‘Content is King’ sudah basi — kalau cuma bikin konten cantik tanpa membaca data, kamu bakal tenggelam. Di Proxemics 035, Maria Ramona (Mona), Head of Creative di SIRCLO, menceritakan bagaimana ia beralih dari dunia agency tulen yang mengurus TVC dan guideline brand menjadi memimpin tim raksasa yang menangani ribuan sesi live streaming dan social commerce setiap hari.
Tesisnya adalah Creative Commerce: visual bagus saja tak lagi cukup. Desainer dan tim kreatif kini wajib membaca angka — Entrance Rate, Average View Duration (AVD), sampai GMV. Karyamu divalidasi oleh data, bukan sekadar selera bos — standarnya bergeser dari selera ke performa yang terukur.
Host live stream, katanya, tak bisa cuma jadi ‘talking head’ yang rupawan. Yang benar-benar laku adalah mereka dengan product knowledge mendalam, paham pain points audiens, dan bisa memberi konteks psikologis secara spontan — bukan membaca script hafalan.
Soal AI ia tegas: alat ini hebat untuk volume — video pendek, desain massal — tapi tanpa master visual yang kuat dan QC manusia, kamu bukan lagi marketing, kamu cuma nyampah dan bikin audiens muak. Red flag manajemen terbesarnya adalah ‘Yes Men’: karyawan yang bilang ‘iya, ngerti bos’ agar terlihat pintar lalu meleset — dan meleset satu milimeter di atas jadi ratusan meter di bawah.
Buat brand yang mentok di TikTok dan Shopee, ini ilmu daging dari dapur enabler e-commerce. Tekan play.


YouTube is this exact episode; the Spotify and Apple embeds open the series.
Transkrip otomatis dari audio asli (Bahasa Indonesia) — belum disunting.
dengan mudah dan mereka tahu mereka butuh air time malah jadi clat lagi gitu ya. Kadang-kadang ada komunikasi tapi jarang banget yang kayak gitu-gitu tuh suffer kadang-kadang live streamingnya penontonnya satu dua satu juga operator kita g banyak tuh kalau misalkan tim kreatif gitu ya gua enggak bilang semua lah ya tapi banyakan memang kayak gitu jadi begitu sudah jadi desainnya KV-nya udah tuh selesai sampai di situ tugasnya sisanya udah enggak mau tahu karena mereka tidak terbiasa untuk lihat datanya benar Ah. Let's be honest for a second. Kita selalu dengar itu the phrase content is king. Tapi di in today's world itu ya semuanya serba hyper accelerated digital economy.
Enggak udah enggak cukup lagi cuman make things look pretty misalnya di social media itu udah over. Today the real battlefield itu at the intersection of storyting sama hard hearing data. Mantap. Nah, ini banyak orang nyebutnya creative commerce, right? Dan very few people actually know how to pull it off.
Y ya. Fortunate for us. Asik, our guest today ini paham banget. Nah, sekarang itu dia lagi serve as SIRCLO. Anyway, jadinya hari ini very special.
Please help me welcome to the program. Itu Maria Ramona atau yang biasa dikenal dengan Mona. Huh. Halo, Mona, welcome. Aduh, thank you banget nih di tengah kesibukannya kan menyempatkan diri untuk main-main ke studio kita.
Eh, anyway, ceritanya nih kan panjang ya dari awal sampai terakhir. Tapi sebenarnya background lu tuh agency juga. Iya. Lu bisa provide a quick recap enggak dari agency sampai bisa diircllo nih apa aja nih turning points-nya? Misalnya sebenarnya memang dari awal kuliah terus ee lulus itu kan sudah langsung ke agency terus kadang-kadang itu udah kayak apa ya kayak enggak punya pilihan juga maksudnya dari pengalaman company to company akhirnya ya memang kita akan lebih mudah masuk ke yang sama lagi kan gitu dan itu memang berawal dari grafik desain terus ee jadi artor gitu kan ee apa bikin-bikin campaign gitu kan grup head pun juga ya masih seputaran advertising terus sampai ke ya mungkin makin kita ada di level tertentu waktu kita makin mengerti campaignnya juga dan result campaign dan sebagai macamnya itu kita akhirnya lebih terbuka lagi pada opportun opportunity yang lebih besar ya gitu yang waktu itu ditawarkan oleh CCL gitu karena memang at that point sebenarnya kebutuhan dasarnya adalah ngebantuin tim di dalam untuk ngerti ee guideline-guideline-nya brand gitu.
SIRCLO ini kan sebenarnya besarnya bukan dari tim yang kayak agency ya yang sudah terbiasa sama ee materi-materi komunikasinya brand enggak yang seperti itu gitu karena CCKL kan besarnya justru awalnya di pergudangan dan membantu brand untuk berjualan gitu jadi manajemen toko-toko e-commerce mereka gitu. Jadi waktu itu join memang tugas utamanya adalah ngebantuin proses sih yang ada beberapa backlock gitu karena enggak ngerti kenapa sih nih si Brenin enggak nge-proof-ngeprove host yang ini misalnya. Oh ternyata sama brandnya misalnya gitu atau engak kenapa sih video konten yang ini kok gak dipro juga sama gitu tipikaltical e backlocknya tuh kayak gitu tapi kalau ditelusurin soalnya ini guideline brandnya enggak keluar misalnya di sini atau e enggak kajagain nih ini kok e cara tone of voice-nya udah beda nih yang kayak gitu-gitu. Jadi memang awal mulanya kita merapikan banyak di situ yang si kalau perlukan ya gitu. Justru eksperti yang ya kalau diadvertising kan sudah pasti berhubungan sekali.
Nah ituak iya kalian sudah terbiasa lah kayak keinginannya brand apa dan sebagainya. Nah yang ini waktu itu yang lagi dirapihin lah sama CClo ya. Karena e mistaken jadinya part of their service itu justru ngebantuin klien buat apa namanya live commerce ini ya. Iya. Jadi dari awalnya mungkin ee awal mulanya banget kreatifnya memang membantu merapikan toko-tokonya si brandnya.
Jadi branding warnanya brandingnya. Betul gitu sampai ke produk display page yang simpel-simpel lah awal-awalnya itu ya sama kebutuhan mungkin kalau ada promo-promo ya rutin diganti mengikuti e fokus produk dan promonya. Tapi seiring berjalan kan live commerce-nya sekarang makin ramai live streaming pas pandemi itu kan short video konten juga makin ramai kayak gitu. G. Nah, itu akhirnya yang semakin masif diperkembang, dikembangin sekarang gitu.
Kalau gua enggak salah dulunya mereka lebih banyak di logistik memang kan. Makanya begitu mereka added the service, nah dia perlu menambahkan eh capability baru nih. Makanya dia bawa lu untuk bantuin i kayak dulu kan termnya tuh e-commerce enabler. Yes. Jadi kayak menyeragamkan lah yang brand pengin sir bisa penuhi.
Konsepnya dulu kalau misalkan lu harus punya redundan di cost, kenapa enggak digabungin di mereka gitu ya? Makanya dia tinggal di sini gitu ya. Oke. Nah, ini gua sekalian nanya deh. Menurut lu siapa yang memerlukan jasanya ee CRCO nowadays?
Memang kalau saat ini CRCO banyak mainnya di medium eh to enterprise oke bukan yang ee kecil-kecil gitu ya. Benar gitu. malah banyaknya masuknya ke sana karena memang yang menggunakan gudang kita pun tadinya ada di level itu gitu sehingga memang sekarang tim itu sudah kita perlengkap eh brand guide lainnya yang memang ke arah situ gitu yang biasa dikerjakan oleh kita waktu di advertising agency lah kayak gitu. Jadi level itu juga yang kita equip ke dalam kayak gitu. Oke with that berarti lu handle more than just a brand dong.
Maksud gua mungkin orang takutnya salah mengerti dianggap bahwa Mona ini menghandle brand reputation-nya SIRCLO, tapi enggak. Ternyata your clients. Betul. Kita sebenarnya seperti agency tapi ya ya tadi kita berhubungan dengan sangat banyak brand dan kategorinya. Tapi yang kita yang kita manage bukan campaign.
Kan kalau di advertising agency kita ngurusin campaign gitu kan. Kalau di sini yang kita bantuin kelola adalah rutinitas ee aktivitas jualan mereka. Ya, jadi sosial commerce ada konten sosialnya, short video short video kontennya ada, tapi live streaming juga kencang gitu. Jualan I jualan, jualan jualan. Nah, kalau kalau sekarang itu kalau kalau gua lihat di LinkedIn ya itu kan you have a lot of team members, right?
Benar. itu jadinya operasinya ya e semasif itu. Intinya kalian-kalian yang suka belanja-belanja ini enggak tahu di belakang itu sebenarnya enggak semuanya langsung dari brand, tapi ada juga ya enabler-enabler ini seperti CCL misalnya gitu kan. Betul. Enggak.
Gue cuma mau bilang tadi soalnya kalau lu perhatiin kalau suka belanja di toko commerce itu kan lu terpapar banget tuh sama promo banyak banget. Ada yang dari ongkir gratis lah dari 11 22 33 banyak banget banyak campaign-nya ternyata enggak semuanya itu dihandle langsung juga berarti ada e company ini yang bantu untuk hal seperti itu. Jadi kalau lu kewalahan punya brand ya kan waduh ini bingung juga nih manage-nya gimana apalagi multiple stor right? Ah, lu bisa karena it's really hard untuk punya satu seragam gitu that very hard. Jadi, I think as a brand kalau emang scale-nya udah besar ya untuk make sure bahwa tono voice-nya satu, brandingannya benar, cara bicaranya host dan lain itu is not easy gitu.
