Apakah industri otomotif hanyalah industri smartphone 15 tahun lalu? Di Proxemics 027, Fahri Basalamah membangun tepat argumen itu: gelombang brand China — sebut saja BYD dan Chery, bahkan Xiaomi kini masuk mobil — datang dengan harga agresif dan siklus model yang sangat cepat, memicu perang harga yang mengubah standar fitur di mata konsumen. Reza Amirul turut dalam obrolan.
Fahri menegaskan otomotif tak bisa menang hanya dengan digital ads. Proses pembelian panjang dan berlapis, konsumen berpindah antar dealer sebelum memutuskan — sehingga menuntut media mix terintegrasi antara digital, luar ruang (OOH), dan TV untuk menangkap tiap titik sentuh, disatukan oleh konsistensi pesan.
Ia menarik garis tegas antar pola pikir: PR sebagai brand guardian yang mengatur alur pesan dan mitigasi krisis, versus marketing yang mendorong batas demi viralitas dan volume penjualan. Ia bahkan bertanya apakah pameran seperti GIIAS dan IIMS itu ajang jualan atau entertainment.
Tema paling mendesak adalah thought leadership seputar EV. Minat adopsi melampaui pemahaman produk, jadi PR dibutuhkan untuk mengedukasi fakta vital — karakter akselerasi, prosedur darurat kecelakaan, bahkan cara memadamkan api baterai — demi konsumen yang lebih cerdas dan aman.
Ia menutup dengan merawat Customer Life Cycle, dari prapembelian hingga kepemilikan jangka panjang dan CRM, karena di tengah perang harga justru loyalitas dan retensi — bukan penjualan pertama — yang menentukan siapa bertahan. Panduan lapangan yang tajam untuk marketing di pasar yang terdisrupsi. Tekan play.


YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.
Transkrip otomatis dari audio asli (Bahasa Indonesia) — belum disunting.
Itu salah satu mental block gua untuk beli mobil tuh. Jadi misalnya di Amerika 30.000, hey man, I'm not paying 900 million for this thing. Karena gua tahu itu kepajak. Sekarang industri otomotif itu persis seperti industri smartphone 15 tahun lalu. Mungkin itu yang bikin sebenarnya buat customer yang mau beli, duh gua beli sekarang nanti tahun depan keluar baru lagi.
Sayang deh kayaknya nunggu deh. Kayak handphone. Kayak handphone persis gitu loh. Mobil kita tuh kan mobil yang bisa diconsider cukup hightech gitu ya. Yang itu tuh koneksi ke handphone dan bukan cuma itu aja.
Ketika amit-amit lu di jalan kenapa-kenapa gitu, misalkan lu nyenggol atau lu nabrak lu, lu enggak enggak sadar. Si Mobile ini tuh langsung melakukan panggilan ke call center, panggilan emergency. Hey, welcome everybody to another episode of Proxemics. kita bersama ee lagi di meja ini. Asik.
Kali ini tamunya sebenarnya kayak ada satu plus satu ya kan. Ee ada Reza di sini nanti kita Reza juga ikut di eh episode this this episode karena sebenarnya ada hubungan juga dengan guest kita ya kan special guest kita hari ini. Anyway itu Seasoned marketer dia anaknya dari dulu ya kan. Mundar wah digital banget deh. Luar biasa ee industrinya nih ya gua sebutin udah pernah di Telco, FMCG, Banking, ride-hailing, tobacco, ya kan?
Sekarang kebetulan lagi markir otomotif ya kan. Kita enggak tahu nanti kita kita cek teruslah, kita pantau terus. Nah, sekarang itu yang menarik itu marketing is not only about acquisition ya. Ya kan the real game itu retention. Nah, gimana caranya bikin customer kita tuh bisa stay dan bahkan makin immersed ya kan di dalam ekosistem kita.
Nah, hari ini kita sedikitlah ngobrol-ngobrol ke arah sana bersama tamu kita. Anyway, please help me welcome to the program. Fahri Basalamah. Luar biasa. Nama dia ada Reza juga, cuy.
Reza benarbenar bahasa lama tuh nama nama keluarga cuma nama secara hukumnya tuh Fahri Reza gitu ya. Jadi Fahri Reza dan Reza gitu. Welcome double Reza Reza dan Reza. Heeh. Anyway, eh bro, thank you banget udah mampir.
Gua gua cuman beneran interested karena gini, I think industri otomotif he at this moment ya as we speak right now itu salah satu yang paling dinamis, right? A lot of changes, competitions, innovations, right? He. Eh, tapi lucu juga lu di sini pernah di Telco, zamannya Telco war juga. Wah, itu brutal juga, man.
Betul. Eh, it's pretty intriging aja sih, at least buat eh kita-kita yang enggak langsung ya. Pertanyaan menarik karena itu exactly ee diskusi yang kita punya di internal gitu ya. Maksudnya ee ini tuh rasanya kayak pada saat Telco dulu perang harga gitu ya. Asli asli.
Jadi, jadi ee gua masuk di otomotif tuh 2023. Jadi ini memasuki tahun ketiga gitu ya. Jadi pada saat itu mungkin kayak Chinese brand belum belum banyak masuk ee belum brand brand itu tuh pada saat pada saat itu ya lebih kayak punya teknologi baru apa gitu ya ee dan standar harga orang tuh pada saat itu belum belum se berubah kayak sekarang gitu. Chinese brand masuk terus ya mulai gitu ya maksudnya dengan har dengan mobil spek yang luar biasa cuma harganya tuh kok bisa segini harganya gitu ya. Terus akhirnya sampai sekarang gitu ya.
Jadi kita tuh ngerasa kayak ini kayaknya memang ee kayak telco dulu gitu ya yang semuanya perang harga sampai nanti akhirnya tuh ujormalize gitu ya. Betul. Cuma pada saat ini mungkin dari sisi customer ee yang terbentuknya adalah ee harga murah itu sekarang mungkin bentukannya baru gitu. Mungkin kalau zaman dulu kita ee ngomongin mobil levelnya ICE semua gitu ya, jarang ada yang EV. Mobil murah LCGC e R50 juta sampai R50 juta ya dapat mobilnya basic maksudnya mobil AC nyala terus ada power window mungkin enggak auto power window-nya gitu ya enggak ada kulit-kulitan tapi semua itu berubah pada saat competition datang gitu ya dari Chinese lu dengan harga yang serupa semuanya tuh lengkap bahkan fitur keselamatannya sebegitu banyak ya jadi ee mungkin buat sisi customer tuh sekarang Sekarang ketika bilang harga Rp250 juta buat ee first time bayar Rp250 juta.
Ah, mobilnya cuma dapat ini. Mendingan gua ke sana bisa dapat yang lebih banyak gitu. Jadi ya sekarang consumer tuh mungkin banyak yang kebentuk ke situ juga sih kalau menurut gue ya. Iya. Ee tapi ini real quick ya.
Apakah sustainable menurut lu? Sustainable apa enggak? Mungkin apakah akan terus berlanjut apa one of these days akan berhenti aja sih? Mungkin gua bisa salah, tapi eh gua percaya pada akhirnya ya Giants will stay. Maksudnya mereka juga punya dari dari Chines itu kan punya brand besar maksudnya kayak BYD, Chili itu besar, Cherry itu besar gitu levelnya juga ya.
Betul. Maksudnya mereka akan stay sih menurut gua. Cuma mungkin ee line up-nya mereka ya mungkin ke depannya apakah akan sevariatif kayak sekarang? Gua rasa enggak sih menurut gua ya pada akhirnya nanti akan ada oke range harga 150 250 dapatnya apa gitu 250 sampai 400 dapatnya apa enggak mungkin sih mereka akan terus-terusan kayak gini sih menurut gu dan ini terjadi globally kan ya ada enggak sih justru kebalikannya nih pertanyaan gua market yang di mana enggak merasakan fenomena ini gitu kayaknya kalau di bahkan di Asia Tenggara kayaknya semua ngerasain deh rata deh bahkan mungkin kalau misal misalkan kayak di oh Thailand. Thailand apalagi maksudnya?
Thailand tuh kan mobilnya variatifnya jauh lebih banyak gitu dibanding kita gitu ya. Bahkan kita bisa bilang misalkan satu brand yang kalau di sini ee unitnya cuma ada ee lima model gitu di sana mungkin bisa 10 15 gitu. Iya. Iya. Mereka pun sama industri mobilnya tuh lagi tidak baik-baik saja gitu ya.
