Public affairs menggarap aturan yang mengikat organisasi, sedangkan PR menggarap cara organisasi dipandang, kata para tamu Proxemics. Di episode 013, Jeffrey Haribowo dari Mars Wrigley Indonesia menyebutnya advokasi berbasis bukti yang menembus empat tingkat hukum, dari UUD sampai peraturan menteri. Empat episode di bawah tayang antara Oktober 2025 dan September 2026, masing-masing dengan siapa yang bicara, kapan, dan gagasan yang bisa Anda bawa ke pekerjaan sendiri.
1. PR mengelola persepsi, public affairs menggarap regulasi: episode 013
Episode 013 menarik garisnya dengan jelas: PR mengelola cara publik memandang organisasi, sedangkan public affairs bekerja satu tingkat di atasnya, pada kebijakan dan regulasi yang mengikat organisasi itu. Jeffrey Haribowo, Corporate Affairs Director, Cocoa di Mars Wrigley Indonesia, memetakan kerja itu ke hierarki hukum Indonesia: UUD, undang-undang, peraturan pemerintah, lalu peraturan menteri (episode 013, Oktober 2025). Contoh kasusnya adalah pertarungan di balik cukai minuman berpemanis, mulai menit 18:17. Segmen PR versus public affairs sendiri dimulai di menit 14:56.
2. Bawa bukti, bukan opini: episode 013
Prinsip lain Jeffrey Haribowo: public affairs harus evidence-based, bukan debat kusir. Toolkit yang ia pakai adalah aliansi industri dan data akademis, mulai menit 22:36. Kasus yang ia soroti di menit 29:35 terkait kisah JUUL: sebuah studi independen ikut memengaruhi peraturan Menteri Keuangan dan mendorong cukai tembakau agar proporsional dengan risikonya (episode 013, Oktober 2025). Untuk praktisi PR yang ingin pindah jalur, ia menyebut tiga bekal di menit 34:13: resiliensi, persistensi, dan kemauan belajar yang tulus. Dalam kerangka ini, lobi hanyalah salah satu alat di dalam public affairs.
3. Izin legal belum tentu restu masyarakat: episode 036
Episode 036 menegaskan bahwa izin legal bukan jaminan tanpa Social Licence to Operate (SLO). Panel Full House menggambarkan public affairs sebagai penengah kepentingan negara, bisnis, dan masyarakat sipil, sekaligus pengelola "biaya eksternalitas" yang bisa menghentikan proyek yang sah secara hukum ketika berbenturan dengan warga (episode 036, Juli 2026). Segmen soal apa sebenarnya public affairs dimulai di menit 13:05, disusul pergeseran dari CSR yang bersifat amal ke Creating Shared Value yang menyatu dengan operasi di menit 18:22.
4. Pantau hukum yang mengubah risiko Anda: episode 024
Episode 024 memperlihatkan refleks public affairs yang perlu dimiliki setiap praktisi komunikasi: memantau hukum yang mengubah apa yang boleh dibawa kampanye Anda. Host Mercy Tahitoe dan Stephanie Sicilia membahas KUHP baru yang berlaku mulai 2 Januari 2026 dan menggantikan kitab warisan kolonial Belanda dari 1918 (Sekretariat Negara). Menurut bacaan mereka, KUHP ini menghidupkan kembali pasal penghinaan terhadap lembaga negara (episode 024, Februari 2026). Kesimpulan mereka: brand dan agensi tidak bisa lagi lepas tangan atas konten mitranya, sehingga penyaringan harus lebih ketat. Segmen soal KUHP baru dan agensi dimulai di menit 20:48.
5. Di industri yang diatur ketat, jadikan Compliance mitra: episode 043
Episode 043 memasukkan regulator ke dalam brief: di jasa keuangan, aturan OJK menentukan apa yang boleh disampaikan marketing dan PR. Gandis Rahma Mahatmi, Marketing Division Head Sequis Life, yang membawa pengalaman 20 tahun di agensi PR, farmasi, dan asuransi, menjadikan tim Compliance mitra, bukan musuh (episode 043, September 2026). Ia memilih KOL bersertifikat, misalnya yang bersertifikat AAJI, ketimbang micro atau nano KOL yang hanya fokus pada gaya hidup, agar publik tidak tersesat informasi. Segmennya soal taktik PR kreatif di bawah regulasi ketat OJK dimulai di menit 17:12.
| Episode | Tamu | Tanggal | Gagasan yang bisa dipakai |
|---|---|---|---|
| 013 | Jeffrey Haribowo, Mars Wrigley Indonesia | 9 Okt 2025 | Garap regulasinya, dan bawa bukti |
| 036 | Full House Proxemics | 17 Jul 2026 | Raih SLO, bukan hanya izin |
| 024 | Host Mercy Tahitoe dan Stephanie Sicilia | 9 Feb 2026 | Pantau hukum baru yang menggeser risiko konten |
| 043 | Gandis Rahma Mahatmi, Sequis Life | 24 Sep 2026 | Jadikan aturan regulator bagian dari brief |
Kapan Proxemics cocok
Proxemics cocok untuk praktisi PR yang menimbang pindah ke public affairs, tim corporate affairs, dan mahasiswa komunikasi yang ingin memahami bedanya dari orang yang menjalankannya. Podcast ini bukan kursus lobi atau hukum, dan tidak akan memprediksi dampak sebuah regulasi tertentu. Setiap halaman episode mencantumkan tamu, daftar bab, dan poin kunci, jadi Anda bisa langsung melompat ke segmen public affairs.
Baca juga
- PR vs Public Affairs: apa sebenarnya bedanya?
- Tangga pengaruh: PR, public affairs, dan siapa yang mengubah aturan
- Apa itu public affairs: bedanya dengan public relations