Iya. Dan kalau lu belum pernah di agency, it's something yang lu enggak familiar aja gitu, right? Nyamain di sini, di sini ininya harus sama. Itu kayak bisa you can get easily overwhelm banget, cuy. Overwhelming, cuy.
Asli kayak gua enggak tahu berapa banyak yang harus dia kerjain ya. Kayak misalkan lu dari size deh yang muncul di nanti katalog yang muncul di depan. Buset. Terus complete completely different audience kan? Completely different way of looking at things ya.
Betul. Betul banget. setiap kategori juga kan gayanya beda-beda ya kayak gitu. Dan tipical audiens juga di live streaming tuh beda-beda juga gitu. Ada yang senang konsul, ngobrol banyak sama host, ada yang sukanya didemoin.
Memang itu juga akhirnya kita bantuin manage itu dalam artian sampai mengetahui insight-insight audience yang si brand masing-masing brand ini miliki gitu. Menurut lo ada enggak sih hal-hal yang misalnya banyak brand itu misalnya kan banyak yang baru datang nih ke sirkul they get it wrong gitu. Mereka selalu pas datang itu mereka enggak ngeh bahwa oh ini kayak gini. Nah, ada enggak sih satu dua hal yang selalu sama? Pasti mereka enggak perhatikan A dan mereka enggak perhatikan B.
Dan itu biasanya ee jadi turning point lah. Mungkin emar untuk sebuah penjualan yang sukses tuh ada banyak matriks pendukung. Jadi sesimpel di dalam sesi live streaming itu matriya tuh enggak serta-merta GMV doang gitu, enggak serta-merta jualan e GMV per aura berapa atau total GMV-nya berapa. Tapi itu udah banyak lagi di belakangnya kayak entum rate misalnya berapa banyak orang yang dari impression sekian masuk ke dalam sesi live kita itu tuh dihitung juga karena itu membuktikan bahwa apakah setting kita cukup menarik di dalam Iya. Kadang-kadang orang lagi scrolling enggak mau nonton live, eh kok lucu juga?
Apa nih? Jadi mau masuk. Nah, itu tuh matriks yang dihitung juga si IRR itu. Terus itu juga ada tim kreatif yang bekerja di dalamnya gitu yang mempunyai kontribusi di situ gitu kan. Ada dari desainnya, ada dari host-nya kayak gitu.
Itu baru entomray. Begitu dia masuk terus si host halo nyapa manggil namanya gitu kan. Lagi cari apa kah apa segala macam. Terus dia engage sama si hostnya itu juga ada engagement rate. Berapa lama dia ngobrol.
Kan ngobrolnya tentunya pakai chat kan. Ditanya apa jawab, ditanya apa jawab kayak gitu kan. Dan dia stay berapa lama di dalam sesi live kita itu juga ada average view duration gitu. Jadi itu semua adalah matriks pendukung yang ibaratnya bisa kita improve dari situ untuk dapat ujungnya gitu. Jadi memang mungkin kadang-kadang brand berpikir, "Ah, kalau gua enggak pasang ads ee udah nih pasti jualan jelek gitu kan.
atau kalau gua ngasang promo udah enggak ada yang mau belanja gitu walaupun betul kadang-kadang kita har balancing commercial objective sama creative creativity gitu ya. Benar. Jadi ada peran-peran kreatif juga di situ gitu kadang-kadang ya ya di situlah tim kita challenge juga ya. Ayo bikin yang lucu nih sekarang hostnya lagi kayak jungkir balik atau kayak lagi terbang di luar angkasa pakai green screen dan sebagainya. kayak ini dong udah kayak tim kreatif di TV-TV gitu kayak tim benar gua pikir asal pasang full production tim gitu jadinya iya dan yang paling gede perannya memang host-nya sendirilah udah pasti gitu jadi sekarang mungkin brand mungkin awal-awal brand yang premium agak enggan ya masuk ke sesi live streaming kan masuk berjualan ke live streaming karena mereka pikir duh ini harus kayak orang hardell gitu kan dagang banget benar gitu He.
SP itu loh. R kan di TikTok gaya host yang soft spoken. Jadi dia sebenarnya kayak orang SPG yang jelasin produknya cantik banget gitu, rapi dan ngomongnya tuh enggak orang buru-buru kayak mau jualan hardsel. Bukan cepat cek. Karena dari dari intonasi bicaranya si host juga biasanya beda banget ya.
Iya. Nah, itu akhirnya beberapa sekarang membuka diri untuk mencoba juga. Iya, tapi dia maunya approachnya kayak gitu. Settingnya lebih premium nih. Kayak ibarat di tokonya juga e setting belakangnya kita buat pakai green screen sih biasanya ya.
Tapi kita buat memang kayak di tokonya premium gitu dari material-material yang dipakai gitu. Walaupun itu interior e bikinan kita sih kayak gitu. sampai ke hostnya juga bajunya pakai ada yang blazer kayak gitu terus lebih proper rambutnya juga harus beneran on point make upnya dan segala macam kayak ya itu karena mereka need to take care of the brand karena kan gue sering juga lihat betul karena kalau gua lihat ada pedagang yang nak represent the brand ya maksudnya dia toko sepatu gitu misalkan ya dan settingannya benar-benar di gudang cuy ada orang lewat bolak-balik itu kan enggak represent the brand gitu tapi kadang-kadang itu diperlukan juga. Iya. Iya.
Untuk narik crowd really depends target audience-nya siapa gitu. Jadi betul sama kayak lagi periode apa gitu. Jadi kalau lagi 25 nih kayak PD atau double date mereka kan cenderung nonton kayak gitu tuh suka ngebawa ee suasana hati penonton gitu kayak wah laku banget. Ih ramai nih barangnya lakon nih. Udah beli beli beli gitu.
Iya kalau di situ agak cocok tuh kayak model-model begitu ya. Kita bikin juga misalnya memang lagi ada flasel yang limited nih jumlahnya cuman berapa. Nah yang kayak gitu-gitu biasanya ngebangun suasana banget. Jadi, it's not as simple as just lu taruh tel handphone lu nyalain kamera terus udah gitu lu diam terus ngomong itu kayak the of streaming tuh beda beda beda gitu juga kan background lu dari kreatif yang which is if I'm not mistak kan kreatif itu biasanya kan dibagi antara dua nih ada yang eh copy base ada yang art base gitu ya nah tapi yang tadi lu sebutin itu kan semua angka tuh yang bisa dipegang sama orang analitics atau orang ini i orang Sekarang lu harus juga. Iya.
Jadi kita mau workshop tim semua untuk ngerti matrix itu apa ya maksudnya kalau enggak nanti mereka juga enggak enggak tahu ya apa yang harus gua improve nih dan ngetracking ee ibaratnya keberhasilan apa yang mereka habis kulik juga enggak ketahuan gitu. Di situlah akhirnya kita sama-sama belajar. Sebenarnya memang karena kita berhubungan ujung-ujungnya justifikasi kesuksesan ke brand kan juga penjualan ya gitu. Jadi kita juga ngbantuin tim ee AM-nya nih gitu kan untuk bisa ee mencapai target ya. Dengan tadi timnya juga ngerti bahwa oh kalau kreatif ini diulik dapat matriks yang ini.
Oh kalau yang ini diulik kayak misalnya script tuh. Kalau script kita refresh secara rutin gitu ya. Terus si host selalu punya talking point yang sekarang lagi apa nih? Oh lagi banyak event lari. Oh ya udah gua jualan sepatu lari yang ini dengan ngingetin mau ada event lari apa misalnya kayak gitu.
itu kan ada hubungan banget tuh sama tim-timati yang menyiapkan berbagai asetnya gitu sehingga audiens juga pas nonton dan mau beli sepatu oh pas banget nih gua lagi pas mau lari gitu kan terus dia jualinnya pas ngedemoinnya pas checkout deh gitu yang kayak gitu-gitu tuh tim kreatif harus tahu jadi memang kita belajar jadi ee tim kreatif yang melag data sih gitu w mantap pengalaman gua ya banyak tuh kalau misalkan ee tim kreatif gitu ya gua enggak bilang semua lah ya tapi banyakan memang kayak gitu tuh. Jadi begitu sudah jadi desainnya ya, KV-nya udah tuh selesai sampai di situ tugasnya diturunin sama tim paid ads atau performance sisanya udah enggak mau tahu ya udahlah gitu tuh karena mereka tidak terbiasa untuk ngelihat datanya. Benar itu urusannya tim performance tuh nanti dia yang request balik gitu kan. Eh ini-nya kurang nih tolong dong. Biasa ada ada tes juga kan nih kalau testingnya gimana nih?
Ini kayaknya kayaknya kurang benar. Coba tambahin muka orang lu ganti coba ganti warnanya gitu kan. Nah, gua melihat emang ada discrepan. Jadi gini, kalau lu c masang iklan tapi gak ngerti art, gak ngerti kreatif, lu enggak pernah tahu tuh yang mana yang harusnya diubah kan gitu kan. Lu punya hipotesanya gua engak ya maksudnya apakah warnanya atau host-nya tadi kan lu enggak tahu.
Sedangkan kalau lu dikreatif aja tapi enggak pernah ngelihat angkanya, nah lu enggak pernah tahu tuh yang work yang enggak works mana kan sekarang berarti you're saying itu sekarang sudah dicombine. Jadi lu harus tahu semuanya dong. Betul. Walaupun kalau ngomong jujur gampang tuh enggak juga ya. Ini kan urusan otak kiri dan kanan berbeda dong ya kan gitu.