Maksudnya mungkin balik lagi ke pertanyaannya Mas Reza, ada apa enggak mungkin di market yang udah mater kali ya? Menurut gue, gua enggak tahu sih apakah Europe itu ee terpengaruh apa enggak, cuma kayaknya enggak sesef di sini sih mungkin ya. Kalau gua baca sih sama ya, mirip-mirip lah ya. mungkin enggak enggak sehevy di kita yang kalau Amersi EV-nya juga kan kita juga baru kan ada early stage gitu jadi bombardir by a lot of betul iya iya kalau lu enggak protect misalnya kayak kemarin kan baru Kanada right ya Kanada baru kita kan masukin Chinese Eve misalnya lu sama aja lah pasti euforianya iya ini yang sama ya soalnya kayak di Chinese-nya itu kayaknya setiap tahun mau modelnya baru deh kayak kayak handphone aja gitu modelnya. Sedangkan kalau misalnya kita ingat Japanese ee maker gitu ya, ketika mereka keluarin satu model gitu ya biasanya itu major facelift adanya di 5 tahun ke depan gitu, 6 tahun ke depan, 7 tahun ke depan.
In between mereka punyalah tuh minor minor change apalah gitu ya. Terus nanti misalkan ada perubahan yang interiornya warnanya berubah tapi basic modelnya sama. Nah, tapi ketika yang Chinese brand ini masuk atau bahkan dari yang Korea itu juga masuk gitu ya, sebenarnya ee cycle perubahan mobilnya tuh jadi lebih cepat. Mungkin itu yang bikin sebenarnya buat customer yang mau beli, duh gua beli sekarang ee nanti tahun depan keluar baru lagi sayang deh kayaknya nunggu deh gitu. Heeh.
Heeh. Heeh. Kayak handphone. Kayak handphone persis persis gitu loh. Persis enggak?
Tapi kalau yang mobil-mobil ini yang kemarin-kemarin let's say 2 tahun terakhir lah. Eh, ini udah murah banget, Guys. Tiba-tiba lebih murah lagi. Tapi, tapi, tapi gua sering banget sih ngobrol juga soal ini di mana sekarang industri otomotif itu persis seperti industri smartphone 15 tahun lalu. Hm.
Dulu kan hanya beberapa orang doang yang bisa punya smartphone ya, karena harga tercenderung mahal dan lain-lain. Terus 2014 mulai nih masuk nih produsen-produsen China dengan harga yang wow ya kan. Hly enggak sih? Ya, makanya akhirnya kan pada saat pada saat itu 15 tahun yang lalu juga ee Chinese brand di apa namanya smartphone wah banyak banget tuh ee mereknya gitu. Tapi akhirnya sekarang juga yang Indian ya either grup besar punya beberapa yang kayak mobil juga kayak Cherry punya beberapa saik punya beberapa.
Betul. Wah, Cherry banyak banget sih. Oh, iya kemarin ini kan baru beres MS. Yes. Motor show.
ee lu melihat sesuatu yang menarik, ada fenomena baru atau anything lah yang lu mungkin quick observation dari acara tersebut. Makin tahun tuh motor show makin gede gitu ya. Maksudnya kalau regardless of economy or whatever orang ngomong tetap makin besar tuh yang datang ya. Makin sebenarnya yang datang tuh makin banyak gitu ya. Terus brand yang ikutan juga makin banyak.
Kalau misalkan kemarin ke datang ke IMS gitu ya di JPO itu haul yang keisi tuh jauh lebih banyak. Bahkan ingat banget kalau dulu tuh kalau kita mau makan di apa namanya yang tempatnya itu tertutup, kita tinggal jalan ke hall B itu mah ada tuh di pojok-pojokannya masih tempat makan masih aman sekarang full mobil motor jadi secara partisipannya tuh makin banyak gitu bahkan IMS kemarin tuh kalau enggak salah IMS terbesar h 30 brand lebih gitu ya masuk gitu ya dan kalau dari pengamatan gua sih sebenarnya mungkin gini sih Mas apa kayak consideration orang buat beli di mobil tuh mungkin sekarang makin panjang gitu ya dengan makin banyak pilihan. Imagine ketika kita punya duit R300 juta pada saat ee let's say 10 tahun lalu lu R00 juta tuh lu bisa dapat expander dan ada kembaliannya gitu ya. I terus ee selebihnya mungkin mobilnya secara quality enggak ada yang sebagus expander misalkan. Tapi sekarang dengan harga Rp300 juta, Men, pilihan lu banyak banget, banyak banget gitu ya.
He lu bisa ngambil yang ee masih apa bisa bisa inden gitu ya. Misalkan kayak kayak kayak J tuh pilihan yang lainnya tuh banyak banget mau five seater e seven seater eh atau misalkan bentuk NT car I itu banyak banget. Jadi mungkin menurut gua sih ee pengunjung makin banyak dan mereka pasti akan makin terus pengin nyobain ih setiap gua datang ke Motor Show ada mobil yang baru nih ya. I. Jadi kayak ajang untuk kita sebagai tuh beneran nyobain mobil mana yang cocok buat kita gitu.
Karena ketika kita ngomongin R00 juta itu bukan lagi ah R00 juta lu pilihannya enggak banyak. Paling dapat mobilnya e Avanza, Xpander. Man, sekarang enggak sih. Sekarang tuh luar biasa pilihannya gitu. Jadi ee menurut gua sih sekarang orang yang datang ke IMS itu banyak juga yang lebih kayak apa ya momen untuk cuci mata ngelihat yang selama ini muncul-muncul di ee sosial media gitu ya, di YouTube, TikTok.
Ee akhirnya sekarang bisa masuk, bisa dicobain dan akses untuk ee test drive-nya kan juga sekarang banyak dan menarik-menarik banget gitu test drive-nya. Jadi mungkin ya ajang mencoba mobil atau motor impian sih mungkin ya. Gua gua ngelihatnya jadi kayak temporary dufan lah. I ya. Lu datang lu lihat-lihat lu jomba-joba, lu makan sekeluarga kan ya kan.
Coba-coba oh ya. Jadinya yang disebut-sebut dan ada entertainment entertainment ada band-band ya kan ada band harusnya dari something you look forward tuh gitu. Jadi iya iya kayak it's like a thing lah festival like kayak festival jadi setengah festival ya. Bahkannya di terakhir tuh di GIAs 2025. Gua gak tahu apakah ini cuma terjadi di Bubble gua doang ya, sosial media doang.
Karena gua hidupnya di otomotif selama hampir 3 tahun ini. Itu mulai ramai lagi yang namanya ee Rojali dan Rojali. Itu kan sebenarnya nunjukin bahwa ee sebenarnya ketika kita bilang konsepnya adalah motor show gitu ya, eh it's a car eh exhibition gitu ya. Memang sebenarnya fine-fine aja ketika ada orang yang mau datang buat melihat duduk. Memang harusnya enggak harus beli sih in my opinion gitu ya.
Cuma memang ee motor show di sini itu tuh ya berubah menjadi sales event gitu. Bahwa ketika kita masuk ke sebuah mobil bahkan mau test drive ee wah ini potensial nih mobil ini ketika misalkan dagang banget tuh. Benar benar. Makanya jujur gua sebagai ee apa namanya? ee pelaku dan juga konsumen juga lah ya maksudnya ngerasa ih sedih juga ya maksudnya kita mau lihat mobil gitu ya ada yang baru duduk terus enggak beli dibilangnya Rojali Rohana padahal enggak ada yang salah dengan itu.
Ketika ada teknologi terbaru, model terbaru enggak ada salahnya orang dan consideration level gua enggak tahu ya di brand lain seperti apa. Cuma kalau misalkan di brand yang gua pegang ee lead time buat orang beli mobil tuh emang cukup panjang sih. Enggak enggak yang kayak misalkan nih eh gua mau ke motor show lihat mobil A gua langsung beli ah besoknya. Mungkin ada yang kayak itu. Tapi kalau misalkan ditanya lagi ke orangnya, "Sejak kapan lu kepikiran mobil ini?" Mungkin itu tuh udah cukup panjang tuh dia ngebandingin dengan si A, si B, si C.
Jadi menurut gua harusnya itu dimanfaatkan menjadi apa ya? Momen untuk building relation sama si customernya gitu. bawa mobilnya oke, enak dan it's ok dia enggak beli sekarang tapi setidaknya lu punya bahan untuk lu pipeline ke depannya gitu. I cuma memang karena mungkin ya ee tuntutan industri dan ee ekonomi in this economy gitu ya maksudnya ee yang selalu dikejar adalah volume. Jadinya selalu fokusnya adalah mana nih yang bisa cepat closing instead of eh nurturing gitu.
Hm. Hm. Fokusnya ke situ sih. Penginnya instan. Iya.
I banyaknya gua gua merasakannya gitu sih. Oke. Nah, kan tadi lu juga mention kita mundur dikit ya sebelum ke si Life Cycle. Nah, eh sori ee apa namanya? Iya ya.
