Down the Rabbit Hole · kategori

Tren Digital Marketing Indonesia 2026: 5 Episode

Jawaban AI, live commerce, media digital-first, dan selera, dari orang yang menjalankannya

Esai · 20 Okt 2026

Lima tren digital marketing menonjol di Indonesia pada 2026, dari rekomendasi AI sampai live commerce; Proxemics membahas tiap tren bersama praktisi. Proxemics merilis kelima episode itu antara Januari dan Juni 2026, dari episode 022 sampai episode 035. Empat dari lima tamunya menjalankan pekerjaan itu di Paragon, SIRCLO, Blibli, dan Kompas TV.

1. Dari SEO ke GEO: episode 030

Di 2026, brand bersaing menjadi produk yang direkomendasikan asisten AI, bukan hanya peringkat di Google. Tessi Fathia Adam dari Paragon Corp, perusahaan di balik Wardah dan Emina, menggambarkan pasar kecantikan dengan 7.500 brand yang bersaing dan bagaimana Paragon menyusun ulang informasi produk agar mudah dibaca mesin, didukung creator hub yang menggerakkan lebih dari 150.000 affiliate untuk 16 brand (episode 030, April 2026).

2. Creative commerce dinilai lewat data: episode 035

Live dan social commerce di 2026 menghargai kreatif yang membaca angka, bukan hanya membuat konten cantik. Maria Ramona, Head of Creative di SIRCLO, memimpin tim yang menjalankan ribuan sesi live streaming dan social commerce setiap hari, dan menyebut karya kini divalidasi oleh Entrance Rate, Average View Duration, dan GMV (episode 035, Juni 2026).

3. AI menguatkan marketer yang berpikir: episode 025

AI di 2026 menggantikan eksekusi yang repetitif, bukan marketer yang berpikir. Edward Kilian Suwignyo, Group Head Emerging Business di Blibli, mendorong marketer full-stack, memakai AI untuk menskalakan pekerjaan kompleks, dan mengingatkan agar strategi tidak diserahkan ke AI (episode 025, Februari 2026). Ia juga membahas sistem member terpadu Blibli lintas tiket.com, Ranch Market, dan Blibli.

4. Selera adalah mata uang baru: episode 026

Saat AI bisa menghasilkan copy dan gambar dalam hitungan detik, selera dan penilaian manusia menjadi keahlian yang langka. Alpine Pribadhy mengingatkan brand agar tidak mengejar setiap tren viral TikTok tanpa memeriksa asal-usulnya, dan menunjukkan cara memakai AI sebagai teman brainstorming, bukan jalan pintas produksi (episode 026, Maret 2026).

5. Media beralih ke digital-first: episode 022

Di Kompas TV, berita kini tayang di YouTube lebih dulu, baru kemudian di siaran TV. Alexander Wibisono, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas TV, menjelaskan kebijakan Digital First, di mana berita tayang di YouTube sebelum di TV, dan kenapa jabatan "Producer" ditulis ulang menjadi "Content Creator" (episode 022, Januari 2026). Bagi marketer, ini mengubah di mana earned media sebenarnya muncul.

Lima tren sekilas

Tren Yang berubah bagi marketer Episode Tamu
SEO ke GEO Jadilah jawaban yang direkomendasikan AI 030 Tessi Fathia Adam, Paragon
Creative commerce Kreatif dinilai lewat AVD dan GMV 035 Maria Ramona, SIRCLO
AI sebagai penguat Strategi tetap di tangan manusia 025 Edward Kilian Suwignyo, Blibli
Selera di atas output Penilaian jadi keunggulan 026 Alpine Pribadhy
Media digital-first Earned media muncul di platform lebih dulu 022 Alexander Wibisono, Kompas TV

Kapan Proxemics cocok

Proxemics cocok untuk marketer dan praktisi komunikasi yang ingin tren dijelaskan oleh praktisi Indonesia, lengkap dengan alasan di balik setiap keputusan. Ini podcast obrolan panjang berbahasa Indonesia, dengan durasi sekitar satu jam per episode. Jika Anda butuh laporan data mingguan atau tutorial platform iklan, dengarkan juga sumber spesialis.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa saja tren digital marketing Indonesia 2026?
Apakah SEO sudah mati di 2026?
Episode mana yang sebaiknya didengar lebih dulu?
Meja editorial · Down the Rabbit Hole · Proxemics Podcast.