Jadi memang ada strugglingnya juga untuk bikin tim mengerti betapa pentingnya kita ngerti ini angka-angka ini gitu. Tapi memang kita latih sedikit-sedikit dan waktu mereka udah habis kulik ini terus oh ada resultnya kan happy juga ya kita yang selama ini cuman bisa ngelihat oh ini bagus nih karya gua walaupun menurut orang lain mungkin enggak bagus yang sangat-sangat bisa berbeda-beda. Tiba-tiba sekarang kita punya justifikasi sama yaitu angka gitu. Nah, itu juga yang ya mungkin memang experience yang berbeda sih dari permainan kreatif very objektif karena based on data numbers gitu ya itu anggitu betul tapi gua penasaran deh ini kan sekarang influencers menjamur banget ya maksudnya they do live streaming dia jualan juga gitu kan tapi kita punya consumer tuh mereka udah lebih skeptical enggak sih ah ini jualan lah atau mereka semudah ya we are sucker for a celebrity aja gitu karena ada yang jual gua beli gitu segitunya enggak sih memang akhirnya kalau diperhati kan ya brand-brand yang bagus juga penjualannya di live streaming itu yang memang dia komunikasinya dibangun dengan baik juga di luaran sana aktif juga bikin acara sama komunitas. Jadi memang ini adalah integrated lah.
Kalau zaman dulu kan ngomong integrated marketing ya memang itunya tuh ada gitu dan saat satu brand ini melakukan semuanya dengan rapi live streamingnya lebih berhasil ketimbang yang mungkin dia cuman ada di retail doang atau dia kadang-kadang ada komunikasi tapi jarang banget yang kayak gitu-gitu tuh suffer kadang-kadang live streamingnya penontonnya satu dua satu juga operator kita gitu. Kadang-kadang tuh ada situasi seperti itu yang sampai akhirnya dia harus dibost gitu. Tapi yang memang komunikasi di luarnya rapi ke affiliate-nya rajin bikin e konten-konten sama affiliate gitu ya. Pokoknya awareness dia top deh gitu. Nah, yang kayak begitu lebih ee hidup iya lebih konsisten.
Betul dan perkembangannya juga bagus gitu. Very very interesting. Nah, ini gua penasaran juga sih kan you produce so many commerce session ya. Dan tadi kita sempat ngobrolin juga eh host ya kan, host matters gitu. Nah, gua penasaran obviously ini kan eh yang nonton Prox mungkin juga punya toko sendiri.
They not as big tapi kan mereka penasaran gitu kayak sebenarnya host yang bagus tuh host yang seperti apa sih from your observation gitu ya. Sebenarnya memang akhirnya kita harus mendalami apa yang kita jual sih dalam artian kita paham konteks-konteks kebutuhan produk tersebut ya gitu. Bukan yang cuman asal hafal produk knowledge terus dia cuma nyerocos, tapi dia tahu bahwa oh kenapa orang harus beli tisu yang ini enggak tisu yang itu misalnya atau spesifik kenapa orang harus beli sepatunya tuh sepatu lari merek ini bukan sepatu lari merek lain gitu. itu kan sebenarnya kalau misalnya dia ya kalau kayak zaman dulu di advertising kan kita harus mencoba barang yang kita mau campaign tuh kita makan atau kita pakai sampai kita tahu bahwa oh ini renyahnya tuh kayak gimana, oh ini tuh manisnya kayak gimana dan itu kita ceritakan dalam ee campaign kita gitu ya, dalam komunikasi kita gitu. Sebenarnya sama si host ini juga sampai kita encourage untuk lu harus cobain juga ini apa yang lu jual gitu kan.
Lu tahu enggak e skincare-nya seringan apa gitu kan, terus senyereapnya kayak gimana? Ya lu harus bisa ceritain itu ke si audience gitu kan sehingga yang bertanya pun ya product knowledge paham ya itu mah udah harus ya itu mah hajin gitu kan. I. Tapi seenggaknya dia bisa memberikan konteks-konteks tambahan tuh. Kalau sehari-hari nih tipal per kayak gini, kalau lu lagi naik komputer nih terus apa sesek-sesekan dan lu keluar misalnya udah agak keringetan ini tuh bukan yang nyegek tapi tuh tetap nyaman, seger yang kayak gitu-gitu loh.
Jadi kan dia bisa cerita ya implementasi produk pada berbagai jenis audiens yang dia hadapi nih yang nontonnya kan banyak dan macam-macam keluar masuk terus tuh gitu. Tapi seenggaknya dia akan selalu bisa leverage ee konteks produknya. Setuju. Di luar daripada yang basic ya, kemampuan komunikasi lah, kemampuan nangkap. Kalau di training product knowledge yaudah cepat nangkap juga ya.
Kalau yang berkali-kali sampai dia enggak hafal-hafal kadang-kadang memang susah sih ngerti gitu kayak susu tuh lah ee laktobasilus apa-apa gitu-gitu kan dia harus hafal ya. Tapi ya itu juga akhirnya tetap kita kalau memang mencari host tetap ke situnya juga ada. E brand tuh biasanya dalam 1 bulan itu mereka tuh fokus di satu periode which is either double date atau pay day atau konsisten sih kayak every week tuh harusnya ya tetap dilakukan. Jadi sales itu fokusnya tuh lebih ke sustainability throughout the month atau pokoknya hit dua periode itu atau gimana sih? Sebenarnya harusnya yang konsisten ya yang tadi setiap hari.
Jadi kita juga tidak bilang brand bahwa oh kalau mauj coba udah cukup dible date sama PD. Enggak gitu. Karena kita kan bisa berjumpa dengan siapa saja sebenarnya di dalam hari-hari yang ee cukup panjang di luar dua hari itu kan gitu. Jadi kalau dari kita malah sebenarnya hours juga jangan yang terlalu sedikit banget karena kita enggak dapat learning apa-apa gitu. Belum tahu apa-apa.
Iya. From the session tuh kayak enggak ada data yang gathered, enggak ada learningnya enggak ada. Benar. Jadi kita mau improve juga enggak tahu mau improve apa nih kalau benar-benar e live-nya cuman 2 jam terus jedanya juga jarang-jarang misalnya gitu ya atau cuma dible date sama Payday biasa kita tahu ya double date Payday traffic tinggi ya wajar semua orang lagi nyemplung ke situ mungkin enggak sengaja masuk ya belum tentu dia mau belanja ya gitu tapi memang karena kolamnya lagi gede banget gitu sementara kan yang lain kita juga perlu tahu di hari biasa apa sebenarnya yang nonton lu tuh banyaknya di jam berapa ini untuk yang awal-awal ya yang mungkin belum berani buat ee sepanjang hari kayak gitu kan yang model-model gitu. Gua cuman kasihan host-nya sih.
Nah, hari karena gua mau lanjut lagi nih pertanyaannya karena kan sekarang lagi ngetren ya e live stream 24 jam gitu. Itu beneran 24 jam gimana sih? Enggak satu orang-anti tapi really really for that long. Iya ada yang jadi brand kita udah kuat banget yang nontonnya 100 200 orang itu ya kita runningnya 24 jam. Walaupun ya itu tetap ya ada naik turun.
Cuman ya tadi yang sempat disampaikan di e awal kalau mereka komunikasinya udah bagus, semua orang tuh yang masuk situ memang sudah datang dengan intensi mau belanja. Dia udah kayak udah ada intention ya. Iya. Tinggal mau mastiin aja nih aku mendingnya yang mana dong, Kak gitu. Yang ini apa?
Yang ini belinya gitu. Tapi emang udah pengin beli gitu. Oh dia udah ya dia pasti beli. Cuman dia tinggal ini udah di dalam ini nih udah tinggal terakhirnya. Makanya maksudnya yang kalau misalnya conversionnya itu ya pas sudah di bawah walaupun ada juga mungkin yang masih di tengah-tengah ya istilahnya gua nonton live stream-nya A sambil gua lihat lagi live stream-nya si B misalnya untuk mempelajari kan heeh baru terakhirnya tinggal convert terakhirnya itulah tapi ada dua hal tadi yang menurut gua menarik eh the product knowledge ya tapi elevated nah ini yang paling sering gua perhatikan itu eh restoran Hm.
Right. Restoran ini kadang-kadang kasihannya server-server ini they have no idea, man. Rasanya steak ini kayak gimana dibandingin wagu yang itu karena mereka enggak pernah nyoba. Dan kalau kayak gitu kita pas ngomong gimana mereka mau upsel gitu. You don't even know.
Right. Itu yang gua sering eh lihat lah dan pas tadi dijelasin sama Mona, ini nih masalah banget nih di restoran itu karena ini minumnya gimana? Eh, saya enggak tahu ya gimana lu enggak tahu. Tapi hafalan gitu jadinya kan lu pasti sering banget juga ke restoran di mana orangnya itu gape banget kan. Oh, kalau itu jangan pakai itu Mas ya kan enaknya itu dipairnya sama ini.
Gua enggak ngerti loh. Oke lu pintar juga ya. Okelah gua ikutin lah produk knowled-nya tu dalam dalam enggak di permukaan doang. Betul itu tuh satu. Yang kedua itu eh ultimately most products yang sukses ya, yang successful products itu menurut gua diciptakan tuh to solve a problem.
Betul. Itu solusi. Kalau lu enggak ngerti problem is, forget it, man. Lu mau dagang apa? Iya.
Iya kan? Betul. Ee apalagi kalau misalnya si calon pembelinya nih ee gua juga sering observe kalau misalnya mobil nih kayak kadang-kadang ya kita yang mau beli mobil jadinya lebih knowledgeable daripada salesnya daripada Iya lah lu kok enggak tahu ya kan lu mesti inilah mesti lebih tahu lagi dari kita. Nah pasah pas lebih tahu itu itu yang berhasil-berhasil tuh yang kayak gitu biasanya kayak gitu. Betul yang lu benar wah kalau saya kurang, Pak.
Eh, mendingan knalpotnya tiga daripada dua karena gini gini gini gini. Oh, gitu ya. I saya belum pernah lihat tuh diterima lah. Tapi eh product knowledge itu penting banget berarti ya. Style-nya beda-beda.