Pas udah beli lu gitu kan. He kadang-kadang kan orang unless emang anak mobilan banget atau motoran banget kan lu misalnya tahun ini lu beli lu kayaknya absen dulu deh tahun depan ke motor show ya kan orang normal lah ya kan ya entar dulu kali ya kan jadinya kan lebih lama tuh lead time-nya tadi lu mention sedikit eh kesempatan mereka untuk observe the market the competition and everything itu kan lebih lama. Nah, eh menurut lu apa yang bisa dilakukan oleh brand untuk take advantage of that situation? Oke, menurut gua automotif is a long game gitu ya. Maksudnya anything that we do now hasilnya tuh enggak mungkin kelihatan besok atau e 2 hari lagi, sebulan, 2 bulan.
Jadi, hal yang pertama yang perlu di make sure adalah punya komunikasi yang konsisten gitu. Karena he gua ngerasa sebagai misalnya di internal ya kita tuh sibuk ee oh ini kita harus ada sesuatu yang baru nih bikin komunikasi yang baru, angle yang baru. Karena kalau enggak orang bosan man, ketika gua 3 tahun lalu datang ke motor show sebagai pengunjung, gua enggak ada tuh ngelihatin misalkan komunikasi lo apa, campaign lo apa, yang gua lihat adalah mobil el, gitu ya. He. Jadi, being konsisten tuh ee penting gitu di di industri ini gitu ya.
Eh, konsisten dari sisi ee komunikasi sama ee visibility. Kayak kayak tadi lu bilang Mas ya, misalkan ee konten tuh lucu-lucu dan sebenarnya ketika ngomongin konten tiap hari konten baru tuh banyak banget. Asli. Gimana caranya kita bisa ada punya visibility di situ gitu. Jadi eh having an always on eh campaign gitu ya di especially mungkin digital gitu ya itu menurut gua sih penting sih walaupun gua believe ketika ngomongin otomotif nationwide digital alone is not enough gitu bahwa i ee karena gua jadi di posisi gua sekarang gitu ya gua tuh suka menganalisa customer ini tuh belinya datangnya dari mana aja sih gitu ya.
Customer ini tuh jinnya panjang banget ternyata. Jadi kayak misalkan ketika dia mau dia ternyata closingnya di dealer A gitu ya, sebelum ke dealer A dia tuh datang ke dealer B, datang ke dealer C. Di dealer C dia udah udah test drive ee apa namanya? Udah gitu dia enggak langsung closing di situ, dia datang lagi ke dealer D gitu. Nah, terus gua gua lihat lagi ini tuh source of eh datanya datangnya dari mana sih?
Ternyata customer ini datangnya pertama dari digital, terus dia pindah ke apa namanya datanya move ke dealer D, dealer C, dealer B, dealer A, terus pindah lagi ke dealer D ujung-ujungnya akhirnya belinya di dealer A. Sebenarnya dari sini aja tuh kelihatan bahwa ee ketika kita jalanin campain itu enggak bisa rely on sama satu source gitu bahwa si customer ini tuh juga akan mencari the best deal-nya di mana. Itu satu. Kalau misalkan gua nge-push melalui digital, oke dapatnya di di digital. Tapi ketika dia datang ke dealer, dia nih datang ke dealer itu karena apa?
Oh, karena melihat OH gitu ya. Oha di di jalan di jalan raya atau bahkan melihat ee televisi gitu. Jadi media mix itu tuh jadi penting sebenarnya. Enggak bisa kayak kita rely on 100% di digital, OH. Karena semuanya tuh menurut gua terkoneksi, cuma memang kayak misalkan kalau kita placement di OH, TV, newspaper atau yang lain gitu ya.
Heeh. Sulit untuk ng-etrack si customer ini datangnya dari mana. Kalau digital kita bisa bisa ngetrack gitu ya. Tapi mungkin kalau gua bisa bilang gitu ya, karena gua udah melihat beberapa datanya polanya sama. Si customer ini tuh datang dari macam-macam sebenarnya.
Walaupun misalkan gua bisa bilang, "Oh, ini customer gua nih." Dia ngisi dari digital ads gue. Terus akhirnya ee ee dia closing. Tapi in journey-nya tuh wah panjang banget. Dia bisa ke beberapa dealer. He.
Kebetulan aja nyangkutnya di situ. Betul. Betul. Jadi, jadi ee media mix satu gitu ya ee punya punya media mix yang solid. Kedua, eh having always on activity itu important sih.
H biar terus ingat gitu ketika misalkan ngomongin misalkan sekarang apa sih? Eh, hybrid. Contoh Toyota deh. Iya, Toyota brand sebesar itu ya ketika ngomongin hybrid keyword-nya cuma satu irit. Hm.
Iya. Satu 1 liter bisa jalan 31 km, 1 liter bisa jalan 28 km. Itu dihammering di semua ee apa namanya? Di semua channelnya dia. Iya.
Heeh. KL collaboration-nya mereka, terus eh digital placement-nya mereka, OH-nya mereka. Bahkan ketika mereka punya eh sales exhibition gitu ya. mobilnya ditempelnya ya soal si efisiens-nya gitu. Jadi menurut gua itu benar sih nge-brainwash gitu.
Kita tuh emang emang emang perlu nge-brainwash si customer gitu. Jadi enggak bisa kayak setiap bulan pointnya berubah ya bingung karena the market is very saturated kan maksudnya the room itu berisik banget gitu. Betul. Caranya gimana bisa kan just gitu one thingist message mungkin platformnya beda-beda tapi lu jangan di sini A, di sini B, di sini C. Lu mau ngomong apa sih?
Mungkin kayak 10 15 tahun lalu mungkin kayak gitu tuh works gitu karena dig apa marketnya tuh belum saturated. Kontennya pun setiap hari kita buka sosial media enggak yang kayak sekarang kan hari nih misalnya nih kita sekarang buka jam 17.49 gitu ya. 1749 kita buka sosial media kontennya misalkan AB gitu malaman dikit udah beda lagi kontennya. Exactly. Exactly.
Customer pun Vatic eh pasti akan lebih cepat fatic sih. Terus ini kan ada ya kalau misalnya di marketing itu kan rule of seven. He. Kan lu paling sedikit lu ngelihat tujuh kali baru message-nya melekat. Ya mungkin dalam kondisi ini lu it takes 14.
I don't know karena it's a different sebenarnya yang kita juga sering kalau misalnya kita lagi media training gitu-gitu sama klien atau mungkin bukan klien juga yang kita sempat kasih training tuh ada konsep yang namanya elaboration likelihood model. He ya kan jadinya orang itu eh the way they process the message itu juga beda-beda gitu loh ya kan tergantung lu ada di mana nih di dalam the funnel lu ada di bagian man the way you eh apa namanya consume messages itu beda juga lah right jadi penting banget tuh pemahaman kita sama the customer journey yang lu tadi juga ngomong kan understanding them ini datang dari mana karena betul bisa aja berbeda total. Misalnya orang datang ngelihat iklan di TV sama ngelihat di sosial media mungkin ada approach yang berbeda yang harus disampaikan eh connect-nya mungkin sedikit ee berbeda gitu ya. Nah, ini nih si elaboration likelihood model ini jadinya menentukan nih pas lu ngelihat message itu lu pakai central eh messaging-nya atau peripheral gitu. Jadinya kalau misalnya lu sentral itu biasanya ee motivasinya tinggi jadinya lu prosesnya deeply gitu.
Tapi tapi ini pasti sering mengalami kalau lu udah pilih itu lu enggak bisa berubah susah diubah lah. Ya kan? Ini nih kita mau ngomongin ee mobil ya kan susah tuh. Misalnya pas lu lagi nyari-nyari nyarii lama lu dengerin semua orang lama-lama tapi pas lu udah ngambil keputusan B itu susah banget cuy ya kan? karena udah terbentuk gitu lama.
Sedangkan kalau misalnya ee yang peripheral route ya, low motivation terus lu enggak punya enggak terlalu ngerti, lu enggak terlalu peduli, processingnya superficial, oke lu mungkin kemakan pada saat itu tapi at the same time pas lu ngelihat hal lain tuh berubahnya juga lebih cepat. Nah, but at the same time gua setuju sama lu karena berarti ada kesempatan untuk lu masuk tuh lebih panjang. Heeh. mau masuk dengan lu dengan konsisten nih man ya kan karena itu dia journeynya mungkin jadi lebih panjang pilihan-pilihan mungkin kita sebagai brand jangan terlalu PD bahwa orang tuh selalu ngelihatin kita gitu sebagai brand gitu ya bahwa ah bosan nih komunikasinya ini ya bosan karena el yang ngelihatnya tiap hari lu yang lu yang ngiarin bosan betul betul tapi kayak kalau misalkan kita lihat dari sisi customer customer udah udah ngerti enggak gitu bahkan kadang gua suka mikir kayak ngelihat Oha gua sendiri gitu ya kayak Heeh. Ini baru lagi gua aja enggak ngerti apalagi customer ya gitu.
