini, bisa bikin konten, macam-macamlah. Ee cara sukses tuh banyak. Jadinya menurut saya itu ee moga-moga ke depannya juga ee baik orang tua maupun anak-anak ini juga bisa terbuka lah. Oh, bisa kok jadi ini dan itu yang ee enggak terlalu overpressured juga ya kan ee untuk ee bisa sukses secara spesifically lah akademis yang ini gitu harusnya lebih fleksibel lah.

Oke. Nah, sebelum kita tutup ada yang mungkin mau disampaikan yang belum dibahas dari mungkin Bu Pak Daru atau Mbak Pipit. Oke, saya coba yuk tka gitu ya. Coba tka ya. Yuk, coba tka yuk.

Coba tka yuk gitu ya. Iya. Kalau saya ayo ikut tka. Ayo. Setelah coba ikut gitu ya.

Intinya yang satu coba, yang satu yuk ikut. Ini padahal enggak ada pesan sponsor ya. Tapi itu tadi profile itu tadi ya biar bisa kita mengukur termasuk orang tua juga tahu kondisi anak seperti apa. Guru pun juga lebih objektif ya. Oke.

Ee sebelum kita bubar juga kita mau special thanks buat erakini.id yang membantu kita untuk eh make this episode he eh apa namanya ee bisa terselenggara jadinya shoutout buat era kini. Coba dilihat banyak konten-konten menarik di sana. Just to close everything out. Gua Mercy. Sebelah gua ada Stef ya kan ada Pak Daru dan Mbak Pipit.

And that's basically it untuk episode kali ini. Thank you. [Musik]

Go deeper — Concepts & Ideas