Tapi itu garis benang merahnya itu tuh lu mesti ngerti produk ini diciptakan buat apa, masalah yang mau diselesaikan apa. Betul. Lu lu masti ngerti banget tuh. Ya, ini relate juga sama episode yang sebelum ini yang bahas soal KYC. Jadi dan yang di bilang juga waktu kita bahas soal a good salesman itu harus tahu yang dibutuhkan sama orang yang ini apa sama harus punya product knowledge kalau enggak lu enggak bisa make it clop gitu kan.
Iya. Know your customer, your product. Apa klien lu banyak lah ya kategorinya banyak. Cara lu manage supaya oh si klien yang A tuh dia target audiens-nya kayak gini dia tuh harus kayak gini sama yang B tuh kayak gini lu enggak mungkin hafalin semua kan? Sedangkan mereka jalan terus.
Mungkin beberapa klien ada yang 24 jam dan ini maksudnya they are ongoing constantly doing communications gitu. How do you manage all this brand? Banyak. Jadi sebenarnya memang timnya tuh dedicated terpisah-pisah gitu walaupun ya mungkin enggak satu-satu ya. Kita masih e ada tuh rasionya lah gitu kan.
Ee sekian ee anak art misalnya pegang berapa brand kayak gitu kan. Tapi dia mage gitu. Jadi dia ikutan nonton juga, terus dia aktif exploring juga. Misalnya nih yang lain, oh settingnya udah model begini punya gua, ah gua giniin juga ah atau enggak gue bikin yang kayak gimana lagi yang aneh misalnya gitu. Atau enggak misalnya kadang kita juga terus belajar dengan ya kita tidak pernah berhenti belajar bukan gitu ya.
Jadi anak-anak ini juga sama tuh secara ee ibarat dia pegang beauty terus dia lihat beauty brand sebelah laris banget gitu ya. Kadang-kadang mereka nonton dan mereka memperhatikan misalnya sebagai anak desain I oh ee produk display-nya yang di bawah nih ini kalau sesi live nih kan kalau kita perhatiin di bawahnya tuh suka ada produknya looping gitu kan. Oh kalau dikasih looping gitu terus ada harga coretnya. Oh iya benar juga ya. Ini lebih menarik nih gitu kan.
Oh ini promonya jadi lebih obvious nih misalnya gitu. Nah, yang kayak gitu-ituit mereka juga selalu aktif untuk yang improve terus apa yang mereka pegang dan ya tadi karena sudah dibagi setiap brandnya jadi kan mereka juga punya kebanggaan sendiri ya ini brand gue nih e keage dengan baik kayak gitu dan guideline ya dititipkan pada mereka semua akhirnya gitu mereka harus menguasai mereka harus menguasai gitu jadi memang ada yang menguasai dari sisi aset kan kalau itu aset ya kreatif aset kan desain script itu kan kreatif aset aset kan ada juga yang dari sisi production jadi hostnya juga ada yang jagain ada talent koordinatornya lah di mana dia yang merhati nih host namanya juga host ya udah ngerunning ee live streaming berjam-jam atau berhari-hari ya berbulan-bulan juga adalah jenuhnya pasti i kok kayaknya gua mulai gini-gini aja misalnya kayak gitu. Nah, itu juga sama si trainernya atau si telconya ini yang ngebantuin tuh untuk selalu punya konteks. Oh, lu bisa gini kalau lagi sepi lu giniin lu gituin gitu. Jadi juga punya tim pendukung nih dia enggak akan sendirian gitu ya untuk bisa bikin sesi live juga semakin pas semin hidup ya.
Oh mau nonton semuanya. Tapi sebenarnya brand tuh ada enggak sih di pengalaman Mona selama ini tuh ada brand yang kayak kekeh banget. Pokoknya gua maunya kayak gini coba aja kayak my way gitu. Coba dulu kalau enggak bisa baru I follow your way misalnya. Ada enggak sih yang kayak gitu?
Lebih berarti dari sisi apa nih? He. Dari segi mungkin dari pemilihan host terus mungkin dari settingsting ruangannya kayak gini nih gini aja deh pokoknya kayaknya di market lain works nih buat gua gitu misalnya. I itu terjadi banget apalagi kan ee yang nonton sesinya kompetitor kan bukan cuman kita doang yang ee mau improve ya. Sebagai brand tim juga kan biasa selalu begitu ya.
Kadang-kadang dia lihat oh itu di sebelah skinc-nya itu laku karena dia misalnya soft selling gitu, ayo kita cobain soft selling yuk gitu. Padahal dia tipenya udah bagus hard sell misalnya. Nah, kalau emang kekeh ya ayo aja kita cobain gitu ya. Maksudnya kadang-kadang dia juga butuh melihat realita nih audience dia kayak gimana gitu. Walaupun kita sebagai orang dapur ya udah ngomong ini mereka tuh tipe yang nanyanya kayak gini, yang tertariknya kayak gini, yang masuk ke produk atau checkout-nya kepancing dari call to action yang kayak gimana misalnya kayak gitu-gitu kan.
Tapi kalau memang brand mau coba ya kadang kita coba-cobain aja. Eh, the end of the day the numbers. Iya. lihat aja yang mana yang ini convert misalnya ya kan style ini atau style itu dan dan untungnya ya yang kalian lakukan tuh very very improvised right a lot of improvisation gitu eh learning on the run ya kan sambil belajar sambil jalan gitu experimenting aja gitu enggak ada you don't have to get it right the first time ya betul dan enggak ada bukunya sama gitu udah nih kayak gini gitu cara jualannya enggak ada enggak ada kalau ada orang-orang kayak kita enggak ada kerjaan cuy heeh semua udah pada laku Tapi gua nanya deh, live streaming kan nih kayaknya udah jadi udah game changer gitu ya sejak COVID ya. E walaupun negara lain udah mungkin lebih lebih duluan gitu terus kita adop-nya right after COVID or during COVID.
Tapi ada enggak sih psychological triggers gitu yang buat kayak udah gua check out deh terhadap produk itu? Ada tips and tricks ini ya. Asik. Kayak apakah dari tadi ya host is not the only factor kan kadang-kadang background juga. Iya cara bicara yang nge-push halus yang ng-push kasar.
What is the what is that you know triggers? I sebenarnya variabel pendukungnya kan banyak tadi ya dalam satu sesi gitu. Jadi memang ya kadang perlu kita coba aja dan kita enggak bisa stating bahwa oh ini yang model begini bisa kita terapin langsung ke semuanya gitu karena memang beda-beda banget gitu. Kadang-kadang misalnya nih terakhir kita lagi ee juga explore tipical jadi kayak ada jadi kalau kita kan biasanya ada desain belakangnya tuh ya. Nah, ini tuh desain belakangnya kita ganti jadi kayak gambar-gambar produknya yang kita kategoriin gitu.
Misalnya sesimpel skincare, ada yang khusus buat jerawat, kulit berminyak, dan apa. Nah, itu tuh kita bantuin dengan gitu. Kita bantu grouping yang naik jadi materi desain di belakang si host tuh. Nah, yang kayak gitu-gitu aja. Oh, pas kita uji coba, oh ketemu nih matriknya jadi diam di AVD-nya lebih lama misalnya gitu.
Terus lebih convince dia sama apa yang dia mau. Ah, gitu bisa kita sambut lagi nih sama next slide-nya. misalnya ada rangkaian penggunaannya misalnya kayak gitu toner apa apa gitu. Iya. Karena kan kadang dengerin verbal tuh enggak secepat itu nangkap ya sambil dengerin si host cerita visual kita ngebantuin.
Nah itu juga ada. Jadi memang faktornya tuh macam-macam gitu dan memang biasanya nih kalau kita sudah berhasil di satu brand kita sukaaj coba ke brand sebelah brand sebelah brand sebelah gitu. Gua kan di sales lumayan lama ya. Jadi one of the one of the trick dari orang sales tuh adalah to brush to brush their ego gitu. I I karena kadang-kadang kan.
Jadi kadang-kadang tuh kalau nih gua ini aja ya e sharing sedikit personal experience. Jadi itu biasa kan kita kan e tanggal 1 sama 30. Kalau tanggal 30 belum achieve target sisa sedikit gitu masih realistis nih bisa nih kayak dikit lagi nih the whole team itu datang kan biasanya. Nah kalau ada prospek potensial di depan kita lihat nih kita kira-kira siapa yang cocok nih buat handle dia ya kan. Kalau misalnya dia kelihatannya agak sombong ini nah lu aja lah lu brush egonya.
Oke, iniudah dikeluarin the art of sales zaman dulu ya. Kalau sekarang di live stream gimana caranya? Itu tapi lu kan nanya-nanya sense lu bisa dapetin itu juga eventually lah. Jadi to crack that is harder now, right? Than it used to be the sales.
Jadi gua penasaran tadi kenapa gua nanya. Karena dulu tuh gua bisa tuh, ih kayaknya ini gua aja deh. Kayaknya dia ini kayaknya bisa gua istilahnya itu data pointsnya itu lebih banyak. Lu bisa ngelihat ininya, itunya ininya itunya. Oke, ini coba deh gua deh closing deh gitu.
Kalau misalnya ini lu aja deh mendingan kayaknya ibu-ibu nih lu cocok deh iya iya mungkin ini maksudnya lebih ke persona kali ya. Jadi memang di kita juga ada memisahkan ya tadi mungkin sesederhananya ada yang soft selling, ada yang hard selling. Tapi kalau kita cacah lagi jug banyak lagi gitu. Iya har dia ng gitu sehingga nyambung ke produknya kayak gimana ya itu juga ada sih gitu. Jadi memang host enggak ada satu host yang bisa buat semua.