Asli maksudnya itu tuh perlu diconsider sih maksud gua ee kadang tuh yang yang agak sulit ya bahwa ee kita bisa eh moving out from the bubble gitu ya. Kita tuh selama ini kayak living in the bubble ngerasa kita udah terlalu sering mengkomunikasikan ini sehingga ketika kita konsisten mengkomunikasikan itu kayak ah lu enggak enggak kreatif nih lu kenapa ini terus sih gitu. Tapi penting nih marulah kita masuk. Biasanya kalau klien yang merasa begitu kita datang dengan gimana kalau lu perception audit. Iya maksudnya kita kan selalu bersep kita sebagai brand kan gua gua lumayan lama di brand hampir 10 tahun gua tuh merasa gua begini begini begini begini tapi enggak pernah tervalidasi.
Heeh. ya kan sampai ada datanya JFK gua di smartphone ya datanya JFK atau datanya yang lain-lain lah sampai lakukan perception audit di mana baru confirm bahwa gua yang gua persif yang customer persif tuh sama tapi enggak necessarily selalu kayak gitu. He. Makanya kalau bagi-bagi ya bagi brand-brand di luar sana yang merasa kayaknya gua udah terlalu sering nih mengkomunikasikan ini. Kayaknya lu harus cek deh lu harus start f betul betul.
Tinggal si rule of seven or 14 or whatever itu l lu kreatifnya aja yang lewat PR yang mana, yang lewat iklan yang mana, yang lewat konten yang mana, community yang mana. Pada akhirnya itu semuanya baru terakumulasi. Tapi ya kita jug kita juga kadang-kadang kalau misalnya kita kerja sama klien-klien yang relatively new misalnya ya sama PR gitu kan kita juga eh kayak just because kita send out dua press release about this product bukan berarti se-Indonesia udah ngerti guys. Exactly kan if anything itu root awakening juga kadang-kadang gitu kan kita udah bangga-bangga kayaknya kita oke deh sama klien ini. Tiba-tiba ngobrol sama orang lu tahu enggak bareng ini?
Hah? Apaan tuh? Oh man benar. manusia manusia yang terkoneksi dengan internet berapa sih Indonesia? Heeh.
Dan yang terekspose dengan brand lu ada berapa? Iya. Dan sehari konten yang keluar tuh ada berapa? Banyak banget alaman-alaman yang harus dipertimbangkan asli. Apalagi dengan maksudnya kayak algoritma yang sekarang gitu ya, maksudnya ee FYP gitu ya.
Setiap orang mungkin ee si tampilan fitnya bisa beda-beda gitu ya. Itu tuh semakin mengecilkan apa ya? semakin mengecilkan ketika kita secara komunikasi angelnya tuh selalu berubah-berubah gitu. Imagine maksudnya kalau misalkan kita bisa konsisten komunikasi kan bisa masuk ke dalam ee algoritma yang sudah kebentuk ke orang-orang tersebut gitu sebenarnya. Gini gue gua boleh nanya juga enggak ya?
J kan sebenarnya berangkat dari PR kan sebenar ya gua kuliah tuh di London School public relations Jakarta gitu walaupun memang gua ngambilnya tuh di majoringnya di Mascom. Oh, sebenarnya Mas mengawali karir di ee radio terus ee pindah ke Telco ngurusin digitalnya, sosial media. Ee sebenarnya role PR yang pernah gua jalanin pasti sempurna sebenarnya, Mas. Oh, iya ya. Cuma in my opinion ya, in my opinion eh karena gua banyaknya itu gua kuliah M apa M communication terus gua juga kerjanya e menggunakan channel M communication somehow gua ngerasa relate gitu antara antara Mescom sama PR tuh somehow relate gitu.
Hm. Iya gitu. Walaupun yang secara kech pointnya gitu ya, misalkan apa yang kita kerjain di Mescom sama eh PR building a perception juga sebenarnya walaupun dengan cara yang berbeda gitu gitu sih. Iya. Ya, itu juga gua gua penasaran sih ee dari pengalaman lu from places you work atau teman-teman dan lain-lain kayak zaman sekarang tuh trennya ya lu kan udah ada di beberapa ee tempat gitu.
Apakah semakin ke sini semakin integrated apa lu lu belum melihat eh perubahan yang signifikan dalam konteks itulah. Nah, ada tim Marcom, tim PR lah, tim Corkom nanti ada timah banyak banget labeling zaman sekarang kan. Kalau dari sisi mungkin gua cerita dari pengalaman gua aja kali Mas ya. Maksudnya kalau di pengalaman gua di setiap tempat yang gua kerja sih cukup ini ya cukup cukup align kayak misalnya kita semuanya agree ketika kita ngomongin talking points. Let's have it from PR perspective.
Oke. Eh misalkan e messaging house-nya apa? Messaging house apa? Message house-nya apa? Terus kayak misalkan kalau kita punya pilar pilarnya ada apa aja misalkan.
Oke. Oke. Nanti misalkan digital akan main di pilar sini ya, gitu. Terus nanti ee misalkan ee yang media akan ngambil di part sini karena ya by the end of the day kita enggak bisa ngejalanin semua komunikasi itu di satu channel kan. Tapi setidaknya harus ada benang merahnya nih ketika kita ngomongin a b c d e.
Oh ternyata ini tuh mau ngomongin e gitu misalkan. Most of the time sih pas gua kerjanya sebagai digital atau markcom atau brandcom gitu ya cukup cukup solid sih. Kita kita kita gre lah pokoknya ketika messaging kita ee kita ngikut dari dari PR karena PR akan nyebarin rilis, rilis itu akan dipick up sama media. It's better for us to align gitu. Ketika orang yang terpapar ee apa namanya?
terpapar dari rilisnya PR ini terus masuk ke sosial atau ke channel lain mereka tuh nemuin messaging yang sama gitu. Enggak, enggak enggak berbeda. Tapi memang even today itu ee berarti lu beruntung lah ya kan one of yang lumayan beruntung dalam konteks nyambung. Tapi ada juga kita ngobrol sama teman-teman yang eh mungkin sekarang lebih nyambung dibanding dulu, tapi itulah masih masih belum bisa on the same page gitu. Kayak punya agenda yang berbeda.
Maksudnya ultimately kan kita bingung ya kayak bukannya kita selalu mau kita yang paling bagus gitu di sisi kita ini kita yang benarlah. Enggak juga sih. Kadang-kadang kita justru ngelihat lah itu bikin itu kenapa kita enggak ngerti enggak loh? Kenapa kita enggak melakukan sesuatu itu bagus gitu kan kok kita enggak dikasih tahu or whatever sebagai agency gitu ya. Jadinya ee dengan silo mentality ini kadang-kadang banyak missed opportunities lah menurut gua untuk gimana bisa benar-benar bekerja sama nih untuk mencapai eh the higher goal apa the goal bersama inilah itu memang cukup challenging sih apalagi kalau misalkan kita ee misalkan sudah pasti PR agency sama eh misalkan digital PR atau marketing agency-nya tuh beda gitu ya.
Heeh. H e digital agenc beda, agency beda, terus marketing agency beda. Masing-masing fokus sama kliennya aja gitu. Misalkan ketika si PR agency ini akan melihat kliennya adalah si orang PR-nya gitu, usernya aja gitu ya. Dan eh akhirnya data yang silonya tuh sering terjadi gitu.
Makanya ee kalau ee di gue tuh biasanya kita minta si agency-nya ini sebelum pada report ke kita, lu pada meeting dulu, lu satuin baru report kita jadi jadi satu forum gitu. Karena kalau misalkan satu-satu agency juga punya ini ya punya apa namanya KPI masing-masing ya maksudnya mereka juga enggak pengin kayak itu ide gua terus ternyata diambil sama si Master agency nih. Iya. I jadi ya ya udah lu ngobrol ee tentuin lu lu mau mau mau cerita ke kitanya kayak gimana gitu. Oke, itu kan dari perspektif lu.
Gua pengin round the room. Hm. Lu prefer ya udah kita jalan sendiri aja biar enggak terlalu ribet apa yang mesti insinc the whole organization eh as a consultant. Ya, gua udah jelas harus konsisten. Hm.
Karena gua datang dari perspektif manage crisis, man. Jadi kan that's my day to day juga gitu gua ng itu dan iya most of the time kalau misalnya oke sekarang gini ada kejadian sesuatu ya whether it's a crisis whether it's an emergency issue incident or whatever gitu ya. Heeh. Ini kan orang-orang di dalam aja udah pasti akan nanya ngobrol kenapa tuh? Ada apa tuh?
Ada apa tuh? Ada apa tuh? Lu enggak punya satu suara, mulai orang berspekulasi, berasumsi, message yang keluar makin beragam, makin kacau lagi, makin pusing lagi lu mau handle-nya tuh kayak gimana gitu kan. Ya, sekarang dalam konteks corporate gue. Kalaupun sekarang kita masuk ke dalam konteks brand juga, brand juga sama gitu kan kita ngomongin internal tahu enggak sih kita punya barang apa aja nih?