Akhirnya kita memilih host juga disesuaikan lagi. Kalau dia memang mom and baby banget nih, ibu-ibu banget yang ngerti, ngelotok banget urusan ibu, ya udah kita enggak bakal masuk dia ke brand yang lifestyle yang anak-anak muda udah enggak nyambung misalnya kayak gitu. I dia tuh kayak gini kalau tadi zaman offline atau zaman dulu itu lu satu satu lawan satu on enggak ada noise enggak ada noise. Enggak ada noise di ruangan cuma lu sama yang beli aja. udah iya kalau sekarang kan challenge lu adalah luat aja enggak cuy orang itu dia that's that's the hardest part nowadays jualan online tuh enggak gampang gitu loh yang nanya banyak loh pada satu forum yang bersamaan ya itu yang ngejelasin satu cuy iya how do you cater to all of that gitu kan he sampai trainingnya itu khusus kalau yang high traffic dia cara jelasinnya bed dan biasanya kalau host-host baru mence keteteran masih keteteran gitu karena komennya kan banyak tuh udah kegulung gitu Iya.
Baca yang mana aja gua bingung, cuy. Iya. Itu ada teknik tersendiri gitu memang yang akhirnya kita bantu dengan training juga. Eh, gua penasaran eh ini nih cuman dari tadi kita ngomongin beberapa beauty event ya. Dan gua kadang-kadang suka ngelihat tuh kalau misalnya dia lagi di ee event-event kayak gitu eh Jakarta X Beauty or whatever kayak gitu kan suka ada yang live stream.
Apakah kalian ada di situ juga? Apa itu beda lagi timnya? nih. Jadi, tapi pernah ada brand yang minta gitu. Kalau kayak gitu ya dia memang minta timnya berangkat ke sana gitu.
Oke. Di trade show gitu pokoknya ya. Entah apapun acaranya tapi bisa juga ya. Oke. K kayaknya tadinya gua pikir ekspektasinya kalau kayak gitu-gitu tuh dari tim brandcom pusat gitu loh.
Oh. Yang yang yang karena acara biasanya dari tim event atau tim ini gitu loh. Tapi ternyata ada juga yang dari minta dari enabler gitu. Bisa juga ya. Karena kan dia biasanya udah oh ini hostnya gua udah cocok sama yang ini.
Mereka tuh akhirnya juga udah punya pegangan masing-masing gitu. Jadi dari kumpulan line up host yang kita kasih ke dia tuh dia udah punya jagoannya dia gitu. Nah yang kayak gitu kadang mereka milih gitu mau dong yang ini diberangkatin ya walaupun kita enggak pernah menjanjikan selalu bisa ya namanya juga jadwal kan mungkin dia lagi ngisi di brand yang lain karena enggak semua dedicated juga kayak gitu. Eh tapi berarti lu gila itu gua yakin berarti there's so many host dong. dan selalu nyari terus kan recruit a lot of hostul dan ini e probably background-nya juga udah semakin diverse gitu enggak sih host-host ini ada yang lulus e SMA lulus S1 ada yang degree-nya ini, ada yang degrya itu.
Kayaknya gua rasa ee makin beragam gitu kali orang pengin kerja jadi host ini. Betul ya? Heeh. Lebih sulit kali nyarinya dibanding kayak nyari talent buat kayak di kantor gitu. Asli bingung juga tuh.
Tuh gimana tuh? itu in a sense gua yakin lebih kayak audisi dibanding kayak lu interview kerja. Ada castingnya memang kita casting guys. Ada castingnya. Jadi dia ee suruh kayak jualan dulu nih.
Kita kan mau nilai juga ya dia cara komunikasinya kayak gimana, looknya dia kayak gimana kayak gitu. Tuh ada kalau itu udah oke ya baru masuk ke tahap selanjutnya kita training dan seterusnya. Kadang kasih script seadanya dulu gitu kan. Kalau dia emang udah biasa tuh nangkapnya cepat terus dia biasanya juga sudah punya teknik. Oh, yang ini gua kasih analogi ini aja kali ya biar lebih nyambung kayak gitu-gitu tuh kelihatan kok yang mana yang udah biasa explore yang jam terbangnya juga ada sama yang memang baru sekali coba cles gitu ya dari situ sih akhirnya kita putuskan juga jangan-jangan ada juga yang mungkin di pekerjaan sebelumnya beneran di agency doang gitu kali ya dia udah pernah live streaming whatever buat agency ini sekarang dia pindah apply ke circl Oh itu oke itu berpengalaman dia.
Tapi dulu anak-anak di tim marketing tuh ada juga sih. Jadi kita tuh kadang-kadang I don't know why ada sempat periode kita enggak punya enabler. Jadi tuh dilakukan inous. Heeh. Jadi anak dicoba-coba pasti dicoba-coba.
Anak-anak marketing tuh kalau double date tuh disuruh eh lu dong e live stream mampus enggak lu kayak hah gimana caranya a gua jualan nih? Jadi kita nyari tuh yang dan lucunya adalah yang biasanya di kehidupan normal itu dia tuh lebih kayak enggak terlalu baik ngomong diam aja. Terus live stream tuh bisa tuh dia nyeloteh-nyeloteh soal spek handphone ni biasanya gua terus gua kayak kok lu enggak kayak gini sih kalau ngomong sama gua tapi gua gak kayak different side of him tuh yang itu first time gua lihat tuh justru dari live stream dia interesting eh naik naik nih view naik lagi lagi lagi lagi lagi lagi lagi lagi gitu kan kita kita di kantor naik naik naik live-nya naik eh view-nya naik view-nya naik ya juga si kenal ya ada beberapa orang yang gua kenal kayak gitu iya jadi dia beda banget pas on cam-nya bed beda dia ya on camera personality-nya dia back comtable sama produknya juga mungkin and it shows pada saat sesi kayak gitu think yang itu very crucial karena lu bisa dapat ide waktu live kan lu enggak mungkin scripted semua dong i kalau lu tahu produknya it's easier for you untuk pick that lu bisa explore ke mana-mana gitu bisa ke mana-mana iya relevan itulah kenapa tadi kan sempat disampain juga kalau dia sudah nyoba dan dia mendalami itu akan lebih gampang karena sesi dia kan bukan cuma sejam jam dia kan udah mungkin hari ini 4 jam, besok 4 jam lagi, besok 4 jam lagi. Dia harus bisa terus mengembangkan konteks produknya gitu. Tuh.
Eh, gua ada satu pertanyaan tambahan tadi buat tadi kan lu bilang ee brandnya banyak tapi lu punya dedicated team. I elunya sendiri cara monitor ini kan banyak gitu. Yang yang lu pegang nih, apakah lu masih harus ngelihatin satu-satu live-nya atau lu cuma beneran pegang sekarang angkanya doang gitu? Sebenarnya dua-duanya. Jadi datanya iya udah pasti itu mingguan kita ada tuh e aline kita ngelihat yang mana yang naik, yang mana yang turun, yang turun mau diapain, yang naik gimana dipertahannya kayak gitu kan.
Tapi dari sisi visual juga ada screening kasar gitu kayak ee ini bisa kita paainan lagi nih misalnya atau enggak ee mereka datang juga dengan eksplorasi baru misalnya brand lain habis melakukan apa yang kita belum lakukan misalnya kayak gitu itu juga mereka datang gitu. Jadi oke. Bagian mananya misalnya gitu-gitu dari sisi mau kayak gimana, dari sisi desain mau kayak gimana kayak gitu itu juga selalu rutin ada. Jadi mereka masih rutin kasih lu report and at the same time mereka masih tetap update kayak plannya mereka apa dari lu ya pick and chose lah ya yang mana prioritas lu saja. Betul.
Heeh. Tapi gimana caranya e you decide bahwa kayaknya host ini enggak cocok deh buat produk ini? Only based on angka aja atau ada pertimbangan lain atau ada periode gitu kayaknya I will give two weeks, three weeks like how does it work? Sebenarnya angka itu udah yang pasti ya kan karena langsung kelihatan gitu ya. Mungkin mungkin kadang kita suka kasih buffer juga sih di awal mula dia turun mungkin dia masih butuh penyesuaian gitu kan di situ kadang masih kita kasih dispensasi tapi kalau memang training sudah dilakukan terus dia kayak staknan kayak gitu nah itu kadang-kadang kita pikirkan untuk mungkin dia enggak cocok juga buat ini apa ya gitu atau kita tonton dan sebenarnya kan orang dari ngomong juga kita bisa lihat ya dia bisa ngembangin produknya enggak sih dia ngerti enggak sih pain-point ibu-ibu sehingga menjelaskan misalnya di jalan popok nih penjelasan konteks-konteks popoknya tuh relevan apa enggak sih kayak gitu.
Itu kan enggak bisa bohong ya gitu dan ya kayak begitu sih hal-hal yang begitu. Akhirnya dari situlah kita menilai dia itu tepat atau enggak atau mungkin kurang deep kayak gitu mungkin bisa ya kalau dia ibu mungkin dia punya konteks secara otomatis tapi kalau dia bukan ibu ya dia harus belajar lebih banyak kan untuk dia punya tuh ee background-nya dengan lebih detail gitu. Jadi lu ada dua penilaian dasar lah ya. satu apakah dia sudah melakukan semua yang sudah diajarkan basically all the homework. Kalau misalkan number yang doesn't speak berarti apakah dia kurang knowledge-nya atau mungkin dia bukan host yang cocok for that particular product gitu ya.
Iya betul. Tapi memang sebenarnya kan itu balik lagi ke pada setiap orang kan sebenarnya ini di luar pekerjaan kreat eh maksudnya di luar pekerjaan sebagai host lah ya. Mau orang kreatif juga ataupun apapun pekerjaan yang kita handle kita kan biasa tahu target kita gitu ya. habis ini mencapai posisi mana misalnya gitu. Kita kan akan mencari cara sendiri toh untuk mencapai ke sana gitu.