Asli. Iya kan? Iya. Ya itu konsistensi buat Iya. itu kadang-kadang kita selalu nyebutnya tuh kan the step child of crisis communication tuh kan internal coms.
Yes. Yang pegawainya sendiri kagak tahu oh emang ada ada yang meledak ya asing bacanya udah wow udah kaget gitu atau dengan senangnya oh iya kemarin tuh kejadian gitu diumbar malah diumbar luar biasa ya but that's interesting. Nah, lucunya menurut gua kalau crisis ya, lu nyebar-nyebar di day crisis lu ber jadi satu guys. I kan maksudnya lu more likely untuk jadi satu lah karena semua harus berkumpul ya kan. Eh, how do we do this lah gitu kan.
Lebih-lebih e coordinated. Gua agak sedikit berbeda. H sebenarnya balik lagi ke the company structured ya. Gua pernah ngalamin dua-duanya. H ee ini enggak dari perspektif konsultan dulu nih.
Perspektif karena konsultan kan dari luar ya. Jadi pasti lebih gampang satu one voice align gitu kalau dari udah gitu kan. Tapi kalau gua datang dari dari brand gua tuh merasa gini ketika PR jadi gerbang dalam artian tuh eh turunan, messaging, eh approach produk dan lain itu dari PR, I feel like a little bit more manageable. Karena PR itu pasti priority case down information ke internal, he ke external including agency dan whatever else yang relevan. I tapi kalau PR di bawah marketing is a little bit tricky in a way that marketing itu kan nyari virality.
Hm. Sedangkan PR itu we are the guardian of the brand. I h jadi it really depends on how you see. I can argue both ways lah intinya. Oke.
Kalau gua mungkin karena eh sedikit idealist gua kadang-kadang suka gua gua penginnya makanya gua sekarang dipanggil itu banyak orang kenal sebagai PM pecemaker. Bukan pacemaker ya. Pacemaker enggak. Maksudnya gua gua penginnya tuh kerja when I sing ada apa namanya inconsistencies gitu kan. Apalagi kalau gua ngelihat tuh effort-effort dari tim-tim yang lain tuh bagus gitu.
Kok kita gak melakukan sesuatu tuh gua gemes banget sih kalau gua pribadi ya. Jadinya I know lebih ribet itu tuh for sure lah. Karena kan lu harusnya marketing kan pushing the boundaries. Sedangkan kita nih yang ngrem dulu kalau misalnya kita bikin gini tiba-tiba ini gimana gitu kan. Agak agak tricky tapi you can argue way.
Nah iya ya. It's eh it's easier. Udahlah user aja gitu kan gua pokoknya aman gitu tapi ya you know what I mean right? Of course. Of course.
That's how I feel lah at least. He interesting ya. Mentalitas PR sama marketing kan beda tuh. Beda. Beda.
Jadi penasaran deh. Eh tadi kan marketing tuh push e the bondis gitu ya. Terus ee PR itu menjadi e brand guardian gitu. Heeh. Tapi ada enggak sih ee mungkin kayak brand di Indonesia atau ya mungkin di market luar gitu ya yang sebenarnya growing justru karena PR-nya.
Beh asik. Enggak enggak. Yang salah satunya ini eh kalau lu perhatikan atau enggak ya, tapi Xiaomi menurut gua is probably one of the brand. Oke, karena kita dulu kerja dari pertama kali mereka masuk ke Indonesia, right? And then staff moved over there.
Kita masih jadi agency-nya for a while and then selanjutnya selanjutnya. Tapi at the very very early stage itu globally ya itu kayak zero budget marketing marketing. Zero dollar. H zero dollar. Jadi everything was push to PR.
PR. Heeh. Ah I see. Dari zaman zaman dulu tuh masih model bloggers. I influencers belum seperti sekarang ya.
Everything is being through masih zaman zamannya selep tweet aja kali ya. Yes, selep tweet masih selevel itu kali ya. Nah, sedangkan selep juga pada saat itu kan masih kurang relevan buat kita gitu kan. Jadi kita eh shoutout juga buat Xiaomi dulu sih kita belajar banyak banget dari mereka karena at the time nobody was doing it. Influencer marketing there's no such thing man.
itu kan yang pertama kali brand pertama kali di Indonesia ngumpulin blogger di satu ruangan untuk eh ngebedah handphone gitu. They was Xiaomi dan jurnalis datang apa dan sebagainya. Then we see the trend right orang-orang brand-brand lain ngikutin apa dan sebagainya which is of course ya naturally harus kayak gitu ya. Tapi Bu elah pada saat itu nothing we have no help. Oke.
But at the same time laku lu jualan baru of course pas udah mendekat-mendekat ke sini eh ada budget sedikit kita apain ya? W elah udah kayak senang banget. Tapi tapi memang PR itu play role karena kan perception of product Chinese product tuh not good. Betul right? Apalagi at that price point.
Yes. Hah barang segitu pasti cepat rusak pasti apa murahan gitu. Itu itu kan it's a PR battle ya. Maksudnya you cannot do anything with marketing lah at that point. Jadi a lot of education, a lot of convincing, a lot of storytelling tuh ya memang harus lewat PR.
Kalau misalnya ada that cliche lu sebelum jualan obat lu mesti jual penyakitnya, ah itu tuh partially eh Xiaomi melakukan itu banget sih. Iya iya iya ya kan ee lu mesti mupuknya itu panjang men. Tapi tadi balik ke poin awal dulu itu kan the life cycle was longer, right? Kayak produk baru launch today. Ada lagi tuh nanti like a year or 9 bulan kemudian gitu.
Kalau sekarang kan even mobil aja 1 tahun bisa berapa berapa berapa macam? Gimana ya? Gu gua merasanya tuh kita di Indonesia tuh unfortunate banget gitu. Lu pernah ke motor show di luar negeri enggak? Yang kebetulan lu pernah inilah apa belum?
Singapura. Singapura pernah. Singapura pernah. Iya, kayaknya even kayak Singapura deh yang mungkin enggak enggak mobilan banget tapi gila option yang kita lihat gitu. Iya.
Iya. yang ditawarkan ke kita tuh banyak banget gitu. Tergantung negara sekecil itu, cuy. It's not like ada yang satu di pantai, ada satu di gunung, enggak ada, men. Udah di situ aja, ya kan?
Tapi even them, mereka bisa dapat pilihan yang lebih banyak, gitu. Nah, sedangkan kita nih di Indonesia kok kenapa sangat-sangat sedikit misalnya lu kan sekarang di Hyundai ya. He. Ee pernah enggak sih di diomongin kok kita ngelihat yang di luar gitu, ah yang bagus banget tuh ya, kenapa enggak dibawa ke sini gitu. E what do you think about that?
Kenapa harus seperti itu dan do you think it will change in the near future? Sebenarnya kayaknya menurut gue itu balik lagi ke masing-masing princiipal deh, Mas. Maksudnya kalau kayak misalnya dicontoh di di gua di Hyundai gitu ya, kalau misalkan memang ada demand-nya terus memang secara hitung-hitungannya masuk gitu ya. Heeh. Banyak produk yang contoh ya misalkan ee Palisate Palisate tuh ee yang di yang model sekarang tuh yang yang gede banget yang lampu sic terang banget gitu ya.
Sadis itu tuh launching tahun lalu di ee Amerika pertama kali di bulan ee April. Meinya sudah masuk sini. Oke. Oh, gitu ya. Jadi kayaknya memang gua enggak perhatiin yang itu, tapi gitu ya.
Ee balik lagi ke apa namanya? Balik apa? Balik lagi ke si principalnya itu ee melihat lineup produknya tuh seperti apa nih gitu ke depannya. Karena ee masing-masing line up itu kan pasti adalah ee misalkan oh gua masukin model yang A. Yang A ini tuh sebenarnya cocoknya untuk orang-orang tuh yang ee kelasnya misalkan di level mana gitu.
He. Kalau gua tampilin lagi model yang sama dari negara yang lain ya ini sebenarnya mungkin enggak nambah volume cuma kanibalism aja gitu. H karena ujung-ujungnya pasti kan akan nambah volume. Cuma memang ee industri otomotif kita sekarang kan memang lagi cukup suffering gitu ya. Maksudnya ee kalau dilihat dari data gaikindo year on year kayaknya terus turun gitu ee penjualan ee total industri ee volumen-nya tuh terus-terusan turun.
Jadi mungkin ee dari sisi princiip lain mau masukin produknya pasti berhitung dua tiga kali ketika gua masukin barang ini modelnya bagus Heeh. harganya masuk enggak nih gitu. Iya. Karena kan sistem pajak kita kan juga perlu kita consider tuh. Itu maksud gua pajaknya juga juga harus kita consider.
Misalkan ketika misalkan ee datangnya dengan completely build up gitu ya. Waduh, udah pasti kan harganya enggak bakal bisa kompetitif gitu. Ketika harganya enggak bisa kompetitif, balik lagi volumenya berarti enggak bisa sebesar itu. Ketika volumenya enggak bisa sebesar itu, impact-nya pasti kan ujung-ujungnya adalah ke PNL, Pak. Nah, ini kan baru-baru ini kalian ee muncul enggak di feed kalian mulai ada orang-orang tuh yang merasa gila ada yang membandingkan harga Civic di Jakarta berapa, di KL berapa ya kan di sini berapa, di mana berapa kayak pajaknya itu uangnya ke mana, men.
Makanya gua untuk membeli-beli mobil tuh itu salah satu mental block gua mat. Heeh. Jadi misalnya gua tahu gitu di Amerika 30.000 2000. Hey man, I'm not paying 900 million for this thing. You must be out of your mind kalau berharap gua bayar itu.
Ya, that's crazy. Karena gua tahu itu kepajak. Iya. Ya, ya, ya, ya. Gua gua percaya setiap produk itu sebenarnya eh diciptakan itu kan to solve a problem ya, right?
Termasuk sama eh mobil lah, right? It's a mobility kan. Kalau lu membiarkan kita, mengizinkan kita untuk memilih mobility solutions or whatever, either quality of life kita bisa lebih baik, ya kan akhirnya productivity lu juga naik ya kan. Lu bisa bekerja dengan lebih baik, ujung-ujungnya lu bisa makan dari pajaknya gitu loh. Tapi kalau lu pajak di pangkalnya aja, orang mau beli mobil buat kerja aja lu pajakin gila-gilaan dan gua gua bingung aja nih kita konsepnya kayak gimana ya.
Ke IMS 2026? Enggak, enggak, enggak sempat gua. Enggak sempat ya. Jadi kemarin itu gua ngelihat ee di mana gua langsung dari comparis komparasi nih between event klien satu lagi dan event CMS. Heeh.
Jumlah orang yang datang tuh volumen-ya beda banget. Masa sih? Oh, maksudnya it's just that much enthusiasm maksud lu. Yes. Tadi jadi konteksnya balik lagi ke sebenarnya it meant to be a show.
Iya, karena satu lagi yang lain tuh jualan. Yang satu lagi tuh jualan. kayak jual makanan, jual travel, jual KPR, KKB apalah direct sales gitu. Iya. In sense gua nangkapnya kayak lu lihat-lihat di sana, beli di sini.
Tapi secara secara antusiasme tuh kayak beneran mungkin orang lihatnya sebagai show dan entertainment. Hm. Terus artis-artisnya yang datang, ada singer dan lain-lain kan. Jadi karena kita juga baru dapat K otomotif setahun terakhir ya, kita ngelihat antusiasmenya Gias ya. Lu ingat enggak sih pas kita ke GIAs yang we have to record dan we have to carry carry that that much of equipment park jauh banget cuy itu hari biasa loh apakah itu lebih rame dibanding IMS eh yes yes GIAs ya oh GIA tetap lebih ram lebih ram cuma memang em GIAs itu apparently di otomotif itu GIAs tuh kayak a launch gitu ketika lu mau sesuatu produk baru campaign baru itu tuh that's brand Introduce starting point.
Hm. Terus kan biasanya ada Day Zero tuh ya. Day Zero terus ada GJAW Jakarta Auto Show itu tengah-tengah. Terus baru IMS nih kayak nutup. Hm.
Nutup. Jadi, jadi campaign yang dari awal GIA tuh dicarry over sampai IMS ini. H baru entar GIA lagi. Jadi kalau dari segi audience itu GIAs lebih ramai dan I feel like the hall was a lot more deh dari sioke. Oke.
Menurut lu diucy anything dari e IMS kali ini? Any any any observation or eh what did you find most interesting? misalnya emm kayaknya masih similar di mana produk tadi kayak Fahri bilang ya, di mana brandnya makin banyak gitu, banyak konsumen makin punya banyak pilihan ee nyobain juga makin gampang, akses ke teknologi juga makin gampang tapi sebenarnya pilihan orang tuh itu-itu aja sih menurut gue ya. H at least at this stage. At least at this stage.
Walaupun pilihannya makin banyak, tapi mengerucut ke beberapa aja ke situ lagi ya. Heeh. Oke, yang sering yang paling viral-viral ini kan yang terakhir tuh Enjo ya misalnya walaupun ee disebut-sebut sebagai mobil gaib, akhirnya udah SPK dari November belum nyampai, belum ada barangnya gitu-gitu lah. Tapi antusiasmenya luar biasa sih dari segi kita ngomongin marketing ya, it works whatever that they're doing, launch, ada price itu antusiasmenya tinggi banget. He.
Terus pastinya BYD data Kindo nunjukin sih bahwa BYD was always the top two or three lah at least model-model yang EV terjangkaunya masih very popular. He. Tapi shoutout to our clients ya kan Toyota mereka kemarin launching em Alvard. Oh em versi lebih terjangkau. Iya iya.
It's for everyone. Jadi maksudnya mereka tuh kan punya multi partway strategi ya. Jadi di mana eh they try to cater a lot of need from a lot of Indonesian lah ya. Jadi menjawabnya itu direct gitu langsung jadi produk. Hm.
Si Alfard versi Light. Oke. Ya. Kalau dari Hyundai sendiri pas kemarin di IMS itu ada apa aja? Apa yang difeature?
Terus ada activation apa yang menurut lu menarik yang perlu diceritain? Oke. Kemarin tuh kita ee nge-launching ee lineup kita namanya Santa Fe gitu ya. cuma dengan ee trim baru ya bisa dibilang trim baru ya jadi Santa Fe XR jadi look-nya tuh makin ee kelihatan cocok buat adventure gitu karena Iya di negara asalnya memang itu dipakainya misalnya Amerika gitu ya kalau misalnya lihat yang cemin-cemin global itu emang dipakai buat ee going anywhere gitu ya. Nah, di sini tuh kemarin kemarin kita ng-launching itu sama eh refreshment lah buat lineup kita kereta itu kita nge-launching namanya Alpha Edition Show yang tadinya warnanya ee silver-silver jadi lebih banyak hitam-hitamnya.
Dan itu sebenarnya gua juga melihat hal yang menarik gitu ya. Pas gua masuk ke otomotif sebelumnya, gua berpikirnya karena gua tadi dari Telco, terus gua sempat di Red Hiling juga gitu, Masud di tech company yang face-nya cepat banget gitu ya. Gua sempat berasumsi, ah di otomotif harusnya enggak secepat itu karena ya balik lagi tadi orang beli mobil tuh kan harusnya jinnya cukup panjang gitu ya. Kayaknya no point lu punya campaign yang ee berganti-ganti. Ternyata enggak juga.
ee setiap tahunnya itu akan ada maksudnya selalu ada refreshment line up gituah ya biar menarik ee orang gitu. Nah, kemarin tuh yang menarik adalah pas di IMS kayaknya pertama kali deh kita ngeluarin ee kita tuh punya EV performance namanya Ionic 5N. Jadi itu ngebut banget mobilnya. Kemarin tuh dicoba di Mandalika jadi fase CV in Mandalika gitu ya. Heeh.
Wow. Oh, dan itu available for test drive. Jadi cukup rame tuh yang mau nyobain gitu ya. Jadi, wah itu memang mobilnya kalau yang suka kecepatan gitu ya. Kalau mobil listrik itu kan mungkin buat yang belum pernah nyobain mobil listrik tarikannya tuh kan instan ya.
Asli. Nah, Imagine ini mobilnya baterainya lebih gede, tenaganya lebih gede. Lu digas dikit tuh lu dari pala berdiri gini langsung wah dijambak ya kalau kata orang jambak kalau kata orang benar itu 0 ke 100nya tuh sekitar 3 detik kecil. Iya. Itu itu wah luar bias lah.
Jadi jadi ee itu cukup cukup menarik sih dan bilangnya apa ya spesial display gitu ya untuk Santafe itu disesuaikan sama ee habitatnya gitu. Jadi mau orang yang suka overland dan segala macam kita kerja sama partner kita nunjukin bahwa mobil ini tuh capable buat buat ee melakukan ee overland kayak misalkan lu camping jadi mobilnya tuh di di atasnya ada kayak semacam apa sih tenda-tenda gitu ya kayak Iya betul betul betul itu itu cukup cukup menariklah dan sebenarnya di IMS kemarin itu banyak brand yang ee misalkan Ya, contoh ada salah satu brand China yang sebenarnya dia banyak line upnya tuh yang jeep-jepan yang bisa buat apa namanya offroad gitu. TRKnya tuh beneran trek yang cukup challenging yang tanjakannya tinggi banget. Terus ada niat banget ada yang apa namanya buat ngecek apa ee kubangan enggak. Tapi lebih ke ini Mas apa namanya ngecek artikulasinya si suspensi.