Jadi kadang-kadang juga ada masalah apa di dirinya sendiri juga itu ada kayak gitu yang kalau kayak gitu ya itu beda lagi ya udah bukan masalah persona gitu. Karena sebenarnya target sih kita selalu kasih jelas misalnya sekarang kamu JV PR berapa targetnya next kamu harus ada di berapa atau benchmark brandnya ada di berapa kayak gitu. Jadi kalau kamu sekarang masih di sini, gimana kamu mau kepakai masih brand nih gitu. Kalau lu mau kepakai lu harus nyampai segini. Kadang dia akan berusaha ekstra sih.
Dia either bacain lagi tuh product knowledge atau dia ya setiap orang bebas caranya mau kayak gimana. Iya atau nontonin teman-temannya yang bagus itu juga bisa. Apalagi orang-orang yang baru on board ya mungkin belum punya konteks-konteks sama terhadap produknya dia. Dia kadang suka nonton tuh siapa ee top lead host-nya di brand itu. Dia perhatiin gitu.
Oh, caranya gitu, apa segala macamnya dia bisa improve diri juga gitu. Interesting. Banyaklah caranya sebenarnya. Jadi kadang-kadang kalau sudah stagnan ya dan apalagi sudah ditraining berkali-kali he kadang-kadang malah lebih ke masalah pribadinya sih ketimbang salah brand gitu. Iya.
Tapi I love the way kayak hal yang tadinya bisa sangat subjektif ya kan sekarang bisa dievaluasi cukup objektif karena ada angka ada data tadi kayak lu boleh cantik dan apa segala macam tapi kalau di dalam speak bukan berarti lu enggak cantik tapi mungkin bukan segmen yang cocok misal ngomong cantik pertanyaan gua akan lead to the next question sebenarnya dari segi gender sekarang tuh host live streamer tuh majority tuh perempuan atau is balance tergantung produk. Kalau di kita sih banyak perempuan sih, regardless the product ya. Heeh. Heeh. Ini gua penasaran kan sekarang ini ee mulai AI gitu ya.
Ee apakah ada pattern yang terlihat pada saat lagi live commerce apa not so much? Kayak oke sekarang lagi zaman AI terus how does it impact beneran orang yang lagi nonton live commerce? I'm just curious. Sebenarnya kalau AI itu ee sekarang udah mulai di apa ya diadaptasikan tuh di area desain yang commerce. Jadi yang tokoh-tokoh yang cukup basic ee itu udah mulai tuh visual-visual dipercepat juga ya prosesnya.
kulikannya juga perlu terlalu banyak ya karena kurang lebih sebenarnya hampir-hampir sama nih gitu kan setiap ee double date promonya ganti produknya ganti tapi kita perlu jagain visual yang sesuai guideline itu gitu sama terus jadi di situ AI sudah pasti diadaptasi. Nah kalau di yang social commerce sendiri sekarang tuh sudah mulai masuk di short video he sama di live streaming dengan host Avatar. Serius? Ada. Tapi memang em masih kurang bagus ya secara res benar gitu.
Jadi akhirnya brand itu iseng-iseng aja walaupun di kita yang ini belum jalan ya di kita ee live streaming dengan AI itu belum tapi short video dengan AI sudah gitu. Jadi kalau live streaming kebanyakan brand kalaupun bertanya mereka fokusnya di hours-hour yang trafficnya enggak terlalu tinggi. Oh kita cobain yuk di situ kalau pakai tril and error dulu air time-nya tetap dapat secara algoritm tapi lu enggak resikonya enggak terlalu banyak gitu. Oke. Tapi gua e teknikal dikit ee waktu lu bilang AI dipakai untuk kayak short video itu maksudnya semua completely build AI atau lu masih ada kan sekarang orang cuman penampilannya diganti pakai AI gitu.
Heeh. Sebenarnya kalau short video bisa dua-duanya bisa dimix gitu. Tapi memang sih kalau dengan AI itu kan hal-hal yang teknikal ribet nih mungkin lighting harus berapa banyak kayak gitu-gitu. Sekarang dengan AI kan cepat ya produk tuh apalagi yang produk sentrik ya. Kalau yang manusia kan mungkin ngomongnya masih kaku kayak gitu-gitunya tuh masih ada gitu.
Nah tapi kalau yang produk tuh udah oke bangetlah sebenarnya gitu. Tinggal kayak brandnya siap atau enggak. I dan kadang-kadang ya sama-sama tahu di TikTok itu kan sekarang orang searching apa-apa di situ ya apalagi Gen gitu kan itu udah kayak search engine jadi discover itu begitu pentingnya gitu itulah kenapa brand itu akhirnya berfokus untuk gua main volume aja deh gitu biar kapanpun orang cari gua ketemu sementara kalau syuting kan ya itu nada kompleksitas ya gitu yang pakai cara lama kan jadi akhirnya jalanlah juga dengan ya gua miix ee e-nya sekian banyak ee tapi yang syutingnya juga ada walaupun ya memang fungsinya kan berbeda ya mungkin kalau yang syuting lebih kerasa real, lebih engage lah itu si audiensnya gitu. Meanw yang volumenya banyak ini buat ngerim aja gitu yang ini produk gue bagus buat kebutuhan lu yang ini loh kayak gitu. Jadi yang cepat-cepat cepat aja gitu.
Kayak gitu sih asal ketemu discovery-nya si e pengguna ya akhirnya tuh utilisasinya seperti itu. I think it's unavoidable ya. kita maksudnya udah ngobrol sama banyak e marketers, communicators itu ya bahwa EAI itu bantu banget di eh efisiensi lah kasarnya. Iya kan? Maksudnya supaya ee kerjaan-kerjaan yang tadinya butuh waktu lama untuk diprepare jadi lebih cepat di streamline.
Iya. hal-hal yang kayak menut dari lampunya, tempatnya, make upnya, orangnya, scriptnya, lots of effort gitu loh. Walaupun mungkin hasilnya enggak bisa sama persis kayak kalau beneran syuting, tapi at least untuk airtime bisalah gitu kan. Benar dan lebih cepat. Unavoidable banget maksud gue ya itu.
Iya. Iya. Eh, it's getting smarter, udah makin eh pintar, bisa melakukan eh banyak hal. Tapi memang kalau kalau kita at least ya approach-nya di di kantor nih it's not to replace ya tapi to augment right eh jadinya you plus AI gitu bukan el minus el masukin AI gitu that's nar tapi lu dicombine dengan AI itu what can you do Nah sebenarnya itu jugal lah kenapa ee tim akhirnya perlu belajar data tadi kan supaya punya konteks. dia mungkin enggak perlu lagi terlalu lama ngoprekin shadow ngoprekin penempatan gitu kayak ini kan simpel nih udah langsung aja ke sana e tapi kita ngerti nih setiap kita habis ganti apa yang terjadi dengan trafficnya apakah orang lebih banyak masuk ke sini apa orang lebih banyak check out pada tipical visual yang seperti apa tim tuh dien-encourage juga untuk lebih nganalisa sih dan punya konteks sama segala hal yang dia kerjain jadi kita bukan doers tapi kita lama-lama punya kontek teks gitu.
Yes. Ini yang interesting. Gua enggak tahu deh kalian mungkin terpapar juga yang IKEA. Dengar enggak yang mana pokoknya dengan adanya AI gitu-gitu ada gitu IKEA eh Global atau yang di Sweden or whatever gua lupa nanti bisa dicek lagi. Intinya pas AiaI ini sudah muncul customer service itu jadi turunlah ya kan ke e apa namanya ee telepon yang masuk.
Nah instead of di lay justru mereka di diajarin hal-hal yang baru gitu. diat of cuman bisa nanya eh dulu cuman bisa tanya jawab simpel nih bisa lebih advance bisa jawab tentang design bisa lebih ini lebih itu. Nah, jadinya ee enggak enggak langsung menggantikan pekerja, tapi justru itu dia lu pekerja yang ada exactly di supercharge dengan AI, akhirnya lu bisa melakukan hal-hal yang bahkan sebelumnya lu enggak bisa gitu. And then that's probably the right approach. Ya, yang lu bilang itu menurut gua key-nya di sini sekarang orang yang udah dengar itu h they need to adjust karena masih banyak yang ignorance, man.
Ya, yang maksudnya tahu gitu. Akhirnya dia wah oke dia they don't wna adapt gitu. Justru saat ini mereka tuh benar-benar harus cari tahu EA ini bisa bantu gua supaya apa gitu loh. Supaya gua bisa lebih e improve gimana instead of kayak udah nyerah gitu loh. Iya.
Heeh. Aduh gua udah enggak ngerti deh de gitu. Pusing gua gitu. Itu urusan IT aja gua. Padahal hampir semua industri itu bisa di empowered by AI.
Iya semua itu kuncinya empowered. A everything can be empowered by AI. Jadi, tapi maksudnya for those yang enggak join the game tuh ya you are left out enggak sih? Iya, asli. Lagi-lagi analoginya tuh kayak kita zaman dulu pakai komputer ya kan 30 years ago lu 30 tahun lalu lu enggak pakai komputer lu bisa kerja terus ya bisa sih you know.
Tapi enggak mungkin bisa compete against yang pakai komputer cuy. Lu ketinggalan jauh lah. Yang satu butuh sejam lu butuh 2 hari ya kan. Nah sekarang lebih gokil lagi. Udah bukan komputer sekarang AI gitu.
even crazier lah. Kita banyak ngomongin soal live ya. Gua gua mau menyentuh ke sisi yang eh visual biasa. H karena e-commerce ini biasa orang sales kalau dulu gua pasang iklan itu ada iklan buat brand yang gua jagain banget nih warnanya sama ada iklan yang buat jualan yang gua taruh di ee e-commerce atau gue taruh di gua bilangnya performance dalam arti gua cuma butuh conversion tinggi. I ini gua biasa lebih tutup mata setengah gitu buat brand.