Oh, jadi ee kayak misalkan betul bergelombang-bergelombang gitu. Itu cukup menarik sih. Makanya mungkin buat pengunjung mungkin itu juga jadi PR-nya ini ya PR-nya para principal gimana caranya walaupun motor show gitu-gitu aja nampilin mobil ya. Heeh. Gimana caranya experiencenya tuh makin betul improve gitu.
I seru kok kemarin tuh ee kayak misalkan ya ada lagi Ford kemarin tuh dia ada Ford Raptor double cabin kebut tuh F150 itu di ee area test drive yang cukup kecil semua yang nyobain pasti akan narik-narik mobil itu sih jadi berdecit-decit tuh bannya cit jadi ya serulah maksudnya ee secara jadi kita mencoba menangin dari sisi experience gitu ya kalau yang Hend itu mungkin lebih juga premium lineup-nya kita banyak bisa dicobain yang palisate, yang Santa Fe, terus yang performance-nya juga bisa dicobain. Of course yang backbond-nya pun eh ada gitu available yang ee buat dicobain. Tapi buat yang mau pengalaman beda, kita juga nyediain gitu. Iya. Ee gua gua suka sih colorway-nya N-nya Hyundai biru biru.
Ada orange or red lightnya itu hitam. Hitam. Tahu enggak gua tapi tertariknya tuh justru yang simpel banget. Kereta yang baru ni yang facelift. Iya.
Oh iya kereta. Kereta bagus itu bagus lampu belakangnya bagus. Beda. Beda banget. Jadi beda.
Iya cukup untuk bikin dia tuh kayak baru b kelihatan baru gitu ya. Heeh. Gua ngelihat ih apaan tuh? Oh kereta. Tapi ngomong-ngomong soal campaign ya mungkin mundur dikit deh.
E Fahri gua penasaran aja sih. Ini ini sempat gua sampein juga sih ke orang-orang di otomotif gitu. I'm wondering kan kadang-kadang kalian fokusnya jualan produk gitu kan. Tapi ada kepikiran enggak sih campaign-kampaign yang thought leadership gitu kita nyebutnya di mana sekarang nih adopsi EV kan banyak ya. I everyone wants to drive an EV dan lain-lain.
Tapi kan ada fakta-fakta yang belum teredukasi dengan baik gitu orang-orang. Contoh pakai AP biasa lu enggak bisa matiin ee api baterai. He. Kedua, lu jangan dekat-dekat sama mobil listrik. Kalau ada sinyal nyala lu enggak bisa sempat jaga jarak.
H gitu. Itu kan itu kan camp-kamp yang kedengarannya receh. I tapi it's actually PR sekalian semua nih automaker yang punya EV. Kepikiran enggak sih maksudnya to actually launch a collective campaign or whoever duluan yang lead the way kayak cuy lu kalau di ya enggak mobil listrik doang sih in general jaga jarak lah ya mobil kalau nyetir. Tapi gua penasaran sih itu sama dengan mobil listrik AP tuh pakai apar biasa enggak bisa mati.
Engak bisa mati. I ya ya itu sebenarnya menarik. Ee of course kita sempat kepikiran gitu ya misalkan tootally lead dari Chipot itu kita sempat coba bikin gitu ya. Cuma memang yang akan jadi challenge-nya adalah ketika kita bikin sebuah campaign itu yang akan ditanyain adalah apa sih e return of investment which eh kita enggak bisa berharap ROI yang cepat dengan campaign yang sifatnya leadership gitu. Walaupun balik lagi ya tadi kalau misalnya kita udah agree di pembicaraan di awal bahwa ini tuh is a long game.
So eh being consistent eh being eh everywhere di setiap channel itu tuh penting. Tot leadership tuh harusnya memang menjadi sebuah eh apa ya jalan yang perlu diambil sih. Walaupun mungkin direct to sales-nya enggak, enggak. Tapi in a long way apalagi konten-konten sekarang tuh kan pasti sifatnya long gitu ya maksudnya. Correct.
He. Eh, anything yang kita put digital itu bisa stay for one year, two years. Bahkan kita enggak pernah tahu tipe konten mana yang ee akhirnya bisa boom gitu ya. Evergreen juga gitu kan. Exactly.
Exactly. Jadi, jadi menurut gua itu harusnya menjadi ee ke depannya ya auto maker itu untuk bisa fokus ke situ sih bahwa not everything eh relate to marketing tuh directly contribute to sales. Tapi ya pasti adalah eh indirect mungkin kalau misalkan kita pernah di perusahaan Tobeko gitu ya, ada yang kayak misalkan yang sifatnya dipush eh trial sama ada yang organic gitu. Iya. I this kind of activities yang eh apa namanya?
eh thought leadership itu bakal nge-push yang namanya eh organic eh trial gitu ya. Forse kita enggak bisa mengandalkan itu. Cuma memang ee karena ee tuntutan closingan tiap bulan gitu mungkin ya dan secara industri pun lagi enggak baik-baik aja sebenarnya otomotif. Jadi mungkin itu cukup cukup struggle sih. Jadi dengan resource yang kita punya akhirnya fokus ke hal-hal yang bisa langsung impact to the business.
In a way harusnya menurut gue ya ada government involvement juga lah di sini. Force ya entah itu bentuknya PSA gitu kan. PSA itu funded by the industry by the association maybe gitu kan. Tapi ya again ya the landscape has changed so much gitu kan. The way to approach things in terms of safety and reliability itu juga beda gitu.
Jadi maksudnya jangan sampai tadi kita cuma dianggap pasar aja at the same time masa on parallel kan. Benar benar. orang-orang yang di orang yang diberikan dibuka aksesnya ke EV nih tahu gitu namanya namanya setiap kali kita adopsi teknologi baru apapun itu kan there is always new things yang harus diedukasi kan jadi kayak gua ngelihatnya tuh industry w itu masih timpang banget betul iya bahkan yang menarik ya ada yang kayak misalkan orang beli the highest trim the most complete ada gitu cuma he pada saat ee dia mereka pakai punya ada itu kan misalkan hal paling simpel deh lu ke Indomaret gitu gitu ya. Masuk kepalanya duluan keluarnya kan harus mundur banget. Ribut di belakangnya ada ee tukang parkir mobil tuh pasti akan ngerem mendadak.
Iya. Terus mundur-mundur lagi. Motor masih jauh sebenarnya kalau misalkan kita biasa kita kan e kalau di dunia luar pokoknya enggak bakal terjadi lah. Benar. Benar.
Itu kita kita ee mundur mundur itu pasti akan ngerem mendadak gitu. Akhirnya banyak yang ngematiin juga. Iya. He. Jadi benar part of education ini sebenarnya penting loh ketika lu beli mobil sebenarnya apa sih yang bisa lu expect dari mobil lu gitu.
Karena bisa jadi orang pada akhirnya beli mobil itu cuma buat mengantarkan titik A ke titik B. Sisanya gengsi. Iya kan? Iya kan? Maksudnya kayak ee oh mobil sunroof-nya gede-gede.
Coba kapan terakhir kali sunr itu dibuka gitu. Enggak mungkin gitu panas-panasan gitu ya. Mungkin kalau lu lagi pergi ke Bandung, ke Ciwide yang e adem gitu mungkin dibuka. Tapi kalau di ee compare gitu di Jakarta ya ampun enggak mungkin. Jadi ee gua rasa itu bisa ngebentuk yang namanya smart buyer gitu.
Bahwa enggak selalu karena Indonesia itu kan pasti selalu gini ya ee orang tuh akan ngebeli the highestam ya. Hm. Apalagi ini kalau konteksnya bukan eh Japanese maker gitu ya. belinya yang ee dari Hyundai atau misalkan dari ee Chin Chinese pasti dia akan majority ngambilnya di highest rim gitu ya. Padahal sebenarnya buat kebutuhannya dia tuh enggak perlu ngambil yang highest stream sebenarnya.
High stream itu kan option lah buat lu yang mau punya fitur yang emang emang diperlukan mungkin buat dia atau mungkin sekedar ah gua pengen gengsi dan gua it's ok gua dengan segala macam apa kekurangannya gua pil the highest tapi enggak semua orang butuh itu juga sebenarnya i benarbenar itu itu it's a good idea sebenarnya apalagi di auto show itu kan lu misalnya lu mau nunjukin ini caranya matiin api Ini kita ada percobaan jamini wartawan ngeliput ya lu punya boot iak sih participate juga part of the lah apa collective campaign gitu kan lu part of the ecosystem jadinya eh ya ada opportunity juga lah buat government melalui whatever arms yang mereka punya lu ada di situ hadir untuk provide education juga betul betul ya hopefully maksudnya mungkin kalau gua sebagai pelaku industri otomotif gitu ya industri otomotif mungkin mungkin bisa balik lagi ee sehat kayak sebelumnya sehingga kita punya space buat mikirin hal-hal yang kayak gitu tuh bahwa he karena sekarang kalau ngelihat si dari data gaikindo gitu ya, total industry volume-nya year on year tuh always decreasing sih. Iya. Hing always declining. Declining always declining ya. ya.
Eh, moga-moga maybe, right, kalau kayak gitu kan perlu distimulate lagi, mungkin ada insentif atau pajak ini bisa dilihat lagi jadi biar bergairah lagi. I mean, lu lu coba cari cara lain lah ya kan. Nah, eh lagi-lagi gua gua gua enggak mau terlalu critical, tapi instead of kan ada dua cara ya, in order to keep money ini lu bisa make more atau spend less atau yang bocor-bocor ini lu perhatikanlah. Jadinya jangan bocornya tetap jalan terus mintanya nyiram terus gitu. Gua pakai analoginya tuh kayak apa?
Eh eh watering can tahu enggak loh buat nyiram bunga. Kalau bocor masa lu isi air terus gitu for what man. Iya kan itu enggak make sense. If anything lu tumble dulu bocornya baru lu isi air gitu. Ini bocornya makin gede eh siram makin banyak gitu.
tuh yang ujung-ujungnya Bu elah belum lagi kan baru-baru ini kayak kayak jalanan deh gua gua enggak ngerti sih I don't even know how the eh law eh legal standpoint ya di sini ya tapi kalau misalnya dulu di Amerika tuh ada class action misalnya lu as a group of people lu nuntut gitu kan jalanan cuy parah banget sih parah sih lu jangankan jalanan yang ee ini ya jalan tol yang lu bayar gila mobil lu bisa hancur cuy benarben apalagi musim hujan Masih maong semua, cuy. Banget banget. Parah parah parah par. Kemarin tuh gua pulang dari ee Kemayoran gitu ya, masuk tol. Ee itu macet panjang banget, enggak ada kecelakaan, enggak ada apa.
Dan itu udah malam, udah jam .30 malam gitu ya. Lu lewat mana nih? Cawang. Lewat Cawang. Iya.
Macetnya itu karena sambungan tol itu rusaknya gede banget sehingga orang tuh lewat tuh harus pelan-pelan karena kerak banget gitu. ini kayak perumahan di Iya iya perumahan lama gitu ya Bu bukan jalan tol jadi ya emang itu dan lu biarkan lu dan lu biarkan mereka ngambil uang dari kita you got to be kidding me man kan jadi a structural issues lah it's a structural issues man I mean it's an egg chicken egg situation yang enggak bisa iya ujung-ujungnya jadinya kan ada industri-industri imagine if one company pulls out of Indonesia ya ya berapa orang lagi yang enggak bekerja. He. What if yang lain lagi? Ya kan karena enggak jelas iklim investasi terus lu menarik diri lagi, Bro.
Kayak forget about finding new investors, man. Mendingan lu keep how to keep yang ada sekarang. Kayak pertanyaan gua berikutnya. H i kan customer life cycle ini asik eh apa namanya? Kan sekarang your official title title tuh head of customer life cycle ya.
Iya. Iya. lu bisa ceritain sedikit enggak sih ngapain aja sih sama maybe one or two things yang lu belajar dari this position eh di CRM atau CLM ee orang biasa nyebut gitu ya. Jadi ada dua kubu besarlah yang gua kerjain gitu ya. Yang pertama itu namanya customer eh free to purchase experience.
Yang kedua tuh ownership. Free to purchase tuh ngapain aja sebenarnya. So, basically iklan-iklan yang kita lihat di digital gitu ya, misalkan di Instagram, TikTok, YouTube gitu, terus ee ada ketika tertarik lu klik contact us, lu ngisi data diri lu dan segala macam itu ee itu akan masuk ke dalam sistemnya kita sistemnya kita gitu ya untuk kita nture bahwa oh oke ini adalah e Reza. Reza tertarik misalkan sama Palisate e dan Reza akan beli dalam waktu 1 sampai 3 bulan. So, eh gua akan e current sales program yang mungkin menarik buat dia.
He. Jadi, eh nge-slice and dice eh audience itu berdasarkan sama interest-nya. Itu itu yang pertama tuh yang kita lakuin di eh free to purchase. Eh, matriks-nya apa? Of course, matriks-nya adalah eh sales contributions gitu ya.
bahwa ee apapun yang kita lakukan di ee digital itu diukur ee yang menjadi closing-nya berapa banyak sih gitu ya. Iya, dari leads. Betul. Jadi kalau misalkan kita nyebutnya adalah yang activity yang kita lakuin dari unidentified eh potential customer menjadi identified plus we know eh apa namanya si product of interest-nya apa. Terus bahkan eh dia tuh willingnya belinya dalam e waktu berapa lama?
dengan metode pembayaran seperti apa sehingga itu bisa dimix and match ketika kita follow up ke mereka gitu. Jadi pada saat nanti ee datanya itu kita ee proses lebih lanjut ke sampai ke closing, harapannya konten yang kita kasih itu tuh lebih relevan lah sama si orang tersebut. Itu dari sisi free to purchase gitu ya. Terus ada lagi ownership. So, di ownership ini ketika orang udah terima mobilnya, udah delivery gitu ya, dari since day one sampai eh kita ngingetin eh service itu di tahun keempat.
Karena di Hindai itu kan ee gratis service itu 60.000 atau 3 plus 1 tahun, 4 tahun lah gitu ya. Ya, jadi dari mulai kita welcoming message, kita ngasih tahu nomor-nomor ee penting yang perlu lu save, apa yang harus lu lakukan sama mobil lu. Karena balik lagi tadi ee mobil kita tuh kan mobil yang bisa diconsider cukup high tech gitu ya. Kayak misalkan kita punya teknologi namanya ee telematic namanya Bluelink yang itu tuh koneksi ke handphone dan bukan cuma itu aja ketika amit-amit lu di jalan kenapa-napa gitu ya. Misalkan lu nyenggol atau lu nabrak dan cukup ee sefir gitu kondisinya, amit-amit lu enggak enggak sadar si mobilnya ini tuh langsung ee melakukan panggilan ke call center, panggilan emergency.
H dan si call center ini sudah tahu mobilnya ada di mana dan segala macam. Nah, jadi kita memberikan edukasi itu melalui ee WhatsApp ee biasanya kita melakukan melalui WhatsApp atau email apa yang harus mereka lakukan dengan mobilan mereka. How setting si misalkan Blue Link-nya, terus misalkan setting CarPlay-nya, apa aja yang bisa diekplore dari mobilnya itu kita komunikasiin ya. Terus kita ngomongin soal warranty, how to how to claim dan segala macamnya itu juga kita proses sampai ke eh reminder free service misalkan ee halo eh Reza gitu ya ee udah 1 bulan nih mobilnya apa namanya mobilnya udah dimilikin terus apa namanya waktunya service booking sekarang. Nah, ketika booking itu gua juga punya ee loyalty program gitu bentuknya aplikasi namanya My H& ya.
Mereka bisa melakukan booking services itu, cek historical di situ. So, basically it's an end to end customer journey sebenarnya. Eh, jadi gua belajar banyak tuh sebenarnya ketika sebelumnya di digital marketing itu kan selalu ee eksploratifnya terkada terhadap ini kreatif gitu ya, terhadap konten apa yang lagi seru, yang lagi baru kita akan terus-terusan tuh cobain karena kita pengin selaluin jadi ee terdepanlah kalau misalkan ada yang baru kita kita cobain biar dapat learning-nya. Tapi kalau misalkan di sini tuh ngelihatin data banget kayak misalkan kayak tadi ya, kita punya sales program tuh banyak banget. Terus eh which one nih yang kita harusnya offer gitu ya.
Akhirnya mau enggak mau kita akan melakukan misalkan slice and si audience-nya kita coba dengan eh sales program A B C mana yang paling works gitu untuk akhirnya bisa converting si orang-orang ini yang tadi tidak tertarik menjadi tertarik ketika kita sudah tahu ya itu akan kita pakai jadi eh next campaign-nya jadi learning-nya tuh terus berjalan sih mungkin mungkin itu yang menarik gitu ya dan ee semuanya itu menggunakan si datanya dan cuma challenge-nya yang paling eh we know everything that we do on instant gitu ya. Enggak enggak bakal enggak bakal instan deh. Tapi eh expectasinya itu akan selalu datangnya insan. Jadi ya managing expectation dari eh internal stakeholder itu sih mungkin akan selalu challenging ya. Ya.
Ya. Itu juga pernah keention di podcast kita di episode-episode sebelumnya which could be very challenging. Iya. Iya. Oke, anyway pari thank you banget udah datang.
Thank you, thank you sudah mengundang. Thank you, thank juga for joining us today. Moga-moga one of these days lu bisa balik. kita ngobrol-ngobrol lebih banyak lagi. Anyway, eh sekali lagi kita tepuk tangan dulu dong buat tamu kita hari ini.
Thank you. Thank you.