Hm. Karena itu sama yang ada brand beda nih kan tujuannya beda. Nah, dari sisi lu gimana caranya menjaga bahwa oh brandnya masih intersion. Kan tadi lu ngomongin soal angka nih. Iya.
Berarti ini konteksnya maksudnya lebih kayak buat short video atau yang desain sebenarnya itulah kenapa AI itu posisinya buat memperbanyak H. Tapi masternya tuh tetap dibikin sama anak-anak gitu sama tim tetap dixplore gitu kan master visualnya gitu. Jadi di situlah sebenarnya harapan kita, kita enggak meem apa ya, membuat visualnya jadi ee enggak menarik kayak gitu ya, terlalu monoton dan sama-sama terus tiap bulan. Justru di situlah mereka harus explore masternya gitu. Tapi memperbanyaknya silakan dengan AI kayak gitu.
Tapi berarti kan kadang-kadang ukurannya suka kalau di digital ya enggak make sense panjang dan narrow. Kadang-kadang ukurannya tuh aneh-aneh gitu kan. Karena pribadi paling sebel kalau misalkan brand colornya misalkan biru nih ya misalnya terus kalau foto dia pilih ada selalu elemen biru di di itemnya background-nya juga biru lama-lama biru semua cuy kayak jualan smurf loh ya iya susah ngelihat produknya cuy gitu kadang-kadang tapi maksud gu yes AI memang bisa bikin cepat tapi kan lu harus ada komponennya gitu kan jadi lu benar-benar setiap hasil output dari AI pun lu tetap every now and then lu cek lah gitu ya iya tetap mereka datang ya kayak cara konvensional tetap maksudnya ada bewa beberapa referensi terus juga yang sebelumnya kayak apa ya jangan sama juga dong sama yang sebelumnya gitu kayak ayo dong kebaruan apa nih ini tetap itu tidak pernah berubah gitu tetap ada approval by human ini ada QC-nya tetap manusia justru QC itu manusia gitu harus gitu jadi memperbanyak pun enggak yang namanya juga e ya ada yang oke ada yang enggak oke ya itu di bagian yang tidak oke juga tetap harus kita rapihin lagi kayak gitu Cumang hal-hal yangak perlu terlalu dipikirin secara konsep atau apa ya di situlah kita menggunakan AI dengan masif gitu. Oke. Jadi enak tuh sekarang kalau oh ini enggak cocok bikin next batch-nya cepat dong.
Tapi butuh kita untuk tahu bahwa oh yang ini enggak works, yang ini works. Heeh. Oke. Nah, looking forward menurut lo apa yang menjadi tantangan terbesar e-commerce in general atau live commerce spesifik atau mungkin lu udah rasakan sekarang gitu? Kalau gua sebenarnya melihatnya mungkin ee dengan tadi ya volume kan ini pasti semua brand cara pandangnya sama gitu ya.
mereka pengin waktu user itu cari dia ketemu gitu kan dengan dia memperbanyak jumlah ya itu short videonya pointnya gitu ya live streamingnya dan segala macam itu gimana supaya jadi bukan noise jadi bukan bikin kita tuh muak gitu kan ngelihatnya dalam jumlah banyak dan malah jadi nyampah gitu ya eh pintar benar itunya sama di titik mana kita masih terus relevan gitu oke ngerti bahwa ya semua orang udah sekarang searchingnya lewat TikTok, tapi kan kalau too much juga capek sih. Namanya juga manusia ketemu dengan kayak gitu kan kita sendiri juga sampai kadang-kadang ada gua detox dulu deh gitu karena udah enak banget gitu kan. Itu kan jadi challenge-nya juga gitu. Di situ terjadi transaksinya, di situ jadi tadi touch point-nya juga tapi saat itu terlalu banyak juga orang kan ada mundurnya juga gitu. Nah itu mungkin memang harus dipikirin sih bagaimana kita nge-balance-nya gitu.
Oke, ini menarik nih angle yang enggak pernah gua pikirkan sebelumnya. Maksud gue dengan adanya AI sekarang orang bisa produce banyak dengan mudah dan mereka tahu mereka butuh air time nyampah aja gitu. He bombardir malah jadi clutate lagi gitu ya. Betul. Iya.
Lu cluttering your own brand. Tapi the brand needs to be very careful kan maksudnya si gimana caranya dia bisa jadi brand relevance itu tinggi instead of cuma short term burst gitu. Malah kita sebagai consumer jadinya kayak apaan sih? Heeh. I kan tadi kita bahas banyak e video terus kita move ke visual.
Kalau untuk urusan kayak eh search result maksudnya kalau di commerce kan ada search result tuh ee termasuk sekarang masuk ke AI yang lu bahas tadi itu termasuk ee hal yang lu takeure atau enggak? Search result sebenarnya enggak spesifik di aku sih. E ada kan sebenarnya store manajemennya juga bahkan bukan di tempat kita itu ada tim AM gitu mereka yang ngatur misalnya dari budget brand berapa ee alokasi ke promo, promonya ditaruhnya kapan, buat produk yang mana, itu ada itu account management team gitu. Kalau di kami lebih fokusnya ya tadi di area kreatifnya, di area production-nya pun spesific yaitu live streaming dan short video kayak gitu. Ada tim lain, ada-nya, ada MCN-nya juga kayak gitu-gitu.
Komunitas juga ada. Itu kan semua sebenarnya materi apa pendukungnya lah ee support-support yang ada di dalam satu toko ya. Oke. Soalnya kadang-kadang menurut gua search result kalau di e-commerce ya menurut gua itu juga penting buat ini apa eh discoverability gua notis tuh kayak kalau gua search something he toko yang sama, produk yang sama munculnya di atas muncul lagi di bawah cuy. Hm.
Iya. Iya kan? Kalau gua kan tipe yang nyari harga termurah tuh. Now you're leading a lot of people ya. Eh orang-orang di kantor.
Em are there any traits yang eh based on your experience tuh lu sukanya tuh orang-orang yang kayak gini untuk menjadi team members lu? Ya kan? Itu pertanyaan pertama. Pertanyaan berikutnya yang red flag. Hm.
Nih kalau udah kayak gini nih selesai nih. I kan e no way man. Gua enggak mau orang ini ada di tim gua sebenarnya karena memang leading small team sama big team tuh ternyata beda banget ya. Aku pun banyak baru belajar di sini gitu kan. Mungkin kalau small team meleset 1 mili ya udahlah cuman 10 orang gitu kan 1 centti gitu kan.
Heeh. Begitu timnya gede banget 1 mili tuh dengan berbagai layernya udah jauh tiba-tiba berapa ratus meter gitu ya. Iya kayak gitu. Jadi, h itulah juga kalau ditanya siapa akhir atau yang atau kriteria seperti apa yang paling apa ya ee pas buat bekerja bersama apalagi di tim yang sangat besar. Heeh.
Adalah memang orang yang result oriented sih. Jadi, I see. Kita harus stick sama itu. Kita lagi ngomongin apa, kita mau mencapai apa, ya kita bawa aja itu hasilnya gitu. Dan enggak pakai ditunda-tunda gitu.
Karena kalau kita ya excuse tu akan banyak sekali. Apalagi kalau orangnya banyak, layarnya banyak, si yang satu sudah bikin excuse apa, yang ini bikin excuse lagi gitu kan. Itu tuh udah pasti enggak nyampai ke tujuannya. Oke. Jadi cara yang paling biar apa ya, biar enggak ke mana-mana ya memang akhirnya kita berpegang pada target resultnya sebenarnya mau apa gitu.
Kita lihat ujungnya aja ya. Terserah lu lah lu mau berkelit mau gimana, dapat enggak result-nya. Nah, kalau ada resultnya oke result oriented. Anything else yang mungkin lu bisa ingat saat ini yang lu suka lah. Dan orang yang kalau enggak ngerti yang mending ngomong enggak ngerti gitu.
Jujur karena memang sama tadi begitu kita ada layarnya banyak dia bilang iya oke oke ngerti-ngerti gitu enggak jadi barangnya. Kadang-kadang ngertinya yang mana dulu nih gitu. Coba-coba diulangin lagi. Kadang-kadang saya suka nanya gitu terus coba-coba diulangin lagi. Tadi dari apa yang aku jelasin nangkapnya gimana gitu.
Iya. Bukan gimana-gimana ya, cuma memastikan bahwa apa yang kita tangkap sama nih, gitu. Karena begitu dianya udah skip, dia punya berapa layar ke bawahnya kan. Waduh, B. Bisa sama tuh.
Akhirnya enggak nyampai tadi ke ujung akhir yang kita harapkan gitu. I kayak estafet ya kan. Jadi it's not impressive kalau misalkan disuruh bos lu langsung kayak ya bisa bisa. Iya. Nah, betul.
Lebih baik bilang kalau enggak bisa atau enggak ngerti mending ngomong aja karena itu sama fatal banget di situ. Tangkap juga beda-beda ya. Tadi dia bilang ngerti, tapi yang dia ngerti cuma sampai c-nya. E F G H I J KLM-nya enggak ngerti. It's ok untuk enggak ngerti.
Cuman harus make sure bahwa lu tahu exactly yang dixpect dari lu gitu ya. Yes. Yes. Dan itu it's a good practice. Coba repeat lu.
Are we on the same page? Tapi benar ya. Ya. Ini mungkin e benar banget pada saat lu udah leading more people itu dia ya kan lu salah sama satu orang nih bukan cuman salah satu orang. H di bawahnya dia lagi.
Di bawahnya dia lagi. Buset jadi salah semua. Surprisingly are people yes to having understanding at all. I banyak banget. Banyak banget.
And ya very annoying sih menurut gua ya. Eh man katalinya lu ngerti ya kan. Tapi in their universe they they know what they're doing gitu. Is that true? True.
Maksudnya I've experience kayak ya gua tuh enggak pernah kebayang sebelum ketemu orang ini bahwa ada loh orang yang ditanyain dikasih tahu dia bilang dia mengerti yes understand complete tetapi barangnya enggak ada. Heeh. Tatonya beda aja gitu ya. Completely. Heeh.
Dan dia merasa bahwa dia I'm doing a good job. Kayak why are you mad at me? He. Terus gua kayak no good job. Oke.
Enggak. Karena kalau gua justru gua pikir tuh mikirnya lebih ke yang takut salah. Gua lebih yang itu, "Oh, nanti gua disangkain ini." Gue bilang, "Iya aja deh, nanti gua pelajarin gitu." Bukan instead of yang benar- halu kayak ya I get it. Ngerti gua ada dan experience gua beberapa yang kayak gitu. Jadi, it's such oke individual tuh exist ya.
Oke. Dan kadang-kadang tanpa intensi juga ada. Iya. Engak dia bilang as simple as gua ngerti bisa dan gua kerjain sesuai dengan yang lu minta kok ya. Tapi hasilnya kan different.
Terus when when we talk about it, tegur dia eh secara baik-baik, dia juga merasa, "Hah, ini kan sesuai dengan brief-nya dari Heeh." Padahal salah. No, that's not it. Berarti ada tiga nih. Ada yang satu cuman buat to impress. Maksudnya takut disangka enggak ini?
Takut disangkain enggak kompeten. Betul. Takut disangka ini apa? Bukan can do attitude. Asik.
Asik. Harus cany attitude kan. Siap. Ya. Siapa ya?
Ada yang emang genuinely ada missom dia enggak ngerti yang dimaksud gitu karena dia enggak mau nanya dia emang genuin salah sama ada yang satu lagi tuh yang tipenya kayak gua enggak ngerti temannya sotoy aja gitu bisa bisa padahal enggak bisa yang itu. Oke. Ee teman gua ngalamin kalau di depan bos kes suruh oh wah kesan tahu banget di belakang dia enggak tahu man. Tapi tapi dia tahu itu apa jadi dia put on a show buat bosnya baru nanya sama kalian di belakang. Dia nanya, tapi dia juga lu tahu dari yang disuruh yang dia omong apa pas ke belakang tuh briefnya atau nany dia cluless.
Oke, nanti gua undang orangnya ke sini. Enggak, soalnya masalahnya masalah teknikal. Oke, bukan yang subjektif gitu loh. Maksudnya ini knowledge technical yang either you know, you don't know. Kayak connecting system di antara CRM sama marketing automation.
Ini data source yang mana? spesifik bukan ee ngawang-ngawang ini beneran lu bisa apa enggak bukan gre area karena tools yang dipakai itu gitu kan lu harus tahu data poin lu di mana gitu depan di belakang cuy datanya di mana ya kocak juga tuh oke in a sense tadi lu udah nyentuh-nyentuh yang lu enggak suka which is yang iya-iya aja gitu kan ada lagi enggak yang wah nih red flag nih kalau talent kayak gini nunda sih tadi kalau procrastin kurang di garisan bawah ya. Heeh. Karena nunda tuh sama ya apa ya ee di tim yang besar tuh penundaan itu sama seperti tadi kan missing 1 mili. Iya.
Sementara kita bergerak. Betul. Kita bergerak cepat. Memoncat biar cepat ya bisa-bisa aja. Tapi kan kita harus bisa bikin yang di bawah kita juga berkembang kayak gitu kan.
Jadi ya memang kita tetap melalui struktur yang tepat kan harusnya saat berkomunikasi gitu. Jadi ya memang seharusnya ya doing-nya jelas ya silakan enggak usah pakai ditunda gitu untuk nyampai gitu ya. Any wejangan ya kan tips and tricks e especially mungkin buat yang younger yang baru-baru mulai kerja gitu. How do they get from their current position sampai where you are misalnya sekarang lah. Apa tips and tricks yang lu bisa e share?
Mungkin memur aku menarik adalah jarang orang kreatif berpikir untuk mau kerja di take company gitu. Kan aku sebenarnya sekarang ini adalah T Company ya gitu. Karena kan dipikir kayak aduh nanti ee gua enggak bisa pakai apa ya ilmu kreatif gua nih apaan di situ gitu kan. Padahal di sini malah ketemu sebuah cara berpikir yang berbeda dari menilai materi kreatif gitu. Jadi sebenarnya mungkin ee buat teman-teman yang masih exploring ya mau kerja di mana nih ee pertama kali kerjanya bisa dicoba gitu karena di sini ada banyak ee perspektif yang berbeda gitu.
Yang aku sendiri juga oh ternyata enggak buruk-buruk amat nih belajar data gitu kan. I walaupun awalnya memang pusing ya, awal mulanya bagaimana nih aku harus bicara daripada e bapak-bapak teknologi ini gitu ya, menjustifikasi materi kreatif. Aku ngomong yang ini mukanya berminyak, yang ini kan cakep ya gitu. Itu aja tuh kayak ah mananya sih yang berminyak gitu. Kayak itu aja enggak ketemu.
Tapi sampai akhirnya kita bisa bawa data bahwa yang kayak gini lebih works nih buktinya gitu ya. Matris ini, ini ini nih gitu. itu akhirnya kayak kita punya satu bahasa yang mempersatukan dua dunia gitu kan ibaratnya. He. Nah, mungkin menurut aku ya ini bisa menarik juga ya untuk pembelajaran buat yang e baru mulai kerja bohok kreatif tuh enggak harus selalu kerja di advertising agency, enggak harus selalu kerja dengan yang seperti itu yang mungkin kebanyakan kita tahu ya gitu bahwa oh kerja di nebler juga kreatifnya ada pembelajaran berbeda nih, ilmunya berbeda nih.
Dan malah di sini aku lebih mengerti ya tadi ternyata impact kreatif tuh juga enggak kecil loh gitu. yang kalau dulu kan kita mungkin cuma dinilai dari verality mungkin ya kalau advertising kan oh yang mana yang paling dibahas orang paling direpost repost dan segala macam gitu ya tapi kita enggak pernah tahu matriks utamanya gitu kan virality betul sementara padahal ada banyak juga yang bisa dikontribusikan oleh materi kreatif sebenarnya dalam berbagai hal ya gitu itu yang menurut aku ee bisa menarik sih buat teman-teman yang baru ya gitu bar cari kerja ok nah Jadinya buat yang dengerin di depan kita ini ada a couple of pizza boxes. Playdou ya. Playdou. Playdou pizza.
Tell me little tell us a little bit lah. Ini nih, what's the story behind Playdou Pizza? Karena anak kita yang paling kecil sukanya makan pizza ya kan gitu. Kita selalu mencari kayak opsi pizza yang lebih sehat yang kayak gimana sih gitu tadinya ya awal mulanya. Karena kan udah pasti nih gluten-gluten dan kawan-kawannya gitu.
Sementara dia anaknya, anakku yang kecil kan ada autis juga ya. Jadi kita lagi mencari ee apa nih yang paling mending gitu sampai akhirnya ya Mike ee ada kenalan yang juga jago bikin do gitu kan. Mencoba modelan doh yang lebih sehat tuh yang kayak gimana sih yang long fermentasi yang prosesnya mungkin lebih panjang sedikit ya tapi lebih mudah didigest kayak gitu. Jadi sebenarnya ini konsepnya dari situ gitu. Ini pizza yang tuh 3 hari difermentasi baru diproses.
Jadi dia tuh kalau kita makan lebih light enggak bloed kayak gitu. Easy on the body ya. Easy on pencernaan. Iya gitu. Selebihnya toping-topingnya e bapaknya tuh yang explore banget.
Oke. Ini namanya dari siapa? Namanya dari kita juga. Oke. Apa ya gitu kan yang ringan aja.
Dan itu juga sketsanya anakku juga. Oh gitu. C. Oke, logonya gitu. Very interesting.
Eh, how can people order? Datang ke pasar modern sih. Eh, fresh market. Sor sor fresh market. Karena kita masih ee semuanya di tempat belum ada pengiriman-pengiriman Grab dan kawan-kawan.
Oke, pokoknya mesti datang ke sana dulu ya. Eh, kalau yang tinggal dekat sana e stop over Playdou di Fresh Market ya. Heeh. Oke. Di belakangnya Warint Bintaro.
Bintaro. Bintaro. Di belakangnya apa? Restoran waria itu ya? Iya.
Warung Asia dulu yang awalnya dibikin ya kan. Terus akhirnya kita kolaborasi nih dengan jadi di pasar modern itu yang punya suami adalah si warung Asia, terus ada pasta lab. Jadi pasta lab ini cukup terkenal membuat ee pasta-pasta homemade gitu kan. Berkolaborasilah mereka membuat ini gitu. Oke oke oke oke.
Luar biasa. E shout out ya Playdou Pizza. Asik. Eh Mona, how do you feel about the session? Senang sih karena ya berbagi kali ya, berbagi yang secara spesifik ee di-handle oleh e kami di SIRCLO gitu kan.
Seperti apa sih? Dan ya menggambarkan juga kali ya yang lagi berkembang ee sebagai sales channel-nya Brand tuh sekarang kayak gimana? Live streaming salah satunya yang lagi berkembang gitu kan. senang bertukar pikiran sih. Anyway, eh kita harapannya maybe one day bisa balik lagi, kita bisa ngobrol-ngobrol lagi.
E to people, learn, right, just share ideas gitu. Itu selalu menyenangkan. Anyway, everybody, let's give another round of applause buat Mona. Thank you.